cover
Contact Name
Rinto Susilo
Contact Email
medicalsains@gmail.com
Phone
+6285691055898
Journal Mail Official
medicalsains@gmail.com
Editorial Address
https://ojs.ummada.ac.id/index.php/iojs/about/editorialTeam
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian
ISSN : 25482114     EISSN : 25412027     DOI : https://doi.org/10.37874/ms
Core Subject : Health,
The Medical Sains journal is a scientific publication media published by the Muhammadiyah Cirebon College of Pharmacy which is published 4 (four) times in 1 (one) year, namely January-March, April-June, July-September and October-December. The journal contains research in the field of pharmacy covering the fields of formulation, pharmacology, communication pharmacy, A natural chemical chemistry, pharmacognomy and other health sciences which is a means for lecturers and researchers in the health sector to share knowledge and establish cooperation in implementing the Tri Dharma of Higher Education. Purpose and Scope The objective of the publication of the Medical Science journal is to publish articles in the field of pharmacy and other health as well as application of pharmaceutical . Based on this, the editorial board of Medical Sains invites lecturers and researchers to contribute to submit research articles related to the following themes: 1. Pharmaceutical formulation technology 2. Pharmacology 3. Community pharmacy 4. Clinical Pharmacy 5. Natural material chemistry 6. Pharmacognosy 7. Pharmaceutical Analysis and Medicinal Chemistry . All papers submitted to medical science journals will be examined by peer review partners who are tailored to their respective fields.
Articles 523 Documents
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KOMBINASI DAUN MATOA (Pometia pinnata) DAN DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) MENGGUNAKAN METODE DPPH DENGAN BERBAGAI PELARUT: ANTIOXIDANT ACTIVITY OF MATOA LEAVES (Pometia pinnata) AND SOURSOP LEAVES (Annona muricata L.) USING DPPH METHOD WITH VARIOUS SOLVENTS Carolin Aprilia Baslani; Himmi Marsiati; Sri Wuryanti
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.717

Abstract

Penggunaan obat herbal dinilai lebih aman daripada penggunaan obat modern. Hal ini disebabkan karena obat tradisional memiliki efek samping yang relatif lebih sedikit daripada obat modern. Daun matoa dan daun sirsak memiliki senyawa fenolik yang berperan sebagai antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai aktivitas antioksidan daun matoa, daun sirsak, dan kombinasi keduanya dengan berbagai pelarut yaitu etanol 96%, etil asetat, dan air. Ekstrak daun matoa dan daun sirsak dibuat dengan metode maserasi selama 3x24 jam, menggunakan pelarut etanol 96%. Setelah diperoleh ekstrak kental, difraksinasi dengan aquades dan etil asetat diulangi sebanyak 3x, pembuatan ekstrak kombinasi digunakan perbandingan 1:1. Uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH menggunakan spektrofotometri UV-Visibel. Lalu dilakukan skrining fitokimia menggunakan senyawa fenolik, flavonoid, triterpenoid, saponin, dan tanin. Hasil skrining fitokimia menunjukkan ekstrak daun matoa dan daun sirsak positif mengandung fenolik, flavonoid, dan tanin. Hasil penelitian ini mendapatkan nilai IC50 dari ekstrak etanol daun matoa sebesar 5,46 ppm yang dikategorikan sangat kuat sedangkan ekstrak etil asetat daun sirsak 5,40 ppm yang juga di kategorikan sangat kuat. Kombinasi kedua ekstrak memiliki nilai  IC50 4,39 ppm lebih kuat daripada ekstrak tunggal. Menunjukan kombinasi daun matoa dan daun sirsak berpotensi menjadi agen antioksidan alami. Kata kunci : antioksidan, matoa (Pometia pinnata), sirsak (Annona muricata L.),  kombinasi, DPPH, IC50, fitokimia.
AKTIVITAS ANTIDIABETES EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum) PADA TIKUS PUTIH RETINOPATI DIABETIK: ANTIDIABETIC ACTIVITY ETHANOL EXTRACT OF RED BETEL LEAVES (Piper crocatum) IN DIABETIC RETINOPATHY WHITE RATS Madyo Adrianto; Gunawan Pamudji widodo; Rina Herowati
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.719

