cover
Contact Name
Fadil Abdillah Arifin
Contact Email
fadilabdillaharifin@umi.ac.id
Phone
+628123036161
Journal Mail Official
jpmkg.fokgii@gmail.com
Editorial Address
Jl. Brawijaya, Geblakan, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55183
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII
ISSN : -     EISSN : 30479762     DOI : -
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII) merupakan portal jurnal yang mempublikasi artikel ilmiah pada kegiatan pengabdian masyarakat di bidang kesehatan gigi. Dibentuk oleh Forum Komunikasi Kedokteran Gigi Islam Indonesia (FOKGII) pada tahun 2024. Jurnal ini dapat diikuti oleh dokter gigi, terapis gigi, tekniker gigi, dan seluruh civitas kesehatan gigi di Indonesia.
Articles 35 Documents
Penyuluhan dan Pelatihan Cara Menyikat Gigi Yang Benar pada Siswa SD Muhammadiyah 1 Ngaglik Sleman Yogyakarta Suhartiningtyas, Dwi Suhartiningtyas; Triswari, Dyah Triswari; Wulandari, Ika Sukma Wulandari; Kusumawati, Shofia Dyah Kusumawati; Aqilah, Sausan Nur Aqilah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII) Vol. 1 No. 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Forum Komunikasi Kedokteran Gigi Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karies merupakan penyakit gigi dan mulut yang banyak ditemukan pada anak, oleh karena itu mengajarkan cara menjaga kebersihan gigi mulut pada anak harus dilakukan sedini mungkin. Cara menjaga kebersihan gigi dan mulut yang paling umum dilakukan adalah dengan perilaku menyikat gigi dengan baik dan benar. Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan ini bertujuan untuk mengajarkan siswa SD Muhammadiyah 1 Ngaglik cara menyikat gigi yang baik dan benar. Metode yang digunakan dengan penyuluhan dan tanya jawab serta praktek langsung menyikat gigi. Peserta dalam kegiatan ini berjumlah 132 siswa dari kelas 3, 4 dan 5. Pemahaman peserta dievaluasi sebelum dan setelah pemberian materi pelatihan dengan pretest dan postest. Nilai rerata pretest 69.39 dan rerata postest 96,82. Kesimpulan  pemahaman pengetahuan cara menyikat gigi yang baik dan benar dari siswa SD Muhammadiyah 1 Ngaglik meningkat setelah diberi penyuluhan. Diharapkan setelah kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini siswa dapat melakukan cara menyikat gigi yang baik dan benar. 
Perbedaan Pengetahuan Cara Gosok Gigi Ibu-Ibu PKK Kelurahan Srondolwetan Banyumanik Semarang Siti Rochmah, Yayun; Putranto, Rama
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII) Vol. 1 No. 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Forum Komunikasi Kedokteran Gigi Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cara menggosok gigi yang baik dan benar, tidak semua masyarakat paham dengan baik. Cara menggosok gigi yang baik dan benar merupakan salah satu cara untuk mencegah terjadinya karies gigi. Berkembangnya tehnologi, memudahkan masyarakat untuk mencari informasi terkait kesehatan gigi dan mulut. Penyuluhan yang disertai dengan gambar dan alat peraga akan memudahkan responden untuk memahami dengan baik. Warga ibu-ibu PKK kelurahan Srondolwetan Banyumanik Semarang telah menjalani kegiatan penyuluhan tentang cara menggosok gigi yang baik dan benar. Dengan penyuluhan tersebut, ibu-ibu telah mengalami penambahan pengetahuan tentang cara menggosok gigi yang baik dan benar. Diharapkan para ibu-ibu tersebut mampu menyebarkan informasi kepada keluarganya dan warga sekitarnya tentang cara menggosok gigi yang baik dan benar.
Tingkat Pengetahuan Masyarakat Terhadap Karies Gigi untuk Meningkatkan Keimanan di Villa Hartaco Indah Makassar Muhammad Jayadi Abdi; Arifin, Fadil Abdillah; Besse Mawaddah; Indah Rahmawati Ilham; Ummul Kalsum; Amdhan Syarief
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII) Vol. 1 No. 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Forum Komunikasi Kedokteran Gigi Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO), Federation Dentaire Internationale (FDI) dan International Association for Dental Research (IADR) menjelaskan bahwa peningkatan kehilangan gigi khususnya di Indonesia sangatlah meningkat salah satu etiologinya adalah terjadinya karies gigi. Hal tersebut karena kurangnya tingkat pengetahuan dan kesadaran masyarakat. Meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan gigi serta mulut sangtlah penting karena merupakan salah satu cerminan dalam islam. Kesadaran masyarakat dapat dilihat dari hasil kunjungan masyarakat di Puskesmas, RS, dan klinik gigi yang sangat kurang dan tingkat pengetahuan sangatlah kurang, dan tingkat pengendalian karies gigi dapat diukur dari kebiasaan menyikat serta membersihkan rongga mulut dengan benar. Hasil screaning pemeriksaan gigi menunjukkan bahwa masyarakat sangat membutuhkan edukasi dan tindakan lanjut pada kesehatan gigi serta mulut. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah menggunakan kuisioner untuk melihat pengetahuan masyarakat sebelum dan setelah pemberian edukasi mengenai karies gigi secara tradisi islam dan modern serta pemeriksaan gigi untuk melihat tingkat karies pada masyarakat. Hasil pengbdian ini menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan mengenai kesehatan gigi serta mulut yang dilihat dari hasil pre-test sebesar 85,595% dan hasil post-test sebesar 90.595%, ini menunujukkan bahwa adanya perbedaan signifikan wawasan responden sebelum perlakuan dan setelah perlakuan diberikan, dan hasil sceraning menunjukkan bahwa tingkat karies gigi diwilayah tersebut tergolong tinggi.
