cover
Contact Name
Ade Herman Surya Direja
Contact Email
adehermansuryadireja@gmail.com
Phone
+6282182997717
Journal Mail Official
admin@journal.mandiracendikia.com
Editorial Address
urnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Bengkulu, Indonesia Jl. Padat Karya No 25 Kelurahan Sumur Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia (JPKM-MC)
ISSN : -     EISSN : 29632188     DOI : 10.70570
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia (JPKM-MC) adalah Jurnal Pengabdian Masyarakat untuk scope Multidisiplin Ilmu, dengan scope keilmuan seperti Kesehatan (Keperawatan, Kebidanan, Kesehatan Masyarakat, Kedokteran, Analis, Rekam Medis dll), Ilmu Komputer, Kemasyarakatan, Manajemen, Ekonomi, Manajemen, Agama, Ilmu Hukum, Pendidikan, Pertanian, Sastra, Teknik, Dan Bidang Ilmu Lainnya. Journal title Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia (JPKM-MC)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 7 (2024)" : 21 Documents clear
Edukasi Pengetahuan Masyarakat Dan Senam Hipertensi Di RT 009/RW 005 Dusun Lambalena Marianus Oktavianus Wega; Maria K. Ringgi Kuwa; Gabriel Mane; Karolina Wea
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 7 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi secara umum di defenisikan sebagai tekanan sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan diastolic lebih dari 90 mmHg. Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2020, diperkirakan penduduk dunia mengalami riwayat hipertensi sebanyak 1,31 miliar. Pravelensi penderita hipertensi di Indonesia tahun 2021 berusia 18-24 tahun sebanyak (13.22%), usia 25-34 tahun penderita hipertensi sebanyak (20,13%),usia 35-44 tahun penderita hipertensi sebanyak (31,61%),usia 45-54 tahun penderita hipertensi sebanyak (45.32%), usia 55-64 tahun penderita hipertensi sebanyak (55,22%),usia 65-74 tahun penderita hipertensi sebanyak (63,33%)dan mengalami peningkatan pada umur ≥75 tahun yaitu sebanyak (69,53% ) (Riskesdas 2021). Tujuan : Untuk Meningkatkan Pengetahuan tentang Hipertensi, Pencegahan, dan Pengobatan. Metode : Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan observasi langsung ke responden. Hasil : Sebanyak 11 lansia di wilayah Posyandu Lambalena yang mengikuti kegiatan penyuluhan hipertensi, pemeriksaan tekanan darah dan senam lansia, Sebanyak 30 lansia diwilayah Posyandu Detuoja yang mengikuti kegiatan penyuluhan hipertensi, pengukuran tekanan darah da senam lansia,Sebanyak 28 lansia di wilayah KBG Lambalena yang mengikuti kegiatan penyuluhan hipertensi yang tidak terkontrol dan pemeriksaan tekanan darah, Kesimpualan : Berdasarkan hasil kegiatan KKN/PKM oleh mahasiswa Akper Lela 25 April-15 Mei tepatnya di dusun Lambalena terdapat 7 dengan penyakit hipertensi yang tidak terkontrol,Saran: Diharapkan penderita hipertensi mampu memahami penyakit yang di derita, mengenai pengertian, penyebab, tanda dan gejala serta upaya-upaya pencegahan dan pengobatan penyakit hipertensi,keluarga mampu memahami penyakit yang di derita anggota keluarga, lebih memperhatikan anggota keluarga yang sakit, menjaga pola makan/diet, dan membawah anggota keluarga yang sakit ke fasilitas Kesehatan terdekat.
