cover
Contact Name
Agna Rizky Putra Anggara
Contact Email
agnarizkyputra@gmail.com
Phone
+6281235003948
Journal Mail Official
bakticendekianusantara@gmail.com
Editorial Address
Jalan Cempaka, Kelurahan Patokan, Kabupaten Situbondo 68312
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Lentera Edukasi
ISSN : -     EISSN : 30314321     DOI : https://doi.org/10.70305/jle.v2i3
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Lentera cendekia: pendidikan dan pembelajaran adalah jurnal ilmiah dalam pendidikan dan pembelajaran, meliputi penelitian pembelajaran baik inovasi penelitian ataupun inovasi terapan media pembelajaran, penelitian secara teoritis, kajian ilmiah penelitian tindakan kelas, penelitian terapan bimbingan konseling dan kajian penelitian yang memiliki hubungan dengan pembelajaran sekolah.
Articles 59 Documents
EKSISTENSI BAHASA INDONESIA DI KALANGAN MAHASISWA FISIP UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO Desta Trianisa Mulyani; Devi Triana Iskandar; Putri Intan Permatasari
Jurnal Lentera Edukasi Vol. 1 No. 2 (2023): Edisi Desember
Publisher : Bakti Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70305/jle.v1i2.23

Abstract

Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi yang dijadikan sebagai bahasa pengantar dalam dunia pendidikan termasuk dunia perkuliahan. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan metode wawancara mendalam pada 15 mahasiswa Fisip UNARS semester 1 dan semester. informasi mengenai keberadaan, penggunaan, dan perkembangan bahasa Indonesia di Situbondo, peneliti melakukan observasi dan wawancara selama 3 hari dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Berdasarkan hasil wawancara, kami mendapatkan beberapa jawaban hampir serupa yang mengatakan penggunaan dan perkembangan bahasa Indonesia di Situbondo sudah membaik dan meningkat, tapi ada juga pendapat yang menolak atau bertentangan dengan pendapat tersebut dengan mengatakan bahwa penggunaan dan perkembangannya tergolong minim dan rendah. Sebagian besar pendapat membicarakan faktor dari penggunaan dan perkembangan bahasa itu sendiri, mulai dari konteks budaya dan sosial, wilayah dan rentang usia, bahkan sampai pengaruh globalisasi. Berdasarkan data yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa pengaruh terbesar penggunaan dan perkembangan suatu bahasa adalah penutur bahasa itu sendiri.
PEMAKAIAN BAHASA MADURA DIKALANGAN MAHASISWA UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO Rosyidatul Imama; Inna Wahida
Jurnal Lentera Edukasi Vol. 2 No. 1 (2024): Edisi : Maret
Publisher : Bakti Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70305/jle.v2i1.24

Abstract

Artikel ini menginvestigasi pemakaian bahasa Madura oleh mahasiswa dalam komunikasi sehari-hari, entah itu dengan dosen, teman, orang tua, ataupun tetangga baik itu di dalam kampus maupun diluar kampus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menganalisis data dari wawancara dan observasi melalui angket berupa tabel terhadap mahasiswa Universitas Abdurachman Saleh Situbondo khususnya parodi FKIP 1B tentang pemakaian bahasa Madura sesuai dengan tingkatannya. Dalam penggunaanya bahasa Madura terdiri dari 4 tingkatan antara lain: 1) “Enja’ iye”, 2) “Engghi enten”, 3) “Engghi- Bhunten”, 4) “Abdhi- dhalem/ Ajhunan Dhalem”. Dalam penelitian, diperoleh hasil rata-rata mahasiswa menggunakan bahasa Indonesia saat berkomunikasi dengan dosen dan saat pembelajaran didalam kelas dan penggunaan bahasa Madura Madura “enja’ iye” dan “engghi enten” digunakan pada saat berkomunikasi dengan teman, orang tua maupun didalam masyarakat. Bahasa "enjek iye" penggunaanya kurang sopan jika lawan bicaranya lebih tua dari kita, akan tetapi ini sudah menjadi kebiasaan, sehingga tidak begitu dipermasalahkan. Kami memberikan sebuah penguatan dan upaya mengenalkan bahasa Madura yang lebih halus untuk digunakan kembali dalam berinteraksi terhadap seseorang yang lebih tua, yakni penggunaan bahasa Madura "engghi bhunten" karena di dalam intonasi tersebut sangat elok untuk diterapkan pada saat berkomunikasi kepada yang lebih tua. Implikasi dari penelitian ini dapat memberikan wawasan untuk lebih memahami pemakaian bahasa Madura yang baik sesuai dengan tingkatannya dan pelestarian bahasa Madura agar tetap digunakan dalam berkomunikasi sehari hari karena sebagian mahasiswa belum mendukung pelestarian bahasa dan budaya lokal di lingkungan pendidikan tinggi.
PENGARUH PENGGUNAAN SOSIAL MEDIA TERHADAP PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR DI KALANGAN REMAJA SITUBONDO Maghfiroh, Adelia; Mudma'ina, Anisatul; Az-Zahro, Najah Tsamara
Jurnal Lentera Edukasi Vol. 1 No. 2 (2023): Edisi Desember
Publisher : Bakti Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70305/jle.v1i2.26

