cover
Contact Name
Purniadi Putra
Contact Email
isihumor@gmail.com
Phone
+6285252101729
Journal Mail Official
isihumor@gmail.com
Editorial Address
Dusun Turusan RT/RW 004/002 Desa Lorong Kecamatan Sambas
Location
Kab. sambas,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Published by CV putra publisher
ISSN : 29855454     EISSN : 29855454     DOI : https://doi.org/10.58540/isihumor.v2i1.494
Social Sciences: Anthropology, Asian Studies, Economics and Management, Education, Communication, Demography, Development, Gender Studies, Government & Public Policy, Human Ecology, International Relations, Media Studies, Peace and Conflict, Library Science, Political Science, Science, Technology & Society, Sociology, Ethics, Government Administration, Health, Humanities: Cultural Studies, Religion, History, Human Geography, Linguistics, Philosophy, Religion, Performing Arts (music, theater & dance).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 234 Documents
The Relationship Between Loneliness And Self-Disclosures Among Students Using Instagram In Medan City Dinda Gustari; Nancy Naomi Aritonang
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2025): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v3i3.2094

Abstract

This study aims to determine the relationship between loneliness and self-disclosure in students who use Instagram in Medan City. This study uses a quantitative approach with descriptive analysis to describe the level of loneliness and self-disclosure in final year students. In this study, the sampling technique used is non-probability sampling through a purposive sampling method. Based on the results of research on the relationship between loneliness and self-disclosure in students who use Instagram in Medan City, it can be concluded as follows: There is no significant relationship between loneliness and self-disclosure in students who use Instagram in Medan City. This is evidenced by the Pearson correlation coefficient value of 0.092 and a significance level of 0.083 (p> 0.05). Thus, H0 is accepted and Ha is rejected, which means that the level of loneliness experienced by students is not significantly related to how often or how deeply they express themselves on Instagram. The level of loneliness of students is classified as moderate, namely 75.6%, with the most prominent aspect being personality which is in the high category in 50.8% of subjects. The level of self-disclosure of students is also classified as moderate, namely 57.0%, with the most prominent aspect being honesty which is in the high category in 33.7% of subjects
Analisis Inovasi Pelayanan Publik Pada Administrasi Pembangunan di Kabupaten Pidie Zulkifli; Zulfikar; Awaluddin
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 3 (2026): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v4i3.2104

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk inovasi pelayanan publik, kualitas administrasi pembangunan, faktor pendukung dan penghambat, serta kontribusi inovasi tersebut terhadap peningkatan administrasi pembangunan di Kabupaten Pidie. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD), aparatur kecamatan, serta masyarakat pengguna layanan. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi pelayanan publik di Kabupaten Pidie dilakukan melalui digitalisasi pelayanan, implementasi Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN), penyederhanaan SOP, peningkatan kapasitas aparatur, penguatan koordinasi antar-OPD, dan pemanfaatan sistem informasi pemerintahan. Inovasi tersebut memberikan kontribusi terhadap peningkatan efektivitas, efisiensi, transparansi, akuntabilitas pelayanan, kualitas data pembangunan, dan kepuasan masyarakat. Faktor pendukung meliputi komitmen pimpinan, regulasi, kompetensi aparatur, dan partisipasi masyarakat, sedangkan hambatan utama berupa keterbatasan infrastruktur teknologi, belum optimalnya integrasi sistem informasi, dan belum meratanya kemampuan aparatur. Penelitian menyimpulkan bahwa inovasi pelayanan publik berperan strategis dalam meningkatkan kualitas administrasi pembangunan di Kabupaten Pidie melalui penguatan transformasi digital, peningkatan kapasitas aparatur, dan perbaikan tata kelola pemerintahan.  
Pengaruh Fear Of Missing Out (Fomo) Terhadap Gaya Hidup Konsumtif Pada Mahasiswa Dalam Penggunaan Produk Kosmetik Sonia Purba; Karina Meriem Beru Brahmana
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 3 (2026): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v4i3.2107

