cover
Contact Name
Muhammad Taufik Daniel Hasibuan
Contact Email
aniel.jibril@gmail.com
Phone
+6285261253834
Journal Mail Official
indonesiantrusthealthjournal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kapten Batu Sihombing, Desa Medan Estate, Kec. Percut Sei Tuan, Kab. Deli Serdang, Prov. Sumatera Utara, 20371
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Indonesian Trust Health Journal
ISSN : 26205564     EISSN : 26551292     DOI : 10.37104
Core Subject : Health,
Indonesian Trust Health Journal (E-ISSN: 2655-1292, P-ISSN: 2620-5564, Prefix Doi 10.37104 By Crossref) adalah Jurnal dalam bidang ilmu kesehatan yang memuat hasil penelitian atau kajian pustaka dan diharapkan menjadi wadah berbagi ilmu pengetahuan, sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. ITHJ merupakan jurnal yang diharapkan dapat memberikan manfaat kepada Dosen, Peneliti dan Petugas Kesehatan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan serta memberikan keinginan yang kuat untuk pengembangan ilmu pengetahuan secara terus-menerus. Terbitan jurnal ini diharapkan menjadi wadah berbagi ilmu pengetahuan bagi petugas kesehatan sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan pelayanan kesehatan yang dapat memberikan manfaat kepada masyarakat.
Articles 148 Documents
PREVALENSI POST-TRAUMATIC STRESS DISORDER (PTSD) DI ANTARA PERAWAT PASCA TERKONFIRMASI COVID-19 DI PROVINSI SUMATERA UTARA Tambunan, Dior Manta; Banjarnahor, Seriga
Indonesian Trust Health Journal Vol 6 No 1 (2023): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v6i1.143

Abstract

Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) is a mental disorder that can occur as a result of direct or indirect contact with a traumatic event. The possibility of PTSD for nurses in the Covid-19 isolation room is the lack of staff which causes the nurse's working day to be longer, the lack of support and compensation from the organization. The current study aims to identify the prevalence of PTSD among post-confirmed Covid-19 nurses in North Sumatra Province. This study used a cross sectional study through a survey. This research was conducted from March to June 2022. The study population was all nurses who were confirmed to have Covid-19 in North Sumatra Province. The sampling technique is total sampling. The instrument was adopted from The PTSD Checklist for DSM-5 with Life Events Checklist for DSM-5 and Criterion A. This study used univariate statistical tests. The results of this study indicate that the distribution of the frequency of occurrence of PTSD with a Likert scale is not at all with a percentage of 47.1%, followed by a little bit with a frequency of 26.5%, while Extremely with a presentation of 5.4%. While the average value of the prevalence of PTSD in nurses after confirming Covid-19 in respondents as many as 509 nurses was not indicative of PTSD with an average value of 20.5. So, it was concluded that there was no indication of PTSD in nurses after confirmed Covid-19. It is recommended for future researchers to conduct qualitative research on PTSD experiences of nurses after confirmed Covid-19 and more specific research samples in special rooms that treat Covid-19 isolation patients. Abstrak Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) adalah gangguan mental yang dapat terjadi akibat kontak langsung atau tidak langsung dengan peristiwa traumatis. Kemungkinan terjadinya PTSD untuk perawat di ruang isolasi Covid-19 adalah kurangnya staf yang menyebabkan lama hari kerja perawat makin panjang, kurangnya dukungan dan kompensasi dari organisasi. Studi saat ini bertujuan untuk mengidentifikasi prevalensi PTSD di antara perawat pasca terkonfirmasi Covid-19 di Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan studi Cross Sectional melalui survei. Penelitian ini dilakukan bulan Maret – Juni 2022. Populasi penelitian adalah seluruh perawat yang terkonfirmasi Covid-19 di Provinsi Sumatera Utara. Teknik Pengambilan sampel adalah total sampling. Instrumen diadopsi dari The PTSD Checklist for DSM-5 with Life Events Checklist for DSM-5 and Criterion A. Penelitian ini menggunakan uji statistik univariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa distribusi frekuensi terjadinya PTSD dengan skala likert adalah tidak sama sekali dengan presentase 47,1%, disusul oleh sedikit dengan frekuensi 26,5%, sementara sangat banyak dengan presentasi 5,4%. Sementara nilai rata-rata prevalensi terjadinya PTSD pada perawat pasca perkonfirmasi Covid-19 pada responden sebanyak 509 orang perawat adalah tidak terindikasi PTSD dengan nilai rata-rata 20,5. Maka disimpulkan bahwa tidak ada indikasi PTSD pada perawat pasca terkonfirmasi Covid-19. Direkomendasikan kepada peneliti selanjutnya agar melakukan penelitian secara kualitatif tentang pengalaman PTSD perawat pasca terkonfirmasi Covid-19 dan sampel penelitian lebih spesifik lagi di ruang khusus yang merawat pasien isolasi Covid-19.
EFEKTIFITAS POSISI TENGKURAP (PRONING) PADA PASIEN COVID-19 DALAM MENGOPTIMALKAN PENGEMBANGAN PARU PARU/ PENINGKATAN JUMLAH OKSIGEN MASUK KE PARU-PARU DI MURNI TEGUH MEMORIAL HOSPITAL Banjarnahor, Seriga; Sinaga, Regina Marintan
Indonesian Trust Health Journal Vol 6 No 1 (2023): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v6i1.144

