cover
Contact Name
Ade Herman Surya Direja
Contact Email
adehermansuryadireja@gmail.com
Phone
+6282182997717
Journal Mail Official
admin@journal.mandiracendikia.com
Editorial Address
Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia Bengkulu, Indonesia Jl. Padat Karya No 25 Kelurahan Sumur Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia
ISSN : -     EISSN : 29642434     DOI : 10.70570
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) accepts related writings: Health sciences allied such like: Midwifery, medicine, pharmacies, phisiotherapy, surgical medical nursing, Emergency nursing, Mental nursing, Maternity nursing and children, Community nursing, family and elderly Nursing management, ect. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) also accepts all writings with various disciplines of science with the terms of the core points remaining in the path and scope of the world of Health Sciences.
Articles 887 Documents
Hubungan Kecanduan Game Online Dengan Kualitas Tidur Pada Remaja Di Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Tuban Denny Eka Prasetyawan; Titik Sumiatin; Su’udi; Binti Yunariyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 8 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Memainkan gim online menjadi hiburan yang mampu memberi rasa senang sebab bisa memberikan kepuasan tersendiri. Saking rutin memainkan gim online, muncul perasaan untuk terus mengulang dan memainkan permainan gim online sehingga bisa menyebabkan kecanduan pada seseorang yang memainkannya. Bahkan, permainan gim online ini dapat menurunkan kualitas tidur. Penelitian ini bermaksud guna menyelidiki hubungan kecanduan gim online dengan kualitas tidur pada remaja di Sekolah Menegah Atas Negeri 3 Tuban. Desain penelitian correlational mempergunakan pendekatan cross sectional. Dalam penelitian ini, populasinya ialah seluruh remaja kelas X di Sekolah Menegah Atas Negeri 3 Tuban. Terdapat 245 dengan besar sampel sejumlah 152 pelajar dan dalam mengambil sampelnya mempergunakan simple random sampling. Adapun instrumen penelitiannya mempergunakan angket/kuesioner kecanduan game online dan kualitas tidur, sedangkan analisis datanya mempergunakan uji chi square. Temuan yang didapat memperlihatkan mayoritas siswa memiliki kecanduan gim online berat dan mayoritas siswa mempunyai kualitas tidur kurang. Sesuai uji chi square, memperoleh temuan p-value = 0,004 atau kecanduan gim online berhubungan dengan kualitas tidur pada remaja di Sekolah Menegah Atas Negeri 3 Tuban. Memainkan gim online memang tidak dilarang selagi tetap memprioritaskan durasi permainan dan tidak abai terhadap tanggung jawab sebagai generasi muda yang sedang berjuang untuk kemajuan. Kegagalan untuk terlibat dalam gim online dalam jangka waktu yang tidak wajar bisa menyebabkan dampak buruk, antara lain, penurunan motivasi dalam kegiatan akademis, terbatasnya interaksi sosial, gangguan kesehatan mata, motoric maupun psikologis, serta potensi kecanduan dan kualitas tidur yang memburuk. Peraturan diperlukan supaya sekolah bisa menerapkannya, terutama terkait pemakaian perangkat gawai.
