cover
Contact Name
Ade Herman Surya Direja
Contact Email
adehermansuryadireja@gmail.com
Phone
+6282182997717
Journal Mail Official
admin@journal.mandiracendikia.com
Editorial Address
Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia Bengkulu, Indonesia Jl. Padat Karya No 25 Kelurahan Sumur Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia
ISSN : -     EISSN : 29642434     DOI : 10.70570
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) accepts related writings: Health sciences allied such like: Midwifery, medicine, pharmacies, phisiotherapy, surgical medical nursing, Emergency nursing, Mental nursing, Maternity nursing and children, Community nursing, family and elderly Nursing management, ect. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) also accepts all writings with various disciplines of science with the terms of the core points remaining in the path and scope of the world of Health Sciences.
Articles 942 Documents
Gambaran Kesehatan Mental Pada Remaja Di Smp Handayani 2 Pameungpeuk Idris Handriana; Rosmawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 7 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i7.2265

Abstract

Data global WHO (2024) menunjukkan (14%) remaja mengalami gangguan mental. Di Kabupaten Bandung, sekitar (99,87%) sudah mengalami gangguan mental dengan kategori ODGJ pada hasil riset 2019-2023. Dinkes (2023), dan remaja merupakan usia yang rentan akan gangguan mental. Tujuan: Untuk mengetahui bagaimana gambaran proporsi kesehatan mental di SMP Handayani 2 Pameungpeuk berdasarkan skor SDQ. Metode: Penelitian ini deskriptif kuantitatif menggunakan rancangan cross sectional. Dilakukan pada bulan Juni 2025, dengan sampel penelitian 228 siswa/i dari kelas VII-IX SMP Handayani 2 Pameungpeuk ditentukan dengan teknik Stratified Random Sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan responden berada dalam dalam kategori normal, sebanyak 121 responden (53.1%) pada skor kesulitan dan skor kekuatan sebanyak 213 responden (93.4%). Akan tetapi, menemukan hasil pada skor kesulitan dimana paling dominan yang mengalami kategori abnormal ditemukan pada skor gejala emosional sebanyak 74 orang (32.5%) diikuti masalah teman sebaya sebanyak 30 orang (13.2%) kemudian masalah perilaku sebanyak 25 orang (11.0%), hiperaktivitas sebanyak 12 orang (5.3%) dan perilaku prososial sebanyak dua orang (0.9%). Skor boderline menambahkan data perlunya perhatian lebih terhadap kesehatan mental. Kesimpulan: Gambaran kesehatan mental pada remaja di SMP Handayani 2 Pameungpeuk mayoritas berada dalam kategori normal. Saran: Penelitian ini dapat menjadi dasar pengembangan program preventif kesehatan mental pada remaja.
Monitoring Antropometri Dan Evaluasi Asupan Zat Gizi Makro Pada Balita Stunting: Studi Kasus Di Desa Tawang Kabupaten Kediri Ahmad Afif
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 7 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i7.2268

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Pemantauan antropometri dan evaluasi asupan zat gizi makro secara berkala diperlukan untuk mengetahui perkembangan status gizi balita serta efektivitas intervensi yang diberikan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perubahan status antropometri dan kecukupan asupan zat gizi makro pada balita stunting selama periode intervensi di Desa Tawang, Kabupaten Kediri. Metode: Penelitian menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan observasional terhadap dua balita stunting yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri (berat badan dan tinggi badan) serta pencatatan konsumsi makanan selama tiga minggu. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan hasil pengukuran dan tingkat kecukupan energi, protein, lemak, serta karbohidrat. Hasil: Kedua balita mengalami peningkatan berat badan selama periode monitoring, namun status stunting berdasarkan indikator tinggi badan menurut umur (TB/U) belum mengalami perubahan. Asupan protein menunjukkan peningkatan dan pada salah satu balita telah memenuhi kebutuhan harian. Sebaliknya, asupan energi, lemak, dan karbohidrat masih berada di bawah angka kecukupan gizi yang dianjurkan. Kesimpulan: Monitoring antropometri dan evaluasi asupan gizi menunjukkan adanya respons positif terhadap intervensi, terutama pada peningkatan berat badan dan asupan protein. Namun, pemenuhan energi, lemak, dan karbohidrat masih perlu ditingkatkan melalui pemberian makanan bergizi seimbang serta pemantauan pertumbuhan secara berkelanjutan untuk mendukung percepatan penurunan stunting.
Tingkat Stres Pra Sirkumsisi Anak Usia 6-12 Tahun Dengan Free Needle Injection Method Ariani Sulistyorini; Zidan Fatikhul Mizan
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 7 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i7.2270

