cover
Contact Name
Hery Fajeriadi
Contact Email
heryfaje@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalbioco@gmail.com
Editorial Address
Jl. Brigjend H. Hasan Basry
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Journal of Bio-Creaducation
ISSN : -     EISSN : -     DOI : http://dx.doi.org/10.20527/bioco
Core Subject : Education,
Journal of Bio-Creaducation is an open access journal managed by the Biology Education Study Program, Lambung Mangkurat University, Banjarmasin. This journal with the abbreviation BIOCO publishes scientific articles on research results, critical analysis, and in-depth scientific studies on current issues in the fields of biology education according to the Focus and Scope. Related research that examines the latest technological developments and wetland ecosystems is encouraged. Articles are written by following the manuscript writing rules, and for more practicality please use the template. Papers are published in June and December every year.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2024): December" : 7 Documents clear
Penerapan e-LKPD berbasis Quizizz pada materi ekosistem dan perubahan lingkungan melalui model pembelajaran berbasis masalah untuk meningkatkan hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis peserta didik Selvia, Salna; Putra, Aminuddin Prahatama; Halang, Bunda
Journal of Bio-Creaducation Vol 1, No 2 (2024): December
Publisher : UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Classroom action research was conducted in 2 cycles. This research aims to (1) improve learning outcomes through the application of quizizze based e-LKPD in class X students of SMAN 13 Banjarmasin and (2) improve critical thinking skills through the application of quizizzebased e-LKPD in class X students of SMAN 13 Banjarmasin. The sample of this study was 33 students in class X-4 SMAN 13 Banjarmasin. Data analysis techniques through four stages, namely planning, implementation, observation, and reflection stages. The results of this study showed an increase in product cognitive learning outcomes of students in cycle I 0.47 and in cycle II 0.98, process cognitive learning outcomes through quizizzebased e-LKPD work and poster work in cycle I obtained an average of 75.63 and 13.50, in cycle II obtained an average of 87.50 and 18.25, the results of students' critical thinking skills in cycle I obtained an average of 50.24 and in cycle II obtained an average of 80.91. The results showed an increase in cycle II. Therefore, it can be concluded that the application of quizizz-based e-LKPD is effective in improving learning outcomes and critical thinking abilities of class X students on ecosystem material and environmental change through a problem-based learning model. Penelitian tindakan kelas dilaksanakan 2 siklus. Penenlitian ini bertujuan untuk (1) meningkatkan hasil belajar melalui penerapan e-LKPD berbasis quizizz pada peserta didik kelas X SMAN 13 Banjarmasin dan (2) meningkatkan kemampuan berpikir kritis melalui penerapan e-LKPD berbasis quizizz pada peserta didik kelas X SMAN 13 Banjarmasin. Sampel penelitian ini sebanyak 33 orang peserta didik di kelas X-4 SMAN 13 Banjarmasin. Teknik analisis data melalui empat tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar kognitif produk peserta didik pada siklus I 0,47 dan pada siklus II 0,98, hasil belajar kognitif proses melalui pengerjaan e-LKPD berbasis quizizz dan pengerjaan poster pada siklus I memperoleh rata-rata 75,63 dan 13,50, pada siklus II memperoleh rata-rata 87,50 dan 18,25, hasil kemampuan berpikir kritis peserta didik pada siklus I memperoleh rata-rata 50,24 dan pada siklus II memperoleh rata-rata 80,91. Hasil penelitian tersebut menunjukkan adanya peningkatan pada siklus II. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa penerapan e-LKPD berbasis quizizz efektif untuk meningkatkan hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas X pada materi ekosistem dan perubahan lingkungan melalui model pembelajaran berbasis masalah.
