cover
Contact Name
-
Contact Email
ijphn@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ijphn@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunungpati, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition
ISSN : 27984265     EISSN : 27769968     DOI : https://doi.org/10.15294/ijphn
Core Subject : Health,
IJPHN published 3 numbers in 1 volume. Published in March, July and November. IJPHN is published by the Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang in collaboration with the Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Pusat.
Articles 64 Documents
Dampak Regulasi K3 Terhadap Produktivitas dan Kesejahteraan Pekerja Lydia Afifah Kamilya Hartoyo; Yolanda Oktaria
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v5i1.28891

Abstract

 Latar Belakang: Penerapan regulasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) tidak hanya kewajiban yang perlu dipenuhi oleh perusahaan, tetapi juga strategi manajemen penting untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan pekerja. Namun, implementasi K3 di berbagai sektor industri masih menghadapi tantangan. Padahal, studi menunjukkan semakin peduli suatu perusahaan pada K3 maka semakin tinggi pula loyalitas, tingkat kesehatan, dan efisiensi pekerjanya. Literature review ini bertujuan untuk menganalisis dampak regulasi K3 terhadap produktivitas dan kesejahteraan pekerja. Metode: Metode yang digunakan adalah tinjauan sistematis mengikuti protokol PRISMA. Literatur ditelusuri secara sistematis melalui Google Scholar dan PubMed menggunakan kata kunci relevan, menghasilkan identifikasi 20 artikel yang memenuhi kriteria inklusi yang telah ditentukan sebelumnya. Kriteria inklusi meliputi penelitian berbahasa Indonesia atau Inggris serta merupakan penelitian lengkap. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan regulasi K3 secara signifikan berkontribusi pada penurunan angka kecelakaan kerja, yang selanjutnya meningkatkan waktu kerja produktif. Penerapan K3 juga berdampak positif pada kesejahteraan pekerja, termasuk peningkatan kepuasan kerja, pengurangan stres, dan keseimbangan kerja-hidup yang lebih baik. Kesimpulan: Regulasi K3 bukan hanya memenuhi kewajiban hukum, tetapi juga merupakan investasi strategis untuk meningkatkan efisiensi operasional dan kesejahteraan pekerja. Oleh karena itu, perusahaan disarankan untuk terus berkomitmen dalam menerapkan dan meningkatkan regulasi K3 sebagai bagian integral dari manajemen sumber daya manusia dan strategi bisnis.
Hubungan  Faktor  Maternal  Ibu  dengan  Kejadian  Stunting  pada Balita Usia 24-59 Bulan di Kabupaten Grobogan Lala, Salsabila Kinaya Pranindita; Yuniastuti, Ari; Rahayu, Sri Ratna
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v5i1.28999

Abstract

 Latar Belakang: Stunting adalah kondisi terhambatnya pertumbuhan pada balita, dimana panjang atau tinggi badan menurut usia berada di bawah –2 Standar Deviasi (SD) pada kurva WHO Hasil Sensus Status Gizi Indonesia (SSGI) dari penimbangan massal pada Februari dan Agustus 2023 mencatat prevalensi stunting sebesar 7,58 %, meningkat signifikan sebesar 4,17 % dibandingkan tahun 2022. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain case control. Populasi penelitian ini adalah seluruh balita usia 24–59 bulan yang terdaftar di Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan tahun 2024, dengan sampel minimal 45 balita pada kelompok kasus dan 45  balita pada kelompok kontrol. Variabel dalam penelitian ini antara lain usia ibu, status gizi ibu saat hamil, riwayat anemia ibu saat hamil, dan pendidikan ibu. Analisis univariat digunakan untuk menampilkan distribusi data dasar, sedangkan analisis bivariat menggunakan uji chi square. Hasil: Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan signifikan antara status gizi ibu saat hamil (p=0,006), anemia ibu saat hamil (p=0,010), usia ibu (0,010) dan pendidikan ibu saat hamil (p=0,003) dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di Kabupaten Grobogan. Kesimpulan: Studi ini menemukan bahwa faktor-faktor maternal seperti gizi buruk, anemia selama kehamilan, usia ibu yang berisiko, dan tingkat pendidikan yang rendah secara signifikan terkait dengan stunting pada anak-anak berusia 24–59 bulan di Kabupaten Grobogan.
Hubungan   BMI   terhadap   Penilaian  Osteoarthritis   Genu    Berdasarkan    Kriteria Kellgren–Lawrence Di RSU Nurussyifa Kudus dan RS Mitra Bangsa Pati Khodlil Mubarok, Nala; Muzaqi , Lutfi
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v5i1.29144

