cover
Contact Name
Rinto Susilo
Contact Email
medicalsains@gmail.com
Phone
+6285691055898
Journal Mail Official
medicalsains@gmail.com
Editorial Address
https://ojs.ummada.ac.id/index.php/iojs/about/editorialTeam
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian
ISSN : 25482114     EISSN : 25412027     DOI : https://doi.org/10.37874/ms
Core Subject : Health,
The Medical Sains journal is a scientific publication media published by the Muhammadiyah Cirebon College of Pharmacy which is published 4 (four) times in 1 (one) year, namely January-March, April-June, July-September and October-December. The journal contains research in the field of pharmacy covering the fields of formulation, pharmacology, communication pharmacy, A natural chemical chemistry, pharmacognomy and other health sciences which is a means for lecturers and researchers in the health sector to share knowledge and establish cooperation in implementing the Tri Dharma of Higher Education. Purpose and Scope The objective of the publication of the Medical Science journal is to publish articles in the field of pharmacy and other health as well as application of pharmaceutical . Based on this, the editorial board of Medical Sains invites lecturers and researchers to contribute to submit research articles related to the following themes: 1. Pharmaceutical formulation technology 2. Pharmacology 3. Community pharmacy 4. Clinical Pharmacy 5. Natural material chemistry 6. Pharmacognosy 7. Pharmaceutical Analysis and Medicinal Chemistry . All papers submitted to medical science journals will be examined by peer review partners who are tailored to their respective fields.
Articles 523 Documents
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN MASKER GEL PEEL OFF KOMBINASI EKSTRAK NADES DAUN MURBEI DAN DAUN MANGGA GEDONG DENGAN METODE DPPH: FORMULATION AND ANTIOXIDANT ACTIVITY TEST OF PEEL OFF GEL MASK THE COMBINATION OF MULBERRY AND GEDONG MANGO LEAF NADES EXTRACT WITH THE DPPH METHOD Yayan Rizikiyan; Sulistiorini Indriaty; Renny Amelia; Lela Sulastri; Suci Naluriah
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.635

Abstract

Daun mangga gedong dan daun murbei terbukti memiliki senyawa alkaloid, flavonoid, polifenol dan terpenoid yang mempunyai peranan sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan Masker gel peel off  kombinasi ekstrak daun mangga konsentrasi 3% dan ekstrak daun murbei konsentrasi 0,75%, 3,75%, dan 6,75%. Proses ekstraksi daun mangga gedong dan daun murbei menggunakan metode MAE (Microwave Assisted Extraction) dengan menggunakan pelarut NADES (Natural Deep Eutectic Solvents). Ekstraksi daun mangga gedong menggunakan pelarut sodium acetat dan lactid acid  dengan rasio molar 1:3 dan daun murbei menggunakan pelarut choline chloride dan gliserol dengan rasio molar 1:2. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH (2,2-difenyl-1-pikrylhidrazyl). Masker gel peel off kombinasi ekstrak daun mangga 3% dan ekstrak daun murbei 0,75%, 3,75%, dan 6,75% pada pengujian evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, waktu mengering,  viskositas, sifat alir menunjukan hasil yang memenuhi syarat. Masker gel peel off tersebut juga mempunyai potensi sebagai antioksidan dengan nilai IC50 pada masing-masing formula 1 20,03 ppm formula 2 22,02 ppm, formula 3 23,43 ppm. Nilai % inhibisi Formula 1 berkisar 53,803% - 57,492%, Formula 2 berkisar 49,745% - 55,759%, Formula 3 berkisar 48,847% – 50,245%. Kata kunci : Ekstrak Nades, Daun Mangga gedong , Daun Murbei, Masker gel peel off, Antioksidan,  DPPH
REVIEW : FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN LIP GLOSS: EVIEW: LIP GLOSS FORMULATION AND EVALUATION Desy Siska Anastasia; Rise Desnita
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.644

