cover
Contact Name
Ade Herman Surya Direja
Contact Email
adehermansuryadireja@gmail.com
Phone
+6282182997717
Journal Mail Official
admin@journal.mandiracendikia.com
Editorial Address
Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia Bengkulu, Indonesia Jl. Padat Karya No 25 Kelurahan Sumur Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia
ISSN : -     EISSN : 29642434     DOI : 10.70570
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) accepts related writings: Health sciences allied such like: Midwifery, medicine, pharmacies, phisiotherapy, surgical medical nursing, Emergency nursing, Mental nursing, Maternity nursing and children, Community nursing, family and elderly Nursing management, ect. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) also accepts all writings with various disciplines of science with the terms of the core points remaining in the path and scope of the world of Health Sciences.
Articles 858 Documents
Pengaruh Health Education Perawatan Luka Terhadap Perilaku Pencegahan Infeksi Luka Operasi Post Sectio Caesarea Di Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso Hilman Hidayat; Dodik Hartono; Ainul Yaqin Salam
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2065

Abstract

Infeksi luka pasca operasi sectio caesaria merupakan salah satu komplikasi yang dapat memperpanjang masa rawat dan meningkatkan risiko komplikasi serius. Rendahnya pengetahuan dan perilaku pencegahan infeksi luka menjadi faktor utama yang mempengaruhi kejadian infeksi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian health education perawatan luka terhadap perilaku pencegahan infeksi luka pada pasien post operasi sectio caesaria. Penelitian ini menggunakan metode quasi-eksperimen dengan desain pre-test dan post-test pada pasien post operasi sectio caesaria. Populasi pada penlitian ini 50 responden post section caesaria, Sampel diambil secara accidental sampling sebanyak 44 responden. Data perilaku pencegahan infeksi luka dikumpulkan 2 kali menggunakan kuesioner setelah pasien post operasi dan sehari setelahnya sebelum pasien pulang, di ukur menggunakan skala frequensi dan dianalisis menggunakan uji T-paired untuk mengukur pengaruh health education. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor perilaku pencegahan infeksi luka dari 32,84 pada pre-test menjadi 41,25 pada post-test. Korelasi antara sebelum dan sesudah pemberian health education sangat kuat dan positif dengan nilai 0,955. Uji T-paired menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), dapat diartikan ada pengaruh Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa health education merupakan intervensi efektif dalam meningkatkan perilaku pencegahan infeksi luka pasca sectio caesaria. Oleh karena itu, penerapan program edukasi kesehatan yang terstruktur dan berkelanjutan di fasilitas kesehatan sangat dianjurkan sebagai bagian dari protokol perawatan pasien post-operasi untuk meningkatkan hasil klinis dan mengoptimalkan keselamatan pasien.
Hubungan Perilaku Personal Hygiene Dengan Kejadian Keputihan Pada Remaja Putri Usia 13–15 Tahun Di SMP Saqo Kraksaan Retno Suciningrum; Tutik Hidayati; Nova Hikmawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2072

Abstract

Keputihan adalah kondisi vagina keluar cairan disebabkan kuman.Remaja adalah masa perubahan yang cepat pertumbuhan fisiknya Personal hygiene genitalia adalah pemiliharaan kebersihan dan Kesehatan terhindar dari gangguan alat reproduksi. menurut SKRI tahun 2022 keputihan di Indonesia 75% sekali seumur hidup dan 45% keputihan lebih dua kali. Di Jawa Timur Wanita keputihan 27,60% dari jumlah remaja berusia 10–14 tahun.Studi pendahuluan dilakukan tanggal 22 Januari 2025 pada remaja putri di SMP Saqo Kraksaan,Didapatkan 9 orang pernah keputihan. Tujuan penelitian menganalisis hubungan antara perilaku personal hygiene dengan kejadian keputihan pada remaja putri usia 13-15 tahun di SMP Saqo Kraksaan. Desain penelitian analitik korelasional metode cross sectional. Populasi 42 remaja putri dengan 39 sampel dan teknik Stratified random sampling. Pengumpulan data meliputi, coding, editing, dan tabulating, data dianalisis secara komputer dengan Uji Chi-square, α : 0,05. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan cukup dan perilaku personal hygiene baik berjumlah 23 responden (59%) tidak mengalami keputihan dan responden mengalami keputihan yaitu sebanyak 16 reponden (41%) dengan p : 0,001. Kesimpulan penelitian ada Hubungan Antara Perilaku personal hygiene dengan kejadian keputihan pada remaja putri usia 13-15 tahun di SMP Saqo Kraksaan. Saran yaitu petugas kesehatan / bidan edukasi secara aktif masyarakat khususnya remaja pentingnya perilaku personal hygiene yang benar untuk mencegah keputihan.
Gambaran Proses Penyembuhan Luka Dengan Teknik Moist Wound Healing Pada Luka Penderita Diabetes Melitus Di Klinik Pandawa Kabupaten Kediri Ariani Sulistyorini; Hafidz Nur Addin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2074

