cover
Contact Name
Ade Herman Surya Direja
Contact Email
adehermansuryadireja@gmail.com
Phone
+6282182997717
Journal Mail Official
admin@journal.mandiracendikia.com
Editorial Address
Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia Bengkulu, Indonesia Jl. Padat Karya No 25 Kelurahan Sumur Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia
ISSN : -     EISSN : 29642434     DOI : 10.70570
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) accepts related writings: Health sciences allied such like: Midwifery, medicine, pharmacies, phisiotherapy, surgical medical nursing, Emergency nursing, Mental nursing, Maternity nursing and children, Community nursing, family and elderly Nursing management, ect. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) also accepts all writings with various disciplines of science with the terms of the core points remaining in the path and scope of the world of Health Sciences.
Articles 897 Documents
Penerapan Pemberian Aromatherapy Lavender Pada Ibu Hamil Trimester I Dengan Emesis Gravidarum Prisca Ayu Fadila; Ida Nur Imamah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 8 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i8.1827

Abstract

Prevalensi emesis gravidarum pada tahun 2023 mencapai 2.780 di seluruh Indonesia. Emesis Gravidarum jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat bisa berkembang menjadi Hiperemesis Gravidarum dan bisa berujung kematian. Emesis Gravidarum dapat ditangani dengan terapi farmakologisa dan terapi nonfarmakologis. Salah satunya dengan Aromatherapy Lavender. Tujuan: Mendeskripsikan hasil implementasi setelah dilakukan penerapan pemberian Aromatherapy Lavender pada ibu hamil yang mengalami emesis gravidarum di Desa Kradenan Kabupaten Grobogan. Metode: Rancangan ini menggunakan rancangan penelitian studi kasus dengan metode penelitian deskriptif. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan lembar quisioner skala PUQE 24 Scoryng Systeme untuk mengetahui perbandingan sebelum dan sesudah dilakukan penerapan pemberian Aromatherapy Lavender. Penelitian ini dilakukan kepada 2 responden, dilakukan setiap pagi selama 7 hari dan masing-masing responden diberikan waktu penerapan selama 5 menit. Hasil: Setelah dilakukan penerapan terdapat penurunan derajat emesis gravidarum antara 2 responden. Ny.L turun 5 skor dari derajat ringan ke derajat sedang dan Ny.A turun 8 skor dari derajat ringan ke derajat sedang. Kesimpulan: Hasil penerapan yaitu Ny.L mengalami penurunan dari derajat sedang ke derajat ringan dan Ny.A mengalami penurunan dari derajat sedang ke derajat ringan.
Penerapan Aromaterapi Lemon Untuk Mengurangi Nyeri Menstruasi Pada Mahasiswi Unversitas ‘Aisyiyah Surakarta Aprilin Acehira Pardesri; Tri Susilowati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 8 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i8.1828

Abstract

Data WHO menunjukkan lebih dari 50% wanita di berbagai negara mengalami nyeri menstruasi. Prevalensi nyeri menstruasi di Swedia 72%, Amerika Serikat 90%, Kuwait 85,6%, dan Indonesia 64,5%, di antaranya 54,89% mengalami nyeri menstruasi berat. Prevalensi dismenore di provinsi jawa tengah mencapai 56%. Penanganan nyeri menstruasi bisa dilakukan secara farmakologi dan nonfarmakologi. Penatalaksanaan nonfarmakologi salah satunya dengan pemberian aromaterapi lemon. Limonene dalam lemon adalah komponen utama dalam senyawa kimia jeruk yang dapat menghambat sistem kerja prostaglandin sehingga mengurangi nyeri. Tujuan: Mendeskripsikan hasil skala nyeri menstruasi sebelum dan sesudah dilakukan penerapan aromaterapi lemon pada mahasiswi Universitas ‘Aisyiyah Surakarta. Metode: Studi kasus deskriptif untuk mengetahui perbandingan skala nyeri menstruasi sebelum dan sesudah dilakukan penerapan aromaterapi lemon. Penerapan aromaterapi lemon diberikan selama 20 menit, 2 hari 2x sehari menggunakan NRS. Hasil: Kedua responden sama sama mengalami penurunan nyeri sebanyak 3 point. Responden pertama dari nyeri sedang menjadi nyeri ringan, dan responden kedua dari nyeri berat menjadi nyeri sedang. Kesimpulan: Penerapan aromaterapi lemon terbukti dapat mengurangi nyeri menstruasi pada mahasiswi.
Penerapan Mobilisasi Dini Terhadap Skala Nyeri Pada Ibu Post Sectio Caesarea Diruang Ponek RSUD dr.Soeratno Gemolong Sragen Sinta Purnama Sari; Anjar Nurrohmah; Fitria Purnamawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 8 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i8.1829

