Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) accepts related writings: Health sciences allied such like: Midwifery, medicine, pharmacies, phisiotherapy, surgical medical nursing, Emergency nursing, Mental nursing, Maternity nursing and children, Community nursing, family and elderly Nursing management, ect. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) also accepts all writings with various disciplines of science with the terms of the core points remaining in the path and scope of the world of Health Sciences.
Articles
39 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 4 No. 9 (2025)"
:
39 Documents
clear
Hygiene Genitalia Wanita Dengan Kejadian Fluor Albus Pada Remaja Putri Di Program Studi Keperawatan Tuban Program Diploma Tiga
Arifah Nursanti;
Su’udi;
Titik Sumiatin;
Teresia Retna Puspitadewi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1894
Masalah kesehatan remaja yang umum ditemukan merupakan permasalahan kesehatan reproduksi berupa peradangan vagina rasa gatal hingga keputihan. Saat ini, banyak wanita khususnya remaja putri masih mengalami keputihan. Beberapa perempuan, terutama remaja putri, sering mengalami keputihan. Keputihan ini bisa bersifat fisiologis (normal) atau patologis. Menjaga kebersihan pribadi, terutama kebersihan genital, merupakan langkah awal menuju kesehatan reproduksi. Penelitian ini bermaksud untuk menganalisis hubungan antara kejadian keputihan dan kebersihan genital perempuan pada remaja putri yang terdaftar dalam Program Studi Diploma Tiga Keperawatan Tuban. Pendekatan penelitian kuantitatif yang dipakai ialah analisis korelasi cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini ialah 187 perempuan muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan sampel acak langsung untuk 128 perempuan muda. Variabel dependen dalam penelitian ini ialah Kejadian Fluor Albus pada remaja putri, sedangkan variabel independen yakni Hygiene Genitalia Wanita. Data dikumpulkan melalui survei menggunakan metode uji Chi-Square. Hasil uji statistic Chi-Square nilai signifikansi p-value=0,001 dengan p- value=<0,05, maka bisa dikatakan bahwa ada korelasi antara Hygiene Genitalia Wanita dengan Kejadian Fluor Albus pada Remaja Putri di Program Studi Keperawatan Tuban Program Diploma Tiga. Diskusi: Prevalensi fluor albus pada remaja putri berkorelasi signifikan dengan kebersihan genital perempuan. Untuk mencegah fluor albus, penting untuk meningkatkan kesadaran serta memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan genital.
Hubungan Akses Terhadap Pelayanan Kesehatan Dan Literasi Terhadap Peran Suami Dalam Upaya Pencegahan Gadar Maternal Dan Anak Di RSUD Empat Lawang
Ahamd Muzani;
Tuti Rohani;
Erlina Panca Putri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1895
Kesehatan maternal dan anak (KIA) merupakan indikator fundamental dalam menilai kinerja sistem kesehatan suatu negara serta mencerminkan tingkat kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. KIA mengalami pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs) berupa penurunan AKI. Penurunan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor multifaset, seperti peningkatan akses ke layanan kesehatan berkualitas, pemberdayaan perempuan, perbaikan status sosial ekonomi, dan peran keluarga, khususnya suami, dalam mendukung kesehatan maternal dan anak (Asamoah et al., 2023). Desain penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional, yaitu penelitian yang mempelajari dinamika korelasi antara variabel dependen dan variabel independen dengan model point time approach (Notoatmodjo, 2012). Sampel pada penelitian ini adalah semua suami ibu hamil yang melakukan kunjungan di RSUD Empat Lawang. Adapun total posebanyak 77 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian responden memiliki akses sulit, sebagian responden memiliki literasi kesehatan tidak mencukupi, sebagian responden memiliki peran suami kurang baik dan baik, ada hubungan akses terhadap pelayanan kesehatan terhadap peran suami dalam upaya pencegahan gadar maternal dan anak di RSUD Empat Lawang (p=0.004) dan ada hubungan literasi kesehatan terhadap pelayanan kesehatan terhadap peran suami dalam upaya pencegahan gadar maternal dan anak di RSUD Empat Lawang (p=0,003) Peneliti menyarankan kepada pihak RSUD agar dapat merancang program intervensi yang lebih tepat sasaran dan efektif untuk meningkatkan keterlibatan suami dalam pelayanan kesehatan maternal dan neonatal.