Abstract

Penyembuhan luka merupakan suatu proses yang kompleks terbentuknya senyawa kimia sebagai substansi mediator di daerah luka merupakan komponen yang saling terkait pada proses penyembuhan luka. Moist wound healing merupakan suatu metode yang mempertahankan lingkungan luka tetap terjaga kelembabannya untuk memfasilitasi penyembuhan luka. Diabes melitus merupakan gangguan metabolisme yang ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi. Tujuan penelitian mengetahui gambaran proses penyembuhan luka dengan teknik moist wound healing pada luka diabetes melitus. Desain penelitian Dekriptif, populasi dan sampel penelitian adalah seluruh responden yang memiliki luka diabetes melitus sebanyak 16 responden, dengan teknik sampel accidental sampling. Penelitian dilaksanakan tanggal 24 Maret – 5 April 2024 di Klinik Pandawa Kabupaten Kediri. Variabel penelitian yaitu gambaran proses penyembuhan luka dengan teknik moist wound healing pada luka penderita diabetes melitus, instrument penelitian menggunakan Bates-Jansen Wound Assessment Tool (BWAT), data dianalisa dengan rumus persentase dan diiterpretasikan secara kuantitatif. Hasil penelitian pada pertemuan terakhir dari 16 responden sebagian besar responden memiliki pertumbuhan luka membaik yaitu 14 responden dan sebagian kecil dari responden dengan jaringan sehat yaitu 2 responden. Faktor utama yang mempengaruhi proses penyembuhan luka yaitu perawatan luka dengan teknik moist wound healing, dan beberapa faktor lainnya adalah usia, jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan terakhir, penghasilan keluarga dalam 1 bulan, pengeluaran keluarga dalam 1 bulan dan lama pasien sakit dengan luka diabetes. Diharapkan hasil penelitian dapat digunakan sebagai sumber informasi untuk penderita luka diabetes melitus dalam menunjang kesembuhan dan menjadi bahan tambahan dalam memberikan informasi dan pelayanan terkait dengan proses penyembuhan luka penderita luka diabetes melitus. Responden mampu menunjang kesembuhan luka dengan melakukan perawatan luka menggunakan teknik moist wound healing
Dukungan Keluarga Dalam Mendukung Kepatuhan Pengobatan Pasien Tuberkulosis Di Wilayah Kerja Puskesmas Tuban Davis Khoirul Akmal; Yasin Wahyurianto; Teresia Retna Puspitadewi; Wahyuningsih Triana Nugraheni
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2076

