Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) accepts related writings: Health sciences allied such like: Midwifery, medicine, pharmacies, phisiotherapy, surgical medical nursing, Emergency nursing, Mental nursing, Maternity nursing and children, Community nursing, family and elderly Nursing management, ect. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) also accepts all writings with various disciplines of science with the terms of the core points remaining in the path and scope of the world of Health Sciences.
Articles
887 Documents
Kebiasaan Konsumsi Jajanan Dengan Kejadian Diare Pada Anak Usia Sekolah Dasar Di MI Al Musthofawiyah Palang Tuban
Helmi Chentia;
Binti Yunariyah;
Roudlotul Jannah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 8 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penyakit diare masih merupakan salah satu masalah kesehatan utama di dunia, terutama di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, anak-anak sering kali tidak mengonsumsi sarapan dan lebih memilih makanan yang rendah kalori atau zat gizi. Kebiasaan ini menunjukkan pola konsumsi jajanan yang buruk dan dapat berhubungan dengan masalah kesehatan seperti diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara kebiasaan konsumsi jajanan dengan kejadian diare pada anak-anak usia sekolah dasar di MI Al Musthofawiyah Palang Tuban. Desain penelitian menggunakan korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa MI Al Musthofawiyah Palang Tuban sebanyak 230 siswa, besar sampel sejumlah 143 siswa. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Instrumen penelitian ini berupa kuesioner yang mengenai kebiasaan jajan dan kejadian diare. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan hampir seluruhnya siswa yang mengalami diare memiliki kebiasaan konsumsi jajanan yang kurang baik dan sebagian besar siswa mengalami diare dalam 1 bulan terakhir. Berdasarkan hasil uji Chi-Square antara kebiasaan jajan dengan kejadian diare, didapatkan taraf signifikan p=0,001 (p value <0,05) artinya terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan konsumsi jajanan dengan kejadian diare pada anak. Kebiasaan jajan berkaitan dengan kejadian diare anak. Sehingga semakin baik kebiasaan jajan anak maka tingkat terjadinya diare semakin rendah. Karena dengan kebiasaan jajan yang baik, anak mampu memilih jajanan yang sehat dan terhindar dari penyakit saluran pencernaan seperti diare.
Pengaruh Aromaterapi Lemon Terhadap Penurunan Mual Muntah Pada Ibu Hamil Trimester I
Riska Septiani;
Sri Handayani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 8 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Mual muntah merupakan salah satu perubahan fisiologis yang terjadi pada kehamilan. Mual muntah jika tidak segera diobati akan menyebabkan penurunan nafsu makan yang menganggu keseimbangan elektrolit, dampak negatif pada kesehatan janin meningkatkan kelahiran bayi dengan berat badan rendah. Intervensi dalam menangani mual muntah dapat dilakukan dengan farmakologi dan non farmakologi. Penggunaan obat-obatan farmakologi dapat menimbulkan efek samping bagi ibu dan janin, sebagai alternatif lain pengobatan non farmakologi dapat dijadikan pilihan salah satunya mengguanakan aromaterapi lemon dalam mengurangi mual muntah pada ibu hamil. Tujuan: pada penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aromaterapi lemon terhadap penurunan mual muntah pada ibu hamil trimester I. Metode: Penelitian pre eksperimen dengan desain one group pre test post test. Sampel penelitian ibu hamil yang datang ke Puskesmas dengan keluhan mual muntah yang berjumlah 21 orang. Pengambilan sampel dengan teknik accidental sampling sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil: Analisis data menggunakan uji wilcoxon dengan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian aromaterapi lemon dapat menurunkan mual muntah pada ibu hamil dengan tingkat signifikasi 0,000. Kesimpulan: ada pengaruh aromaterapi lemon terhadap penurunan mual muntah pada ibu hamil trimester I
