cover
Contact Name
-
Contact Email
ijphn@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ijphn@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunungpati, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition
ISSN : 27984265     EISSN : 27769968     DOI : https://doi.org/10.15294/ijphn
Core Subject : Health,
IJPHN published 3 numbers in 1 volume. Published in March, July and November. IJPHN is published by the Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang in collaboration with the Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Pusat.
Articles 44 Documents
Hubungan Daya Terima Makanan dengan Tingkat Kecukupan Zat Gizi Makro Siswa Asrama MAN Temanggung Saniyah, Naimatus
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v4i1.9660

Abstract

Latar Belakang: Daya terima makanan merupakan persentase makanan yang dikonsumsi dari total keseluruhan yang disediakan. Daya terima makanan yang rendah atau lebih dari kebutuhan konsumsi harian dapat menimbulkan masalah gizi pada siswa asrama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan daya terima makanan dengan tingkat kecukupan energi, protein, lemak, dan karbohidrat.Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa asrama MAN Temanggung. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik random sampling dengan 67 responden siswa asrama MAN Temanggung. Daya terima makanan merupakan variabel bebas dalam penelitian ini. Tingkat asupan energi, protein, lemak, dan karbohidrat sebagai variabel terikat. Daya Terima makanan responden penelitian diukur menggunakan formulir visual comstock. Pola makan menggunakan formulir food record 3x24 jam. Analisis data menggunakan uji Chi Square.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara daya terima makanan dengan tingkat kecukupan energi, protein, lemak, dan karbohidrat (p=0,100; p=0,852; p=0,535; p=0,567).Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara daya terima makanan dengan tingkat kecukupan zat gizi makro.
Hubungan Status Gizi, Konsumsi Zat Gizi, dan Aktivitas Fisik dengan Gangguan Siklus Menstruasi di SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang Rhodella, Phinta; Mardiana
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v4i1.9667

Abstract

Latar Belakang: Ketidakseimbangan status gizi, konsumsi zat gizi dan aktivitas fisik akan mempengaruhi gangguan siklus menstruasi. Prevalensi remaja Indonesia usia 16-18 tahun yang tergolong sangat kurus 1,4%, tergolong kurus 6,7%, tergolong gemuk 9,5% dan tergolong obesitas 4,0%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi, konsumsi zat gizi dan aktivitas fisik dengan gangguan siklus menstruasi di SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang.Metode: Jenis penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah keseluruhan sampel yaitu 86 orang dengan metode simple random sampling. Variabel bebasnya status gizi, konsumsi zat gizi dan aktivitas fisik, variabel terikatnya siklus menstruasi. Analisis data yang digunakan yaitu Chi Square instrumen yang digunakan pengumpulan data dilakukan dengan mengisi kuesioner dan wawancara, penimbangan berat badan, dan pengukuran tinggi badan.Hasil: Penelitian menunjukkan 79% gizi, 41,9% energi baik, 25,6% protein baik 31,4% lemak baik, 29,1% karbohidrat baik, aktivitas fisik menunjukkan mayoritas responden memiliki aktivitas ringan yaitu 98,8%. Pada aspek menstruasi 90,7% tidak memiliki gangguan siklus menstruasi, dan 9,3% memiliki gangguan siklus menstruasi.Kesimpulan: Hasil uji statistik dapat disimpulkan bahwa tidak berhubungan secara signifikan.
Determinan yang Berhubungan dengan Tingkat Gejala Infeksi COVID-19 di Kabupaten Wonosobo Satya Riani, Refina; Siyam, Nur
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v4i1.9671

