cover
Contact Name
Muhammad Hadi Widanto
Contact Email
lppm@unsurya.ac.id
Phone
+6282113935439
Journal Mail Official
lppm@unsurya.ac.id
Editorial Address
LPPM Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma Kampus A Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma lt. 2 No. 210 Jl. Halim Perdana Kusuma No.1, RT.1/RW.9, Halim Perdana Kusuma Kec. Makasar, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13610
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan
ISSN : 3063069X     EISSN : 30629225     DOI : https://doi.org/10.35968/7v6eq255
Core Subject : Health,
AIM Tujuan utama dari jurnal ini adalah untuk menyediakan platform bagi para Mahasiswa, Dosen, Peneliti, praktisi profesional di bidang kesehatan untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan penelitian terkini yang relevan dengan manajemen kesehatan dan keperawatan. Kami bertujuan untuk mendorong pertukaran gagasan yang inovatif dan solusi praktis yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan pengelolaan sumber daya di berbagai konteks pelayanan kesehatan. SCOPE Jurnal ini mencakup berbagai topik dalam manajemen kesehatan dan keperawatan, termasuk namun tidak terbatas pada: Strategi manajemen kesehatan Kebijakan kesehatan dan peraturan Manajemen operasional rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya Manajemen sumber daya manusia di bidang kesehatan Inovasi dalam manajemen layanan kesehatan Penggunaan teknologi informasi dalam manajemen kesehatan Manajemen risiko dan kualitas dalam pelayanan kesehatan Manajemen keperawatan klinis dan administratif Evaluasi dan penelitian kesehatan masyarakat Kolaborasi lintas disiplin dalam manajemen kesehatan Keperawatan medikal bedah Keperawatan Kegawatdaruratan dan bencana keperawatan anak keperawatan maternitas keperawatan jiwa keperawatan gerontik keperawatan komunitas manajemen dan kepemimpinan keperawatan Jurnal ini menyambut kontribusi dari para peneliti, praktisi, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya yang tertarik dalam pengembangan teori dan praktik manajemen kesehatan dan keperawatan.
Articles 65 Documents
Systematical Literature Review: Pengaruh Manajemen Konflik Terhadap Kinerja Perawat di Rumah Sakit Rifandini, Amelia; Afrilliani Sutaryo, Della; Nur Aidah, Dila; Wijdaningtyas, Natasya; Putri Andini, Neng Diana; Ridwan, Heri; Sutresna, Iyos
Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/a2229r37

Abstract

Konflik di lingkungan rumah sakit merupakan hal yang umum terjadi karena perbedaan pendapat, tekanan kerja, maupun komunikasi yang kurang efektif, dan dapat berdampak pada kinerja perawat. Literatur ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh manajemen konflik terhadap kinerja perawat di rumah sakit melalui tinjauan sistematik terhadap hasil penelitian terdahulu. Pencarian artikel dilakukan pada basis data PubMed dan Google Scholar menggunakan kata kunci: “Conflict management”, “nurse performance”, dan “hospital”, dibatasi pada artikel yang dipublikasikan dalam lima tahun terakhir, berbahasa Inggris atau Indonesia, dan tersedia dalam full text. Dari 9.624 artikel yang ditemukan, enam artikel memenuhi kriteria inklusi setelah melalui proses seleksi berbasis PRISMA dan penilaian kualitas menggunakan instrumen dari Joanna Briggs Institute (JBI). Hasil review menunjukkan bahwa strategi manajemen konflik seperti kolaborasi, kompromi, dan akomodasi berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kepuasan kerja dan kinerja perawat. Kesimpulannya, manajemen konflik yang efektif berperan penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan meningkatkan mutu pelayanan keperawatan. Temuan ini dapat dijadikan acuan bagi manajemen rumah sakit dalam meningkatkan kualitas kerja perawat melalui pendekatan pengelolaan konflik yang tepat.   Conflict within hospital settings is a common occurrence arising from differences in opinions, heavy workloads, and ineffective communication, all of which may adversely affect nurses’ performance. This systematic literature review aims to examine the influence of conflict management strategies on nurses’ performance in hospital environments. A comprehensive literature search was conducted using PubMed and Google Scholar databases with the keywords: “conflict management”, “nurse performance”, and “hospital”. The inclusion criteria were studies published within the last five years, available in full text, and written in either English or Indonesian. Of the 9,624 articles initially identified, six studies met the inclusion criteria after screening using the PRISMA flow and quality appraisal based on the Joanna Briggs Institute (JBI) checklist. The findings indicate that conflict management strategies—particularly collaboration, compromise, and accommodation—are significantly associated with improved job satisfaction and performance among nurses. It is concluded that effective conflict management contributes to a more positive work environment and enhances the quality of healthcare services. These results highlight the importance of equipping nurse managers with appropriate conflict resolution skills to optimize organizational performance in healthcare settings.
Evaluasi Kualitas Dokumentasi Diagnosis, Intervensi, dan Outcomes Keperawatan di RS X Jember Yosy Ella; Yulia Kurniawati
Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jexjdk15