Abstract

Bibir memiliki sifat yang lebih peka dibandingkan bagian kulit yang lain sehingga pemilihanbahan yang digunakan untuk sediaan kosmetik bibir harus tepat. Komposisi bahan dalam suatuformula lip gloss sangat menentukan tekstur sediaan yang dihasilkan. Sediaan lip gloss yangbaik yaitu semipadat, tidak terlalu keras, tidak lembek dan tidak berminyak. Review jurnalformulasi lip gloss ini bertujuan untuk memberikan gambaran formula dari sediaan lip gloss,bahan tambahan beserta informasi konsentrasinya. Penyusunan review jurnal dilakukandengan menelusuri pustaka yang berasal dari jurnal nasional dan internasional melalui Googlescholar dan Pubmed menggunakan kata kunci “lip gloss”AND”formulasi”, “lip gloss”AND”formulation” dengan rentang tahun publikasi 2012-2022. Hasil pencarian awaldiperoleh 51 artikel lalu ditemukan ada 4 artikel yang sama sehingga tersisa 47 artikel. Hasilskrining berdasarkan kriteria eksklusi dan inklusi diperoleh sebanyak 9 artikel yang layakdireview. Berdasarkan studi literatur yang telah dilakukan formula sediaan lip gloss terdiri atascampuran lilin atau wax, lemak, minyak, beserta bahan tambahan seperti pengawet, humektan,antioksidan, pewarna, pengaroma dan zat penyerap uv. Konsentrasi bahan berbentuk cairseperti minyak jarak, parafin cair dalam formula lip gloss lebih besar dibandingkan bahanpadatan seperti wax dan bahan semisolid seperti lanolin dan vaselin. Bahan yang paling seringdigunakan dalam formula lip gloss, ialah bees wax atau cera alba 3%, minyak jarak, lanolin10%, parrafin liquid 10%. Kata kunci : Lip gloss, formula, formulasi, bahan tambahan
ANALISIS COST OF ILLNESS PADA PASIEN STROKE ISKEMIK RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH GAMPING PERIODE APRIL – JUNI 2022: COST OF ILLNESS ANALYSIS IN ISCHEMIC STROKE PATIENTS AT PKU MUHAMMADIYAH GAMPING HOSPITAL IN APRIL – JUNE 2022 Gita Husna Rahmadani; Woro Supadmi; Joko Sudibyo
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.649

Abstract

Stroke iskemik merupakan penyakit utama yang menyebabkan kematian di seluruh dunia. Setiap tahunnya, angka kejadian stroke iskemik di Indonesia terus meningkat. Stroke iskemik membutuhkan perawatan yang lama serta biaya yang mahal, sehingga menjadi beban pada pasien dan pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan obat stroke iskemik, mengetahui cost of illness yang meliputi direct medical cost, direct nonmedical cost, serta indirect cost pada pasien stroke iskemik, mengetahui selisih direct medical cost dengan tarif INA-CBG’s pada pasien stroke iskemik, dan mengetahui hubungan lama perawatan, komorbiddan tingkat keparahan dengan direct medical cost pada pasien stroke iskemik. Penelitian ini dilakukan observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional, pengambilan data secara prospektif. Pengambilan data meliputi data penggunaan obat, lama rawat inap, dan data klinik pasien didapatkan berdasarkan data rekam medik, biaya perspektif rumah sakit yang meliputi biaya pengobatan pasien, biaya langsung non-medis dan data biaya tidak langsung berdasarkan wawancara langsung terhadap keluarga pasien. Subyek penelitian terdiri dari 24 pasien rawat inap. Analisis data menggunakan metode analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan pola penggunaan obat stroke iskemik rawat inap yang paling banyak digunakan yaitu aspilet 18,2%. Biaya cost of illness dengan rata-rata Rp 3.859.156 meliputi direct medical cost dengan rata-rata Rp 3.302.489, direct nonmedical cost dengan rata-rata Rp 432.291 dan indirect cost dengan rata-rata Rp 124.375. Selisih direct medical cost dengan tarif INA-CBG’s didapatkan selisih positif sehingga rumah sakit tidak mengalami kerugian. Hubungan lama perawatan, penyerta, dan tingkat keparahan dengan direct medical cost diperoleh nilai p<0,05, hal ini menunjukkan ada hubungan signifikan
UJI AKTIVITAS INHIBISI ENZIM a-Glukosidase TERHADAP EKSTRAK ASETON, ETANOL, DAN METHANOL DAUN MANGROVE (Rhizopora Mucronata) SEBAGAI ANTIDIABETES: INHIBITION ACTIVITY OF a-Glucosidase ENZYME OF EXTRACTS ACETONE, ETHANOL, AND METANOL MANGROVE (Rhizopora mucronata) LEAF AS ANTIDIABETIC Like Efriani; Ismanurrahman Hadi; Ade Irawan; Mariam Ulfah; Teguh Adiyas Putra
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 4 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i4.651