Penerapan Terapi Tertawa Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Wilayah Pukesmas Jebres
Galuh Setyo Aji Kusworo;
Zulfa Mahdiatur Rasyida
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1896
Hipertensi adalah suatu keadaan ketika tekanan darah di pembuluh darah meningkat secara kronis. Hal tersebut dapat terjadi karena jantung bekerja lebih keras memompa darah untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan nutrisi tubuh. Prevalensi penduduk di Provinsi Jawa Tengah dengan hipertensi sebesar 37,57%. Prevalensi hipertensi pada perempuan (40,17%) lebih tinggi dibanding dengan laki-laki (34,83%). Prevalensi di perkotaan sedikit lebih tinggi (38,11%) dibandingkan dengan perdesaan (37,01%). Oleh sebab itu, terapi tertawa dapat diterapkan sebagai terapi alternatif untuk lansia penderita hipertensi. Tujuan; Mendeskripsikan hasil penerapan terapi tertawa untuk menurunkan hipertensi pada lansia penderita hipertensi di Wilayah Puskesmas Ngoresan. Metode; Penerapan menggunakan studi kasus dengan metode penelitian deskriptif dan mengobservasi kejadian yang sudah terjadi. Instrumen yang digunakan meliputi Sphygmomanometer digital, Lembar observasi responden, dan SOP (Standar Operasional Prosedur) Terapi Tertawa. Hasil; Setelah melakukan terapi tertawa selama 5-10 menit dilakukan sebanyak 3 hari sebanyak 1 kali setiap harinya menunjukkan penurunan tekanan darah pada kedua responden. Kesimpulan; Terapi tertawa memiliki pengaruh terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi.
Tingkat Pengetahuan Penderita Tentang Pencegahan Komplikasi Diabetes Melitus Di Puskesmas Tuban
Bintang Aurellion Dianny;
Yasin Wahyurianto;
Teresia Retna Puspitadewi;
Wahyuningsih Triana Nugraheni
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1897
Diabetes melitus adalah kondisi kronis yang berpotensi menimbulkan komplikasi serius jika tidak dikelola dengan baik. Pemeliharaan kadar glukosa darah dalam kisaran mendekati normal telah diidentifikasi sebagai faktor protektif terhadap munculnya komplikasi jangka panjang pada individu dengan diabetes. Berdasarkan data awal di Puskesmas Tuban, terdapat 69 penderita diabetes melitus, dan 52% di antaranya mengalami komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan penderita tentang pencegahan komplikasi diabetes melitus di Puskesmas Tuban. Desain penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah adalah seluruh penderita diabetes melitus yang menjadi anggota Prolanis di Puskesmas Tuban pada Januari 2025 yang mengalami komplikasi berjumlah 36 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah Total Sampling. Variabel penelitian yaitu adalah tingkat pengetahuan penderita tentang pencegahan komplikasi pada penderita diabetes melitus. Cara pengambilan data dengan lembar kuesioner. Data analisis deskriptif dengan tabel frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir setengahnya penderita diabetes melitus di Puskesmas Tuban berpendidikan SD, sebagian besar berusia 56-65 tahun, dan sebagian besar bekerja. Penderita diabetes melitus dengan pengetahuan baik berpendidikan Perguruan Tinggi, berusia 36–45 tahun, dan memiliki pekerjaan. Secara umum, sebagian besar penderita komplikasi diabetes melitus di Puskesmas Tuban memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai pencegahan komplikasi diabetes melitus. Pencegahan komplikasi pada pasien diabetes melitus memerlukan dukungan yang konsisten melalui pemberian edukasi kesehatan secara berkelanjutan, sebab edukasi yang dilakukan secara berulang dan terarah terbukti dapat meningkatkan motivasi penderita dalam melakukan perawatan diri, memahami risiko komplikasi, serta mengambil tindakan preventif yang tepat berdasarkan pengetahuan yang mereka miliki.