Meningkatkan hasil belajar siswa tentang sistem peredaran darah dengan pembelajaran kooperatif tipe CIRC dan TGT Wahyuni, Andina; Atmaja, Gilang Tri; Khasanah, Khayatun; Maulida, Novi Apriani; Zaini, Muhammad; Putra, Aminuddin Prahatama; Fajeriadi, Hery; Hartati, Deffi; Khatimah, Husnul
Journal of Bio-Creaducation Vol 1, No 2 (2024): December
Publisher : UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cooperative learning offers a promising alternative for improving student understanding. CIRC method (Cooperative Integrated Reading and Composition) and TGT (Teams Games Tournaments) are two types of cooperative learning designed to increase student engagement through collaboration and active interaction. This research aims to explore the application of the CIRC and TGT methods in teaching the human circulatory system, as well as analyzing their impact on the learning outcomes of class XI science students. This research consisted of 2 cycles with 5 meetings. The first cycle was held in 3 meetings, while the second cycle was held in 2 meetings. Cycle 2 is carried out based on the results of reflection from cycle 1. There are several experts who put forward action research models with different charts, but in general there are four stages that are commonly followed, namely (1) planning, (2) implementation, (3) observation, and (4) reflection. Analysis of research data which is classified as quantitative data in the form of learning completeness results obtained from pre-test and post-test results is carried out descriptively, namely by calculating classical completeness and individual completeness. Cooperative learning types TGT and on the concept of the human circulatory system at SMAN Banjarmasin are effective in improving student learning outcomes. This can be seen from the lower percentage increase in classical completion in cycle 2 from cycle 1. However, TGT showed a more significant increase in classical completion than CIRC in cycle 2.Pembelajaran kooperatif menawarkan alternatif yang menjanjikan untuk meningkatkan pemahaman siswa. Metode CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition) dan TGT (Teams Games Tournaments) merupakan dua tipe pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk meningkatkan keterlibatan siswa melalui kolaborasi dan interaksi aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan metode CIRC dan TGT dalam pengajaran sistem peredaran darah manusia, serta menganalisis dampaknya terhadap hasil belajar siswa kelas XI IPA. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus dengan 5 kali pertemuan. Siklus pertama dilaksanakan 3 kali pertemuan, sedangkan siklus kedua dilaksanakan 2 kali pertemuan. Siklus 2 dilaksanakan berdasarkan hasil refleksi dari siklus 1. Beberapa ahli menyusun model penelitian tindakan dengan berbagai bagan, namun umumnya terdapat empat tahapan: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Analisis data hasil penelitian yang tergolong data kuantitatif berupa hasil ketuntasan belajar yang diperoleh dari hasil pretes dan postes dilakukan secara deskriptif, yakni dengan menghitung ketuntasan klasikal dan ketuntasan individual. Pembelajaran kooperatif tipe TGT dan CIRC pada konsep sistem peredaran darah manusia di SMAN Banjarmasin efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini terlihat dari persentase kenaikan ketuntusan klasikal pada siklus 2 dari siklus 1 yang lebih rendah. Namun, TGT menunjukkan peningkatan ketuntusan klasikal yang lebih signifikan dibandingkan CIRC pada siklus 2.
Penggunaan peta konsep untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi sistem respirasi manusia Hakim, Akhmad Nur; Nurmiati, Nurmiati; Nurmina, Nurmina; Sulistiani, Sulistiani; Nadiya, Zulfa; Masrah, Masrah; Pitriyani, Pitriyani; Zaini, Muhammad; Putra, Aminuddin Prahatama; Fajeriadi, Hery
Journal of Bio-Creaducation Vol 1, No 2 (2024): December
Publisher : UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biology learning has complex concepts so that many students have difficulty remembering these concepts. This study aims to determine the use of learning strategies using concept maps as an effort to improve student learning outcomes so that there is mastery of the concept of the human respiratory system material. The concept map that has been designed focuses on meaningful learning so that students can more easily understand and remember the material taught. The research conducted was in the form of classroom action research by looking at the comparison of the two studies conducted for two cycles. Each cycle consists of stages of planning, implementation, observation and reflection. Data collection techniques were carried out with tests, observations and rubrics. The results of this study were in the form of an analysis of students' cognitive learning. Experiment 1 showed that in cycle I there was an increase in understanding of 87.13% and in cycle II there was an increase in understanding of the concept of 90.36%. While the results of experiment 2 showed that in cycle I there was an increase of 85.30% and in cycle II there was an increase of 92.5%. In addition to increasing learning outcomes, it turns out that concept maps also have an effect on increasing student activity. This can be seen during the learning process, students are more active in seeking information and more enthusiastic in expressing their opinions.  Based on the results of the study, it can be concluded that learning using concept maps can improve learning outcomes and student activities on the human respiratory system material.Pembelajaran biologi memiliki konsep yang kompleks sehingga banyak peserta didik yang mengalami kesulitan untuk mengingat konsep tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan strategi pembelajaran menggunakan peta konsep sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik sehingga terjadi penguasaan konsep materi sistem respirasi manusia. Peta konsep yang telah dirancang berfokus pada pembelajaran yang bermakna agar peserta didik lebih mudah memahami dan mengingat materi yang diajarkan. Penelitian yang dilakukan berupa penelitian tindakan kelas dengan melihat perbandingan kedua penelitian yang dilakukan selama dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes, observasi dan rubrik. Hasil penelitian ini berupa analisis belajar kognitif peserta didik. Pada percobaan 1 menunjukkan siklus I terjadi peningkatan pemahaman  sebesar 87,13% dan pada siklus II terjadi peningkatan pemahaman konsep sebesar 90,36%.  Sedangkan hasil percobaan 2 menunjukkan pada siklus I terjadi peningkatan sebesar 85,30% dan pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 92,5%. Selain terjadi peningkatan hasil belajar, ternyata peta konsep juga berpengaruh terhadap peningkatan aktivitas peserta didik. Hal ini terlihat pada saat proses pembelajaran peserta didik lebih aktif mencari informasi dan lebih antusias dalam mengemukakan pendapatnya. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan peta konsep dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas peserta didik pada materi sistem respirasi manusia.
