cover
Contact Name
-
Contact Email
ijphn@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ijphn@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunungpati, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition
ISSN : 27984265     EISSN : 27769968     DOI : https://doi.org/10.15294/ijphn
Core Subject : Health,
IJPHN published 3 numbers in 1 volume. Published in March, July and November. IJPHN is published by the Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang in collaboration with the Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Pusat.
Articles 64 Documents
Pengembangan Makanan Tambahan (PMT) Penyuluhan dari Ikan Nila (Oreochromis niloticus) dan Mocaf (Modified Cassava Flour) sebagai Camilan Alternatif Upaya Perbaikan Status Gizi Balita Salma Azhaar Firdaus, Jihan; Woro Kasmini Handayani, Oktia
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v4i2.9692

Abstract

Latar Belakang: Bahan pangan lokal dapat dimanfaatkan sebagai pembuatan PMT seperti ikan nila dan singkong. Penelitian ini bertujuan mengembangkan menu formula PMT-Penyuluhan dari ikan nila (Oreochromis niloticus) dan tepung mocaf (Modified cassava flour) sebagai menu camilan alternatif upaya perbaikan status gizi balita.Metode: jenis penelitian ini eksperimental dengan desain RAL dua faktor. Panelis dalam penelitian ini 30 ibu-ibu balita Posyandu Demangan dengan variabel bebas formulasi tepung ikan nila dan mocaf, serta variabel terikat energi, protein, lemak, dan daya terima biskuit PMT-Penyuluhan. Instrumen penelitian ini yaitu kuesioner uji hedonik dan pengambilan data dengan uji laboratorium. Analisis data kandungan gizi menggunakan One Way Anova, sedangkan daya terima biskuit menggunakan Kruskall-Wallis.Hasil: Rata-rata energi, protein, dan lemak kandungan gizi per 40 g yaitu 185,185 kkal/40 g, 7,61 g/40 g dan 4,72 g/40 g. Biskuit PMT-Penyuluhan yang direkomendasikan adalah biskuit F1. Hasil analisis diperoleh bahwa terdapat perbedaan kandungan gizi yang nyata pada seluruh formulasi biskuit PMT-Penyuluhan. Namun, tidak terdapat perbedaan yang nyata pada daya terima seluruh formulasi.Kesimpulan: Energi dan lemak biskuit PMT-Penyuluhan memenuhi standar dari Kemenkes, tetapi seluruh formulasi proteinnya lebih tinggi. Biskuit PMT-Penyuluhan yang paling disukai dan direkomendasikan yaitu biskuit F1 (15% tepung ikan nila dan 15% mocaf).
Pengaruh Ekstrak Bunga Sepatu (Hibiscus Rosa – Sinensis L. ) terhadap Kadar Asam Urat Tikus Putih Galur Wistar Desmarta, Kesya; Farida, Eko
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v4i2.9694

Abstract

Latar Belakang: Asam urat atau gout arthritis memiliki prevalensi sebesar 11,9% di Indonesia. Bunga sepatu adalah salah satu tanaman yang mengandung pigmen antosianin, flavonoid, dan saponin berpotensi menghambat pembentukan asam urat dengan menghalangi aksi xantin oksidase, yang mengubah purin menjadi asam urat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak bunga sepatu (Hibiscus rosa – sinensis L.) terhadap kadar asam urat tikus putih galur wistar.Metode: Jenis penelitian eksperimental dengan rancangan post test only control group. Sebanyak 15 ekor tikus dibagi 3 kelompok yaitu K – (kontrol negatif atau normal), K+ (kontrol positif diberikan jus hati ayam 2 ml/kgBB), dan P1 (Diberikan jus hati ayam 2 ml/kgBB dan ekstrak bunga sepatu (Hibiscus rosa sinensis L.) 250 mg/kgBB). Tikus diberikan hati ayam 2 ml/kgBB untuk menginduksi asam urat. Pemeriksaan kadar asam urat dilakukan pada hari ke- 22 menggunakan cobas c111 dengan metode uricase – PA. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik parametrik. Untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan, data dianalisis menggunakan uji one way annova.Hasil: Pemberian ekstrak bunga sepatu selama 14 hari tidak berpengaruh terhadap kadar asam urat pada 3 kelompok (p = 0,594). Kadar asam urat kelompok K – (1,10 ± 1,78 mg/dl); kelompok K+ (1,17 ± 1,51 mg/dl); dan kelompok P1 (0,92 ± 1,34 mg/dl).
Kejadian Stunting pada Balita Usia 25-59 Bulan Devi Saputri, Puput; Desy Putriningtyas, Natalia
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v4i2.9707