Abstract

Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) is still a world health problem. COVID-19 cases are caused by a virus called Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). WHO reported that the number of confirmed cases of COVID-19 in the world as of September 30, 2020, was 44 million cases. The total number of COVID-19 patients who died was 1,174,624 people. Patients treated at Murni Teguh Memorial Hospital have different responses to COVID-19. The most common symptoms are fever, cough, tightness, fatigue, discomfort and pain, sore throat, diarrhea, conjunctivitis (red eyes), headache, loss of sense of taste or smell, rash on the skin, or discoloration of fingers or toes, difficulty breathing or tightness caused by the buildup of secretions (mucus) in the respiratory tract eventually if this cannot be overcome the patient hypoxia even to death. In handling COVID-19 patients, especially the problem of airway clearance from secretions (mucus) by optimizing supportive care such as adjusting the prone position (proning), this position will help increase the amount of oxygen entering the patient's lungs and optimize the development of the patient's lungs. This research is a strengthening of the institutional system and to determine the effectiveness of the prone position (proning) in COVID-19 patients in optimizing the development of the patient's lungs / increasing the amount of oxygen entering the lungs of patients at Murni Teguh Memorial Hospital.This research is a type of Quasy Experiment research with the one group pretest-posttest design method The data collection method was obtained directly from respondents with interview techniques and observation before and after the intervention. The intervention carried out adjusts the position of the respondent on his stomach, the position of the arms treading on the left and right sides of the head, head rotation can be done every 2 hours to the left and right (can shrug to help the head rotate) as needed, the position of the respondent for 8-16 hours / 24 hours (unless there is an urgent or emergency condition). The collected data were analyzed by t-test analysis at a 95% confidence level. which aims to compare spO2 levels before and after the intervention. The results of this study showed a difference in the average oxygen saturation after being tested using SPSS with a t-test (p < 0.05) between respondents before and after the intervention (p = 0.002) on the application of the proning position. The mean value of SpO2 in respondents before intervention was 90.2 and the mean value of SpO2 in respondents after intervention was 97.93. The conclusion of the results of this study is that the prone position (proning) is effective in optimizing the development of the patient's lungs / increasing the amount of oxygen entering the lungs in COVID-19 patients at Murni Teguh Memorial Hospital. Abstrak Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan dunia. Kasus COVID-19 disebabkan oleh virus yang bernama Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). WHO melaporkan bahwa kasus COVID-19 yang telah dikonfirmasi di dunia sampai dengan tanggal 30 September 2020, yakni sebanyak 44 juta kasus. Jumlah total pasien COVID-19 yang meninggal ada sebanyak 1.174.624 orang. Pasien yang dirawat di Murni Teguh Memorial Hospital memiliki respons yang berbeda terhadap COVID-19. Gejala yang paling umum demam, batuk, sesak, kelelahan, rasa tidak nyaman dan nyeri, nyeri tenggorokan, diare, konjungtivitis (mata merah), sakit kepala, hilangnya indera perasa atau penciuman, ruam pada kulit, atau perubahan warna pada jari tangan atau jari kaki, kesulitan bernapas atau sesak yang diakibatkan adaya penumpukan sekret (lendir) pada saluran pernapasan pada akhirnya jika hal ini tidak dapat diatasi pasien terjadi hipoksia bahkan sampai pada kematian. Dalam penangan pasien COVID-19 khususnya masalah bersihan jalan napas dari sekret (lendir) dengan mengoptimalkan perawatan suportif seperti mengatur posisi tengkurap (proning) posisi ini akan membantu meningkatkan jumlah oksigen yang masuk ke paru-paru pasien dan mengoptimalkan pengembangan paru-paru pasien. Penelitian ini merupakan penguatan sistem kelembagaan dan untuk mengetahui efektifitas posisi tengkurap (proning) pada pasien COVID-19 dalam mengoptimalkan pengembangan paru paru pasien/peningkatan jumlah oksigen masuk ke paru-paru pasien di Murni Teguh Memorial Hospital.Penelitian ini merupakan jenis penelitian Quasy Experiment dengan metode one group pretest-posttest design Metode pengambilan data diperoleh secara langsung dari responden dengan teknik wawancara dan observasi sebelum dan sesudah intervensi. Intervensi yang dilakukan mengatur posisi responden tengkurap posisi lengan menapak di sisi kiri dan kanan kepala dapat dilakukan rotasi kepala setiap 2 jam ke kiri dan ke kanan (dapat mengangkat bahu untuk membantu kepala rotasi) sesuai kebutuhan, posisi responden selama 8-16 jam/ 24 jam (kecuali ada kondisi mendesak atau darurat). Data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan uji analisa t-test pada tingkat kepercayaan 95%. yang bertujuan untuk membandingkan tingkat spO2 sebelum dan sesudah intervensi.Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan rata-rata saturasi oksigen setelah diuji menggunakan SPSS dengan uji t-test (p<0,05) antara responden sebelum dan sesudah intervensi (p=0,002) terhadap penerapan posisi proning. Nilai mean SpO2 pada responden sebelum intervensi adalah 90,2 dan nilai mean SpO2 pada responden sesudah intervensi adalah 97,93. Kesimpulan hasil penelitian ini yaitu posisi tengkurap (proning) efektif dalam mengoptimalkan pengembangan paru-paru pasien/ peningkatan jumlah oksigen masuk ke paru-paru pada pasien COVID-19 di Murni Teguh Memorial Hospital.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI TERHADAP KEJADIAN FLOUR ALBUS DI PASANTREN DAYAH TERPADU AL-MADINATUDDINIYAH SYAMSUDDUHA KECAMATAN DEWANTARA KABUPATEN ACEH UTARA Nurmila, Nurmila; Prihatin, Nova Sumaini; Rosyita, Rosyita
Indonesian Trust Health Journal Vol 6 No 1 (2023): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v6i1.145