Abstract

Dokumentasi asuhan keperawatan merupakan indikator penting dalam menjamin kualitas pelayanan yang aman, efektif, dan berkesinambungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas dokumentasi diagnosis, intervensi, dan outcomes keperawatan di RS X Kota Jember menggunakan instrumen Quality of Documentation Nursing Diagnosis, Intervention, and Outcomes (Q-DIO). Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan sampel sebanyak 90 dokumen rekam medis pasien rawat inap yang dipilih secara purposive sampling pada periode September hingga November 2023. Hasil menunjukkan bahwa kualitas dokumentasi diagnosis keperawatan sebagai proses sebesar 51,1%, sebagai produk sebesar 60%, intervensi keperawatan sebesar 68,9%, dan outcomes keperawatan sebesar 86,7%. Meskipun mayoritas aspek menunjukkan kualitas tinggi, ditemukan beberapa kelemahan seperti ketidaksesuaian antara data pengkajian dan diagnosis, serta kurangnya pendokumentasian aspek sosial dan psikologis pasien. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan mutu dokumentasi melalui pelatihan rutin, supervisi klinis, serta penguatan sistem informasi keperawatan berbasis elektronik guna mendukung praktik keperawatan yang akuntabel dan terstandar.   Nursing care documentation is an important indicator in ensuring the quality of safe, effective, and sustainable services. This study aims to evaluate the quality of documentation of nursing diagnoses, interventions, and outcomes at X Hospital in Jember City using the Quality of Documentation Nursing Diagnosis, Intervention, and Outcomes (Q-DIO) instrument. The research design used was descriptive quantitative with a sample of 90 inpatient medical record documents selected by purposive sampling in the period September to November 2023. The results showed that the quality of nursing diagnosis documentation as a process was 51.1%, as a product was 60%, nursing interventions were 68.9%, and nursing outcomes were 86.7%. Although the majority of aspects showed high quality, there were some weaknesses such as discrepancies between assessment and diagnosis data, and lack of documentation of social and psychological aspects of patients. This study recommends the need to improve the quality of documentation through regular training, clinical supervision, and strengthening electronic-based nursing information systems to support accountable and standardized nursing practice.
Peran Terapi Okupasi dalam Meningkatkan Motivasi Kerja pada Eks Psikotik: Studi Kasus di Panti Pelayanan Sosial Disabilitas Mental Ngudi Rahayu Kendal Wahyu Puji Khoiriyah; Wening Wihartati
Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/fnk2q729

Abstract

Gangguan mental seperti skizofrenia dapat menyebabkan gangguan kognitif dan emosional yang berdampak pada rendahnya motivasi kerja. Terapi okupasi telah terbukti secara empiris mampu meningkatkan kemandirian, produktivitas, serta partisipasi sosial pada individu dengan gangguan jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peran terapi okupasi dalam meningkatkan motivasi kerja pada penyintas gangguan psikotik di Panti Pelayanan Sosial Disabilitas Mental Ngudi Rahayu Kendal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik purposive sampling, melibatkan lima Penerima Manfaat (PM) yang aktif mengikuti program terapi okupasi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan diri, semangat kerja, serta munculnya rencana jangka panjang untuk hidup mandiri. Terapi okupasi yang terstruktur terbukti menjadi sarana rehabilitasi sosial yang efektif dalam membangun kembali motivasi kerja dan kesiapan reintegrasi sosial para PM. Temuan ini memperkuat peran strategis terapi okupasi dalam mendukung kemandirian dan kualitas hidup penyintas gangguan jiwa di lingkungan panti sosial.   Mental disorders such as schizophrenia can lead to cognitive and emotional impairments that result in low work motivation. Occupational therapy has been empirically proven to increase independence, productivity, and social participation in individuals with mental disorders. This study aims to evaluate the role of occupational therapy in increasing work motivation in survivors of psychotic disorders at Ngudi Rahayu Kendal Mental Disability Social Service Center. The study used a qualitative approach with purposive sampling technique, involving five beneficiaries who actively participated in the occupational therapy program. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation, then analyzed using thematic analysis techniques. The results showed an increase in self-confidence, work enthusiasm, and the emergence of long-term plans to live independently. Structured occupational therapy proved to be an effective means of social rehabilitation in rebuilding the work motivation and social reintegration readiness of PMs. These findings strengthen the strategic role of occupational therapy in supporting the independence and quality of life of survivors of mental disorders in a social care environment.
Efektivitas Kompress Hangat dan Daun Kol Terhadap Penurunan Nyeri Payudara pada Ibu Post Partum Pratiwi, Nanda Mega; Luluk Eka Meylawati; Wahyuni Dwi Rahayu
Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/f14ftj62