Abstract

Latar Belakang: Wabah penyakit COVID-19 dan penyebarannya yang cepat ke seluruh dunia menimbulkan keadaan darurat kesehatan global. Kabupaten Wonosobo menjadi kabupaten yang memiliki kasus tertinggi di Jawa Tengah dengan jumlah kasus konfirmasi 486.915 kasus dan insidence rate 1,32%. Klasifikasi gejala pada COVID-19 dibagi menjadi beberapa kategori yaitu ringan, sedang, dan berat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan determinan terhadap tingkat gejala infeksi COVID-19 di Kabupaten Wonosobo.Metode: Penelitian menggunakan jenis kuantitatif non eksperimental dengan menggunakan studi deskriptif dengan desain cross sectional. Variabel terikat dalam penelitian ini yaitu tingkat gejala infeksi COVID-19. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu umur, jenis kelamin, status kehamilan, komorbid hipertensi, komorbid DM, komorbid kanker, komorbid PPOK, komorbid penyakit kardiovaskular, komorbid obesitas, komorbid penyakit ginjal, komorbid penyakit jantung, komorbid TB Paru, dan komorbid asma. Sampel ditentukan secara non-probability sampling dengan teknik purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 398 pasien diambil pada data sekunder rekam medis. Analisis hasil menggunakan uji chi square.Hasil: Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa variabel umur (p=0,000) dan status kehamilan (p=0,001) memiliki p value <0,05 yang berarti ada hubungan yang bermakna dengan tingkat gejala COVID-19. Sebaliknya, variabel jenis kelamin (p=0,186), komorbid hipertensi (p=0,194), komorbid DM (p=0,391), komorbid kanker (p=0,159), komorbid PPOK (p=0,443), komorbid penyakit kardiovaskular (p=0,959), komorbid penyakit ginjal (p=1,000), komorbid penyakit jantung (p=0,377), komorbid TB Paru (p=0,959), dan komorbid asma (p=0,907) tidak terdapat hubungan yang bermakna dengan tingkat gejala COVID-19.Kesimpulan: Variabel yang berhubungan dengan tingkat gejala COVID-19 yaitu umur dan status kehamilan.
Analisis Zat Gizi Dan Daya Terima Produk Cookies Salak Pondoh Sebagai Upaya Pengembangan Bahan Pangan Lokal Banjarnegara Nur Aziza Rahmah, Ria; Kasmini Handayani, Woro
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v4i1.9672

Abstract

Latar Belakang: Salak (Salacca zalacca) merupakan buah tropis yang banyak tumbuh dan berkembang di Indonesia. Salak adalah sumber karbohidrat, serat makanan yang baik serta memiliki kandungan mineral dan vitamin yang melimpah. Selain itu ekstrak daging dan kulit buah salak memiliki kapasitas antioksidan yang tinggi. Dengan adanya pembuatan cookies dengan subtitusi salak, diharapkan mampu menambah variasi makanan dengan pemanfaatan pangan lokal menjadi makanan bernilai gizi tinggi. Cookies yang dikembangkan dalam penelitian ini yaitu soft cookies.Metode: Jenis penelitian ini yaitu eksperimental kuantitatif dengan rancangan penelitian Rancang Acak Lengkap (RAL). Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu formulasi soft cookies salak pondoh dengan perbandingan antara tepung salak dan tepung terigu yaitu F1 (25%:75%), F2 (50%:50%), F3 (75%:25%). Sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini yaitu uji hedonik dan juga uji proksimat. Analisis data menggunakan uji Kruskal Wallis dan uji One Way Anova.Hasil: Dengan mempertimbangkan kandungan gizi dan sifat organoleptiknya didapatkan soft cookies F1 dengan penambahan tepung salak 25% yang memilki karakteristik warna kuning pucat, aroma harum, rasa manis, dan tekstur yang lembut dan empuk. Cookies F1 per 100g mengandung energi 440,18kkal, kadar air 11,12%, kadar abu 0,73%, kadar protein 6,11%, kadar lemak 21,82%, kadar serat kasar 3,93%, serta karbohidrat 56,27%.Kesimpulan: Terdapat pengaruh formulasi tepung dalam pembuatan cookies salak pondoh terhadap daya terima dan kandungan gizi cookies.
Pengaruh Substitusi Jambu Biji Merah (Psidium Guajava L.) terhadap Kadar Vitamin C dan Mutu Organoleptik Permen Jelly Lidah Buaya (Aloevera) Khasanah, Uswah
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v4i1.9674

Abstract

Latar Belakang: Tingginya produksi permen jelly di Indonesia yaitu ± 6 miliar pack berpotensi untuk dikembangkan menjadi produk pangan bergizi. Penambahan lidah buaya dan jambu biji merah yang kaya vitamin, mineral dan senyawa aktif lainnya dapat bermanfaat meningkatkan nilai gizi permen jelly sekaligus meningkatkan mutu dan potensi sumber daya pangan lokal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kandungan gizi, kadar vitamin C, dan mutu organoleptik pada permen jelly lidah buaya yang disubstitusi jambu biji merah.Metode: Jenis penelitian eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah formulasi lidah buaya dan jambu biji merah (F0) 58,5%:0%, (F1) 40,9%:17,5%, (F2) 29,2%:29,2%, (F3) 17,5%:40,9%. Variabel terikatnya yaitu kadar air, kadar abu, gula reduksi, sukrosa, kadar vitamin C dengan pengujian di laboratorium dan hasil data dianalisis secara deskriptif, serta uji mutu organoleptik oleh 30 panelis dengan hasil dianalisis uji Kruskal Wallis dilanjutkan uji Mann-Whitney untuk mengetahui perbedaan tiap variabel.Hasil: Formulasi permen jelly terpilih yaitu F3 yang memiliki kadar air 60,70 gram, kadar abu 0,40 gram, gula reduksi 15,87 gram, sukrosa 3,97, kadar vitamin C 0,12 gram. Kesimpulan: Terdapat perbedaan pada kandungan gizi, kadar vitamin C, serta mutu organoleptik pada permen jelly lidah buaya yang disubstitusi jambu biji merah.
Determinan Pemberian MP-ASI Dini di Wilayah Kerja Puskesmas Bringin Fatma, Adelia; Farida, Eko
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v4i2.9679

