cover
Contact Name
Ade Herman Surya Direja
Contact Email
adehermansuryadireja@gmail.com
Phone
+6282182997717
Journal Mail Official
admin@journal.mandiracendikia.com
Editorial Address
Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia Bengkulu, Indonesia Jl. Padat Karya No 25 Kelurahan Sumur Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia
ISSN : -     EISSN : 29642434     DOI : 10.70570
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) accepts related writings: Health sciences allied such like: Midwifery, medicine, pharmacies, phisiotherapy, surgical medical nursing, Emergency nursing, Mental nursing, Maternity nursing and children, Community nursing, family and elderly Nursing management, ect. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) also accepts all writings with various disciplines of science with the terms of the core points remaining in the path and scope of the world of Health Sciences.
Articles 858 Documents
Efektivitas Penyuluhan Personal Hygiene terhadap Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Pencegahan Diare Siswa SMA YPI Delitua Mohammad Keanu Al-Kahfi; Dwi Mawandri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 12 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i12.2032

Abstract

Diare masih menjadi masalah kesehatan pada kelompok remaja, yang salah satunya dipengaruhi oleh praktik personal hygiene yang belum optimal di lingkungan sekolah. Kesenjangan antara pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan diare meningkatkan risiko penularan penyakit berbasis lingkungan, termasuk yang disebabkan oleh bakteri Escherichia coli. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penyuluhan personal hygiene berbasis quasi-experimental dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan diare pada siswa/i SMA YPI Delitua. Penelitian menggunakan desain One-Group Pre-test Post-test terhadap 30 siswa dengan intervensi penyuluhan interaktif yang dilengkapi media visual, video, diskusi, dan demonstrasi praktik personal hygiene. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan dan sikap hingga seluruh responden berada pada kategori baik setelah intervensi. Perilaku pencegahan diare juga mengalami peningkatan signifikan, dari 46,7% menjadi 93,3% kategori baik, dengan hasil uji bivariat menunjukkan perbedaan bermakna pada seluruh variabel (p<0,05). Penyuluhan personal hygiene terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan diare pada siswa SMA. Disarankan agar penyuluhan personal hygiene diintegrasikan secara berkelanjutan dalam program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dengan dukungan sarana dan pemantauan rutin
Hubungan Tekanan Cuff Endotracheal Tube Dengan Tingkat Nyeri Tenggorokan Pasca General Anastesi Masnun; Dyah Wulan Ramadhani; Kholifa Yanti; Syafrisar Meri Agritubella; Fathul Jannah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 12 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i12.2035

Abstract

Post Operative Sore Throat (POST) merupakan salah satu komplikasi paling sering terjadi setelah anestesi umum dengan intubasi endotrakeal. Meskipun bersifat minor, POST dapat menurunkan kenyamanan dan kepuasan pasien terhadap pelayanan anestesi. Salah satu faktor mekanis yang berperan dalam terjadinya POST adalah tekanan cuff Endotracheal Tube (ETT), yang apabila tidak dikontrol dengan baik dapat menyebabkan iskemia dan inflamasi mukosa trakea. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tekanan cuff Endotracheal Tube dengan tingkat nyeri tenggorokan pasca general anestesi menggunakan ETT di recovery room. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 68 pasien pasca general anestesi menggunakan ETT yang dirawat di Recovery Room Rumah Sakit Prima Pekanbaru, dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui lembar observasi yang mencakup karakteristik responden, tekanan cuff ETT, dan skala nyeri tenggorokan (POST). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Kendall’s Tau dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (51,5%), berusia 36–45 tahun (47,1%), dan mengalami lama terintubasi lebih dari 60 menit (55,1%). Sebagian besar responden menggunakan tekanan cuff 25 mmH₂O (47,1%) dan mengalami nyeri tenggorokan kategori sedang (36,8%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dan kuat antara tekanan cuff ETT dengan tingkat nyeri tenggorokan pasca operasi (p = 0,001; r = 0,715). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan dan searah antara tekanan cuff Endotracheal Tube dan tingkat nyeri tenggorokan pasca general anestesi. Semakin tinggi tekanan cuff ETT, semakin tinggi derajat nyeri tenggorokan yang dialami pasien
Hubungan Antara Sleep Hygiene Dengan Kualitas Tidur Pada Remaja Di SMK Islam Terpadu Desy Puspita Ningrum; Mara Imbang Satriawan Hasiolan
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 12 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i12.2044