Abstract

Nyeri payudara pada ibu post partum sering disebabkan oleh bendungan ASI, yang menimbulkan pembengkakan dan ketidaknyamanan, serta berpotensi menghambat proses menyusui dan menimbulkan komplikasi seperti mastitis. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi efektivitas kompres hangat dan daun kol sebagai metode nonfarmakologis dalam mengurangi nyeri payudara. Studi kasus deskriptif dilakukan pada dua subjek dengan intervensi selama tiga hari, dua kali sehari. Pengukuran nyeri menggunakan skala numerik sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan penurunan nyeri pada kedua subjek: subjek 1 dari skala 3 menjadi 0, dan subjek 2 dari skala 4 menjadi 0. Temuan ini mendukung efektivitas kompres hangat dan daun kol dalam mengatasi nyeri payudara secara aman dan mudah diterapkan. Studi ini memberikan kontribusi dalam praktik keperawatan berbasis bukti, serta dapat menjadi referensi bagi tenaga kesehatan, mahasiswa, dan masyarakat dalam memahami alternatif penanganan nyeri. Penulis berharap temuan ini mendorong pengembangan intervensi keperawatan yang lebih komprehensif dan penelitian lanjutan di masa mendatang. Breast pain is a common issue experienced by postpartum mothers due to breast milk engorgement, leading to swelling and discomfort. This condition can hinder the breastfeeding process and increase the risk of complications such as mastitis. One non-pharmacological approach to reduce pain and swelling is the application of warm compresses and cabbage leaves. This study aims to identify the effectiveness of warm compresses and cabbage leaves in alleviating breast pain in postpartum mothers. A descriptive case study was conducted on two subjects who received the intervention for three days, twice daily. Pain levels were measured using a numeric scale before and after the intervention. The results showed a gradual decrease in pain in both subjects: subject 1 experienced a reduction from a pain scale of 3 to 0, and subject 2 from 4 to 0. These findings indicate that warm compresses and cabbage leaves are effective non-pharmacological methods for relieving breast pain in postpartum mothers. This study is expected to contribute significantly to nursing practice, especially in implementing safe, effective, and practical alternatives for pain management. Furthermore, the findings may serve as a valuable reference for healthcare professionals, students, and the general public, and provide a basis for developing more comprehensive nursing interventions and future research.
Implementasi Teknik Relaksasi Foot Massage Untuk Mengurangi Nyeri Pada Ibu Post Partum tri; Luluk Eka Meylawati; Wahyuni Dwi Rahayu
Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/zkm5v433