Tingkat Stres Dengan Kejadian Insomnia Pada Lansia Di Puskesmas Wire Diana Eka Elina Putri; Su’udi; Titik Sumiatin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 8 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stres adalah ketidakmampuan seseorang untuk mengatasi bahaya yang dihadapinya baik secara mental, fisik, dan emosional,. Stres secara fisiologis sendiri memiliki keterkaitan hubungan dengan pola tidur, yang akan dapat menaikkan beberapa hormon tertentu, diantaranya yaitu hormone norefinefri, yang dapat menyebabkan reaksi kegiatan dalam system saraf simpasis menjadi terganggu, dengan kat lain dapat mengakibatkan insomnia dan mengalami penurunan kemampuan untuk tidur. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara tingkat stress dengan kejadian insomnia pada lansia di puskesmas wire. Desain penelitian ini menggunakan korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh lansia yang aktif diposyandu lansia puskesmas wire sebanyak 140 lansia, untuk besar sampel 104 lansia, pengambilan sampel menggunakan simple random sampling, variable penelitian menggunakan Independen Tingkat Stres dan dependen Kejadian Insomnia, instrument penelitian ini menggunakan kuisioner tingkat stress dengan skala DASS dan kuisioner Kejadian insomnia dengan skala IRS, analisis data menggunakan uji sperman rank. Hasil penelitian menunjukkan Lansia mengalami stress ringan dan sedang, serta sebagian besar lansia mengalami insomnia ringan. Hasil uji sperman rank didapatkan p-value = 0,001 yang berarti ada hubungan antara tingkat stress dengan kejadian insomnia pada lansia di puskesmas wire. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang cukup besar antara tingkat stress dengan kejadian insomnia. Tingkat dengan hubungan positif ringan. Upaya pencegahan stres dapat dilakukan dengan cara rutin mengikuti posyandu lansia dan berbincang-bincang dengan sesamalansia, menjalankan kegiatan seperti jalan-jalan pagi disekitar rumah bersama keluaga dan bincang-bincang sesame keluarga itu dapat menjadi solusi untuk menghilangkan stress.
Hubungan Antara Beban Kerja Dengan Stress Kerja Pada Perawat Pelaksana Di Unit Rawat Jalan Erna Wahyu Wardani; Eltanina Ulfameytalia Dewi; Rista Islamarida; Mamik; Santoso
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 8 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena penurunan angka kunjungan ke unit rawat jalan di masa pandemi ternyata justru meningkatkan beban kerja perawat di unit rawat jalan. Pasien yang menghindari kunjungan karena ketakutan terpapar virusbaru datang berkunjung setelah perburukan sehingga justru akhirnya meningkatkan kebutuhan asuhan keperawatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan beban kerja dan stress kerja di unit rawat jalan pada salah satu rumah sakit di Yogyakarta di masa pandemi Covid-19. Metode penelitian kuantitatifanalitik dengan pendekatan potong lintang (cross sectional). Sampel adalah 50 perawat pelaksana di rawat jalan yang diambil dengan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner elektronik tertutup dan data dianalisis dengan uji ranks spearman(rs). Analisis ranks spearman(rs) menunjukkan bahwa pada taraf signifikansidiperoleh nilai sehingga dan nilai rs=0,311. Hasil penelitian menyimpulkan adanya hubungan positif yang signifikan antara hubungan beban kerja dan stress kerja di unit rawat jalan.
Uji Validitas Reliabilitas Instrumen Analisis Stunting Dengan Pendekatan Teori Leininger Dan Family Centered Nursing Eltanina Ulfameytalia Dewi; Nessy Anggun Primasari; Wiwit Sugiarti; Agus Haryanto Widagdo
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 8 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Instrumen penelitian yang dapat dipergunakan dalam suatu penelitian harus melalui uji validasi dan reliabilitas data. Uji validasi dapat menggunakan rumus korelasi product moment dan uji t untuk melihat penafsiran dari indeks korelasi dengan total keseluruhan skor. Pengukuran uji reliabilitas menggunakan metode nilai Cronbach’s alpha. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji validitas dan reliabilitas kuesioner yang dikembangkan peneliti dalam penelitian analisis kejadian stunting berdasarkan pendekatan teori keperawatan Leininger dan Family Centered Nursing. Penelitian ini dilakukan dengan desain analisis kuantitatif pada 60 responden yaitu ibu yang memiliki anak balita. Kuesioner berupa 47 item pernyataan yang terdiri dari 22 item pernyataan variabel teori Leininger dan 25 item pernyataan variabel teori family centered nursing. Hasil penelitian menunjukkan kuesioner valid dan reliabel dengan nilai korelasi nilai r hitung lebih dari 0,361 – 0,767 daripada r tabel 0,361. Nilai cronbach’s alpha yaitu 0,717 untuk variabel teori Leininger dan 0,698 untuk variabel family centered nursing. Berdasarkan hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa kuesioner dapat dinyatakan valid dan reliabel.
