Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan menerbitkan artikel ilmiah yang meliputi hasil kajian ilmiah di bidang pendidikan baik yang dilakukan oleh guru, dosen maupun peneliti independent. Kajian tersebut meliputi, filsafat pendidikan, psikologi pendidikan, bimbingan dan konseling pendidikan, metodologi pendidikan, analisis kebijakan pendidikan, pengelolaan pendidikan, analisis kepemimpinan dan penelitian-penelitian lainnya di bidang praktis pendidikan.
Articles
90 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 3 No. 2 (2025): September 2025"
:
90 Documents
clear
Intregasi Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Sinergi Iman dan Akhlak di Era Modern
Sari , Rafita
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70437/edusiana.v2i2.992
Intregasi pendidikan agama islam memiliki peranan penting dalam sistem pendidikan modern. Pendidikan yang mengombinasikan aspek keilmuan dan keimanan diharapkan mampu membekali peserta didik tidak hanya dengan kecerdasan intelektual, tetapi juga dengan kedalaman spiritual dan moral. Sinergi antara iman dan akhlak menjadi dasar dalam membentuk pribadi yang mampu menjalani kehidupan secara bermakna dan bertanggung jawab. Implementasi intregasi tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai unsur pendidikan, mulai dari pengembangan kurikulum, penerapan metode pembelajaran hingga peran pendidik sebagai teladan. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan dengan tujuan menganalisis dan mensistensis literatur ilmiah yang berkaitan dengan intregasi iman dan akhlak dalam pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengintegrasian iman dan akhlak dalam pendidikan modern merupakan langkah strategis dalam membentuk karakter peserta didik yang seimbang antara kecerdasan intelektual dan kematangan moral. Dalam perspektif pendidikan Islam, ilmu pengetahuan dipahami sebagai sarana untuk mengenal Allah SWT dan memahami hakikat kehidupan secara menyeluruh. Melalui internalisasi nilai-nilai keislaman dalam proses pembelajaran, peserta didik diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga berkembang menjadi pribadi yang berakhlak mulia dan berintegritas.
Penerapan Pendekatan Kelompok Untuk Megembangankan Kecerdasan Logis Matematis Anak Usia Dini
Puspita Sari, Desty
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70437/edusiana.v3i2.1488
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pendekatan kelompok dalam mengembangkan kecerdasan logis matematis anak usia dini. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah 14 anak didik yang dijadikan sampel dengan teknik sampling jenuh. Instrumen penelitian berupa lembar observasi dan penilaian indikator kecerdasan logis matematis yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan uji-t untuk mengetahui signifikansi hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan kelompok dapat meningkatkan kecerdasan logis matematis anak secara signifikan, ditunjukkan dengan nilai t_0 sebesar 11,7 lebih besar dari t tabel 2,160 pada taraf signifikansi 5%. Rata-rata skor capaian anak sebesar 3,73 dengan kriteria Berkembang Sangat Baik (BSB). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pendekatan kelompok efektif dalam mengoptimalkan perkembangan kecerdasan logis matematis anak usia dini.
Dinamika Kehidupan Pengemudi Ojek Daring Wanita Sebagai Orang Tua Tunggal di Yogyakarta
Elsi Flora, Dwi;
Puspita, Yenda
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70437/edusiana.v3i2.1491
Penelitian ini mengkaji dinamika kehidupan yang dihadapi oleh wanita orang tua tunggal yang bekerja sebagai pengemudi ojek daring (ojol) di Yogyakarta. Sebagai kepala keluarga sekaligus pengasuh utama, mereka menghadapi berbagai tantangan unik yang berkelindan antara tuntutan ekonomi, sosial, dan peran domestik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk mendeskripsikan secara mendalam tantangan yang dihadapi, strategi dalam menjalankan peran ganda, serta proses pembelajaran mandiri yang mereka lakukan. Tiga wanita orang tua tunggal yang berprofesi sebagai pengemudi ojol dipilih sebagai informan melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama yang dihadapi meliputi kesulitan ekonomi akibat pendapatan yang tidak menentu, stigma sosial dari lingkungan sekitar terkait profesi yang didominasi pria, serta kendala dalam pemanfaatan teknologi akibat latar belakang pendidikan. Dalam menjalankan peran gandanya, mereka dituntut untuk memiliki manajemen waktu yang efektif antara mencari nafkah dan mengurus rumah tangga serta anak. Proses pembelajaran mandiri (self-directed learning) menjadi kunci adaptasi mereka, yang bersumber dari pengalaman pribadi, interaksi dalam komunitas sesama pengemudi, dan pemanfaatan fitur-fitur pada aplikasi untuk mengatasi berbagai kendala teknis maupun non-teknis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketangguhan dan kemampuan belajar secara mandiri menjadi faktor krusial bagi wanita orang tua tunggal pengemudi ojol dalam menavigasi kompleksitas kehidupan mereka.