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang rentan mengalami gangguan tidur akibat perubahan biologis, tuntutan akademik, serta gaya hidup yang tidak sehat, seperti penggunaan gawai berlebihan dan jadwal tidur yang tidak teratur. Kebiasaan tidur yang baik (sleep hygiene) berperan penting dalam menjaga kualitas tidur, namun masih banyak remaja yang belum menerapkannya secara optimal. Gangguan kualitas tidur pada remaja dapat berdampak pada konsentrasi belajar, kesehatan mental, dan kesejahteraan secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku sleep hygiene dengan kualitas tidur pada remaja di SMK Islam Terpadu Attaqwa Pusat. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian adalah remaja SMK Islam Terpadu Attaqwa Pusat yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Sleep hygiene Index untuk mengukur kebiasaan tidur dan Sleep Quality Scale untuk menilai kualitas tidur. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kebiasaan tidur (sleep hygiene) dengan kualitas tidur pada remaja SMK (p < 0,05), di mana semakin baik kebiasaan tidur, semakin baik pula kualitas tidur remaja. Penerapan sleep hygiene yang baik perlu ditingkatkan melalui edukasi kesehatan oleh tenaga keperawatan dan pihak sekolah sebagai upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kualitas tidur remaja.
Analisis Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Keberhasilan ASI Eksklusif Nisa Ardhianingtyas; Wida Rahma Arwiyantasari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 12 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i12.2046

Abstract

Berbagai faktor yang saling berkaitan, baik dari sudut pandang individu ibu maupun lingkungan sosialnya, memengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Tingkat pendidikan ibu sangat penting dalam mengubah cara mereka berpikir dan memahami informasi kesehatan, termasuk manfaat dan prosedur pemberian ASI eksklusif. Pengalaman menyusui, bersama dengan dukungan emosional dan praktis, mampu meningkatkan kepercayaan diri dalam memberikan ASI. Oleh karena itu, keberhasilan ASI eksklusif dipengaruhi oleh sistem yang terdiri dari tingkat pendidikan, pengetahuan, dukungan keluarga, dan paritas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, pendidikan, paritas, serta dukungan keluarga terhadap keberhasilan ASI Eksklusif. Penelitian ini menggunakan metode observasi analitik dengan jumlah sampel 19 responden. Penelitian ini dilaksanakn pada bulan Agustus-September 2025 di Puskesmas Sumberagung, Kabupaten Magetan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Analisis data menggunakan SPSS. Dari hasil analisis di dapatkan hasil p value lebih kecil dari α = 0,05 yang berarti bahwa ada hubungan yang berarti antara umur, pendidikan, paritas, dukungan keluarga dengan keberhasilan ASI Eksklusif
Hubungan Kepatuhan Diet Pasien Diabetes Melitus Dengan Penyembuhan Luka Gangren Pada Penderita Diabetes Melitus Di Gedung Pancasila RS Al Huda Banyuwangi Ainul Yakin Zamroni; Nur Hamim; Firdawsyi Nuzula
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2047

Abstract

Salah satu komplikasi serius yang sering terjadi pada pasien DM adalah luka gangren, yaitu suatu kondisi di mana terjadi kerusakan jaringan (nekrosis) akibat kurangnya suplai darah yang adekuat ke area tertentu, terutama di ekstremitas bawah. Kurangnya pemahaman, keterbatasan akses terhadap makanan sehat, dan kebiasaan makan yang sudah tertanam menjadi tantangan dalam pengelolaan luka DM. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan kepatuhan diet pasien diabetes melitus terhadap penyembuhan luka gangren pada penderita diabetes melitus. Desain penelitian yang digunakan adalah korelasional dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien DM yang mengalami luka gangren dan besar sampelnya 30 responden, dengan menggunakan teknik accidental sampling. Pengambilan data menggunakan lembar kuesioner untuk kepatuhan dan lembar observasi untuk penyembuhan luka. Data yang diperoleh kemudian dilakukan coding, scoring, tabulating, dan data diuji analisis rank spearman. Hasil penelitian ini menunjukkan mayoritas memiliki kepatuhan diet sangat patuh sebanyak 17 responden (56,7%), dan penyembuhan luka gangren mayoritas hampir sembuh sebanyak 19 responden (63,3%). Hasil uji analisis rank spearman, ada hubungan kepatuhan diet pasien diabetes melitus terhadap penyembuhan luka gangren pada penderita diabetes melitus di Gedung Pancasila RS Al Huda Banyuwangi, didapatkan nilai ρ = 0,000 < α = 0,05. Keluarga dan pasien diharapkan aktif mencari informasi dari sumber terpercaya dan mematuhi anjuran tenaga kesehatan, baik terkait pola makan, kontrol gula darah, maupun perawatan luka.
Hubungan Peran Perawat Dan Dukungan Keluarga Dengan Resiliensi Pada Pasien Hipertensi Diruang Rawat Jalan RSUD Dr. H. Koesnadi Bondowoso Mega Dwi Nuriya; Rizka Yunita; Roshinta Sony Anggari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2048

