cover
Contact Name
Ade Herman Surya Direja
Contact Email
adehermansuryadireja@gmail.com
Phone
+6282182997717
Journal Mail Official
admin@journal.mandiracendikia.com
Editorial Address
Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia Bengkulu, Indonesia Jl. Padat Karya No 25 Kelurahan Sumur Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia
ISSN : -     EISSN : 29642434     DOI : 10.70570
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) accepts related writings: Health sciences allied such like: Midwifery, medicine, pharmacies, phisiotherapy, surgical medical nursing, Emergency nursing, Mental nursing, Maternity nursing and children, Community nursing, family and elderly Nursing management, ect. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) also accepts all writings with various disciplines of science with the terms of the core points remaining in the path and scope of the world of Health Sciences.
Articles 46 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 8 (2024)" : 46 Documents clear
Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Imunisasi Dan Status Imunisasi Dasar Lengkap Pada Balita Di Desa Tasikmadu Kecamatan Palang Kabupaten Tuban Amania Fajriati; Wahyuningsih Triana Nugraheni; Wahyu Tri Ningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 8 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Imunisasi adalah suatu tindakan memberikan kekebalan tubuh kepada seseorang dengan Memasukkan imunisasi agar kebal terhadap suatu penyakit. Dibuktikan pada wilayah kerja Puskesmas Sumurgung menduduki posisi ke-4 yang belum tercapai targetnya. Meskipun di puskesmas sumurgung target yang dicapai hampir terpenuhi tetapi perlu mendapat perhatian karena balita mudah terpapar penyakit menular jika tidak diberikan imunisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mendeskripisikan Tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi dan status imunisasi dasar lengkap pada balita berdasarkan karakteristik ibu. Desain penelitian menggunakan deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu yang memiliki balita Di Desa Tasikmadu Kecamatan palang Kabupaten Tuban Yang Berjumlah 235 Orang dengan besar sampel 156 orang, Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Variabel penelitian adalah tingkat pengetahuan ibu dan status imunisasi dasar lengkap. Intrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan deskriptif dengan tabel, distribusi frekuensi dan presentase. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan Sebagian besar ibu memiliki tingkat pengetahuan tentang imunisasi dasar lengkap pada balita dalam kategori cukup dan hampir seluruhnya balita di desa Tasikmadu memiliki status imunisasi yang tidak lengkap. Pemberian imunisasi dasar yang lengkap kepada anak-anak generasi mendatang akan melindungi mereka dari penyakit menular tertentu seperti polio, campak, hepatitis, difteri, batuk rejan, dan tetanus. Adapun pengetahuan ibu yang cukup dikarenakan masih banyak ibu yang beranggapan salah tentang imunisasi yang berkembang dalam masyarakat dan tidak sedikit orang tua yang khawatir terhadap efek samping dari beberapa vaksin. Untuk ibu yang memiliki pengetahuan cukup tentang pemberian imunisasi di posyandu, ada saran berikut yang dapat disampaikan yaitu memberi nasihat atau penyuluhan tentang pengertian imunisasi dan dampak jika tidak diberikan iminisasi akan mengakibatkan anak mudah terpapar penyakit.
Dukungan Keluarga Dengan Upaya Pencegahan Komplikasi Pada Penderita Diabetes Melitus Di Puskesmas Tuban Irmanda Mufida; Su’udi; Titik Sumiatin; Binti Yunariyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 8 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus yang tidak terkontrol dan tidak diobati dengan tepat akan berkembang menjadi kondisi kronis dan menyebabkan timbulnya komplikasi, hingga saat ini faktanya terdapat peningkatan yang terjadi pada penderita diabetes melitus yang berpotensi meningkatnya komplikasi pada penderita diabetes melitus. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga pada penderita diabetes melitus dengan upaya pencegahan komplikasi di Puskesmas Tuban. Desain penelitian menggunakan korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita diabetes melitus yang melakukan pemeriksaan pada 3 bulan terakhir ditahun 2023 sebanyak 57 orang. Dengan besar sejumlah 50 orang, teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah random sampling. Intrumen penelitian berupa kuesioner dukungan keluarga beserta upaya pencegahan komplikasi. Analisa Uji Chi-Square yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan hampir seluruhnya keluarga penderita diabetes melitus memiliki dukungan keluarga dalam kategori baik dan sebagian besar memiliki upaya pencegahan komplikasi kategori baik. Hasil uji Chi-Square didapatkan p-value= 0,01 yang berarti ada hubungan antara dukungan keluarga dengan upaya pencegahan komplikasi pada penderita diabetes melitus di Puskesmas Tuban. Dukungan keluarga sangat penting diberikan kepada penderita diabetes melitus dalam upaya pencegahan komplikasi pada penderita diabetes melitus. Karena semakin baik dukungan keluarga, maka semakin baik pula upaya pencegehan komplikasi. Dengan dukungan kelurga akan lebih mudah bagi penderita diabetes melitus melakukan upaya pencegahan komplikasi diabetes melitus.
Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Penyakit Kusta Di Wilayah Kerja Puskesmas Sumurgung Kabupaten Tuban Haura Ilma Nafi’a; Wahyuningsih Triana Nugraheni; Wahyu Tri Ningsih; Yasin Wahyurianto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 8 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Kusta merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium laprae. Penyakit Kusta menyerang saraf tepi/perifer, kemudian kulit, dan juga dapat menyerang organ tubuh lainnya seperti mata, mukosa saluran nafas, otot, tulang dan terkadang testis. Penyakit kusta selain mengganggu Kesehatan dapat juga mengganggu kesejahteraan penderita dikarenakan stigma Masyarakat yang buruk terhadap penyakit kusta. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui “Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Penyakit Kusta di Wilayah Kerja Puskesmas Sumurgung”. Desain penelitian yang digunakan dalam metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang ada di RW 2 dan RW 6 Desa Ngimbang Wilayah Kerja Puskesmas Sumurgung Kabupaten Tuban dengan sejumlah 240 KK. Dengan Teknik Sampling sejumlah 150 KK. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Penyakit Kusta. Penelitian ini dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan masyarakat di Desa Ngimbang Wilayah Kerja Puskesmas Sumurgung terbanyak memiliki Tingkat pengetahuan cukup yaitu 74 orang (49%) dan hanya sebagian kecil yang berpengetahuan kurang yaitu 25 orang (17%). Pengetahuan mengenai penyakit kusta harus dimiliki dengan baik oleh masyarakat karena pengetahuan tersebut sangat bermanfaat untuk sikap positif masyarakat kepada penderita kusta. karena dengan adanya pandangan positif masyarakat, penderita kusta tidak perlu takut akan dijauhi oleh masyarakat dan bisa menjalani pengobatan secara maksimal.
Lama Pengobatan Dengan Gangguan Mental Emosional (GME) Pada Pasien TB Paru Di Puskesmas Sumurgung Palang Vera Feriska A; Yasin Wahyurianto; Teresia Retna P; Binti Yunariyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 8 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penderita penyakit kronik seperti TBC dengan pengobatan yang lama memungkinkan mengalami depresi. Salah satu penyebab terjadinya depresi pada penderita TB karena banyaknya konsumsi obat setiap hari, terapi dalam waktu lama dan kompleks, menimbulkan gejala depresi yang merupakan suatu gangguan mental pada penderita TBC. Tujuan penelitian ini untuk megetahui hubungan lama pengobatan TB paru dengan gangguan mental emosional (GME) pada pasien TB paru di Puskesmas Sumurgung Palang. Desain penelitian analitik korelational dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian adalah pasien TB paru yang menjalani pengobatan TB di wilayah kerja Puskesmas Sumurgung sejumlah 30 pasien. Teknik sampling penelitian menggunakan nonprobability sampling. Sampel penelitian adalah seluruh pasien TB paru yang menjalani pengobatan sejumlah 30 pasien.Variabel independen dalam penelitian ini adalah Lama pengobatan TB Paru sedangkan variabel dependen yaitu Kejadian Gangguan Mental Emosional pada penderita TB Paru yang menjalani pengobatan. Pengambilan data mengguakan kuesioner SRQ-29 diolah dengan metode Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan hampir seluruh pasien TB paru di Puskesmas Sumurung menjalankan pengobatan tahap awal dan sebagian besar Pasien TB paru di Puskesmas Sumurung yang menjalankan pengobatan tahap awal mengalami GME. Hasil uji chi-square, didapatkan p-value = 0,009 dengan p < 0,05 sehingga hipotesis diterima, artinya ada hubungan antara Lama Pengobatan Dengan Gangguan Mental Emosional (GME) Pada Pasien TB Paru. Gangguan Mental emosional pada fase awal pengobatan lebih banyak terjadi, hal ini dikarenakan pada fase lanjutan pengobatan pasien TB Paru sudah mulai adaptif dan bisa mengkopping gangguan emosional dan stress dalam masa pengobatan lanjutan mencoba penerima apa yang sedang dijalani.