Abstract

Sirkumsisi pada anak usia sekolah sering menimbulkan stres karena takut nyeri dan jarum suntik. Metode anestesi konvensional menggunakan jarum dapat memicu stres akut yang berdampak pada trauma medis jangka panjang. Free needle injection method hadir sebagai alternatif tanpa jarum untuk mengurangi stres visual anak, namun bukti empiris tentang tingkat stres anak yang menggunakan metode ini masih terbatas. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat stres pra sirkumsisi anak usia 6-12 tahun dengan free needle injection method. Desain penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi seluruh anak usia 6-12 tahun yang disirkumsisi dengan free needle injection di Klinik Al-Faasha Care Kabupaten Kediri berjumlah 60 responden dalam 6 bulan. Sampel 20 responden dengan teknik accidental sampling. Penelitian dilaksanakan tanggal 17 Maret-12 Mei 2026. Variabel penelitian Tingkat Stres Pra Sirkumsisi Anak Usia 6-12 Tahun Dengan Free Needle Injection Method. Instrumen menggunakan Perceived Stress Scale for Children (PSS-C). Data dianalisis dengan persentase dan diinterpretasikan secara kuantitatif. Hasil penelitian dari 20 responden, didapatkan hampir setengahnya yaitu 8 responden (40%) mengalami stres sangat rendah dan sedang, sebagian kecilnya yaitu 3 responden (15%) mengalami stres rendah, dan sebagian kecilnya yaitu 1 responden (5%) mengalami stres tinggi. Faktor yang memengaruhi tingkat stres yaitu usia, pengalaman medis sebelumnya, dukungan orang tua, cara pemberian informasi, dan reaksi anak. Sebagian besar anak usia 6-12 tahun yang menjalani sirkumsisi dengan free needle injection method mengalami stres sangat rendah hingga sedang. Metode ini efektif dalam mengurangi stres pra sirkumsisi dan direkomendasikan sebagai pilihan anestesi lokal pada sirkumsisi anak. Disarankan agar tenaga kesehatan memberikan edukasi yang sesuai dengan usia anak, menggunakan komunikasi terapeutik, serta melibatkan orang tua dalam pendampingan sebelum tindakan guna membantu mengurangi stres pra sirkumsisi pada anak.
Asuhan Keperawatan Keluarga Pada Ny.N Dengan Masalah Gout Arthritis Di Kelurahan Kemenangan Tani Samfriati Sinurat; Rotua Elvina Pakpahan; Amelia Angelina Sembiring; Betty Veronica Sihaloho; Dermita Aminarty Panjaitan
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 7 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i7.2273