Dukungan Keluarga Pada Pasien Odha Di Poli Edelweis Rsud Dr. R. Koesma Tuban Vellsa Zarohtul Cahyani; Yasin Wayurianto; Teresia Retna P; Su’udi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 8 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Human Immunodeficiency Virus & Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV-AIDS) merupakan salah satu masalah kesehatan global yang jumlah penderitanya meningkat setiap tahunnya. Ini adalah masalah kesehatan global. Sebagai support system utama bagi ODHA, keluarga memegang peranan penting sebagai pendamping dalam aktivitas sehari-hari dan pengambilan keputusan pengobatan. Kelangsungan hidup ODHA mendapat manfaat dari dukungan atau perhatian. ODHA mungkin akan mendapatkan semangat baru dari keluarganya, sehingga mereka akan merasa lebih percaya diri untuk menjalani hidup sehat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih jauh mengenai program dukungan keluarga yang diberikan kepada pasien ODHA di RSUD Dr. R Koesma Poliklinik Edelweis Tuban. Penelitian ini memiliki desain deskriptif. Populasi penelitian adalah sebagian pasien ODHA yang rata-rata menerima pengobatan setiap bulannya adalah 50. Purposive sampling merupakan metode pengambilan sampel yang diterapkan. Dukungan keluarga pada pasien ODHA menjadi variabel penelitian. Caranya dengan menggunakan penyebaran kuesioner untuk mengumpulkan data. Tabel frekuensi digunakan untuk analisis data deskriptif. Hasil penelitian ini diperoleh oleh penderita ODHA di Poli Edelweis RSUD dr.R Koesma Tuban sebagian besar (64%) berusia 26-45. Sebagian besar (62%) pasien ODHA berjenis kelamin laki-laki, hampir setengah (44%) pasien ODHA berpendidikan menengah atas. Sebagian besar (66%) pasien ODHA bekerja. Sebagian besar (64%) dukungan keluarga pada ODHA kurang. Sebagian besar (75%) pasien ODHA yang berusia 12-25 tahun memiliki dukungan keluarga dalam kategori kurang, sebagian besar (73%) pasien ODHA yang berpendidikan SMA memiliki dukungan keluarga dalam kategori kurang, dan hampir seluruh (79%) pasien ODHA yang bekerja memiliki dukungan keluarga dalam kategori kurang. Hasil dari memberi dan menerima bantuan dari anggota keluarga seperti pasangan, orang tua, mertua, dan istri kepada anggota keluarga lainnya disebut dengan dukungan keluarga. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya dukungan keluarga bagi pasien HIV yang menerima pengobatan, karena pasien yang memiliki dukungan keluarga yang kuat akan lebih mampu mematuhi rejimen pengobatannya, menanamkan semangat baru pada ODHA, dan memiliki rasa percaya diri untuk menjalani hidup sehat.
Faktor Yang Mempengaruhi Pemberian ASI Eksklusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Wire Kabupaten Tuban Syavira Aulia Mentari; Wahyuningsih Triana Nugraheni; Wahyu Tri Ningsih; Titik Sumiatin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 8 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ASI eksklusif yaitu pemberian ASI sejak bayi lahir yang diberikan hingga usia enam bulan tanpa pemberian makanan atau minuman tambahan lainnya, termasuk air. ASI belum dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Wilayah kerja puskesmas Wire memiliki cakupan pemberian ASI Eksklusif yang rendah. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengatuhi pemberian ASI Eksklusif Di Desa Gesing Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban. Desain dalam penelitian ini adalah Analitik. Analisis data menggunakan Analisis Uji Chi–Square. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Intrumen penelitian menggunakan kuesioner yang dibuat sendiri oleh peneliti. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu Yang Memiliki Balita Di Desa Gesing Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban Yang Berjumlah 50 Orang dengan besar sampel 44 ibu. Berdasarkan hasil uji Chi-Square didapatkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan pemberian ASI Eksklusif dengan nilai p 0,520 > 0,05. Ada hubungan antara usia ibu dengan pemberian ASI Eksklusif dengan nilai p 0,002 < 0,05. Ada hubungan antara pendidikan dengan pemberian ASI Eksklusif dengan nilai p 0,000 < 0,05. Ada hubungan antara dukungan suami dan keluarga dengan pemberian ASI Eksklusif dengan nilai p 0,000 < 0,05. Faktor pengetahuan tidak mempengaruhi dengan pemberian ASI Eksklusif karena selain pengetahuan terdapat faktor lain seperti faktor usia, pendidikan, dan dukungan suami dan keluarga yang mempengaruhi pemberian ASI Eksklusif pada balita.
