cover
Contact Name
Ati Kusmawati
Contact Email
ati.kusmawati@umj.ac.id
Phone
+6281213781944
Journal Mail Official
jurnal_khidmat_sosial@umj.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta Kampus B Jl. KH. Ahmad Dahlan, Cirendeu, Ciputat, Tangerang Selatan
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
KHIDMAT SOSIAL
ISSN : -     EISSN : 27216918     DOI : -
Khidmat Sosial: Journal of Social Work and Social Service carries original and full-length articles that reflect the latest research and developments in both theoretical and practical aspects of social work in various countiers in Asian. The journal is published in online versions. The online version is free access and download.Khidmat Sosial: Journal of Social Work and Social Service welcomes the following types of manuscripts: Original Theoretical and Empirical Papers: Research-based articles dealing with subjects of social work theory and practice in Indonesia. In particular, the journal seeks articles from all those concerned with social work issues of Indonesia The priority is given to articles contributing to development of knowledge or to theoretical understanding of social work theory, methods, research, and practice in Asian. Brief Communications: Shorter articles on social work theory and social work practice development. The journal seeks brief notes on the development of innovative intervention method or indigenous social work in Indonesia. The journal welcomes manuscripts from social work educator and practitioners as well as researchers. Research Proposal: Shorter articles regarding social work Master and PhD research Proposal. The journal seeks brief research proposal on the development of innovative research methology in social work around the Indonesia. The journal welcomes manuscripts from social work Master and PhD students.
Articles 77 Documents
KUALITAS HIDUP DRIVER GO-JEK ONLINE DI TANGERANG SELATAN Rahmadani Rahmadani; Adi Fahrudin
KHIDMAT SOSIAL: Journal of Social Work and Social Services Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : KHIDMAT SOSIAL: Journal of Social Work and Social Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) Mendapatkan gambaran tentang Kualitas Hidup Driver Go-jek Online yang ada di Tangerang Selatan, (2) Menguji Tentang Kualitas Hidup mereka dengan membandingkan antara driver ojek online yang kurang dari satu tahun dengan  driver ojek online yang lebih dari satu tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dan metode yang digunakan adalah  survey  dengan desain comparative. Teknik persempelan pada penelitian ini menggunakan insidental sampling. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner, dan studi dokumentasi. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji statistik dengan uji t, menggunakan software SPSS.22.0. Hasil penelitian menunjukan perbedaan kualitas hidup  driver ojek online yang baru (kurang dari satu tahun ) lebih tinggi dibandingkan dengan yang lama ( lebih dari satu tahun). Oleh sebab itu, hipotesis yang diajukan diterima. Yaitu dengan adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok 1 ( kurang dari satu tahun) dengan kelompok 2 ( lebih dari satu tahun). Berdasarkan hasil penelitian maka di sarankan kepada driver, pengusaha ojek online, maupun pemda. Untuk bersama-sama mempertahankan kualitas hidup. Kata Kunci : Driver Go-Jek Online, Kualitas Hidup
KONTROL DIRI TERHADAP PERILAKU ADIKSI REMAJA PENGGUNA GAME ONLINE Galih Vian Suwari; Muhammad Sahrul
KHIDMAT SOSIAL: Journal of Social Work and Social Services Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : KHIDMAT SOSIAL: Journal of Social Work and Social Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Belakangan ini perilaku adiksi dikalangan remaja sangat populer disebabkan karena berbagai macam hal salah satunya yaitu intensitas penggunaan game online. Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Pada masa ini remaja akan sangat mengalami berbagai  perubahan pada dirinya, baik perubahan fisik maupun psikis. Remaja di era globalisasi ini dimanjakan dengan perkembangan teknologi internet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab adiksi game online pada remaja, untuk mengetahui bagaimana self control remaja yang mengalami adiksi game online, dan untuk mengetahui self control remaja yang mengalami adiksi game online.  Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Jumlah subyek sebanyak 11orang dengan 5 informan kunci dan 6 informan pendukung. Subjek penelitian adalah remaja yang mengalami perilaku adiksi terhadap penggunaan game online.  Dalam penelitian ini perubahan yang paling terasa dialami oleh remaja adalah perubahan emosi. Perubahan keadaan emosi atau suasana hati yang dihadapi remaja yang mengalami kecanduan terhadap penggunaan game online dapat berupa sedih, depresi, lelah maupun gelisah. Perubahan keadaan emosi remaja yang mengalami kecanduan game online tidak terdapat batasan untuk menjadikan dirinya memiliki perasaan senang. Kesenangan tersebut bisa didapatkan akibat bermain game online secara berlebihan sehingga dapat menyebabkan remaja kecanduan untuk terus bermain game online. Perilaku adiksi remaja terhadap penggunaan game online dapat mempengaruhi bagi self control pada diri mereka.Kata kunci: self control, remaja, perilaku adiksi, game online.