Abstract

Peningkatan jumlah penderita hipertensi di Indonesia dan khususnya di Kabupaten Bondowoso menjadi perhatian serius dalam bidang pelayanan kesehatan. Hipertensi dikenal sebagai "silent killer" karena dapat menyebabkan komplikasi berat seperti stroke dan gagal ginjal. Pengelolaan hipertensi tidak hanya berfokus pada terapi medis, namun juga harus mempertimbangkan aspek psikososial pasien, termasuk resiliensi atau ketahanan mental. Resiliensi dapat membantu pasien dalam menghadapi tekanan hidup akibat penyakit kronis. Faktor yang memengaruhi resiliensi di antaranya adalah peran perawat dan dukungan keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara peran perawat dan dukungan keluarga dengan resiliensi pada pasien hipertensi di RSUD Dr. H. Koesnadi Bondowoso. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 orang pasien hipertensi yang menjalani perawatan rawat jalan, dengan teknik pengambilan sampel secara accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Nilai Cronbach’s Alpha menunjukkan hasil reliabel: peran perawat sebesar 0,815, dukungan keluarga 0,802, dan resiliensi 0,826. Penelitian ini menggunakan uji Spearman Rank dalam analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara peran perawat dengan resiliensi pasien hipertensi (p = 0,018) dan antara dukungan keluarga dengan resiliensi (p = 0,002). Temuan ini menegaskan bahwa semakin baik peran perawat dan semakin kuat dukungan keluarga yang diterima pasien, maka tingkat resiliensi mereka juga akan semakin tinggi. Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara peran perawat dan dukungan keluarga itu sendiri karena nilai p > 0,05.
Hubungan Self Efficacy Dan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Stroke Di Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso Mochammad Imaduddin; Rizka Yunita; Hendrik Probo Sasongko
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2049

Abstract

Stroke merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di benua Asia dan penyebab perubahan gaya hidup yang signifikan pada pasiennya terkait dengan mobilitas pasien, pola emosi, tingkah laku serta kemampuan komunikasi. Dukungan keluarga juga merupakan salah satu faktor penting dalam kepatuhan pengobatan, dimana anggota keluarganya saling ketergantungan dan saling berhubungan dengan baik untuk mememberikan perhatian dan kasih sayang. Penelitian ini bertujuan menganalisa hubungan self efficacy dan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien stroke di Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif yang berjenis penelitian korelational dengan pendekatan penelitian cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 44 responden yang memenuhi kreteria inklusi dengan teknik accidental sampling. Kemudian data dianalisis secara komputer dengan uji spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian kecil Self efficacy berkategori sedang, sebagian besar dukungan keluarga tidak baik serta sebagian besar kepatuhan minum obat berkategori sedang pada pasien stroke. Kesimpulan penelitian ada hubungan yang kuat antara Self Eficacy dan dukungan keluarga dengan Kepatuhan Minum Obat pasien stroke di Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso. Saran yang diajukan yaitu agar perawatan untuk pasien stroke sebaiknya melibatkan peran serta keluarga, hal ini dikarenakan fungsi keluarga adalah untuk memberikan perawatan kesehatan untuk mempertahankan keadaan kesehatan anggota keluarga yang sakit
Pengaruh Edukasi Teknik Spinal Anastesi Dan Teknik Desarda Menggunakan Media Video Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Pasien Hernia Inguinal Lateral Di Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso Chelfin Ainun Nafis; Achmad Kusyairi; Rizki Yulia Purwitaningtyas
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2050

