cover
Contact Name
Ade Herman Surya Direja
Contact Email
adehermansuryadireja@gmail.com
Phone
+6282182997717
Journal Mail Official
admin@journal.mandiracendikia.com
Editorial Address
Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia Bengkulu, Indonesia Jl. Padat Karya No 25 Kelurahan Sumur Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia
ISSN : -     EISSN : 29642434     DOI : 10.70570
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) accepts related writings: Health sciences allied such like: Midwifery, medicine, pharmacies, phisiotherapy, surgical medical nursing, Emergency nursing, Mental nursing, Maternity nursing and children, Community nursing, family and elderly Nursing management, ect. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) also accepts all writings with various disciplines of science with the terms of the core points remaining in the path and scope of the world of Health Sciences.
Articles 858 Documents
Hubungan Pola Makan Dan Pengetahuan Orang Tua Dengan Kejadian Risiko Stunting Di Poli Anak Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso Nur Aini; Rizki Yulia Purwitaningtyas; Erna Handayani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2055

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis yang berlangsung pada 1.000 hari pertama kehidupan yang bisa dicegah dengan pengetahuan orang tua tentang pentingnya makanan bergizi dan perawatan anak sejak dini. Angka prevelansi Stunting pada tahun 2023 di Indonesia mencapai angka 21.5%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola makan dan pengetahuan orang tua dengan risiko kejadian Stunting di Poli Anak Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional dengan jumlah responden/orang tua sebanyak 34 orang, yang dipilih secara random sampling. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner STRONGKids, FFQ (Food Frequency Questionnaire), dan lembar kuesioner pengetahuan orang tua. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pola makan yang baik sebanyak 23 (68%), dan terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan risiko Stunting (p-value = 0,002). Selain itu, sebanyak 16 (47%) orang tua memiliki pengetahuan yang kurang tentang Stunting, dan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan orang tua dengan risiko Stunting (p-value = 0,025). Stunting dapat dicegah melalui perbaikan pola makan dan peningkatan pengetahuan orang tua. Diperlukan peran aktif tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi sejak masa kehamilan serta penguatan peran posyandu sebagai garda terdepan. Jika kesadaran orang tua terhadap pentingnya gizi dan perawatan anak tidak segera ditingkatkan, maka penurunan angka stunting nasional akan sulit tercapai. Maka intervensi edukatif perlu menjadi prioritas dalam program kesehatan masyarakat agar dapat mencegah terjadinya Stunting.
Pengaruh Pola Konsumsi Pangan Dan Asupan Gizi Terhadap Indeks Masa Tubuh Pada Anak Balita Di Desa Bataan Tenggarang Kabupaten Bondowoso Ahmad Zamroni; Nur Hamim; Rizka Yunita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2056

Abstract

Status gizi balita merupakan indikator penting dalam menilai kualitas pertumbuhan dan perkembangan anak pada masa emas pertumbuhan. Salah satu parameter yang sering digunakan untuk menilai status gizi adalah Indeks Massa Tubuh (IMT), yang mencerminkan keseimbangan antara asupan energi dan kebutuhan tubuh anak. Permasalahan gizi pada balita, baik berupa gizi kurang maupun gizi lebih (obesitas), masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia dan berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia di masa mendatang. Ketertarikan penulis dalam mengangkat masalah konsumsi pangan dan asupan gizi terhadap indeks masa tubuh pada anak balita. Menurut UNICEF, stunting berdampak pada tingkat kecerdasan, kerentanan terhadap penyakit, menurunnya produktifitas dan kemudian menghambat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kemiskinan dan ketimpangan. Oleh karena itu, peneliti tertarik menganalisis mengenai pengaruh konsumsi pangan dan asupan gizi terhadap indeks masa tubuh pada anak balita di Desa Bataan Tenggarang Kabupaten Bondowoso. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 38 responden yang memenuhi kreteria inklusi dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan alat ukur berupa kuesioner. Metode analisis data univariat menggunakan uji distribusi Frekuensi dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar konsumsi pangan pada anak stunting tidak tepat sebesar 71,05 %, sebagian besar asupan gizi pada anak balita berkategori menengah sebesar 52,63 %, hampir setengahnya indeks masa tubuh pada anak stunting adalah kurus sebesar 44,74 %. Berdasarkan hasil uji uji Spearman Rho didapatkan ρ = 0,000, dengan tingkat kepercayaan 5%, Sehingga ρ < 0,05, dan nilai rho terletak antara 0,60 – 0,799 artinya ada pengaruh yang kuat konsumsi pangan dan asupan gizi terhadap indeks masa tubuh pada anak balita di desa Bataan Tenggarang Kabupaten Bondowoso.
Pengaruh Edukasi Pemberdayaan Keluarga Sadar Hipertensi (GADARSI) Terhadap Gaya Hidup Pasien Hipertensi Di Rumah Sakit Umum Bakti Mulia Muncar Banyuwangi Irma Wahyuni; Dodik Hartono; Haswita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2057