Senam Lansia Dengan Hipertensi Di Dusun Wolofeo Desa Renggarasi Gabriel Mane; Antonia R. Reong; Mediatrix Santy Gaharpung; Carolin Putri Anggraini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 7 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Senam lansia merupakan serangkaian mobilitas nada yang teratur dan terarah serta terpola yang diikuti orang lanjut usia yang dilakukan menggunakan maksud menaikkan kemampuan fungsional raga buat mencapai tujuan tersebut. Selain aktivitas senam lansia, latihan nafas dalam juga bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan lansia. Tujuan primer pengaturan pernafasan merupakan buat menyuplai kebutuhan oksigen yang relatif buat memenuhi kebutuhan tubuh, contohnya waktu latihan fisik, infeksi, atau masa kehamilan. Pengaturan pernafasan menaikkan pengeluaran karbon dioksida, output proses metabolisme tubuh Pernafasan yang pelan, dalam serta teratur bisa menaikkan kegiatan parasimpatis. Peningkatan kegiatan parasimpatis bisa menurunkan curah jantung dan resistensi perifer total, yang nantinya juga mampu menurunkan tekanan darah . Tujuan : untuk meningkatan kualitas hidup lansia ditandai dengan lansia yang terlihat gembira dan aktif dalam senam, selain itu adanya peningkatan informasi tentang manfaat senam pada lansia, Metode : metode yang digunakan melalui survey pendahuluan dan observasi langsung serta proses persiapan planning of action. Hasil : Kegiatan senam lansia di Lingkungan Wolofeo dihadiri 17 orang; Lingkungan Detumage dihadiri oleh 39 orang dan Lingkungan Watuteke dihadiri oleh 33 orang. Kesimpulan : sebagian besar lansia Dusun Wolofeo tidak memiliki pengetahuan yang memadai tentang pentingnya senam lansia. Selain untuk mengembalikan fungsi kekuatan otot, lansia juga mulai mengerti pentingnya menjaga kesehatan dan didorong untuk melakukan pencegahan dini agar tidak terjadi komplikasi lanjutan. Jumlah lansia yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini sebanyak 90 orang.. Saran : Lansia diharapkan rutin melakukan gerakan senam secara mandiri agar dapat membantu meningkatkan kekuatan otot serta melancarkan peredaran darah dan tenaga kesehatan diharapkan mampu memberikan edukasi terkait menjaga fungsi kekuatan otot kepada lansia.
Edukasi Pencegahan Anemia Pada Remaja Dengan Isi Piring Ku Irni Dwiastiti Irianto; Herni Sulastien; Siti Zuraida Muhsinin; Siti Aisyah; Musniati; Diny Kusumawardani; Erniawati Pujiningsih; Ni nyoman Ernawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 7 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia merupakan suatu kondisi di mana jumlah dan ukuran sel darah merah atau kadar hemoglobin dalam darah berada di bawah nilai ambang batas yang telah ditentukan. yang ditandai dengan Gejala 5L (lemah, letih, lesu, lelah, lunglai), wajah pucat dan kunang-kunang, sehingga anemia pada remaja akan berdampak pada penurunan konsentrasi belajar, penurunan kesegaran jasmani, pencegahan anemia pada remaja dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti memberikan edukasi gizi pada remaja melalui isi piringku. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan edukasi pencegahan anemia pada remaja dengan harapan remaja memiliki pengetahuan mengenai anemia dan remaja tidak mengalami anemia. Metode yang digunakan dengan edukasi, diskusi,pembagian leaflet mengenai materi anemia, pelaksaan pengabdian ini dilakukan melalui berapa tahapan yaitu pelaksanan edukasi, diskusi dan pembagian leaflat. Jumlah peserta pada penyuluhan adalah 33 orang. Hasil yang di dapatkan saat pengadian masyarakat ini bahwa remaja dapat mengetahui upaya pencegahan anemia dengan isi piringku pada remaja. Diharapkan kegiatan pengabdian masyarakat ini berkelanjutan dilakukan.
Peningkatan Pengetahuan Dengan Pemberian Edukasi Tentang Pentingnya Kesehatan Mental Pada Remaja Arsella Indra Lestari; Veby Andriani; Andi Fahirah Nur
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 7 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja adalah masa peralihan dari anak-anak menjadi dewas dimana banyak terdapat perubahan dan penyesuaian yang terjadi pada dirinya baik secara psikologis, emosional, maupun finansial yang dapat menyebabkan remaja rentan mengalami masalah pada kesehatan mentalnya. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang pentingnya kesehatan mental pada remaja di SMKN 1 Terpadu Sindue. Metode dalam pengabdian ini adalah ceramah dan diskusi yang melibatkan siswa. Hasil dari pengabdian ini adalah menambah pengetahuan dan wawasan remaja tentang kesehatan mental. Kesimpulan dari pengabdian yang dilakukan bahwa terdapat siswa yang masih bingung cara mengelolah kesehatan mental. Meskipun begitu, siswa merasa terfasilitasi dengan adanya diskusi terkait kesehatan mental ini sehingga remaja merasa tercerahkan dan dapat masukkan dalam pengelolaan kesehatan mental.