Pola Makan Dan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Hipertensi Di Puskesmas Semanding Kabupaten Tuban Konie Febrianingrum; Wahyuningsih Triana Nugraheni; Wahyu Tri Ningsih; Su’udi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 8 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi adalah salah satu penyakit yang tidak menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pola makan yang kurang dan aktivitas fisik yang ringan menyebabkan hipertensi sehingga berisiko menyebabkan kerusakan pada jantung, pembuluh darah hingga kematian. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi di Puskesmas Semanding Kabupaten Tuban. Desain penelitian menggunakan analisis korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anggota program prolanis yang berjumlah 50 orang di Puskesmas Semanding Kabupaten Tuban dengan besar sampel sejumlah 44 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pola makan (Food Frequency Questionaire) dan kuisioner aktivitas fisik (Baecke Physical Activity). Analisis data menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anggota prolanis memiliki pola makan kurang, seluruhnya memiliki aktivitas fisik ringan, dan sebagian besar menderita hipertensi. Hasil uji spearman rank didapatkan ada hubungan antara pola makan kurang dengan kejadian hipertensi dengan p-value = 0,001. Dan ada hubungan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi didapatkan p-value = 0,001. Dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan antara pola makan dengan kejadian hipertensi dan adanya hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi. Pola makan kurang dan aktivitas fisik ringan berkaitan dengan kejadian hipertensi seseorang. Artinya apabila pola makan kurang dan aktivitas fisik ringan menyebabkan hipertensi karena dengan makanan yang tinggi garam dan tidak melakukan aktivitas fisik secara rutin maka akan meningkatkan kerja jantung sehingga terjadi hipertensi.
Hubungan Kecanduan Game Online Dengan Kualitas Tidur Pada Remaja Di Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Tuban Denny Eka Prasetyawan; Titik Sumiatin; Su’udi; Binti Yunariyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 8 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Memainkan gim online menjadi hiburan yang mampu memberi rasa senang sebab bisa memberikan kepuasan tersendiri. Saking rutin memainkan gim online, muncul perasaan untuk terus mengulang dan memainkan permainan gim online sehingga bisa menyebabkan kecanduan pada seseorang yang memainkannya. Bahkan, permainan gim online ini dapat menurunkan kualitas tidur. Penelitian ini bermaksud guna menyelidiki hubungan kecanduan gim online dengan kualitas tidur pada remaja di Sekolah Menegah Atas Negeri 3 Tuban. Desain penelitian correlational mempergunakan pendekatan cross sectional. Dalam penelitian ini, populasinya ialah seluruh remaja kelas X di Sekolah Menegah Atas Negeri 3 Tuban. Terdapat 245 dengan besar sampel sejumlah 152 pelajar dan dalam mengambil sampelnya mempergunakan simple random sampling. Adapun instrumen penelitiannya mempergunakan angket/kuesioner kecanduan game online dan kualitas tidur, sedangkan analisis datanya mempergunakan uji chi square. Temuan yang didapat memperlihatkan mayoritas siswa memiliki kecanduan gim online berat dan mayoritas siswa mempunyai kualitas tidur kurang. Sesuai uji chi square, memperoleh temuan p-value = 0,004 atau kecanduan gim online berhubungan dengan kualitas tidur pada remaja di Sekolah Menegah Atas Negeri 3 Tuban. Memainkan gim online memang tidak dilarang selagi tetap memprioritaskan durasi permainan dan tidak abai terhadap tanggung jawab sebagai generasi muda yang sedang berjuang untuk kemajuan. Kegagalan untuk terlibat dalam gim online dalam jangka waktu yang tidak wajar bisa menyebabkan dampak buruk, antara lain, penurunan motivasi dalam kegiatan akademis, terbatasnya interaksi sosial, gangguan kesehatan mata, motoric maupun psikologis, serta potensi kecanduan dan kualitas tidur yang memburuk. Peraturan diperlukan supaya sekolah bisa menerapkannya, terutama terkait pemakaian perangkat gawai.