Abstract

Gout arthritis merupakan salah satu penyakit degeneratif yang disebabkan oleh gangguan metabolisme purin sehingga terjadi peningkatan kadar asam urat dalam darah. Penyakit ini dapat menimbulkan nyeri sendi, membatasi aktivitas sehari-hari, menurunkan kualitas hidup, serta meningkatkan risiko komplikasi apabila tidak ditangani dengan baik. Peran keluarga sangat penting dalam mendukung pengelolaan penyakit melalui pemberian perawatan, penerapan diet rendah purin, pemanfaatan fasilitas kesehatan, serta kepatuhan terhadap pengobatan. Tujuan: Karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang asuhan keperawatan keluarga pada Ny. N dengan masalah gout arthritis. Metode: Penelitian ini menggunakan studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan keluarga yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Hasil: Perencanaan keperawatan disusun berdasarkan lima tugas kesehatan keluarga yaitu mengenal masalah, mengambil keputusan yang tepat, memberikan perawatan kepada anggota keluarga yang sakit, memodifikasi lingkungan, dan memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan. Intervensi yang diberikan pada masalah manajemen kesehatan keluarga tidak efektif berupa pendidikan kesehatan mengenai gout arthritis, pemberian motivasi kepada keluarga, mengajarkan penerapan diet rendah purin, memodifikasi lingkungan dengan menyediakan makanan rendah purin, serta menganjurkan pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan untuk pemeriksaan kadar asam urat secara rutin. Intervensi pada masalah ketidakpatuhan berupa pendidikan kesehatan tentang pentingnya kepatuhan terhadap diet rendah purin dan pengobatan, melibatkan keluarga dalam memantau kepatuhan, memodifikasi lingkungan dengan membatasi makanan tinggi purin, serta mendorong kontrol kesehatan secara berkala. Kesimpulan: Setelah diberikan intervensi, keluarga menunjukkan peningkatan pengetahuan, kemampuan, dan motivasi dalam merawat anggota keluarga yang menderita gout arthritis serta mampu melaksanakan lima tugas kesehatan keluarga dengan lebih optimal. Saran: Diharapkan perawat di puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan dapat meningkatkan edukasi mengenai gout arthritis, penerapan diet rendah purin, pentingnya kepatuhan terhadap pengobatan, serta mendorong keluarga untuk memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan secara rutin guna mencegah kekambuhan dan komplikasi.
Gambaran Pengetahuan Remaja Putri Tentang Tablet Tambah Darah (Fe) Dalam Mencegah Anemia Lilik Setiawan
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 7 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i7.2274

Abstract

Anemia adalah kurangnya sel darah merah karena kekurangan zat besi. Tablet Tambah Darah (TTD) untuk mencegah anemia. Pengetahuan tentang TTD mempengaruhi remaja putri dalam mengonsumsinya. . Tujuan penelitian untuk mengetahui pengetahuan remaja putri tentang tablet tambah darah (Fe) dalam mencegah anemia. Desain penelitian deskriptif, populasi 96, sampel 49 responden,teknik sampling random sampling. Variabel penelitain pengetahuan remaja putri tentang tablet tambah darah (Fe) dalam mencegah anemia. instrumrn menggunakan kuesioner dan analisa menggunakan presentase dan diinterpretasikan secara kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian dari 49 responden sebagian besar responden memiliki pengetahuan cukup sebanyak 25 responden (51%), hampir setengah dari responden memiliki pengetahuan baik sebanyak 18 responden (37%), dan sebagian kecil responden memiliki pengetahuan kurang sebanyak 6 responden (12%). Faktor pengetahuan cukup dipengaruhi oleh faktor usia, pernah atau tidak pernah mendapatklan informasi, mulai kelas berapa diberikan TTD. Pengetahuan baik dipengaruhi oleh faktor pernah atau tidak pernah mendapatklan informasi, mendapatkan informasi dari mana. Pengetahuan kurang dipengaruhi oleh faktor menstruasi pertama usia, pernah atau tidak pernah mendapatkan informasi. Diharapkan responden lebih meningkatkan pengetahuan tentang tablet tambah darah (Fe) dalam mencegah anemia dan aktif mencari informasi melalui media sosial.
Stres Mahasiswa Yang Mengikuti Organisasi Mahasiswa Di STIKES Karya Husada Kediri Nove Lestari; Vela Purnamasari; Junanto Waldyansyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 7 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i7.2281

