cover
Contact Name
Mokhamad Nizar Z
Contact Email
disdikkbb@gmail.com
Phone
+6283829108047
Journal Mail Official
jurnalkinanti@gmail.com
Editorial Address
Gedung A Lantai 1, Komplek Pemerintahan Kabupaten Bandung Barat, Jl. Padalarang - Cisarua Km. 2, Mekarsari, Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Indonesia 40381
Location
Kab. bandung barat,
Jawa barat
INDONESIA
Kinanti : Jurnal Karya Insan Pendidikan Terpilih
ISSN : 30314917     EISSN : 30316642     DOI : https://doi.org/10.62518/t86cq065
Core Subject : Education,
Kinanti: Jurnal Karya Insan Pendidikan Terpilih merupakan jurnal online, akses terbuka, dan peer-review. JK terbit dua kali setahun (Desember, Juni; Pertama kali diterbitkan pada Desember 2023). Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan hasil penelitian asli, laporan kasus, dan ulasan kritis di bidang pendidikan. Fokus dan ruang lingkup ini termasuk best practice yang dilaksanakan para pendidik dan tenaga kependidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 123 Documents
Pendidikan Perempuan Sebagai Fondasi Generasi Unggul dan Inklusif: Peran Ibu dalam Pendampingan Anak, Termasuk Anak Penyandang Disabilitas Dhysa Humaida Zakia
Kinanti : Jurnal Karya Insan Pendidikan Terpilih Vol. 4 No. 1 (2026): Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Kinanti (Karya Insan Pendidikan Terpilih)
Publisher : Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62518/c043nv34

Abstract

Perempuan memiliki posisi strategis dalam pembangunan sumber daya manusia karena memiliki peran penting dalam keluarga, pendidikan anak, dan kehidupan sosial. Dalam perspektif Islam, tanggung jawab pendidikan keluarga merupakan bagian penting dari amanah orang tua. Al-Qur'an Surah At-Tahrim ayat 6 menegaskan kewajiban menjaga diri dan keluarga, yang dapat dimaknai sebagai dorongan untuk membangun keluarga melalui pendidikan, keteladanan, dan pembinaan moral. Dalam konteks tersebut, ibu sering dipahami sebagai pendidik pertama bagi anak. Namun, ungkapan bahwa ibu adalah madrasah pertama perlu ditempatkan sebagai ungkapan pedagogis yang menggambarkan pentingnya peran ibu, bukan sebagai kutipan hadis. Artikel ini bertujuan menganalisis pentingnya pendidikan perempuan dalam membangun generasi unggul dan inklusif, khususnya dalam mendampingi anak penyandang disabilitas. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah buku, artikel ilmiah, dokumen kebijakan, serta publikasi lembaga internasional mengenai pendidikan perempuan, pengasuhan, pendidikan inklusif, dan disabilitas. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan perempuan berpotensi memperkuat kapasitas ibu dalam pengasuhan, pengambilan keputusan keluarga, pendampingan belajar, serta pemberian motivasi kepada anak. Dalam konteks anak penyandang disabilitas, dukungan keluarga menjadi bagian penting dalam memperluas akses terhadap pendidikan dan pengembangan potensi. Oleh karena itu, penguatan pendidikan perempuan perlu berjalan bersamaan dengan pembangunan sistem pendidikan inklusif, penguatan kapasitas keluarga, serta penghapusan stigma terhadap penyandang disabilitas.
Penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) sebagai Strategi Peningkatan Kualitas Layanan Pendidikan di Kabupaten Bandung Barat Adhyatnika Geusan Ulun
Kinanti : Jurnal Karya Insan Pendidikan Terpilih Vol. 4 No. 1 (2026): Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Kinanti (Karya Insan Pendidikan Terpilih)
Publisher : Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62518/trfcrj16

Abstract

Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) merupakan salah satu instrumen strategis dalam memastikan penyelenggaraan pendidikan pada satuan pendidikan berlangsung secara terencana, terukur, sistematis, dan berkelanjutan. SPMI tidak semata-mata diarahkan pada pemenuhan dokumen administratif, tetapi menjadi mekanisme internal bagi satuan pendidikan untuk mengenali kondisi mutu, menetapkan standar, melakukan pemetaan, menyusun perencanaan, melaksanakan program peningkatan mutu, melakukan evaluasi, serta menetapkan tindak lanjut. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran SPMI dalam penguatan kualitas layanan pendidikan pada satuan pendidikan. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan menelaah regulasi, buku, artikel ilmiah, serta hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan penjaminan mutu pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi SPMI dapat memperkuat budaya mutu apabila dilaksanakan secara konsisten dan melibatkan seluruh warga satuan pendidikan. SPMI juga dapat mendorong pengambilan keputusan berbasis data, memperkuat kepemimpinan satuan pendidikan, meningkatkan kualitas perencanaan dan evaluasi program, serta mendukung kesiapan satuan pendidikan dalam menghadapi penjaminan mutu eksternal. Tantangan utama implementasi SPMI adalah kecenderungan menjadikannya sebagai kegiatan administratif, keterbatasan pemahaman warga sekolah, komitmen yang belum merata, dan belum optimalnya pemanfaatan data. Oleh karena itu, penguatan kapasitas sumber daya manusia, kepemimpinan mutu, kolaborasi, dan pemanfaatan data perlu menjadi perhatian dalam penerapan SPMI.
Supervisi Guru Berbasis Refleksi, Evaluasi, dan Transformasi untuk Mendukung Penerapan Pembelajaran Mendalam di KKKG Gugus V Situwangi, Kabupaten Bandung Barat Nia Kurniawati; Wulaningsih Wulangingsih
Kinanti : Jurnal Karya Insan Pendidikan Terpilih Vol. 4 No. 1 (2026): Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Kinanti (Karya Insan Pendidikan Terpilih)
Publisher : Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62518/waevy281

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan supervisi guru berbasis refleksi, evaluasi, dan transformasi dalam mendukung penerapan pembelajaran mendalam di Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus V Situwangi, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi dokumentasi terhadap bahan paparan, notulen, dan berita acara workshop yang dilaksanakan pada 17 September 2026, serta data pendukung pelaksanaan tindak lanjut supervisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi dilaksanakan melalui tiga tahapan yang saling berkesinambungan, yaitu refleksi terhadap praktik pembelajaran, evaluasi menggunakan instrumen supervisi, dan transformasi melalui tindak lanjut pembinaan guru. Instrumen supervisi mencakup 47 indikator dengan skala penilaian 0–4 yang terbagi atas aspek penataan kelas dan administrasi kelas. Hasil pelaksanaan supervisi dan tindak lanjut menunjukkan peningkatan kualitas mengajar guru melalui penguatan refleksi profesional, pemberian umpan balik konstruktif, dan perbaikan praktik pembelajaran. Temuan ini menegaskan bahwa supervisi yang dialogis, terstruktur, dan berkelanjutan dapat menjadi strategi pengembangan profesional guru sekaligus mendukung penerapan pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Keberlanjutan supervisi dan pengembangan instrumen yang mencakup proses pembelajaran menjadi faktor penting dalam menjaga peningkatan mutu pembelajaran.

Page 13 of 13 | Total Record : 123