Abstract

Tuberkulosis paru masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, termasuk di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, yang menunjukkan peningkatan kasus setiap tahunnya. masih adanya pasien Tuberkulosis paru yang putus pengobatan (Drop out). Keberhasilan pengobatan Tuberkulosis paru sangat bergantung pada kepatuhan pasien, salah satunya dipengaruhi oleh dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dukungan akepatuhan pengobatan pasien Tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Tuban. Penelitian ini deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasinya seluruh keluarga penderita Tuberkulosis paru yang masih menjalani program pengobatan di Puskesmas Tuban sebanyak 64 orang, dan semuanya digunakan sebagai sampel dengan teknik total sampling. Variabel dalam penelitian adalah dukungan keluarga dalam mendukung kepatuhan pengobatan pasien Tuberkulosis paru. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner tertutup Analisa data menguak analisis deskriptif, yang menggunakan tabel, distribusi frekuensi dan prosentase. Hasil menunjukan hampir setengahnya (28.1%) keluarga penderita Tuberkulosis paru berusia dewasa akhir, dan lansia akhir, Sebagian besar (71,9%) keluarga penderita Tuberkulosis paru berpendidikan SMA, hampir seluruhnya (76.6%) keluarga penderita Tuberkulosis paru bekerja, setengahnya (50.0%) dukungan keluarga dalam mendukung kepatuhan pengobatan pasien Tuberkulosis paru adalah baik, sebagian besar (55,6%) keluarga penderita Tuberkulosis paru pada masa dewasa akhir memiliki dukungan keluarga yang baik, seluruhnya (100%) keluarga yang berpendidikan SD memiliki dukungan yang baik, dan sebagian besar (53,3%) keluarga yang bekerja memiliki dukungan yang baik. Dukungan keluarga berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan bagi pasien Tuberkulosis paru. Oleh karena itu, intervensi kesehatan masyarakat harus melibatkan keluarga sebagai mitra strategis. Penelitian lebih lanjut direkomendasikan untuk mengeksplorasi hubungan antara jenis dukungan dan tingkat pemulihan pasien secara longitudinal.
Kesiapan Peningkatan Peran Orang Tua Pada Anak Usia Sekolah Dasar: Perspektif Keperawatan Keluarga Latumanase, Keren; Eltanina Ulfameytalia Dewi; Islamarida, Rista; Agus Haryanto Widagdo; Sugiarti, Wiwit; Santoso; Mamik; Nugroho Joko Sasono
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2082

Abstract

Orang tua memiliki peran utama dalam mendukung tumbuh kembang dan keberhasilan pendidikan anak, khususnya pada usia sekolah dasar. Tahap ini menuntut kesiapan orang tua untuk meningkatkan peran pengasuhan, dukungan emosional, serta pemenuhan kebutuhan anak secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kesiapan peningkatan menjadi orang tua pada orang tua dengan anak usia sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan jumlah responden sebanyak 44 orang tua siswa sekolah dasar. Instrumen penelitian berupa kuesioner daring yang mengukur kesiapan peningkatan menjadi orang tua meliputi keinginan meningkatkan peran, dukungan emosi dan perhatian, kepuasan lingkungan rumah, kemampuan mengungkapkan harapan, serta pemenuhan kebutuhan fisik anak. Analisis data dilakukan secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kesiapan peningkatan menjadi orang tua dalam kategori positif (52,27%), sedangkan 47,73% berada pada kategori negatif. Subvariabel dengan proporsi kategori positif tertinggi adalah keinginan meningkatkan peran (61,36%), diikuti dukungan emosi dan perhatian (59,09%). Kesiapan peningkatan menjadi orang tua pada orang tua dengan anak usia sekolah dasar secara umum berada dalam kategori positif, namun masih diperlukan upaya peningkatan terutama pada aspek pemenuhan kebutuhan fisik dan pengungkapan harapan.
Gambaran Self Management Pasien Beresiko Stroke Dengan Pendekatan Teori Konservasi Myra Estrin Levine Di Wilayah Dukuh Tempuran Dusun Cangkring Kecamatan Pare Kabupaten Kediri Vela Purnamasari; Dewi Retno Asmaul Nafita; Dewi Retno
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2091

Abstract

Penyakit – penyakit seperti hiperkolesterol, hiperglikemi, hipertensi, asam urat tinggi, kebiasaan merokok, penyakit jantung dapat meningkatkan resiko terjadinya stroke. Apabila pasien mengeluh dengan kondisi tersebut mengakibatkan penurunan fungsi tubuh yang signifikan. Dengan kondisi tersebut perlunya self management pada penderita stroke untuk melakukan perawatan diri mandiri agar dapat mempertahankan kesehatan dan mencegah komplikasi pasien berisiko stroke. Kondisi ini sesuai dengan teori konservasi Myra Estrin Levine bertujuan menjaga konservasi energi, integritas struktural, pribadi, dan sosial. Penelitian bertujuan mengidentifikasi gambaran self management pasien berisiko stroke dengan pendekatan teori konservasi Myra Estrin Levine. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan populasi dan sampel seluruh pasien berisiko stroke di Posyandu Lansia Dukuh Tempuran Dusun Cangkring, Desa Pelem, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, sebanyak 35 responden diambil menggunakan teknik total sampling. Penelitian dilaksanakan di wilayah Posyandu Lansia pada bulan april 2025. Variabel penelitian adalah self management pasien berisiko stroke dengan instrumen kuesioner. Data dianalisis menggunakan rumus persentase dan diinterpretasikan secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 35 responden, sebagian besar yaitu 22 responden (63%) memiliki self management cukup, hampir setengah yaitu 12 responden (34%) memiliki self management baik, dan sebagian kecil yaitu 1 responden (3%) memiliki self management kurang. Self management pasien berisiko stroke dipengaruhi faktor usia, jenis kelamin, pekerjaan, status pernikahan, keberadaan orang terdekat di rumah, keaktifan dalam posyandu lansia, serta paparan informasi tentang manajemen diri. Hasil penelitian diharapkan menjadi informasi bagi pasien berisiko stroke dalam meningkatkan manajemen diri, serta referensi bagi tenaga kesehatan dan institusi pendidikan dalam penerapan teori konservasi Myra Estrin Levine. Responden diharapkan menerapkan pola hidup sehat seperti makan bergizi, rutin berolahraga, dan menghindari merokok untuk menurunkan risiko komplikasi stroke.
Gambaran Perkembangan Sosial Emosional Pada Anak Tunarungu Di Pondok Pesantren Darul Ashom Sleman Yogyakarta Silvania Nanda Puspita; Widuri; Rista Islamarida
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2092

