cover
Contact Name
M Sofyan Alnashr
Contact Email
sofyan@ipmafa.ac.id
Phone
+6285743602083
Journal Mail Official
kifah@ipmafa.ac.id
Editorial Address
Institut Pesantren Mathali'ul Falah Pati Jl. Raya Pati - Tayu km. 20 Margoyoso Pati, 59154
Location
Kab. pati,
Jawa tengah
INDONESIA
Kifah
ISSN : 29627486     EISSN : 28307852     DOI : https://doi.org/10.35878/kifah
Fokus dan Ruang Lingkup artikel yang dimuat dalam Kifah: Jurnal Pengabdian Masyarakat adalah segala bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis penelitian dengan berbagai metodologi seperti Participatory Action Research (PAR), Asset Based Community Development (ABCD), Community Based Participant Research (CBPR), Community Based Research (CBR), Service Learning (SL), dan lainnya. Hasil pengabdian masyarakat meliputi: 1. Pemberdayaan masyarakat atau kelompok tertentu 2. Pemberdayaan keluarga 3. Pengembangan sekolah/madrasah 4. Penerapan teknologi tepat guna 5. Pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan 6. Pelatihan/peningkatan kapasitas 7. Inovasi pemberdayaan masyarakat
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 2 (2022): Desember 2022" : 7 Documents clear
Pendampingan Basic Arabic Club Pada Anak Usia Dini Di Desa Sidomulyo Kelurahan Tumbang Tahai Kota Palangka Raya Ahmad Umar Faruq; Nurul Wahdah; Muslimah Muslimah
Kifah: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Mafapress Institut Pesantren Mathali'ul Falah Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35878/kifah.v1i2.476

Abstract

Bahasa Arab merupakan bahasa Al-Qur’an dan Hadits. kewajiban mempelajarinya bagi setiap umat muslim agar dapat memahami Al-Quran dan Hadits secara baik dan benar. Tetapi, bahasa Arab kini kurang diminati karena kesukarannya yang tinggi dan membutuhkan waktu yang lama untuk mempelajarinya. Seperti yang terjadi pada masyarakat Desa Sidomulyo, Kelurahan Tumbang Tahai, Kota palangka Raya. Keterbatasan SDM juga menjadi kendala tambahan dalam mempelajari bahasa Arab. Pengabdian ini bertujuan memberikan pendampingan dalam pembelajaran bahasa Arab tingkat dasar kepada anak-anak di Desa Sidomulyo, Kelurahan Tumbang Tahai, Kota palangka Raya untuk menumbuhkan minat dan memberikan pemahaman pentingnya mempelajari bahasa Arab. Pendampingan ini dilakukan dengan membentuk sebuah program pembelajaran bahasa Arab yang dinamakan basic Arabic Club. Metode yang digunakan pada pengabdian ini adalah dengan metode service learning. Dari hasil pendampingan yang dilakukan selama tiga minggu melalui program basic Arabic club Nampak adanya peningkatan minat dan pengetahuan basic bahasa Arab terhadap peserta didik. Peserta didik dapat menghafal dan mengaplikasikan kosa kata bahasa Arab, memahami beberapa materi dasar Nahwu dan Shorof, dapat menulis Arab dengan baik dan memiliki peningkatan minat Seperti keinginan mereka untuk masuk pesantren guna mendalami bahasa Arab.
Pelatihan Ilmu Tajwid Dalam Tahsin Al-Qur’an Bagi Anak Usia SD/MI di Surau Bulangan Barat Kabupaten Pamekasan Tri Sutrisno; Moh Zahid Rosi Asyari; Rudi Munawwir Ashalahi; Anisah Indah Sakinah; Rofiqoh Rofiqoh; Herlin Susanti; Wardatul Jannah
Kifah: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Mafapress Institut Pesantren Mathali'ul Falah Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35878/kifah.v1i2.483

