cover
Contact Name
Ade Herman Surya Direja
Contact Email
adehermansuryadireja@gmail.com
Phone
+6282182997717
Journal Mail Official
admin@journal.mandiracendikia.com
Editorial Address
Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia Bengkulu, Indonesia Jl. Padat Karya No 25 Kelurahan Sumur Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia
ISSN : -     EISSN : 29642434     DOI : 10.70570
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) accepts related writings: Health sciences allied such like: Midwifery, medicine, pharmacies, phisiotherapy, surgical medical nursing, Emergency nursing, Mental nursing, Maternity nursing and children, Community nursing, family and elderly Nursing management, ect. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) also accepts all writings with various disciplines of science with the terms of the core points remaining in the path and scope of the world of Health Sciences.
Articles 887 Documents
Pengaruh Edukasi Perencanaan Makan Menggunakan Media Buku Saku Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe II Moch Sholehudin Tuffa; Handono F.R; Kholisotin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 10 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v3i10.1446

Abstract

Diabetes merupakan masalah pada masyarakat yang penting bagi kesehatan, dan menjadi salah satu dari empat penyakit yang tidak menular dan menjadi target tindak lanjut oleh para pemimpin dunia. Diabetes terus meningkat jumlah kasus dan prevalensi selama beberapa waktu terakhir Diabetes Mellitus memiliki efek mendalam pada sosial, psikologis dan kesejahteraan fisik seseorang, manajemen Diabes Mellitus merupakan proses yang rumit dan melelahkan bagi pasien dan kesehatan profesional perawatan. Pasien dengan diabetes menghadapi berbagai tantangan terkait penyakit seperti asupan harian beberapa obat, penggunaan glukometer, suntikan untuk pemberian insulin, komplikasi dari kondisi ini seperti hipertensi, dan gangguan kognitif Edukasi diabetes merupakan pendidikan Ilmu Yang akan Dipelajari untuk mencegah Diabetes Melitus mengenai pengetahuan dan Sikap bagi pasien diabetes yang bertujuan mengubah perilaku untuk meningkatkan pemahaman klien akan penyakitnya. Kepatuhan Perencanaan Makan merupakan masalah besar yang terjadi pada penderita Diabetes Millitus tipe II saat ini. Prinsip pengaturan pola makan didasarkan pada status Pola Makan diabetes dan melakukan modifikasi diet dengan memperhatikan gaya hidup serta pola kebiasaan makan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh edukasi diabetes terhadap kepatuhan pengaturan diet pada pasien Diabetes Melitus tipe II
Pengaruh Moist Wound Healing Terhadap Kondisi Luka Menggunakan Instrumen Bates Jensen Wound Assessment Tool (BJWAT) Pada Penderita Luka Kaki Diabetik Grade 1 Fery Hendy Hermawan; Rizka Yunita; Sunanto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 10 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v3i10.1447

Abstract

Luka kaki diabetik merupakan salah satu komplikasi penyakit diabetes melitus, luka kaki diabetik merupakan pembusukan yang terjadi karena DM ada diseluruh tubuh. Solusi untuk penanganan luka kaki diabetik salah satunya adalah perawatan luka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh moist wound healing terhadap kondisi luka menggunakan instrumen bates jensen wound assessment tool (BJWAT) pada penderita luka kaki diabetik grade 1. Penelitian ini merupakan pra-experiment pendekatan one group pre-test post-test design. Data diambil pada tanggal 05 Juni-19 Juni 2024 di Poli Bedah RSUD dr. Abdoer Rahem. Populasi penderita luka kaki diabetik grade 1 sejumlah 40 responden. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, dengan sampel penderita luka kaki diabetik grade 1 sejumlah 36 responden. Penilaian luka menggunakan instrumen bates jensen wound assessment tool (BJWAT). Pengolahan data meliputi editing, coding, scoring, dan tabulating. Kemudian dianalisis dengan uji wilcoxon. Hasil analisa data kondisi luka pada penderita luka kaki diabetik grade 1 sebelum diberikan moist wound healing didapatkan nilai rata-rata 22.94 dan setelah diberikan moist wound healing dengan nilai rata-rata 13.61. Hasil uji statistik wilcoxon menunjukkan P Value = 0,000 < alpha (α) = 0,05 berarti terdapat pengaruh moist wound healing terhadap kondisi luka menggunakan instrumen Bates Jensen Wound Assessment Tool (BJWAT) pada penderita luka kaki diabetik grade 1. Diharapkan perawat dalam melakukan perawatan luka selain harus memperhatikan kebersihan luka, memilih cairan dan cara irigasi yang benar, melakukan debridement jaringan nekrotik, juga diperlukan cara memilih balutan yang sesuai dengan keadaan luka. Pemilihan balutan harus bertujuan untuk menjaga luka agar tetap lembab karena keadaan luka yang moist atau lembab dapat meningkatkan proses mitosis, meminimalkan rasa sakit dan trauma saat ganti balutan, serta membantu pergerakan sel pada luka.
Manajemen Keperawatan Perfusi Perifer Tidak Efektif Pada Pasien Diabetes Melitus: Case Study Flora Sijabat; Murni Enye Rosani Siregar; Elida Sinuraya
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 10 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v3i10.1449

