cover
Contact Name
Ade Herman Surya Direja
Contact Email
adehermansuryadireja@gmail.com
Phone
+6282182997717
Journal Mail Official
admin@journal.mandiracendikia.com
Editorial Address
urnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Bengkulu, Indonesia Jl. Padat Karya No 25 Kelurahan Sumur Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia (JPKM-MC)
ISSN : -     EISSN : 29632188     DOI : 10.70570
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia (JPKM-MC) adalah Jurnal Pengabdian Masyarakat untuk scope Multidisiplin Ilmu, dengan scope keilmuan seperti Kesehatan (Keperawatan, Kebidanan, Kesehatan Masyarakat, Kedokteran, Analis, Rekam Medis dll), Ilmu Komputer, Kemasyarakatan, Manajemen, Ekonomi, Manajemen, Agama, Ilmu Hukum, Pendidikan, Pertanian, Sastra, Teknik, Dan Bidang Ilmu Lainnya. Journal title Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia (JPKM-MC)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2025)" : 20 Documents clear
Kegiatan Penyuluhan Pencegahan Penyakit Diabetes Melitus Di Kelurahan 11 Ilir, Kecamatan Ilir Timur III Palembang Devi Marlina; Ririn Noviyanti Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i2.1627

Abstract

Di Indonesia angka kasus baru penyakit Diabetes Melitus kian menanjak seiring waktu, hal ini dikarenakan salah satunya terbatasnya informasi mengenai penyakit Diabetes Melitus. Satu dari dua belas orang di seluruh dunia menderita diabetes mellitus menurut data dari Federasi Internasional Diabetes (IDF), dan Pasien DM tipikal tidak menyadari hal ini. Metode pengabdian masyarakat ini adalah menyelenggarakan penyuluhan pencegahan penyakit diabetes melitus. Kegiatan pengabdian masyarakat di Kecamatan 11 Ilir, Kota Palembang dilaksanakan pada tanggal 10 Desember 2024. Kegiatan penyuluhan kesehatan mengenai Penyakit Diabetes Melitus dilakukan melalui tahapan yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan. Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat yang terdapat di Kelurahan 11 Ilir, Kota Palembang. Teknis pelaksanaan dilaksanakan 1x pertemuan, kegiatan pelaksanaan dimulai pukul 09.00 WIB – selesai. Pelaksanaan kegiatan meliputi, penyuluhan dan edukasi mengenai PTM Diabetes mellitus, dan tatalaksana pencegahannya. Hasil yang didapat adalah Peserta memahami pengertian penyakit diabetes melitus secara umum, bentuk pencegahannya, dan tatalaksana pengobatan Diabetes Melitus bagi si penderita. Tenaga kesehatan di Puskesmas Kelurahan 11 Ilir, diharapkan lebih berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat tentang penyakit diabetes melitus.
Komunikasi Efektif Perawat Dalam Upaya Peningkatan Kepuasan Pasien Di Puskesmas Toapaya, Kabupaten Bintan Utari Christya Wardhani; Sri Muharni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i2.1628

Abstract

Kualitas pelayanan keperawatan tercermin dari pelaksanaan asuhan keperawatan yang profesional. Perawat yang profesional dan berkualitas harus memiliki keterampilan hard skill dan soft skill, karena kesuksesan seseorang dalam dunia kerja dipengaruhi oleh keduanya. Keterampilan soft skill meliputi kemampuan untuk berkomunikasi, membangun hubungan dengan orang lain, kemampuan memahami orang lain, tanggung jawab, kerjasama, empati, dan caring. Profesional merupakan perpaduan antara pengetahuan dan keterampilan intelektual, teknikal, dan interpersonal yang dalam pelaksanaannya mencerminkan perilaku caring. Faktanya banyak perawat yang belum optimal dalam menjalankan perilaku caring ketika memberikan pelayanan kepada pasien. Peran perawat sebagai salah satu sumber daya yang memberikan layanan di puskesmas adalah memberikan asuhan keperawatan yang berasaskan sikap, perilaku, dan pengetahuan yang manusiawi. Sikap dan perilaku caring yang harus dikembangkan oleh perawat salah satunya komunikasi efektif. Dalam rangka meningkatkan kemampuan dan ketrampilan dalam berkomunikasi yang efektif di lingkungan kerja UPT Puskesmas Toapaya maka diadakan Pelatihan Komunikasi Efektif bagi perawat. Pelatihan komunikasi efektif dibutuhkan oleh Puskesmas yang memberikan layanan publik sehingga dapat meningkatkan kepuasan bagi para pasien. Komunikasi yang baik memudahkan pasien menerima informasi yang diberikan oleh perawat di Puskesmas Toapaya. Hal ini tentu akan meningkatkan kepuasan pasien yang berobat ke Puskesmas Toapaya.
Penggunaan Media Flipbook Pada Pemberian Penyuluhan Tentang Pencegahan Anemia Pada Kalangan Remaja SMP Yulinda Laska; Erika Fariningsih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i2.1630

