cover
Contact Name
Fadil Abdillah Arifin
Contact Email
fadilabdillaharifin@umi.ac.id
Phone
+628123036161
Journal Mail Official
jpmkg.fokgii@gmail.com
Editorial Address
Jl. Brawijaya, Geblakan, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55183
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII
ISSN : -     EISSN : 30479762     DOI : -
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII) merupakan portal jurnal yang mempublikasi artikel ilmiah pada kegiatan pengabdian masyarakat di bidang kesehatan gigi. Dibentuk oleh Forum Komunikasi Kedokteran Gigi Islam Indonesia (FOKGII) pada tahun 2024. Jurnal ini dapat diikuti oleh dokter gigi, terapis gigi, tekniker gigi, dan seluruh civitas kesehatan gigi di Indonesia.
Articles 43 Documents
Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Perawatan Oral pada Santri Pondok Pesantren Assalam Cecilya Nella Yuppy Anggraeni; Morita Sari; Sartari Entin Yuletnawati; Titis Wicaksono Giman; Gita Alivia Ananda; Azzah Putri Farohyani; Dyah Ajeng Ramadhani; Rizkha Hatma Putra
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII) Vol. 3 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Forum Komunikasi Kedokteran Gigi Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67376/jpmkg.v3i1.76

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian penting dari kesehatan umum yang berpengaruh terhadap kualitas hidup dan kesejahteraan seseorang. Tingginya prevalensi karies pada anak usia sekolah di Indonesia menunjukkan perlunya intervensi promotif dan preventif yang berkelanjutan, khususnya pada kelompok yang memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan seperti santri pondok pesantren. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan santriwati tentang pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut melalui penyuluhan yang disertai media poster dan demonstrasi. Metode yang digunakan meliputi pre-test, pemberian edukasi menggunakan poster dan diakhiri dengan post-test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang sangat signifikan. Nilai pre-test berada pada kisaran 50–70 meningkat menjadi 90–100 pada post-test, dengan peningkatan rata-rata skor dari 67,1 menjadi 99,7. Peserta juga menunjukkan antusiasme dan partisipasi yang tinggi selama kegiatan. Temuan ini mengindikasikan bahwa penyuluhan kesehatan gigi dan mulut yang dikombinasikan dengan media poster dan demonstrasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman santri mengenai perawatan kesehatan gigi dan mulut.
Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut Berlandaskan Ajaran Islam: Telaah Preventif Promotif dalam Perspektif Al-Qur’an dan Sunnah Sari Aldilawati; Besse Nurfitriana; Ilham Fhujimario
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII) Vol. 3 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Forum Komunikasi Kedokteran Gigi Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67376/jpmkg.v3i1.78

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian penting dari kesehatan umum, namun masih kurang mendapat perhatian di masyarakat. Salah satu upaya promotif dan preventif yang dapat dilakukan adalah melalui edukasi kesehatan yang dikaitkan dengan nilai-nilai agama. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan gigi dan mulut melalui pendekatan edukasi berbasis ajaran Islam. Kegiatan dilaksanakan di Masjid Nurul Amien BTN Kodam IV pada 4 Januari 2026 dengan sasaran 30 orang ibu-ibu Majelis Ta’lim. Metode yang digunakan adalah edukasi kesehatan disertai pre-test dan post-test sebagai alat evaluasi. Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan uji Wilcoxon karena data tidak berdistribusi normal. Hasil menunjukkan bahwa nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 10,067 ± 1,337 sebelum edukasi menjadi 11,300 ± 0,988 setelah edukasi, dengan perbedaan yang bermakna secara statistik (p = 0,000). Hal ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan gigi dan mulut berlandaskan ajaran Islam berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan peserta. Pendekatan integrasi nilai-nilai Al-Qur’an dan Sunnah terbukti efektif, relevan secara budaya, dan mampu meningkatkan motivasi serta kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut sebagai bagian dari ibadah dan pengamalan ajaran Islam.
Deteksi Dini Kerusakan Gigi dan Maloklusi Berdasarkan Jenis Kelamin pada Siswa Madrasah Ibtidaiyah Desa Sukorejo Emillia Devi Dwi Rianti; Wahyuni Dyah Parmasari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII) Vol. 3 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Forum Komunikasi Kedokteran Gigi Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67376/jpmkg.v3i1.80