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Fear of Missing Out (FoMO) terhadap gaya hidup konsumtif pada mahasiswa pengguna produk kosmetik di Kota Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif. Sampel penelitian berjumlah 292 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode purposive sampling, dengan karakteristik mahasiswa aktif berusia 18–25 tahun, menggunakan produk kosmetik, dan aktif menggunakan media sosial. Data dikumpulkan menggunakan Skala Fear of Missing Out (FoMO) yang diadaptasi berdasarkan teori Przybylski et al. (2013) serta Skala Gaya Hidup Konsumtif yang disusun berdasarkan teori Solomon (2018), keduanya menggunakan model skala Likert. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fear of Missing Out (FoMO) berpengaruh positif dan signifikan terhadap gaya hidup konsumtif pada mahasiswa pengguna produk kosmetik di Kota Medan (p = 0,000 < 0,05). Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 60,627 + 0,584X, yang menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan skor FoMO akan meningkatkan skor gaya hidup konsumtif sebesar 0,584. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,068 menunjukkan bahwa FoMO memberikan kontribusi sebesar 6,8% terhadap variasi gaya hidup konsumtif, sedangkan 93,2% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat FoMO yang dimiliki mahasiswa, semakin tinggi pula kecenderungan mereka untuk menunjukkan gaya hidup konsumtif dalam penggunaan produk kosmetik.
Gambaran Persepsi Maskulinitas Pada Laki-Laki Pengguna Skincare di Kota Medan Desrin Sri Tesa Zendrato; Artiwinata Br Ginting
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 3 (2026): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v4i3.2108

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman hidup laki-laki pengguna skincare dalam memaknai maskulinitas di Kota Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan melibatkan dua orang partisipan yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipan, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) yang meliputi pembacaan berulang transkrip wawancara, pemberian catatan awal (initial noting), pengembangan tema-tema emergen, pengelompokan tema ke dalam tema utama, serta interpretasi makna pengalaman partisipan. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi teknik, member checking, peer debriefing, audit trail, dan refleksivitas peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua partisipan memaknai penggunaan skincare sebagai bentuk perawatan diri yang berkaitan dengan kesehatan kulit, kebersihan diri, dan peningkatan kepercayaan diri. Meskipun keduanya mengalami stigma sosial yang mengaitkan penggunaan skincare dengan karakteristik feminin, mereka tetap mempertahankan praktik tersebut sebagai bagian dari tanggung jawab terhadap diri sendiri tanpa merasa kehilangan identitas maskulin. Temuan ini menggambarkan bagaimana kedua partisipan menginterpretasikan pengalaman mereka dalam menegosiasikan makna maskulinitas di tengah perubahan nilai sosial. Penelitian ini terbatas pada pengalaman subjektif kedua partisipan sehingga temuan tidak dimaksudkan untuk digeneralisasikan kepada seluruh laki-laki pengguna skincare, tetapi memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pengalaman maskulinitas dalam konteks penggunaan skincare.
Pengaruh Bimbingan Kelompok Teknik Bibliokonseling terhadap Peningkatan Minat Baca pada Siswa SMP Negeri 1 Telaga Dikma Wulan Sari; Maryam Rahim; Idriani Idris
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 3 (2026): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v4i3.2113

Abstract

Minat baca siswa merupakan faktor krusial dalam keberhasilan belajar, namun observasi di SMP Negeri 1 Telaga menunjukkan tingkat minat baca siswa kelas VIII masih rendah, yang ditandai dengan kurangnya kesenangan, rendahnya kesadaran manfaat, frekuensi membaca yang minim, serta terbatasnya pemanfaatan sumber bacaan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik bibliokonseling dalam meningkatkan minat baca siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain One Group Pretest-Posttest. Populasi penelitian mencakup 105 siswa, dengan 10 siswa yang dipilih sebagai sampel melalui teknik purposive sampling. Intervensi diberikan dalam bentuk layanan bimbingan kelompok teknik bibliokonseling sebanyak 8 kali pertemuan. Hasil analisis statistik menunjukkan peningkatan skor rata-rata minat baca dari 76,00 pada saat pre-test menjadi 133,10 pada saat post-test. Pengujian hipotesis dengan Paired Sample T-Test menghasilkan nilai t hitung sebesar -46,297, yang lebih besar dari t tabel 2,262, dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan kelompok dengan teknik bibliokonseling berpengaruh signifikan terhadap peningkatan minat baca siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Telaga.                      
Pengaruh Electronic Word Of Mouth (E-WOM), Fomo Marketing, dan Live Shopping Experience Terhadap Keputusan Pembelian Pengguna Tiktok Shop di Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo Moh Arif Maulidin F; Fahruddin
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 3 (2026): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v4i3.2114