Abstract

Nyeri merupakan keluhan umum yang dialami oleh ibu post-sectio caesarea, salah satunya disebabkan oleh efek anestesi epidural dan luka insisi. Jika tidak ditangani dengan baik, nyeri dapat mengganggu proses pemulihan, menghambat pemberian ASI, serta menurunkan kualitas hidup ibu postpartum. Berdasarkan studi pendahuluan di RSAU dr. Esnawan Antariksa, 80% ibu post-sectio caesarea mengeluhkan nyeri sedang, namun belum mengetahui terapi nonfarmakologis seperti foot massage. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas teknik relaksasi foot massage dalam menurunkan intensitas nyeri pada ibu post-sectio caesarea. Penelitian menggunakan metode studi kasus deskriptif dengan dua subjek yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi skala nyeri numerik (NRS) dan dilakukan selama tiga hari. Intervensi foot massage diberikan dua kali sehari selama 20 menit. Hasil menunjukkan adanya penurunan skala nyeri pada subjek I dari skala 6 menjadi 2 dan subjek II dari skala 7 menjadi 3. Temuan ini mengindikasikan bahwa foot massage efektif sebagai metode terapi nonfarmakologis dalam menurunkan intensitas nyeri. Terapi ini optimal dilakukan satu jam setelah pemberian analgesik. Diharapkan terapi ini dapat diterapkan secara mandiri oleh pasien maupun keluarga sebagai bagian dari manajemen nyeri holistik pasca persalinan.\   Pain is a common complaint experienced by post-cesarean section mothers, often caused by the effects of epidural anesthesia and surgical incisions. If not properly managed, pain can interfere with recovery, hinder breastfeeding, and reduce postpartum quality of life. A preliminary study at RSAU dr. Esnawan Antariksa showed that 80% of post-cesarean mothers experienced moderate pain but were unfamiliar with non-pharmacological therapies such as foot massage. This study aimed to evaluate the effectiveness of foot massage relaxation techniques in reducing pain intensity in post-cesarean mothers. The research employed a descriptive case study design involving two subjects who met the inclusion and exclusion criteria. The instrument used was a Numeric Rating Scale (NRS) pain observation sheet. The intervention was conducted over three days, with foot massage administered twice daily for 20 minutes. Results indicated a reduction in pain levels: subject I experienced a decrease from scale 6 to 2, and subject II from scale 7 to 3. These findings suggest that foot massage is effective as a non-pharmacological therapy in reducing pain intensity. The therapy was most optimal when performed one hour after analgesic administration. It is recommended that this intervention be practiced independently by patients or family members as part of a holistic postpartum pain management strategy.
Pijat Laktasi Untuk Meningkatan Produksi ASI pada Ibu Postpartum : Studi Kasus di RSAU dr. Esnawan Antariksa novita rahmadani, fadila; Wahyuni Dwi Rahayu; Luluk Eka Meylawati
Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/4v46hh10

Abstract

Masa post partum merupakan periode penting yang ditandai dengan adaptasi fisiologis dan psikologis, termasuk proses menyusui. ASI adalah cairan nutrisi utama bagi bayi, dan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan sangat dianjurkan. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas pijat laktasi terhadap produksi ASI pada ibu post partum. Penelitian dilakukan selama 3 hari, dengan pelaksanaan pijat laktasi satu kali per hari selama ±15 menit. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 2 orang yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen yang digunakan meliputi standar prosedur operasional pijat laktasi, lembar observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan produksi ASI setelah intervensi. Pada subjek 1, produksi ASI meningkat dari 0,05 ml menjadi 32 ml, sedangkan pada subjek 2 meningkat dari 1 ml menjadi 40 ml. Hal ini menunjukkan bahwa pijat laktasi efektif dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu post partum. Temuan ini diharapkan dapat menjadi alternatif intervensi keperawatan untuk mendukung keberhasilan menyusui.   The postpartum period is an important phase characterized by physiological and psychological adaptation, including the breastfeeding process. Breast milk is the main source of nutrition for infants, and exclusive breastfeeding for the first six months is highly recommended. This study aims to determine the effectiveness of lactation massage on breast milk production in postpartum mothers. The research was conducted over 3 days, with lactation massage performed once a day for approximately 15 minutes. The subjects of this study consisted of 2 individuals selected based on inclusion and exclusion criteria. The instruments used included standard operational procedures for lactation massage, observation sheets, and interviews. The results showed an increase in breast milk production after the intervention. In subject 1, breast milk production increased from 0.05 ml to 32 ml, while in subject 2 it increased from 1 ml to 40 ml. This indicates that lactation massage is effective in increasing breast milk production in postpartum mothers. This finding is expected to serve as an alternative nursing intervention to support breastfeeding success.
Senam Yoga Terhadap Kualitas Tidur Lanjut Usia Di Satuan Pelayanan Griya Lansia Garut Muharom Solih Setiawan, Asep Widi
Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/nnazqf95