Abstract

Adolescence is a transitional age from childhood to adulthood and is the starting point for the reproductive process. Physical changes occur very quickly during adolescence, including changes in the reproductive organs so that reproductive functions can take place. Maintaining and maintaining health in adolescence will have an impact on adolescent reproductive health starting from an early age. Reproductive health is a serious problem throughout human life. Lack of information and knowledge about changes in the reproductive system in adolescence causes anxiety and embarrassment which can lead to various kinds of problems related to their reproductive organs, one of the problems that is often experienced by adolescents is vaginal discharge. This type of research is observational with a cross-sectional approach where the subject is observed only once by measuring the independent and dependent variables. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and attitudes of young women towards the occurrence of Flour Albus at the Integrated Dayah Islamic Boarding School Al-Madinatuddiniyah Syamsudduha, Dewantara District, North Aceh Regency. person. Data analysis used univariate analysis and bivariate analysis with the Chi-square test.The results showed that there was a significant relationship between knowledge and attitude towards the Flour Albus incident. It is recommended that the integrated dayah cooperate with the local health center in providing counseling and CIE to adolescents so that adolescents can prevent Flour Albus from occurring. Abstrak Usia remaja merupakan usia peralihan dari usia kanak kanak menuju usia dewasa dan menjadi titik awal proses reproduksi. Perubahan fisik terjadi dengan sangat cepat saat usia remaja, termasuk perubahan pada organ reproduksi sehingga fungsi reproduksi dapat berlangsung. Memelihara dan menjaga kesehatan pada masa remaja akan memberikan dampak pada kesehatan reproduksi remaja yang di mulai dari sejak dini. Kesehatan reproduksi merupakan masalah yang serius sepanjang hidup manusia. Kekurangan informasi dan pengetahuan tentang perubahan sistem reproduksi pada usia remaja menimbulkan kecemasan dan rasa malu sehingga dapat menimbulkan berbagai macam permasalahan yang berkaitan dengan alat reproduksinya, salah satu permasalahan yang sering di alami oleh remaja adalah keputihan. Jenis penelitian adalah observasional dengan pendekatan Cross-sectional dimana subyek diobservasi satu kali saja dengan pengukuran variabel bebas dan variabel terikat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan pengetahuan Dan Sikap Remaja Putri Terhadap Kejadian Flour Albus Di Pasantren Dayah Terpadu Al-Madinatuddiniyah Syamsudduha Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara Populasi pada penelitian ini adalah Remaja Putri kelas Aliyah sebanyak 60, sampel pada penelitian ini adalah total populasi yaitu sebanyak 60 orang. Analisa data menggunakan analisa univariat dan analisa bivariat dengan uji Chi-squre. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap terhadap kejadian Flour Albus. Disarankan kepada dayah terpadu agar dapat bekerja sama dengan Puskesmas setempat dalam memberikan penyuluhan dan KIE pada remaja agar remaja dapat mencegah terjadinya Flour Albus.
PENGARUH EDUKASI PROGRAM DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN KANKER PAYUDARA DI MURNI TEGUH MEMORIAL HOSPITAL Lase, Desni Vidensia; Daniel Hasibuan, Muhammad Taufik
Indonesian Trust Health Journal Vol 6 No 1 (2023): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v6i1.161