Abstract

Persalinan Sectio Caesarea yaitu tindakan pembedahan dengan membuat sayatan di dinding perut dan dinding Rahim yang bertujuan untuk mengeluarkan bayi dan mengeluarkan plasenta secara utuh. Tindakan Sectio Caesarea memiliki efek samping nyeri yang timbul akibat pembedahan. Intervensi yang diberikan adalah mobilisasi dini post section caesarea yang bertujuan untuk merilekskan otot dan memperlancar peredaran darah sehingga mengurangi nyeri. Tujuan : Mengetahui hasil Penerapan Mobilisasi Dini untuk mengetahui Skala Nyeri pada Ibu Post Sectio Caesarea di diruang Ponek RSUD dr. Soeratno Gemolong Sragen. Metode : Penelitian menggunakan Studi Kasus yang bersifat diskriptif. Dengan penerapan mobilisasi dini pada 2 responden untuk mengurangi nyeri, dimulai pada 6 jam pertama post section caesarea hingga 48 jam post section caesarea. Dilihat dari hasil pre test dan post test untuk mengukur Tingkat nyeri yaitu menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Hasil : Intensitas nyeri kedua responden berada pada skala nyeri sedang 6 dan 5 dan setelah 48 jam post sectio caesarea nyeri pasien menurun menjadi skala nyeri ringan 2 dan 1. Kesimpulan : Terdapat perubahan skala nyeri sesudah dilakukan mobilisasi dini pada kedua responden.
Penerapan Relaksasi Otot Progresif Untuk Penurunan Skala Nyeri Dismenore Pada Remaja Putri Trias Jayantina; Hermawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 8 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i8.1832

Abstract

Nyeri pada saat menstruasi sering dikeluhkan oleh remaja putri pada masa pubertas sebagai sensasi yang tidak nyaman seperti nyeri dibagian perut bagain bawah yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Angka dismenore di Indonesia mencapai 64,25% yang berasal dari 54,89% dismenore primer dan 9,36% dismenore sekunder. Relaksasi otot progresif salah satu penanganan dismenore secara non farmakologis yang dapat menurunkan nyeri pada saat menstruasi. Tujuan: Mendeskripsikan perbandingan hasil akhir sebelum dan sesudah dilakukan relaksasi otot progresif pada 2 Responden Metode: Penelitian ini menggunakan deskriptif studi kasus dengan melakukan relaksasi otot progresif dan pengukuran skala nyeri dismenore, dilakukan selama 2 hari, sejak hari pertama menstruasi secara berturut- turut dengan frekuensi sehari sekali selama 15 menit. Instrumen yang digunakan adalah NRS dan lembar observasi. Hasil: Adanya penurunan skala nyeri dismenore setelah dilakukan relaksasi otot progresif pada Nn. R dari skala 5 menjadi 3, sedangkan pada Nn. T dari skala 6 menjadi 3. Kesimpulan: Didapatkan perbedaan hasil skala nyeri sebelum dan setelah dilakukan relaksasi otot progresif pada kedua reponden
Penerapan Terapi Inhalasi Uap Sederhana Minyak Kayu Putih Pada Bersihan Jalan Nafas Pasien Ispa Diah Amanda Putri; Ida Nur Imamah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 8 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i8.1834