Abstract

Karies gigi dan maloklusi merupakan dua masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling sering ditemukan pada anak usia sekolah dasar dan dapat berdampak terhadap fungsi mastikasi, estetika, serta kualitas hidup. Berbagai studi menunjukkan bahwa faktor biologis dan perilaku yang berbeda antara laki-laki dan perempuan berpotensi memengaruhi tingkat keparahan maupun pola terjadinya karies gigi dan maloklusi. Namun, data epidemiologis yang menggambarkan perbedaan berdasarkan jenis kelamin pada anak usia sekolah dasar di tingkat komunitas, khususnya di Desa Sukorejo, masih terbatas sehingga diperlukan kajian untuk mendukung perencanaan program kesehatan gigi yang lebih terarah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan mengetahui gambaran perbedaan kerusakan gigi (decay) dan maloklusi pada anak laki-laki dan perempuan di Madrasah Ibtidaiyah (MI)  Desa  Sukorejo, Kabupaten  Gresik. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Juni 2025 di balai desa Sukorejo yang berdekatan dengan sekolah MI. Sasaran edukasi terdapat 37 siswa usia 9–11 tahun. Metode pendekatan deskriptif kuantitatif dan total sampling. Pelaksanaan kegiatan meliputi pengisian daftar hadir, penyuluhan kesehatan gigi, pengisian kuesioner, serta pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut yang difokuskan pada kondisi karies dan derajat maloklusi. Tingkat pengetahuan naik 100% sebelum edukasi dan setelah edukasi. Data dianalisis secara deskriptif dalam bentuk persentase dan hasil kegiatan menunjukkan bahwa partisipasi siswa laki-laki lebih dominan (64,86%) dibandingkan perempuan (35,14%). Kondisi maloklusi paling banyak ditemukan adalah Klas II Angle dengan berdesakan (24%), diikuti diastema (16,2%) dan Klas II Angle divisi 1 (protrusi) (10,8%), sementara oklusi normal hanya ditemukan pada 38% siswa. Kondisi kerusakan gigi juga tergolong tinggi, dengan mayoritas siswa mengalami karies 24,3% dan hanya 5,4% yang tidak mengalami karies. Kegiatan ini menunjukkan bahwa prevalensi karies dan maloklusi pada siswa MI Desa Sukorejo masih cukup tinggi, sehingga diperlukan upaya promotif dan preventif kesehatan gigi dan mulut yang berkelanjutan melalui peran aktif sekolah, orang tua, dan tenaga kesehatan gigi.
Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut pada Santri PTQ Ulul Albab sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Chusnul Chotimah; Riswandani AR; Syafaat S Nur Muhammad
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII) Vol. 3 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Forum Komunikasi Kedokteran Gigi Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67376/jpmkg.v3i1.82

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian penting dari kesehatan secara menyeluruh dan dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan individu. Santri di lembaga pendidikan keagamaan memiliki karakteristik aktivitas yang padat, sehingga berpotensi memengaruhi perhatian terhadap kesehatan gigi dan mulut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan santri PTQ Ulul Albab mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan gigi dan mulut melalui pendekatan promotif dan preventif. Kegiatan dilaksanakan dalam beberapa tahapan, meliputi persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap pelaksanaan dilakukan melalui penyuluhan menggunakan media presentasi, diskusi interaktif, serta demonstrasi teknik menyikat gigi yang benar. Evaluasi dilakukan secara deskriptif melalui pengisian kuesioner sebelum dan sesudah edukasi untuk melihat perubahan tingkat pengetahuan peserta. Data tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dikategorikan menjadi baik, cukup, dan kurang. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (75,9%). Tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut terbanyak berada pada kategori baik (41,4%), diikuti kategori kurang (37,9%) dan cukup (20,7%).
Tingkat Pengetahuan Kegawatdaruratan dan Basic Life Support pada Relawan AMBULANMU Sartika Puspita; Ardi Pramono; Edwyn Saleh; Ana Medawati; Annasta Febria Nadytia; Sinta Noer Hudawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII) Vol. 3 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Forum Komunikasi Kedokteran Gigi Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67376/jpmkg.v3i1.83

Abstract

Kasus kegawatdaruratan medis seperti henti jantung banyak terjadi di masyarakat dan memerlukan penganan awal yang cepat dan tepat. Relawan ambulans merupakan tokoh pertama yang diharapkan dapat memberikan pertolongan pertama pada pasien sebelum penanganan medis di rumah sakit. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan para relawan ambulans dalam menangani kegawatdaruratan dan kesiapannya dalam memberikan Basic Life Support. Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan adalah survey dengan membagikan kuesioner kepada 23 relawan. Kegiatan pelatihan BLS ini dilakukan menggunakan metode edukasi dan demonstrasi resusitasi jantung dan paru (RJP) serta praktek melakukan RJP serta evaluasi tingkat pemahanan dan keterampilan peserta. Hasil kuesioner menunjukkan rata-rata nilai pengetahuan relawan masih sangat rendah sebelum dilakukan kegiatan pelatihan ini, yaitu 35,6 (dari nilai keseluruhan maksimal 100).  Oleh karena itu, pelatihan kegawatdaruratan dan Basic Life Support secara berkelanjutan kepada relawan ambulans dibutuhkan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan penanganan kondisi kegawatdaruratan sehingga relawaan ambulanmu memiliki bekal yang cukup untuk menolong pasien dalam kondisi darurat.
Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut pada Siswa Sekolah Dasar Muhammadiyah Tengahan Sleman Yogyakarta Sri Utami; Sri Nabawiyati Nurul Makiyah; Rokhmayanti Rokhmayanti; Muhammad Dias Febrian
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII) Vol. 3 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Forum Komunikasi Kedokteran Gigi Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67376/jpmkg.v3i1.85