Abstract

Breast cancer is a disease that can affect anyone, various kinds of treatment for the disease can cause physiological, physchological, and social peoblems. Breast cancer is an abnormal growth of cells in the breast which can sometimes be felt as a lump or mass which is often referred to as a tumor. Breast cancer greatly affects a person’s quality of life, this due to changes in physical and psychological terms. One of the factors that greatly affects the quality of life is a family support. Family support is the attitude, action and acceptance of the family towards family members. To identify the effect of family support program education on quality of life of breast cancer patients at murni teguh memorial hospital. This study used a pre-experimental design, using a one group pre-test post test design. Sampling using purposive sampling with a total sample of 44 respondents. The research instrument used was a questionnaire sheet. Analysis of the data used is the Paired Sample T Test. The result showed that there was an influence of family support program education on the quality of life of breast cancer patienst at murni teguh memorial hospital. Paired sample T Test statistic shows p value= 0.00. There is an effect of family support program education on the quality of life of breast cancer patients at murni teguh memorial hospital. Abstrak Kanker payudara merupakan suatu penyakit yang dapat menyerang siapa saja, berbagai macam pengobatan penyakit tersebut dapat menyebabkan masalah fisiologis, psikologis, dan sosial. Kanker payudara merupakan pertumbuhan sel yang tidak normal pada payudara yang terkadang dapat dirasakan sebagai benjolan atau massa yang sering disebut dengan tumor. Kanker payudara sangat mempengaruhi kualitas hidup seseorang, ini disebabkan karena terjadinya perubahan dari segi fisik dan segi psikologisnya. Salah satu faktor yang sangat mempengaruhi kualitas hidup adalah dukungan keluarga. Dukungan keluarga merupakan sikap, tindakan dan penerimaan keluarga terhadap anggota keluarganya. Untuk mengidentifikasi pengaruh edukasi program dukunan keluarga terhadap kualitas hidup pasien kanker payudara di murni teguh memorial hospital. Penelitian ini menggunakan rancangan pre eksperimen, dengan menggunakan design one group pre test - post test. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 44 responden. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar penilaian kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah paired sample T Test. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh edukasi program dukungan keluarga terhadap kualitas hidup pasien kanker payudara di murni teguh memorial hospital. Statistik paired sample T Test menunjukkan nilai p= 0.00. Ada pengaruh edukasi program dukungan keluarga terhadap kualitas hidup pasien kanker payudara di murni teguh memorial hospital.
HUBUNGAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TERHADAP KEPATUHAN KONSUMSI TABET FE DI POSYANDU REMAJA SEHATI DESA ALUE GENTENG KECAMATAN RANTO PEUREULAK KABUPATEN ACEH TIMUR Elizar, Elizar; Nurmila, Nurmila; Prihatin, Nova Sumaini
Indonesian Trust Health Journal Vol 6 No 2 (2023): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v6i2.163

Abstract

Anemia can occur due to iron deficiency. Millions of women will experience health and quality of life problems if anemia reduction is not carried out. It can also interfere with a child's development and learning. In 2019, there were 29.9% anemia in women of childbearing age worldwide, equivalent to more than half a billion women aged 15-49 years. Anemia was also found in 29.6% of non-pregnant women of childbearing age and 36.5% of pregnant women. The purpose of this study was to analyze the relationship between knowledge of young women and adherence to consumption of Fe tablets at the Sehati Youth Posyandu, Alue Genteng Village, Ranto Peureulak District. East Aceh District. This research is an observational study with a cross-sectional approach. The population in this study were young women who came to the Posyandu in December 2022, using total sampling, namely all young women who attended the Posyandu as a sample of 56 people. The results of the chi-squre test obtained a p-value <0. 05 shows that there is a relationship between knowledge of young women and adherence to consumption of Fe tablets. To prevent anemia, teenagers should continue to take iron tablets. To do so, they can continue to increase their knowledge by attending health classes and counseling on this issue. As well as involving parents, peers who are the closest environment for young women and health workers. Abstrak Anemia dapat terjadi karena kekurangan zat besi. Jutaan wanita akan mengalami masalah kesehatan dan kualitas hidup jika pengurangan anemia tidak dilakukan. Ini juga dapat mengganggu perkembangan dan pembelajaran anak. Pada tahun 2019, ada 29,9% anemia pada wanita usia subur di seluruh dunia, setara dengan lebih dari setengah miliar wanita berusia 15-49 tahun. Anemia juga ditemukan pada 29,6% pada wanita tidak hamil usia subur dan 36,5% pada wanita hamil.. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan pengetahuan remaja putri dengan kepatuhan konsumsi tablet Fe di Posyandu Remaja Sehati Desa Alue Genteng Kecamatan Ranto Peureulak Kabupaten Aceh Timur. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan crossectional. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri yang dating ke Posyandu pada bulan Desember 2022, dengan menggunakan pengambilan sampel secara total sampling yaitu seluruh remaja putri yang hadir di posyandu dijadikan sampel sejumlah 56 orang Hasil uji chi – squre test diperoleh nilai p-value< 0,05 menunjukkan ada hubungan pengetahuan remaja putri dengan kepatuhan konsumsi tablet Fe. Untuk mencegah anemia, remaja harus terus mengonsumsi tablet besi. Untuk melakukannya, mereka dapat terus meningkatkan pengetahuannya dengan mengikuti kelas kesehatan dan penyuluhan tentang masalah ini, serta melibatkan orang tua, teman sebaya yang merupakan lingkungan terdekat remaja putri serta tenaga kesehatan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG ANEMIA DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI DAYAH TERPADU AL-MADINATUDDINIYAH SYAMSUDDHUHA KECAMATAN DEWANTARA KABUPATEN ACEH UTARA Jasmiati, Jasmiati; Elizar, Elizar; Rosyita, Rosyita; Kartini Putri, Hendrika Wijaya
Indonesian Trust Health Journal Vol 6 No 2 (2023): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v6i2.165