Abstract

Kualitas tidur adalah kepuasan terhadap tidur sehingga orang tersebut tidak memperlihatkan perasaan lelah, mudah terangsang, gelisah, lesu, dan apatis, kehitaman di sekitar mata, kelopak mata bengkak, konjungtiva merah, perhatian terpecah, sakit kepala dan sering menguap atau mengantuk. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan 5 dari 10 lansia mengalami terbangun dari tidurnya dimalam hari dan sulit untuk kembali tidur. 7 dari 10 lansia diantaranya mengalami sulit untuk memulai tidur dimalam hari. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh senam yoga terhadap kualitas tidur pada lanjut usia. Jenis penelitian ini adalah quasy experiment dengan desain pre-test and post-test group control design. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 20 November sampai 20 Desember 2023. Jumlah sampel pada penelitian ini berjumlah 60 orang responden dibagi menjadi 2 grup, dengan grup kontrol dan grup eksperimen yang masing-masing grup berjumlah 30 orang responden dengan teknik pengambilan data purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan kualitas tidur pada kelompok kontrol adalah 2.631. Sedangkan kualitas tidur kelompok eksperimen adalah 3,723. Berdasarkan uji statistik menggunakan Uji-T didapatkan p value 0,000 (<0,05), berarti ada pengaruh yang signifikan antara senam yoga dan aroma terapi terhadap kualitas tidur pada lanjut usia. Berdasarkan hasil penelitian senam yoga dapat digunakan sebagai alternatif untuk meningkatkan kuaIitas tidur lanjut usia.   Sleep quality is satisfaction with sleep so that the person does not show feelings of fatigue, irritability, anxiety, lethargy, and apathy, blackness around the eyes, swollen eyelids, red conjunctiva, divided attention, headaches and frequent yawning or drowsiness. Based on a preliminary study conducted 5 out of 10 elderly people experience waking up from their sleep at night and having difficulty returning to sleep. 7 out of 10 elderly people among them have difficulty starting to sleep at night. The purpose of this study was to determine the effect of yoga exercise on sleep quality in the elderly. This type of research is a quasi-experimental design with a pre-test and post-test group control design. This study was conducted from November 20 to December 20, 2023. The number of samples in this study was 60 respondents divided into 2 groups, with a control group and an experimental group, each group consisting of 30 respondents with a purposive sampling data collection technique. The results showed that the sleep quality in the control group was 2,631. While the sleep quality of the experimental group was 3,723. Based on statistical tests using the T-Test, a p-value of 0.000 (<0.05) was obtained, meaning there is a significant effect between yoga and aromatherapy on sleep quality in the elderly. Based on the results of the study, yoga and aromatherapy can be used as an alternative to improve sleep quality in the elderly.
Budaya Dokumentasi Keperawatan Berbasis Android di Rumah Sakit Militer TNI: Studi Deskriptif Kuantitatif suroso, suroso; Widiastuti, Sri Hunun; Astuti, Harwina Widya
Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/74pf9w12

Abstract

Dokumentasi keperawatan merupakan komponen esensial dalam menjamin kualitas asuhan keperawatan yang aman dan akuntabel. Penerapan teknologi informasi melalui sistem dokumentasi berbasis Android menjadi salah satu inovasi dalam pelayanan kesehatan, termasuk di lingkungan rumah sakit militer TNI. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan budaya dokumentasi keperawatan berbasis Android serta mengevaluasi efektivitas dan tingkat kepatuhan penggunaannya oleh perawat. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling terhadap 60 perawat di Rumah Sakit TK. II TNI. Instrumen berupa kuesioner tertutup yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil menunjukkan bahwa 83% responden menyatakan dokumentasi berbasis Android mempermudah pencatatan, namun hanya 60% yang konsisten dalam penggunaan tepat waktu. Diperoleh bahwa adopsi budaya dokumentasi digital belum merata dan masih membutuhkan penguatan dari sisi pelatihan dan supervisi. Penelitian ini merekomendasikan pendekatan transformasional dalam membangun budaya dokumentasi digital yang kuat dan berkelanjutan.
Implementasi Pemberian Air Teh Hijau Terhadap Penurunan Nyeri Menstruasi Pada Remaja di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma Bunga Uum Khairunnisa; Luluk Eka Meylawati; Wahyuni Dwi Rahayu
Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan Vol. 2 No. 3 (2025): Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/68kxq221