Abstract

Perkembangan sosial emosional merupakan aspek penting dalam tumbuh kembang anak, terutama pada anak tunarungu yang mengalami keterbatasan komunikasi sehingga berpotensi memengaruhi kemampuan adaptasi sosial dan pengendalian emosi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perkembangan sosial emosional anak tunarungu di Pondok Pesantren Darul Ashom Sleman Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif, melibatkan 40 anak tunarungu usia 10–15 tahun yang diambil dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan The Pediatric Symptom Checklist-17 (PSC-17), dengan pengumpulan data dilakukan melalui pendampingan menggunakan bahasa isyarat dan penjelasan sederhana. Data dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 10–11 tahun dan telah tinggal di pondok selama tiga tahun. Pada aspek sosial, sebagian besar anak mampu berinteraksi dengan teman sebaya, namun masih ditemukan perilaku kurang adaptif seperti kesulitan mematuhi aturan, berbagi, dan memahami perasaan orang lain. Pada aspek emosional, sebagian besar anak tidak mengalami perasaan sedih dan putus asa, tetapi sebagian anak masih menunjukkan rendahnya rasa percaya diri, kecemasan, kegelisahan, serta kesulitan berkonsentrasi dan mudah teralihkan. Dapat disimpulkan bahwa perkembangan sosial emosional anak tunarungu di Pondok Pesantren Darul Ashom berada pada kondisi cukup baik, namun masih memerlukan dukungan melalui strategi pembelajaran yang adaptif dan inklusif untuk mengoptimalkan keterampilan sosial, pengendalian emosi, dan fokus belajar.
Kajian Resep Secara Farmasetik Pada Pasien Hipertensi Rawat Jalan Di Puskesmas Kecamatan Makasar Kota Jakarta Timur Siti Nur Syifa; Nurraya Lukitasari; Bunga Destiyana AP
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2096

Abstract

Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama memiliki peran penting dalam penyelenggaraan pelayanan kefarmasian, salah satunya pengkajian resep secara farmasetik sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas. Hipertensi merupakan penyakit kronis dengan prevalensi tinggi yang memerlukan terapi jangka panjang sehingga ketepatan dan kelengkapan resep menjadi faktor penting dalam menjamin keamanan dan efektivitas pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji resep secara farmasetik pada pasien hipertensi rawat jalan di Puskesmas Kecamatan Makasar Kota Jakarta Timur periode Juni–Agustus 2024. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan rancangan deskriptif retrospektif menggunakan 100 lembar resep pasien hipertensi rawat jalan yang ditentukan dengan rumus Slovin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar aspek farmasetik telah terpenuhi, meliputi kesesuaian nama obat, bentuk sediaan, dan jumlah obat dengan persentase 100%. Namun, masih ditemukan ketidaksesuaian pada kekuatan obat sebesar 11% dan aturan pakai sebesar 27%. Dapat disimpulkan bahwa pengkajian resep secara farmasetik di Puskesmas Kecamatan Makasar Kota Jakarta Timur secara umum telah berjalan baik, namun masih diperlukan peningkatan ketelitian dalam penulisan kekuatan obat dan aturan pakai untuk mendukung penggunaan obat yang rasional dan aman pada pasien hipertensi