Abstract

Anak-anak yang memiliki pengetahuan buruk tentang kesehatan gigi mulut cenderung memiliki perilaku kesehatan gigi yang buruk sehingga lebih rentan terhadap infeksi karies gigi, yang dapat mengganggu proses pertumbuhan dan perkembangan. Pendidikan kesehatan gigi bagi anak-anak sekolah dasar berusia 6-12 tahun sangat penting karena pada usia tersebut merupakan periode kritis, baik untuk pertumbuhan gigi mereka maupun perkembangan mental mereka, sehingga memerlukan berbagai metode dan pendekatan untuk menghasilkan pengetahuan, sikap, dan perilaku yang sehat, terutama dalam hal kesehatan gigi. Tujuan program pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan penyuluhan terkait kesehatan gigi mulut serta menggambarkan persepsi kesehatan gigi pada siswa sekolah di SD Muhammadiyah Tengahan Yogyakarta. Sebanyak 109 siswa sekolah diberikan penyuluhan kesehatan gigi mulut serta dilakukan wawancara menggunakan kuesioner mengenai persepsi kesehatan gigi mulut. Hasil program menunjukkan bahwa terdapat peningkatan rata-rata skor pretes dan postes, yaitu sebesar 24 poin untuk siswa perempuan, 20,40 poin untuk siswa laki-laki. Siswa perempuan mengalami karies gigi terbanyak dan tidak merasa malu meskipun memiliki karies gigi. Siswa laki-laki paling banyak mengeluh tentang gusi bengkak.
Gambaran Status Kebersihan Gigi dan Mulut (OHI-S) pada Pasien Kegiatan BKGN Sebagian Program Pengabdian Masyarakat di RSGMP Baiturrahmah Tahun 2025 Netta Anggraini; Citra Lestari; Hamdy Lisfrizal; Syakira Awlia Syah; Yessa Afri; Diana Fitri; Wahdini Amanda; Ayu Siagian; Dicky Firdaus; Maysaroh Maysaroh; Refika Ananta
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII) Vol. 3 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Forum Komunikasi Kedokteran Gigi Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit periodontal merupakan masalah kesehatan mulut yang sering dijumpai dan berhubungan erat dengan buruknya kebersihan gigi maupun mulut. Penilaian kebersihan mulut dapat dilakukan menggunakan OHI-S (Oral Hygiene Index-Simplified), yang mencerminkan tingkat kebersihan mulut melalui pengukuran debris dan kalkulus. Studi ini mempunyai tujuan guna menggambarkanstatus kebersihan gigi serta mulut pasien yang dating ke Bagian Periodonsia Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan (RSGMP) Baiturrahmah selama pelaksanaan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) tahun 2025. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif melalui rancangan accidental sampling melibatkan 181 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Pemeriksaan dilakukan menggunakan metode Greene dan Vermillion pada enam gigi indeks, kemudian hasil dikategorikan buruk, sedang, dan baik. Temuan ini memperlihatkan bahwasanya sebagian besar pasien memiliki status kebersihan gigi maupun mulut yang berkategori sedang berjumlah 103 orang (58,5%), berkategori baik 49 orang (27,8%), serta berkategori buruk 24 orang (13,7%). Hasil tersebut menandakan bahwasanyatingkat kebersihan gigi serta mulut masyarakat masih perlu ditingkatkan. Walaupun sebagian pasien telah menjaga kebersihan gigi dengan cukup baik, masih terdapat banyak individu dengan kebersihan sedang hingga buruk yang berpotensi mengalami penyakit periodontal. Diperlukan upaya edukasi dan promosi kesehatan gigi secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran dan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan gigi serta mulut.
Peningkatan Kapasitas Kognitif dan Psikomotorik Siswa Sekolah Dasar Mengenai Kesehatan Gigi melalui Ceramah Interaktif Kurnia Fatwati; Anna Sylva Roudlotul Jannati; Provisia Marthalita Yuning Wulan; Ais Kurniajayanti; Ade Prawira; Susi Novaryatiin; Husna Fauzia; Ardiyansyah Purnama; Wening Mustikaningsih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII) Vol. 3 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Forum Komunikasi Kedokteran Gigi Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelompok anak sekolah dasar merupakan kelompok yang paling rentan terhadap penyakit gigi dan mulut. Masalah kesehatan gigi dan mulut ini akan membawa dampak domino yang merugikan masa depan anak jika dibiarkan tanpa intervensi. Kegiatan sosialisasi kesehatan gigi dan mulut perlu dilakukan sebagai tindakan nyata yang bersifat promotif dan preventif. