cover
Contact Name
Katon Abdul Fatah
Contact Email
katonfath@gmail.com
Phone
+628975841020
Journal Mail Official
gabbah@jurnalistiqomah.org
Editorial Address
Desa, Metuk No.008 RT.002 RW. 001, Kec, Mojosongo Kab, Boyolali, 57322
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
GABBAH : Jurnal Pertanian Dan Perternakan
ISSN : 30263905     EISSN : 30263913     DOI : https://doi.org/10.62017/gabbah.v2i1
Core Subject : Agriculture,
GABBAH : Jurnal Pertanian Dan Perternakan merupakan jurnal yang mewadahi artikel hasil penelitian dan kajian bidang pertanian, peternakan, ketahanan pangan, kebijakan pertanian, ilmu tanah dan tanaman, teknologi dan industri pertanian, ekonomi pertanian, dan agribisnis. Jurnal ini adalah jurnal pertanian dan perternakan yang bersifat peer-review dan terbuka. Terbit 4 kali dalam setahun yaitu bulan Januari, April, Juli dan Oktober diterbitkan oleh Publikasi Inspirasi Indonesia. GABBAH : Jurnal Pertanian Dan Perternakan menerima makalah dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Articles 103 Documents
ANALISIS SISTEM PASCAPANEN DALAM BUDIDAYA SAYURAN HIDROPONIK DI ALLISA FARM KECAMATAN CIPOCOK JAYA KOTA SERANG Rulla Agnia Naura Aisyah; Anin Dita Amelia Putri; Sutiawati; Vega Yoesepa Pamela; Zulfatun Najah
GABBAH : Jurnal Pertanian Dan Perternakan Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/gabbah.v2i4.5025

Abstract

Kebutuhan masyarakat akan pangan bergizi tinggi terus meningkat seiring dengan kesadaran akan pentingnya pola makan sehat. Sayuran sebagai komoditas hortikultura memiliki peran penting dalam pemenuhan gizi karena kandungan vitamin, mineral, dan seratnya. Namun, tantangan seperti keterbatasan lahan dan perubahan iklim mendorong perlunya inovasi sistem pertanian yang lebih efisien seperti hidroponik. Hidroponik adalah metode budidaya tanpa tanah dengan memanfaatkan larutan nutrisi yang efisien dalam penggunaan air dan ruang serta dapat mempercepat masa panen. Penelitian ini dilakukan di Allisa Farm kebun hidroponik yang berlokasi di Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengevaluasi pengelolaan pascapanen dalam menjaga kualitas sayuran. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa Allisa Farm membudidayakan komoditas seperti kangkung, selada, dan pakcoy dengan sistem hidroponik horizontal. Proses pascapanen dilakukan secara sistematis mulai dari panen pada waktu optimal, pencucian, penyortiran, penyimpanan dalam lemari pendingin, hingga pengemasan dengan plastik bening berlogo. Distribusi dilakukan dengan menggunakan kendaraan bermotor ke toko, restoran, dan pasar lokal. Tantangan utama yang dihadapi adalah serangan hama dari area persawahan sekitar yang dapat diatasi melalui pemantauan rutin dan pengendalian organik. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan praktik hidroponik yang berkelanjutan dan efisien di daerah perkotaan.
Sistem Penanganan Pascapanen Ubi Cilembu di Desa Cilembu Kabupaten Sumedang Vega Yoesepa Pamela; Fitria Riany Eris; Ayu Angelika Novianti Sitinjak; Salma Rahmania Zahroh; Latifahisan Rahadiana Putri
GABBAH : Jurnal Pertanian Dan Perternakan Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/gabbah.v2i4.5031