Abstract

Tingginya kasus hipertensi dipicu oleh perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia, bukan hanya mereka yang hidup di daerah perkotaan tetapi juga yang berada di daerah pedesaan. Penyakit darah tinggi tentu bisa dicegah dengan merubah gaya hidup. Pada penderita hipertensi kebanyakan memiliki gaya hidup yang tidak baik, seperti: kebiasaan merokok yang terlalu berlebihan, minum alkohol berlebihan, makan makanan yang terlalu. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi pemberdayaan keluarga sadar hipertensi (gadarsi) terhadap gaya hidup pasien hipertensi. Desain penelitian yang digunakan adalah Quasi Experiment dengan rancangan One Group Pretest Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah Semua pasien hipertensi di Rumah Sakit Umum Bakti Mulia Muncar Banyuwangi dan besar sampelnya 30 responden, dengan menggunakan teknik accidental sampling. Pengambilan data menggunakan leaflet untuk edukasi gadarsi dan lembar kuesioner gaya hidup pasien hipertensi yang diadopsi dari Supriyati (2020). Data yang diperoleh kemudian dilakukan coding, scoring, tabulating, dan data diuji analisis wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan gaya hidup pasien hipertensi sebelum edukasi gadarsi kategori baik sebanyak 16 responden (53,3%) dan setelah edukasi kategori baik sebanak 28 responden (93,3%). Hasil uji analsisi wilcoxon, ada pengaruh edukasi pemberdayaan keluarga sadar hipertensi (gadarsi) terhadap gaya hidup pasien hipertensi di Rumah Sakit Umum Bakti Mulia Muncar Banyuwangi, didapatkan nilai r = 0,001 < α = 0,05. Keluarga pasien diharapkan tetap aktif mendampingi dan memotivasi anggota keluarga yang mengalami hipertensi untuk mematuhi pengobatan, menjaga pola makan, rutin berolahraga, dan menghindari faktor risiko lainnya.
Hubungan Personal Hygiene Dan Kebiasaan Jajan Terhadap Kejadian Demam Thypoid Pada Anak Di RS Mitra Medika Bondowoso Muhammad Tio Magnis Kuncoro Adi; Haswita; Nur Hamim
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2058

Abstract

Tingginya kasus demam typhoid pada anak dipicu oleh kurangnya pengetahuan orang tua tentang personal hygiene dan kebiasaan jajan yang sering diabaikan oleh orang tua anak. Penyakit demam tyhoid tentu bisa dicegah dengan merubah gaya hidup yang sehat. Pada penderita demam typhoid kebanyakan memiliki gaya hidup yang tidak baik, seperti : tidak pernah mencuci tangan ketika mau makan, jarang membersihkan diri seperti tidak menggosok gigi, keramas, dan sering jajan sembarangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan personal hygiene dan kebiasaan jajan terhadap kejadian demam thypoid pada anak. Sampel penelitian diambil secara accidental sampling dengan kriteria inklusi anak-anak berusia 5-12 tahun yang didiagnosis dengan demam tifoid. Sampel yang diambil adalah sebanyak 30 responden. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional untuk menganalisis hubungan antara personal hygiene, kebiasaan jajan, dan kejadian demam tifoid pada anak-anak. Penelitian ini menggunakan instrument kuesioner dimana orangtua responden akan mengisi lembar kuesioner yang diberikan oleh peneliti. Hasil penelitian ini menunjukkan penerapan personal hygiene cukup sebanyak 19 orang (63%), kebiasaan jajan buruk sebanyak 21 orang (70%), menderita thypoid ringan sebanyak 27 orang (90%). Ada hubungan personal hygiene dan kebiasaan jajan terhadap kejadian demam typhoid pada anak di RS Mitra Medika Bondowoso dengan didapatkan nilai ρ value 0.000 = 0,001 < α = 0,05. Setelah dilakukan diskusi bersama keluarga responden, diharapkan bahwa keluarga responden tetap menerapkan pola hidup yang sehat seperti mencuci tangan sebelum makan, menggosok gigi setiap hari, membersihkan tangan setelah keluar rumah atau memegang benda yang kotor, membersihkan rambut, mandi setiap hari, dan tidak jajan sembarangan. Pola hidup yang sehat ini harus selalu diterapkan oleh pihak keluarga dikarenakan jika responden tidak menerapkan pola hidup sehat ini, responden kemungkinan besar akan mengalami penyakit yang dideritanya kembali.
Analisis Dukungan Keluarga Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Penurunan Kecemasan Pasien Dengan Penyakit Paru Obstruktif Kronik Di Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso Munawarah; Hendrik Probo Sasongko; Achmad Kusyairi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2059