Abstract

 Latar Belakang: Osteoartritis menimbulkan nyeri dan ketidakmampuan pada pasien, mengganggu kegiatan sehari-hari, serta berdampak serius pada aspek sosial ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk hubungan BMI terhadap penilaian osteoarthritis genu berdasarkan kriteria Kellgren–Lawrence. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian Cohort retrospektif dengan pendekatan yang menggabungkan unsur kualitatif dan kuantitatif dalam analisis data, dilakukan di RSU Nurussyifa Kudus dan RS Mitra Bangsa Pati dengan rentang sampel Mei- Juli 2025. Subjek penelitian adalah 72 pasien dengan osteoarthritis di poli rawat jalan Orthopaedi dan Interna yang dirawat di RSU Nurussyifa Kudus dan RS Mitra Bangsa Pati dengan Teknik pengambilan sample menggunakan metode purposive sampling dengan data primer meliputi usia, jenis kelamin, berat badan, tinggi badan, hasil X-Ray, dan terapi. Pasien yang tidak memberikan izin untuk diambil sebagai sampel penelitian dikecualikan dari penelitian. Variabel penelitian meliputi BMI dan osteoarthritis genu berdasarkan kriteria Kellgren–Lawrence. Instrumen penelitian yang digunakan adalah melalui observasi dan studi kasus dengan pengambilan data dari rekam medis dan wawancara dengan hasil data yang berisi umur, jenis kelamin, kriteria VAS, kategori BMI dan penilaian osteoarthritis genu berdasarkan kriteria Kellgren–Lawrence. Data dikumpulkan melalui rekam medis dan wawancara. Data yang sudah terkumpul akan dianalisis secara univariat menggunakan uji fisher. Hasil: Di antara 72 subjek, sebanyak 51 subjek (70.8 %) perempuan, dan 21 subjek (29.2 %) laki-laki dengan rentang umur terbanyak 55 – 64 tahun sebanyak 35 subjek (48.6 %), BMI paling banyak dengan obesitas 1 sejumlah 36 subjek (50.0 %),  kriteria VAS paling banyak dengan nyeri sedang 36 subjek (50 %) dan 40 subjek (55.6 %) dengan dengan penilaian osteoarthritis genu berdasarkan kriteria Kellgren-Lawrence. Uji fisher menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna antara BMI dengan penilaian osteoarthritis genu dengan nilai p 0.698 (p>0,05). Kesimpulan: Penelitian ini tidak ada hubungan antara BMI dengan penilaian osteoartritis genu berdasarkan kriteria Kellgren–Lawrence di RSU Nurussyifa Kudus dan RS Mitra Bangsa Pati.
Studi  Risiko  Pajanan  Insektisida  Melalui  Kulit pada  Aktivitas  Penyemprotan oleh Petani Padi Irfani Kurniawan; Muzaqi, Lutfi; Qolby, Qonita Nur; Perdana, Moudy Putri
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v5i1.29208

Abstract

 Latar Belakang: Pajanan pestisida melalui kulit merupakan risiko utama bagi petani padi selama aktivitas penyemprotan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pajanan dermal pestisida serta mengidentifikasi faktor-faktor risiko utama dalam proses penyemprotan. Metode: Penelitian ini merupakan studi semi-kuantitatif dengan pendekatan DREAM (Dermal Risk Exposure Assessment Method), dilakukan pada petani padi di Desa Tegalwulung, Brebes pada bulan Mei 2025. Subjek penelitian dipilih melalui teknik purposive sampling dan data dikumpulkan melalui observasi serta kuesioner terstruktur. Variabel meliputi praktik penyemprotan, usia, lama kerja, serta efektivitas APD. Data dianalisis menggunakan tools DREAM. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa tangan merupakan bagian tubuh paling tinggi terpapar dengan nilai Skin-A sebesar 364,5 saat penyemprotan. Aktivitas penyemprotan memiliki total nilai pajanan tertinggi (SkinW-ATask = 110,32), termasuk dalam kategori high exposure. Sebaliknya, aktivitas menuang dan mencampur pestisida hanya menunjukkan pajanan sangat rendah (SkinW-ATask = 2,97). Kesimpulan: Aktivitas penyemprotan pestisida merupakan tahapan kerja dengan risiko pajanan dermal paling tinggi bagi petani padi, terutama pada bagian tangan dan lengan bawah. Hasil DREAM model menunjukkan nilai total SkinW ATask sebesar 110,32 yang tergolong dalam kategori high exposure
Meningkatkan Kesehatan Mental Remaja Melalui PIK-R Supiana, Nia; Rizqulloh, Lutfiyah; Syaifudin, Achmad; Wulandari, RR. Catur Leny
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v5i2.23022