Abstract

Ubi Cilembu merupakan komoditas unggulan dari Desa Cilembu, Kabupaten Sumedang yang dikenal memiliki cita rasa manis khas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis sistem penanganan pascapanen Ubi Cilembu yang diterapkan oleh petani di Desa Cilembu. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa sistem pascapanen Ubi Cilembu meliputi proses grading/sortasi berdasarkan kelas ukuran (A, AB, C/TO, Ares), pencucian, pelayuan selama 1-2 minggu tanpa terkena sinar matahari langsung, penyimpanan dalam keranjang bambu, dan distribusi. Teknik pelayuan secara alami (kering angin) terbukti mampu mempertahankan cita rasa manis khas Ubi Cilembu. Hama silas menjadi ancaman utama dalam proses pascapanen karena dapat menyerang dari dalam umbi dan menyebar dengan cepat. Potensi pengembangan Ubi Cilembu teridentifikasi pada aspek varietas, teknologi budidaya, pascapanen, pengolahan produk turunan, dan pemasaran. Pendekatan pengendalian hama yang ramah lingkungan juga diperlukan untuk mengatasi serangan hama silas. Implikasi penelitian mencakup peningkatan kualitas pascapanen, penguatan ekonomi petani melalui diversifikasi produk, dan dukungan terhadap pertanian berkelanjutan berbasis potensi wilayah.
PERANAN SEKTOR PERTANIAN DALAM PEMBANGUNAN WILAYAH KABUPATEN SIMALUNGUN PROVINSI SUMATERA UTARA Elvin Desi Martauli
GABBAH : Jurnal Pertanian Dan Perternakan Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/gabbah.v2i4.5037

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peranan sektor pertanian dalam pembangunan wilayah di Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara. Data pada penelitian ini diperoleh dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Simalungun dan Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara dari tahun 2015- 2019. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi pada wilayah tersebut. Jika dilihat dari PDRB Kabupaten Simalungun pada sektor pertanian, kehutanan dan perikanan memiliki potensi untuk dikembangkan. Kontribusi PDRB sektor perikanan sebesar 48,67 persen dengan laju pertumbuhan sebesar 7,32. Berdasarkan hasil analisis LQ pada sektor pertanian di Kabupaten Simalungun merupakan sektor basis atau unggul dengan sumbangan sebesar 3,44 diikuti oleh Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang sebesar 1,12 dan Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 1,09. Adapun komoditas sektor pertanian holtikultura tanaman dan sayuran yang memberikan kontribusi yaitu kubis dengan luas panen mencapai 2.406 hektar (21,50%). Dari tanaman pangan yaitu padi sawah dan Kelapa sawit merupakan komoditas perkebunan dengan produksi tertinggi mencapai 555.551 ton (97,76%).
Penanganan Pasca Panen Mentimun Di Desa Jaliti Kabupaten Pandeglang Audrin Salsabilla Putri Ana; Najwa Rizkia; Delis Raozatul Aulia; Vega Yoesepa Pamela; Fitria Riany Eris
GABBAH : Jurnal Pertanian Dan Perternakan Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/gabbah.v2i4.5042

Abstract

Indonesia sebagai negara agraris memiliki potensi besar dalam mewujudkan ketahanan pangan, termasuk melalui produksi tanaman hortikultura seperti mentimun. Namun, tingginya kadar air dan sifat mudah rusak pada mentimun menyebabkan kerentanan terhadap kerusakan pasca panen, yang berdampak pada penurunan kualitas dan harga jual. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi penanganan pasca panen mentimun di Desa Jaliti, Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, serta dampaknya terhadap kualitas dan nilai jual produk. Metode penelitian yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh data terkait praktik panen, sortasi, pengemasan, hingga distribusi mentimun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun petani telah melakukan penanganan pasca panen seperti pemanenan pagi hari, penyimpanan di tempat teduh, sortasi manual, dan pengemasan menggunakan karung plastik, masih terdapat kelemahan dalam proses distribusi dan pengemasan yang menyebabkan penurunan kualitas produk. Selain itu, rendahnya produktivitas tanaman setelah pemanenan ketujuh serta serangan hama turut berkontribusi pada penurunan hasil. Kesimpulannya, peningkatan penanganan pasca panen yang tepat serta pengendalian hama yang efektif sangat penting untuk menjaga kesegaran, mengurangi kerusakan, dan meningkatkan daya saing mentimun di pasar.   
SISTEM BUDIDAYA DAN PENANGANAN PASCAPANEN TANAMAN BUNGA TELANG DI KECAMATAN SERANG, KOTA SERANG Fariha Ihda Fahraini; Azka Amalia; Elsa Fidhela Azzahra; Vega Yosepa Pamela; Fitria Riany Eris
GABBAH : Jurnal Pertanian Dan Perternakan Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/gabbah.v2i4.5066

