cover
Contact Name
Ariangga Ramadhansyah
Contact Email
aramadhansyah@gmail.com
Phone
+6289509556532
Journal Mail Official
al.atsar.ejournal@gmail.com
Editorial Address
Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafii Jember. Jl. M.H. Thamrin Gang Kepodang No. 5 Jember Jawa Timur, Indonesia
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Al-Atsar Jurnal Ilmu Hadits
ISSN : -     EISSN : 29856752     DOI : https://doi.org/10.37397/almajaalis.v7i1
Core Subject : Religion, Education,
AL-ATSAR adalah Jurnal Ilmu Hadits yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafii Jember. Al-Atsar dipublikasikan dalam bentuk online dan cetak berfokus pada empat topik utama: Tokoh Hadis, Fikih Hadis, Kitab Hadis, Kritik Hadis, Living Hadis dan Aplikasi Hadis.
Articles 94 Documents
تحليل الرواة الذين حُكِمَ عليهم بالمطروح في كتاب سير أعلام النبلاء (دراسة استقرائية مقارنة) Marwan Mas'ud; Bisri Tujang; Muhammad Fadhil; Teguh Dwi Prayoga
AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits Vol 4 No 1 (2026): In Press Al-Atsar : Jurnal Ilmu Hadits
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-atsarjurnalilmuhadits.v4i1.1365

Abstract

يهدف هذا البحث إلى معرفة مكانة الرواة الذين حُكِمَ عليهم بالمطروح في كتاب سير أعلام النبلاء. وقد استخدم الباحث المنهج النوعي القائم على الدراسة المكتبية. أما البيانات المعتمدة في هذا البحث فهي بيانات أولية وثانوية، وتم تحليلها تحليلاً وصفياً. والإطار النظري المستخدم هو نظرية الجرح والتعديل، ثم استُخلصت النتائج بمنهج استدلالي استنباطي. تُظهر نتائج البحث أن المطروح في اصطلاح علم الحديث يدلّ على ضعفٍ شديدٍ يوجب ردَّ الرواية وعدم اعتبارها حجّة، بخلاف استعماله اللغوي الذي لا يستلزم القدح. من خلال دراسةٍ استقرائيةٍ مقارنةٍ لكتاب سير أعلام النبلاء، يمكن استخلاصُ أن الحكم على الراوي الموصوف بلفظ مطروح يتوقف على سياق استعماله. فإذا استُخدم مصطلح مطروح استعمالًا اصطلاحيًا في علم الجرح والتعديل — كما هو الحال في عبد القدوس بن حبيب وسهل بن عمار — فإن ذلك يدلّ على جرحٍ شديدٍ جدًّا، بل قد يقترن باتهامٍ بالكذب، مما يترتب عليه ردُّ روايته ردًّا مطلقًا وعدم ثبوت أيّ حجّيةٍ لها. أمّا إذا استُعمل لفظ مطروح بالمعنى اللغوي، كما في محمد بن الهيثم بن خالد، فلا يُراد به القدح في الراوي، وإنما هو وصفٌ لحال التحديث وأسلوب الرواية. وبما أنّ الأئمة قد حكموا عليه بأنه ثقة أو صدوق مستور، فإن روايته تبقى مقبولةً ومعتبرة. وبناءً على ذلك، فليس كلُّ إطلاقٍ للفظ مطروح يستلزم ردَّ الرواية، بل يجب فهمه في ضوء السياق وميزان تقويم الأئمة النقاد.
Historiografi Penulisan Hadis di Syam: Studi Komparatif atas Metodologi Al-Mizzi dan Adz-Dzahabi dalam Rijāl al-Hadis Al Haitami, Ahmad; Ali Tantowi
AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits Vol 4 No 1 (2026): In Press Al-Atsar : Jurnal Ilmu Hadits
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji perkembangan historiografi penulisan hadis di wilayah Syam melaluistudi komparatif terhadap dua karya penting dalam disiplin rijal al-hadis, yaitu Tahdhīb al-Kamāl fī Asmā’ ar-Rijāl karya Jamaluddin Al-Mizzi dan Siyar A‘lām an-Nubalā’ karya Syamsuddin Adh-Dhahabī. Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan metodologipenyusunan biografi para perawi hadis yang digunakan kedua ulama tersebut, sertamengidentifikasi persamaan dan perbedaan mendasar di antara keduanya. Hasil analisismenunjukkan bahwa Al-Mizzi menerapkan model penyusunan alfabetis yang bersifatensiklopedis dan terfokus pada perawi al-Kutub al-Tis‘ah, dengan perhatian besar terhadapinformasi sanad seperti daftar guru, murid dan penilaian ulama. Sementara itu, Adh-Dhahabīmenyusun biografi berdasarkan pembagian tingkatan (ṭabaqāt) secara kronologis, tidak hanyamenyoroti aspek periwayatan hadis tetapi juga perjalanan intelektual, kontribusi keilmuan, sertakritik ilmiah terhadap tokoh. Meskipun berbeda orientasi, kedua karya tersebut memilikikontribusi signifikan dalam menguatkan fondasi ilmu Rijāl al-Hadis, dan hingga kini menjadirujukan utama dalam penelitian hadis
Pola Pendidikan Nabi dalam Hadis Amrinuddin; M. Fitriyadi; Alfan Zuhdi
AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits Vol 4 No 1 (2026): In Press Al-Atsar : Jurnal Ilmu Hadits
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-atsarjurnalilmuhadits.v4i1.1314