Abstract

Diabetes mellitus tipe II merupakan kelainan metabolik yang disebabkan karena ketidakmampuan pankreas untuk memproduksi insulin sehingga menyebabkan hiperglikemia. Akarbose menjadi salah satu obat dalam pengobatan dari diabetes mellitus dengan cara menghambat inhibisi enzim a-glukosidase. Tanaman mangrove (Rhizopora mucronata) diketahui mempunyai senyawa fitokimia dengan berbagai aktivitas farmakologis. Tujuan dari peneltian ini adalah untuk mendapatkan informasi aktivitas penghambatan enzim a-glukosidase dari ekstrak metanol, etanol, dan aseton daun mangrove. Penelitian ini dilakukan dengan memaserasi simplisia daun mangrove pada pelarut metanol, etanol, dan aseton. Maserat yang didapatkan, diujikan secara kualitatif untuk mengidentifikasi kandungan golongan senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, dan terpenoid, lalu dilanjutkan dengan mengujikan inhibisi aktivitas dari enzim a-glukosidase dengan konsentrasi ekstrak 0,5; 1; 1,5; 2; dan 3 mg/mL menggunakan Microplate Elisa Reader dan dilanjutkan pengukuran absorbansi dengan spektrofotometer UV-Vis dengan panjang gelombang 405 nm. Hasil yang didapatkan menunjukkan maserat dari ketiga jenis pelarut tersebut terbukti memiliki kandungan senyawa golongan alkaloid, flavonoid, saponin, dan terpenoid. Uji aktivitas inhibisi menunjukkan aktivitas inhibisi dari ekstrak metanol (3,5 mg/mL), etanol (2,6 mg/mL), dan aseton (2,1 mg/mL). Ekstrak aseton memiliki aktivitas inhibisi paling baik karena semakin kecil nilai IC50 maka semakin baik aktivitas inhibisi pada enzim a-glukosidase. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa ekstrak aseton mangrove memiliki aktivitas inhibisi paling baik dibandingkan kedua ekstrak lainnya.
VARIASI FORMULA SEDIAAN FACEMIST EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moringa oleifera L.) DAN PENGARUHNYA PADA PENINGKATAN KELEMBABAN WAJAH : FACEMIST ETHANOL EXTRACT OF MORINGA LEAVES (Moringa oleifera L.) FORMULA VARIATIONS AND EFFECTS ON FACIAL MOISTURE IMPROVEMENT Marlina Indriastuti; Nurhidayati Harun; Oktapiana Rismaya; Nia Kurniasih; Anna L Yusuf; David Nugraha
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.655