Abstract

Hernia inguinalis lateral merupakan salah satu kasus bedah terbanyak setelah apendisitis dan dapat menyebabkan kecemasan tinggi pada pasien, terutama saat fase pre-operatif. Ketidaktahuan pasien tentang prosedur operasi dan anestesi menjadi salah satu penyebab meningkatnya kecemasan. Pemberian edukasi melalui media video tentang teknik spinal anestesi dan teknik Desarda diharapkan dapat mengurangi tingkat kecemasan pasien sebelum menjalani operasi. Mengetahui pengaruh edukasi teknik spinal anestesi dan teknik Desarda menggunakan media video terhadap tingkat kecemasan pasien hernia inguinalis lateral di Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel terdiri dari 30 pasien pre-operasi hernia inguinalis lateral yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner APAIS sebelum dan sesudah intervensi edukasi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Matched Pairs. Sebelum diberikan edukasi, sebanyak 14 responden (46,6%) mengalami kecemasan sedang, 13 responden (43,3%) mengalami kecemasan berat, dan 3 responden (10%) mengalami kecemasan sangat berat. Setelah diberikan edukasi, terjadi penurunan tingkat kecemasan secara signifikan, dengan 28 responden (93,3%) mengalami kecemasan ringan dan 2 responden (6,6%) mengalami kecemasan sedang. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value sebesar 0,002 (p < 0,05). Edukasi mengenai teknik spinal anestesi dan teknik Desarda menggunakan media video terbukti efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pasien pre-operasi hernia inguinalis lateral.
Pengaruh Diabetes Self Management Education Terhadap Kepatuhan Diet Dan Stabilitas Kadar Glukosa Darah Pasien Diabetes Mellitus Di Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso Lutfiaturrahmah; Dodik Hartono; Haswita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2051

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat dan memerlukan manajemen jangka panjang. Salah satu pendekatan efektif adalah Diabetes Self Management Education (DSME) yang bertujuan meningkatkan kepatuhan diet dan stabilitas kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh DSME terhadap kepatuhan diet dan kestabilan kadar glukosa darah pasien DM di Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 36 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi berupa DSME dilakukan selama 3 hingga 7 hari, dan data dikumpulkan melalui kuesioner PDAQ untuk kepatuhan diet serta dokumentasi medis untuk kadar glukosa darah. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kepatuhan diet dan stabilitas kadar glukosa darah setelah diberikan intervensi DSME (p < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa Diabetes Self Management Education berpengaruh terhadap peningkatan kepatuhan diet dan kestabilan kadar glukosa darah pada pasien DM. Intervensi ini direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan dalam pelayanan keperawatan pasien DM.
Efektivitas Edukasi Media Leaflet Dan Simulasi Terhadap Keterampilan Injeksi Insulin Pasien Diabetes Mellitus Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso Nazilah Wiqoatul Haqiqoh; Hendrik Probo Sasongko; Dodik Hartono
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2052

Abstract

Kurangnya pengetahuan dan pemahaman pasien tentang penggunaan insulin merupakan penyebab kegagalan terapi yang menimbulkan krisis hiperglikemik atau hipoglikemik. Untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan yang tepat dalam melakukan injeksi insulin, dapat melalui pelatihan dan edukasi yang komprehensif, termasuk media leaflet dan simulasi. Tujuan penelitian ini mengetahui efektivitas edukasi media leaflet dan simulasi terhadap keterampilan injeksi insulin pasien Diabetes Melitus di ruang rawat inap Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso. Jenis penelitian Pre Experimental Two Group Pretest Posttest Design Without Control. Populasi semua pasien Diabetes Melitus di ruang rawat inap Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso yang mendapat terapi injeksi insulin pen sebanyak 41 responden, penentuan sampel menggunakan tekhnik Non Probabilistic Accidental Sampling sebanyak 38 responden. Instrumen yang digunakan lembar observasi. Dianalisis menggunakan uji Wilcoxon matched-Pairs Signed Rank kemudian menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan keterampilan injeksi insulin sebelum edukasi media leaflet kurang sebanyak 19 (100%), setelah edukasi media leaflet cukup sebanyak 12 (63,2%), keterampilan injeksi insulin sebelum edukasi simulasi kurang sebanyak 19 (100%), setelah edukasi simulasi baik sebanyak 15 (78,9%). Hasil uji analisis menggunakan Wilcoxon matched-Pairs Signed Rank, baik edukasi media leaflet maupun simulasi efektif terhadap peningkatan keterampilan injeki insulin, keduanya didapatkan nilai ρ = 0,000 < α = 0,05. Hasil uji analisis menggunakan Mann-Whitney didapatkan nilai mean rank kelompok simulasi 24,66 lebih tinggi dibandingkan kelompok leaflet 14,34, sehingga dapat disimpulkan bahwa edukasi media simulasi lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan injeksi insulin. Tenaga kesehatan perlu memberikan edukasi kepada pasien cara menginjeksi insulin untuk meningkatkan keterampilan secara mandiri dan tepat, sehingga meningkatkan kontrol kadar glikemik pasien dan mencegah kekambuhan.