Abstract

Salah satu komplikasi mikrovaskuler pada kondisi diabetes yakni retinopati diabetik dimana terjadi akibat kerusakan sel endotel pada pasien diabetes yang dapat meningkatkan ekspresi VEGF. VEGF mampu menginduksi adhesi leukosit sel endotel retina yang mengakibatkan kerusakan retina. Penelitian ini bertujuan guna mengetahui aktivitas ekstrak etanol daun sirih merah (EDDSM) dalam menurunkan kadar glukosa darah serta aktivitasnya pada kadar VEGF plasma tikus putih retinopati diabetik. Daun sirih merah dikeringkan dan dibuat serbuk halus lalu diekstraksi menggunakan pelarut etanol 70% dengan metode remaserasi. Pengujian dilakukan pada 35 ekor tikus yang terbagi dalam 5 kelompok perlakuan yakni kelompok kontrol negatif, kontrol positif (Glibenklamid), EEDSM dosis 50, 100 dan 200 mg/kgBB. Metode uji antidiabetes menggunakan induksi STZ-NA secara intraperitonial kemudian mengukur kadar glukosa, VEGF awal dan setelah perlakuan pada setiap kelompok kemudian dilakukan analisa menggunakan uji oneway Anova. Berdasarkan hasil pengukuran kadar glukosa darah dan VEGF plasma diperoleh perbedaan yang bermakna diantara kelompok kontrol negatif dengan kontrol positif serta EEDSM dengan nilai signifikan (p<0,05). Hasil penelitian diperoleh EEDSM dosis 100 mg/kgBB ialah dosis efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah dengan % PKGD yaitu 18,22%. EEDSM dosis 200 mg/kgBB ialah dosis efektif guna menurunan VEGF plasma tikus retinopati diabetik sebesar 31,20%.
DRUG REPURPOSING UNTUK RHEUMATOID ARTHRITIS MELALUI PEMANFAATAN DATA VARIASI GENETIK: DRUG REPURPOSING FOR RHEUMATOID ARTHRITIS THROUGH THE UTILIZATION OF GENETIC VARIATION DATA Nining Medi Sushanti; Wirawan Adikusuma; Anisa Nova Puspitaningrum; Arief Rahman Afief; Lalu Muhammad Irham
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.720

Abstract

Rheumatoid arthritis (RA) adalah penyakit autoimun progresif dengan inflamasi kronik yang menyerang sistem muskuloskeletal yang menyebabkan pembengkakan, nyeri sendi dan destruksi jaringan sinovial disertai gangguan pada sistem motorik.  Pada saat ini pengobatan RA masih sangat terbatas sehingga perlunya upaya untuk menemukan obat baru. Memanfaatkan obat lama untuk indikasi baru atau drug repurposing dapat menjadi salah satu solusi terbaik pengobatan RA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi genetik yang berisiko terhadap RA dan memperoleh kandidat obat baru yang berpotensi terhadap RA dengan memanfaatkan database genomik dan analisis bioinformatika. SNPs terkait  RA diperoleh dari database GWAS catalog dengan p-value < 10-8 kemudian dikembangkan menggunakan HaploReg v4.1. dengan signifikansi  r2 ? 0.8 untuk populasi Asia. Gen yang paling berpengaruh terhadap RA diprioritaskan berdasarkan anotasi fungsional. Semua obat yang berpotensi untuk RA dipetakan ke DrugBank. Dari hasil pencarian di DrugBank dengan memasukkan 24 gen dan 60 target obat, FDA menyetujui tiga obat untuk RA : tocilizumab, sarilumab dan abatacept. Studi ini juga menemukan dua kandidat obat dengan indikasi lain yang berpotensi sebagai kandidat obat baru untuk RA: alpha-linolenic acid yang menargetkan jalur gen FADS1, dan belatacept yang menargetkan gen CD80 dan CD86. Kedua kandidat obat ini memiliki potensi yang besar untuk digunakan pada RA. Strategi pengembangan obat untuk menemukan indikasi baru dari obat yang sudah ada atau kandidat obat yang potensial termasuk pengembangan klinis menawarkan keuntungan berharga dalam proses pengembangan obat seperti efisiensi waktu, biaya dan peningkatan keberhasilan pengobatan. Kata kunci : Autoimun; bioinformatika; drug repositioning; rheumatoid arthritis ; variasi genetik    
HUBUNGAN SIKAP DAN PENGETAHUAN TERKAIT PERILAKU SWAMEDIKASI PADA MASYARAKAT KABUPATEN DEMAK DI MASA PANDEMIK COVID-19 : RELATIONSHIP BETWEEN ATTITUDES AND KNOWLEDGE LEVELS RELATED TO SELF-MEDICATION BEHAVIOR IN THE PEOPLE OF DEMAK REGENCY DURING THE COVID-19 PANDEMIK Abdur Rosyid; Riska Sendi Aprillia; Farroh Bintang Sabiti
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.725

