cover
Contact Name
Ade Herman Surya Direja
Contact Email
adehermansuryadireja@gmail.com
Phone
+6282182997717
Journal Mail Official
admin@journal.mandiracendikia.com
Editorial Address
Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia Bengkulu, Indonesia Jl. Padat Karya No 25 Kelurahan Sumur Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia
ISSN : -     EISSN : 29642434     DOI : 10.70570
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) accepts related writings: Health sciences allied such like: Midwifery, medicine, pharmacies, phisiotherapy, surgical medical nursing, Emergency nursing, Mental nursing, Maternity nursing and children, Community nursing, family and elderly Nursing management, ect. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) also accepts all writings with various disciplines of science with the terms of the core points remaining in the path and scope of the world of Health Sciences.
Articles 902 Documents
Hubungan Pasien Diabetes Melitus Tipe Ii Yang Menjalani Kontrol Rutin Terhadap Peningkatan Stres Di Poli Endokrin RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Yohana Saputra
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i2.2153

Abstract

Diabetes Melitus (DM) tipe II merupakan salah satu penyakit kronis yang ditandai dengan hiperglikemia dan dapat menimbulkan komplikasi serius. Selain faktor medis, kondisi psikologis seperti stres berperan penting dalam memperburuk kadar gula darah. Pasien yang menjalani kontrol rutin sering kali mengalami tekanan psikologis akibat perubahan gaya hidup, terapi jangka panjang, serta kekhawatiran terhadap komplikasi penyakit.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan kadar gula darah pada pasien DM tipe II yang menjalani kontrol rutin di Poli Endokrin RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat stres dengan kadar gula darah pada pasien DM tipe II di Poli Endokrin RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Hasil penelitian ini menegaskan perlunya perhatian khusus terhadap aspek psikologis pasien melalui intervensi manajemen stres dalam asuhan keperawatan guna mendukung pengendalian glikemik yang lebih optimal.
Pengaruh Terapi Rima Terhadap Intensitas Nyeri Pada Pasien Post Operasi Appendiktomi Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Prima Husada Malang Dyah Palupi; Putu Sintya Arlinda Arsa; Lie Liana Fuadiati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i2.2155

Abstract

Apendisitis merupakan salah satu kasus akut terbanyak yang membutuhkan tindakan pembedahan, yaitu apendektomi. Pasien pasca apendektomi umumnya mengalami nyeri akut yang dapat memengaruhi pemulihan fisik maupun psikologis. Terapi nonfarmakologis seperti RIMA (Relaxation, Autogenic Movement, and Affirmation) dapat digunakan sebagai alternatif untuk membantu menurunkan intensitas nyeri. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh terapi RIMA terhadap tingkat nyeri pada pasien pasca operasi apendektomi di ruang rawat inap RS Prima Husada Malang. Desain penelitian menggunakan pre-experimental dengan pendekatan one group pre-test post-test. Sampel berjumlah 32 responden yang ditentukan dengan teknik total sampling. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah diberikan terapi RIMA. Pengumpulan data dilakukan pada 1 Juli–31 Agustus 2025 di ruang rawat inap RS Prima Husada Malang. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata intensitas nyeri sebelum intervensi sebesar 4,125 (kategori nyeri sedang), sedangkan setelah diberikan terapi RIMA menurun menjadi 2,719 (kategori nyeri ringan). Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan terapi RIMA terhadap penurunan intensitas nyeri akut pasca apendektomi. Dengan demikian, terapi RIMA terbukti efektif menurunkan nyeri akut dan dapat dijadikan salah satu intervensi nonfarmakologis mandiri oleh perawat dalam manajemen nyeri di rumah sakit. Kendala yang ditemukan adalah beberapa pasien mengalami kesulitan melakukan bagian autogenic movement karena adanya jahitan di area perut yang menyebabkan keterbatasan mobilisasi, khususnya pada gerakan kaki.
Pengaruh Terapi Modifikasi Genggam Jari Dan Foot Massage Terhadap Kualitas Tidur Pasien Chronic Kidney Disease Siti Chomariah; Putu Sintya Arlinda; Chinthia Kartikaningtyas
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i3.2156