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan mental remaja menjadi isu krusial dengan prevalensi tertinggi pada usia 17-18 tahun. Kota Semarang, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Semarang tahun 2023, terdapat sekitar 8,5% remaja usia sekolah yang mengalami gangguan mental emosional. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun 2020 yang hanya 6,7%. Penelitian ini bertujuan merekomendasikan intervensi untuk meningkatkan kesehatan mental remaja di Kota Semarang. Metode: Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan total sampling pada 258 siswa SMA Islam Sultan Agung 3 Semarang. Instrumen yang digunakan adalah Self Reporting Questionnaire (SRQ) dari WHO untuk skrining gangguan kejiwaan. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil: Usia 16-18 tahun merupakan fase kritis perkembangan remaja. Remaja perempuan menunjukkan gejala gangguan mental emosional lebih tinggi (61,2%) dibandingkan laki-laki. Gejala tersering adalah kelelahan sepanjang waktu (90,5%), diikuti kesulitan pengambilan keputusan (70,7%) dan sakit kepala (68,1%). Kesimpulan: Tingginya prevalensi gangguan mental, terutama pada remaja perempuan, menunjukkan perlunya intervensi berbasis sekolah. Pendirian Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) di SMA Islam Sultan Agung 3 Semarang, bekerja sama dengan BKKBN, direkomendasikan sebagai langkah strategis untuk mengatasi masalah kesehatan mental siswa.
Pengaruh Faktor Individu, Sosial, Ekonomi dan Lingkungan terhadap Pemilihan Makanan Sehat pada Siswa SMA N 1 Polokarto, Sukoharjo Palupi, Fitria Hayu; Sulistyorini , Etik; Handayani , Sri; Ropitasari
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v5i2.23234

Abstract

Latar Belakang: Pemilihan makanan sehat pada remaja dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berinteraksi, seperti faktor individu, sosial, ekonomi, dan lingkungan. Remaja cenderung mengikuti tren dan pengaruh teman sebaya dalam menentukan pola makan, sehingga pemahaman mendalam terhadap faktor-faktor yang memengaruhi pemilihan makanan sehat sangat penting, khususnya pada masa transisi menuju kedewasaan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh faktor individu, sosial, ekonomi, dan lingkungan terhadap pemilihan makanan sehat di kalangan siswa SMA N 1 Polokarto. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional, populasi seluruh siswa di SMA N 1 Polokarto sejumlah 500 siswa, sampel dengan aksidental sampling 78 siswa dengan kriteria inklusi siswa aktif kelas X,XI,XII dan bersedia mengisi kuesioner, berusia 14-19 tahun, sedangkan kriteria eksklusi adalah tidak bersedia menjadi responden, mengisi kuesioner secara tidak lengkap dengan uji statistik regresi linear ganda. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner terstruktur berdasarkan variabel independen faktor individu, faktor sosial, faktor ekonomi, faktor lingkungan dan variabel dependen pemilihan makanan sehat yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Hasil: Mayoritas responden berada pada kelompok usia 16–17 tahun (59 siswa), disusul usia 14–15 tahun (18 siswa), dan hanya satu siswa berusia 18–19 tahun. Hasil analisis regresi menunjukkan nilai R sebesar 0,814 dan R square sebesar 0,663, artinya 66,3% variasi pemilihan makanan sehat dijelaskan oleh keempat faktor tersebut. Nilai F sebesar 35,924 dengan signifikansi 0,000 menunjukkan bahwa model regresi sangat signifikan. Estimasi standard error sebesar 4,448 menunjukkan tingkat kesalahan prediksi model yang relatif rendah. Secara spesifik, faktor individu memiliki pengaruh positif yang signifikan (p = 0,023), faktor sosial memiliki pengaruh negatif yang signifikan (p = 0,017), faktor ekonomi memiliki pengaruh positif yang sangat signifikan (p = 0,001), dan faktor lingkungan juga memiliki pengaruh positif yang signifikan (p = 0,027). Analisis juga menunjukkan bahwa siswa perempuan, sebagai mayoritas responden, cenderung memiliki kesadaran gizi lebih tinggi dan lebih selektif dalam memilih makanan sehat dibandingkan siswa laki-laki. Kesimpulan: Faktor individu, sosial, ekonomi, dan lingkungan memiliki pengaruh signifikan terhadap pemilihan makanan sehat di kalangan siswa SMA N 1 Polokarto. Faktor individu dan ekonomi berperan positif dalam mendorong pola makan sehat, sementara faktor sosial justru menjadi hambatan. Faktor lingkungan, seperti kebijakan sekolah dan akses terhadap makanan sehat, turut berkontribusi terhadap pembentukan kebiasaan makan sehat. Hasil ini memberikan dasar penting bagi pengembangan strategi intervensi gizi berbasis sekolah dan komunitas yang mempertimbangkan keberagaman faktor yang memengaruhi perilaku makan remaja.
Penerapan Panduan Gizi Seimbang dan Kantin/Jajanan Sehat di Sekolah Dasar Kecamatan Tembalang Kota Semarang Solihin; Pambayun, Galih Pria Pambayun; Murniati; Sukendro, Sulur Joyo Sukendro
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v5i2.23966