Abstract

Facemist adalah produk perawatan kulit wajah berbentuk spray yang diformulasikan untuk membuat kulit lebih segar,  lembab dan dapat digunakan untuk mencegah paparan radikal bebas dari polusi udara. Facemist termasuk salah satu kosmetika yang digunakan untuk merawat dan mempertahankan kondisi kulit wajah. Produk bahan alam untuk perawatan kulit semakin meningkat permintaannya saat ini. Salah satu antioksidan alami terdapat pada daun kelor (Moringa oleifera L.) yang bekerja dengan cara menangkap radikal bebas. Penelitian eksperimental dilakukan dengan memformulasi ekstrak etanol daun kelor menjadi sediaan facemist, uji kelembaban pada kulit wajah baik normal maupun kering dan dilakukan uji cemaran mikrobanya. Variasi formula ekstrak daun kelor yang dibuat 3%, 7%, dan 10%, dari hasil evaluasi sediaan formula terbaik adalah formula D dengan uji cemaran mikroba 2,6 x 102  CFU/ml yang memenuhi standar evaluasi mutu dimana untuk cemaran mikroba tidak boleh lebih dari 103 CFU/ml. Hasil dari penelitian menunjukkan, uji kelembaban facemist pada kulit normal yaitu formula A sebesar 11.76%, B sebesar 12.50%, C sebesar 16.37% dan D sebesar 38.45%. Persen tingkat kelembaban pada kulit kering yaitu formula A sebesar 26.67%, B sebesar 27.00%, C sebesar 28.24% dan D sebesar 30.54%. Maka dapat disimpulkan, formula terbaik adalah formula D dengan hasil uji  kelembaban pada kulit normal 38,45% dan pada kulit kering 30.54% dengan uji cemaran mikroba yang memenuhi persyaratan mutu.
FORMULASI NANOEMULGEL KOMBINASI EKSTRAK N-BUTANOL PEGAGAN, EKSTRAK N-BUTANOL LERAK DAN MINYAK BIJI MIMBA MENGGUNAKAN DESAIN FULL FACTORIAL: NANOEMULGEL FORMULATION COMBINATION OF N-BUTANOL EXTRACT OF PEGAGAN, N-BUTANOL LERAK EXTRACT AND MIMBA SEED OIL USING A FULL FACTORIAL DESIGN Sukarjati; Pungky Slamet Wisnu Kusuma; Asti Rahayu
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 4 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i4.656

Abstract

Gel spermisida yang mengandung bahan aktif nonoxynol-9 merupakan salah satu kontrasepsi non hormonal berbentuk gel yang banyak digunakan di kalangan masyarakat, namun, senyawa nonoxynol-9 dapat menyebabkan iritasi dan gatal-gatal pada vagina. Pada penelitian ini dibuat alternatif herbal spermisida dari tanaman pegagan, lerak dan mimba yang diformulasikan dalam sistem penghantaran nanoemulgel. Pada penelitian ini dilakukan optimasi dan formulasi nanoemulgel berbahan kombinasi dari ekstrak n-butanol Pegagan, ekstrak n-butanol Lerak  dan minyak biji Mimba menggunakan model full factorial design (23). Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa ukuran partikel nanoemulgel memiliki rentang 477,5 ± 0,2 hingga 781,2 ± 0,6 nm. Daya sebar dari Nanoemulgel memiliki rentang 5,8 ± 0,2 sampai 6,6 ± 0,1 cm. Zeta Potensial dari nanoemulgel memiliki rentang -37,1 ± 0,7 sampai -37,1 ± 0,7 mV. Rentang pH yang dihasilkan adalah 5,9 ± 0,1 hingga 6,6 ± 0,1, viskositas yang dihasilkan adalah 768 ± 0,8  hingga 833 ± 0,8 cps.Variabel konsentrasi ekstrak n-butanol lerak dan interaksi antara ekstrak n-butanol pegagan dan minyak biji mimba berpengaruh signifikan terhadap respon ukuran partikel dilihat dari nilai p-value < 0,05 dengan nilai masing-masing p-value 0,04 dan 0,036. Pada respon zeta potential dan respon daya sebar, semua variabel konsentrasi ekstrak n-butanol lerak, ekstrak n-butanol pegagan, minyak biji mimba, interaksi ekstrak n-butanol lerak dan ekstrak n-butanol pegagan, interaksi antara ekstrak n-butanol pegagan dan minyak biji mimba dan interaksi ekstrak n-butanol lerak dan minyak biji mimba memiliki nilai p-value > 0,05, sehingga dapat disimpulkan tidak ada berpengaruh signifikan terhadap respon zeta potential dan daya sebar.
WATER PHASE CONCENTRATE SOLUBILITY TEST SNAKEHEAD FISH EXTRACT (Channa Striata) IN ORGANIC COSOLVENT Mohamad Andrie; Wintari Taurina
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.658