Abstract

Diabetes melitus merupakan kelainan metabolisme kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah, karena tidak seimbangnya antara pasokan dan permintaan insulin oleh tubuh sehingga memudahkan glukosa masuk kedalam sel untuk digunakan dalam metabolisme dan pertumbuhan sel. Tujuan untuk memberikan asuhan keperawatan diabetes melitus dengan masalah keperawatan perfusi perifer tidak efekti. Sample yang digunakan ada sebanyak 2 pasien dengan Diabetes Melitus dengan masalah keperawatan Perfusi Perifer Tidak Efektif di Rumah Sakit Umum Sari Mutiara Lubuk Pakam. Hasil studi kasus dengan masalah Diabetes Melitus : Perfusi Perifer Tidak Efektif dimulai dari tanggal 19-25 April 2024 dan pada hari ketiga dan hari keempat sudah didaptkan hasil yaitu rasa kesemutan sudah tidak dirasakan lagi. Kesimpulan Senam Kaki Diabetes dapat mengatasi rasa kesemutan pada ekstremitas pada penderita Diabetes Melitus : Perfusi Perifer Tidak Efektif. Saran agar menerapkan senam kaki diabetes pada pasien diabetes melitus dengan masalah keperawatan perfusi perifer tidak efektif.
Stres Berhubungan Dengan Gula Darah Sewaktu Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Soraya Ipa; Riyadi, Muskhab Eko
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 12 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

International Diabetes Federation mengkonfirmasi bahwa diabetes melitus termasuk salah satu di antara kegawatdaruratan kesehatan global dengan pertumbuhan paling cepat di abad 21. Diabetes melitus merupakan penyakit yang termasuk dalam kelompok penyakit metabolik, dengan karakteristik utama adalah tingginya kadar glukosa dalam darah. Meningkatnya kadar gula darah pada penderita diabetes melitus dapat disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah dikarenakan stres. Merupakan penelitian non-experimental dengan rancangan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien diabetes melitus tipe 2 sebanyak 165 orang yang menjalani rawat jalan di wilayah kerja Puskesmas Kotagede 1 Yogyakarta. Berdasarkan perhitungan didapatkan besar sampel minimal dalam penelitian ini adalah 62 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling. Alat ukur yang digunakan berupa lembar kuesioner DASS-42 untuk mengukur tingkat stres responden dan alat Glukotest, yaitu Easy Touch GCU untuk mengukur kadar gula darah sewaktu responden. Uji statistik menggunakan uji Kendall’s Tau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami stres dalam kategori stres parah, yaitu sebanyak 50 responden (80.7%) dan kadar gula darah sewaktu responden mayoritas dalam kategori tinggi, yaitu sebanyak 41 responden (66.1%). Hasil uji statistik diperoleh nilai p-value sebesar 0.001 (p < 0.05) dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0.591, yang bermakna terdapat hubungan yang sedang antara stres dengan kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes melitus tipe 2.
Hubungan Ketenagan Jiwa Dengan Kualitas Tidur Pada Lansia Di Lembaga Kesejahteraan Lanjut Usia (LKSLU) Di Kabupaten Nganjuk Ega Ananda Kurnia; Andika Siswoaribowo; Diana Rachmania
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 10 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v3i10.1455