Abstract

Anemia pada remaja merupakan masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius, terutama di kalangan pelajar SMP yang sedang dalam masa pertumbuhan. Salah satu pendekatan yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran tentang pencegahan anemia adalah melalui penyuluhan dengan menggunakan media yang menarik dan mudah dipahami. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penyuluhan tentang pencegahan anemia menggunakan media flipbook di kalangan remaja SMP. Penyuluhan dilakukan melalui sesi interaktif di mana peserta diberikan informasi mengenai penyebab, gejala, dan cara mencegah anemia, dengan bantuan flipbook sebagai media pembelajaran visual. Flipbook yang digunakan berisi ilustrasi yang menarik dan teks yang mudah dipahami untuk menjelaskan konsep-konsep penting terkait anemia, serta tips praktis tentang pola makan yang sehat dan konsumsi makanan kaya zat besi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan flipbook sebagai media penyuluhan berhasil meningkatkan pemahaman peserta mengenai anemia, serta memotivasi mereka untuk lebih memperhatikan pola makan dan gaya hidup sehat. Dengan adanya flipbook, peserta lebih mudah menyerap informasi dan mengingat materi yang disampaikan. Penyuluhan ini diharapkan dapat menjadi model yang efektif dalam upaya pencegahan anemia di kalangan remaja SMP, serta mendukung peningkatan kesehatan remaja secara umum.
Ninik Mamak Sebagai Penjaga Keadilan: Menyelesaikan Sengketa Berbasis Kearifan Lokal Yulfa Mulyeni; Eri Arianto; Rifqi Devi Lawra; Aermadepa; Yulia Nizwanai
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i2.1632

Abstract

Ninik Mamak memiliki peran sentral dalam menjaga ketertiban sosial dan menyelesaikan sengketa di masyarakat adat Minangkabau. Namun, seiring dengan perkembangan zaman dan pengaruh hukum positif, peran ini mengalami tantangan dalam praktik penyelesaian sengketa di Nagari. Pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memperkuat kembali kapasitas Ninik Mamak dalam menyelesaikan konflik berbasis kearifan lokal, dengan mengedepankan prinsip musyawarah dan mufakat. Penguatan peran Ninik Mamak dalam menyelesaikan sengketa berbasis kearifan lokal merupakan langkah strategis untuk mempertahankan harmoni sosial dan memperkuat sistem hukum adat yang sejalan dengan nilai-nilai masyarakat Minangkabau. Oleh karena itu, perlu dilakukan sinergi antara hukum adat dan hukum positif, serta pendampingan berkelanjutan bagi para pemangku adat agar sistem penyelesaian sengketa tetap relevan dalam menghadapi dinamika sosial yang terus berkembang.
Meningkatkan Status Gizi Balita Melalui Praktik Pengolahan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) Dalam Upaya Pencegahan Stunting Di Kelurahan Sidanegara Frisca Dewi Yunadi; Imam Agus Faizal
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i2.1639