Praktek Dokter Laki-Laki terhadap Penanganan Pasien Perempuan dalam Sudut Pandang Islam Aldilawati, Sari; Irawaty AB, Andi Arni; Hasanah , Azizah Uswatun; Arifin, Fadil Abdillah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII) Vol. 1 No. 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Forum Komunikasi Kedokteran Gigi Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Profesi dokter adalah sebuah profesi yang memiliki tujuan mulia untuk masyarakat. Dalam praktiknya, dokter berfungsi sebagai tenaga kesehatan yang menjadi titik kontak pertama bagi pasien dalam menangani berbagai masalah kesehatan yang mereka hadapi, tanpa memandang jenis penyakitnya. Dalam Islam, kesehatan baik fisik, mental, maupun lingkungan sangat dihargai dan dianggap penting. Islam merupakan agama yang mengatur interaksi manusia dengan manusia (habluminannas) dan interaksi manusia dengan Tuhan (habluminallah). Jelaslah bahwa ide dan ajaran Islam berdampak pada industri kesehatan pada tataran konseptual, filosofis, substantif, dan praktis. Dalam memberikan perawatan gigi kepada pasien, dokter gigi muslim adalah orang yang menjunjung tinggi prinsip, etika, dan standar yang ditetapkan oleh Al-Qur'an dan Sunnah Nabi Muhammad. Tindakannya dalam memberikan layanan medis mematuhi prinsip dan moralitas Islam. Seorang dokter gigi muslim harus mengikuti empat keutamaan Nabi Muhammad SAW: fathanah (cerdas/pintar), amanah (dapat dipercaya), siddiq (jujur), dan tabligh (menyampaikan). Identitas seorang dokter gigi muslim harus mencakup kejujuran, musyarokah (gotong royong), mujaddid (pembaru), amanah (dapat dipercaya dan bertanggung jawab), tasawuth (moderat), tasamuh (toleran), adil (adil), dan tawazun (seimbang/proporsional).
Peran Guru pada Kegiatan Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) Menuju Indonesia Bebas Karies 2030 Umniyati, Helwiah; Ardinansyah, Agus; Atmaji, Moch; Hatta, Ridhayani; Sari, Wening
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII) Vol. 2 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Forum Komunikasi Kedokteran Gigi Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2018 prevalensi karies usia 5-9 tahun sangat tinggi yakni 92,6%, sehingga memerlukan perhatian dan upaya pencegahan secara baik dan benar. Kegiatan Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) yang sudah dicanangkan sejak tahun 1951 tidak berjalan dengan efektif, banyak sekolah yang tidak melaksanakan kegiatan ini karena kurangnya tenaga kesehatan. Perlunya peran guru dalam pelaksanaan UKGS sebagai motor pendidikan untuk merubah tingkah laku anak dalam menjaga kesehatan gigi dan mulutnya. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat kami adalah menyiapkan guru dengan melakukan pelatihan dan pendampingan pada kegiatan UKGS. Sebanyak 33 guru dari 30 sekolah dasar di Kecamatan Ciseeng dilatih dengan materi PHBS dan khususnya materi kesehatan gigi dan mulut, pada tanggal20 Desember 2021 dengan melakukan sikat gigi yang baik dan benar dengan mengaplikasikan cairan disclosing solution sebagai marker adanya plak gigi. Kegiatan pendampingan di 30 sekolah dasar dilaksanakan dengan mengaplikasikan kegiatan ini pada siswa. Hasil setelah pelatihan terdapat peningkatan yang signifikan tingkat pengetahuan guru mengenai kesehatan gigi dan mulut sebesar 23,2 % (p=0,000). Guru diharapkan dapat melakukan kegiatan UKGS secara rutin pada siswa untuk menurunkan prevalensi karies dalam rangka mencapai tujuan Indonesia bebas karies 2030.