POLICY ANALYSIS OF THE PHENOMENON OF VIOLENCE AGAINST WOMEN IN INDONESIA AND SOLUTIONS Taufiqurokhman Taufiqurokhman; Arkan Ali Hakim
KHIDMAT SOSIAL: Journal of Social Work and Social Services Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : KHIDMAT SOSIAL: Journal of Social Work and Social Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak:Tujuan penulisan penelitain adalah menganalisa fenomena kekerasan terhadap perempuan di Indonesia dan solusinya. Fenomena kekerasan dianalisas dari empat faktor: (1) budaya; (2) ekonomi’ (3) sosial; (4) politik. Dimana  Tahun 2022 terdapat sekitar 431.236 kekerasan terhadap perempuan, dengan kasus kekerasan fisik: 24.273; kasus kekerasan seksual 146.583 kekerasan psikis dan 150.000 kasus perempuan. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain penelitian deskriptif. Lokus penelitian di Kota Jakarta; Makasar  dan Bandung. Hasil penelitian menyebutkan kekerasan yang disebabkan faktor empat factor, yaitu (1) budaya: antara lain patriarki, kekerasan dalam rumah tangga, dan pandangan bahwa perempuan adalah objek; (2)ekonomi penyebabnya: antara lain kemiskinan, ketimpangan gender, dan kurangnya pendidikan; (3) sosial penyebabnya: antara lain diskriminasi terhadap perempuan, stigma, dan kurangnya kesadaran masyarakat tentang kekerasan terhadap perempuan; (4)politik penyebabnya: antara lain kurang efektifnya penegakan hukum, kurangnya dukungan dari pemerintah, dan kurangnya partisipasi perempuan dalam politik. Solusinya mengatasi empat faktor diatas adalah dengan melakukan berbagai upaya, antara lain: (1) melakukan peningkatan kesadaran masyarakat tentang kekerasan terhadap perempuan; (2) melakukan penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku kekerasan terhadap perempuan; (3) melakukan pemberian dukungan kepada korban kekerasan terhadap perempuan; (4) melakukan pemberdayaan perempuan. Keempat upaya diatas harus dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan agar mencapai tujuan untuk mewujudkan Indonesia bebas dari tindakan kekerasan pada perempuan. Kata Kunci: Analisa Kebijakan, Fenomena-kekerasan perempuan, Indonesia
MENUJU BUDAYA ADVOKASI: PEMBERDAYAAN PEKERJA SOSIAL DALAM PENGEMBANGAN MASYARAKAT meisya larasati, Alfinda; Taufiqurokhman
KHIDMAT SOSIAL: Journal of Social Work and Social Services Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : KHIDMAT SOSIAL: Journal of Social Work and Social Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Advokasi sangat penting dalam pekerja sosial untuk memperjuangkan hak individu atau kelompok rentan, menciptakan perubahan sosial yang signifikan. Advokasi fokus pada tujuan spesifik yang realistis dan terukur, dengan proses membangun mindset dan nilai pada pekerja sosial agar proaktif dan sadar isu sosial. Keterampilan komunikasi dan komitmen menjadi kunci dalam melawan ketidakadilan dan kesenjangan. Pemberdayaan pekerja sosial juga penting dalam pengembangan masyarakat, meningkatkan kapasitas untuk membangun kesejahteraan, kemandirian, dan lingkungan sosial yang inklusif, adil serta berkelanjutan. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini menunjukkan bahwa pekerja sosial tidak hanya menyelesaikan masalah individual, tetapi juga memperhatikan faktor struktural dan sistemik. Dengan memberdayakan masyarakat, pekerja sosial berperan penting dalam pembangunan masyarakat secara keseluruhan yang lebih berkeadilan dan berkelanjutan.
