cover
Contact Name
Ade Herman Surya Direja
Contact Email
adehermansuryadireja@gmail.com
Phone
+6282182997717
Journal Mail Official
admin@journal.mandiracendikia.com
Editorial Address
Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia Bengkulu, Indonesia Jl. Padat Karya No 25 Kelurahan Sumur Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia
ISSN : -     EISSN : 29642434     DOI : 10.70570
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) accepts related writings: Health sciences allied such like: Midwifery, medicine, pharmacies, phisiotherapy, surgical medical nursing, Emergency nursing, Mental nursing, Maternity nursing and children, Community nursing, family and elderly Nursing management, ect. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) also accepts all writings with various disciplines of science with the terms of the core points remaining in the path and scope of the world of Health Sciences.
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 11 (2024)" : 17 Documents clear
Pengaruh Mobilisasi Dini Terhadap Kejadian Post Operative Nausea And Vomiting (PONV) Pada Pasien Dengan Anestesi Intravena Di Ruang Mina Rumah Sakit Islam Lumajang Kurniawati; Nur Hamim; Ainul Yaqin Salam
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 11 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v3i11.1461

Abstract

Insiden mual dan muntah pasca operasi (PONV) diharapkan dapat ditangani secara efektif dan efisien sehingga pasien dapat pulih secara optimal setelah operasi. Mobilisasi dini berkontribusi pada pemulihan sistem gastrointestinal dan mengurangi efek samping anestesi intravena. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh mobilisasi dini terhadap insiden mual dan muntah pasca operasi (PONV) pada pasien dengan anestesi intravena di Ruang Mina, Rumah Sakit Islam Lumajang. Metode penelitian menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan desain satu kelompok pre-test dan post-test. Perlakuan yang diberikan adalah latihan mobilisasi dini pada hari pertama pasca operasi selama 20 menit, dengan 5 kali pengulangan setiap latihan. Latihan dilakukan setelah 6 jam pertama pasca operasi dan kemudian diamati menggunakan skor Rhodes Index Nausea Vomiting and Retching (RINVR) setelah 24 jam pasca operasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien pasca operasi dengan anestesi intravena yang memenuhi kriteria inklusi eksklusi, dengan sampel sebanyak 32 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan uji statistik menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum perlakuan mobilisasi dini, didapati bahwa 16 responden (50%) mengalami mual dan muntah pasca operasi dalam kategori sedang dan setelah perlakuan ditemukan sebanyak 9 responden (28,1%) mengalami mual dan muntah pasca operasi dalam kategori ringan dan sebanyak 7 responden (21,9%) dalam kategori sedang. Hasil yang diperoleh menunjukkan nilai P = 0,000, α < 0,05, yang berarti ada pengaruh signifikan perlakuan mobilisasi dini terhadap insiden mual dan muntah pasca operasi (PONV). Temuan ini menunjukkan bahwa mobilisasi dini memiliki efek positif terhadap insiden mual dan muntah pasca operasi (PONV). Prosedur Operasional Standar mobilisasi dini dapat diterapkan dalam penanganan mual dan muntah pasca operasi pada pasien dengan anestesi intravena.
Perbandingan Fototerapi Intensif 360 Derajat Dan Fototerapi Konvensional Dalam Menurunkan Kadar Bilirubin Total Pada Bayi Hiperbilirubinemia Di RSUD Pasirian Lumajang Ita Febrina Kurnianingrum; Marfuah; Ainul Yaqin Salam
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 11 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v3i11.1462