Tingkat Pengetahuan Orang Tua Siswa Pra Sekolah Mengenai Picky Eater serta Pencegahan Rampant Caries dan Maloklusi Parmasari, Wahyuni Dyah; Dewi, Putu Agung Narendra Indria; Cahyani, Nafansya Regita; Willianti, Enny; Theodora, Theodora
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII) Vol. 2 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Forum Komunikasi Kedokteran Gigi Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada usia pra-sekolah, yaitu antara usia 3-6 tahun merupakan usia yang memerlukan nutrisi yang baik sesuai dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG). Perilaku picky-eater adalah salah satu penghambat kualitas asupan anak tidak ideal sesuai AKG. Jika picky-eater anak lebih memilih makanan yang kariogenik, cenderung manis dan pekat maka kemungkinan terjadinya rampant cariesmeningkat. Karies yang tidak segera dirawat akan mengakibatkan gigi sulung tanggal prematur sehingga dapat menimbulkan maloklusi pada usia sekolah. Kunci dalam pengendalian nutrisi anak, adanya peran orang tua yang mendampingi pemberian makanan gizi seimbang. Pengabdian Masyarakat ini bertujuan memberikan pengetahuan dasar mengenai perilaku picky-eater dan akibatnya terhadap insidensi rampant caries dan maloklusi. Penelitian ini sebanyak 160 responden diantaranya 80 orang siswa dan 80 orang tua siswa yang dilaksanakan di TK Darut Taqwa Surabaya. Metode dengan memberikan kuisioner pre-test dan post-testsebanyak 20 pertanyaan kepada 80 orang tua siswa TK. Diantara test diberikan penyuluhan yang dilaksanakan tim pengabdi dan mahasiswa. Hasil didapatkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan orang tua siswa TK Darut Taqwa Surabaya sebanyak 30% dari 3 topik yaitu picky-eater, rampant caries dan maloklusi.
Rehabilitasi Fonetik dengan Gigi Tiruan Lepasan untuk Ketepatan Pembacaan Huruf Hijaiyah Chotimah, Chusnul; Setiawati, Nur; Amiruddin, Maqhfirah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII) Vol. 2 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Forum Komunikasi Kedokteran Gigi Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah kesehatan rongga mulut cukup besar memengaruhi orang di seluruh dunia, kehilangan gigi adalah kondisi paling umum ke 36 di seluruh dunia. Resiko kehilangan gigi akan semakin besar sehingga kebutuhan gigi tiruan akan meningkat. Perawatan dengan gigi tiruan bertujuan untuk mencegah dan merehabilitasi gangguan fungsi akibat kehilangan gigi. Gangguan fungsi fonetik merupakan salah satu akibat kehilangan gigi hal inidapat memengaruhi kehidupan seseorang. Hal ini akan terlihat pada pola berbicara. Pada Umat Islam untuk membaca atau melafalkan huruf – huruf hijaiyah sesuai kaidah tajwid yang benar. Beberapa huruf hijaiyah cara pengucapan yang benar memerlukan koordinasi antar bibir, susunan gigi dan lidah. Pada orang dengan kehilangan beberapa gigi terutama gigi anterior akan kesulitan untuk mengucapkan huruf hijaiyah tertentu. Tujuan program pengabdian ini adalah mengembalikan fungsi fonetik yang tidak sempurna pada anggota majelis taklim Nur aziza untuk pembacaan huruf-huruf hijaiyah karena kehilangan gigi anterior rahang atas. Beberapa huruf hijaiyah cara membacanya adalah dengan cara menempelkan ujung lidah pada gigi insisivus rahang atas bagian insisal. Pada seseorang yang tidak bergigi akan menghasilkan bunyi yang tidak benar. Pada pengabdian ini kita lakukan perawatan pada peserta majelis taklim yang kehilangam gigi anterior rahang dengan klasifikasi Kennedy klas IV. Kemudian dilakukan perawatan dengan penggunaan gigi tiruan lepasan berbahan akrylik.Setelah dilakukan pemasangan gigi tiruan  diberikan pelatihan pengucapan huruf hijaiyah yang benar . Dengan menggunakan gigi tiruan lepasan pada bagian anterior rahang atas seseorang dapat mengucapkan huruf hijaiyah dengan lebih sempurna dibandingkan tanpa menggunakan gigi tiruan.