Abstract

Banyak remaja wanita yang mengalami permasalahan terkait menstruasi salah satunya adalah dismenorea. Masalah yang dirasakan biasanya munculnya kram di area perut bawah yang kemudian menyebar ke bagian punggung. Cara alami untuk mengurangi nyeri yang disebabkan oleh dismenorea salah satunya dengan mengkonsumsi air teh hijau. Tujuan Karya Tulis Ilmiah ini adalah untuk mengetahui efektivitas pemberian air teh hijau terhadap penurunan dismenorea. Penelitian  dilakukan  pada  mahasiswi  Fakultas Ilmu Kesehatan Unversitas Dirgantara Marsekal Suryadarma dengan rancangan penelitian studi kasus deskriptif. Subjek yang diambil dengan kriteria inklusi dan eksklusi dan menggunakan 2 sample penelitian. Hasil studi kasus sebelum pemberian air teh hijau pada subjek 1 dan 2 dengan skala 6. Setelah pemberian air teh hijau pada subjek 1 dengan skala 1 dan subjek 2 dengan skala 2. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah air teh hijau dengan dosis 2,4 gram / 200 ml diminum pada pagi dan sore hari dapat menurunkan skala nyeri menstruasi dan dianjurkan kepada wanita yang mengalami nyeri dengan skala nyeri ringan – sedang.
Efektivitas Terapi Kompres Bawang Merah dan Breast care Terhadap Penurunan Nyeri Payudara Pada Ibu Nifas Aquila Puteri Cania; Wahyuni Dwi Rahayu; Luluk Eka Meylawati
Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan Vol. 2 No. 3 (2025): Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/mbx0az48

Abstract

Masa nifas merupakan periode penting dalam pemulihan pasca persalinan, di mana ibu sering mengalami nyeri payudara akibat bendungan ASI. Keluhan ini dapat menghambat proses menyusui dan mengganggu kenyamanan ibu. Terapi non-farmakologis seperti kompres bawang merah dan breast care dinilai efektif dalam mengurangi nyeri payudara Penelitian menggunakan studi kasus deskriptif pada dua ibu nifas dengan keluhan nyeri payudara. Intervensi dilakukan selama tiga hari dengan kombinasi terapi kompres bawang merah dan breast care. Pengukuran skala nyeri dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Numerical Rating Scale (NRS). Hasil menunjukkan adanya penurunan skala nyeri pada kedua subjek. Subjek I mengalami penurunan nyeri dari skala 4 menjadi 1, dan subjek II dari skala 5 menjadi 2. Kompres bawang merah dan breast care efektif dalam menurunkan nyeri payudara pada ibu nifas, serta dapat dijadikan alternatif intervensi keperawatan non-farmakologis yang aman dan sederhana. Nyeri payudara pasca nifas akibat bendungan ASI dapat diatasi secara efektif dengan kompres bawang merah (anti inflamasi, analgesik, 15-30 menit) dan breast care (stimulasi ASI, cegah sumbatan, pijatan dan kompres hangat/dingin 5 menit). Studi kasus tiga hari ini menunjukkan penurunan nyeri signifikan pada kedua subjek, peningkatan pengetahuan, dan kepuasan tinggi, menjadikannya alternatif keperawatan non-farmakologis yang aman dan efektif.   The postpartum period is a crucial phase in recovery after childbirth, during which mothers often experience breast pain due to breast milk engorgement. This complaint can hinder the breastfeeding process and affect maternal comfort. Non-pharmacological therapies such as onion compresses and breast care are considered effective in reducing breast pain. This research used a descriptive case study involving two postpartum mothers with complaints of breast pain. The intervention was conducted over three days using a combination of onion compress and breast care therapy. Pain levels were measured before and after the intervention using the Numerical Rating Scale (NRS). The results showed a decrease in pain levels in both subjects. Subject I experienced a reduction from a pain scale of 4 to 1, and Subject II from 5 to 2. Onion compress and breast care were effective in reducing breast pain in postpartum mothers and can serve as a safe and simple alternative non-pharmacological nursing intervention. Breast pain after childbirth due to breast engorgement can be effectively alleviated with red onion compress (anti-inflammatory, analgesic, 15-30 minutes) and breast care (breast milk stimulation, clog prevention, massage, and warm/cold compresses for 5 minutes). This three-day case study showed a significant reduction in pain for both subjects, increased knowledge, and high satisfaction, making it a safe and effective non-pharmacological nursing alternative.