Abstract

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan infeksi menular pada saluran pernapasan atas yang disebabkan oleh virus atau bakteri. Gejala yang timbul bervariasi, tergantung pada jenis agen infeksi, kondisi lingkungan, dan daya tahan tubuh penderita. Prevalensi ISPA di Jawa Timur pada tahun 2023 mencapai 51,4% dan data ISPA di Ngawi termasuk dalam 10 besar penyakit terbanyak dengan 32.793 kasus, sedangkan di Kecamatan Widodaren kasus ISPA tercatat dengan jumlah 1.307 kasus pada tahun 2024. Mendeskripsikan hasil perbandingan frekuensi nafas pada pasien ISPA sebelum dan sesudah dilakukan terapi inhalasi uap sederhana minyak kayu putih. Aplikasi ini menggunakan metode studi kasus deskriptif pada 2 responden yaitu Ny.S (41) dan Sdr.R (15) dengan ISPA. Terdapat penurunan frekuensi nafas pada kedua responden setelah diberikan terapi inhalasi uap sederhana minyak kayu putih pada Ny. S dari frekuensi nafas 28x/mnt menjadi 23x/mnt dan Sdr.R dari frekuensi nafas 29x/mnt menjadi 24x/mnt. Penerapan terapi inhalasi uap sederhana minyak kayu putih dapat mengatasi bersihan jalan nafas pada kedua responden
Hubungan Pengetahuan Ibu Dengan Kelengkapan Status Imunisasi Dasar Pada Usia 12-24 Bulan Di Wilayah Rw 13 Kp. Sapan Desa Sumbersari Ciparay Kabupaten Bandung Idris Handriana; Younathan Kristian Yuan Putra
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 8 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i8.1835

Abstract

Tingginya angka kematian dan kesakitan balita terjadi karena timbulnya penyakit menular berbahaya yang dapat dicegah dengan imunisasi yakni penyakit difteri, pertusis, tetanus, tubercukolis, poliomelitis, campak serta hepatitis B. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan ibu dan kelengkapan status imunisasi dasar usia 12-24 bulan di RW 13 Kp. Sapan Desa Sumbersari. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik secara kuantitatif menggunakan rancangan cross-sectional. Dilakukan pada bulan Agustus 2024 dengan subjek penelitian 39 ibu yang memiliki anak usia 12-24 bulan di RW 13 Kp. Sapan Desa Sumbersari menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dengan kuesioner dan analisa data dengan uji Chi-square. Hasil: Sebagian besar responden memiliki pengetahuan cukup sebanyak 21 ibu (53,8%) dan sebagian besar memiliki status imunisasi dasar lengkap sebanyak 28 balita (71,85%). Hasil uji Chi-square diperoleh p-value (0,006) < a (0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan ibu dengan kelengkapan status imunisasi dasar usia 12-24 bulan di RW 13 Kp. Sapan Desa Sumbersari. Saran: Untuk ibu harus lebih meningkatkan pengetahuan mengenai pentingnya pemberian imunisasi dasar lengkap pada anak melalui baca buku atau konsultasi dengan tenaga kesehatan. Semakin baik pengetahuan ibu semakin baik pula untuk melakukan upaya pemberian imunisasi lengkap sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan anak.
Penerapan Kompres Aloevera (Lidah Buaya) Terhadap Penurunan Suhu Tubuh Pada Anak Demam Dwi Mia Ardani; Ida Nur Imamah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 8 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i8.1836

Abstract

Demam merupakan respon alamiah tubuh terhadap invasi infeksi, di mana suhu tubuh melebihi ambang normal yaitu >37,5°C. Kompres Aloe Vera adalah salah satu pengobatan tradisonal yang menjadi altenatif untuk menurunkan demam pada anak. Akibat yang timbul dari demam berupa kejang, penatalaksanaan yang dilakukan secara non-farmakologis dengan kompres Aloe Vera. Tujuan: Untuk mendeskripsikan hasil implementasi kompres Aloe Vera dalam menurunkan demam pada anak. Metode: Penerapan ini menggunakan metode studi kasus, Metode ini lebih berfokus pada tindakan atau perilaku yang dihasilkan kepada 2 responden dengan melakukan pemberian kompres Aloe Vera selama 3 hari. Hasil: Setelah dilakukan Kompres Aloe Vera pada dua responden selama tiga hari berturut-turut menunjukkan adanya perubahan suhu, didapatkan responden An. A mengalami penurunan suhu tubuh yang sebelumnya 39,0 C menjadi 36,7 C. sedangkan respon An. Q sebelum diberikan terapi didapatkan suhu tubuh 39,2 C menjadi 36,9 C. Kesimpulan: Kompres Aloe Vera dapat menurunkan demam pada Anak yang mengalami demam.
Penerapan Senam Ergonomik Untuk Menurunkan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi Anita Rahmawati; Mulyaningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 8 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i8.1837