Edukasi Pemanfaatan dan Pencegahan Dampak Negatif Radiasi pada Masyarakat di Kota Makassar Yunus, Barunawaty; Tenrilili, Andi Nurul Azizah; Hidayat, Muhammad Fadil; Prawira, Ade; Arnawansah, Rakhmat Putra Guru; Sugianto, Irfan; Yunus, Muliaty; Rahman, Fadhlil Ulum A; Wulansari, Dwi Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII) Vol. 2 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Forum Komunikasi Kedokteran Gigi Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan teknologi radiologi dalam kedokteran gigi telah meningkatkan akurasi diagnosis dan keberhasilan perawatan secara signifikan. Namun, penggunaan radiasi pengion secara tidak bijak dapat menimbulkan risiko kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi masyarakat Kota Makassar terkait pemanfaatan radiologi dalam kedokteran gigi serta pencegahan dampak negatif radiasi. Melalui penyuluhan langsung, media interaktif, dan layanan kesehatan gratis yang diselenggarakan di area Car Free Day, kegiatan ini berhasil menjangkau 200 peserta dari berbagai kalangan usia. Materi yang disampaikan meliputi manfaat radiologi dalam diagnosis dan perawatan gigi, protokol keselamatan radiasi, serta cara mencegah risiko paparan radiasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai topik tersebut. Antusiasme peserta yang tinggi dalam mengikuti sesi tanya jawab dan memanfaatkan layanan kesehatan gratis mengindikasikan keberhasilan kegiatan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut serta keselamatan radiasi. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan edukasi yang berbasis komunitas dan partisipatif dapat menjadi model yang efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat.
Upaya Promosi Kesehatan Gigi dan Mulut dalam Perubahan Perilaku Lansia di Puskesmas Karangdoro Andri Fajriyanto; Hidha Rahma Sintya Dewi; Anita Novia Tripermata; Farah Kanza Nabila; Novita Hayatun Nufus; Hayyu Failasufa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII) Vol. 2 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Forum Komunikasi Kedokteran Gigi Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan perilaku adalah perubahan yang terjadi pada sisi kebiasaan manusia yang dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu internal dan eksternal, faktor internal meliputi dorongan dalam diri berupa keinginan dan kebutuhan dan faktor eksternal meliputi dorongan dari luar. Perilaku secara umum dapat diartikan sebagai tindakan atau aktivitas dari seseorang sebagai bentuk respon terhadap lingkungan sekitarnya. Perilaku pemeliharaan kebersihan gigi lansia akan sangat mempengaruhi keberhasilan suatu kesehatan gigi dan mulut lansia. Lansia atau lanjut usia merupakan seseorang yang berusia 60 tahun keatas. Tujuan penyuluhan memberikan edukasi untuk meningkatkan perilaku menjaga kesehatan gigi dan mulut pada lansia di wilayah Puskesmas Karangdoro. Metode pelaksanaan penyuluhan meliputi identifikasi masalah, pre-test, penyuluhan, posttest untuk mengukur peningkatan perilaku. Tingkat perubahan perilaku dari hasil pre-test sebanyak 20 responden (66,7%) dan meningkat pada hasil post-test sebanyak 28 responden (93,3%). Berdasarkan uji T-test berpasangan terdapat pengaruh meningkatnya perubahan perilaku dengan nilai p <0,05 kegiatan ini meningkatkan kesadaran dan perilaku lansia mengenai pengaruh menjaga kesehatan gigi dan mulut.
Skrining Kesehatan Gigi dan Mulut pada Remaja di Pondok Pesantren Kyai Galang Sewu Sholekhah, Nur Khamilatusy; Wahyu Nur Zaini; Rini Sulistyowati; Qonitah Nur Aslamiyah; Judan Alfithra Izzulhaq; Anis Fikriya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII) Vol. 2 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Forum Komunikasi Kedokteran Gigi Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menjaga kesehatan gigi dan mulut sangat berguna untuk kelangsungan hidup di masa yang akan datang. Cara awal menjaga kesehatan gigi dan mulut adalah dengan mengatasi permasalahan kesehatan gigi dan mulut. Permasalahan kesehatan gigi dan mulut sering dialami oleh anak usia remaja, salah satunya adalah karies gigi. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendapatkan gambaran tingkat kerusakan gigi dan memberikan motivasi untuk melakukan pemeriksaan dan perawatan kesehatan gigi dan mulut secara berkala sebagai upaya untuk pencegahan gigi berlubang. Metode pengabdian masyarakat ini diawali dengan tahapan persiapan yaitu perizinan, dan menyusun program kerja. Selanjutnya tahapan pelaksanaan kegiatan diawali dengan screening status kesehatan gigi menggunakan indeks DMF-T. Sasaran penelitian adalah seluruh remaja yang ada di Pondok Pesantren Kyai Galang Sewu sejumlah 559 responden. Teknik sampling yang digunakan yaitu proportioned stratified random sampling dan didapatkan sampel sebanyak 103 responden. Indeks DMF-T diperoleh hasil mayoritas responden memiliki artinya tingkat keparahan karies berada pada kategori sedang (moderate) yaitu sebanyak 39 responden (37,9%).

Page 2 of 4 | Total Record : 35