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) adalah kondisi dengan hambatan aliran udara progresif yang menyebabkan gejala seperti sesak napas, batuk kronis, dan produksi dahak berlebih. Kondisi ini sering menimbulkan kecemasan pada pasien, sehingga dukungan keluarga dan kualitas pelayanan kesehatan menjadi faktor penting untuk mengurangi kecemasan tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dan kualitas pelayanan terhadap penurunan kecemasan pasien PPOK yang dirawat inap di Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso. Penelitian menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional, dilaksanakan pada periode 1 Juni hingga 15 Juli 2025. Sampel terdiri dari 30 responden yang diambil secara accidental sampling dari populasi 32 pasien PPOK rawat inap di rumah sakit tersebut. Data dianalisis dengan uji chi-square dan Fisher’s Exact Test untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil menunjukkan bahwa 21 responden (70%) mendapatkan dukungan keluarga yang baik, dan 19 responden (63,3%) menilai kualitas pelayanan sangat baik. Sebanyak 22 responden (73,3%) tidak mengalami kecemasan selama perawatan. Analisis statistik mengungkapkan adanya hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan (p = 0,005; Fisher’s Exact Test = 0,001) serta antara kualitas pelayanan dengan tingkat kecemasan (p = 0,001; Fisher’s Exact Test = 0,001). Kesimpulannya, dukungan keluarga dan kualitas pelayanan yang baik berperan penting dalam menurunkan kecemasan pasien PPOK selama perawatan. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran keluarga dan pelayanan kesehatan berkualitas dalam mendukung kesejahteraan psikologis pasien PPOK.
Hubungan Kepatuhan Pola Hidup Sehat Dengan Kejadian Gastritis Dirumah Sakit Mitra Medika Bondowoso Muhimmatul Lathifa; Roshinta Sony Anggari; Iin Aini Isnawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2060

Abstract

Gastritis adalah peradangan yang terjadi pada mukosa lambung yang disebabkan oleh beberapa faktor, seperti iritasi, infeksi, dan pola makan tidak teratur, seperti telat makan, makan berlebihan, makan terburu-buru, serta mengonsumsi makanan yang banyak bumbu dan rasa pedas. Tujuan penelitian mengindentikasi hubungan pola hidup sehat dengan kejadian gastritis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, khususnya penelitian korelasional. Populasi 25 pasien, sampel pasien dengan gastritisyang periksa dirumah sakit mitra medika,pengumpulan data menggunakan kuesioner, pengolahan data editimg,coding,tabulating, analisa data menggunakan spearman rank,. Teknik pengambilan sampel menggunakan Spearman rank. Alat pengumpul data kuesioner dan observasi. Gaya hidup sehat adalah pilihan sederhana yang sangat tepat untuk dijalankan. Gaya hidup sehat adalah sehat dengan pola makan, pikiran, kebiasaan dan lingkungan yang sehat. Sehat dalam arti kata mendasar adalah segala hal yang kita kerjakan memberikan hasil yang baik dan positif. Hasil uji statistik Spearman Rank menunjukkan nilai p-value = 0.000 (< 0.05), yang berarti ada hubungan yang signifikan antara pola hidup sehat dengan kejadian gastritis. Semakin buruk pola hidup seseorang, maka semakin besar pula kemungkinan terkena gastritis kronis. Sebagian besar pasien gastritis di RS Mitra Medika Bondowoso mengalami gastritis akut, yaitu sebesar 68%. Diharapkan banyak dapat meningkatkan gaya hidup sehat dengan tidak mengonsumsi minuman tinggi kafein, tidak merokok, dan menjaga pola makan yang baik untuk mencegah terjadinya komplikasi serta dapat mengikuti diet, berolahraga dan makanan yang sehat yang dianjurkan untuk mencegah kekambuhan gastritis.
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Komplikasi Pada Ibu Post Partum Di RSU Bhakti Husada Banyuwangi Nur Hidayati; Firdawsyi Nuzula; Nafolion Nur Rahmat
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2061