KONTEKSTUALISASI MENGENAI RELEVANSI PRAKTIK PEKERJAAN SOSIAL DALAM PENANGANAN TERORISME Ramadhan, Andrio; Taufiqurokhman
KHIDMAT SOSIAL: Journal of Social Work and Social Services Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : KHIDMAT SOSIAL: Journal of Social Work and Social Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penanganan terorisme kini tidak hanya menjadi tugas penegak hukum, tetapi juga pekerja sosial. Artikel ini membahas peran pekerja sosial dalam penanganan terorisme di berbagai negara serta pelajaran yang dapat diambil untuk Indonesia. Studi menggunakan literatur kredibel dan observasi untuk mengkaji dampak multidimensi serangan terorisme, sejarah pekerjaan sosial dalam konteks ini, praktik di berbagai negara, dan temuan penting untuk pengembangan di Indonesia. Artikel menekankan pentingnya peran pekerja sosial dan tantangan yang harus dihadapi agar penanganan terorisme menjadi komprehensif dan akuntabel. Indonesia disarankan belajar dari keberhasilan dan kegagalan negara lain dalam memperkuat peran pekerja sosial dalam pencegahan dan penanganan isu terorisme, sekaligus mengadvokasi peran tersebut demi kesejahteraan sosial yang lebih baik.
PERAN PEKERJA SOSIAL GENERALIS DALAM PENANGANAN KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN Taufiqurokhman; Risyad Mustafa Midin, Arief; Sahrul, Muhammad; Alawiyah, Tuti; Kusmawati , Ati
KHIDMAT SOSIAL: Journal of Social Work and Social Services Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : KHIDMAT SOSIAL: Journal of Social Work and Social Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekerasan terhadap perempuan merupakan isu global yang serius dan kompleks, termasuk di Indonesia, yang mencakup kekerasan fisik, seksual, psikologis, dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pekerja sosial generalis dalam menangani kekerasan terhadap perempuan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 100 orang yang terdiri dari pekerja sosial, korban kekerasan, dan pihak terkait lainnya, dengan teknik purposive sampling yang menghasilkan 20 responden sebagai sampel. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis tematik melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerja sosial generalis memainkan peran penting dalam memberikan pendampingan, perlindungan, serta advokasi bagi korban kekerasan, dan mereka juga berkontribusi dalam upaya pencegahan melalui edukasi masyarakat serta kolaborasi lintas sektor. Namun, tantangan masih muncul dalam hal keterbatasan sumber daya dan resistensi budaya patriarkal. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan pelatihan bagi pekerja sosial, penguatan jejaring kerja, serta kebijakan yang lebih mendukung perlindungan perempuan dari kekerasan.