Abstract

Praktek Pemberian makanan pendamping ASI masih menjadi permasalahan, terutama pada balita gizi kurang. Data Kelurahan Sidanegara Wilayah Puskesmas Cilacap Tengah I, terdapat 198 balita terdeteksi stunting sampai pada bulan Juli 2019. Pada tahun 2022 terjadi kenaikan angka kejadian stunting menjadi 220 balita. Stunting merupakan kondisi kekurangan gizi kronis yang berdampak secara tidak langsung terhadap kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Stunting adalah kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Pengabdian kepada masyarakat adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu yang memiliki balita gizi kurang dalam pengolahan makanan pendamping ASI buatan sendiri.. Pengetahuan dan ketrampilan yang diperoleh dari kegiatan ini diharapkan dapat bermanfaat untuk menumbuhkan kesadaran ibu-ibu mengenai dampak dari stunting terhadap tumbuh kembang anak dan menambah ketrampilan ibu balita dalam pengolahan makanan pendamping ASI (MP-ASI) buatan sendiri. Hsil pengabdian ada peningkatan pada ibu balita dan ketrampina dalam mengolah makanan MP-ASI
Edukasi Dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Berupa Olahan Ikan Menjadi Nugget Dalam Upaya Pencegahan Stunting Di Kelurahan Sidanegara Rochany Septiyaningsih; Dhiah Dwi Kusumawati; Septiana Indratmoko
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i2.1640

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan yang terjadi pada anak-anak berusia dibawah 5 tahun karena malnutrisi. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) merupakan bentuk kegiatan pemberian makanan kepada balita dengan tujuan untuk mengatasi masalah gizi yang terjadi pada masyarakat. Ikan memiliki kandungan yang sangat tinggi protein dan memiliki tingkat penyerapan besi yang baik. Kandungan protein dalam ikan mencapai 18% dan terdiri dari asam amino esensial. Data Kelurahan Sidanegara Wilayah Puskesmas Cilacap Tengah I, terdapat 198 balita terdeteksi stunting sampai pada bulan Juli 2019. Pada tahun 2022 terjadi kenaikan angka kejadian stunting menjadi 220 balita. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan menstimulasi masyarakat dalam membuat nugget ikan. Hsil pengabdian ada peningkatan pengetahuan dan ketrampilan pada peserta dalam mengolah ikan menjadi nugget
Pemberdayaan Potensi Kader Posyandu Dalam Wirausaha Tempe Olahan Sebagai Upaya Pencegahan Anemia Pada Remaja Putri Dan Wanita Usia Subur Melalui Kegiatan UMKM Mardianti; Rahayu Dwikanthi; Irna Trisnawati; Lia Komalasari; Mamat
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i2.1641

Abstract

Setiap individu atau kelompok masyarakat memiliki potensi usaha yang berbeda-beda sesuai dengan kapasitas, situasi dan sumber daya yang dimiliki. Desa Linggarsari merupakan desa yang memiliki potensi wirausaha yang layak untuk dikembangkan. Kelompok masyarakat yang terorganisir dan telah merintis beberapa usaha rumahan salah satunya kelompok kader posyandu. Kader posyandu, disamping memiliki peranan secara sukarela melaksanakan kegiatan posyandu dalam lingkup kesehatan, kader juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya dalam bentuk kegiatan produksi rumahan. Program Pengembangan Desa Mitra ini, bertujuan menghasilkan kelompok masyarakat yaitu kader posyandu untuk berwirausaha secara mandiri berbasis Usaha Kecil Menengah (UKM), melalui program yang terintegrasi, dengan melibatkan narasumber dibidang pengembangan potensi usaha. Pembinaan kewirausahaan dilaksanakan pada 20 kader kesehatan dan Wanita Usia Subur (WUS) serta Remaja Putri (Rematri). Kegiatan pelatihan kader dan penyuluhan telah terlaksana, serta telah dilakukan monitoring dan evaluasi Hasil kegiatan program pengembangan desa mitra ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan kader posyandu tentang manfaat tempe sebagai nutrisi pencegah anemia sebesar 18 poin dan peningkatan motivasi kader kesehatan sebesar 25 point dalam memberikan support kepada setiap keluarga untuk mengkonsumsi olahan tempe dan memasukkan tempe sebagai menu utama dalam keluarga serta setiap kader posyandu memiliki Nomor Izin Berusaha (NIB), sehingga memudahkan pemasaran produk olahan tempe. Disarankan agar kemandirian kader dalam meningkatkan kesejahteraan dan memotivasi masyarakat berperilaku sehat didukung oleh tokoh masyarakat, sehingga anemia pada remaja putri (Rematri) dan wanita usia subur (WUS) dapat dicegah sedini mungkin, yang memberi dampak pada penurunan angka morbiditas dan mortalitas pada ibu
Pelaksanaan Senam Sehat sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Masyarakat di Sentot alibasya, Bajak Oktia, Vanika
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i2.1643