Abstract

Komplikasi post partum merupakan salah satu penyebab utama angka kematian ibu (AKI) di Indonesia. Berdasarkan data Dinkes Banyuwangi, terdapat 28 kasus kematian ibu pada tahun 2023. Komplikasi pada masa nifas dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti keteraturan kunjungan ANC, paritas, jarak kehamilan, dan kehamilan risiko tinggi. Identifikasi faktor-faktor tersebut menjadi penting untuk mencegah kejadian komplikasi lebih lanjut. Tujuan dari penelitian ini ialah menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi komplikasi pada ibu post partum. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu post partum di RSU Bhakti Husada Banyuwangi pada bulan Juni 2025 sebanyak 71 orang yang diambil secara total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi dari data sekunder berupa rekam medis pasien. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji chi-square, dan multivariat dengan uji regresi logistik multinomial. Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara kunjungan ANC (p = 0,024), jarak kehamilan (p = 0,007), dan kehamilan risiko tinggi (p = 0,000) dengan komplikasi post partum. Namun, paritas tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan (p = 0,229). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor kehamilan risiko tinggi merupakan variabel dominan yang paling mempengaruhi komplikasi post partum di RSU Bhakti Husada Banyuwangi OR : 0,000. Penting bagi tenaga kesehatan dan keluarga untuk melakukan deteksi dini terhadap faktor risiko selama kehamilan dan masa nifas, serta meningkatkan kualitas kunjungan ANC sebagai upaya preventif terhadap komplikasi post partum.
Analisis Hubungan Media Sosial Tipe Kepribadian Dan Tingkat Pendidikan Orang Tua Dengan Kesehatan Mental Remaja Di MTs Negeri 11 Jember Sahrul Gunawan; Maulida N Oktaviana; Alwin Widhiyanto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2062

Abstract

Remaja sedang mengalami masa transisi penting. Di era digital, penggunaan media sosial seperti Instagram, TikTok, dan YouTube meningkat dan berpotensi memengaruhi kesehatan mental. Tipe kepribadian dan pendidikan orang tua juga berperan, di mana remaja introvert dan dari keluarga berpendidikan rendah lebih rentan mengalami gangguan psikologis. Penelitian ini menganalisis hubungan ketiga faktor tersebut Dengan kesehatan mental remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan cross-sectional. Sampel sebanyak 97 responden dipilih secara purposive. Instrumen berupa kuesioner, dengan analisis data mencakup uji univariat (distribusi frekuensi), bivariat (uji Chi-Square), dan multivariat (regresi logistik ordinal). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja menggunakan media sosial tingkat sedang (55,7%), berkepribadian ekstrovert (53,6%), dan memiliki orang tua dengan pendidikan terakhir SD (45,4%), sedangkan kesehatan mental terbanyak berada pada kategori rendah dan tinggi (34%). Uji Chi-Square menunjukkan media sosial (p = 0,000), tipe kepribadian (p = 0,000), dan pendidikan orang tua (p = 0,001) berhubungan signifikan dengan kesehatan mental, namun uji regresi logistik ordinal memperlihatkan hanya media sosial (p = 0,000) dan tipe kepribadian (p = 0,037) yang berhubungan signifikan, sementara pendidikan orang tua (p = 0,481) tidak berhubungan. Media sosial menjadi faktor dominan yang memengaruhi kesehatan mental remaja, diikuti oleh tipe kepribadian. Temuan ini menekankan pentingnya pengawasan penggunaan media sosial dan pemahaman karakter remaja dalam menjaga kesehatan mental.
Pengaruh Mind Mapping Berlari Terhadap Perkembangan Motorik Kasar Pada Anak Di TK Babul Ilmi Desa Sumber Gading Kecamatan Sumber Wringin Bondowoso Heradatul Hasanah; Ainul Yaqin Salam; Rizki Mega Safitri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2063