Abstract

Mahasiswa seringkali dihadapkan pada berbagai tekanan yang dapat memicu stres, seperti beban akademik, jadwal perkuliahan yang padat, masalah keuangan, tekanan sosial, serta keterlibatan dalam berbagai kegiatan organisasi. Stres yang tidak dikelola dengan baik dapat berdampak negatif terhadap perilaku, kesehatan mental, dan kesejahteraan mahasiswa secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat stres pada mahasiswa yang mengikuti organisasi mahasiswa (ORMAWA) di STIKES Karya Husada Kediri. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan populasi dan sampel sebanyak 70 mahasiswa aktif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Penelitian dilakukan pada tanggal 19 April - 30 Mei 2025. Tempat penelitian di STIKES Karya Husada Kediri menggunakan Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah kuesioner DASS-42, dan analisisa data dilakukan dengan rumus persentase yang kemudian diinterpretasikan secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir setengah dari responden mengalami stres dalam kategori normal 29 responden (41%), hampir setengah dari responden mengalami stres dalam kategori ringan 19 responden (27%), dan hampir setengah dari responden mengalami stres dalam kategori sedang 22 responden (31%). Tingkat stres pada mahasiswa yang mengikuti organisasi mahasiswa dipengaruhi oleh beberapa faktor meliputi usia, jenis kelamin, jurusan atau program studi, jenis ORMAWA yang diikuti, jabatan dalam organisasi, lama berorganisasi, semester, frekuensi keikutsertaan dalam kegiatan organisasi, serta pernah mendapat informasi tentang penanganan stres. Disarankan mahasiswa yang mengalami stres diharapkan beradaptasi dengan lingkungan yang dialami serta dapat mengukur kemampuanaktivitas sesuai toleransi, tetap perlu menjaga kesehatan dan cara mengatasinya dengan baik.
Kepatuhan Minum Obat Hipertensi Adalah Kunci Mengendalikan Tekanan Darah dan Mencegah Komplikasi Rotua Elvina Pakpahan; Angelina Stefani Putri Simamora; Syukur Telaumbanua
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 7 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i7.2282

Abstract

Abstract Hypertension remains one of the leanding non-communicable diaseases contributing to cardiovascular morbidity and mortality worldwide. Effective blood pressure control depends not only on pharmacological therapy but also on patiens adherence to antihypertensi medication. This study aimed to review scientific evidence regarding medication adherence and its role in controlling blood pressure and preventing hypertension-related complications. This study employed a literature review approach by analyzing scientific articles published between 2020 and 2025 from Google Scholar, PubMed, and ScienceDirect databases. The reviewed studies indicate that medication adherence is significantly associated with optimal blood pressure control and reduced risk of complications such as stroke, heart failure, coronary artery disease, and chronic kidney disease. Several factors influencing adherence include patients' knowledge, motivation, family support, healthcare provider support, duration of treatment, and access to healthcare services. Continuous health education and collaborative care among patients, families, and healthcare professionals are essential to improve adherence and optimize hypertension management. Therefore, strengthening patient education and adherence interventions should become an integral part of hypertension management programs. Keywords:antihypertensive medication; blood pressure; hypertension; literature review;
Penerapan A-DIVA Scale Terhadap Tingkat Keberhasilan Perawat Dalam Pemasangan Akses Intravena Pada Pasien Lansia Di Instalasi Gawat Darurat Maryudella Afrida; Siti Na'imah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 7 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i7.2286

Abstract

Background: Intravenous access placement is one of the most frequently performed nursing procedures in the Emergency Department. In older adults, age-related physiological changes such as fragile veins, reduced vascular elasticity, and vein collapse increase the risk of failed peripheral intravenous cannulation on the first attempt. Multiple insertion attempts may increase patient discomfort, prolong treatment time, and elevate the risk of complications including phlebitis. The Adult Difficult Intravenous Access (A-DIVA) Scale is a predictive tool developed to identify patients with difficult intravenous access and assist healthcare providers in selecting appropriate insertion strategies. Objective: To describe the implementation of the A-DIVA Scale in improving the success of intravenous access placement among older adults in the Emergency Department of RSUD Kota Yogyakarta. Methods: This descriptive observational study was conducted in the Emergency Department of RSUD Kota Yogyakarta between September and November 2023. Thirty nurses and midwives were recruited using total sampling. Data were collected through direct observation using the A-DIVA Scale and an observation sheet assessing intravenous insertion success. Data were analyzed using descriptive statistics and presented as frequencies and percentages. Results: The first-attempt success rate of intravenous access placement using the A-DIVA Scale reached 96.7% (29 successful procedures), while only one procedure (3.3%) failed. Most patients were classified as having a moderate risk of difficult intravenous access (A-DIVA score 2–3), accounting for 50.0% of the sample. Conclusion: The implementation of the A-DIVA Scale demonstrated a very high success rate in peripheral intravenous access placement among older adults. The instrument may serve as an effective screening tool to identify patients with difficult intravenous access, thereby improving procedural success and supporting patient safety in emergency care. Keywords: A-DIVA Scale; intravenous access; older adults; emergency department
Dent-Expert: Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Pada Gigi Menggunaakn Backward Chaining Melda Agnes Manuhutu; Revalina; Muh Jamaludin; Fransina; Alex
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 7 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i7.2288