Sosialisasi Penanganan Tindakan Bullying Di Smk Informatika Ciputat Darto Wahidin; Verawati Fajrin; Alia Damayanti; Aziz Die Noviandri; Nurkhumairoh; Azka Aulia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 7 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bullying merupakan suatu masalah yang sering terjadi di lingkungan sekolah. Hal ini menimbulkan banyak dampak negatif, baik bagi korban atau pun dari pelaku bullying itu sendiri. Maka dari itu sangat penting sekali untuk mensosialisasikan pencegahan tindakan anti bullying di lingkungan sekolah. Kegiatan sosialiasasi yang di lakukan oleh tim pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan mengenai tindakan bullying ini. Selain itu pengabdian ini merupakan suatu edukasi untuk mencegah para siswa menjadi korban atau pelaku dari tindakan bullying. Kegiatan sosialisasi ini di lakukan dengan menggunakan metode ceramah, yang kemudian di lengkapi dengan diskusi, dan tanya jawab. Hasil dari kegiatan ini yaitu memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai bullying, jenis- jenis, ciri- ciri, dampak dari bulying. Selain itu, kegiatan ini mampu mengontrol siswa untuk selalu berbuat baik, di lingkungan sekolah, masyarakat, dan keluarga. Namun, ada beberapa kendala dalam kegiatan sosialiasi ini seperti, terbatasnya jumlah siswa yang berpartisipasi dalam kegiatan ini
Peningkatan Tumbuh Kembang Bayi Melalui Pijat Bayi Barokah, Liberty; Dewi Zolekhah; Tyas Ning Yuni Astuti A
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 7 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stimulasi pijat bayi merupakan kegiatan merangsang kemampuan semua aspek perkembangan dasar bayi yang meliputi stimulasi sentuh, gerak, urut, pendengaran dan penglihatan dengan mengutamakan rasa nyaman, aman, menunjukkan perhatian dan kasih sayang sehingga perkembangannya akan berlangsung secara optimal. Manfaat Pijat bayi di antaranya untuk membantu tumbuh kembang fisik dan emosi bayi, mempererat hubungan antara ibu dan bayi, meningkatkan jumlah dan sitotoksisitas dari sistem immunitas, merangsang fungsi pencernaan dan pembuangan, membantu melatih relaksasi, mengurangi depresi dan ketegangan, mengurangi rasa sakit, mengurangi kembung dan kolik, meningkatkan berat badan, meningkatkan konsentrasi bayi dan membuat tidur lelap serta memperbaiki sirkulasi darah dan pernapasan. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan ibu yang mempunyai bayi dapat mengetahui tentang manfaat tentang pijat bayi dan ibu dapat melakukan sendiri teknik pijat bayi dirumah. Pengabdian kepada masyarakat dilakukan secara luring dan terintegrasi dalam mata kuliah Pelayanan Komplementer Pada Ibu dan Anak. Target pengabdian ini yaitu ibu yang mempunyai bayi dan balita. Pelaksanaan kegiatan ini direncanakan dalam tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan tahap akhir. Tahapan persiapan meliputi serangkaian kegiatan dari pengkajian masalah dan penyusunan proposal. Tahapan pelaksanaan kegiatan adalah memberikan pendidikan kesehatan terkait pijat bayi serta simulasi dan latihan pijat bayi. Kegiatan ini dinilai berhasil terlihat dari peningkatan pengetahuan dan pemahaman tentang pijat bayi Ibu juga antusias dalam mengikuti yoga serta bisa mengulangi gerakan yang sudah di ajarkan saat dilakukan evaluasi dapat mempraktekan cara memijat dengan teknik yang benar.
Pendidikan Kesehatan Sebagai Upaya Pengendalian Hipertensi Dalam Peningkatan Pengetahuan Lansia Galih Satriyo Hutomo; Septiari Candra Puspitasari; Aridhina Yunita Rahma; Ilham Apri; Yaumil Agustine; Masruroh
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 7 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit degeneratif yang dikenal sebagai “silent killer” karena dapat muncul tanpa tanda dan gejala atau peringatan apa pun, sehingga banyak orang yang tidak menyadarinya. Pencegahan dan pengendalian hipertensi merupakan hal yang penting, dan mengingat kejadian dan dampak hipertensi semakin meningkat, maka diperlukan kesadaran dan upaya pencegahan agar masyarakat tanpa hipertensi dapat terhindar dari hipertensi. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kesehatan tentang hipertensi pada kelompok lansia. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat berupa edukasi kesehatan dan pemeriksaan lansia di Desan Ngumpul Jogoroto Jombang dengan metode ceramah dan diskusi tanya jawab terkait pengertian, faktor penyebab, tanda gejala dan pencegahan dan pengendalian komplikasi hipertensi. Alat yang digunakan yaitu leaflet dan daftar pertanyaan terkait materi penyuluhan yang akan dibagikan saat sebelum dan setelah melakukan penyuluhan. Kegiatan ini melibatkan para lansia sebanyak 58 peserta yang berada di desa tersebut. Berdasarkan hasil wawancara bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada tingkat pengetahuan lansia tentang hipertensi sebelum dan setelah kegiatan. Perubahan ini memiliki dampak positif pada peningkatan pengetahuan lansia yang berarti kegiatan pengabdian masyarakat ini bermanfaat untuk kelompok lansia di Desa Ngumpul Jogoroto Jombang