Abstract

Hiperbilirubinemia adalah kondisi umum pada bayi baru lahir yang memerlukan penanganan segera untuk mencegah komplikasi seperti kernikterus. Fototerapi adalah salah satu metode utama yang digunakan untuk menurunkan kadar bilirubin total pada neonatus dengan hiperbilirubinemia. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan perbedaan efektivitas antara fototerapi intensif 360 derajat dan fototerapi konvensional dalam menurunkan kadar bilirubin total pada neonatus dengan hiperbilirubinemia di RSUD Pasirian Lumajang. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan dua kelompok pretest-posttest dan membandingkan hasil dari masing-masing perlakuan. Sampel terdiri dari 30 neonatus dengan hiperbilirubinemia yang menjalani fototerapi intensif 360 derajat atau fototerapi konvensional pada Juli-Agustus 2024, dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi dengan uji statistik Independent T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar bilirubin total sebelum fototerapi intensif 360 derajat adalah 13,2433 mg/dL dan menurun menjadi 5,8027 mg/dL setelah perlakuan, dengan penurunan rata-rata sebesar 7,4407 mg/dL. Pada kelompok fototerapi konvensional, rata-rata kadar bilirubin total sebelum perlakuan adalah 16,4373 mg/dL dan menurun menjadi 11,1707 mg/dL setelah perlakuan, dengan penurunan rata-rata sebesar 5,2667 mg/dL. Analisis uji-t menunjukkan nilai signifikan α < 0,05 (0,000), yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua metode fototerapi dalam menurunkan kadar bilirubin total pada neonatus dengan hiperbilirubinemia. Dengan demikian, fototerapi intensif 360 derajat terbukti lebih efektif daripada fototerapi konvensional dalam menurunkan kadar bilirubin total pada neonatus dengan hiperbilirubinemia.
Hubungan Perceived Stigma Dengan Kualitas Hidup Pasien Gangguan Jiwa Skizofrenia Di Wilayah Kecamatan Gucialit Linda Ferianti; Nur Hamim; Ainul Yaqin Salam
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 11 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v3i11.1463

Abstract

Kompleksitas skizofrenia membutuhkan pendekatan multifaset dalam pengobatannya, termasuk medikasi, psikoterapi, dan dukungan sosial. Namun, satu aspek penting yang sering diabaikan dalam manajemen skizofrenia adalah stigma yang terkait dengan gangguan ini. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki korelasi antara stigma yang dirasakan dan kualitas hidup pasien skizofrenia di Kecamatan Gucialit. Penelitian ini berfokus pada evaluasi bagaimana stigma yang dirasakan memengaruhi kualitas hidup pasien skizofrenia dalam komunitas ini. Penelitian ini adalah jenis penelitian analitik korelasional dengan desain cross-sectional yang menggunakan seluruh populasi pasien skizofrenia di wilayah Kecamatan Gucialit. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 35 responden, dan pengukuran stigma yang dirasakan serta kualitas hidup (Quality of Life Interview) dilakukan dengan menggunakan lembar kuesioner serta analisis statistik SPSS dengan uji Spearman's rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki stigma positif yang dirasakan, yaitu sebanyak 21 responden (60%), dan sebagian besar responden memiliki kualitas hidup yang tinggi, yaitu sebanyak 22 responden (62,9%). Analisis statistik menggunakan uji Spearman's rho menunjukkan nilai signifikansi α < 0,05 (0,000), yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara stigma yang dirasakan dan kualitas hidup pasien skizofrenia di Kecamatan Gucialit. Temuan ini menunjukkan bahwa stigma yang dirasakan memengaruhi kualitas hidup pasien skizofrenia, di mana stigma yang lebih rendah dikaitkan dengan kualitas hidup yang lebih baik. Oleh karena itu, intervensi yang bertujuan mengurangi stigma dan meningkatkan penerimaan sosial dapat berkontribusi positif terhadap kualitas hidup pasien-pasien ini. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi untuk mengembangkan program-program peningkatan kualitas hidup pasien skizofrenia melalui pengurangan stigma yang dirasakan.
Pengaruh Edukasi Tentang TBC Berbasis Grup WA Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien TBC Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Kendit Situbondo Ahmad Rizki Maulaya; Nur Hamim; Widya Addiarto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 11 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v3i11.1464

Abstract

Tuberkulosis (TBC) adalah suatu penyakit infeksi kronik yang sudah sangat lama dikenal pada manusia. Program yang bertujuan menuntaskan penyakit Tuberkulosis pada penderita yang dilaksanakan oleh Kementrian Kesehatan RI dalam upaya bidang promotif dilakukan dalam bentuk penyuluhan kesehatan kepada pasien Tuberkulosis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi tentang tuberculosis berbasis whatsapp group terhadap kepatuhan minum obat pada pasien tuberculosis. Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimental menggunakan pre – post test dalam satu kelompok. Data diambil di Poli TB Puskesmas Kendit kepada pasien pengobatan TBC sebanyak 46 responden secara total sampling. Pengolahan data meliputi editing, coding, scoring, dan tabulating. Kemudian dianalisis dengan uji spearman rank. Hasil analisa data didapatkan kepatuhan minum obat sebelum edukasi adalah kepatuhan sedang dan sesudah edukasi adalah kepatuhan tinggi sebanyak 20 responden (43,5%). Hasil penelitian tersebut diperkuat oleh hasil uji spearman rank didapatkan p value sebesar 0.000. Nilai p value penelitian ini menunjukkan nilai p value < α (0,05) yang berarti dapat disimpulkan ada pengaruh edukasi tentang tuberculosis berbasis whatsapp group terhadap kepatuhan minum obat pada pasien tuberculosis di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Kendit Situbondo. Diharapkan petugas kesehatan dapat menjadikan edukasi sebagai dasar untuk meningkatkan kepatuhan minum obat TBC. Banyak macam metode edukasi yang dapat digunakan salah satunya dengan membuat grup WA. Cara ini dapat selalu disosialisasikan kepada masyarakat dan petugas kesehatan lainnya.
Hubungan Mutu Pelayanan Dengan Kepuasan Pasien Rawat Inap Aditya Pramana Putra; Nur Hamim; Yulia Rachmawati H
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 11 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v3i11.1465