Abstract

Senam sehat merupakan salah satu kegiatan fisik yang dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan tubuh dan mental masyarakat. Program pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen keperawatan di Sentot alibasya, Bajak, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya aktivitas fisik yang teratur dan gaya hidup sehat. Program ini tidak hanya menawarkan manfaat fisik, tetapi juga berfungsi sebagai sarana untuk mempererat hubungan sosial di masyarakat. Ini penting untuk pengembangan keterampilan sosial dan kemampuan untuk bekerja dalam tim. Melalui partisipasi dalam senam, peserta dapat belajar tentang pentingnya menjaga tubuh tetap aktif dan sehat, yang dapat membentuk kebiasaan sehat hingga dewasa. Dengan rutin berpartisipasi dalam senam sehat, peserta dapat menikmati berbagai manfaat yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka secara holistik. Artikel ini akan mengulas tentang pelaksanaan senam sehat di Sentot alibasya, manfaat yang diperoleh oleh masyarakat, tantangan yang dihadapi, serta rekomendasi untuk kelanjutan program ini. Melalui program ini, diharapkan masyarakat lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan fisik melalui olahraga yang teratur
Pengabdian Safari KB Implan: KB Implants Safari Service Serli Bahri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i2.1644

Abstract

Program safari keluarga berencana (KB) Implan sangat diperlukan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya perencanaan keluarga yang efektif. Kegiatan safari KB implan di Kota Kepahiang bertujuan untuk memberikan informasi yang akurat dan edukasi mengenai penggunaan kontrasepsi implan. Melalui pendekatan langsung dan interaktif, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami manfaat, cara penggunaan, serta efek samping dari kontrasepsi ini. Metode pengabdian ini melalui tiga tahapan, yaitu: tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil pengabdian ini yaitu kegiatan pengabdian masyarakat ini diadakan di Puskesmas Bukit Sari Kepahiang pada tanggal 02 September 2024. Akseptor yang mengikuti pemasangan dan pelepasan KB implan merupakan wanita usia subur sejumlah 50 orang. Kegiatan ini juga untuk meningkatkan pemahaman akseptor tentang KB Implan.
Kegiatan Penyuluhan Berdasarkan Pengetahuan Tentang Anemia di Desa Ibul Besar 2 Kecamatan Pemulutan Induk Kabupaten Ogan Ilir Rima Ernia; M Nabil
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i2.1646

Abstract

Keberhasilan pembangunan nasional suatu bangsa ditentukan oleh ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, Namun sayangnya, masyarakat di Indonesia masih menghadapi beberapa masalah gizi, salah satunya adalah anemia. Anemia menyebabkan darah tidak cukup mengikat dan mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Bila oksigen yang diperlukan tidak cukup, maka akan berakibat pada sulitnya berkonsentrasi, sehingga prestasi belajar menurun, daya tahan fisik rendah sehingga mudah lelah, aktivitas fisik menurun, mudah sakit karena daya tahan tubuh rendah. Hasil penelitian di beberapa daerah di Indonesia juga menunjukkan masih tingginya prevalensi anemia pada remaja putri, yang mendapatkan prevalensi anemia yaitu 58,7 %. Dari beberapa 5 penelitian tersebut, didapatkan beberapa faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri, yaitu asupan energi, asupan protein, asupan zat besi, asupan vitamin C, kebiasaan minum teh atau kopi, investasi cacing, pengetahuan, pendidikan dan jenis pekerjaan orangtua, pendapatan keluarga, dan pola menstruasi

Page 2 of 2 | Total Record : 20