Stres Dengan Siklus Menstruasi Pada Remaja Putri Di SMA Negeri 4 Tuban
Risa Nur Fadila;
Su’udi;
Titik Sumiatin;
Wahyu Tri Ningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 8 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Menstruasi merupakan Masa pubertas pada wanita yang ditandai dengan dimulainya siklus menstruasi. Menstruasi terjadi karena peluruhan lapisan dalam dinding rahim (endometrium) yang terjadi secara berkala setiap bulan. Telah diketahui bahwa stres merupakan faktor penyebab (etiologi) gangguan siklus menstruasi pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dan siklus menstruasi pada remaja putri di SMAN 4 Tuban. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang menjadi fokus adalah seluruh remaja putri kelas XI di SMAN 4 Tuban yang berjumlah 130 siswi, dengan sampel sebanyak 98 siswi dan teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner stres (DASS) dan kuesioner siklus menstruasi yang dibuat sendiri oleh penulis. Analis data menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar remaja mengalami stres dengan kategori sedang dan sebagian remaja juga masih mengalami ketidakteraturan siklus menstruasi. Dari analisis uji spearman Rank, ditemukan nilai p-value = 0,002 yang menunjukkan adanya korelasi antara tingkat stres dengan siklus menstruasi pada remaja putri di SMA Negeri 4 Tuban. Stres memiliki hubungan erat dengan siklus menstruasi. Artinya, jika seseorang mengalami stres, kemungkinan besar siklus menstruasinya juga akan terganggu, bagi remaja putri dianjurkan untuk meminimalkan stres guna mencegah ketidakteraturan siklus menstruasi. Stres sebaiknya dijadikan motivasi, bukan tekanan, untuk menghindari dampak negatif pada kesehatan, termasuk siklus menstruasi.
Pengetahuan Dan Sikap Pasien Diabetes Melitus Tentang Pencegahan Komplikasi Tuberculosis Paru
Mamluatun Ni’mah;
Yasin Wahyurianto;
Teresia Retna Puspitadewi;
Wahyu Tri Ningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 8 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penurunan imunitas pada pasien Diabetes Melitus dapat meningkatkan resiko infeksi Tuberculosis Paru. Berdasarkan hal tersebut maka perlu penatalaksanaan seperti diet DM, aktivitas fisik dan olahraga, serta farmakologi agar tidak menimbulkan komplikasi. Dari catatan puskesmas Wire tahun 2023 terdapat 4 dari 654 penderita Diabetes Melitus yang memiliki komplikasi Tuberculosi Paru. Hasil survey awal yang dilakukan pada tanggal 2 Mei 2024 dari 10 pasien Diabetes Melitus 6 diantaranya tidak mengetahui komplikasi Tuberculosis Paru pada pasien Diabetes Melitus. Tujuan penelitian mengetahui pengetahuan dan sikap pada pasien Diabetes Melitus tentang pencegahan komplikasi Tuberculosis Paru di Puskesmas Wire. Desain pada penelitian ini deskriptif. Populasi penelitian adalah jumlah rata – rata tiap bulan pasien DM di Puskesmas Wire yang berjumlah 55 orang. Besar sampel 55 pasien menggunakan teknik Total Sampling. Pengambilan data dengan kuesioner dan analisis deskriptif dengan table frekuensi. Hasil penelitian didapatkan pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Wire hampir sebagian memiliki pengetahuan tentang pencegahan komplikasi Tuberculosis Paru kurang (49,1%), sedangkan sebagian besar masih memiliki sikap negatif (58,2%). Hal ini menunjukan bahwa kebanyakan pasien Diabetes Melitus belum mengetahui tentang komplikasi Tuberculosis Paru. Diharapkan pasien membaca dan memahami mengenai komplikasi – komplikasi yang dapat terjadi pada pasien Diabetes Melitus, salah satunya yaitu Tuberculosis Paru serta di beri penyuluhan informasi yang benar untuk pengetahuan sehingga terjadi perubahan sikap yang positif, informasi bisa di dapatkan melalui media masa agar menambah pengetahuan mengenai dampak, pencegahan, dan komplikasi apa saja yang dapat terjadi pada pasien Diabetes Melitus.