MENINGKATKAN KEPEDULIAN TERHADAP GANGGUAN KESEHATAN MENTAL PADA REMAJA Fitri Nurfajriani, Naila; Achdiani, Yani; Nastia, Gina Indah Permata
KHIDMAT SOSIAL: Journal of Social Work and Social Services Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : KHIDMAT SOSIAL: Journal of Social Work and Social Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan mental pada remaja adalah masalah kesehatan masyarakat yang penting dan dapat berdampak jangka panjang pada kesejahteraan individu serta masyarakat. Akan tetapi, perhatian terhadap masalah kesehatan mental di kalangan remaja umumnya rendah, ditunjukkan oleh minimnya pengetahuan, adanya stigma, serta kesulitan dalam memperoleh bantuan. Artikel konseptual ini bertujuan menganalisis serta mensintesis berbagai strategi yang efektif dalam meningkatkan kesadaran tentang masalah kesehatan mental di kalangan remaja. Melalui telaah literatur yang mendalam mengenai penelitian, laporan, dan panduan praktik terbaik, artikel ini menyoroti lima pilar utama dalam peningkatan kepedulian: pendidikan dan peningkatan kesadaran, pembentukan lingkungan yang mendukung, memfasilitasi komunikasi terbuka, mengurangi stigma, serta meningkatkan akses menuju layanan kesehatan mental. Pembahasan menekankan signifikansi penerapan strategi-strategi ini secara terpadu dan melibatkan berbagai pihak yang berkepentingan, seperti keluarga, sekolah, teman-teman, dan lingkungan masyarakat. Dapat disimpulkan bahwa usaha yang terencana dan berkesinambungan untuk meningkatkan kesadaran akan memberikan kontribusi besar terhadap deteksi awal, intervensi yang tepat, dan pada akhirnya, peningkatan kualitas hidup anak muda.
KEBUTUHAN DASAR LANJUT USIA TERLANTAR STUDI KASUS DI LEMBAGA KESEJAHTERAAN SOSIAL PONDOK LANSIA BERDIKARI Bahrudin, Ero Ayu Ajeng; Hamid, Almisar
KHIDMAT SOSIAL: Journal of Social Work and Social Services Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : KHIDMAT SOSIAL: Journal of Social Work and Social Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berikut adalah teks yang sudah dirapikan tanpa mengubah kata, dengan tata letak kalimat yang lebih rapi dan paragraf yang mudah dibaca: Fenomena penelantaran lansia di masyarakat menjadi isu serius karena dampak negatif yang ditimbulkannya, baik secara fisik maupun psikologis. Penelantaran oleh keluarga dapat menyebabkan masalah kesehatan serius bagi lansia, seperti kekurangan gizi, serta masalah psikologis seperti stres dan depresi akibat kesepian. Lansia mengalami berbagai perubahan dalam hidup mereka, termasuk perubahan peran, kondisi fisik, panca indera, kemampuan motorik, kemampuan mental, aktivitas rekreasi, partisipasi sosial, dan minat keagamaan. Setiap perubahan ini memerlukan pemenuhan kebutuhan khusus untuk mengatasi masalah yang muncul. Kualitas hidup lansia sangat terkait dengan pemenuhan kebutuhan mereka. Menurut Hurlock (1980), kebutuhan dasar lansia terbagi menjadi dua, yaitu kebutuhan fisik dan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pemenuhan kebutuhan dasar bagi lansia terlantar di Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia, dengan studi kasus di Pondok Lansia Berdikari menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemenuhan kebutuhan fisik dan psikologis lansia terlantar sebagian besar telah berhasil sesuai dengan teori Hurlock (1980). Untuk kebutuhan fisik, Pondok Lansia Berdikari menyediakan lingkungan yang nyaman dan terkontrol, dengan suhu stabil, pencahayaan yang memadai, kebisingan minimal, dan fasilitas yang aman. Asupan nutrisi dan hidrasi juga diperhatikan secara detail, memastikan lansia mendapatkan gizi yang cukup sesuai dengan kondisi kesehatan mereka. Di sisi psikologis, Pondok Lansia Berdikari menyediakan ruang untuk aktivitas rekreasi dan interaksi sosial yang mendukung kesejahteraan emosional lansia. Namun, pemenuhan kebutuhan religi belum sepenuhnya terpenuhi karena ketidaktersediaan tempat ibadah yang memadai, meskipun program keagamaan telah tersedia.
