cover
Contact Name
Ade Herman Surya Direja
Contact Email
adehermansuryadireja@gmail.com
Phone
+6282182997717
Journal Mail Official
admin@journal.mandiracendikia.com
Editorial Address
Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia Bengkulu, Indonesia Jl. Padat Karya No 25 Kelurahan Sumur Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia
ISSN : -     EISSN : 29642434     DOI : 10.70570
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) accepts related writings: Health sciences allied such like: Midwifery, medicine, pharmacies, phisiotherapy, surgical medical nursing, Emergency nursing, Mental nursing, Maternity nursing and children, Community nursing, family and elderly Nursing management, ect. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) also accepts all writings with various disciplines of science with the terms of the core points remaining in the path and scope of the world of Health Sciences.
Articles 887 Documents
Hubungan Efikasi Diri Dan Motivasi Dengan Kepatuhan Minum Obat Pasien Hipertensi Di UPT Puskesmas Randuagung Kabupaten Lumajang Ade Erma Surya; R. Endro Sulistyono; Rizka Yunita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 11 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v3i11.1466

Abstract

Hipertensi merupakan penyebab kematian kardiovaskular utama baik di Indonesia maupun di seluruh dunia. Salah satu faktor risiko yang dapat menyebabkan peningkatan angka kejadian morbiditas dan mortalitas penderita hipertensi adalah ketidakpatuhan pasien dalam meminum obat antihipertensi yang dianjurkan oleh dokter. Keberhasilan pengobatan hipertensi sangat bergantung pada kepatuhan seseorang dalam mengkonsumsi obat-obatan. Untuk meningkatkan kepatuhan minum obat, diperlukan efikasi diri dan motivasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan efikasi diri dan motivasi dengan kepatuhan minum obat pasien hipertensi di UPT Puskesmas Randuagung. Desain penelitian menggunakan desain penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Juli-Agustus terhadap pasien hipertensi. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien hipertensi di puskesmas Randuagung Kabupate Lumajang pada bulan Januari-Mei 2024 yaitu 152 pasien. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan non probability sampling dengan metode purposive sampling. Sampel pada penelitian ini yaitu 110 responden. Penelitian ini menggunakan kuesioner MASES-R, motivasi dan MMAS. Penelitian ini dianalisis menggunakan uji spearman’s rho. Penelitian ini telah diajukan dan lolos etika di KEPK Unhasa. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki efikasi diri rendah sebanyak 66 responden (60%), sebagian besar responden memiliki motivasi rendah sebanyak 68 responden (61,8%), dan sebagian besar responden memiliki kepatuhan minum obat rendah sebanyak 70 responden (63,6%) Analisa data yang digunakan yaitu Spearman Rho. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan efikasi diri dengan kepatuhan minum obat pasien hipertensi p= 0,000 (p<α=0,05) dengan kekuatan korelasi (r) yaitu 0,535 yang berarti kekuatan korelasi kuat dengan arah korelasi + (positif) yaitu searah dan terdapat hubungan antara motivasi dengan kepatuhan minum obat pasien hipertensi p= 0,000 (p<α=0,05) dengan kekuatan korelasi (r) yaitu 0,518 yang berarti kekuatan korelasi kuat dengan arah korelasi + (positif) yaitu searah. Kepatuhan dalam pengobatan pada pasien hipertensi sangat penting karena hipertensi merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan tetapi harus terus dikendalikan untuk mencegah komplikasi yang dapat berakibat fatal. Efikasi dan motivasi memiliki peranan penting dalam kepatuhan minum obat pasien. Efikasi dan motivasi tinggi akan membuat pasien cenderung lebih patuh dalam meminum obat begitu juga sebaliknya.
Pengaruh Edukasi Diet Hipertensi Terhadap Kepatuhan Diet Pasien Hipertensi Di Desa Papringan Kecamatan Klakah Kabupaten Lumajang M Fendik Nazaruddin; Nur Hamim; Ainul Yaqin Salam
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 11 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v3i11.1467