Abstract

Mutu pelayanan kesehatan merupakan salah satu indikator untuk mengukur tingkat kepuasan pasien. Kepuasan pasien adalah evaluasi atau penilaian setelah memakai suatu pelayanan, bahwa pelayanan yang dipilih setidak- tidaknya memenuhi atau melebihi harapan. Desain penelitian ini menggunakan Cross Sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode accidental sampling dengan jumlah sampel 64 responden dilaksanakan pada tanggal 1 sampai 22 Agustus 2024 . Data diambil dengan menggunakan kuesioner. Pengolahan data dilakukan dengan Editing, Coding, Scoring, Tabulating serta analisa data dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 64 responden untuk mutu pelayanan hampir seluruh responden menyatakan mutu pelayanan di rawat inap baik dengan prosentase 84,4%. Sedangkan proporsi tertinggi pada kepuasan sebanyak 82.8% menyatakan baik. Pengolahan data menggunakan uji chi square yang dihitung dengan menggunakan SPSS didapatkan nilai p value < α = 0,00 (nilai α=0,05) sehingga dapat disimpulkan H1 diterima yang artinya ada hubungan mutu pelayanan dengan kepuasan rawat inap di Puskesmas Arjasa Kabupaten Situbondo. Diharapkan petugas yang melaksanakan pelayanan rawat inap meningkatkan mutu pelayanan yang baik secara berkelanjutan (continuous improvement), agar dapat memberikan pelayanan yang baik di Puskesmas Arjasa khususnya pada pasien rawat inap.
Hubungan Efikasi Diri Dan Motivasi Dengan Kepatuhan Minum Obat Pasien Hipertensi Di UPT Puskesmas Randuagung Kabupaten Lumajang Ade Erma Surya; R. Endro Sulistyono; Rizka Yunita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 11 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v3i11.1466

Abstract

Hipertensi merupakan penyebab kematian kardiovaskular utama baik di Indonesia maupun di seluruh dunia. Salah satu faktor risiko yang dapat menyebabkan peningkatan angka kejadian morbiditas dan mortalitas penderita hipertensi adalah ketidakpatuhan pasien dalam meminum obat antihipertensi yang dianjurkan oleh dokter. Keberhasilan pengobatan hipertensi sangat bergantung pada kepatuhan seseorang dalam mengkonsumsi obat-obatan. Untuk meningkatkan kepatuhan minum obat, diperlukan efikasi diri dan motivasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan efikasi diri dan motivasi dengan kepatuhan minum obat pasien hipertensi di UPT Puskesmas Randuagung. Desain penelitian menggunakan desain penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Juli-Agustus terhadap pasien hipertensi. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien hipertensi di puskesmas Randuagung Kabupate Lumajang pada bulan Januari-Mei 2024 yaitu 152 pasien. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan non probability sampling dengan metode purposive sampling. Sampel pada penelitian ini yaitu 110 responden. Penelitian ini menggunakan kuesioner MASES-R, motivasi dan MMAS. Penelitian ini dianalisis menggunakan uji spearman’s rho. Penelitian ini telah diajukan dan lolos etika di KEPK Unhasa. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki efikasi diri rendah sebanyak 66 responden (60%), sebagian besar responden memiliki motivasi rendah sebanyak 68 responden (61,8%), dan sebagian besar responden memiliki kepatuhan minum obat rendah sebanyak 70 responden (63,6%) Analisa data yang digunakan yaitu Spearman Rho. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan efikasi diri dengan kepatuhan minum obat pasien hipertensi p= 0,000 (p<α=0,05) dengan kekuatan korelasi (r) yaitu 0,535 yang berarti kekuatan korelasi kuat dengan arah korelasi + (positif) yaitu searah dan terdapat hubungan antara motivasi dengan kepatuhan minum obat pasien hipertensi p= 0,000 (p<α=0,05) dengan kekuatan korelasi (r) yaitu 0,518 yang berarti kekuatan korelasi kuat dengan arah korelasi + (positif) yaitu searah. Kepatuhan dalam pengobatan pada pasien hipertensi sangat penting karena hipertensi merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan tetapi harus terus dikendalikan untuk mencegah komplikasi yang dapat berakibat fatal. Efikasi dan motivasi memiliki peranan penting dalam kepatuhan minum obat pasien. Efikasi dan motivasi tinggi akan membuat pasien cenderung lebih patuh dalam meminum obat begitu juga sebaliknya.
Pengaruh Edukasi Diet Hipertensi Terhadap Kepatuhan Diet Pasien Hipertensi Di Desa Papringan Kecamatan Klakah Kabupaten Lumajang M Fendik Nazaruddin; Nur Hamim; Ainul Yaqin Salam
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 11 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v3i11.1467