Pengaruh Emosional Dan Suasana Hati Terhadap Kinerja Karyawan, Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan Serta Motivasi Untuk Kepuasan Pelanggan Pada PT Indah Logistik Cargo Khairiska Afra; Ichsanul Khairi; M Arif Al Islami; Indra; Vivi Nila Sari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 7 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian mayarakat ini bertujuan untuk Untuk mengetahui Seberapa berpengaruh nya emosi dan suasana hati kompensasi dan motivasi terhadap kinerja karyawan untuk memenuhi kepuasan pelanggan.Melalui Program Pengabdian Kemasyarakatan ini diharapkan akan bermanfaat dalam meningkatkan kecerdasan emosional dan suasana hati, peningkatan kompensasi, peningkatan motivasi terhadao karyawan untuk memenuhi kepuasaan pelanggan. Fakrot penyebab terjadinya masalah yang membuat emosi dan suasana hati berubah timbul akibat keterlambatan karyawan dari jam operasional yang telah di tetapkan sebelumnya dan ketidakhadiran karyawan tanpa izin.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pentingnya kecerdasan emosional dan suasana hati terhadap kinerja karyawan,kompensasi untuk memeotivasi karyawan agar dapat memenuhi kepuasan pelanggan PT Indah Logistik Cargo.Penyusunan artikel ini dilakukan dengan cara observasi dan mengumpulkan data.Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa kecerdasan emosional dan suasana hati, kompensasi dan motivasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan untuk memenuhi kepuasan pelanggan
Edukasi Dan Pemberian Hipnosis Lima Jari Pada Caregiver Yang Merawat Penderita Gangguan Jiwa Di Wilayah Kerja Puskesmas Bendo Pare Kabupaten Kediri Lilik Setiawan; Ariani Sulistiyorini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 7 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecemasan adalah rasa takut yang tidak jelas disertai dengan perasaan ketidakpastian, ketidakberdayaan, isolasi, dan ketidakamanan. Hal ini dipicu oleh hal yang tidak diketahui dan menyertai semua pengalaman baru. Seorang individu yang mengalami kecemasan secara langsung dapat mengekspresikan kecemasannya melalui respon yang fisiologis dan perilaku, dan secara tidak langsung dapat mengembangkanya melalui mekanisme pertahanan dan melawan kecemasan. (Ismiati, 2015). Perawatan bagi penderita Skizofrenia tidak hanya dilakukan di rumah sakit saja, tetapi akan tetap dilajutkan setelah keluar dari rumah sakit. Penderita skizofrenia diharuskan tetap menjalankan perawatannya berupa konsumsi obat dan terapi pendukung lainnya agar penderita skizofrenia dapat kembali produktif dan dapat bersosialisasi dengan lingkungannya. Tugas perawatan penderita skizofrenia tersebut sesuai dengan salah satu tugas dan fungsi keluarga yaitu merawat anggota keluarga yang sakit (Putra et al., 2017). Penggunaan hipnosis lima jari adalah seni komunikasi verbal yang bertujuan membawa gelombang pikiran subjek menuju trance (gelombang alpha/theta) (Dekawaty, 2021) dikenal juga dengan menghipnosis diri yang bertujuan untuk pemograman diri, menghilangkan kecemasan dengan melibatkan saraf parasimpatis dan akan menurunkan peningkatan kerja jantung, pernafasan, tekanan darah, kelenjar keringat (Aisyah, 2019).
Pemberdayaan Remaja Sekolah Minggu Sebagai Peer Educator Dalam Rangka Upaya Pencegahan Perilaku Merokok Pada Remaja Mersy Delty Kainama; Andrie Vaisal Salawane; Trixie Leunupun
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 7 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku merokok merupakan permasalahan yang susah untuk diatasi karena permasalahan ini begitu kompleks. Jemaat Gereja Protestan Maluku Waiheru, yang berlokasi di Desa Waiheru, Kecamatan Baguala, melihat bahwa pentingnya pengetahuan terkait dengan perilaku merokok sehingga perlu pembinaan khusus serta pelatihan dan pemberian informasi terkait bahaya rokok kepada remaja. Kegiatan sosialisasi dan pelatihan dilakukan untuk meninggkatkan pengetahuan dan memberikan kepekaan bagi remaja untuk bisa saling menjadi penggerak utama dalam menyelesaikan masalah rokok pada remaja. Kegiatan PkM dilakukan dengan baik, hasil pra test menunjukan minimnya pengetahuan yakni 80% memiliki pengetahuan kurang 20% memiliki pengetahuan baik. Setelah melakukan sosialisasi dan pada saat post tes terjadi peningkatan yakni semua peserta memiliki pengetahuan baik. Dengan demikian kegiatan PkM ini diaangap penting untuk menambah pengetahuan serta memupukan rasa kepedulian kepada sesame untuk menghindari rokok.

Page 1 of 3 | Total Record : 21