Abstract

Hipertensi memerlukan pengelolaan diet yang efektif untuk mencegah komplikasi kesehatan. Pendidikan yang tepat dapat memainkan peran penting dalam meningkatkan kepatuhan diet di antara pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menilai dampak pendidikan diet terhadap kepatuhan diet di antara pasien hipertensi di Desa Papringan, Klakah, Lumajang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh pendidikan diet terhadap kepatuhan diet di antara pasien hipertensi di daerah ini. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan kelompok perlakuan dan kontrol. Sebanyak 27 responden di kelompok perlakuan menerima pendidikan diet, sementara 27 responden di kelompok kontrol tidak menerima. Kepatuhan diet diukur sebelum dan setelah intervensi menggunakan kuesioner dan observasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon untuk menilai signifikansi perubahan dalam kepatuhan diet. Sebelum pendidikan, mayoritas responden di kelompok perlakuan memiliki tingkat kepatuhan yang cukup (77,8%), dibandingkan dengan 66,7% di kelompok kontrol. Setelah pendidikan, 77,8% responden di kelompok perlakuan menunjukkan kepatuhan yang baik. Sebaliknya, 81,5% responden di kelompok kontrol tetap pada tingkat kepatuhan yang cukup. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya pengaruh signifikan pendidikan terhadap kepatuhan diet di kelompok perlakuan (α<0,05, 0,004), sementara tidak ada pengaruh signifikan yang diamati di kelompok kontrol (α>0,05, 0,102). Temuan ini menyoroti bahwa pendidikan memiliki dampak positif yang signifikan terhadap kepatuhan diet di kelompok perlakuan, tetapi tidak di kelompok kontrol. Hasil penelitian ini menyarankan agar puskesmas dapat mengintegrasikan program pendidikan diet hipertensi dengan program puskesmas untuk promosi kesehatan.
Hubungan Self Compassion Dengan Motivasi Berobat Pada Pasien Luka Gangren DM Tipe II Di Poli Diabet RSUD Dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan Rengga Yudha Permana; Achmad Kusyairi; Alwin Widiyanto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 11 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v3i11.1468

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Hubungan Self compassion dengan motivasi berobat pada pasien luka gangren DM tipe II di Poli Diabet RSUD R. dr. Soedarsono Kota Pasuruan. Diabetes Melitus(DM) tipe II merupakan penyakit kronis tidak menular yang ditandai dengan terjadinya kenaikan glukosa darah, DM tipe II terjadi karena adanya kekurangan insulin yang absolut atau relatif dan menyebabkan gangguan pada fungsi kerja insulin. Menurut Internasional Diabetes Federation (IDF) pada tahun 2019 terdapat 463 juta orang dengan penderita DM tipe II dan diperkirakan 15% dari total penderita DM tipe II mengalami luka gangren yang bisa mengarah ke amputasi bahkan kematian. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional yang bertujuan untuk mengungkapkan hubungan korelatif antar variabel (variabel independen dan variabel dependen). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat dan positif antara self compassion dengan motivasi berobat pada pasien luka gangrene DM tipe II di poli diabet RSUD Dr. Soedarsono 1. Self compassion pada pasien luka gangrene DM tipe II di poli diabet RSUD Dr..R. Soedarsono didominasi oleh pasien dengan self compassion yang tinggi yaitu sebanyak 21 orang atau sebesar 47.73% 2. Motivasi berobat pada pasien luka gangrene DM tipe II di poli diabet RSUD Dr..R. Soedarsono didominasi oleh pasien dengan motivasi yang baik yaitu sebanyak 25 orang atau sebesar 56.82% 3. terdapat hubungan yang kuat dan positif antara Self Compassion dengan motivasi berobat pada pasien luka gangrene DM tipe II di poli diabet RSUD Dr..R. Soedarsono. Hal tersebut dibuktikan dengan nilai Signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0.001 ( pvalue 0.05). Sehingga dapat dikatakan bahwa Self Compassion memiliki hubungan/korelasi yang baik dengan Motivasi berobat. Maka dapat disimpulkan H1 diterima
Pengaruh Perawatan Luka Dengan Teknik Balutan Moist Wound Healing Terhadap Regenerasi Luka Pasien Diabetes di Ruang Bedah RSUD Asembagus Hari Purwanto; Dodik Hartono; Nafolion Nur Rahmat
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 11 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v3i11.1469