Abstract

Usia lansia mengalami proses degenerative atau penuaan yang dapat menyebabkan terjadinya penurunan kesehatan. Lansia yang memasuki usia lanjut cenderung memiliki permasalahan salah satunya adalah dari faktor psikologis yaitu memikirkan hari akhir, salah satu dampak yang di timbulkan dimana lansia mengeluh sering terbangun di malam hari, mudah lelah. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan ketenangan jiwa dengan pemenuhan kebutuhan tidur pada lansia di Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia (LKSLU) Kabupaten Nganjuk. Desain penelitian "cross sectional" menggunakan alat ukur kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). dari populasi 40 orang didapatkan 28 responden dengan teknik sampel Purposive. Hasil penelitian hampir seluruhnya memiliki ketenangan jiwa kurang (53,6%) dan hampir seluruhnya lansia memiliki kualitas tidur (75%) yang kurang . Sedangkan responden dengan ketenangan jiwa baik memiliki kualitas tidur baik. Hasil analisis uji statistic korelasi spearman Rho, bahwa p value (0,005) < α=(0,05) sehingga H1 diterima. Artinya terdapat hubungan yang signifikan antara Ketenangan jiwa dengan Kualitas Tidur pada lansia di LKSLU Kabupaten Nganjuk. Sedangkan nilai Coefficient Correlation sebesar 0,653, artinya kekuatan tingkat hubungan termasuk kategori kuat dengan arah hubungan positif yang artinya apabila ketenangan jiwa semakin kurang maka pada Kualitas Tidur lansia akan (kurang). sebaiknya dapat melakukan kesejahteraan spiritual yang terkait dengan ketenangan jiwa pada lansia di Lembaga Kesejahteraan Lanjut Usia Kabupaten Nganjuk. Dan melakukan intervensi kesejahteraan spiritual dengan pemenuhan kebutuhan tidur
Pengaruh Mobilisasi Dini Terhadap Kejadian Post Operative Nausea And Vomiting (PONV) Pada Pasien Dengan Anestesi Intravena Di Ruang Mina Rumah Sakit Islam Lumajang Kurniawati; Nur Hamim; Ainul Yaqin Salam
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 11 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v3i11.1461

Abstract

Insiden mual dan muntah pasca operasi (PONV) diharapkan dapat ditangani secara efektif dan efisien sehingga pasien dapat pulih secara optimal setelah operasi. Mobilisasi dini berkontribusi pada pemulihan sistem gastrointestinal dan mengurangi efek samping anestesi intravena. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh mobilisasi dini terhadap insiden mual dan muntah pasca operasi (PONV) pada pasien dengan anestesi intravena di Ruang Mina, Rumah Sakit Islam Lumajang. Metode penelitian menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan desain satu kelompok pre-test dan post-test. Perlakuan yang diberikan adalah latihan mobilisasi dini pada hari pertama pasca operasi selama 20 menit, dengan 5 kali pengulangan setiap latihan. Latihan dilakukan setelah 6 jam pertama pasca operasi dan kemudian diamati menggunakan skor Rhodes Index Nausea Vomiting and Retching (RINVR) setelah 24 jam pasca operasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien pasca operasi dengan anestesi intravena yang memenuhi kriteria inklusi eksklusi, dengan sampel sebanyak 32 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan uji statistik menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum perlakuan mobilisasi dini, didapati bahwa 16 responden (50%) mengalami mual dan muntah pasca operasi dalam kategori sedang dan setelah perlakuan ditemukan sebanyak 9 responden (28,1%) mengalami mual dan muntah pasca operasi dalam kategori ringan dan sebanyak 7 responden (21,9%) dalam kategori sedang. Hasil yang diperoleh menunjukkan nilai P = 0,000, α < 0,05, yang berarti ada pengaruh signifikan perlakuan mobilisasi dini terhadap insiden mual dan muntah pasca operasi (PONV). Temuan ini menunjukkan bahwa mobilisasi dini memiliki efek positif terhadap insiden mual dan muntah pasca operasi (PONV). Prosedur Operasional Standar mobilisasi dini dapat diterapkan dalam penanganan mual dan muntah pasca operasi pada pasien dengan anestesi intravena.
Perbandingan Fototerapi Intensif 360 Derajat Dan Fototerapi Konvensional Dalam Menurunkan Kadar Bilirubin Total Pada Bayi Hiperbilirubinemia Di RSUD Pasirian Lumajang Ita Febrina Kurnianingrum; Marfuah; Ainul Yaqin Salam
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 11 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v3i11.1462