Peran Orang Tua dalam Meningkatkan Pendidikan Anak Usia Dini
Elsi Flora, Dwi;
Puspita, Yenda
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70437/edusiana.v3i2.1492
Keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama dan utama. Disebut sebagai lingkungan pendidikan pertama karena sebelum manusia mengenal pendidikan yang lain, lingkungan pendidikan inilah yang pertama ada. Faktor orang tua sangat besar pengaruhnya terhadap keberhasilan anak dalam belajar. Seseorang mungkin ingin bekerja karena ia mengharap bahwa dengan berbuat demikian akan mempengaruhi status sosialnya atau lebih tepat karena ia yakin bahwa orang-orang lain akan lebih suka menerima dia apabila ia berbuat demikian. bekerja dapat dipandang sebagai alat untuk penerimaan dan kehormatan sosial, sedangkan tidak bekerja mungkin dipandang sebagai mengakibatkan penolakkan dan celaan masyarakat. betapa pentingnya pendidikan dan pengajaran disekolah bagi anak-anak karna sekolah berfungsi sebagi pembantu dalam melaksanakan pendidikan anak. Di dalam lingkungan keluarga tidak memenuhi semua kebutuhan anak maka dibantu oleh sekolah. Tapi bukan menjadi tanggung jawab sekolah, kewajiban sekolah adalah membantu keluarga dalam mendidik anak. Dengan pendidikan di sekolah mebuat kualitas manusia diubah ke arah yang lebih baik dan menjadikannya sumberdaya yang berguna bagi dirinya maupun bagi masyarakat. Pendidikan merupakan suatu proses dalam meningkatkan, memperbaiki, mengubah pengetahuan, keterampilan serta perilaku seseorang sebagai usaha mencerdaskan manusia melalui kegiatan pengajaran dan pelatihan.
Peran Kegiatan Bersih Lingkungan Dan Penanaman Pohon Dalam Membangun Keakraban Siswa Baru Kelas 1 SD NEGERI 147 Pekanbaru
Mukhyar, Mukhyar
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70437/edusiana.v3i2.1511
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kegiatan bersih lingkungan dan penanaman pohon dalam membangun keakraban sosial siswa baru kelas 1 di SD Negeri 147 Pekanbaru. Latar belakang penelitian ini berangkat dari kebutuhan akan strategi adaptasi sosial yang efektif bagi siswa baru agar mereka dapat lebih cepat mengenal, berinteraksi, dan menjalin relasi positif dengan teman sebaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian meliputi guru kelas 1, siswa baru, dan orang tua. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan sekolah dan menanam pohon tidak hanya menumbuhkan kesadaran menjaga kebersihan, tetapi juga mempercepat proses adaptasi sosial siswa baru. Siswa menjadi lebih mudah saling mengenal, terbangun rasa kebersamaan, serta tumbuh sikap saling peduli dan bekerja sama. Penelitian ini menegaskan bahwa kegiatan berbasis lingkungan dapat menjadi strategi efektif dalam membangun relasi sosial dan keakraban siswa baru di sekolah dasar.
Peran Pendidikan Agama Dalam Membentuk Iman dan Akhlak Siswa Sekolah Dasar
Khalisa, Nurul;
Suniarti, Nining
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70437/edusiana.v3i2.1585
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pendidikan agama dalam membentuk iman dan akhlak siswa sekolah dasar. Pendidikan memiliki peran yang sangat berpengaruh terhadap terciptanya karakter peserta didik. Salah satunya pendidikan agama islam yang dimana didalamnya memiliki peran pembentukan iman dan akhlak peserta didik, terkhususnya siswa sekolah dasar yang merupakan jenjang pertama anak untuk mengembangkan iman dan akhlaknya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library researtch). Adapun sumber utama yang diguankan dalam penelitian ini dengan melakukan pencarian pada “Google Scholar” dan “Google Books”, untuk lebih memperkaya penelusuran data yang diinginkan oleh peneliti. Berdasarkan analisis terhadap jurnal-jurnal dan buku menunjukkan pendidikan agama sangat memegang peran yang besar dalam membentuk iman dan akhlak anak-anak sekolah dasar. Pada usia tersebut, anak-anak berada pada tahap paling kritis, menyerap nilai-nilai dari lingkungan sekitar mereka. Namun dalam menerapkan hal tersebut pada siswa sekolah dasar akan menghadapi faktor penghambat dan pendukungnya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa guru PAI harus mampu mengatasi permasalahan ini dengan menawarkan pengajaran yang mudah diakses oleh semua siswa, baik mereka yang memiliki landasan keagamaan yang kuat maupun yang membutuhkan bimbingan lebih lanjut
Belajar dengan Hati: Potret Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Luar Biasa Negeri Sido Mukti Pangkalan Kuras
Anifah, Siti;
Joni, Joni
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70437/edusiana.v3i2.1594
Artikel ini membahas pelaksanaan pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus di SLB Negeri Sido Mukti berdasarkan hasil observasi pembelajaran. Sekolah ini melayani peserta didik dengan berbagai jenis ketunaan, antara lain tunagrahita, autis, tunarungu, tunanetra, dan tunadaksa. Proses pembelajaran dilaksanakan dalam rombongan belajar kecil untuk mendukung pembelajaran individual. Kurikulum yang digunakan adalah Kurikulum Merdeka dengan pendekatan deep learning yang dimodifikasi, berfokus pada pembelajaran bermakna, kemandirian, serta perkembangan sosial-emosional siswa. Guru memanfaatkan media visual, alat peraga konkret, dan pengulangan instruksi untuk menyesuaikan dengan karakteristik siswa. Meskipun belum tersedia ruang terapi khusus, guru tetap mengoptimalkan proses pembelajaran melalui strategi adaptif dan sistem penilaian yang fleksibel. Hasil observasi menunjukkan bahwa pendidikan anak berkebutuhan khusus memerlukan kesabaran, komitmen guru, serta fleksibilitas kurikulum.