Abstract

A public health problem that still often occurs in adolescents is anemia which occurs not only in developing countries but also in developed countries. The prevalence of anemia in the world ranges from 40-88% and the incidence of anemia in adolescent girls in developing countries is around 53.7%. Basic Health Research Data (RISKESDAS) in 2018 shows that the prevalence of anemia in Indonesia in women is 27.2% and in men is 20.3%. Anemia is more common in young women, namely 32.0% in the 15-24 year age group. In accordance with the recommendations of the World Health Organization (WHO) in 2011, efforts to prevent and control anemia in adolescent girls and women of childbearing age (WUS) are focused on promotional and preventive activities, namely increasing consumption of iron-rich foods, supplementation with Blood Additive Tablets (TTD), and increasing fortification of food with iron and folic acid. The aim of this research is to analyze the relationship between knowledge about anemia and anemia prevention behavior among adolescent girls in Dayah Terpadu Al-Madinatuddiniyah Syamsuddhuha, Dewantara District, North Aceh Regency. This research is an observational study with a cross-sectional approach. The population in this study were young women at Madrasah Aliyah grade 3 level. The number of samples in this study was 60 people, using total sampling. The results of the chi - squre test obtained a p-value < 0.05, indicating that there is a relationship between knowledge about anemia and anemia prevention behavior in adolescent girls. To prevent anemia, teenag ers must consume adequate nutritional food intake and iron tablets regularly and increase knowledge by updating information through various media and following counseling about anemia delivered by health workers by involving peers who are the closest environment for young women. Abstrak Masalah kesehatan masyarakat yang masih banyak terjadi pada remaja adalah anemia yang terjadi tidak hanya di negara berkembang tetapi juga di negara maju. Prevalensi anemia di dunia berkisar 40-88% dan angka kejadian anemia pada remaja putri di negara-negara berkembang sekitar 53,7%. Data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2018 menujukkan prevalensi anemia di Indonesia pada perempuan sebesar 27,2% dan pada laki-laki sebesar 20.3%. Anemia lebih banyak terjadi pada remaja putri yaitu 32,0% pada kelompok umur 15-24 tahun. Sesuai rekomendasi World Health Organization (WHO) tahun 2011, upaya pencegahan dan penanggulangan anemia pada remaja putri dan Wanita Usia Subur (WUS) difokuskan pada kegiatan promosi dan pencegahan, yaitu peningkatan konsumsi makanan kaya zat besi, suplementasi Tablet Tambah Darah (TTD), serta peningkatan fortifikasi bahan pangan dengan zat besi dan asam folat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan pengetahuan tentang anemia dengan perilaku pencegahan anemia pada remaja putri di Dayah Terpadu Al-Madinatuddiniyah Syamsuddhuha Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan crossectional. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri tingkat Madrasah Aliyah kelas 3. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 60 orang, dengan menggunakan pengambilan sampel secara total sampling. Hasil uji chi – squre test diperoleh nilai p-value < 0,05 menunjukkan ada hubungan pengetahuan tentang anemia dengan perilaku pencegahan anemia pada remaja putri. Untuk mencegah anemia, remaja harus mengkonsumsi asupan makanan yang cukup gizi dan tablet besi secara rutin serta meningkatkan pengetahuan dengan update informasi melalui berbagai media dan mengikuti penyuluhan tentang anemia yang disampaikan oleh tenaga kesehatan dengan melibatkan teman sebaya yang merupakan lingkungan terdekat remaja putri.
ANALISIS PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN COVID-19 MASA NEW NORMAL DI BANDARA INTERNATIONAL KUALANAMU Sitompul, Anita Julistika Sari; Utami, Tri Niswati; Fitriani, Arifah Devi
Indonesian Trust Health Journal Vol 6 No 2 (2023): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v6i2.184