Abstract

Latar Belakang: Tahun 2022, Desa Karangsari masuk dalam salah satu dari 10 desa/kelurahan lokus stunting dengan 121 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 25-59 bulan di Desa Karangsari, Kecamatan Adipala.Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif analitik observasional dengan desain case control. Sampel dalam penelitian sebanyak 48 responden untuk masing-masing kelompok kasus dan kontrol menggunakan metode simple random sampling. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-square yang apabila syarat tidak terpenuhi menggunakan uji Fisher. Analisis multivariat menggunakan uji Regresi Logistik.Hasil: Berdasarkan hasil analisis bivariat terdapat hubungan yang bermakna antara pendidikan ibu (p=0,006), tinggi badan ibu (p=0,037), riwayat pemberian ASI eksklusif (p=0,033), asupan energi (0,001), dan asupan protein (p=0,002) dengan kejadian stunting pada balita. Berdasarkan analisis multivariat, asupan protein merupakan faktor yang paling berpengaruh.Kesimpulan: Pendidikan dan tinggi badan ibu, riwayat pemberian ASI eksklusif, serta asupan energi dan protein berhubungan dengan kejadian stunting pada balita.
Evaluasi Pelayanan Antenatal Care di Puskesmas pada Masa Pandemi Covid-19 Kamillia Insani, Raudya; Budiono, Irwan
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v4i2.9709

Abstract

Latar Belakang: Pandemi Covid-19 telah membatasi pelayanan kesehatan ibu. Puskesmas Bantarkawung termasuk dalam wilayah yang terdampak Covid-19. Diperoleh data sebanyak 5 kasus kematian ibu dengan salah satunya disebabkan oleh Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelayanan antenatal di Puskesmas Bantarkawung selama pandemi Covid-19.Metode: Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif. Fokus penelitian ini yaitu pelayanan antenatal care yang dievaluasi dengan komponen input, proses, dan output. Informan berjumlah 10 orang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen pada penelitian ini adalah pedoman wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi.Hasil: Hasil evaluasi input menunjukkan bahwa lima orang bidan sudah mengikuti pelatihan, sarana dan prasarana lengkap tetapi tidak ada USG, sumber dana didapat dari BOK dan BLUD, serta kebijakan dan SOP mengacu pada standar pelayanan kebidanan. Evaluasi proses memperlihatkan bahwa pelaksanaan kesepuluh komponen standar ANC 10T belum sesuai dengan prosedur serta tidak memiliki tenaga dokter. Evaluasi output menunjukkan cakupan K1 sebanyak 100%, K4 sebesar 84,2%, imunisasi Td2+ sebesar 14,5%, dan tablet tambah darah (Fe) sebesar 85,2%.Kesimpulan: Komponen input sumber daya manusia, sarana dan prasarana, sumber dana, serta kebijakan SOP sudah sesuai standar. Ada pun proses pelayanan antenatal care belum sesuai standar 10T. Untuk output cakupan K1 dan K4, imunisasi Tetanus Toxoid, dan pemberian tablet tambah darah (Fe) belum mencapai target.
Perilaku Positive Deviance Gizi: Studi Kasus pada Keluarga Miskin Perkotaan Alfitrian, Sipa; Budiono, Irwan
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v4i2.9711

Abstract

Latar Belakang: Kemiskinan menjadi salah satu akar permasalahan stunting, tetapi hal menarik justru ditemukan balita dengan status gizi baik di Gunung Brintik di mana wilayah tersebut merupakan wilayah miskin perkotaan. Hal tersebut merupakan bentuk positive deviance yang berhasil diterapkan oleh ibu balita.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Subyek dalam penelitian yaitu keluarga miskin yang mempunyai balita tidak stunting di Gunung Brintik, ditentukan dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria kasus. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner, alat bantu, dan dokumentasi. Analisis data kualitatif digunakan berdasarkan data yang telah diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap informan.Hasil: Informan utama mampu menyediakan dan mengatur makanan yang bergizi kepada balita dengan memilih makanan sumber gizi dengan harga terjangkau dan juga memanfaatkan bantuan. Informan utama dan ayah balita sadar bahwa dalam tumbuh kembang balita dibutuhkan kehadiran keluarga sehingga memungkinkan terjadinya interaksi yang baik. Keluarga juga selalu memperhatikan kebersihan diri, rumah, dan lingkungan sebagai sumber daya dalam mendukung status gizi. Memanfaatkan secara maksimal pelayanan kesehatan balita sehingga mendukung status gizi balita.Kesimpulan: Karakteristik keluarga dan sumber daya yang ada di Gunung Brintik seperti tenaga kesehatan dan bantuan pemerintah atau swasta, menjadikan informan utama memaksimalkan pemanfaatan akses yang ada dalam mendukung status gizi balita.
Formulasi Snack Bar Berbahan Dasar Tepung Kedelai (Glycine max L.) dan Tepung Labu Kuning (Cucurbita moschata Durch) Sebagai Makanan Alternatif Sumber Energi Maulida Majid, Syahrina; Farida, Eko
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v4i2.9713