KETERAMPILAN ADVOKASI PEKERJA SOSIAL DALAM MENDORONG KESEJAHTERAAN MASYARAKAT Anidya, Vinca; Taufiqurokhman
KHIDMAT SOSIAL: Journal of Social Work and Social Services Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : KHIDMAT SOSIAL: Journal of Social Work and Social Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Advokasi bukanlah revolusi, melainkan usaha perubahan sosial melalui saluran demokrasi perwakilan, proses politik, dan legislasi dalam sistem yang berlaku. Keberhasilan advokasi diperoleh jika proses berjalan sistematis, terstruktur, terencana, dan bertahap dengan tujuan jelas untuk mempengaruhi perubahan kebijakan menjadi lebih baik. Keterampilan advokasi adalah ilmu dan seni yang sangat dipengaruhi kemampuan komunikasi tim peneliti. Peningkatan kemampuan komunikasi dapat meningkatkan kinerja tim terutama dalam advokasi. Advokasi selalu berkaitan dengan perubahan kebijakan, regulasi, dan cara lembaga perwakilan menjalankan kebijakan. Ada delapan indikator untuk mengukur Tingkat Kesejahteraan Masyarakat, yakni pendidikan, kemiskinan, tarif hidup, lingkungan perumahan, ketenagakerjaan, kesehatan, kependudukan, dan aspek sosial lainnya. Faktor-faktor ini menjadi penentu dan pendorong kesejahteraan masyarakat.
MENGHADAPI GELOMBANG KEDUA KRISIS KESEHATAN MENTAL SETELAH PANDEMI USAI Salsabila Bilqis, Nisrina; Achdiani, Yani; Nastia, Gina Indah Permata
KHIDMAT SOSIAL: Journal of Social Work and Social Services Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : KHIDMAT SOSIAL: Journal of Social Work and Social Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi COVID-19 telah memberikan dampak yang signifikan dan mendalam terhadap kesehatan mental masyarakat global. Meskipun fase akut pandemi dengan pembatasan ketat telah mereda, kini dunia menghadapi "gelombang kedua" krisis kesehatan mental yang lebih luas, kompleks, dan berkelanjutan. Abstrak ini menguraikan tantangan dan dampak psikologis jangka panjang yang ditimbulkan oleh pandemi yang berkepanjangan, termasuk peningkatan prevalensi gangguan depresi dan kecemasan. Analisis ini akan mengeksplorasi secara mendalam berbagai faktor yang berkontribusi terhadap krisis kesehatan mental pasca- pandemi. Faktor-faktor tersebut meliputi isolasi sosial berkepanjangan yang memicu rasa kesepian dan keterasingan, ketidakpastian ekonomi yang berdampak pada stres finansial dan kekhawatiran akan masa depan, serta kehilangan orang terkasih yang menimbulkan duka mendalam dan trauma emosional. Selain itu, perubahan drastis dalam rutinitas sehari-hari, ketidakpastian global yang berkelanjutan, dan stres akibat trauma kolektif juga menjadi pemicu utama peningkatan masalah kesehatan mental. Abstrak ini juga akan menyoroti pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap isu kesehatan mental pasca-pandemi, dan intervensi yang efektif untuk mencegah memburuknya kondisi. Upaya kolaboratif yang kuat dan terkoordinasi dari berbagai pihak sangat krusial. Keterlibatan aktif pemerintah dalam menyediakan dukungan kebijakan dan sumber daya, peran vital profesional kesehatan mental dalam memberikan layanan dan terapi, kontribusi komunitas dalam membangun jaringan dukungan sosial, serta kesadaran dan inisiatif individu dalam mencari bantuan dan menjaga kesehatan mental diri sendiri, semuanya menjadi elemen kunci dalam membangun ketahanan mental kolektif. Tujuan utama dari abstrak ini adalah untuk menekankan perlunya pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan dalam mengatasi tantangan kesehatan mental yang kompleks ini. Hanya dengan upaya bersama dan strategi yang terencana dengan baik, masyarakat global dapat berupaya mencapai pemulihan dan memastikan kesejahteraan psikologis jangka panjang pasca-pandemi.