Abstract

Latar belakang : Anak usia sekolah merupakan generasi bangsa yang akan mengambil peran penting di masa depan. Oleh karena itu, pertumbuhan dan perkembangannya masih membutuhkan pangan yang cukup dengan kandungan gizi seimbang. Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) dibutuhkan bagi anak yang tidak atau kurang sarapan dan tidak membawa bekal. Kontribusi zat gizi PJAS terhadap pemenuhan kecukupan gizi harian sebaiknya berkisar antara 15-20%. Tujuan penelitian untuk menganalisis Penerapan Panduan Gizi Seimbang Dan Kantin/Jajanan Sehat Di Sekolah Dasar Kecamatan Tembalang Kota Semarang. Metode : Desain penelitian kuantitatif dengan Pos-ttest Design berupa observasi/pengamatan pada subyek penelitian. Sampel dalam penelitian ini  adalah 38 sekolah dasar di Kecamatan Tembalang Kota Semarang dengan teknik total populasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa komitmen tertulis sekolah terhadap penyediaan makanan sehat yang belum menerapkannya yaitu 91.4%, pembentukan tim pengawas pangan jajanan di sekolah 85.7%, sarana dan prasarana di kantin belum memadai dan dipelihara dengan baik 90% penjamah dalam keadaan bersih dan keamanan Pangan dengan standar terendah 30% keamanan pangan. Kesimpulan : Belum sepenuhnya menerapkan standar kantin sehat, seperti kebersihan dapur, penyajian makanan yang tertutup, dan komitmen tertulis untuk menyediakan makanan sehat.
Indeks Masa Tubuh dengan Tekanan Darah Pasien Dewasa di Klinik Trikarya Bandungan Periode Januari-Februari 2025 Khasanah, Amelia Fitra; Firdhausy, Hima Sakina; Nisak, Zahrotun; Rahayu, Sri Ratna
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v5i2.30271

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyebab kematian utama di dunia, dan obesitas yang diukur melalui Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan faktor risiko yang berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan IMT dengan tekanan darah pada pasien dewasa di Klinik Trikarya Bandungan periode Januari–Februari 2025. Metode: Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan analisis data rekam medis. Sebanyak 2176 pasien usia ≥18 tahun dengan data lengkap mengenai IMT dan tekanan darah diikutsertakan. Pasien dengan data tidak lengkap, kehamilan, serta kondisi medis yang dapat memengaruhi tekanan darah seperti penyakit ginjal kronis, gangguan endokrin, dan penyakit kardiovaskular tertentu dikecualikan. Analisis dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil: Mayoritas pasien berjenis kelamin perempuan (65,4%) dan berada pada kelompok usia dewasa akhir (48,6%). Hasil uji Spearman menunjukkan hubungan positif signifikan antara IMT dan tekanan darah sistolik (r = 0,196; p = 0,000) serta tekanan darah diastolik (r = 0,222; p = 0,000). Meskipun kekuatan hubungan lemah, arah korelasi menunjukkan bahwa peningkatan IMT cenderung diikuti peningkatan tekanan darah. Kesimpulan: IMT berhubungan positif dan signifikan dengan tekanan darah pada pasien dewasa, meskipun dengan kekuatan korelasi yang lemah. Pengendalian IMT tetap penting dalam upaya pencegahan hipertensi.
Determinants of Stunting among Children Aged 0-59 Months in Gunungpati District, Semarang City Ardhana, Syarifah Kamalia Putri; Fauzi , Lukman
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v5i2.31914