Abstract

The corona virus has become an epidemic in several countries. At Kualanamu International Airport, several cases of corona virus were found in several employees at the airport terminal who were in direct contact with several passengers every day in carrying out checks. The reason for the large number of employees being exposed is because there are still workers at the airport and passengers and visitors who do not comply with health protocols, namely not using masks properly and correctly and there are still passengers who do not restrict distance. The COVID-19 case at Kualanamu International Airport was found in employees in June and 9 employees were found to be exposed to COVID-19. The purpose of this study was to determine the implementation of the new normal health protocol at Kualanamu International Airport. This research is descriptive using qualitative research methods conducted at Kualanamu International Airport by using in-depth interviews with 4 AVSEC officers, 3 airlines, 5 passengers, 2 health workers, and 2 restaurant managers. From the results of the research that has been done, it can be seen that the implementation of the new normal COVID-19 health protocol at Kualanamu International Airport is in accordance with the regulations set by the government. The application of the health protocol, several obstacles and causes of non-compliance with the health protocol were found, because there were some passengers and visitors who were negligent in implementing the health protocol not wearing masks properly, such as lowering the mask on the mouth or chin area and passengers who did not restrict distance, especially on during check-in, validate the results of the rapid / swab test as well as when going to or from the plane. For this reason, Kualanamu International Airport Officer is expected to continue to convey the importance of implementing the new normal COVID-19 health protocol. Passengers are also expected to increase discipline in implementing the COVID-19 health protocol. Abstrak Virus corona telah menjadi wabah di beberapa negara. Di Bandara International Kualanamu ditemukan beberapa kasus corona virus pada beberapa karyawan yang berada di terminal bandara yang setiap hari kontak langsung dengan beberapa penumpang dalam melakukan pemeriksaan. Penyebab banyaknya karyawan terpapar dikarenakan masih ada pekerja di bandara dan penumpang serta pengunjung yang tidak mematuhi protokol kesehatan yaitu tidak menggunakan masker dengan baik dan benar serta masih adanya penumpang yang tidak melakukan pembatasan jarak. Kasus COVID-19 di Bandara International Kualanamu ditemukan pada pegawai di bulan Juni dan didapati 9 orang karyawan terpapar COVID-19. Sampai bulan Desember saat ini didapati ada 35 orang karyawan yang terpapar COVID-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan protokol kesehatan masa new normal di Bandara Internasional Kualanamu. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan metode penelitian kualitatif yang dilakukan di Bandara Internasional Kualanamu dengan menggunakan metode wawancara mendalam terhadap 4 orang Petugas AVSEC, 3 orang Pihak Maskapai, 5 orang Penumpang, 2 orang Petugas Kesehatan, dan 2 orang Pengelola Restaurant. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa penerapan protokol kesehatan COVID-19 masa new normal di Bandara Internasional Kualanamu sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Penerapan protokol kesehatan ditemukan beberapa hambatan dan penyebab tidak dipatuhinya protokol kesehatan, dikarenakan ada beberapa penumpang dan pengunjung yang lalai dalam penerapan protokol kesehatan tidak memakai masker dengan baik dan benar seperti menurunkan masker pada area mulut atau dagu serta penumpang yang tidak melakukan pembatasan jarak terutama pada saat check-in, memvalidasi hasil rapid/swab test serta pada saat akan naik atau turun dari pesawat. Untuk itu Petugas Bandara Internasional Kualanamu diharapkan dapat terus menyampaikan pentingnya penerapan protokol kesehatan COVID-19 masa new normal. Penumpang juga diharapkan untuk lebih meningkatkan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan COVID-19.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP WANITA USIA SUBUR TENTANG PEMERIKSAAN INSPEKSI VISUAL ASAM ASETAT (IVA) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANAH LUAS KABUPATEN ACEH UTARA Nurmila, Nurmila; Elizar, Elizar; Jasmiati, Jasmiati; Rosyita, Rosyita
Indonesian Trust Health Journal Vol 6 No 2 (2023): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v6i2.185