Konsumsi Kopi Dan Kejadian Insomnia Pada Lansia Di Wilayah Puskesmas Wire Kabupaten Tuban Putri Dwi Yanti; Binti Yunariyah; Roudhlotul Jannah; Titik Sumiatin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 8 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada lansia, kebutuhan tidur akan mengalami perubahan. Selain itu diperkirakan tiap tahun sekitar 25%-57% orang dewasa dan lansia mengalami kebutuhan waktu tidur yang tidak cukup dan sekitar 19% diantarnya memiliki masalah kebutuhan tidur yang sangat serius. Akibat stress, pengaruh gaya hidup seperti minum minuman yang mengandung kafein dan alkohol. Kebiasaan minum kopi pada lansia sering terjadi di lingkungan sekitar yang berpotensi tinggi mempengaruhi pola tidur atau kebutuhan waktu tidur. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan konsumsi kopi dan kejadian insomnia pada lansia di Wilayah Puskesmas Wire Kabupaten Tuban. jenis penelitian ini analitik korelasi dengan mengunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang aktif di Posyandu Wilayah Puskesmas Wire Kabupaten Tuban Dan sampel penelitian sebanyak 82 orang dan teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Instrumen penelitian mengunakn kueisoner konsumsi kopi dan kejadian insomnia. Analisa data mengunakan uji spearmen rank correlation. Berdasarkan analisis data mengunakan uji spearmen rank correlation terdapat hubungan konsumsi kopi dan kejadian insomnia. Hasil penelitian menunjukan hampir setengah mengkonsumsi kopi tingkat sedang dan hampir setengahnya mengalami insomnia berat dengan p value=0,01. Semakin banyak lansia mengkonsumsi kopi maka semakin banyak yang mengalami insomnia. Upaya penyembuhan insomnia dengan cara mengubah jadwal tidur, melakukan ritual tidur seperti melakukan aktivitas-aktivitas yang bisa membawa kondisi rileks seperti pijatan atau meditasi.
Hubungan Pengetahuan HIV/Aids Dengan Stigma Remaja Terhadap Odha Di MAN 1 Tuban Muhammad Fredy Hardiansyah; Wahyu Tri Ningsih; Wahyuningsih Triana Nugraheni; Yasin Wahyurianto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 8 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stigma terhadap ODHA adalah sikap yang tidak adil. Stigma dan diskriminasi memiliki dampak pada kesehatan, dalam kehidupan dan kesejahteraan orang yang hidup dengan penyakit HIV atau berisiko HIV, terutama populasi kunci. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan pengetahuan HIV/AIDS dengan stigma remaja terhadap ODHA di MAN 1 Tuban. Desain penelitian ini deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilaksanakan di MAN 1 Tuban dengan populasi seluruh siswa kelas X MAN 1 Tuban yang berjumlah 349 Siswa, dan di dapatkan sample dari sebagian siswa kelas X MAN 1 Tuban yang berjumlah 186 Responden dengan menggunakan teknik simple random sampling. Dan variabel dalam penelitian ini adalah variabel independen pengetahuan HIV/AIDS dan variabel dependen stigma remaja terhadap ODHA. Instrumen penelitian kuesioner pengetahuan dan stigma. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan hasil bahwa sebagian besar siswa memiliki pengetahuan HIV/AIDS tinggi dan sebagian besar siswa memiliki stigma positif terhadap ODHA. Hasil uji chi square didapatkan p-value = 0,004 ada hubungan pengetahuan HIV/AIDS dengan stigma remaja terhadap ODHA di MAN 1 Tuban. Pengetahuan di lingkungan remaja sangat berkaitan erat dengan bagaimana remaja tersebut menentukan sikap kepada orang lain, terutama pengetahuan tentang penyakit HIV/AIDS agar dapat bisa bersikap benar dan bijak kepada orang dengan HIV/AIDS (ODHA) karena jika remaja yang sudah memiliki pengetahuan yang tinggi terhadap HIV/AIDS terutama gejala dan cara penularannya pasti tidak akan menjauhi dan memiliki stigma negatif terhadap ODHA.