Abstract

Snakehead fish extract has been recognized for its potential in healing postoperative wounds and burns. The extract contains albumin, which aids in tissue formation and healing processes. To create a high-quality wound healing drug, the extract needs to be formulated into a concentrated form and combined with a solvent that can effectively dissolve its active substances. Understanding the solubility profile of the extract and the composition of the solvent is crucial for this purpose. This study aims to determine the solubility profile of the aqueous phase concentrate of snakehead fish extract in an organic co-solvent. Solubility is an important parameter as it can impact the release rate and therapeutic effectiveness of the drug. A solubility test was conducted to assess the solubility of the aqueous phase concentrate in various solvents. The results of the solubility test indicated that the aqueous phase concentrate of snakehead fish extract exhibited good solubility in aquadest (20%), slight solubility in propylene glycol (8.5%) and honey (2%), and was insoluble in ethanol, glycerin, mannitol, and sorbitol (0%). These findings provide valuable information for formulating the extract into a wound healing drug with an appropriate solvent composition, ensuring optimal solubility and therapeutic efficacy according to pharmacopeial standards. Keywords: Concentrate; Aqueous phase of snakehead fish extract; Solubility; Solvent; Polarity Properties
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KOMBINASI EKSTRAK BATANG PEPAYA (Carica payaya L) DAN EKSTRAK KULIT BATANG KELOR (Moringaaoleifera L.) DENGAN METODE DPPH: ANTIOXIDANT ACTIVITY TEST OF THE COMBINATION OF ACTIVE FRACTION OF PAPAYA (Carica papaya L.) AND OF ACTIVE FRACTION MORINGA STEM BARK (Moringa oleifera L) USING DPPH METHOD Bangkit Riska Permata; Iswandi; TN Saifullah
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.663

Abstract

Tanaman Indonesia banyak yang berpotensi memiliki aktivitas antioksidan, antara lain  tanaman pepaya (Carica papaya L.) dan tanamanakelor ( Moringanoleifera L). Tanaman pepaya dan kelor mengandung metabolit sekunder yang mempunyai aktivitas antioksidan. Tujuan dari penelitian ini menguji aktivitas antioksidan ekstrak/fraksi aktif dari batang pepaya dan kulit batang kelor sebagai antioksidan dengan DPPH. Penelitian ini bersifat  eksperimental, menentukan aktivitas penghambatan antioksidan tertinggi kombinasi ekstrak dan fraksi aktif batang pepaya dan kulit batang kelor dengan pelarut yang berbeda polaritasnya dengan metode spektrofotometri dengan senyawa DPPH. Berdasarkan uji antioksidan menggunakan DPPH didapatkan kombinasi ekstrak batang pepaya dan ekstrak kulit batang kelor yang paling poten sebagai antioksidan yaitu perbandingan (1:2) nilai IC50 47,517 µg/mL dan kombinasi fraksi etil asetat batang pepaya dan kulit batang kelor perbandingan 1:2 memiliki nilai IC50 31,590 µg/mL, Kata kunci: Batang Pepaya, Kulit Batang Kelor, Antioksidan, DPPH
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI Streptococcus mutans DARI SEDIAAN MOUTHWASH EKSTRAK ETANOL DAUN CENGKEH (Syzygium aromaticum L): FORMULATION AND ACTIVITY TEST OF ANTIBACTERIAL Streptococcus mutans FROM MOUTHWASH PREPARATION OF CLOVE LEAF ETHANOL EXTRACT (Syzygium aromaticum L.) Prayitno Setiawan; A. Juaella Yustisi; Risna; Nurfitria Junita; Zulfiah Idris; St. Halija
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.664