Abstract

Bunga telang (Clitoria ternatea L.) dikenal denugan ciri khasnya yang berwarna biru, ungu, dan putih, serta dikenal dengan tanaman merambat yang sering dijumpai di sekitar pagar. Bunga ini merupakan salah satu bahan alami yang umum dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Bunga telang dapat digunakan dalam berbagai produk pangan, seperti minuman, pewarna makanan alami, serta sebagai obat tradisional. Meskipun demikian, tanaman ini umumnya tumbuh secara liar dan belum banyak yang memahami cara pemanfaatan dan budidayanya secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari cara budidaya dan penanganan pascapanen tanaman bunga telang di Kecamatan Serang, Kota Serang, Provinsi Banten tepatnya di tempat budidaya bunga telang yaitu “Ambasee Blue Garden”. Metode penelitian ini dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Pada tempat budidaya ini penanganan terhadap bunga telang masih dilakukan secara tradisional. Budidaya bunga telang melalui proses yang cukup sederhana, diawali dari menyemai biji telang, mempersiapkan lahan yang sudah diberi pupuk, proses penanaman, dan dirawat secara rutin dengan cara memberikan air dan pupuk secukupnya. Bunga telang dapat mekar setelah kurang lebih 3-4 minggu dan dipanen setelah 2 bulan, penanganan pascapanen dilakukan dengan cara pengeringan menggunakan oven untuk dijadikan produk teh, kemudian dikemas dan siap dipasarkan. 
STRATEGI PEMASARAN JERUK SIOMPU DI KECAMATAN SIOMPU KABUPATEN BUTON SELATAN Fitriani Albakia; Surni; Samsul Alam Fyka
GABBAH : Jurnal Pertanian Dan Perternakan Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/gabbah.v2i4.5110

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran dalam menarik konsumen Jeruk Siompu di Desa Waindawula Kecamatan Siompu. Karena jumlah penduduk kurang dari 100 orang, Desa Waindawula dimekarkan pada tahun 2016, sehingga jumlah petani jeruk manis hanya sedikit, pengambilan sampel dilakukan melalui sensus yang mengambil seluruh populasi sebagai sampel yaitu 20 orang petani jeruk Siompu di Desa Waindawula. Analisis data yang digunakan untuk menjawab tujuan adalah dengan menggunakan analisis SWOT, dimana analisis ini dilakukan dengan mengidentifikasi berbagai faktor yang terbentuk secara sistematis yang digunakan untuk merumuskan strategi pemasaran Jeruk Siompu. Penelitian ini menggunakan analisis SWOT pada pemasaran jeruk siompu di Kabupaten Buton Selatan, bahwa penerapan strategi dalam proses pemasaran menggunakan Strategi Berorientasi Pertumbuhan. Hal ini dapat dilihat pada diagram kartesius analisis SWOT yang menunjukkan bahwa total skor tertinggi berada pada kuadran I, dimana kuadran ini merupakan situasi menguntungkan. Pemasaran jeruk siompu juga memiliki banyak peluang dan kekuatan sehingga dapat meraih dan memanfaatkan peluang yang ada sekaligus meminimalisir kelemahan dan mengatasi berbagai ancaman yang datang.
PERILAKU PETANI LADA DALAM MENGHADAPI FLUKTUASI HARGA JUAL LADA DI DESA ALADADIO KECAMATAN AERE KABUPATEN KOLAKA TIMUR Marniati; Yusna Indarsyih; La Ode Arfan Dedu
GABBAH : Jurnal Pertanian Dan Perternakan Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/gabbah.v2i4.5112