Abstract

Diabetes merupakan penyakit menahun (kronis) berupa gangguan metabolik yang ditandai dengan kadar gula yang melebihi batas normal. Komplikasi yang ditimbulkan akibat dari diabetes diantaranya adalah sistem mikrovaskuler dan makrovaskuler seperti luka diabetik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perawatan luka dengan teknik balutan moist wound healing terhadap regenerasi luka pasien diabetes. Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimental menggunakan pra – post test dalam satu kelompok. Data diambil pada tanggal 17 Juli 2024 sampai 17 Agustus 2024 di Ruang Bedah RSUD Asembagus kepada 25 responden secara total sampling. Pengumpulan data meliputi editing, coding, scoring, dan tabulating. Kemudian dianalisis dengan uji spearman rank. Hasil analisa data didapatkan regenerasi luka pada penderita diabetes sebelum dan setelah dilakukan moist wound healing regenerasi luka pada fase inflamasi sebelum dilakukan perawatan. Fase proliferasi setelah dilakukan perawatan moist woung healing sebanyak 20 responden (80.0%). Hasil penelitian tersebut diperkuat oleh hasil uji spearman rank didapatkan p value sebesar 0.000. Nilai p value penelitian ini menunjukkan nilai p value < α (0,05) yang berarti dapat disimpulkan ada pengaruh perawatan luka dengan teknik balutan moist wound healing terhadap regenerasi luka pasien diabetes. Diharapkan petugas kesehatan dapat menerapkan perawatan luka dengan metode moist wound healing karena berkontribusi secara signifikan dalam perawatan luka yang lebih baik, terutama untuk luka kronis seperti luka ulkus diabetikum.
Hubungan Health Literasi Dengan Kemampuan Menstrual Hygiene Pada Remaja Putri Menarch Dina Zakiyyatul Fuadah; Andika Siswoaribowo; Agnes Eka Alfionita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 11 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v3i11.1471

Abstract

Ketidakmampuan remaja putri dalam menjaga kebersihan saat menstruasi mengakibatkan muncul masalah perilaku menstrual hygiene yang masih rendah. Hal tersebut terjadi dikarenakan kurang informasi dan pengetahuan yang mereka dapatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan health literasi dengan kemampuan menstrual hygiene pada remaja putri menarche di SMPN 4 Pare. Desain penelitian ini adalah korelasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi adalah 40 siswi dengan sampel 40 responden menggunakan teknik total sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah health literasi dan variabel dependen adalah kemampuan menstrual hygiene. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner E-Healss untuk health literasi dan kuisioner Menstrual Hygiene untuk kemampuan kebersihan menstruasi remaja putri. Uji statistic yang digunakan adalah Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan hampir keseluruhan (72,5%) mempunyai health literasi kategori kurang dan sebagian besar (67,5%) remaja putri mempunyai menstrual hygiene kategori kurang, dengan P-value = 0,001<α = 0,05 (r = 0,879), artinya terdapat hubungan yang cukup kuat antara health literasi dengan kemampuan menstrual hygiene. Hubungan Health literasi dengan kemampuan menstrual hygiene yaitu apabila literasi remaja putri meningkat maka pengetahuan dan keterampilan dalam menjaga kebersihan saat menstruasi baik. Dalam pelaksanaannya health literasi dapat dilakukan kapan dan dimana saja dengan menggunakan media elektronik. Dengan meningkatkan health literasi akan menambah pengetahuan sehingga saat menerima informasi dapat memilah serta mencari sumber terpercaya. Oeh karena itu, dalam meningkatkan kemampuan menstrual hygiene diharapkan untuk sekolah berperan aktif dalam meningkatkan health literasi siswa
Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Post Partum Hari Ke 4-7 Di Desa Karangsari Dan Desa Cintaasih Puskesmas Cipongkor Tahun 2024 Nelina T; Maria A.D.B
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 11 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v3i11.1476