Abstract

Swamedikasi merupakan proses pengobatan yang dilakukan sendiri oleh seseorang mulai dari pengenalan keluhan atau gejalanya sampai pada pemilihan dan penggunaan obat. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui hubungan sikap dan tingkat pengetahuan terkait perilaku swamedikasi pada masyarakat kabupaten demak di masa pandemik Covid-19. metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan rancangan cross sectional. teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik simpel random sampling. Sampel pada penelitian ini berjumlah 422 responden. Analisis statistik yang digunakan yakni uji. Uji Chi-Square. Uji statistik chi-square dalam penelitian ini diperoleh hasil nilai p 0.000 (p<0.05). Hal tersebut menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan sikap terhadap perilaku masyarakat kabupaten demak terkait swamedikasi di masa pandemik Covid-19. Dilihat dari hasil penelitian dan pertimbangan selama melaksanakan penelitian, peneliti berharap agar dilakukannya penelitian dengan cakupan yang lebih luas mengenai hubungan pengetahuan, sikap, dan perilaku swamedikasi kepada masyarakat pasca masa pandemik Covid-19. Serta perlu dilakukannya kebijakan kesehatan terkait tindakan swamedikasi dengan melihat kategori pengetahuan dan perilaku yang cukup perlu adanya edukasi ke masyarakat dari dinas kesehatan atau tenaga kesehatan dengan melakukan pengabdian masyarakat terkait swamedikasi dan penggunaan obat yang rasional dengan tepat kepada masyarakat kabupaten demak. Kata kunci: Pengetahuan, Sikap, Perilaku, Covid-19. 
IDENTIFIKASI GEN YANG BERISIKO UNTUK PSORIASIS VULGARIS MELALUI PEMANFAATAN INFORMASI GENOMIC Lisza Niarisessa; Anisa Nova Puspitaningrum; Wirawan Adikusuma; Lalu Muhammad Irham; Maulida Mazaya; Abdi Wira Septama; Riat El Khair; Rahmat Dani Satria; Arief Rahman Afief
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 4 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i4.727

Abstract

Psoriasis vulgaris merupakan penyakit yang berkaitan dengan autoimun menyebabkan terjadinya inflamasi pada permukaan kulit. Psoriasis vulgaris ditandai dengan adanya plak berwarna merah atau merah muda diselimuti oleh sisik putih atau keabuan. Psoriasis vulgaris mempengaruhi sekitar 2% populasi di Amerika Utara dan Eropa. Kerentanan karena faktor genetik merupakan faktor yang berperan penting dalam terjadinya psoriasis vulgaris. Farmakogenomik berkaitan dengan ilmu yang mempelajari faktor genetik yang mempengaruhi variabilitas respon obat antar individu. Salah satu pemanfaatan farmakogenomik untuk pengembangan biomarker farmakogenomik yang digunakan dalam penemuan obat baru memalui penemuan kandidat gen. Identifikasi variasi gen Single Nucleotide Polimorfism (SNPs) sudah banyak dilakukan sekaligus dikembangkan. Database genomic yang menyimpan data SNPs antara lain Database Genomic Wide Association Study (GWAS) dan Phenom Wide Association Studies (PheWAS). Dalam penelitian ini kami mengidentifiasi 245 SNPs terkait psoriasis vulgaris dengan kriteria r2 < 0.8 untuk populasi asia. Untuk memprioritaskan kandidat gen terkait psoriasis vulgaris, kami menggunakan lima kriteria anotasi fungsional (missense, cis-eQTL, PPI, KEGG, Komice) dimana jika lebih dari dua skor kriteria penilaian, maka didefinisikan sebagai gen resiko biologis psoriasis vulgaris. Sebanyak 52 gen teridentifikasi sebagai gen resiko biologis psoriasis vulgaris. Diperoleh satu gen dengan skor tertinggi 4 yaitu Cluster of differentiation 247 (CD247). Pada penelitian ini dijelaskan potensi genetik sebagai biomarker terhadap kerentanan penyakit psoriasis vulgaris dan juga sebagai target obat. Kata Kunci : Psoriasis Vulgaris, Penyakit autoimun, Variasi Genomik.
FORMULASI SEDIAAN SABUN PEMBERSIH KEWANITAAN EKSTRAK DAUN MANGGA ARUM MANIS (Mangifera indica L.) TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicans: FORMULATION OF FEMININE CLEANSING SOAP (Mangifera indica L.) LEAF EXTRACT ON THE GROWTH OF Candida albicans Chikita Inaku; A. Nur Ayu Lestari; Sri Wahyuningsih; Widya Ariati
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.728