Abstract

Media sosial memberi pengaruh yang sangat besar bagi para penggunanya salah satunya remaja di Situbondo. Banyaknya anak remaja jaman sekarang atau gen z yang menggunakan media sosial secara berlebihan membuat mereka mudah terpengaruh oleh ragam bahasa baru yang bermunculan. Tujuan dari penulisan penelitian ini yaitu untuk memberi tahu pembaca bahwa penggunaan media sosial itu berpengaruh terhadap penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Berbagai bahasa baru telah muncul dan mengontaminasi kebakuan Bahasa Indonesia yang seharusnya dijunjung tinggi.
PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA YANG SALAH DI KALANGAN MAHASISWA UNARS Fariski, Raka; Rohmania, Alifia Sholehatun; Mulandani, Nadia Zharoil
Jurnal Lentera Edukasi Vol. 2 No. 1 (2024): Edisi : Maret
Publisher : Bakti Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70305/jle.v2i1.27

Abstract

Media sosial adalah sebuah media online, yang penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, forum, dan dunia virtual. Media sosial memegang peranan penting di hampir segala lini masyarakat. Media sosial memiliki dampak positif dan negatif. Seperti misalnya kesalahan berkomunikasi di media sosial dengan berbahasa Indonesia yang benar, baik pada caption maupun komentar. Dimana seluruh masyarakat termasuk mahasiswa sampai saat ini masih tidak sadar akan hal tersebut. Sehingga tujuan dari adanya penelitian ini adalah untuk mengetahui contoh dan pembetulan kesalahan tersebut. Metode penelitian yang kami gunakan adalah dengan pendekatan kualitatif. Dimana data penelitian ini kami dapatkan dari menganalisis caption dan komentar melalui media Instagram, WhatsApp, dan Tik Tok yang diunggah oleh warga Universitas Abdurachman Saleh Situbondo. Terdapat beberapa kesalahan akibat dari ketidaksadaran mahasiswa akan pentingnya memahami penulisan. Kesalahan yang pertama adalah ejaan seperti, penulisan caption atau komentar yang tidak berpedoman pada kaidah berbahasa yang benar. Kedua, kesalahan struktur tata bahasa yakni terkait kelengkapan dalam berbahasa. Ketiga, variasi bahasa seperti, penggabungan bahasa Indonesia dengan bahasa asing atau bahasa daerah yang dianggap lebih menarik. Berbagai faktor dapat mempengaruhi kesalahan penggunaan bahasa Indonesia seperti adanya perubahan sosial, faktor budaya serta kurangnya pemahaman betapa pentingnya berbahasa yang baik dan benar.
EKSISTENSI BAHASA INDONESIA DI LINGKUNGAN MASYARAKAT CURAH JERU TENGAH Immatul Hasanah; Nurul Qomariyah; Zakifatul Merry Wahyuni
Jurnal Lentera Edukasi Vol. 1 No. 2 (2023): Edisi Desember
Publisher : Bakti Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70305/jle.v1i2.30