Abstract

Gangguan tidur merupakan masalah yang sering dialami oleh pasien dengan Chronic Kidney Disease (CKD) dan dapat menurunkan kualitas hidup serta memperburuk kondisi kesehatan. Salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat dilakukan adalah terapi genggam jari dan foot massage yang dimodifikasi menjadi satu rangkaian terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh terapi modifikasi genggam jari dan foot massage terhadap kualitas tidur pasien CKD. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan non-equivalent control group. Responden dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang mendapatkan terapi modifikasi genggam jari dan foot massage serta kelompok kontrol yang memperoleh perawatan standar rumah sakit. Populasi penelitian adalah seluruh pasien dengan diagnosis CKD yang menjalani perawatan di Ruang Rawat Inap RS Prima Husada Malang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan penentuan jumlah sampel berdasarkan rumus Slovin. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi intervensi dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Data dianalisis menggunakan SPSS melalui analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kualitas tidur pada kelompok eksperimen sebelum intervensi berada pada kategori buruk (mean 0,158), sedangkan setelah diberikan terapi meningkat menjadi kategori baik (mean 0,74). Hasil analisis menunjukkan adanya pengaruh signifikan terapi modifikasi genggam jari dan foot massage terhadap peningkatan kualitas tidur pasien CKD. Kesimpulannya, kombinasi terapi genggam jari dan foot massage efektif sebagai intervensi non-farmakologis dalam meningkatkan kualitas tidur pasien CKD dan dapat direkomendasikan sebagai bagian dari asuhan keperawatan holistik.
Pengaruh Penerapan Family Centered Care (Fcc) Terhadap Kualitas Perawatan Pasien Anak Di Rumah Sakit Ibu Dan Anak Melati Children Hospital Kota Malang Evita Syefinda Putri; Nurul Anjarwati; Chinthia Kartkaningtias
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i3.2158

Abstract

Kualitas perawatan pasien anak merupakan aspek penting dalam mendukung proses penyembuhan karena anak memiliki kebutuhan fisik dan psikologis yang kompleks serta rentan mengalami stress selama hospitalisasi. Pendekatan Family Centered Care (FCC) menekankan keterlibatan keluarga sebagai sistem pendukung utama anak dalam perawatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penerapan FCC terhadap kualitas perawatan pasien anak. Metode penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional, melibatkan orang tua pasien anak sebagai responden yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur untuk menilai tingkat penerapan FCC dan kualitas perawatan pasien anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan FCC berpengaruh signifikan terhadap kualitas perawatan, yang tercermin dari meningkatnya kenyamanan, kepuasan, dan efektivitas perawatan pasien anak seiring dengan optimalnya keterlibatan keluarga. Temuan ini mengindikasikan bahwa FCC merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkan mutu layanan keperawatan anak. Kesimpulannya, penerapan FCC secara konsisten dapat meningkatkan kualitas perawatan pasien anak, sehingga disarankan agar fasilitas pelayanan kesehatan mengintegrasikan FCC sebagai standar praktik dalam pelayanan keperawatan anak serta mengembangkan upaya berkelanjutan untuk mendukung implemntasinya.
Pengaruh Distraksi Audiovisual Terhadap Tingkat Kecemasan Saat Prosedur Pemasangan Infus Pada Anak Usia Prasekolah di Instalasi Gawat Darurat RSIA Melati Children Hospital Qonita; Ns.Nurul Anjarwati, M.Kep, Sp.An; Ns. Afiatur Rohimah, M.Kep; Dr. Ns. Lembah Andriani, S.Kep., MMRS
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i3.2159

Abstract

Hospitalisasi dan tindakan medis invasive dapat menimbulkan kecemasan pada anak usia prasekolah. Kecemasan yang tidak ditangani dengan baik dapat menghambat proses perawatan, menyebabkan anak menjadi tidak kooperatif, dan berdampak negatif terhadap pemulihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh distraksi audiovisual menonton film kartun terhadap penurunan tingkat kecemasan anak usia prasekolah saat prosedur pemasangan infus di Instalasi Gawat Darurat RSIA Melati Children Hospital. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan pretest dan posttest without control group. Sampel penelitian berjumlah 31 anak usia prasekolah (4–6 tahun) yang menjalani rawat inap pertama kali, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Visual Analogue Scale for Anxiety (VAS-A) sebelum dan sesudah pemberian distraksi audiovisual. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar anak mengalami kecemasan berat (64,5%) dan kecemasan sedang (35,5%). Setelah diberikan distraksi audiovisual berupa menonton film kartun, tingkat kecemasan mengalami penurunan, dengan sebagian besar anak berada pada kategori kecemasan ringan (51,6%) dan kecemasan sedang (48,4%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05), yang menandakan adanya pengaruh signifikan pemberian distraksi audiovisual terhadap penurunan tingkat kecemasan anak usia prasekolah.
Pengaruh Kombinasi Terapi Slow Deep Breathing Dan Aromaterapi Lavender Terhadap Nyeri Restless Legs Syndrome (RLS) Pada Pasien Ggk Di Persada Hospital Malang Elisa Agustina
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i3.2160