Pengetahuan Dan Perilaku Ibu Tentang Diare Dan Pencegahan Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Tuban
Nadya Khoirun Nisa;
Wahyu Tri Ningsih;
Wahyuningsih Triana Nugraheni;
Titik Sumiatin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 8 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Diare sampai saat ini masih menjadi suatu penyakit yang jadi permasalahan kesehatan oleh masyarakat di Indonesia. Diare adalah bertambahnya frekuensi seseorang mengalami buang air besar lebih dari 3 kali dalam satu hari serta konsistensi feses cair . Diare dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu faktor lingkungan, risiko ibu, dan risiko anak. Upaya mengatasi diare harus dilaksanakan dengan tepat dan akurat untuk menangani dampak diare seperti kekurangan cairan dan kekurangan gizi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan dan perilaku ibu tentang diare dan pencegahan pada balita di wilayah kerja puskesmas Tuban. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dalam desainnya. Populasi penelitian terdiri dari 50 ibu yang memiliki balita di posyandu Perbon di wilayah kerja puskesmas Tuban. Sampel sebanyak 50 orang diambil dengan metode Total Sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara deskriptif menggunakan tabel frekuensi. Hasil penelitian didapatkan hampir seluruh Ibu memiliki pengetahuan baik (92%), Sedangkan untuk perilaku hampir seluruh ibu memiliki perilaku baik sebesar (76%). Hampir seluruh ibu memiliki pengetahuan baik dan perilaku baik yaitu sebesar (78,3%). Pengetahuan dan perilaku yang baik dapat membantu dalam mencegah dan mengatasi dampak buruk dari diare pada balita. Dengan demikian, upaya-upaya untuk terus meningkatkan edukasi dan pemahaman mengenai faktor-faktor risiko serta penanganan yang tepat akan menjadi kunci dalam mengurangi prevalensi diare dan dampaknya di masyarakat.
Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Imunisasi Dan Status Imunisasi Dasar Lengkap Pada Balita Di Desa Tasikmadu Kecamatan Palang Kabupaten Tuban
Amania Fajriati;
Wahyuningsih Triana Nugraheni;
Wahyu Tri Ningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 8 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Imunisasi adalah suatu tindakan memberikan kekebalan tubuh kepada seseorang dengan Memasukkan imunisasi agar kebal terhadap suatu penyakit. Dibuktikan pada wilayah kerja Puskesmas Sumurgung menduduki posisi ke-4 yang belum tercapai targetnya. Meskipun di puskesmas sumurgung target yang dicapai hampir terpenuhi tetapi perlu mendapat perhatian karena balita mudah terpapar penyakit menular jika tidak diberikan imunisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mendeskripisikan Tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi dan status imunisasi dasar lengkap pada balita berdasarkan karakteristik ibu. Desain penelitian menggunakan deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu yang memiliki balita Di Desa Tasikmadu Kecamatan palang Kabupaten Tuban Yang Berjumlah 235 Orang dengan besar sampel 156 orang, Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Variabel penelitian adalah tingkat pengetahuan ibu dan status imunisasi dasar lengkap. Intrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan deskriptif dengan tabel, distribusi frekuensi dan presentase. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan Sebagian besar ibu memiliki tingkat pengetahuan tentang imunisasi dasar lengkap pada balita dalam kategori cukup dan hampir seluruhnya balita di desa Tasikmadu memiliki status imunisasi yang tidak lengkap. Pemberian imunisasi dasar yang lengkap kepada anak-anak generasi mendatang akan melindungi mereka dari penyakit menular tertentu seperti polio, campak, hepatitis, difteri, batuk rejan, dan tetanus. Adapun pengetahuan ibu yang cukup dikarenakan masih banyak ibu yang beranggapan salah tentang imunisasi yang berkembang dalam masyarakat dan tidak sedikit orang tua yang khawatir terhadap efek samping dari beberapa vaksin. Untuk ibu yang memiliki pengetahuan cukup tentang pemberian imunisasi di posyandu, ada saran berikut yang dapat disampaikan yaitu memberi nasihat atau penyuluhan tentang pengertian imunisasi dan dampak jika tidak diberikan iminisasi akan mengakibatkan anak mudah terpapar penyakit.