Abstract

Cervical cancer is a women's health problem that needs to be taken seriously. Cervical cancer is called cervical cancer which is a malignant tumor that grows in the cervix starting from the cervix, the area of ​​the female reproductive system that enters the uterus between the uterus and the vaginal canal. Cervical cancer is the fourth most common cancer in women worldwide and is a global cause of morbidity and mortality. Indonesia's 2019 data on cervical cancer was 23.4 per 100,000 population with an average death rate of 13.9 per 100,000 population. Globocon data, 2020 in Indonesia is around 36,633 cases (17.2%) of all cancer cases. Early detection of cervical cancer includes organized programs for the appropriate age group and an effective referral system for all medical services. One of the policies that has been taken by the government is the Cancer Control Program, especially Early Detection of Uterine Cancer using the IVA Method (Visual Inspection of Acetic Acid). Awareness of IVA as an early detection of cervical cancer is important for us to educate, because if it is detected positively it can be treated immediately and prevent it from happening. the cancer does not progress to a more advanced stage of cancer. The aim of this research is to determine the knowledge and attitudes of women of childbearing age regarding VIA examinations of 58 people in the Tanah Luas Community Health Center Work Area, North Aceh Regency. Research Method: The type of research used is observational with a cross-sectional approach where subjects are observed only once with measurements of the independent variable and the dependent variable. The results of the research show that there is a relationship between knowledge and attitude with VIA examinations, of the 58 respondents, with good knowledge, 27 people were willing to carry out VIA examinations, namely 69% and for respondents' attitudes towards IVA examinations, the results showed that WUS with a positive attitude were willing to carry out examinations. IVA was 25 people, namely 89%. It is hoped that women of childbearing age will always increase their knowledge by seeking information about IVA examinations as early detection and prevention of cancer. Abstrak Kanker serviks merupakan masalah kesehatan wanita yang perlu diperhatikan secara serius. Kanker servik disebut kanker leher rahim yang merupakan tumor ganas yang tumbuh di leher rahim di mulai dari leher rahim, area sistem reproduksi wanita masuk ke rahim antara rahim dan liang vagina. Kanker Serviks adalah kanker paling umum ke empat pada wanita diseluruh dunia dan menjadi penyebab global terjadinya morbiditas dan mortalitas . Data Indonesia tahun 2019 tentang kanker leher rahim sebesar 23,4 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 13,9 per 100.000 penduduk. Data Globocon, 2020 di Indonesia berkisar 36.633 kasus ( 17.2 % ) dari seluruh kasus kanker. Deteksi dini kanker serviks mencakup program terorganisir untuk kelompok usia yang tepat dan sistem rujukan yang efektif untuk semua layanan medis. Salah satu kebijakan yang telah di ambil oleh pemerintah adalah Program Pengendalian Kanker Khususnya Deteksi Dini Kanker Rahim dengan Metode IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat).Kesadaran IVA sebagai deteksi dini kanker serviks penting untuk kita edukasikan, karena bila terdeteksi positif dapat segera diobati dan mencegah supaya kanker tidak berkembang menjadi kanker stadium lebih lanjut. Tujuan Penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengetahuan dan sikap wanita usia subur tentang Pemeriksaan IVA sebanyak 58 orang di Wilayah Kerja Puskesmas Tanah Luas Kabupaten Aceh Utara. Metode Penelitian : Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan pendekatan Cross-sectional dimana subyek diobservasi satu kali saja dengan pengukuran variabel bebas dan variabel terikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan Pemeriksaan IVA, dari 58 responden, dengan pengetahuan baik yang mau melakukan pemeriksaan IVA sebanyak 27 orang yaitu 69 % dan untuk Sikap responden dengan Pemeriksaan IVA diperoleh hasil bahwa WUS dengan sikap positif yang mau melakukan pemeriksaan IVA sebanyak 25 orang yaitu 89 % . Diharapkan kepada wanita usia subur agar selalu menambah pengetahuannya dengan cara mencari informasi tentang pemeriksaan IVA sebagai deteksi dini terhadap pencegahan kanker.
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG VULVA HYGIENE DENGAN KEPUTIHAN PADA REMAJA PUTRI DI PESANTREN DAYAH TERPADU AL-MADINATUDDINIYAH SYAMSUDDUHA KECAMATAN DEWANTARA KABUPATEN ACEH UTARA Prihatin, Nova Sumaini; Kartini Putri, Hendrika Wijaya; Wahyuni, Yenni Fitri
Indonesian Trust Health Journal Vol 6 No 2 (2023): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v6i2.186