Aktivitas Fisik Dengan Kualitas Hidup Lansia Penderita Hipertensi Di Puskesmas Tuban Kecamatan Tuban Kabupaten Tuban
Salsabilla Dyah Arifin;
Su’udi;
Titik Sumiatin;
Wahyu Tri Ningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1898
Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang meningkat pada lansia, berdampak pada risiko komplikasi dan kualitas hidup. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan kualitas hidup lansia penderita hipertensi di Puskesmas Tuban Kabupaten Tuban. Desain penelitian ini adalah korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh lansia penderita hipertensi yang rutin mengikuti program PROLANIS di Puskesmas Tuban, dengan jumlah populasi 40 orang dan sampel sejumlah 36 orang yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen adalah aktivitas fisik, diukur dengan kuesioner Baecke. Variabel dependen adalah kualitas hidup, diukur dengan kuesioner WHOQOL-BREF. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan akan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir setengahnya (33,3%) lansia anggota program prolanis yang beraktifitas fisik berat memiliki kualitas hidup yang baik. Setelah dilakukan uji Chi-Square antara aktivitas fisik dengan kualitas hidup lansia anggota program prolanis menunjukkan nilai P-value = <0,001, Dimana nilai P-value
Edukasi Coping Stress Pada Perawat Shift Malam Melalui Media Booklet
Zalsa Dwi Ramdhani;
Hermawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1899
Perawat merupakan tenaga kesehatan yang memiliki peran penting dalam memberikan asuhan keperawatan 24 jam, termasuk pada shift malam yang rentan menimbulkan stress kerja akibat ketidakseimbangan beban kerja dan jumlah tenaga, yang jika tidak tertangani dapat berdampak pada penurunan kualitas pelayanan dan kesehatan mental. Salah satu strategi yang dapat digunakan untuk mengatasinya adalah edukasi coping stress melalui media booklet yang praktis, ringkas, dan mudah diakses. Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengembangkan media booklet berjudul “Coping Kuat, Stress Lewat” sebagai sarana edukasi untuk meningkatkan pengetahuan perawat shift malam dalam mengenali dan mengelola stress kerja. Metode : Metode yang digunakan adalah pembuatan media Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) dengan bentuk booklet menggunakan media Canva. Hasil : Hasil luaran kegiatan ini adalah booklet tentang coping stress perawat shift malam yang diajukan untuk mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dari Direktorat Hak Cipta Indonesia, yang diharapkan dapat digunakan secara mandiri oleh perawat, mahasiswa keperawatan, dan tenaga kesehatan lain sebagai panduan praktis dalam mengelola stress kerja
Penerapan Metode Slow Deep Breathing Exercise Terhadap Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi
Diah Dewi Retnowati;
Ida Nur Imamah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1900
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang berisiko tinggi menimbulkan komplikasi serius seperti stroke dan gagal jantung. Slow Deep Breathing Exercise (SDBE) adalah metode non-farmakologis yang dapat menurunkan tekanan darah melalui mekanisme relaksasi dan stimulasi baroreseptor. Tujuan : penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan metode SDBE dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode : metode yang digunakan adalah studi kasus terhadap dua responden dengan tekanan darah tinggi di Desa Kedungupit. Intervensi SDBE dilakukan selama 3 hari berturut-turut, dua kali sehari selama 15 menit. Hasil : menunjukkan adanya penurunan tekanan darah signifikan: responden pertama dari 148/99 mmHg menjadi 123/75 mmHg, dan responden kedua dari 161/98 mmHg menjadi 134/84 mmHg. Kesimpulan: studi ini menunjukkan bahwa penerapan metode Slow Deep Breathing Exercise efektif dalam membantu menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi, dan dapat digunakan sebagai intervensi mandiri keperawatan yang aman dan mudah dilakukan.
Penerapan Teknik Relaksasi Nafas Dalam Untuk Melihat Perubahan Intensitas Nyeri Pasien Post Operasi Sectio Caesarea Di RS PKU Muhammadiyah Karanganyar
Zahra Diah Ayu Permatasari;
Irma Mustika Sari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1901
Tindakan operasi sectio caesarea dialami lebih dari 80% wanita yang mengalami masalah dengan munculnya insiden nyeri setelah tindakan operasi sectio caesarea. bahwa sebanyak 78,4% hingga 92% ibu melahirkan secara sectio caesarea mengalami nyeri sedang hingga berat. Salah satu terapi non farmakologi yang bisa dilakukan adalah teknik relaksasi nafas dalam yang dapat menurunkan skala nyeri pasien post operasi sectio caesarea. Tujuan; Mendeskripsikan hasil penerapan teknik relaksasi nafas dalam sebelum dan sesudah pada 2 responden. Metode; Penelitian ini menggunakan metode deskriptif studi kasus dengan 2 responden post operasi sectio caesarea di RS PKU Muhammadiyah Karanganyar yang dilakukan dengan penerapan teknik relaksasi nafas dalam selama 3 kali sehari dan diterapkan selama 2 hari dengan durasi 10 menit. Instrumen yang digunakan adalah dengan menggunakan skala pengukuran nyeri NRS dan SOP teknik relaksasi nafas dalam. Hasil; Hasil penerapan menunjukkan bahwa kedua responden sebelum dan sesudah diberikan teknik relaksasi nafas dalam mengalami penurunan skala nyeri dari kategori sedang menjadi ringan. Kesimpulan; skor intensitas nyeri pada kedua responden menunjukkan adanya penurunan skor intensitas nyeri setelah dilakukan relaksasi nafas dalam.