Dukungan Keluarga Dengan Upaya Pencegahan Komplikasi Pada Penderita Diabetes Melitus Di Puskesmas Tuban
Irmanda Mufida;
Su’udi;
Titik Sumiatin;
Binti Yunariyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 8 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Diabetes melitus yang tidak terkontrol dan tidak diobati dengan tepat akan berkembang menjadi kondisi kronis dan menyebabkan timbulnya komplikasi, hingga saat ini faktanya terdapat peningkatan yang terjadi pada penderita diabetes melitus yang berpotensi meningkatnya komplikasi pada penderita diabetes melitus. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga pada penderita diabetes melitus dengan upaya pencegahan komplikasi di Puskesmas Tuban. Desain penelitian menggunakan korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita diabetes melitus yang melakukan pemeriksaan pada 3 bulan terakhir ditahun 2023 sebanyak 57 orang. Dengan besar sejumlah 50 orang, teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah random sampling. Intrumen penelitian berupa kuesioner dukungan keluarga beserta upaya pencegahan komplikasi. Analisa Uji Chi-Square yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan hampir seluruhnya keluarga penderita diabetes melitus memiliki dukungan keluarga dalam kategori baik dan sebagian besar memiliki upaya pencegahan komplikasi kategori baik. Hasil uji Chi-Square didapatkan p-value= 0,01 yang berarti ada hubungan antara dukungan keluarga dengan upaya pencegahan komplikasi pada penderita diabetes melitus di Puskesmas Tuban. Dukungan keluarga sangat penting diberikan kepada penderita diabetes melitus dalam upaya pencegahan komplikasi pada penderita diabetes melitus. Karena semakin baik dukungan keluarga, maka semakin baik pula upaya pencegehan komplikasi. Dengan dukungan kelurga akan lebih mudah bagi penderita diabetes melitus melakukan upaya pencegahan komplikasi diabetes melitus.
Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Penyakit Kusta Di Wilayah Kerja Puskesmas Sumurgung Kabupaten Tuban
Haura Ilma Nafi’a;
Wahyuningsih Triana Nugraheni;
Wahyu Tri Ningsih;
Yasin Wahyurianto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 8 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penyakit Kusta merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium laprae. Penyakit Kusta menyerang saraf tepi/perifer, kemudian kulit, dan juga dapat menyerang organ tubuh lainnya seperti mata, mukosa saluran nafas, otot, tulang dan terkadang testis. Penyakit kusta selain mengganggu Kesehatan dapat juga mengganggu kesejahteraan penderita dikarenakan stigma Masyarakat yang buruk terhadap penyakit kusta. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui “Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Penyakit Kusta di Wilayah Kerja Puskesmas Sumurgung”. Desain penelitian yang digunakan dalam metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang ada di RW 2 dan RW 6 Desa Ngimbang Wilayah Kerja Puskesmas Sumurgung Kabupaten Tuban dengan sejumlah 240 KK. Dengan Teknik Sampling sejumlah 150 KK. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Penyakit Kusta. Penelitian ini dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan masyarakat di Desa Ngimbang Wilayah Kerja Puskesmas Sumurgung terbanyak memiliki Tingkat pengetahuan cukup yaitu 74 orang (49%) dan hanya sebagian kecil yang berpengetahuan kurang yaitu 25 orang (17%). Pengetahuan mengenai penyakit kusta harus dimiliki dengan baik oleh masyarakat karena pengetahuan tersebut sangat bermanfaat untuk sikap positif masyarakat kepada penderita kusta. karena dengan adanya pandangan positif masyarakat, penderita kusta tidak perlu takut akan dijauhi oleh masyarakat dan bisa menjalani pengobatan secara maksimal.