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan data Profil Kesehatan Indonesia 2019, cakupan ASI eksklusif di Indonesia tahun 2019 sebesar 67,74%. Cakupan ASI eksklusif di Kabupaten Semarang tahun 2020 sebesar 56,7% dengan persentase terendah sebesar 22,6% yaitu Puskesmas Bringin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui determinan pemberian MP-ASI dini di wilayah kerja Puskesmas Bringin, Kab. Semarang.Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan case control. Jumlah sampel 40 kasus dan 40 kontrol menggunakan teknik cluster sampling dan purposive sampling. Variabel bebas terdiri dari usia ibu, paritas, pengetahuan, pendidikan, sosial ekonomi, mitos, kelancaran produksi ASI, dan pekerjaan ibu. Variabel terikat yaitu pemberian MP-ASI dini. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner terstruktur. Data dianalisis menggunakan uji chi square atau uji fisher dan uji regresi logistik.Hasil: Hasil uji statistik menunjukkan usia ibu (p=0,002), pengetahuan (p=0,006), pendidikan (p=0,000), mitos (p=0,029), kelancaran produksi ASI (p=0,001), pekerjaan ibu (p=0,002), paritas (p=0,237), dan sosial ekonomi (p=0,805). Variabel yang paling berpengaruh adalah kelancaran produksi ASI (p=0,001).Kesimpulan: Terdapat hubungan antara usia ibu, pengetahuan, pendidikan, mitos, kelancaran produksi ASI, dan pekerjaan ibu dengan pemberian MP-ASI dini. Tidak terdapat hubungan antara paritas dan sosial ekonomi dengan pemberian MP-ASI dini. Kelancaran produksi ASI merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap pemberian MP-ASI dini.
Pengaruh Sport Energy Gel Biji Chia (Salvia hispanica, L.) terhadap Kekuatan Otot Tungkai dan Kekuatan Otot Tangan Atlet Voli Samsu Dukha, Akhmad; Budiono, Irwan
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v4i2.9684

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan studi pendaluhuan pada atlet voli dari 15 atlet voli (60%) nilai kekuatan otot tungkai 117,15 kg kekuatan otot tangan kanan dan kiri 32 kg dan 20 kg yang masih di bawah rerata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian sport energy gel biji chia (Salvia hispanica, L.) terhadap kekuatan otot tungkai dan tangan atlet voli.Metode: Penelitian ini merupakan quasi eksperimental dengan menggunakan pre post test control group design with same subject. Sampel menggunakan atlet bola voli BPPLOP Jawa Tengah sebesar 26 atlet yang seluruhnya dijadikan kelompok kontrol dan kelompok perlakuan masing-masing diberikan 300 ml. Pengukuran pada kekuatan otot tungkai dan tangan menggunakan alat back & leg dynamometer dan handgrip.Hasil: Hasil menunjukkan pemberian sport energy gel biji chia terhadap kekuatan otot tungkai 140,15 kg kekuatan otot tangan kanan dan kiri 44,53 kg dan 32,42 kg terdapat pengaruh yang signifikan (p<0,05). Tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p>0,05) pada perlakuan sport energy gel biji chia dengan tambahan fruktosa dan maltodekstrin terhadap kekuatan otot tungkai dan kekuatan otot tangan.Kesimpulan: Pemberian sport energy gel biji chia memiliki pengaruh terhadap nilai kekuatan otot tungkai dan tangan atlet voli. Sedangkan perbandingan perlakuan sport energy gel dengan tambahan maltodekstrin dan fruktosa tidak menunjukkan ada perbedaan yang signifikan.
Pengaruh Penambahan Tepung Ikan Gabus (Channa Striatus) terhadap Sifat Kimia dan Organoleptik Kwetiau Beras Nurul Mulyana, Aprilia; Farida, Eko
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v4i2.9686