Tingkat Stres Dengan Kejadian Insomnia Pada Lansia Di Puskesmas Wire Diana Eka Elina Putri; Su’udi; Titik Sumiatin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 8 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stres adalah ketidakmampuan seseorang untuk mengatasi bahaya yang dihadapinya baik secara mental, fisik, dan emosional,. Stres secara fisiologis sendiri memiliki keterkaitan hubungan dengan pola tidur, yang akan dapat menaikkan beberapa hormon tertentu, diantaranya yaitu hormone norefinefri, yang dapat menyebabkan reaksi kegiatan dalam system saraf simpasis menjadi terganggu, dengan kat lain dapat mengakibatkan insomnia dan mengalami penurunan kemampuan untuk tidur. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara tingkat stress dengan kejadian insomnia pada lansia di puskesmas wire. Desain penelitian ini menggunakan korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh lansia yang aktif diposyandu lansia puskesmas wire sebanyak 140 lansia, untuk besar sampel 104 lansia, pengambilan sampel menggunakan simple random sampling, variable penelitian menggunakan Independen Tingkat Stres dan dependen Kejadian Insomnia, instrument penelitian ini menggunakan kuisioner tingkat stress dengan skala DASS dan kuisioner Kejadian insomnia dengan skala IRS, analisis data menggunakan uji sperman rank. Hasil penelitian menunjukkan Lansia mengalami stress ringan dan sedang, serta sebagian besar lansia mengalami insomnia ringan. Hasil uji sperman rank didapatkan p-value = 0,001 yang berarti ada hubungan antara tingkat stress dengan kejadian insomnia pada lansia di puskesmas wire. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang cukup besar antara tingkat stress dengan kejadian insomnia. Tingkat dengan hubungan positif ringan. Upaya pencegahan stres dapat dilakukan dengan cara rutin mengikuti posyandu lansia dan berbincang-bincang dengan sesamalansia, menjalankan kegiatan seperti jalan-jalan pagi disekitar rumah bersama keluaga dan bincang-bincang sesame keluarga itu dapat menjadi solusi untuk menghilangkan stress.
Hubungan Antara Beban Kerja Dengan Stress Kerja Pada Perawat Pelaksana Di Unit Rawat Jalan Erna Wahyu Wardani; Eltanina Ulfameytalia Dewi; Rista Islamarida; Mamik; Santoso
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 8 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena penurunan angka kunjungan ke unit rawat jalan di masa pandemi ternyata justru meningkatkan beban kerja perawat di unit rawat jalan. Pasien yang menghindari kunjungan karena ketakutan terpapar virusbaru datang berkunjung setelah perburukan sehingga justru akhirnya meningkatkan kebutuhan asuhan keperawatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan beban kerja dan stress kerja di unit rawat jalan pada salah satu rumah sakit di Yogyakarta di masa pandemi Covid-19. Metode penelitian kuantitatifanalitik dengan pendekatan potong lintang (cross sectional). Sampel adalah 50 perawat pelaksana di rawat jalan yang diambil dengan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner elektronik tertutup dan data dianalisis dengan uji ranks spearman(rs). Analisis ranks spearman(rs) menunjukkan bahwa pada taraf signifikansidiperoleh nilai sehingga dan nilai rs=0,311. Hasil penelitian menyimpulkan adanya hubungan positif yang signifikan antara hubungan beban kerja dan stress kerja di unit rawat jalan.