Abstract

Ekstrak daun mangga arum manis (Mangifera indica L.) memiliki senyawa flavonoid, fenol,alkaloid, dan mangiferin yang bermanfaat sebagai antijamur. Penelitian ini bertujuan untukmemformulasikan ekstrak daun mangga arum manis sebagai sabun pembersih kewanitaanyang stabil dan untuk mengetahui aktivitas antijamur sediaan serta konsentrasi optimumekstrak yang terkandung dalam sediaan yang efektif sebagai antijamur terhadappertumbuhan Candida albicans. Metode penelitian ini dilakukan secara eksperimentallaboratorium. Ekstrak daun mangga arum manis dimaserasi menggunakan pelarut etanol96%. Ekstrak yang dihasilkan diformulasi menjadi sediaan cair sabun pembersih kewanitaandengan variasi konsentrasi yaitu F1(1%), F2(3%), F3(5%), dan dilakukan uji stabilitassediaan sebelum dan sesudah cycling test serta uji aktivitas antijamur terhadap Candidaalbicans dengan metode sumuran. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun mangga arummanis (Mangifera indica L.) dapat diformulasi menjadi sediaan cair sabun pembersihkewanitaan yang stabil berdasarkan uji organoleptik, homogenitas, pH, tinggi busa, dan ujiiritasi. Diameter daya hambat aktivitas antijamur formula F0, F1, F2, F3 berturut-turutsebesar 10,5 mm; 12,6 mm; 13,9mm. F3 (5%) terpilih sebagai konsentrasi optimum. Kata Kunci : Formulasi, Daun Mangga Arum Manis, Sabun pembersih kewanitaan,Antijamur
FORMULASI DAN KARAKTERISASI NANOEMULSI EKSTRAK ETANOL 70% DAUN SEMANGGI (Marsilea crenata C. Presl.) : FORMULATION AND CHARACTERIZATION OF 70% ETHANOL EXTRACT NANOEMULSION OF SEMANGGI (Marsilea crenata C. Presl.) LEAVES Burhan Ma'arif; Rani Azzahara; Fahrul Rizki; Arief Suryadinata; Abdul Wafi; Novia Maulina; Hajar Sugihantoro
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.731

Abstract

Marsilea crenata C. Presl. mengandung fitoestrogen yang memiliki struktur atau fungsi seperti estrogen, sehingga berpotensi untuk digunakan sebagai neuroprotektor pada kondisi defisiensi estrogen. Namun, ada masalah yang mungkin timbul dari obat-obatan yang berasal dari bahan alam, salah satunya adalah kelarutan dan permeabilitas yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan M. crenata dalam formulasi nanoemulsi sehingga dapat menjaga stabilitasnya. M. crenata diformulasikan menjadi dua formula kemudian dilakukan karakterisasi. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa kedua formula nanoemulsi memenuhi parameter yang meliputi nilai ukuran partikel, indeks polidispersitas, persen transmitan, sifat organoleptik, tipe nanoemulsi, dan pH. Hasil uji stabilitas menunjukkan adanya perubahan organoleptik pada formula B4 (75 ppm) dan B5 (100 ppm) serta terjadi penurunan pH pada semua formula. Formula nanoemulsi terbaik diperoleh dari formula A4 (75 ppm) yang ditandai dengan hasil karakterisasi yang memenuhi parameter sediaan nanoemulsi yang baik. Kata kunci : M.crenata, nanoemulsi, formulasi, karakterisasi.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI EKSTRAK ETANOL KULIT BATANG KAWISTA (Limonia acidissima L.): ISOLATION AND IDENTIFICATION OF ETHANOL EXTRACT OF KAWISTA STEM BARK (Limonia acidissima L.) Listyana Dewi Prastiwi; Haryoto
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.733

Abstract

Kawista (Limonia acidissima L.) merupakan tumbuhan berhabitus pohon, dapat tumbuh setinggi 9 meter. Batangnya relatif kecil dengan cabang dan ranting yang ramping, serta memiliki kebiasaan meluruhkan daunnya. Cabang pohon kawista berkulit batang  kasar dan berduri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kandungan senyawa pada isolat kulit batang kawista. Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi, fraksinasi menggunakan metode partisi cair-cair, isolasi menggunakan kromatotron, identifikasi senyawa menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan FTIR. Berdasarkan hasil maserasi diperoleh rendemen sebesar 16,53%, fraksinasi diperoleh rendemen etil asetat 28% dan n-heksan 22%. Hasil isolasi diperoleh 2 spot yang berbeda yaitu isolat 1 dan isolat 2. Hasil identifikasi spektrofotometer UV-Vis kedua isolat menandakan bahwa isolat yang dibaca positif mengandung flavonoid golongan flavonol. Hasil FTIR senyawa isolat 1 dan 2 memiliki spektrum senyawa flavonol yaitu dengan adanya gugus karboksil pada bilangan gelombang 1651,83 cm-1 dan 1706,08 cm-1.  Kata kunci : Limonia acidissima L., Isolasi, Spektrofotometer UV-Vis, FTIR
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN BEROBAT RESPONDEN RAWAT JALAN DI RSUD BANTEN TAHUN 2022: FACTORS AFFECTING COMPLIANCE WITH OUTPATIENT HYPERTENSION TREATMENT AT BANTEN HOSPITAL IN 2022 Yusransyah Yusransyah; Fifih Lutfiyah; Endang Safitri; Baha Udin
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 3 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i3.734