Optimalisasi pembelajaran sumber daya alam melalui interaksi keterampilan sains dan pendekatan problem solving Marniyanti, Marniyanti; Auliyani, Novia; Saajidah, Saajidah; Munirah, Sabrina; Putra, Aminuddin Prahatama; Zaini, Muhammad; Fajeriadi, Hery; Hernawati, Hernawati; Yulinda, Ratna
Journal of Bio-Creaducation Vol 1, No 2 (2024): December
Publisher : UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Due to non-interactive and boring teaching, many students face difficulties in understanding the concept of natural resources. This research aims to improve the learning process of natural resources through the interaction of science skills and problem solving approach. This learning involves problem solving to encourage students to be more active and understand the material more deeply. The research used the Classroom Action Research (PTK) method implemented in two cycles on grade V elementary school students in South Kalimantan. The research procedure was designed in two cycles, where each cycle consisted of one lesson with an effective duration of four lesson hours, plus additional learning time agreed with the teacher. The results showed a significant improvement in students' concept understanding and problem solving ability from the first cycle to the second cycle. In addition, it was found that teachers' activities in guiding students also improved, although there were still some aspects that needed to be improved. The problem solving approach proved effective in improving student engagement and learning outcomes, as well as encouraging the development of critical and analytical thinking skills. The scientific impact of this study shows that the problem solving approach is generally effective in increasing student engagement in learning, although there are some aspects of guidance that need to be improved by teachers to ensure the sustainability of improved learning outcomes. Based on this research, it can be concluded that the application and problem solving approach in Natural Resources learning can be an effective alternative to improve student learning outcomes.Akibat pengajaran yang tidak interaktif dan membosankan, banyak siswa menghadapi kesulitan untuk memahami konsep sumber daya alam. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses pembelajaran sumber daya alam melalui interaksi keterampilan sains dan pendekatan problem solving. Pembelajaran ini melibatkan problem solving mendorong siswa untuk lebih aktif dan memahami materi secara lebih mendalam. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus pada siswa kelas V SD di Kalimantan Selatan. Prosedur penelitian dirancang dalam dua siklus, di mana setiap siklus terdiri dari satu kali pembelajaran dengan durasi efektif empat jam pelajaran, ditambah waktu belajar tambahan yang disepakati bersama guru. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep dan kemampuan pemecahan masalah siswa dari siklus pertama ke siklus kedua. Selain itu, ditemukan bahwa aktivitas guru dalam membimbing siswa turut mengalami peningkatan, meskipun masih terdapat beberapa aspek yang perlu diperbaiki. Pendekatan problem solving terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar siswa, serta mendorong pengembangan keterampilan berpikir kritis dan analitis. Dampak ilmiah dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan problem solving secara umum efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran, meskipun ada beberapa aspek bimbingan yang perlu diperbaiki oleh guru untuk memastikan keberlanjutan peningkatan hasil belajar. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan dan pendekatan problem solving dalam pembelajaran Sumber Daya Alam dapat menjadi alternatif yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
Perbandingan penerapan metode simulasi dan problem-based instructional untuk meningkatkan pemahaman siswa pada materi ekosistem Irmayanti, Aulia; Damayanti, Rudiah; Wahyuni, Sri Ayu; Putra, Aminuddin Prahatama; Fajeriadi, Hery; Lisda, Lia Jumiati; Zaini, Muhammad; Nia, Dewi Ayu Aldilla
Journal of Bio-Creaducation Vol 1, No 2 (2024): December
Publisher : UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ecosystem material in science lessons is often poorly understood by students. This is because the learning method does not involve interaction between students and the material taught directly. This research aims to determine the level of students' understanding and activity in understanding the concept of ecosystem material using Problem-based instructional and Simulation methods. This research uses a nonequivalent control group design to compare the application of the Simulation method and the Problem-based instructional (PBI) method in Ecosystem learning for class X students at SMA Negeri Banjarmasin. The research population was all class X students of Banjarmasin State High School. The samples used were one class X MIPA which applied the simulation method as the experimental class, and another one class X MIPA which applied the Problem-based instructional method as the control class. Based on the results, the average posttest score for the experimental class with the Problem-based instructional method was 83.91, while the simulation method class was 77.78. This shows that both methods are equally good, but