Abstract

Ibu post partum pasti mengalami rasa ketidaknyamanan pada tubuh, dan juga merasakan stress dan khawatir akan ketidakmampuannya memenuhi kebutuhan ASI sehingga akan menghambat seksesi hormon oksitosin dan prolaktin yang berperan dalam produksi ASI. Salah satu cara untuk meningkatkan produksi ASI adalah pijat oksitosin. Tujuan : Mengetahui Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Produksi Asi Pada Ibu Post Partum Hari Ke 4-7 Di Desa Karangsari Dan Desa Cintaasih. Metode : Rancangan pada penelitian ini menggunakan metode Quasy Experiment dengan pendekatan pretest-posttest one group desain. Sampel yaitu ibu post partum yang diambil secara total sampling sebanyak 30 orang. Instrumen penelitian dengan lembar observasi dan Analisis yang digunakan yaitu distribusi frekuensi dan uji wilxocon. Hasil : didapatkan Produksi ASI Sebelum Dilakukan Pijat Oksitosin menunjukkan mean 47,03 cc/ml dan Produksi ASI Sesudah menunjukkan mean 142,50 cc/ml. Uji wilxocon diperoleh p-value 0,000 (α<0,05) yang artinya HO diterima. Simpulan : Terdapat Perbedaan Post Partum Sebelum Dan Sesudah Pijat Oksitosin Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Post Partum Hari Ke 4-7 Di Desa Karangsari Dan Desa Cintaasih Puskesmas Cipongkor. Saran : puskesmas dapat mengajarkan Teknik Pijat Oksitosin pada keluarga atau suami ibu menyusui yang dapat merangsang hormon oksitosin sehingga dapat meningkatkan produksi ASI.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dan Tekanan Teman Sebaya Dengan Kedisiplinan Anak Di SMAN 1 Gending Probolinggo Risky Eko Wardana; Iin Aini isnawati; Ainul Yaqin Salam
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 11 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v3i11.1477

Abstract

Kedisiplinan anak merupakan hal yang dapat dilakukan dengan cara perilaku moral, seperti perilaku seseorang berhubungan dengan orang lain yang mengacu pada peraturan, dan kebiasaan. Salah satu hal yang dapat membantu para anak dalam melakukan kegiatan belajar di sekolah tidak lepas dari dari beberapa peraturan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pola Asuh Orang Tua dan Tekanan Teman Sebaya dengan Kedisiplinan Anak di SMAN 1 Gending probolinggo. Penelitian ini menggunakan Jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan (Cross sectional). Penelitian ini dilakukan di SMAN 1 Gending Pada tanggal 17 Agustus 2023 dengan jumlah populasi 142 siswa, Sampel yang digunakan yaitu 104 siswa dengan syarat inklusi dan diambil dengan cara tekhnik Purposive Sampling. Instrument penelitian menggunakan Kuesioner. Analisa data menggunakan Uji Spearmank Rank untuk analisis bivariat dan Analisis Regresi Logistik Biner untuk mencari faktor yang paling dominan. Hasil penelitian disimpulkan bahwa dari 104 responden sebanyak 42 responden (40,4%) menyatakan bahwa Pola Asuh Orang Tua mengarah ke kategori sedang, sebanyak 70 responden (67,3%) menyatakan bahwa Tekanan Teman Sebaya mengarah ke kategori Tinggi, sebanyak 56 responden (53,8%) bahwa Kedisiplinan Anak mengarah ke kategori Rendah pada siswa di SMAN 1 Gending probolinggo. Hasil Uji statistik menyimpulkan bahwa yang paling berpengaruh dalam variabel Kedisiplinan Anak adalah variabel Tekanan Teman Sebaya dengan nilai p value 0.013< 0.05. Dari hasil penelitian diharapkan siswa di SMAN 1 Gending dapat mengubah pola fikir mereka dengan memperhatikan sikap atau perilaku yang tidak baik menjadi lebih baik, agar siswa dapat menampilkan dirinya sendiri tanpa ada pengaruh dari teman sebayanya untuk mengatasi kedisiplinan nya
Pengaruh Edukasi Dengan Metode Penyuluhan Terhadap Sikap Pencegahan Infeksi Soil Trasmitted Helmint Pada Ibu Dengan Anak Usia Sekolah Di SD Negeri 3 Kendit Situbondo Davi Nur Ainun Arifin; Alwin Widhiyanto; Ainul Yakin Salam
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 11 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v3i11.1478