Abstract

Seiring bertambahnya usia, lansia mengalami penurunan fungsi fisiologis organ tubuh akibat proses penuaan maupun penyakit, salah satunya hipertensi. Hipertensi pada lansia merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi akibat penurunan fungsi organ dan kurangnya aktivitas fisik. Salah satu metode nonfarmakologis yang efektif untuk menurunkan tekanan darah adalah senam ergonomik. Senam ergonomik efektif dan efisien dalam memelihata kesehatan tubuh dimana dapat mengendalikan posisi atau kelenturan sistem saraf dan aliran darah, memaksimalkan suplai darah ke otak, membuka sistem kecerdasan, membakar asam urat, kolestrol, gula darah dan kekebelan tubuh. Tujuan; untuk mengetahui pengaruh senam ergonomik terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi. Metode; Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan dua responden lansia, yang mengikuti senam ergonomik selama 15–20 menit, 3 kali dalam seminggu selama 1 minggu. Hasil; Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tekanan darah pada kedua responden dari kategori hipertensi sedang menjadi hipertensi ringan. Kesimpulan; senam ergonomik efektif membantu menurunkan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi jika dilakukan secara teratur.
Penerapan Senam Tera Terhadap Tekanan Darah Pada Lansia Dengan Hipertensi Anisa Yuniati; Mulyaningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 8 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i8.1838

Abstract

Lansia lebih rentan mengalami berbagai penyakit degeneratif dibanding dengan usia muda. Salah satunya yang sering timbul tanpa gejala adalah hipertensi. Angka kejadian hipertensi di Indonesia mencapai 36%. Riset Kesehatan Dasar Indonesia menunjukan prevalensi kejadian hipertensi di provinsi Jawa Tengah tahun 2023 sebanyak 8.554.672 orang atau sebesar 38,2% dari seluruh penduduk. Prevalensi hipertensi di Puskesmas Gambirsari tahun 2023 sebanyak 6.751 tertinggi di kota Surakarta, salah satu terapi non farmakologis yang dapat diberikan pada penderita hipertensi lansia adalah senam tera. Tujuan: Mengetahui hasil perbandingan tekanan darah sebelum dan sesudah dilakukan penerapan senam tera pada lansia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian dengan pendekatan studi kasus dengan melakukan observasi tekanan darah pada 2 responden lansia , dilakukan 6x dalam 2 minggu selama 30 menit. Instrument yang digunakan Blood Pressure Monitor. Hasil : Adanya penurunan tekanan darah sebelum dilakukan penerapan senam tera pada Ny. Z kategori hipertensi grade 2 sedangkan Ny. S kategori hipertensi grade 1 dan setelah dilakukan penerapan senam tera tekanan darah Ny. Z dan Ny. S terdapat persamaan mengalami penurunan 1 grade. Kesimpulan : Penerapan senam tera dapat menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi pada kedua responden
Penerapan Senam Ergonomik Terhadap Perubahan Kadar Asam Urat Di Wilayah Kerja Puskesmas Mojolaban Margareta Martin Tricahyani; Fida’ Husain
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 8 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i8.1839

Abstract

Total penderita Asam Urat di Jawa Tengah tahun 2023 adalah 54,8%. Tahun 2023 penderita Asam Urat di Sukoharjo tercatat 3.507 orang. Puskesmas Mojolaban Sukoharjo terdapat 252 Pasien Penderita Asam Urat tahun 2024. Intervensi keperawatan untuk penderita Asam Urat salah satunya adalah penerapan senam ergonomik. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas penerapan terapi senam ergonomik sebagai metode non-farmakologi untuk mengurangi kadar asam urat pada lansia. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan 2 subjek lansia yang mempunyai kadar asam urat tinggi. Intervensi dilakukan selama 3 minggu dengan pemberian senam ergonomik 9 kali durasi senam 20 menit. Pengukuran kadar asam urat dilakukan hari pertama dan hari ketiga pemberian intervensi senam ergonomik. Penilaian Kadar Asam Urat menggunakan easy touch GCU Meter Device didapatkan hasil bahwa sebelum dan sesudah diberikan Penerapan Senam Ergonomik terdapat perubahan kadar asam urat dan mengalami penurunan kedua responden dengan rata-rata 0,64 mg/dl. Senam ergonomik merupakan metode non farmakologis dapat menurunkan kadar asam urat pada lansia.