Abstract

Hipertensi memerlukan pengelolaan diet yang efektif untuk mencegah komplikasi kesehatan. Pendidikan yang tepat dapat memainkan peran penting dalam meningkatkan kepatuhan diet di antara pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menilai dampak pendidikan diet terhadap kepatuhan diet di antara pasien hipertensi di Desa Papringan, Klakah, Lumajang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh pendidikan diet terhadap kepatuhan diet di antara pasien hipertensi di daerah ini. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan kelompok perlakuan dan kontrol. Sebanyak 27 responden di kelompok perlakuan menerima pendidikan diet, sementara 27 responden di kelompok kontrol tidak menerima. Kepatuhan diet diukur sebelum dan setelah intervensi menggunakan kuesioner dan observasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon untuk menilai signifikansi perubahan dalam kepatuhan diet. Sebelum pendidikan, mayoritas responden di kelompok perlakuan memiliki tingkat kepatuhan yang cukup (77,8%), dibandingkan dengan 66,7% di kelompok kontrol. Setelah pendidikan, 77,8% responden di kelompok perlakuan menunjukkan kepatuhan yang baik. Sebaliknya, 81,5% responden di kelompok kontrol tetap pada tingkat kepatuhan yang cukup. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya pengaruh signifikan pendidikan terhadap kepatuhan diet di kelompok perlakuan (α<0,05, 0,004), sementara tidak ada pengaruh signifikan yang diamati di kelompok kontrol (α>0,05, 0,102). Temuan ini menyoroti bahwa pendidikan memiliki dampak positif yang signifikan terhadap kepatuhan diet di kelompok perlakuan, tetapi tidak di kelompok kontrol. Hasil penelitian ini menyarankan agar puskesmas dapat mengintegrasikan program pendidikan diet hipertensi dengan program puskesmas untuk promosi kesehatan.
Hubungan Self Compassion Dengan Motivasi Berobat Pada Pasien Luka Gangren DM Tipe II Di Poli Diabet RSUD Dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan Rengga Yudha Permana; Achmad Kusyairi; Alwin Widiyanto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 11 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v3i11.1468

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Hubungan Self compassion dengan motivasi berobat pada pasien luka gangren DM tipe II di Poli Diabet RSUD R. dr. Soedarsono Kota Pasuruan. Diabetes Melitus(DM) tipe II merupakan penyakit kronis tidak menular yang ditandai dengan terjadinya kenaikan glukosa darah, DM tipe II terjadi karena adanya kekurangan insulin yang absolut atau relatif dan menyebabkan gangguan pada fungsi kerja insulin. Menurut Internasional Diabetes Federation (IDF) pada tahun 2019 terdapat 463 juta orang dengan penderita DM tipe II dan diperkirakan 15% dari total penderita DM tipe II mengalami luka gangren yang bisa mengarah ke amputasi bahkan kematian. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional yang bertujuan untuk mengungkapkan hubungan korelatif antar variabel (variabel independen dan variabel dependen). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat dan positif antara self compassion dengan motivasi berobat pada pasien luka gangrene DM tipe II di poli diabet RSUD Dr. Soedarsono 1. Self compassion pada pasien luka gangrene DM tipe II di poli diabet RSUD Dr..R. Soedarsono didominasi oleh pasien dengan self compassion yang tinggi yaitu sebanyak 21 orang atau sebesar 47.73% 2. Motivasi berobat pada pasien luka gangrene DM tipe II di poli diabet RSUD Dr..R. Soedarsono didominasi oleh pasien dengan motivasi yang baik yaitu sebanyak 25 orang atau sebesar 56.82% 3. terdapat hubungan yang kuat dan positif antara Self Compassion dengan motivasi berobat pada pasien luka gangrene DM tipe II di poli diabet RSUD Dr..R. Soedarsono. Hal tersebut dibuktikan dengan nilai Signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0.001 ( pvalue 0.05). Sehingga dapat dikatakan bahwa Self Compassion memiliki hubungan/korelasi yang baik dengan Motivasi berobat. Maka dapat disimpulkan H1 diterima
Pengaruh Perawatan Luka Dengan Teknik Balutan Moist Wound Healing Terhadap Regenerasi Luka Pasien Diabetes di Ruang Bedah RSUD Asembagus Hari Purwanto; Dodik Hartono; Nafolion Nur Rahmat
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 11 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v3i11.1469