Abstract

Pola pendidikan Nabi dalam hadis-hadisnya adalah salah pilar fundamental yang memerlukaneksplorasi mendalam dalam diskursus pendidikan kontemporer. Di tengah pergeseranparadigma pendidikan Islam modern dan tantangan globalisasi budaya, terdapat urgensi untukmengintegrasikan kembali metodologi kenabian yang autentik ke dalam praktik pembelajaransaat ini. Kajian ini menawarkan pola pendidikan yang dilakukan oleh Nabi semasa hidupnya.Memahami bagaimana Nabi mendidik para sahabat dari era Islam awal di Mekkah, sampaihijrah ke Madinah, dari pendidikan Islam yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi sampaidengan terang-terangan, di dalamnya ada pola pendidikan yang perlu kita dalami untukditerapkan pada pendidikan hari ini. Dengan menggunakan metodologi kualitatif melaluipendekatan deskriptif-tematik, penelitian ini menganalisis riwayat-riwayat terpilih untukmenyintesis strategi instruksional Nabi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pendidikanyang dilakukan oleh Nabi sangat bervariasi dan kontekstual. Pola ini membuktikan bahwametode Nabi tidak bersifat statis, tetapi berevolusi secara dinamis dalam meresponskompleksitas sosio-kultural masyarakat Muslim awal, sehingga menawarkan kerangka kerjayang relevan bagi reformasi pendidikan modern.
Konsep Tabayyun dalam islam: (Analisis Tematik terhadap Fenomena Informasi Digital Keagamaan) Jazilah, Syarifah; Tangareng, Tasmin; Ulum, Fakhul
AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits Vol 4 No 1 (2026): In Press Al-Atsar : Jurnal Ilmu Hadits
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-atsarjurnalilmuhadits.v4i1.1334

Abstract

Perkembangan media digital telah mengubah pola penyebaran informasi, termasuk informasi keagamaan, yang kini berlangsung cepat, viral, dan sering kali terlepas dari konteks yang utuh. Kondisi ini memunculkan berbagai persoalan, seperti beredarnya berita agama tanpa sumber yang jelas, potongan hadis tanpa konteks, serta klaim keagamaan anonim yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep tabayyun dalam perspektif hadis serta relevansinya terhadap fenomena informasi digital. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Sumber data primer berupa kitab-kitab hadis yang memuat hadis-hadis tentang kehati-hatian dan verifikasi informasi, sedangkan sumber data sekunder meliputi buku dan artikel jurnal yang membahas media digital dan informasi keagamaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif-analitis dengan pendekatan tematik (maudhu‘i). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tabayyun dalam hadis mencakup prinsip selektivitas informasi, verifikasi sumber, kehati-hatian dalam penyampaian, serta pertimbangan dampak informasi sebelum disebarluaskan. Prinsip-prinsip tersebut memiliki relevansi yang kuat dalam menghadapi karakter informasi digital yang cepat dan fragmentaris, sehingga tabayyun dapat dijadikan sebagai landasan etika komunikasi dan literasi digital keislaman, khususnya dalam menyikapi informasi keagamaan di ruang digital.

Page 10 of 10 | Total Record : 94