Pengetahuan Tentang Menarche Dengan Tingkat Kecemasan Dalam Menghadapi Menarche Pada Siswi Kelas VII SMPN 6 Tuban
Donna Tarwiyyati Qoiriyyah;
Wahyu Tri Ningsih;
Wahyuningsih Triana N;
Teresia Retna P
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1902
Menarche merupakan masa datangnya menstruasi pertama yang ditandai oleh beranjaknya perubahan secara fisiologis mencakup perubahan fisik dan psikologis. Banyaknya remaja yang merasa tidak siap secara mental dan emosional disebabkan oleh kurangnya pengetahuan yang memadai terkait proses ini, serta minimnya edukasi kesehatan reproduksi baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan tentang menarche dengan tingkat kecemasan dalam menghadapi menarche pada siswi kelas VII SMPN 6 Tuban. Desain penelitian menggunakan korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi kelas VII SMPN 6 Tuban TA. 2024/2025 dengan besar sampel sejumlah 117 siswi dan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Variabel pada penelitian ini meliputi, variabel independen yaitu pengetahuan tentang menarche dan variabel dependen yaitu tingkat kecemasan dalam menghadapi menarche. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan dan kuesioner tingkat kecemasan. Analisis data menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian mengindikasi sebagian besar siswi mempunyai pengetahuan tentang menarche kategori cukup dan sebagian besar siswi memiliki tingkat kecemasan kategori sedang. Hasil uji spearman rank didapatkan p-value = 0,001 yang berarti ada hubungan antara pengetahuan tentang menarche dengan tingkat kecemasan dalam menghadapi menarche pada siswi kelas VII SMPN 6 Tuban. Pengetahuan memiliki keterkaitan yang signifikan dengan tingkat kecemasan. Dengan kata lain, semakin tinggi tingkat pengetahuan seseorang, maka semakin rendah tingkat kecemasan yang dialami. Hal ini disebabkan karena pengetahuan yang baik memungkinkan individu untuk mengetahui, memahami, serta mengaplikasikan informasi dengan tepat, sehingga terbentuk perilaku yang positif.
Faktor Body Image Pada Remaja Kelas X Di SMAN 3 Tuban
Happy April Yanita;
Padoli;
Anita Joeliantina;
Teresia Retna Puspitadewi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1903
Body image merupakan gambaran atau penilaian yang dimiliki oleh seseorang terhadap kondisi fisik yang dimilikinya. Body image sendiri terbagi menjadi dua, yaitu body image positif dan body image negatif. Body image remaja dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu jenis kelamin, media sosial, hubungan interpersonal dan self esteem. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor body image pada remaja kelas X di SMAN 3 Tuban. Desain penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMAN 3 Tuban yaitu sebanyak 331 remaja. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Penelitian ini menggunakan sample sebanyak 154 remaja. Variabel penelitian adalah faktor body image pada remaja. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner faktor body image pada remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar (60%) faktor-faktor yang mempengaruhi body image remaja adalah media massa dan berjenis kelamin perempuan. Media massa sangatlah berpengaruh pada body image remaja. Perempuan sangat mudah terpengaruh body image-nya baik melalui media massa, hubungan interpersonal maupun self-esteem. Namun media massa paling besar perannya bagi body image remaja. Remaja harus lebih selektif dalam penggunaan media massa, pembekalan tentang rasa syukur dan body image perlu diajarkan di sekolah maupun keluarga untuk meningkatkan body image yang positif