Abstract

Latar Belakang: Gizi kurang merupakan penyebab tingginya angka kematian pada dewasa, salah satunya dipengaruhi perilaku konsumsi selingan yang minim zat gizi. Padahal pemenuhan kebutuhan gizi untuk permasalahan gizi kurang sebenarnya dapat didukung dengan mengonsumsi selingan. Tujuan dari penelitian ini adalah memformulasikan snack bar tinggi energi yang dapat diterima oleh masyarakat dengan memanfaatkan potensi gizi kedelai dan labu kuning.Metode: Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Variabel bebas dalam penelitian adalah formulasi snack bar dan variabel terikat meliputi kandungan gizi dan daya terima snack bar. Sampel snack bar terdiri dari tiga formulasi dengan perbandingan tepung kedelai dan tepung labu kuning 75%:25%, 50%:50%, dan 25%:75%. Analisis uji kandungan gizi meliputi kadar abu, air, protein, lemak, karbohidrat, dan energi menggunakan One-Way ANOVA. Analisis uji daya terima warna, aroma, rasa, tekstur, dan keseluruhan dilakukan dengan Mann-Whitney.Hasil: Produk snack bar dengan kandungan energi paling tinggi adalah F3 yang yang mengandung kadar abu 2,53%, kadar air 30,62%, protein 14,45%, lemak total 17,09%, karbohidrat 35,30%, dan energi total 352,83 kkal/100 gram. Hasil uji daya terima warna paling disukai adalah F3, parameter aroma F1, serta aspek rasa dan tekstur F3.Kesimpulan: Terdapat perbedaan pada keseluruhan kandungan gizi, daya terima warna, dan daya terima keseluruhan kenampakan produk.
Analisis Kandungan Gizi dan Daya Terima Nugget Ikan Tenggiri (Scomberomurus Commerson) dengan Substitusi Tepung Jagung (Zea Mays L) Meidia, Syifa
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v4i2.9716

Abstract

Latar Belakang: Ikan tenggiri (Scomberomurus Commerson) merupakan ikan air laut yang tinggi akan protein. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung jagung terhadap kandungan zat gizi dan daya terima sasaran.Metode: Jensi penelitian ini yaitu eksperimental dengan desain rancangan acak lengkap (RAL) dengan variasi persentase tepung jagung (n=3) F1=10%, F2=20%, dan F3=30%. Pengukuran kadar air dengan metode gravimetri, kadar abu dengan metode pengabuan kering (furnace), protein dengan metode Kjedahl, karbohidrat dengan metode by difference, dan lemak dengan metode soxhlet. Daya terima menggunakan uji hedonik yang melibatkan panelis tidak terlatih 40 siswi SMA Negeri 1 Ketapang. Analisis statistik data menggunakan uji Krusskal Wallis (α<0,05), dan uji lanjut Mann Whitney.Hasil: Hasil rata-rata kandungan gizi per 100 gram nugget ikan tenggiri terpilih (F1) mengandung protein sebanyak 5,54%, lemak 0,95%, karbohidrat 33,29%, kadar abu 1,87%, dan kadar air 58,35%. Daya terima panelis terhadap rasa, aroma, warna, dan tekstur nugget hanya satu formulasi (F1) yang termasuk dalam kriteria yang disukai. Kesimpulan: Rata-rata kandungan gizi pada nugget formulasi F1 per 100 gram yaitu air 58,35%, abu 1,87%, protein 5,54%, lemak 0,95%, dan karbohidrat 33,29%. Formulasi nugget yang paling disukai oleh panelis yaitu formulasi F1 dengan penambahan tepung jagung sebesar 10%.
Status Gizi, Asupan Zat Gizi, dan Stres dengan Gangguan Siklus Menstruasi pada Remaja Vegetarian Vidira Sukma Jeni, Vicky; Budiono, Irwan
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v4i2.9718