Abstract

Latar Belakang: Indonesia menjadi negara kedua dengan pengonsumsi mi instan terbanyak dunia yaitu 12.6 miliar per tahun sehingga pengembangan produk berbasis mi sebagai makanan bergizi berpotensi untuk dilakukan. Salah satunya produk kwetiau dengan bahan utama beras. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung ikan gabus pada pembuatan kwetiau beras terhadap sifat kimia dan organoleptik kwetiau beras.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan empat taraf perlakuan, yaitu tanpa penambahan ikan gabus (K0), penambahan ikan gabus 5% (K1), 10% (K2), dan 15% (K3). Data hasil penelitian dianalisis dengan Anova One Way, dilanjutkan dengan uji Duncan. Untuk uji organoleptik dianalisis menggunakan uji Kruskall Wallis.Hasil: Hasil pengamatan berdasarkan perlakuan yang diberikan penambahan tepung ikan gabus, maka yang terbaik perlakuan K1 yaitu penambahan tepung ikan gabus 5% dapat meningkatkan kadar protein (10,44%) serta memiliki daya cerna protein 46,63%. Kesimpulan: Terdapat pengaruh penambahan tepung ikan gabus terhadap sifat kimia (kadar air, protein, lemak, karbohidrat, abu, dan daya cerna protein) dan sifat organoleptik rasa, tekstur, dan aroma pada kwetiau.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Koping Strategi Pangan pada Keluarga Miskin Perkotaan Tahun 2022 Indah Sari, Citra; Budiono, Irwan
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v4i2.9687

Abstract

Latar Belakang: Kemiskinan sebagai salah satu hambatan atau permasalahan dalam pembangunan manusia. Kemiskinan dan gizi buruk berkaitan dengan erat. Koping strategi pangan menjadi solusi jangka pendek untuk mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan koping strategi pangan.Metode: Jenis penelitian yang digunakan yaitu observasional analitik dengan metode pendekatan cross sectional. Uji hipotesis yang digunakan ialah uji chi-square. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 78 responden dengan kriteria inklusi yaitu ibu yang memiliki balita usia 0-5 tahun dan minimal tinggal selama ± 6 bulan.Hasil: Berdasarkan hasil analisis terdapat adanya hubungan antara tingkat pendidikan ibu (p = 0,0001), tingkat pendidikan ayah (p = 0,0001), jenis pekerjaan (p = 0,0001), pendapatan rumah tangga (p = 0,0001), pengeluaran rumah tangga (p = 0,0001), besar keluarga (p = 0,0001), bantuan pemerintah (p = 0,010), dan perilaku ibu terhadap pantau tumbuh kembang balita (p = 0,0001) dengan tingkat koping strategi pangan.Kesimpulan: Adanya hubungan yang signifikan antara koping strategi pangan dengan tingkat pendidikan ibu dan ayah, jenis pekerjaan, pendapatan rumah tangga, pengeluaran rumah tangga, besar keluarga, bantuan pemerintah dan perilaku ibu terhadap pantau tumbuh kembang balita, serta untuk variabel usia ibu tidak ada hubungan yang signifikan.
Akses Pangan Rumah Tangga dan Pola Asuh Gizi terhadap Kejadian Stunting pada Anak Usia 24-59 Bulan di Masa Pandemi COVID-19 Karima Sekar Niesa, Gadis; Mardiana
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v4i2.9689

Abstract

Latar Belakang: Hasil data pada tahun 2021 menunjukkan prevalensi stunting pada balita di Indonesia secara nasional yaitu 24,4%. Diketahui prevalensi balita stunting di Kota Semarang pada tahun 2021 adalah 21,3%. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui hubungan akses pangan rumah tangga dan pola asuh gizi terhadap kejadian stunting anak usia 24-59 bulan di masa pandemi COVID-19.Metode: Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian ini seluruh anak usia 24-59 bulan yang berada di wilayah kerja Puskesmas Kedungmundu Kota Semarang. Sampel penelitian sebesar 88 dengan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji chi-square.Hasil: Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara akses pangan rumah tangga (p=0,001) dan pola asuh gizi (p=0,027) dengan kejadian stunting. Akses pangan rumah tangga yang mempunyai hubungan yaitu akses ekonomi (p=0,001) dan akses sosial (p=0,010), akses fisik (p=0,107) tidak berhubungan dengan kejadian stunting. Pola asuh gizi yang mempunyai hubungan yaitu kebiasaan pemberian makan (p=0,002) dan kebiasaan pengasuhan (p=0,003), kebiasaan mendapatkan pelayanan kesehatan (p=141) tidak berhubungan dengan kejadian stunting.Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara akses pangan rumah tangga dan pola asuh gizi terhadap kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan di masa pandemi COVID-19.