Abstract

Bahasa ialah sistem lambang bunyi yang digunakan manusia untuk berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan bahasa indonesia di masyarakat indonesia masih banyak yang belum begitu fasih dan benar khususnya di Desa Curah Jeru Tengah. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara langsung kepada warga dan kepala dusun yang dilakukan selama 2 hari. Berdasarkan hasil wawancara, kami mendapat jawaban atas kurangnya penggunaan bahasa Indonesia di desa ini, yang berarti masih tergolong rendah dan minim. Menurut hasil wawancara yang kami lakukan, faktor dari rendah dan minimnya penggunaan bahasa indonesia di desa ini disebabkan oleh keterbatasannya pengetahuan tentang penggunaan bahasa indonesia yang fasih dan benar, juga sudah terbiasanya menggunakan bahasa madura. Dapat disimpulkan bahwa pengaruh terbesar penggunaan dan perkembangan suatu bahasa adalah penutur bahasa itu sendiri dan lingkungan yang dapat mempengaruhi dalam berkomunikasi sehari-hari.
PENGGUNAAN BAHASA GAUL DI KALANGAN REMAJA DI SITUBONDO Ayu, Erina; Adelia, Rovita; Hofifah, Hilda
Jurnal Lentera Edukasi Vol. 2 No. 1 (2024): Edisi : Maret
Publisher : Bakti Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70305/jle.v2i1.31

Abstract

Bahasa memainkan peran penting dalam kehidupan sosial dan budaya individu. Globalisasi dan kemajuan teknologi informasi telah mengubah cara remaja berkomunikasi di Situbondo, salah satu daerah di Indonesia. Remaja sering berbicara dengan slang, singkatan, atau neologisme. Untuk mendapatkan informa si yang diinginkan, peneliti melakukan survei terhadap penonton untuk mengetahui perkembangan bahasa gaul di Situbondo dan dampak dari bahasa gaul tersebut. Hasil dari wawancara yang dilakukan dengan cermat menunjukkan bahwa remaja seusia itu lebih mudah menggunakan dan memahami bahasa gaul, terutama ketika mereka berada di sekitar teman dekat mereka. Selain itu, situasi dan kondisi yang memungkinkan penggunaan bahasa gaul harus dipertimbangkan. Language plays an important role in the social and cultural life of individuals. Globalization and advances in information technology have changed the way teenagers communicate in Situbondo, one of the regions in Indonesia. Teenagers often speak with slang, abbreviations, or neologisms. To obtain the desired information, the researcher conducted a survey of the audience to find out the development of slang in Situbondo and the impact of the slang. The results of the carefully conducted interviews showed that teenagers of that age more easily use and understand slang, especially when they are around their close friends. In addition, situations and conditions that allow the use of slang should be considered.
PERBANDINGAN SISTEM PENDIDIKAN DOKTER DI AUSTRALIA DAN INDONESIA Paramata, Nanang Roswita; Panai, Abdul Haris; Mas, Sitti Roskina; Zulystiawati, Zulystiawati
Jurnal Lentera Edukasi Vol. 2 No. 1 (2024): Edisi : Maret
Publisher : Bakti Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70305/jle.v2i1.47

Abstract

Australia dan Indonesia dalam pendidikan kedokteran menekankan kurikulum yang berbasis kompetensi, pendidikan interprofesional, serta penggunaan teknologi terbaru untuk meningkatkan kualitas pelatihan dan pelayanan kesehatan. Dari perspektif sosiologi pendidikan, penjenjangan, investasi dan pendanaan metode pembelajarannya. sarana pembelajaran, Australia memiliki beberapa keunggulan dibandingkan di Indonesia. Meskipun berbeda, keduanya bertujuan menciptakan profesional medis berkualitas untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk membahas tentang persamaan dan perbedaan sistem pendidikan kedokteran di Australia dan Indonesia Penelitian kepustakaan yang dilakukan adalah dengan mengkaji literatur-literatur berdasarkan penelitan terdahulu. Teknik pengumpulan data sebagai upaya dalam mengumpulkan informasi diperoleh dari buku, laporan penelitian, artikel jurnal, ensiklopedia, dan sumber-sumber tertulis lainnya baik cetak maupun elektronik. Pendidikan kedokteran di Australia dan Indonesai memiliki persamaan yang cukup banyak akan tetapi juga ada perbedaannya. Hal ini membuat pendidikan kedokteran di Australia lebih maju dibandingkan di Indonesia
ANALISIS KESESUAIAN ANTARA BUKU TEKS SISWA TEMATIK TERPADU TEMA HIDUP RUKUN SD/MI KELAS II DENGAN KOMPETENSI DASAR KURIKULUM 2013 Rofek, Aenor Rofek; Nur Jamila; Surya Ika Wati
Jurnal Lentera Edukasi Vol. 2 No. 2 (2024): Edisi Juni
Publisher : Bakti Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70305/jle.v2i2.50