Uji Validitas Reliabilitas Instrumen Analisis Stunting Dengan Pendekatan Teori Leininger Dan Family Centered Nursing Eltanina Ulfameytalia Dewi; Nessy Anggun Primasari; Wiwit Sugiarti; Agus Haryanto Widagdo
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 8 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Instrumen penelitian yang dapat dipergunakan dalam suatu penelitian harus melalui uji validasi dan reliabilitas data. Uji validasi dapat menggunakan rumus korelasi product moment dan uji t untuk melihat penafsiran dari indeks korelasi dengan total keseluruhan skor. Pengukuran uji reliabilitas menggunakan metode nilai Cronbach’s alpha. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji validitas dan reliabilitas kuesioner yang dikembangkan peneliti dalam penelitian analisis kejadian stunting berdasarkan pendekatan teori keperawatan Leininger dan Family Centered Nursing. Penelitian ini dilakukan dengan desain analisis kuantitatif pada 60 responden yaitu ibu yang memiliki anak balita. Kuesioner berupa 47 item pernyataan yang terdiri dari 22 item pernyataan variabel teori Leininger dan 25 item pernyataan variabel teori family centered nursing. Hasil penelitian menunjukkan kuesioner valid dan reliabel dengan nilai korelasi nilai r hitung lebih dari 0,361 – 0,767 daripada r tabel 0,361. Nilai cronbach’s alpha yaitu 0,717 untuk variabel teori Leininger dan 0,698 untuk variabel family centered nursing. Berdasarkan hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa kuesioner dapat dinyatakan valid dan reliabel.
Dukungan Keluarga Pada Pasien Odha Di Poli Edelweis Rsud Dr. R. Koesma Tuban Vellsa Zarohtul Cahyani; Yasin Wayurianto; Teresia Retna P; Su’udi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 8 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Human Immunodeficiency Virus & Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV-AIDS) merupakan salah satu masalah kesehatan global yang jumlah penderitanya meningkat setiap tahunnya. Ini adalah masalah kesehatan global. Sebagai support system utama bagi ODHA, keluarga memegang peranan penting sebagai pendamping dalam aktivitas sehari-hari dan pengambilan keputusan pengobatan. Kelangsungan hidup ODHA mendapat manfaat dari dukungan atau perhatian. ODHA mungkin akan mendapatkan semangat baru dari keluarganya, sehingga mereka akan merasa lebih percaya diri untuk menjalani hidup sehat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih jauh mengenai program dukungan keluarga yang diberikan kepada pasien ODHA di RSUD Dr. R Koesma Poliklinik Edelweis Tuban. Penelitian ini memiliki desain deskriptif. Populasi penelitian adalah sebagian pasien ODHA yang rata-rata menerima pengobatan setiap bulannya adalah 50. Purposive sampling merupakan metode pengambilan sampel yang diterapkan. Dukungan keluarga pada pasien ODHA menjadi variabel penelitian. Caranya dengan menggunakan penyebaran kuesioner untuk mengumpulkan data. Tabel frekuensi digunakan untuk analisis data deskriptif. Hasil penelitian ini diperoleh oleh penderita ODHA di Poli Edelweis RSUD dr.R Koesma Tuban sebagian besar (64%) berusia 26-45. Sebagian besar (62%) pasien ODHA berjenis kelamin laki-laki, hampir setengah (44%) pasien ODHA berpendidikan menengah atas. Sebagian besar (66%) pasien ODHA bekerja. Sebagian besar (64%) dukungan keluarga pada ODHA kurang. Sebagian besar (75%) pasien ODHA yang berusia 12-25 tahun memiliki dukungan keluarga dalam kategori kurang, sebagian besar (73%) pasien ODHA yang berpendidikan SMA memiliki dukungan keluarga dalam kategori kurang, dan hampir seluruh (79%) pasien ODHA yang bekerja memiliki dukungan keluarga dalam kategori kurang. Hasil dari memberi dan menerima bantuan dari anggota keluarga seperti pasangan, orang tua, mertua, dan istri kepada anggota keluarga lainnya disebut dengan dukungan keluarga. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya dukungan keluarga bagi pasien HIV yang menerima pengobatan, karena pasien yang memiliki dukungan keluarga yang kuat akan lebih mampu mematuhi rejimen pengobatannya, menanamkan semangat baru pada ODHA, dan memiliki rasa percaya diri untuk menjalani hidup sehat.