Abstract

Perekonomian nasional dan daerah sangat ditopang oleh perkebunan Lada. Selain menghasilkan devisa, kegiatan perkebunan Lada juga telah memberikan peluang kerja kepada warga sekitar, agar perkebunan rakyat dapat berkembang dan sejahtera, petani harus memperbaiki pengelolaannya sebagai penyeimbang industri Lada, luas area Perkebunan petani kecamatan Aere adalah 1-2 ha. Mayoritas petani di Kabupaten Kolaka Timur mengandalkan usahatani Lada sebagai sumber pendapatan usaha mereka. Penelitian ini dilakukan di Desa Aladadio Kecamatan Aere Kabupaten Kolaka Timur mengingat masih banyak petani lada skala kecil. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 30 petani lada yang tersebar di beberapa dusun di desa tersebut. Penelitian dilakukan dengan menggunakan skala Likert untuk pengukuran sikap dan skala Guttman untuk mengukur pengetahuan dan tindakan. Hasil penelitian menunjukkan tingkat perilaku petani Fluktuasi harga lada di Kecamatan Aere masih tergolong pada kriteria rendah yakni 9%. Indikator pengukuran Skala Likert yang terjadi membuktikan bahwa dari seluruh indikator pengukuran baik pada aspek perilaku, Sikap dan Tindakan memiliki hal yang relative rendah dan setiap petani memiliki pemikiran yang tidak sama dari setiap pengukurannya dengan mempertimbangkan alasan-alasan yang logis menurut pandangan petani tersebut.
KONTRIBUSI USAHA TERNAK SAPI POTONG TERHADAP PENDAPATAN PETANI DIDESA LAMBUSA KECAMATAN KONDA KABUPATEN KONAWE SELATAN Nadyah Syafni Fahira; Saediman; Wa Ode Yusria
GABBAH : Jurnal Pertanian Dan Perternakan Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/gabbah.v2i4.5164

Abstract

Penelitian ini menggunakan kombinasi analisis kualitatif kuantitatif dan deskriptif untuk mengeksplorasi topik secara menyeluruh. Temuan utama termasuk penentuan pendapatan bersih rata-rata dari peternakan sapi, yaitu sebesar Rp14.016.986 per peternak per tahun. Menariknya, penelitian ini juga menggali karakteristik demografis petani, seperti usia, tingkat pendidikan, tanggungan keluarga, pengalaman bertani, kepemilikan ternak, dan sistem pemeliharaan, menawarkan pemahaman yang komprehensif tentang latar belakang sosial-ekonomi komunitas petani. Selain itu, penelitian ini menyoroti peran peternakan sapi potong sebagai pekerjaan sekunder bagi sebagian besar petani di wilayah tersebut. Meskipun statusnya sekunder, studi ini menemukan bahwa peternakan sapi berkontribusi sekitar 35% terhadap total pendapatan petani, angka yang dianggap sederhana dalam skema besar lanskap keuangan mereka. Kontribusi ini selanjutnya dikontekstualisasikan dengan pemeriksaan pendapatan petani dari kegiatan pertanian dan non-pertanian lainnya. Penelitian ini diakhiri dengan saran untuk meningkatkan efektivitas dan profitabilitas peternakan sapi potong di Desa Lambusa. Ini termasuk kebutuhan peternak untuk secara aktif mencari dan berbagi informasi terkini dan praktik sukses dalam peternakan sapi, peran pemerintah dalam memberikan dukungan yang ditargetkan dan memfasilitasi pembentukan koperasi, dan pentingnya penelitian berkelanjutan untuk terus meningkatkan pengetahuan dan praktik peternak di lapangan.
DAMPAK PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA JAGUNG HIBRIDA TERHADAP PENDAPATAN PETANI DI KECAMATAN WATOPUTE KABUPATEN MUNA Sulfila; Abdul Gafaruddin; Yusran
GABBAH : Jurnal Pertanian Dan Perternakan Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/gabbah.v2i4.5460