Abstract

Maintaining and maintaining health during adolescence will have an impact on adolescent reproductive health starting from an early age. Reproductive health is a serious problem throughout human life. Lack of information and knowledge about changes in the reproductive system during adolescence causes anxiety and shame, which can lead to various kinds of problems related to the reproductive organs, one of the problems often experienced by teenagers is vaginal discharge. The type of research is observational with a cross-sectional approach where subjects are observed only once by measuring the independent variable and the dependent variable. The aim of this research was to determine the relationship between knowledge about vulva hygiene and the incidence of vaginal discharge in adolescent girls at the Al-Madinatuddiniyah Syamsudduha Integrated Dayah Islamic Boarding School, Dewantara District, North Aceh Regency. The population in this study was 50 young women from the Aliyah class, the sample in this study was the total population, namely 50 people. Data analysis used univariate analysis and bivariate analysis with the Chi-square test. The results of the study showed that there was a significant relationship between knowledge about vulva hygiene and the incidence of vaginal discharge. It is recommended that the Dayah leadership work together with the local health center in providing counseling and IEC to young women in order to prevent vaginal discharge. Abstrak Memelihara dan menjaga kesehatan pada masa remaja akan memberikan dampak pada kesehatan reproduksi remaja yang di mulai dari sejak dini. Kesehatan reproduksi merupakan masalah yang serius sepanjang hidup manusia. Kekurangan informasi dan pengetahuan tentang perubahan sistem reproduksi pada usia remaja menimbulkan kecemasan dan rasa malu sehingga dapat menimbulkan berbagai macam permasalahan yang berkaitan dengan alat reproduksinya, salah satu permasalahan yang sering di alami oleh remaja adalah keputihan. Jenis penelitian adalah observasional dengan pendekatan Cross-sectional dimana subyek diobservasi satu kali saja dengan pengukuran variabel bebas dan variabel terikat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan pengetahuan tentang vulva hygiene dengan kejadian keputihan pada remaja putri di Pasantren Dayah Terpadu Al-Madinatuddiniyah Syamsudduha Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara. Populasi pada penelitian ini adalah remaja putri kelas Aliyah sebanyak 50, sampel pada penelitian ini adalah total populasi yaitu sebanyak 50 orang. Analisa data menggunakan analisa univariat dan analisa bivariat dengan uji Chi-squre. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikat antara pengetahuan tentang vulva hygiene dengan kejadian keputihan. Disarankan kepada pihak pimpinan Dayah agar dapat bekerja sama dengan pihak Puskesmas setempat dalam memberikan penyuluhan dan KIE pada remaja putri agar dapat mencegah terjadinya keputihan.
BISKUIT FORMULASI DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) DAN IKAN KEMBUNG (RASTRELLIGER BRACHYSOMA) TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN DAN TINGGI BADAN BAYI DUA TAHUN DENGAN STUNTING Yusnidaryani, Yusnidaryani; Marlina, Marlina; Agustina, Fitriani
Indonesian Trust Health Journal Vol 6 No 2 (2023): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v6i2.187

Abstract

Stunting is a major child health problem in Indonesia. Aceh is a province that is still a locus for stunting. Even though at the end of 2021 the prevalence of stunting in Aceh decreased significantly, the government is still trying to overcome it. Moringa leaves and mackerel are believed to have high benefits for the growth and development process of children. This study aims to identify the effect of biscuits from a formulation of moringa leaf flour (Moringa Oleifera) and mackerel (Rastrelliger Brachysoma) on increasing body weight and height in stunting clowns. This type of research is a quasi-experiment with a one group pre-test and post-test design. The variables used were the formulation of Moringa leaf flour and mackerel into biscuits, and anthropometric data in the form of weight and height of a two-year-old baby. The sample was 45 babies with stunting. Data analysis used t dependent with a significant degree of p value < 0.05. The research results showed that the average increase in body weight was 1.7 ± 0.53 and the average increase in height was 9.71 ± 4.01, the results of the bivariate test showed that biscuits formulated with Moringa leaves and puffed fish had a significant effect on weight gain with a p-value of 0.001 (<0.05) and increase in height. with a p-value of 0.000 (<0.05). In conclusion, there was a significant increase in body weight and height of stunted clowns who received biscuits formulated with moringa leaf flour and mackerel. Abstrak Stunting masih menjadi masalah utama kesehatan anak di Indonesia. Aceh merupakan provinsi yang masih menjadi locus stunting. Walaupun pada akhrir tahun 2021 prevalensi stunting di Aceh menurun secara signifikan, pemerintah tetap berupaya untuk mengatasinya. Daun kelor dan ikan kembung dipercaya memiliki manfaat yang tinggi untuk proses tumbuh kembang anak. Penelitian ini bertujuan Untuk mengidentifikasi pengaruh biskuit dari formulasi tepung daun kelor (Moringa Oleifera) dan ikan kembung (Rastrelliger Brachysoma) terhadap peningkatan berat badan dan tinggi badan pada baduta stunting. Jenis penelitian ini adalah quasi-experiment dengan desain one group pre test dan post test. Variabel yang digunakan adalah formulasi tepung daun kelor dan ikan kembung menjadi biskuit, dan data antoropometri berupa berat badan serta tinggi badan bayi dua tahun. Sampel adalah bayi dua tahun dengan stunting berjumlah 45 baduta. Analisis data menggunakan t dependent dengan derajat signifikan p value < 0.05. Hasil penelitian rerata peningkatan berat badan 1.7 ±0.53 dan rerata peningkatan tinggi badan 9.71 ±4.01, hasil uji bivariat bahwa biskuit formulasi daun kelor dan ikan gembung ada pengaruh yang signifikan terhadap kenaikan berat badan dengan p-value 0.001 (<0.05) dan kenaikan tinggi badan dengan p-value 0.000 (<0.05). Kesimpulan, terdapat peningkatan berat badan dan tinggi badan baduta stunting secara signifikan yang mendapatkan biskuit formulasi tepung daun kelor dan ikan kembung.

Page 11 of 15 | Total Record : 148