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan menggunakan pendekatan promotif partisipatif yang berfokus pada peningkatan kapasitas kognitif dan psikomotorik melalui transfer pengetahuan dengan mengoptimalkan metode ceramah interaktif dan demonstrasi cara menyikat gigi. Kegiatan dilaksanakan di SD Negeri 1 Kereng Bangkirai dengan sasaran seluruh siswa kelas VI. Tim penyuluh melibatkan dosen, mahasiswa, dan tenaga pendidik dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan rata-rata nilai siswa sebelum mendapatkan penyuluhan sebesar 61,8 dan mengalami peningkatan rerata nilai menjadi 73,45. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa penyuluhan melalui ceramah interaktif dan demonstrasi cara menyikat gigi berhasil meningkatkan kapasitas kognitif serta psikomotorik siswa kelas VI SD Negeri 1 Kereng Bangkirai mengenai kesehatan gigi dan mulut.
Peningkatan Pengetahuan Kesehatan Gigi dan Mulut Melalui Program Cerigi (Ceria Sikat Gigi) Prastiwi Setianingtyas; Nurfianti Nurfianti; Ridhayani Ridhayani; Runi Oktayani; Chrisni Oktavia Jusup; Dede Arsista; Muhamad Zakki; Nugroho Ahmad Riyadi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII) Vol. 3 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Forum Komunikasi Kedokteran Gigi Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karies gigi masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dengan prevalensi tinggi yaitu 88,8% pada anak usia dini di Indonesia. Edukasi interaktif merupakan metode yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku kesehatan anak. Program CERIGI (Ceria Sikat Gigi) dapat meningkatkan pengetahuan siswa taman kanak-kanak mengenai teknik menyikat gigi yang benar. Kegiatan pengabdian masyarakat menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pre-test dan post-test. Subjek penelitian adalah 25 siswa Kelas B TK Islam Al-Azhar 13 Rawamangun. Edukasi dilakukan secara interaktif melalui media visual, simulasi, permainan edukatif, dan praktik menyikat gigi bersama. Analisis statistik menggunakan uji paired t-test. Nilai rata-rata pre-test sebesar 38,4% meningkat menjadi 88% pada Post-Test. Hasil uji paired t-test menunjukkan perbedaan bermakna secara statistik (p < 0,0001). Kesimpulan dari kegiatan ini edalah edukasi interaktif melalui Program CERIGI secara signifikan meningkatkan pengetahuan siswa mengenai teknik menyikat gigi yang benar. Pendekatan ini efektif sebagai strategi promotif dan preventif dalam mendukung program Indonesia Bebas Karies 2030.
Pemberdayaan Peran Orang Tua Dalam Rangka Program Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut Sejak Dini (Simuji) Dede Arsista; Chrisni Oktavia Jusup; Fatimah Azzahrah Attamimi; Moch. Atmaji Windrianto; Siti Utami Dewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII) Vol. 3 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Forum Komunikasi Kedokteran Gigi Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut pada anak usia dini sangat dipengaruhi oleh pengetahuan dan peran orang tua dalam membentuk kebiasaan menyikat gigi, memilih makanan, serta melakukan pemeriksaan gigi secara rutin. Program SIMUJI (Sehat Gigi dan Mulut Sejak Dini) dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut anak. Kegiatan ini dilaksanakan di TK Islam Al Azhar 13 Rawamangun, Jakarta Timur, dengan melibatkan orang tua, guru, dan murid. Metode kegiatan berupa edukasi atau penyuluhan menggunakan media flipchart, pemeriksaan gigi, kegiatan menyikat gigi bersama, serta monitoring melalui grup WhatsApp. Tingkat pengetahuan orang tua diukur menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Data dari 17 responden dianalisis menggunakan paired t-test dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata nilai pengetahuan orang tua meningkat dari 8,14 ± 1,11 pada pre-test menjadi 16,86 ± 1,00 pada post-test, dengan nilai p<0,0001. Peningkatan yang signifikan juga ditemukan pada topik pertumbuhan gigi permanen pertama, perawatan gigi susu, penggunaan pasta gigi pada anak, waktu menyikat gigi, dan penanganan gigi susu berlubang. Namun, tidak ditemukan peningkatan yang signifikan pada topik makanan untuk tumbuh kembang anak (p=0,5795). Kegiatan edukasi melalui program SIMUJI efektif meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai kesehatan gigi dan mulut anak. Edukasi berkelanjutan, terutama mengenai pola makan dan pembatasan konsumsi gula, diperlukan untuk mendukung terbentuknya kebiasaan menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak dini.