Abstract

Hiperbilirubinemia adalah kondisi umum pada bayi baru lahir yang memerlukan penanganan segera untuk mencegah komplikasi seperti kernikterus. Fototerapi adalah salah satu metode utama yang digunakan untuk menurunkan kadar bilirubin total pada neonatus dengan hiperbilirubinemia. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan perbedaan efektivitas antara fototerapi intensif 360 derajat dan fototerapi konvensional dalam menurunkan kadar bilirubin total pada neonatus dengan hiperbilirubinemia di RSUD Pasirian Lumajang. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan dua kelompok pretest-posttest dan membandingkan hasil dari masing-masing perlakuan. Sampel terdiri dari 30 neonatus dengan hiperbilirubinemia yang menjalani fototerapi intensif 360 derajat atau fototerapi konvensional pada Juli-Agustus 2024, dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi dengan uji statistik Independent T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar bilirubin total sebelum fototerapi intensif 360 derajat adalah 13,2433 mg/dL dan menurun menjadi 5,8027 mg/dL setelah perlakuan, dengan penurunan rata-rata sebesar 7,4407 mg/dL. Pada kelompok fototerapi konvensional, rata-rata kadar bilirubin total sebelum perlakuan adalah 16,4373 mg/dL dan menurun menjadi 11,1707 mg/dL setelah perlakuan, dengan penurunan rata-rata sebesar 5,2667 mg/dL. Analisis uji-t menunjukkan nilai signifikan α < 0,05 (0,000), yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua metode fototerapi dalam menurunkan kadar bilirubin total pada neonatus dengan hiperbilirubinemia. Dengan demikian, fototerapi intensif 360 derajat terbukti lebih efektif daripada fototerapi konvensional dalam menurunkan kadar bilirubin total pada neonatus dengan hiperbilirubinemia.
Hubungan Perceived Stigma Dengan Kualitas Hidup Pasien Gangguan Jiwa Skizofrenia Di Wilayah Kecamatan Gucialit Linda Ferianti; Nur Hamim; Ainul Yaqin Salam
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 11 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v3i11.1463

Abstract

Kompleksitas skizofrenia membutuhkan pendekatan multifaset dalam pengobatannya, termasuk medikasi, psikoterapi, dan dukungan sosial. Namun, satu aspek penting yang sering diabaikan dalam manajemen skizofrenia adalah stigma yang terkait dengan gangguan ini. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki korelasi antara stigma yang dirasakan dan kualitas hidup pasien skizofrenia di Kecamatan Gucialit. Penelitian ini berfokus pada evaluasi bagaimana stigma yang dirasakan memengaruhi kualitas hidup pasien skizofrenia dalam komunitas ini. Penelitian ini adalah jenis penelitian analitik korelasional dengan desain cross-sectional yang menggunakan seluruh populasi pasien skizofrenia di wilayah Kecamatan Gucialit. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 35 responden, dan pengukuran stigma yang dirasakan serta kualitas hidup (Quality of Life Interview) dilakukan dengan menggunakan lembar kuesioner serta analisis statistik SPSS dengan uji Spearman's rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki stigma positif yang dirasakan, yaitu sebanyak 21 responden (60%), dan sebagian besar responden memiliki kualitas hidup yang tinggi, yaitu sebanyak 22 responden (62,9%). Analisis statistik menggunakan uji Spearman's rho menunjukkan nilai signifikansi α < 0,05 (0,000), yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara stigma yang dirasakan dan kualitas hidup pasien skizofrenia di Kecamatan Gucialit. Temuan ini menunjukkan bahwa stigma yang dirasakan memengaruhi kualitas hidup pasien skizofrenia, di mana stigma yang lebih rendah dikaitkan dengan kualitas hidup yang lebih baik. Oleh karena itu, intervensi yang bertujuan mengurangi stigma dan meningkatkan penerimaan sosial dapat berkontribusi positif terhadap kualitas hidup pasien-pasien ini. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi untuk mengembangkan program-program peningkatan kualitas hidup pasien skizofrenia melalui pengurangan stigma yang dirasakan.
Pengaruh Edukasi Tentang TBC Berbasis Grup WA Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien TBC Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Kendit Situbondo Ahmad Rizki Maulaya; Nur Hamim; Widya Addiarto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 11 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v3i11.1464