Abstract

Penyakit gigi dan mulut seperti karies, pulpitis, gangren pulpa, gangren radiks, dan abses gigi masih banyak dialami masyarakat akibat keterlambatan penanganan serta kurangnya pemahaman terhadap gejala awal. Penelitian ini bertujuan membangun sistem pakar diagnosis penyakit gigi berbasis web menggunakan metode Backward Chaining yang dilengkapi fitur konsultasi daring antara dokter, asisten, dan pasien pada studi kasus Apotek Dental. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development dengan model pengembangan waterfall, meliputi wawancara dengan pakar (Dokter Gigi), penyusunan basis pengetahuan berupa 5 goal penyakit, 10 gejala, dan 5 rule, perancangan sistem dan antarmuka konsultasi, implementasi, serta pengujian menggunakan Blackbox Testing. Hasil penelitian menunjukkan sistem mampu melakukan penelusuran gejala secara goal-driven mulai dari hipotesis penyakit menuju pencocokan fakta gejala pasien, menampilkan hasil diagnosis beserta solusi penanganan awal secara tepat, serta menyediakan menu konsultasi daring yang menghubungkan dokter, asisten, dan pasien secara real-time. Seluruh skenario pengujian Blackbox Testing dinyatakan valid dan berjalan sesuai fungsi yang diharapkan. Sistem ini dapat menjadi alat bantu pengambilan keputusan bagi tenaga kesehatan maupun pasien dalam melakukan identifikasi awal penyakit gigi tanpa menggantikan peran diagnosis dokter gigi.
Efektivitas Penerapan Telenursing/Virtual Care Dalam Upaya Peningkatan Kualitas Pelayanan Keperawatan: A Systematic Literature Review Widuri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 7 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i7.2284

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong transformasi pelayanan kesehatan melalui penerapan telenursing atau virtual care, namun bukti ilmiah mengenai efektivitasnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan masih tersebar dan memerlukan sintesis secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis bukti ilmiah mengenai efektivitas penerapan telenursing/virtual care dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan keperawatan. Penelitian ini menggunakan desain Systematic Literature Review (SLR) mengikuti pedoman PRISMA 2020, dengan penelusuran literatur menggunakan strategi Boolean ("telenursing" OR "virtual care") AND ("nursing quality" OR "patient outcomes") pada basis data PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar, mencakup artikel berdesain randomized controlled trial, kuasi-eksperimental, kohort, dan tinjauan sistematik yang terbit pada rentang 2015–2025, serta dinilai kualitas metodologisnya menggunakan Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal Tools. Dari 18 artikel yang teridentifikasi, enam artikel memenuhi seluruh kriteria inklusi dan disertakan dalam sintesis, terdiri atas dua tinjauan sistematik, dua randomized controlled trial, satu studi kohort, dan satu studi kuasi-eksperimental. Hasil sintesis menunjukkan bahwa telenursing secara konsisten memperbaiki luaran klinis dan kualitas hidup pasien dengan penyakit kronis seperti gagal jantung, gagal napas kronis, dan diabetes melitus, menurunkan angka readmisi pascahospitalisasi, dan meningkatkan efisiensi dan pengalaman pelayanan akut di rumah sakit. Dapat disimpulkan bahwa telenursing/virtual care merupakan strategi yang efektif dan adaptif dalam meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan lintas tatanan pelayanan, meskipun penelitian multicenter berskala lebih besar masih diperlukan untuk memperkuat generalisasi temuan.