Abstract

Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan gangguan fungsi renal yang progresif dan irreversible. Salah satu komplikasi neurologi pada gagal ginjal kronik yaitu restless legs syndrom (RLS). Gelaja yang sering dialami penderita restless legs syndrom (RLS) adalah nyeri dan kesemutan. Tindakan non farmakolgis yang dapat dilakukan pada penderita RLS salah satunya adalah slow deep breathing dan aromaterapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh kombinasi terapi slow deep breathing dan aromaterapi lanverder terhadap nyeri RLS pada pasien gagal ginjal kronik di Persada Hospital Malang. desain pada penelitian ini adalah pre-experimental design tipe one group pretest-posttest. Sampel penleitian sebanyak 25 responden. Alat ukur yang digunakan adalah Numeric Rating Scale (NRS) dan dianalisa menggunakan uji Paired T-Test. Hasil uji penelitian menunjukkan skala nyeri rata-rata pre intervensi adalah 2.76 dengan skala nyeri sedang 13 responden (52%) dan skala nyeri post intervensi adalah 1.40 dengan 15 responden (60%) tidak mengalami nyeri. Hasil uji Paired T-Test didapatkan p-value 0.000 ( p<0,05) yang berarti terdapat pengaruh terapi slow deep breathing dan aromaterapi lavender terhadap nyeri RLS pada pasien gagal ginjal kronik. Kesimpulan pada penelitian ini adalah kombinasi terapi slow deep breathing dan aromaterapi lanverder efektif menurunkan skala nyeri pada penderia RLS. Oleh karena itu tindakan ini disarankan sebagai salah satu metode non-farmakologi dalam manajemen nyeri pada penerita RLS.
Perbedaan Metode Kombinasi Hipnosis 5 Jari Dan Psychososial Care Perawat Terhadap Kualitas Hidup Pasien DM Di Ruang Rawat Inap RS Prima Husada Malang Fitri Octavia; Lembah Andriani; Chinthia Kartkaningtias
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i3.2166

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang memerlukan perawatan jangka panjang dan dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien baik secara fisik, psikologis, maupun sosial. Kondisi stres, kecemasan, serta kurangnya dukungan psikososial dapat memperburuk kondisi pasien DM. Oleh karena itu, diperlukan intervensi keperawatan yang dapat membantu meningkatkan kualitas hidup pasien, salah satunya melalui metode hipnosis 5 jari dan psychosocial care perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan metode kombinasi hipnosis 5 jari dan psychosocial care perawat terhadap kualitas hidup pasien Diabetes Mellitus. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen. Sampel penelitian adalah pasien Diabetes Mellitus yang memenuhi kriteria inklusi dan diambil menggunakan teknik purposive sampling. Responden dibagi menjadi kelompok yang mendapatkan intervensi kombinasi hipnosis 5 jari dan psychosocial care perawat. Pengukuran kualitas hidup dilakukan menggunakan kuesioner yang telah terstandar sebelum dan sesudah intervensi. Data dianalisis menggunakan uji statistik yang sesuai untuk mengetahui perbedaan kualitas hidup sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kualitas hidup pasien Diabetes Mellitus setelah diberikan intervensi kombinasi hipnosis 5 jari dan psychosocial care perawat. Intervensi ini membantu pasien dalam mengelola stres, meningkatkan ketenangan psikologis, serta memberikan dukungan emosional sehingga berdampak positif terhadap kualitas hidup pasien. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan kualitas hidup pasien Diabetes Mellitus sebelum dan sesudah diberikan metode kombinasi hipnosis 5 jari dan psychosocial care perawat. Intervensi ini dapat dijadikan sebagai salah satu pendekatan nonfarmakologis dalam praktik keperawatan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien DM.
Pengaruh Pemberian Terapi Kombinasi Musik Instrumental Alam Dan Aromaterapi Peppermint Terhadap Intensitas Nyeri Selama Prosedur Pengambilan Darah (AFTAP) Pada Pendonor Darah Pertama Kali Di UDD PMI Kota Malang Endriana Ella Kusuma; Nurul Anjarwati; Nadhifah Rahmawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 4 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i4.2173