Abstract

Diabetes merupakan penyakit menahun (kronis) berupa gangguan metabolik yang ditandai dengan kadar gula yang melebihi batas normal. Komplikasi yang ditimbulkan akibat dari diabetes diantaranya adalah sistem mikrovaskuler dan makrovaskuler seperti luka diabetik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perawatan luka dengan teknik balutan moist wound healing terhadap regenerasi luka pasien diabetes. Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimental menggunakan pra – post test dalam satu kelompok. Data diambil pada tanggal 17 Juli 2024 sampai 17 Agustus 2024 di Ruang Bedah RSUD Asembagus kepada 25 responden secara total sampling. Pengumpulan data meliputi editing, coding, scoring, dan tabulating. Kemudian dianalisis dengan uji spearman rank. Hasil analisa data didapatkan regenerasi luka pada penderita diabetes sebelum dan setelah dilakukan moist wound healing regenerasi luka pada fase inflamasi sebelum dilakukan perawatan. Fase proliferasi setelah dilakukan perawatan moist woung healing sebanyak 20 responden (80.0%). Hasil penelitian tersebut diperkuat oleh hasil uji spearman rank didapatkan p value sebesar 0.000. Nilai p value penelitian ini menunjukkan nilai p value < α (0,05) yang berarti dapat disimpulkan ada pengaruh perawatan luka dengan teknik balutan moist wound healing terhadap regenerasi luka pasien diabetes. Diharapkan petugas kesehatan dapat menerapkan perawatan luka dengan metode moist wound healing karena berkontribusi secara signifikan dalam perawatan luka yang lebih baik, terutama untuk luka kronis seperti luka ulkus diabetikum.
Hubungan Health Literasi Dengan Kemampuan Menstrual Hygiene Pada Remaja Putri Menarch Dina Zakiyyatul Fuadah; Andika Siswoaribowo; Agnes Eka Alfionita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 11 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v3i11.1471

Abstract

Ketidakmampuan remaja putri dalam menjaga kebersihan saat menstruasi mengakibatkan muncul masalah perilaku menstrual hygiene yang masih rendah. Hal tersebut terjadi dikarenakan kurang informasi dan pengetahuan yang mereka dapatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan health literasi dengan kemampuan menstrual hygiene pada remaja putri menarche di SMPN 4 Pare. Desain penelitian ini adalah korelasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi adalah 40 siswi dengan sampel 40 responden menggunakan teknik total sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah health literasi dan variabel dependen adalah kemampuan menstrual hygiene. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner E-Healss untuk health literasi dan kuisioner Menstrual Hygiene untuk kemampuan kebersihan menstruasi remaja putri. Uji statistic yang digunakan adalah Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan hampir keseluruhan (72,5%) mempunyai health literasi kategori kurang dan sebagian besar (67,5%) remaja putri mempunyai menstrual hygiene kategori kurang, dengan P-value = 0,001<α = 0,05 (r = 0,879), artinya terdapat hubungan yang cukup kuat antara health literasi dengan kemampuan menstrual hygiene. Hubungan Health literasi dengan kemampuan menstrual hygiene yaitu apabila literasi remaja putri meningkat maka pengetahuan dan keterampilan dalam menjaga kebersihan saat menstruasi baik. Dalam pelaksanaannya health literasi dapat dilakukan kapan dan dimana saja dengan menggunakan media elektronik. Dengan meningkatkan health literasi akan menambah pengetahuan sehingga saat menerima informasi dapat memilah serta mencari sumber terpercaya. Oeh karena itu, dalam meningkatkan kemampuan menstrual hygiene diharapkan untuk sekolah berperan aktif dalam meningkatkan health literasi siswa

Page 1 of 2 | Total Record : 17