Abstract

Mind Mapping merupakan suatu cara alternatif yang ditujukan kepada seluruh bagian otak untuk berpikir linier sehingga dapat memberikan kebebasan kepada anak untuk menggorganisir dan menghubungkan ide, konsep, dan informasi dalam bentuk peta konsep yang menyerupai jaringan saraf otak. Motorik kasar yang berkembang memberi kemampuan fisik yang lebih mumpuni seperti tidak mudah lelah dalam melakukan aktifitas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh mind mapping berlari terhadap perkembangan motorik kasar pada anak Di TK Babul Ilmi Di Desa Sumber Gading Kecamatan Sumber Wringin Kabupaten Bondowoso Tahun 2025. Perkembangan motorik kasar sebelum diajarkan mind mapping berlari yaitu: perkembangan sangat baik 11 responden (36,6%) perkembangan sesuai harapan sebanyak 15 responden (50%) dan perkembangan yang mulai berkembang sebanyak 4 responden (13,4%) kemudian setelah diajarkan mind mapping berlari yaitu: perkembangan sangat baik 23 responden (76.6%) perkembangan sesuai harapan sebanyak 7 responden (23,4 %) dan perkembangan yang mulai berkembangan sebanyak 0 responden (0 %). Metode Penelitian one-group pra-posttest design dengan jumlah 30 Responden yang di criteria dengan Tehnik Purposive Sampling. Pengumpulan Data dilakukan menggunakan kuesioner kemudian data tahap coding dan scoring, lalu di Uji menggunakan Uji Wiloxcon. Hasil Ui Wiloxcon diperoleh taraf signifikan ρ < 0,05 dengan signifikan ρ < 0,001 mengukur Perkembangan Motorik Kasar sebelum dan sesudah dilakukan intervensi Metode Mind Mapping Pada anak TK Bila ρ < 0,05 menunjukkan bahwa adanya perbedaan pengaruh Metode Mind Mapping Berlari Terhadap Perkembangan Motorik Kasar Pada Anak TK. Kesimpulan lakukan stimulasi sesering mungkin kepada anak agar dapat meningkatkan perkembangan dan pertumbuhan pada anak terutama perkembangan motorik kasar.
Pengaruh Edukasi Media Flipchart Terhadap Pengetahuan Dan Kecemasan Orang Tua Tentang Penatalaksanaan Diare Anak Di RS Mitra Medika Bondowoso Muhammad Helmi Mubarok; Haswita; Rizka Yunita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2064

Abstract

Diare merupakan salah satu penyebab utama morbiditas pada anak yang membutuhkan penatalaksanaan yang tepat. Pengetahuan orang tua yang kurang dan kecemasan tinggi dapat menghambat tindakan perawatan yang efektif. Edukasi dengan media flipchart diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan menurunkan kecemasan orang tua dalam menangani diare anak. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimen one group pretest-posttest dengan sampel sebanyak 22 orang tua anak yang mengalami diare di RS Mitra Medika Bondowoso. Data pengetahuan dan kecemasan dikumpulkan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi edukasi media flipchart. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap pengetahuan dan kecemasan. Sebelum edukasi, sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang kurang (77,3%) dan kecemasan berat (77,3%). Setelah edukasi media flipchart, terjadi peningkatan signifikan pada pengetahuan dengan 77,3% responden mencapai kategori cukup dan baik, serta penurunan kecemasan dengan 50% responden mengalami kecemasan ringan dan 9,1% tidak cemas. Nilai signifikansi uji statistik menunjukkan p=0,000 pada kedua variabel, menandakan pengaruh edukasi yang signifikan. Edukasi menggunakan media flipchart efektif meningkatkan pengetahuan dan menurunkan tingkat kecemasan orang tua dalam penatalaksanaan diare anak. Media flipchart direkomendasikan sebagai alat edukasi yang tepat dalam praktik keperawatan dan promosi kesehatan anak.