the Problem-based instructional method is superior to the simulation method. This research data shows significant value. The number of students who gave positive responses to the Problem-based instructional and simulation methods was 94.44% of students interested in participating in learning activities. This makes students enthusiastic when taking part in learning, students feel that learning seems more fun and not monotonous. The application of the Problem-based instructional and simulation method makes students understand the material being studied so that learning outcomes become more optimal.Materi Ekosistem pada pelajara IPA seringkali kurang dipahami oleh siswa. Hal tersebut dikarenakan metode pembelajaran yang kurang melibatkan interaksi antara siswa dengan materi yang diajarkan secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman dan aktivitas siswa dalam memahami konsep materi ekosistem dengan menggunakan metode Problem-based instructional dan Simulasi. Penelitian ini menggunakan desain nonequivalent control group design untuk membandingkan penerapan metode Simulasi dan metode Problem-based instructional (PBI) dalam pembelajaran Ekosistem pada siswa kelas X SMA Negeri Banjarmasin. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri Banjarmasin. Sampel yang digunakan adalah satu kelas X MIPA yang diterapkan metode simulasi sebagai kelas eksperimen, dan satu lagi kelas X MIPA yang diterapkan metode Problem-based instructional sebagai kelas kontrol. Berdasarkan hasil rata-rata nilai posttest kelas eksperimen metode Problem-based instructional 83,91 sedangkan kelas metode simulasi 77,78. Hal ini menunjukkan bahwa kedua metode tersebut sama-sama bagus, namun metode Problem-based instructional lebih unggul dari metode simulasi. Data penelitian ini menunjukkan nilai signifikan. Jumlah siswa yang memberi tanggapan positif terhadap metode Problem-based instructional dan simulasi, sebesar 94,44% siswa tertarik mengikuti kegiatan pembelajaran. Hal ini menjadikan siswa bersemangat saat mengikuti pembelajaran, siswa merasa pembelajaran terkesan lebih menyenangkan dan tidak monoton. Penerapan metode Problem-based instructional dan simulasi membuat siswa paham terhadap materi yang dipelajari sehingga hasil belajar menjadi lebih optimal.
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament (TGT) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada konsep biologi Hafizah, Hafizah; Agustina, Elya; Annisa, Majidah; Fajeriadi, Hery; Zaini, Muhammad; Imellia, Hanny; Norhidayati, Norhidayati; Putra, Aminuddin Prahatama
Journal of Bio-Creaducation Vol 1, No 2 (2024): December
Publisher : UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine the Learning Outcomes of Biodiversity material using the Team Games Tournament (TGT) learning model. This study used the True Experimental Design method with the Posttest-Only-Control-Design form and the Classroom Action Research method. The data collection technique used in this study was to give posttest questions after completing the learning process in the experimental class and control class on Biodiversity material. While Classroom Action Research uses data collection techniques in the form of observation, measurement and documentation. This research uses descriptive statistical analysis techniques. The results concluded that the learning outcomes of Biodiversity material using the Team Games Tournament learning model on students obtained an average class score of 84.90. The control class with conventional learning (discussion method) on Biodiversity material obtained a class average score = 82.35. While in the Classroom Action Research method, the average posttest value of student learning outcomes in cycle I was 70.35 and cycle II was 82.50. Cooperative Learning type Teams Games Tournament (TGT) Biodiversity material in both research methods shows that learning outcomes and student activity have increased or influenced.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mengenai Hasil Belajar materi Keanekaragaman Hayati menggunakan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT). Penelitian ini menggunakan metode True Experimental Design dengan bentuk desain Posttest-Only-Control-Design dan metode Penelitian Tindakan Kelas. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan memberikan soal posttest setelah selesai proses pembelajaran pada kelas eksperimen dan kelas kontrol dalam materi Keanekaragaman Hayati. Sedangkan Penelitian Tindakan Kelas menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, pengukuran dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Hasil belajar materi Keanekaragaman Hayati menggunakan model pembelajaran Team Games Tournament pada peserta didik memperoleh nilai rata-rata kelas 84,90. Kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional (metode diskusi) pada materi Keanekaragaman Hayati memperoleh nilai rata-rata kelas = 82,35. Sedangkan pada metode Penelitian Tindakan Kelas, nilai rata-rata posttest hasil belajar peserta didik pada siklus I sebesar 70,35 dan siklus II sebesar 82,50. Pembelajaran Kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) materi Keanekaragaman Hayati pada kedua metode penelitian tersebut menunjukan bahwa hasil belajar dan aktivitas siswa mengalami peningkatan atau berpengaruh.