Abstract

Daun Cengkeh (Syzygium aromaticum L.) nerupakan salah satu tanaman yang memiliki efeksebagai antibakteri, yang mengandung senyawa metabolit sekunder antara lain saponin,flavonoid, fenolat, alkaloid, terpenoid dan tannin. Penelitian ini bertujuan untuk membuatformulasi sediaan mouthwash ekstrak etanol daun cengkeh (Syzygium aromaticum L.) secarafisik stabil dan menguji aktivitas antibakteri Streptococcus mutans. Metode penelitian inimenggunakan desain penelitian experimental, yaitu membuat sediaan mouthwash ekstraketanol dari daun cengkeh (Syzygium aromaticum L.) menggunakan konsentrasi antara lain0,1 ; 0,15 dan 0,2% lalu dilakukan pengujian antibakteri terhadap Streptococcus mutansdengan metode difusi agar. Hasil penelitian menyatakan bahwa sebelum serta sesudah cyclingtest pada pengujian organoleptik, pH, kejernihan, homogenitas, massa jenis dan viskositasmemiliki kestabilan yang baik secara fisik menunjukkan tiap formula memenuhi range normalsediaan mouthwash. Hasil pengujian aktivitas antibakteri menunjukkan masing-masing zonahambat F1 15,35 mm, F2 16,3 mm, F3 16,64 mm, F4 tidak ada zona hambat, sedangkan K(+)memiliki zona hambat sebesar 17,95 mm. Sehingga dapat disimpulkan pada F1, F2, dan F3mempunyai aktivitas antibakteri dengan kategori kuat. Kata kunci : Mouthwash , ekstrak etanol daun cengkeh, Streptococcus mutans
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KANDUNGAN TOTAL FENOLIK PADA EKSTRAK TERIPANG (Holothroidea): ANTIOXIDANT ACTIVITY AND TOTAL PHENOLIC COMPOUNDS OF SEA CUCUMBER (Holothroidea) EXTRACT Fadli Husain; Fitriah Ayu Magfirah Yunus; Insyira Fadliana Basri
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.665

Abstract

Radikal bebas adalah senyawa yang memiliki sifat reaktif. Senyawa ini mudah bereaksi dengan molekul lain dengan cara mengoksidasi sehingga dapat menimbulkan pengaruh negatif terhadap tubuh antara lain mengakibatkan kerusakan lipida, protein, DNA dan membran sel. Adanya radikal bebas menyebabkan tubuh membutuhkan zat penting yang dapat menangkap radikal bebas, yaitu antioksidan. Senyawa antioksidan merupakan zat yang dapat mencegah terjadinya proses oksidasi. Teripang merupakan salah satu produk laut yang memiliki aktivitas antioksidan. Senyawa yang terdapat pada teripang telah dibuktikan secara ilmiah dapat meredam radikal bebas yang menyebabkan berbagai penyakit degeneratif. Beberapa senyawa diantaranya adalah triterpen glikosida (saponin), kondroitin sulfat, glycosaminoglycans (GAGs), fenolik, dan asam lemak esensial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan kandungan fenolik total dalam ekstrak teripang yang berasal dari perairan Patoameme Kab. Boalemo Gorontalo. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental laboratorium yang akan dilaksanakan di Gorontalo dan Makassar. Hasil yang didapatkan bahwa ekstrak etanol teripang mengandung senyawa fenol dan flavonoid, serta hasil pengujian aktivitas antioksidan yang diuji dengan metode ABTS, BCB, dan DPPH menunjukkan hasil IC50 berturut-turut yaitu 91,4 µg/mL, 152,91 µg/mL, 233,6 µg/mL. Sedangkan pada metode FRAP menunjukkan bahwa ekstrak etanol teripang memiliki kemampuan dalam mereduksi besi sebesar 7,629±0,10 QEAC/g ekstrak.  Kata kunci : teripang, antioksidan, fenolik, DPPH