Abstract

Perkembangan media sosial telah mengubah pola perilaku konsumen dalam melakukan pembelian secara daring, khususnya melalui platform TikTok Shop. Namun, peningkatan penggunaan platform tersebut tidak selalu diikuti dengan pemahaman yang komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pembelian konsumen, terutama pada masyarakat di tingkat lokal. Berbagai penelitian sebelumnya umumnya hanya mengkaji satu atau dua faktor yang memengaruhi keputusan pembelian, sedangkan penelitian yang mengintegrasikan Electronic Word of Mouth (E-WOM), FOMO Marketing, dan Live Shopping Experience dalam satu model penelitian masih relatif terbatas. Ketiga variabel tersebut dipilih karena mewakili tiga aspek utama pemasaran digital, yaitu pengaruh informasi dari sesama konsumen, strategi pemasaran yang menciptakan rasa urgensi, serta pengalaman belanja interaktif yang menjadi karakteristik utama TikTok Shop. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Electronic Word of Mouth (E-WOM), FOMO Marketing, dan Live Shopping Experience terhadap keputusan pembelian pengguna TikTok Shop pada masyarakat di tiga desa, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 404 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan IBM SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Electronic Word of Mouth (E-WOM), FOMO Marketing, dan Live Shopping Experience berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, baik secara parsial maupun simultan. Di antara ketiga variabel tersebut, Live Shopping Experience merupakan variabel yang memberikan pengaruh paling dominan terhadap keputusan pembelian. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi ulasan konsumen yang kredibel, strategi pemasaran berbasis urgensi, serta pengalaman belanja interaktif mampu meningkatkan keyakinan konsumen dalam mengambil keputusan pembelian pada TikTok Shop. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris terhadap pengembangan kajian perilaku konsumen pada platform social commerce dengan menghadirkan bukti dari masyarakat di tiga desa Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo.
The Effect of Employee Competence and Engaging Leadership On Sales Target Through Motivation Benni Sutanto; Desmon Sharon
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2 (2026): April
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v4i2.2116

Abstract

This study aims to analyze the influence of employee competence and engaging leadership on sales targets through motivation at PT Victory International Futures Pekanbaru. The population in this study was all 124 marketing employees working at PT Victory International Futures Pekanbaru. Data collection was conducted through questionnaires. The analytical tool used was Structural Equation Modeling (SEM) with a Partial Least Squares (PLS) approach. The results of the study indicate that employee competence has a significant positive effect on sales targets. Engaging leadership has a positive and significant effect on sales targets. Employee competence has a positive and significant effect on motivation. Engaging leadership has a positive and significant effect on motivation. Motivation has a positive and significant effect on sales targets. Employee competence has a positive and significant effect on sales targets through motivation. Engaging leadership has a positive and significant effect on sales targets through motivation
Factors that Influence the Effectiveness of Bureaucratic Reform Mediated by Digital Literacy Desmon Sharon; Benni Sutanto
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2 (2026): April
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v4i2.2117