Abstract

Abstrak Pelatihan tajwid sangat perlu diberikan, khususnya buat anak-anak sebagai pemula dalam membaaca Al-Qur’an. Ilmu Tajwid penting dipahami bagi anak usia SD/MI karena ilmu tersebut diterapkan dalam membaca Al-Quran. Mengajarkan ilmu tajwid dalam membaca Al-Quran kepada anak-anak bertujuan agar dalam membaca lebih tartil dan fasih sehingga meresapkan iman dan meneguhkan akhlak melalui ayat-ayat suci-Nya. Pelatihan oleh peserta pengabdi di Surau Bulangan Barat Kecamatan Pegantenan Kabupaten Pamekasan-Madura merupakan salah satu upaya pengabdian dengan bentuk memberikan bekal ilmu ataupun wawasan kepada anak-anak di Desa Bulangan Barat. Berdasarkan pantauan pengabdi, anak usia SD/Mi di Surau Bulangan barat tingkat pemahaman terhadap Tajwid masih kurang sehingga butuh pelatihan dan pendampingan. Berdasarkan hasil pengabdian yang dilakukan pengabdi diperolah hasil 77% dari jumlah peltihan sebanyak 20 orang dapat memahami ilmu dasar tajwid dan mampu mempraktikkan ilmu tajwid tersebut. Kata kunci : Pelatihan, Ilmu Tajwid, Tahsin, Al-Qur’an Abstract Tajweed training really needs to be given, especially for children as beginners in reading the Qur'an. The science of Tajweed is important for elementary/MI children to understand because it is applied in reading the Koran. Teaching tajwid in reading the Qur’an to children aims to make reading more tartil and fluent so that it absorbs faith and strengthens morals through His holy verses. Training by service participants at Surau Bulangan Barat, Pegantenan District, Pamekasan-Madura Regency is one of the service efforts in the form of providing knowledge or insight to children in West Bulangan Village. Based on the servant's observation, elementary/mi-aged children in Surau Bulangan Barat have a low level of understanding of Tajwid so they need training and assistance. Based on the results of the dedication carried out by the service, 77% of the total training was obtained as many as 20 people were able to understand the basic science of recitation and were able to practice the science of recitation. Keywords: Training, Tajweed Science, Tahsin, Al-Qur'an
Penguatan Literasi dan Numerasi pada Pelaksanaan Kampus Mengajar Angkatan 3 di SD Negeri 047176 Sirumbia Angela Anatasya Regina Bangun; Dame Ifa Sihombing; Efron Manik; Kalvin Ginting; Julius Julius
Kifah: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Mafapress Institut Pesantren Mathali'ul Falah Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35878/kifah.v1i2.490

Abstract

Kampus mengajar merupakan implementasi atau bagian dari salah satu program kampus merdeka yang dirancang oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Dalam pelaksanaannya, program ini memberikan amanah kepada mahasiswa untuk dapat melaksanakan pembelajaran kepada siswa yang berfokus kepada pemahaman literasi dan numerasi. Tujuan utama program kampus mengajar adaah memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar dan mengembangkan diri melalui aktivitas di luar kelas perkuliahan, membantu sekolah untuk memberikan pelayanan pendidikan, yang optimal terhadap semua peserta didik pada jenjang SD dalam kondisi terbatas dan kritis selama pandemi dan memberikan kesempatan belajar optimal kepada semua peserta didik pada jenjang SD dalam kondisi terbatas dan kritis selama pandemi. Adapun tujuan khusus dari program kampus mengajar angkatan III tahun 2022 ialah dengan adanya rancangan program yang kami tawarkan untuk SDN 047176 Sirumbia dapat menyukseskan program kampus merdeka yang diselenggarakan oleh Kemendikbud, melalui program ini juga mahasiswa dari seluruh jurusan bebas untuk mengabdi, berkontribusi dan berkolaborasi dengan guru-guru secara kreatif dan inovatif untuk memajukan litersi, numerasi dan teknologi di SDN 047176 Sirumbia. Adapun kegiatan yang dilakukan selama di SDN 047176 Sirumbia, yaitu kegiatan literasi,numerasi,membantu adaptasi teknologi, dan membantu administrasi sekolah.
Pelatihan Aplikasi Scratch Untuk Meningkatkan Kemampuan Computational Thinking Pada Guru Arif Chasannudin; Latifah Nuraini; Nur Aini Luthfiya
Kifah: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Mafapress Institut Pesantren Mathali'ul Falah Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35878/kifah.v1i2.502

Abstract

Keterampilan yang dibutuhkan pada abad 21 diantaranya adalah computational thiking (CT). Kecakapan CT ini harus dikuasai oleh sisiwa agar ia mampu menghadapi tantangan dalam era revolusi industri 4.0 dan society 5.0. CT adalah metode berpikir untuk merumuskan persoalan dan solusinya, di mana solusinya secara efektif dapat dieksekusi oleh agen pemroses informasi baik berupa komputer, atau manusia. Pembelajaran CT dapat dilakukan dengan berbagai metode, baik terintegrasi dalam mata pelajaran tertentu atau menjadi mata pelajaran pemograman. Di antara cara mengenalkan dan membiasakan berpikir komputasional adalah dengan menggunakan aplikasi Scratch. Aplikasi ini membantu siswa dalam belajar pemograman tanpa harus tahu skrip bahasa pemograman. Dengan hanya ”drag dan drop” siswa dapat membuat sebuah game yang menarik. Kemampuan CT ini tentu harus dimulai dari kemampuan guru dalam mengajarkan CT. Pengabdian masyarakat ini bermaksud membekali guru agar dapat mengajarkan CT denganaplikasi Scratch. Sasaran pelatihan adalah para guru di MI Tamrinusibyan Sumbersari Kayen Pati Jawa Tengah.Metode pengabdian ini menggunakan ABCD (Asset Based Community Development) dengan tahapan persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil yang didapatkan dari pelatihan ini adalah para guru 67 % mampu memahami sctrath dengan baik dan 33% masih cukup baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa guru mampu mengenal tentang computional thinking dan metode pengajarannya dengan menggunakan aplikasi Scratch setelah mengikuti pelatihan.
Penguatan Dakwah Islam Aswaja pada Generasi Muda di Era Digital Imam Khoirul Ulumuddin; Ma’as Shobirin; Ali Martin
Kifah: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Mafapress Institut Pesantren Mathali'ul Falah Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35878/kifah.v1i2.533