Abstract

Tuberkulosis (TBC) adalah suatu penyakit infeksi kronik yang sudah sangat lama dikenal pada manusia. Program yang bertujuan menuntaskan penyakit Tuberkulosis pada penderita yang dilaksanakan oleh Kementrian Kesehatan RI dalam upaya bidang promotif dilakukan dalam bentuk penyuluhan kesehatan kepada pasien Tuberkulosis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi tentang tuberculosis berbasis whatsapp group terhadap kepatuhan minum obat pada pasien tuberculosis. Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimental menggunakan pre – post test dalam satu kelompok. Data diambil di Poli TB Puskesmas Kendit kepada pasien pengobatan TBC sebanyak 46 responden secara total sampling. Pengolahan data meliputi editing, coding, scoring, dan tabulating. Kemudian dianalisis dengan uji spearman rank. Hasil analisa data didapatkan kepatuhan minum obat sebelum edukasi adalah kepatuhan sedang dan sesudah edukasi adalah kepatuhan tinggi sebanyak 20 responden (43,5%). Hasil penelitian tersebut diperkuat oleh hasil uji spearman rank didapatkan p value sebesar 0.000. Nilai p value penelitian ini menunjukkan nilai p value < α (0,05) yang berarti dapat disimpulkan ada pengaruh edukasi tentang tuberculosis berbasis whatsapp group terhadap kepatuhan minum obat pada pasien tuberculosis di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Kendit Situbondo. Diharapkan petugas kesehatan dapat menjadikan edukasi sebagai dasar untuk meningkatkan kepatuhan minum obat TBC. Banyak macam metode edukasi yang dapat digunakan salah satunya dengan membuat grup WA. Cara ini dapat selalu disosialisasikan kepada masyarakat dan petugas kesehatan lainnya.
Hubungan Mutu Pelayanan Dengan Kepuasan Pasien Rawat Inap Aditya Pramana Putra; Nur Hamim; Yulia Rachmawati H
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 11 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v3i11.1465

Abstract

Mutu pelayanan kesehatan merupakan salah satu indikator untuk mengukur tingkat kepuasan pasien. Kepuasan pasien adalah evaluasi atau penilaian setelah memakai suatu pelayanan, bahwa pelayanan yang dipilih setidak- tidaknya memenuhi atau melebihi harapan. Desain penelitian ini menggunakan Cross Sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode accidental sampling dengan jumlah sampel 64 responden dilaksanakan pada tanggal 1 sampai 22 Agustus 2024 . Data diambil dengan menggunakan kuesioner. Pengolahan data dilakukan dengan Editing, Coding, Scoring, Tabulating serta analisa data dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 64 responden untuk mutu pelayanan hampir seluruh responden menyatakan mutu pelayanan di rawat inap baik dengan prosentase 84,4%. Sedangkan proporsi tertinggi pada kepuasan sebanyak 82.8% menyatakan baik. Pengolahan data menggunakan uji chi square yang dihitung dengan menggunakan SPSS didapatkan nilai p value < α = 0,00 (nilai α=0,05) sehingga dapat disimpulkan H1 diterima yang artinya ada hubungan mutu pelayanan dengan kepuasan rawat inap di Puskesmas Arjasa Kabupaten Situbondo. Diharapkan petugas yang melaksanakan pelayanan rawat inap meningkatkan mutu pelayanan yang baik secara berkelanjutan (continuous improvement), agar dapat memberikan pelayanan yang baik di Puskesmas Arjasa khususnya pada pasien rawat inap.