Abstract

Latar Belakang: Riskesdas tahun 2010 menyebutkan sebanyak 13,7% wanita Indonesia mengalami gangguan siklus menstruasi, di Jawa Tengah prevalensinya 13,1% yang terjadi paling banyak pada usia remaja. Wanita vegetarian disebut mengalami peningkatan frekuensi gangguan siklus menstruasi 26,5% lebih besar dari wanita non-vegetarian. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan status gizi, asupan zat gizi, dan stres dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja vegetarian.Metode: Jenis penelitian ini yaitu observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Besar sampel yang ditetapkan sebanyak 59 remaja putri vegetarian anggota Indonesia Vegetarian Society (IVS) Regional Semarang usia 15-24 tahun dengan teknik pengambilan sampel yaitu teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner, timbangan digital, microtoise, dan buku foto bahan makanan. Analisis bivariat dilakukan dengan menggunakan uji statistik chi-square dan uji fisher.Hasil: Ditemukan sebanyak 37,28% remaja vegetarian mengalami gangguan siklus menstruasi. Ada hubungan yang signifikan antara status gizi (p= 0,004), asupan lemak (p= 0,01), dan asupan zat besi (p= 0,002) dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja vegetarian. Namun, tidak ada hubungan antara asupan protein (p= 0,809) dan stres (p= 0,087) dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja vegetarian.Kesimpulan: Status gizi, asupan lemak, dan asupan zat besi berhubungan dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja vegetarian.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Kerja pada Pekerja di BPBD Kota Semarang Mona Indriany Korwa, Viona; Widowati, Evi
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v4i2.9720

Abstract

Latar Belakang: Pekerja Pusdalops BPBD Kota Semarang memiliki keluhan kategori kelelahan fisik seperti nyeri punggung dan bahu, sering merasa haus. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan, tiga pekerja mengalami tingkat kelelahan lelah dan tiga pekerja lainnya mengalami sangat lelah. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis faktor-faktor (umur, masa kerja, jenis kelamin, dan shift kerja) yang berhubungan terhadap kelelahan kerja.Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 36 pekerja. Variabel penelitian ini yaitu usia, masa kerja, jenis kelamin, dan shift kerja dengan pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengukuran kelelahan kerja subjektif menggunakan kuesioner alat ukur perasaan kelelahan kerja (KAUPK2). Data bivariat dianalisis menggunakan uji chi square dan apabila tidak memenuhi syarat dilakukan uji fisher atau uji kolmogorov-smirnov.Hasil: dari penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara usia dan kelelahan kerja (p = 0,000). Selain itu, tidak ada hubungan antara masa kerja (p = 0,492), jenis kelamin (p = 1,000), dan shift kerja (p = 1,000) terhadap kelelahan kerja.Kesimpulan: Ada hubungan usia dan kelelahan kerja, tidak terdapat hubungan terhadap masa kerja, jenis kelamin, shift kerja dan kelelahan kerja pada pekerja Pusdalops BPBD Kota Semarang.
Cookies Ubi Jalar Ungu (Ipomoea Batatas L. Poir) sebagai Jajanan Pangan Lokal untuk Anak Usia Sekolah Wulandari, Yunita; Woro Kasmini Handayani, Oktia
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v4i2.9721

Abstract

Latar Belakang: Ubi jalar ungu (Ipomoea Batatas L. Poir) merupakan salah satu jenis ubi jalar yang memiliki kandungan karbohidrat dan komposisi gizi yang baik bagi tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan formulasi cookies ubi jalar ungu terhadap kandungan gizi dan daya terima cookies sebagai jajanan untuk anak usia sekolah.Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental design rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga formulasi dengan perbandingan antara puree ubi jalar ungu dengan tepung terigu yaitu F1 (30:70), F2 (50:50), dan F3 (70:30). Analisis kandungan gizi meliputi kadar air, kadar abu, protein, lemak, serat kasar, karbohidrat, dan energi menggunakan One Way ANOVA. Analisis uji daya terima meliputi warna, aroma, rasa, dan tekstur yang diukur menggunakan skala hedonik dan dianalisis menggunakan Mann-Whitney.Hasil: Hasil rata-rata kandungan gizi per 100 gram cookies ubi jalar ungu yang tertinggi yaitu F2 yang mengandung kadar air 9,12%, kadar abu 1,744%, protein 10,56 gram, lemak 12,645 gram, serat kasar 2,947%, karbohidrat 60,78 gram, dan energi 463,008 kkal. Hasil uji yang daya terimanya paling baik dari rata-rata parameter warna, aroma, rasa, dan tekstur yaitu F3.Kesimpulan: Terdapat perbedaan kandungan gizi secara keseluruhan serta pada daya terima pada parameter warna, tekstur, dan rasa pada cookies ubi jalar ungu.