Abstract

Prosedur pengambilan darah (Aftap) sering menimbulkan rasa nyeri, terutama pada pendonor darah pertama kali. Nyeri tersebut dapat menimbulkan kecemasan dan memengaruhi motivasi untuk mendonorkan darah kembali. Upaya nonfarmakologis seperti terapi musik instrumental alam dan aromaterapi peppermint diketahui mampu memberikan efek relaksasi serta menurunkan persepsi nyeri. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian terapi kombinasi musik instrumental alam dan aromaterapi peppermint terhadap intensitas nyeri selama prosedur Aftap pada pendonor darah pertama kali di UDD PMI Kota Malang. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi-eksperimental dengan pendekatan posttest dengan kelompok kontrol. Sampel dibagi menjadi kelompok perlakuan yang mendapatkan terapi kombinasi musik instrumental alam dan aromaterapi peppermint, serta kelompok kontrol tanpa intervensi, dengan jumlah kelompok kontrol 36 orang. Pengukuran intensitas nyeri dilakukan menggunakan Visual Analogue Scale (VAS), sedangkan analisis data menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan terdapat penurunan signifikan pada intensitas nyeri setelah diberikan terapi kombinasi dengan nilai p < 0,05. Sementara kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan bermakna. Disimpulkan bahwa terapi kombinasi musik instrumental alam dan aromaterapi peppermint efektif menurunkan intensitas nyeri selama prosedur Aftap dan dapat dijadikan alternatif intervensi nonfarmakologis yang sederhana, aman, serta mudah diterapkan.
Pengaruh Edukasi Teknik Menyusui Melalui Media Booklet Terhadap Keberhasilan Menyusui Ibu Post Partum Di Ruang Maternitas RS Prima Husada Malang Yulinar Indreswari Ratnaningtyas; Nurul Anjarwati; Lie Liana Fuadiati; Siti Kholifah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 4 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i4.2174

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi terbaik bagi bayi karena mengandung zat gizi dan molekul bioaktif yang mendukung pertumbuhan, perkembangan, serta pembentukan sistem imun. Namun, berbagai masalah dalam proses menyusui, seperti perlekatan yang tidak tepat, posisi menyusui yang salah, serta kurangnya pengetahuan ibu mengenai teknik menyusui yang benar, dapat menghambat keberhasilan menyusui. Edukasi kesehatan menjadi salah satu upaya penting untuk meningkatkan kemampuan ibu dalam menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi teknik menyusui melalui media booklet terhadap keberhasilan menyusui ibu post partum di Ruang Maternitas RS Prima Husada Malang. Penelitian ini menggunakan desain Posttest-Only Control Group Design dengan populasi seluruh ibu post partum di Ruang Maternitas RS Prima Husada Malang sebanyak 102 orang. Sampel penelitian berjumlah 80 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen (edukasi menggunakan booklet) dan kelompok kontrol (edukasi menggunakan leaflet). Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen LATCH Score, kemudian dianalisis menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden pada kelompok eksperimen memiliki keberhasilan menyusui dalam kategori baik (70%), sedangkan pada kelompok kontrol sebesar 55%. Hasil analisis statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok (p-value = 0,000 < 0,05). Nilai mean rank kelompok eksperimen (60,50) lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (20,50), yang menunjukkan bahwa edukasi melalui media booklet lebih efektif dalam meningkatkan keberhasilan menyusui dibandingkan edukasi melalui media leaflet. Penelitian ini menyimpulkan bahwa edukasi teknik menyusui melalui media booklet berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan menyusui ibu post partum di Ruang Maternitas RS Prima Husada Malang. Oleh karena itu, media booklet direkomendasikan sebagai salah satu sarana edukasi kesehatan yang dapat digunakan oleh tenaga kesehatan dalam meningkatkan keberhasilan menyusui.
Pengaruh Pijat Akupresur Terhadap Penurunan Lama Batuk Pasien Anak ISPA Di RS Prima Husada Malang Renata Devisa Ramadhani; Nurul Anjarwati; Erwanto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 4 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i4.2176

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi pada anak dan ditandai dengan gejala utama berupa batuk yang dapat mengganggu kenyamanan serta proses pemulihan pasien. Penatalaksanaan nonfarmakologis seperti pijat akupresur mulai banyak digunakan sebagai terapi komplementer untuk membantu meredakan gejala batuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat akupresur terhadap penurunan lama batuk pada pasien anak dengan ISPA di RS Prima Husada Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah desain quasi eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest dengan kelompok kontrol. Sampel penelitian terdiri dari anak yang terdiagnosis ISPA dan mengalami batuk, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kelompok intervensi diberikan terapi pijat akupresur pada titik-titik tertentu selama beberapa hari, sedangkan kelompok kontrol mendapatkan perawatan standar. Pengukuran dilakukan dengan mengamati lama batuk sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan lama batuk yang signifikan pada kelompok yang mendapatkan pijat akupresur dibandingkan dengan kelompok kontrol. Analisis statistik menunjukkan bahwa pijat akupresur berpengaruh terhadap percepatan penurunan lama batuk pada pasien anak dengan ISPA. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pijat akupresur efektif sebagai terapi komplementer dalam membantu menurunkan lama batuk pada anak dengan ISPA. Diharapkan terapi ini dapat menjadi alternatif intervensi nonfarmakologis yang aman dan mudah diterapkan oleh tenaga kesehatan maupun keluarga pasien.