Lama Pengobatan Dengan Gangguan Mental Emosional (GME) Pada Pasien TB Paru Di Puskesmas Sumurgung Palang
Vera Feriska A;
Yasin Wahyurianto;
Teresia Retna P;
Binti Yunariyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 8 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pada penderita penyakit kronik seperti TBC dengan pengobatan yang lama memungkinkan mengalami depresi. Salah satu penyebab terjadinya depresi pada penderita TB karena banyaknya konsumsi obat setiap hari, terapi dalam waktu lama dan kompleks, menimbulkan gejala depresi yang merupakan suatu gangguan mental pada penderita TBC. Tujuan penelitian ini untuk megetahui hubungan lama pengobatan TB paru dengan gangguan mental emosional (GME) pada pasien TB paru di Puskesmas Sumurgung Palang. Desain penelitian analitik korelational dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian adalah pasien TB paru yang menjalani pengobatan TB di wilayah kerja Puskesmas Sumurgung sejumlah 30 pasien. Teknik sampling penelitian menggunakan nonprobability sampling. Sampel penelitian adalah seluruh pasien TB paru yang menjalani pengobatan sejumlah 30 pasien.Variabel independen dalam penelitian ini adalah Lama pengobatan TB Paru sedangkan variabel dependen yaitu Kejadian Gangguan Mental Emosional pada penderita TB Paru yang menjalani pengobatan. Pengambilan data mengguakan kuesioner SRQ-29 diolah dengan metode Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan hampir seluruh pasien TB paru di Puskesmas Sumurung menjalankan pengobatan tahap awal dan sebagian besar Pasien TB paru di Puskesmas Sumurung yang menjalankan pengobatan tahap awal mengalami GME. Hasil uji chi-square, didapatkan p-value = 0,009 dengan p < 0,05 sehingga hipotesis diterima, artinya ada hubungan antara Lama Pengobatan Dengan Gangguan Mental Emosional (GME) Pada Pasien TB Paru. Gangguan Mental emosional pada fase awal pengobatan lebih banyak terjadi, hal ini dikarenakan pada fase lanjutan pengobatan pasien TB Paru sudah mulai adaptif dan bisa mengkopping gangguan emosional dan stress dalam masa pengobatan lanjutan mencoba penerima apa yang sedang dijalani.
Pola Makan Dan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Hipertensi Di Puskesmas Semanding Kabupaten Tuban
Konie Febrianingrum;
Wahyuningsih Triana Nugraheni;
Wahyu Tri Ningsih;
Su’udi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 8 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Hipertensi adalah salah satu penyakit yang tidak menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pola makan yang kurang dan aktivitas fisik yang ringan menyebabkan hipertensi sehingga berisiko menyebabkan kerusakan pada jantung, pembuluh darah hingga kematian. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi di Puskesmas Semanding Kabupaten Tuban. Desain penelitian menggunakan analisis korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anggota program prolanis yang berjumlah 50 orang di Puskesmas Semanding Kabupaten Tuban dengan besar sampel sejumlah 44 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pola makan (Food Frequency Questionaire) dan kuisioner aktivitas fisik (Baecke Physical Activity). Analisis data menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anggota prolanis memiliki pola makan kurang, seluruhnya memiliki aktivitas fisik ringan, dan sebagian besar menderita hipertensi. Hasil uji spearman rank didapatkan ada hubungan antara pola makan kurang dengan kejadian hipertensi dengan p-value = 0,001. Dan ada hubungan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi didapatkan p-value = 0,001. Dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan antara pola makan dengan kejadian hipertensi dan adanya hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi. Pola makan kurang dan aktivitas fisik ringan berkaitan dengan kejadian hipertensi seseorang. Artinya apabila pola makan kurang dan aktivitas fisik ringan menyebabkan hipertensi karena dengan makanan yang tinggi garam dan tidak melakukan aktivitas fisik secara rutin maka akan meningkatkan kerja jantung sehingga terjadi hipertensi.