Abstract

Buku teks yang digunakan oleh guru dan siswa ini harus relevan dan sesuai dengan kurikulum yang berlaku untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pada kenyataannya, buku teks yang digunakan oleh guru atau siswa ini, belum diketahui tingkat kesesuaiannya dengan kompetensi dasar 2013, karena kurikulum ini masih baru. Berdasarkan hal tersebut, maka peneliti tertarik untuk menganalisis kesesuaian buku teks dengan kompetensi dasar 2013.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Dalam pembahasannya dideskripsikan dan dijabarkan tentang kesesuaian buku teks tematik terpadu pada kompetensi dasar 2013.Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data yaitu, membaca buku teks tematik terpadu, mengidentifikasi kesesuaian buku teks tematik terpadu dengan kompetensi dasar 2013, mengklasifikasi data hasil penelitian, menganalisis data yang sudah diklasifikasi, menjelaskan kesesuaian buku teks dengan kompetensi dasar, menghitung persentase kesesuaian data. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa. (1) Buku teks tematik terpadu untuk siswa subtema 1 tentang Hidup Rukun di Rumah, sudah sesuai dengan kompetensi dasar dalam kurikulum 2013. Hal ini ditunjukkan dengan perolehan persentase skor sebesar 95,30% dan termasuk dalam kriteria sangat sesuai. (2) Buku teks tematik terpadu untuk siswa subtema 2 tentang Hidup Rukun Dengan Teman Bermain, sudah sesuai dengan kompetensi dasar dalam kurikulum 2013. Hal ini ditunjukkan dengan perolehan persentase skor sebesar 95,48% dan termasuk dalam kriteria sangat sesuai. (3) Buku teks tematik terpadu untuk siswa subtema 3 tentang Hidup Rukun di Sekolah, sudah sesuai dengan kompetensi dasar dalam kurikulum 2013. Hal ini ditunjukkan dengan perolehan persentase skor sebesar 95,84 % dan termasuk dalam kriteria sangat sesuai. (4) Buku teks tematik terpadu untuk siswa subtema 4 tentang Hidup Rukun di Masyarakat, sudah sesuai dengan kompetensi dasar dalam kurikulum 2013. Hal ini ditunjukkan dengan perolehan persentase skor sebesar 96,22 % dan termasuk dalam kriteria sangat sesuai.
ANALISIS PENGGUNAAN BAHASA SARKASME DI LINGKUNGAN MAHASISWA Ramadhani, Sindi Rahmalatul Ramadhani; Dwita Septiamanda Putri; Navilatur Rohma
Jurnal Lentera Edukasi Vol. 2 No. 2 (2024): Edisi Juni
Publisher : Bakti Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70305/jle.v2i2.51