Abstract

Background: Stunting, a consequence of chronic malnutrition, is a growth disorder causing children to be too short for their age. This study aimed to identify family and environmental variables that determine stunting in children aged 0–59 months in Gunungpati District, Semarang City, in 2022. Methods: This observational analytic study using a case-control design with 45 cases and 45 controls, selected by simple random sampling. Independent variables assessed were maternal age, birth spacing, number of children in the family, drinking water source, and latrine condition, all derived from secondary data. Data were analyzed using univariate, bivariate (chi-square), and multivariate (logistic regression) methods. Results: Bivariate analysis yielded significant associations for maternal age (p= 0.002) and number of children in the family (p= 0.003). Birth spacing (p= 0.168), drinking water source (p= 1.000), and latrine conditions (p= 0.806) were not statistically significant. Multivariate analysis indicated that the two most significant determinants of stunting incidence were maternal age OR= 4.429 (95% CI: 1.829–10.726) and number of children in the family OR= 4.000 (95% CI: 1.665–9.610). Conclusion: Maternal age and number of children in the family are proven determinants associated with stunting incidence, with maternal age being the most influential determinant.
Hubungan Kualitas Tidur terhadap Parameter Adipositas pada Lansia di Panti Jompo Ramadiani, Fania Rizky; Dimarti , Safira Chairani; Hanifa , Kartika Chandra; Kurniawan , Putri Novitasari Denna; Azzahra , Nuur Maryam
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v5i2.31993

Abstract

Latar Belakang: Kualitas tidur berperan penting dalam menjaga metabolism dan keseimbangan fisiologis tubuh, terutama pada lansia. Kualitas tidur yang buruk merupakan faktor risiko yang dapat dimodifikasi terhadap peningkatan adipositas dan gangguan metabolik. Lansia yang bertempat tinggal di panti jompo lebih rentan mengalami gangguan tidur akibat perubahan fisiologis pada lansia dan faktor lingkungan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kualitas tidur terhadap indikator adipositas, meliputi indeks massa tubuh (IMT), indeks lemak viseral, dan persentase lemak tubuh pada lansia penghuni panti jompo di Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik dengan desain potong lintang yang melibatkan 81 lansia dari tiga panti jompo. Kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), sedangkan parameter adipositas diukur melalui bioelectrical impedance analysis (BIA). Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2024. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik purposive sampling. Kriteria inklusi penelitian ini adalah lansia berusia di atas 60 tahun, sehat secara fisik dan mental, serta bersedia mengikuti seluruh prosedur penelitian. Kriteria eksklusi adalah lansia yang memiliki disabilitas fisik atau sensori. Uji t tidak berpasangan digunakan untuk menganalisis persentase lemak tubuh dan indeks lemak viseral berdasarkan kualitas tidur, sedangkan uji chi-square digunakan untuk menilai hubungan antara kualitas tidur dan kategori indeks massa tubuh. Hasil: Kualitas tidur yang buruk berhubungan secara signifikan dengan indeks massa tubuh (IMT) yang lebih tinggi (p = 0,036) dan peningkatan indeks lemak viseral (p = 0,016), tetapi tidak berhubungan dengan persentase lemak tubuh total maupun distribusi lemak regional. Kesimpulan: Kualitas tidur yang buruk berhubungan secara signifikan dengan peningkatan adipositas viseral dan indeks massa tubuh (IMT) yang lebih tinggi pada lansia penghuni panti jompo. Temuan ini menekankan pentingnya mengintegrasikan kesehatan tidur ke dalam strategi perawatan geriatri untuk mengurangi risiko penyakit metabolik dan mendukung penuaan yang lebih sehat.