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi dengan metode penyuluhan terhadap sikap pencegahan infeksi Soil Trasmitted Helmint Pada Ibu dengan Anak Usia Sekolah Di SD Negeri 3 Kendit Situbondo. Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimental menggunakan Desain pra-eksperimental yang digunakan dalam penelitian ini adalah one group pretest-posttest. Adapun populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh Ibu yang mempunyai anak yang sekolah di SD Negeri 3 Kendit Kabupaten Situbondo kelas 4 yang berjumlah 35 siswa. Sampel dalam penelitian ini yaitu siswa kelas 4 yang berjumlah 35 responden secara total sampling. Dalam penyusunan instrument penelitian menggunakan Kuesioner. Pengumpulan data meliputi editing, coding, scoring, dan tabulating. Kemudian dianalisis dengan Uji Spearman Rank Berdasarkan hasil penelitian ini, yaitu sikap pencegahan infeksi Soil Trasmitted Helmint sebelum dilakukan penyuluhan yaitu 24 responden mempunyai sikap baik dengan persentase 68,6% dan 11 responden dengan sikap kurang baik dengan persentase 31,4%. Ada peningkatan dari sikap pencegahan infeksi Soil Trasmitted Helmint sesudah dilakukan penyuluhan yaitu 30 responden mempunyai sikap baik dengan persentase 85,7% dan 5 responden dengan sikap kurang baik dengan persentase 14,3%. Hasil uji spearman rank yaitu diketahui bahwa p value sebesar 0,000. Nilai p value dalam penelitian ini menunjukkan bahwa p value α (0,05) yang berarti dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh edukasi dengan metode penyuluhan terhadap sikap pencegahan infeksi Soil Trasmitted Helmint pada ibu dengan anak usia sekolah di SD Negeri 3 Kendit Situbondo
Pengaruh Health Education Dengan Metode Role Play Terhadap Keterampilan Oral Hygiene Anak Kelas 1 Di SDN Brabe 1 Maron Probolinggo Dwi Rifanika; Alwin Widhiyanto; Ainul Yaqin Salam
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 11 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v3i11.1482

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut pada anak dapat merefleksikan kesehatan tubuh secara keseluruhan termasuk jika terjadi kekurangan nutrisi dan gejala penyakit lain di tubuh. Sehingga pada kasus ini diperlukan Health Education dengan Role Play. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh Health Education dengan metode role play terhadapa keterampilan oral hygiene anak. Jenis penelitian ini Pree experiment dengan pendekatan pretest-postest. Populasi sebanyak 40 siswa, penentuan sampel menggunakan tekhnik total sampling pada semua siswa sesuai kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 40 siswa. Instrumen yang digunakan lembar observasi keterampilan oral hygiene melalui proses editing, coding, scoring, dan tabulating. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil dari penelitian ini didapatkan keterampilan oral hygiene pada saat pree-post . Menunjukkan hasil keterampilan oral hygiene pada saat sebelum dinberikan intervensi mayoritas kategori kurang sebanyak 22 siswa (55%). Sedangkan keterampilan oral hygiene setelah diberikan intervensi mayoritas kategori baik sebanyak 26 siswa (65%). Hasil Uji Wilcoxon di dapatkan niali p value : 0.000. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh Health Education Dengan Metode Role Play Terhadap Keterampilan Oral Hygiene Anak Kelas 1 di SDN Brabe 1 Maron Probolinggo. Health Education dengan metode Role Play dapat mengembangkan inovasi dan kreativitas siswi sehingga pemberian Health Education keterampilan oral hygiene dapat berlangsung dengan efektif dan menyenangkan bagi responden, dan responden tidak terbebani dengan pembelajaran yang berlangsung.
The Influence of "Si MENS" Booklet Education On Adolescent Women's Readiness For Menarche Dina Zakiyyatul Fuadah; Nove Lestari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 11 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v3i11.1483

Abstract

Inaccuracy of information can lead to unpreparedness of young women in facing menarche. The unpreparedness of young women in facing menarche can be influenced by the knowledge of young women about menstruation that is lacking. Objective: The purpose of this study was to determine the effect of the education booklet "Si Mens" on the readiness of young women to face menarche. Methods: This study used a pre-experimental design (One Group Pretest-Posttest Design). Population 60 respondents, with purposive sampling technique obtained a sample of 38 respondents. The intervention in this study with education is to read the booklet "Si Mens" 6 times in 1 week. Data were analyzed using the Wilcoxon test. Results: The results showed that before the intervention was given, most of the respondents (76.3%) were not ready to face menarche and after the intervention, most of the respondents (63.2%) were ready to face menarche. The results of the Wilcoxon test data analysis obtained P value: 0.000 < : 0.05, which means that there is an effect of "Si Mens" booklet education on the readiness of young women to face menarche. Conclusion: Educational booklet "Si Mens" is effective for young women in dealing with menarche, with the information and knowledge so that attitudes and attitudes arise and improve youth readiness. The booklet "Si Mens" can stimulate the five senses so that it is easier for the brain to understand and generate a stimulus in the form of an attitude of readiness to face menarche.