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Watopute Kabupaten Muna.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat penerimaan, biaya dan pendapatan petani sebelum dan sesudah adanya program pengembangan usaha jagung hibrida, untuk mengetahui perbandingan pendapatan petani  sebelum dan sesudah adanya program pengembangan usaha tani jagung hibrida dan untuk menganalisis Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pendapatan usaha tani jangung hibrida di Kecamatan Watopute Kabupaten Muna. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September tahun 2022 sampai bulan November tahun 2022. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 40 orang petani jagung hibrida. Pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode sensus dimana penelitian mengambil seluruh populasi petani jagung hibrida di Kecamatan Watopute. Analisis yang digunakan adalah Uji Beda Paired Sample T-Test dan regresi linear berganda variable Dummy. Hasil penelitian menunjukan bahwa, (1). total penerimaan petani jagung hibrida di Kecamatan Watopute sebelum adanya program pengembangan usaha pada tahun 2017 sebesar Rp 841.110.000 sedangkan pada tahun 2020 setelah adanya program pengembangan usaha sebesar Rp 4,237,552,500, total biaya sebelum program yang dikeluarkan oleh petani jagung hibrida di Kecamatan Watopute pada tahun  2017 sebesar Rp 169.749.966, sedangkan total biaya yang dikeluarkan setelah adanya program pengembangan usaha jagung oleh petani tahun 2020 sebesar Rp 448,523,950.00, pendapatan petani pada tahun 2017 sebelum adanya program pengembangan usaha tani jagung hibrida sebesar Rp 822.066.667 sedangkan pendapatan petani tahun 2020 setelah adanya program pengembanganusaha tani jagung hibrida mengalami peningkatan menjadi Rp 3.911.446.950. (2) terdapat perbedaan pendapatan yang signifikan sebelum dan sesudah adanya program pengembangan usaha tani jagung hibrida di Kecamatan Watopute. (3) faktor-faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan petani jagung hibrida di Kecamatan watopute yaitu biaya pestisida umur petani, dan luas lahan, sedangkan biaya pupuk dan tingkat pendidikan petani jagung hibrida tidak bepengaruh secara signifikan.
KONTRIBUSI PENDAPATAN PEKERJA USAHA TAHU DAN TEMPE TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA DI KECAMATAN RANTAU, KABUPATEN ACEH TAMIANG Putri Ansari; Hanisah; Fiddini Alham
GABBAH : Jurnal Pertanian Dan Perternakan Vol. 3 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/gabbah.v3i1.5476

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menganalisis kontribusi pendapatan pekerja usaha tahu dan tempe terhadap pendapatan keluarga di Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang. Lokasi penelitian ini dilakukan di Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang dengan pertimbangan daerah tersebut merupakan tempat usaha tahu dan tempe. Data primer diperoleh dengan cara wawancara dan kuesioner langsung dengan responden. Dalam penelitian ini banyaknya sampel yaitu 20 tenaga kerja yang bekerja pada usaha tahu dan tempe yang telah berumah tangga dan belum. Adapun penentuan jumlah sampel digunakan oleh penulis dalam penelitian ini adalah dengan metode purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan kualitatif untuk keterlibatan tenaga kerja pada usaha tahu dan tempe. Hasil penelitian menunjukan bahwa: Kontribusi pendapatan pekerja terhadap pendapatan keluarga adalah 35% artinya kontribusi pendapatan pekerja berdasarkan skala interval kontribusi termasuk kriteria kontribusi cukup (30,01- 40,00%) dengan rata-rata pendapatan yang diperoleh pekerja di usaha tahu dan tempe setiap bulan sebesar Rp 1.507.700,00/Bulan. Pendapatan ini jauh dibawah UMK (Upah Minimum Kabupaten/Kota) Kabupaten Aceh Tamiang yaitu sebesar Rp3.717.948. namun pendapatan ini dianggap sangat membantu perekonomian keluarga.

Page 10 of 11 | Total Record : 103