Abstract

Belum optimalnya keterlibatan generasi muda Nahdlatul Ulama dalam melakukan syiar Ahlussunnah wal jama’ah di media sosial. Kecenderungan mereka masih sebagai penikmat, pendengar dan penonton dari kajian keislaman yang tersaji di youtube, Instagram dan beberapa aplikasi media sosial lainnya, dan belum sampai pada upaya untuk menghasilkan sebuah kontek dakwah. Meski memiliki kemampuan cukup, namun perlunya dorongan dan pembinaan bagi mereka untuk lebih berani dalam menghasilkan konten positif. Program pengabdian ini bertujuan untuk melatih peserta dalam mengembangkan kompetensi dan keterampilan dalam menghasilkan produk atau konten dakwah Islam sebagai ikhtiar dalam melakukan syiar Islam ruang digital. Di sisi lain, upaya ini juga memberikan ruang dan memberdayakan generasi muda dalam mengaktualisasikan kemampuan dalam berdakwah, baik secara lisan maupun tulisan. Desain kegiatan berupa pelatihan yang ditujukan bagi 20 dan peserta merupakan mahasiswa Universitas Wahid Hasyim yang tergabung dalam komunitas Pegiat Muda Aswaja (PMA). Kegiatan dilaksanakan bulan Juni – November 2022 yang bertempat di laboratorium Aswaja Universitas Wahid Hasyim. Program melibatkan dosen dan praktisi yang memiliki keahlian di bidangnya. Materi yang diisajikan berupa keislaman, konten kreatif, pemanfaatan media sosial dan beberapa materi relevan lain. Diskusi, mentoring, penugasan menjadi bagian metode yang dilakukan dalam pelaksanaan program. Hasil dari pengadian antara lain, 1) konten penulisan; 2) Konten pemberitaan; dan 3) Konten video keislaman.
Ojo Kawin Bocah Peran Komunikasi Keluarga dalam Pencegahan Pernikahan Anak di Kecamatan Keling Kabupaten Jepara Siti Asiyah; Mulin Ni'am
Kifah: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Mafapress Institut Pesantren Mathali'ul Falah Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35878/kifah.v1i2.536

Abstract

The large number of child marriage cases in Indonesia has resulted in various new problems such as the disconnection of school children, the increase in divorce cases, the increasing mortality rate for mothers and children during the delivery process, the number of stunting cases and other problems. Looking at the various problems that exist, there is a change in the marriage law from Law No. 1 of 1974 to Law No. 16 of 2019 that marriage can be carried out by both men and women when they are 19 years old. Through the Asset Bassed Community Development (ABCD) method, Community Service (PkM) activities are carried out by providing counseling to the community (parents and children) in Klepu Village and Watuaji Village, Keling District to provide an understanding of the Importance of Family Communication in preventing child marriage. With this PkM, it is hoped that it will be able to provide understanding to the community so that awareness arises about the dangers and impacts of child marriage and can reduce cases of child marriage.
Penguatan Moderasi Beragama Bagi Calon Konselor dalam Layanan Konseling Multikultural Hasan Bastomi
Kifah: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Mafapress Institut Pesantren Mathali'ul Falah Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35878/kifah.v1i2.561

Abstract

Penguatan moderasi beragama dalam layanan konseling multikultural sangat bermanfaat bagi bagi calon konselor (mahasiswa BKPI), karena Bagi Calon Konselor dalam kehidupan memberikan layanan konseling tidak dapat terlepas dari setting multikultural. Melalui sebuah kegiatan penguatan moderasi beragama dalam layanan konseling multikultural dapat membantu meningkatkan pemahaman calon konselor terkait moderasi beragama dalam layanan konseling multikultural baik secara konsep maupun implementasi dalam kegiatan konseling. Tim pengabdian memberikan Penguatan moderasi beragama dalam layanan konseling multikultural dengan tujuan memberikan pengetahuan bagi calon konselor (mahasiswa BKPI). Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang dilaksanakan secara online melalui aplikasi Zoom Meeting dan Youtube dengan menggunakan metode ceramah dan diskusi. Pada kegiatan Peningkatan pemahaman ini dibantu dengan narasumber yang menjelaskan terkait dengan konsep dan implemetasi moderasi beragama dalam layanan konseling multikultural. Setelah peserta mendapatkan materi tentang moderasi beragama dalam layanan konseling multikultural, peserta diminta untuk berfikir kritis melalui sesi diskusi terkait dengan moderasi beragama dalam layanan konseling multikultural. Hasil yang dicapai dalam kegiatan Penguatan moderasi beragama dalam layanan konseling multikultural bagi bagi calon konselor adalah peserta memahami konsep dan implementasi moderasi beragama dalam layanan konseling multikultural. Secara keseluruhan mitra pengabdian merasa puas dengan kegiatan ini, baik dalam sisi pelaksanaan, materi yang disampaikan, partisipasi abdimas dalam kegiatan, dan manfaat kegiatan serta diharapkan kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkesinambungan.

Page 1 of 1 | Total Record : 7