Abstract

This study aims to analyze the factors influencing the effectiveness of bureaucratic reform with digital literacy as a mediating variable at the Communication, Informatics, Encryption, and Statistics Office of Indragiri Hilir Regency. The variables examined in this study include employe innovation and Dynamic Capabilities as independent variables, digital literacy as a mediating variable, and the effectiveness of bureaucratic reform as a dependent variable. The theoretical foundation of this research is built on the Dynamic Capabilities Theory developed by Teece, Pisano, and Shuen, as well as the organizational innovation theory formulated by Rogers thru the Diffusion of Innovations. This research uses a quantitative approach with a survey method. The research population includes all employes of the institution, with the sampling technique using the census method so that the entire population is made the research respondents. Data were collected thru questionnaires using a Likert scale and analyzed using the Partial Least Square-based Structural Equation Modeling (SEM-PLS) method with the help of SmartPls software. The research results show that employe innovation has a positive and significant impact on digital literacy as well as on the effectiveness of bureaucratic reform. Dynamic Capabilities have also been proven to have a positive and significant impact on digital literacy and the effectiveness of bureaucratic reform. Additionally, digital literacy has been shown to significantly affect the effectiveness of bureaucratic reform and to mediate the relationship between employe innovation and Dynamic Capabilities on the effectiveness of bureaucratic reform. These findings indicate that the enhancement of employe innovation capacity and organizational Dynamic Capabilities, supported by the strengthening of digital literacy, are determinant factors in achieving effective bureaucratic reform, particularly in the context of the digital transformation of local government
Exploring Integrated Writing Task (Reading-Listening-Writing) In Toefl IBT Tiara Kristina Pasaribu; Donna Ria Pasaribu; Sondang Manik; Desta Lenta Hawa; Nopriyanti Octavia Simbolon
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2 (2026): April
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v4i2.2120

Abstract

This study aims to explore university students’ abilities in completing the Integrated Writing Task of the TOEFL IBT, which requires the integration of reading, listening, and writing skills. The TOEFL is a standardized assessment designed to evaluate proficiency in Listening, Structure, Reading, and Writing. Within the TOEFL iBT format, the Writing section differs significantly from the PBT and CBT versions because test-takers must synthesize information from a reading passage and a related academic lecture. They are expected to explain the relationship between the two sources—whether similarities, differences, or contrasting viewpoints—and present the information in a coherent written response. As learners of English as a Foreign Language (EFL), students may experience various difficulties throughout this process. These challenges may include recognizing sounds, understanding the meaning of words and phrases, interpreting paragraphs, and accurately transcribing information from spoken texts. Therefore, this research focuses on two main questions: (1) What challenges do students face in reading and listening while completing the Integrated Writing Task of the TOEFL IBT? and (2) What types of mistakes do students make in their written responses for the integrated task? The novelty of this study lies in its focus on EFL students in North Sumatra who have never taken the TOEFL IBT. Thus, the research provides empirical insight into how these students comprehend, process, and integrate information across language skills. The findings are expected to contribute to the development of more effective English language teaching strategies, particularly in developing curriculum to include integrating Reading, Listening, Writing skills. It also aimed imo preparing students for the demands of the TOEFL IBT.
Hate Speech On Social Media: An Integrated Analysis Of Forensic Linguistics and Indonesian Criminal Law Anita Puspawati
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 3 (2026): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v4i3.2127

Abstract

Social media has become a basic need for social interaction, yet users often fail to realize that what they write can constitute hate speech, making it important to understand the intent behind an utterance. This is a normative legal study using a statute and conceptual approach combined with a forensic linguistic approach, drawing on primary legal materials including the Criminal Code, the Law on Electronic Information and Transactions, Law Number 40 of 2008 on the Elimination of Racial and Ethnic Discrimination, and Police Chief Circular Letter Number SE/6/X/2015. Hate speech is a multidisciplinary issue spanning legal, linguistic, and communicative aspects. Legally, it can be criminally punished if it fulfills the elements set out in statutory regulations; linguistically, analysis focuses on meaning, context, and purpose using Grice’s Cooperative Principle and Leech’s Politeness Principle as the pragmatic framework. Analysis of two court decisions shows that classifying an utterance as hate speech cannot rely on lexical meaning alone but must account for context, implicature, and speaker intent, so that integrating pragmatic and legal analysis produces a more objective, proportional basis for law enforcement.