Penerapan pendekatan inkuiri untuk meningkatkan pemahaman peserta didik pada materi pencemaran lingkungan Muhaimin, Ahmad; Azizah, Nur; Mahmudah, Rifatul; Nabila, Rini Salma; Zaini, Muhammad; Putra, Aminuddin Prahatama; Fajeriadi, Hery; Widiati, Rahmi; Rosmalina, Indah
Journal of Bio-Creaducation Vol 1, No 2 (2024): December
Publisher : UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Science learning materials are generally difficult to understand, so a teacher strategy is needed to deliver the material more interestingly. One strategy that can be done is the application of the inquiry approach. The inquiry approach focuses on the activities of students in seeking and finding information, so that learning is more meaningful. This study aims to determine the effect of applying learning with an inquiry approach in an effort to improve students' understanding of environmental pollution material.  The application of inquiry learning is made as interesting as possible to make it easier for students to understand the learning material. The research conducted was classroom action research with two cycles through a comparison of two studies. Data collection techniques were carried out by observation, interviews, field notes and documentation. The results of this study are in the form of qualitative data analysis by describing and analyzing data from observations of learning outcomes and student activities. Experiment 1 shows that getting student learning outcomes in cycle I amounted to 58% and cycle II increased by 96%. While the results of experiment 2 showed that the learning outcomes of students in cycle I were 40% then increased in cycle II to 86%. In addition, there was also an increase in learner activity, namely in journal I by 85% while journal II by 86%.  This can be seen in the learning process, a conducive classroom situation, a positive classroom atmosphere with students who dare to ask questions and discuss, creating a pleasant learning climate, growing a sense of responsibility, good cooperation and student learning participation is quite good. Based on the results of this study, it can be concluded that the application of learning with an inquiry approach can increase students' understanding and activity on environmental pollution material.Materi pembelajaran IPA umumnya sulit untuk dipahami, sehingga diperlukan strategi guru dalam menyampaikan materi tersebut dengan lebih menarik. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah penerapan pendekatan inkuiri. Pendekatan inkuiri berfokus pada aktivitas   peserta didik dalam mencari dan menemukan informasi, sehingga pembelajaran lebih bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan pembelajaran dengan pendekatan inkuiri dalam upaya meningkatkan pemahaman peserta didik pada materi pencemaran lingkungan.  Penerapan pembelajaran inkuiri dibuat semenarik mungkin untuk memudahkan peserta didik dalam memahami materi pembelajaran. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas dengan dua siklus melalui perbandingan dua penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, pencatatan lapangan dan dokumentasi. Hasil penelitian ini berupa analisis data kualitatif dengan mendeskripsikan dan menelaah data hasil observasi hasil belajar dan aktivitas peserta didik. Percobaan 1 menunjukkan bahwa mendapatkan hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 58% dan siklus II mengalami peningkatan sebanyak 96%. Sedangkan hasil percobaan 2 menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik pada siklus I sebesar 40% kemudian meningkat pada siklus II menjadi 86%. Selain itu, juga terjadi peningkatan aktivitas peserta didik yakni pada jurnal I sebesar 85% sedangkan jurnal II sebesar 86%.  Hal ini dapat dilihat pada proses pembelajaran, situasi kelas yang kondusif, suasana kelas yang positif dengan peserta didik yang berani bertanya dan berdiskusi, menciptakan iklim belajar yang menyenangkan, tumbuhnya rasa tanggung jawab, terjalin kerjasama yang baik dan partisipasi belajar peserta didik cukup baik. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran dengan pendekatan inkuiri dapat meningkatkan pemahaman dan aktivitas peserta didik pada materi pencemaran lingkungan.

Page 1 of 1 | Total Record : 7