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang memiliki angka mortalitas dan morbiditas yang sangat tinggi secara global. Perlu pengobatan jangka panjang pada pasien hipertensi sehingga dibutuhkan penggunaan obat yang teratur untuk mencegah terjadinya komplikasi. Belum ditemukan obat yang secara spesifik dapat menyembuhkan hipertensi secara total, namun telah ditemukan sebagian obat yang digunakan dalam pengendalian hipertensi dan memerlukan kepatuhan dalam meminumnya. Frekuensi kunjungan ke fasilitas kesehatan untuk melakukan pemeriksaan kondisi tekanan darah dapat menjadi tolak ukur kepatuhan pengobatan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui tingkat kepatuhan berobat dan faktor-faktor yang mempengaruhinya pada responden. Metode pada penelitian ini, yaitu observasional, bersifat prospektif dengan menggunakan kuesioner Medication Adherence Report Scale (MARS) dan diuji statistik dengan chi-square. Tingkat kepatuhan berobat responden di RSUD Banten sebesar 55,1% pasien dengan kategori patuh berobat secara teratur dan selalu kontrol maksimal setiap satu bulan sekali dan 44,9% pasien yang tidak patuh berobat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kepatuhan berobat responden dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti status pekerjaan, lama menderita hipertensi, keikutsertaan asuransi, keterjangkauan akses, motivasi berobat, tingkat   pendidikan, dukungan tenaga kesehatan dan tingkat pengetahuan. Kata kunci: Hipertensi, Kepatuhan Berobat, Kuesioner MARS, RSUD Banten
REVIEW ARTIKEL: ANALISIS MOLECULAR DOCKING SENYAWA GOLONGAN FLAVONOID SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP RESEPTOR PBP 2A BAKTERI MRSA: ARTICLE REVIEW: MOLECULAR DOCKING ANALYSIS OF FLAVONOID COMPOUNDS AS ANTIBACTERIALS AGAINST PBP 2A RECEPTORS OF MRSA BACTERIA Jajang Japar Sodik; Deden Indra Dinata
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.736

Abstract

Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA), bakteri yang resisten terhadap antibiotik b-laktam seperti methicillin, merupakan masalah klinis yang terus-menerus mempengaruhi seluruh dunia. Resistensi terjadi akibat adanya modifikasi struktural protein pengikat penisilin (PBP)2a bakteri MRSA. Flavonoid adalah salah satu senyawa aktif terpenting yang secara alami terdapat pada tanaman. Beberapa flavonoid telah terbukti memiliki sifat antibakteri pada penelitian sebelumnya. Penambatan molekul (Molecular Docking) merupakan salah satu metode in silico (virtual) berbasis struktur yang paling sering digunakan dan paling sederhana. Tujuan dari review jurnal untuk mengetahui senyawa turunan flavonoid pada tanaman obat yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai pengobatan antibakteri terhadap  bakteri MRSA berdasarkan dari beberapa studi secara in-silico. Metode pencarian jurnal dilakukan melalui website https://scholar.google.co.id/ dan Pubmed dengan menggunakan kata kunci Molecular Docking Flavonoid Methicillin Resistant Staphylococcus aureus. Hasil yang didapat adalah dari 31 senyawa aktif turunan flavonoid  yang berpotensi menghambat reseptor PBP2a bakteri MRSA. Pada PDB ID IMWT didapatkan senyawa terbaik Diferulic acid memiliki nilai binding affinity sebesar  -102.4,  pada PDB ID 1VQQ didapatkan senyawa terbaik Hesperidin memiliki nilai binding affinity sebesar -9.2 dan pada PDB ID 4DKI didapatkan senyawa terbaik Quercetin 3-O-rutinoside  memiliki nilai binding affinity sebesar -91.56. Kata kunci : Molecular Docking , Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA), Flavonoid.