Penggunaan Gadget Dan Perubahan Perilaku Remaja Di Sekolah Menengah Atas Tuban Julia Novita Putri; Titik Sumiatin; Su’udi; Binti Yunariyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 8 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia menjadi negara kecanduan gadget nomor satu di dunia dengan menghabiskan waktu paling lama untuk melihat gadget. Menurut survei yang dilakukan di 34 provinsi di Indonesia, lebih dari 19% remaja di Indonesia diketahui mengalami kecanduan gadget. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran penggunaan gadget dan perubahan perilaku remaja di Sekolah Menegah Atas Tuban. Metode: Desain penelitian ini diklasifikasikan sebagai studi deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi yang diteliti terdiri dari 349 siswa, dengan jumlah sampel sebanyak 186 siswa yang dipilih menggunakan teknik quota sampling. Data diolah dengan analisa data deskriptif dengan tabel distribusi frekuensi dan presentase. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 186 siswa, setengahnya masuk kategori penggunaan gadget tinggi sebanyak 94 orang (50%) dan hampir seluruhnya masuk kategori perubahan perilaku negatif sebanyak 180 orang (97%). Simpulan: Penggunaan gadget yang berlebihan dapat menyebabkan seseorang cenderung bersifat individualis atau menyendiri. Ketika remaja terlalu terpaku pada gadget, mereka mengabaikan dan kurang peduli terhadap lingkungan sekitar, sehingga mungkin kehilangan pemahaman etika bersosialisasi dengan orang di sekitarnya.
Faktor Yang Memengaruhi Pernikahan Dini Pada Remaja Di Bojonegoro Farika Izaz Salsabila; Wahyu Tri Ningsih; Wahyuningsih Triana Nugraheni; Binti Yunariyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 9 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pernikahan dini seringkali dilakukan oleh remaja dibawah usia 19 tahun dan dianggap sebagai tindakan yang menyimpang dari nilai-nilai agama, tradisi dan adat istiadat kuno yang cenderung bersifat patriarki dan merendahkan derajat perempuan. Faktor-faktor yang memengaruhi pernikahan dini meliputi pendidikan, ekonomi, tempat tinggal dan tradisi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan faktor yang memengaruhi pernikahan dini pada remaja di Bojonegoro. Desain pada penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh remaja yang melakukan pernikahan dini di Kecamatan Kedungadem sebanyak 38 remaja, dengan besar sampel 38 remaja. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Total Sampling sebuah metode non probability sampling. Variabel yang diteliti adalah faktor yang memengaruhi pernikahan dini pada remaja. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuisioner selanjutnya dianalisis menggunakan analisa deskriptif melalui tabel distribusi, frekuensi dan presentase. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar (53%) remaja yang melakukan pernikahan dini pendidikan terakhirnya yaitu SMP, hampir seluruh (76%) remaja yang melakukan pernikahan dini memiliki ekonomi rendah, hampir seluruh (97%) remaja yang melakukan pernikahan dini bertempat tinggal di Desa, sebagian besar (53%) remaja yang melakukan pernikahan dini menikah karena tradisi. Remaja yang tinggal di desa akan lebih rentan melakukan pernikahan dini karena pemikiran orang desa cenderung kurang modern dan masih menganut orang tua terdahulu. Kurangnya akses pendidikan, minimnya akses kesehatan bisa menjadi penyebab terjadinya pernikahan dini di pedesaan