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan yaitu agar dapat mengetahui penyebab terjadinya penggunaan bahasa sarkasme di dalam lingkungan perkuliahan mahasiswa. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Masalah mendasar yang menyebabkan penelitian ini dilakukan adalah bahasa sarkasme yang memiliki banyak arti saat digunakan bisa dalam ke sifat negatif, mengkritik, bentuk dari percakapan humor,dan bisa juga di anggap sebagai bentuk ketidak satuannya bahasa Indonesia yang sebenarnya, karena bahasa sarkasme ini dapat dinilai keterkaitannya dengan sistem nilai yang dapat menilai bahasa sarkasme pantas ataukah tidak untuk digunakan dalam lingkungan perkuliahan mahasiswa. Sedangkan masyarakat selalu menilai kepantasan suatu kata yang di cap sebagai kata yang buruk agar tidak digunakan di lingkungan masyarakat. Bahasa sarkasme yang sering digunakan oleh mahasiswa UNARS adalah setan,babi,anjing,monyet,mata,telinga,mulut,tai,tolol, dan gila. terjadinya penggunaan bahasa sarkasme di lingkungan perkuliahan mahasiswa disebabkan oleh adanya beberapa faktor. Berikut faktor yang mempengaruhi terjadinya penggunaan bahasa sarkasme dilingkungan perkuliahan mahasiswa yaitu sedang marah, emosi yang tidak stabil, bercanda sesama teman, kecewa dengan hal yang terjadi, serta terdapat faktor lingkungan dan faktor sosial yang dapat mempengaruhi penggunaan bahasa sarkasme dilingkungan perkuliahan mahasiswa. Dalam lingkungan masyarakat kecenderungan dalam penggunaan bahasa sarkasme terjadi pada anak- anak muda jaman sekarang, selain itu terjadinya penggunaan bahasa sarkasme ini menjadi pertanda bahwa dalam masyarakat indonesia adalah sebagai bangsa bagian timur yang selalu identik dengan kesatuannya serta lingkungan berbudaya nya yang tinggi sedang mengalami pemudaran akibat penggunaan bahasa sarkasme. Agar hal ini tidak terjadi, maka jangan membiarkan generasi muda dirusak oleh diri mereka sendiri yang menggunakan bahasa sarkasme, selain itu juga dapat merusak pembentukan karakter generasi muda yang telah menjadi harapan bangsa sampai saat ini.
POLA PENDIDIKAN KEARIFAN LOKAL DI MASYARAKAT PESISIR KABUPATEN SITUBONDO Lestari, Sofiyah Eka Lestari; Rizqiana Adelia Putri; Ayda Safitri
Jurnal Lentera Edukasi Vol. 2 No. 2 (2024): Edisi Juni
Publisher : Bakti Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70305/jle.v2i2.54

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kearifan lokal masyarakat Situbondo dalam mengelola dan membangun sumberdaya perikanan berkelanjutan. Pendekatan penelitian inimenggunakan deskriptif kualitatif, yaitu pengukuran cermat terhadap studi kasus fenomena sosial, analisis data menggunakan model reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitianini adalah kearifan lokal pemberdayaan masyarakat Situbondo dalam pengelolaan dan pembangunan sumberdaya perikanan melalui: Pertama, Kearifan lokal petik laut dilaksanakan setiap tahun yang bertujuan memberi makan ikan serta acara kumpul dan doa bersama agar keberlanjutan perikanan dilaut tetap terjaga. Kedua, Kearifan Lokal Nyabis hal ini dilakukan oleh masyarakat lokal sebagai proses agar mendapatkan barokah yaitu dengan doa dari para kyai, karena anggapan masyarakat dengan adanya barokah, semua kegiatan dan semua permasalahan bisa lebih mudah dan lancar. Ketiga, Tradisi Tellasan (hari raya) pada masyarakat dilakukan pada hari ke 27 atau H-3, tiga hari sebelum hari raya aktifitas melaut sudah mulai dihentikan, hal ini berdampak terhadap adanya pemberian waktu terhadap biota laut yang dieksploitasi dalam penangkapan untuk berkembang biak dan melakukan regenerasi, sehingga kualitas dan kuantitasnya bisa terjaga dengan baik dan berlanjut. Dalam konteks kearifan lokal pemberdayaanmasyarakat dalam pengelolaan dan pembangunan sumberdaya perikanan yang berkelanjutandiperlukan: Pertama, pembedayaan kearifan lokal. Kedua, model pengelolaan dan pemberdayaanmasyarakat lokal. Ketiga, membangun pengelolaan sumberdaya berbasis masyarakat yang didalamnya melalui pendekatan subyektif dan pendekatan struktural dengan langkah yang dapat diupayakan pada masyarakat dengan membentuk lembaga lokal, mengembangkan keikutsertaan masyarakat lokal dalam proses pengambilan keputusan, dan peningkatan akses masyarakat terhadap informasi.