Integrasi Pendidikan Agama dalam Membentuk Iman Dan Akhlak
Salsa Dilla, Shelly;
Suniarti, Nining
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70437/edusiana.v3i2.1595
Pendidikan agama merupakan instrumen penting dalam penguatan iman dan pembentukan akhlak peserta didik di lingkungan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara konseptual dan praktis integrasi pendidikan agama ke dalam kurikulum akademik serta dampaknya terhadap kepercayaan spiritual dan perilaku etis siswa. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berupa tinjauan pustaka sistematis terhadap artikel-artikel ilmiah yang dipublikasikan antara tahun 2020 hingga 2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa praktik pendidikan yang mengintegrasikan ajaran agama dengan pendidikan karakter tidak hanya memperkuat pemahaman kognitif peserta didik terhadap nilai-nilai keagamaan, tetapi juga mendorong internalisasi nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan holistik, seperti pembelajaran kontekstual, keteladanan pendidik, dan kurikulum berbasis nilai, terbukti meningkatkan kapasitas siswa dalam empati, kejujuran, tanggung jawab, dan disiplin diri,sehingga berkontribusi pada perilaku etis dan ketahanan terhadap degradasi moral. Meskipun demikian, terdapat tantangan dalam implementasi, khususnya kesiapan guru, strategi integrasi kurikulum, dan penilaian hasil spiritual-moral. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya kolaborasi antara pendidik, orang tua, dan lembaga keagamaan untuk menciptakan integrasi iman dan akhlak yang berkelanjutan dalam pendidikan kontemporer.
Integrasi Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Iman dan Akhlak
Anastasya, Syahira;
Sunuarti, Nining
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70437/edusiana.v3i2.1597
Pendidikan Agama Islam adalah suatu proses pendidikan yang dilaksanakan secara sengaja dan terstruktur dengan tujuan membimbing peserta didik agar dapat mengenal, memahami, menghayati, serta mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Sasaran utama dari pendidikan ini adalah membentuk keimanan dan akhlak yang mulia sebagai landasan dalam pengembangan karakter Islami. Iman didefinisikan sebagai keyakinan yang kuat terhadap ajaran agama, yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis, dan menjadi pedoman dalam menentukan sikap serta perilaku seorang Muslim. Sedangkan akhlak merujuk pada perilaku, tabiat, atau karakter yang tertanam dalam diri seseorang dan tercermin dalam tindakannya. Artikel ini menelaah konsep iman dan akhlak serta hubungannya dalam Pendidikan Agama Islam melalui studi pustaka. Hasil kajian menunjukkan bahwa iman dan akhlak memiliki keterkaitan yang erat, di mana kualitas akhlak seseorang mencerminkan tingkat keimanannya. Pendidikan Agama Islam memegang peran penting dalam menanamkan nilai-nilai keimanan dan membentuk akhlak mulia melalui pembelajaran, pembiasaan, dan keteladanan guru. Dengan demikian, pendidikan ini menjadi sarana utama dalam membentuk generasi yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia sesuai dengan ajaran Islam
Integrasi Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Pembentukan Karakter Siswa di Sekolah
Anastasya, Nadhira;
Suniarti, Nining
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70437/edusiana.v3i2.1598
Pendidikan karakter merupakan aspek penting dalam sistem pendidikan untuk membentuk peserta didik yang berakhlak mulia dan berkepribadian baik. Pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai moral dan etika yang bersumber dari ajaran Islam guna membentuk karakter siswa di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi nilai-nilai pendidikan Islam dalam pembentukan karakter siswa serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam proses integrasi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui kajian terhadap buku, jurnal ilmiah, artikel, dan sumber tertulis lain yang relevan dengan pendidikan Islam dan pendidikan karakter. Teknik analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) untuk memahami konsep dan keterkaitan antar teori. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai pendidikan Islam dapat dilakukan melalui kurikulum, proses pembelajaran, keteladanan guru, dan budaya sekolah. Nilai-nilai seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial menjadi landasan utama dalam pembentukan karakter siswa. Namun, integrasi tersebut masih menghadapi kendala berupa perbedaan pemahaman pendidik dan keterbatasan implementasi di sekolah. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam di sekolah.