cover
Contact Name
Habib Zainuri
Contact Email
habibzainuri@unikarta.ac.id
Phone
+6285246805045
Journal Mail Official
fai@unikarta.ac.id
Editorial Address
Jl. Gunung Kombeng No.27,Melayu, Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur
Location
Kab. kutai kartanegara,
Kalimantan timur
INDONESIA
AZKIYA
ISSN : 26220091     EISSN : 26228424     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
About the Journal EditEdit About the Journal Azkiya: Jurnal Ilmiah Pengkajian dan Penelitian Pendidikan Islam, P-ISSN: 2622-0091, E-ISSN: 2622-8424 is a blind peer-reviewed, published by Fakultas Agama Islam Universitas Kutai Kartanegara Tenggarong, Indonesia, is a peer-reviewed open access international journal published twice in a year (June-December). Azkiya: Jurnal Ilmiah Pengkajian dan Penelitian Pendidikan Islam is a Islamic Education research and article journal. Intended to communicate original researches, methodology and current issues on the subject. Focus and Scope: The subject covers textual and fieldwork studies with various perspectives: Islamic Education Islamic Education Psychology Islamic education thought Development of an Islamic education curriculum Learning Evaluation, Learning Islamic Models Development Learning Media Development.
Articles 147 Documents
AMANAH DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN Muh. Tang S
AZKIYA Vol 5 No 2 (2022): Juli - Desember 2022
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Kutai Kartanegara Tenggarong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53640/azkiya.v5i2.1198

Abstract

Trust is one of the most basic building blocks in interacting with God, humanity, the environment, and oneself. God entrusts only to humans, because only they are capable of carrying it out. To implement this trust, humans must perform their worship to Allah, both mandatory and non-mandatory worship, and trust involves not only material matters but also physical matters. Fulfilling the rights of Allah is a trust, doing good to other people is a trust, taking care of, educating, and supporting one's family, children, and wife is a trust, so all human affairs are trusts that have been entrusted by Allah, therefore human life is given the responsibility of trust that must be accounted for in the hereafter
Konsep Fitrah dan Pengembangannya dalam Perspektif Alquran dan Hadis Rosita; Iskandar; Barni, Mahyuddin
AZKIYA Vol 6 No 2 (2023): Juli - Desember 2023
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Kutai Kartanegara Tenggarong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53640/azkiya.v6i2.1419

Abstract

Merujuk pada tujuan penelitian dengan menggunakan desain metode kajian literature review yang mana berfokus pada pembahasan mengenai konsep fitrah dan pengembangannya dalam persepektif alquran dan hadis. Dari literature yang dilakukan, terdapat beberapa temuan, yaitu: kata fitrah (fathara) yang berarti menciptakan, yaitu untuk menyatakan penciptaan sesuatu, seperti khalaqallahus samawati wal ard dan khalaqal insana min alaq, baik secara al-jism maupun an-nafs, ayat tersebut menggunakan kata khalaqa, artinya menisbatkan pelakunya kepada Allah Swt. Makna fithrah (فطر) juga bisa diartikan kejadian, agama, kesucian, potensi dasar atau tabiat. Dalam pandangan pendidikan Islam fitrah diartikan sebagai potensi manusia yang meliputi kekuatan hidup, akal manusia dan kekuatan spritual keagamaan. Pengembangan fitrah dalam perspektif alquran tidak lepas dari penjelasan ayat alquran dalam QS. Ar-Rum (30): 30 dan penafsirannya memaparkan dengan tegas tentang fitrah manusia, yaitu agar manusia hanya beribadah kepada Allah Swt. Dan beberapa redaksi hadis salah satunya menyebutkan bahwa fitrah berarti kesucian jasmani dan rohani. Namun, tidak menutup kemungkinan dalam proses perkembangan dapat menjadikan anak tergelincir kearah yang jauh dari ajaran Islam, sebab didikan yang salah. Oleh sebab itu, pengembangan fitrah manusia yang hanif dalam pendidikan Islam, salah satunya yaitu dapat dilakukan dengan menanamkan nilai-nilai dan mengolah potensi fitrah anak. Pendidik juga mampu menjadi fasilator bagi pelaksanaan seluruh pengaktualisasian potensi yang dimiliki anak dan didukung dengan kurikulum yang dapat membina seluruh aspek kehidupan manusia dan disusun berdasarkan prinsip-prinsip.
Konsep Kejujuran Dalam Perspektif Al Qur'an Hadits Dan Relevansinya Terhadap Implementasi Pendidikan Karakter Kemendikbud Nasiruddin Al Arifi; Iskandar; Barni, Mahyuddin
AZKIYA Vol 6 No 2 (2023): Juli - Desember 2023
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Kutai Kartanegara Tenggarong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53640/azkiya.v6i2.1421

Abstract

Kejujuran merupakan salah satu nilai moral yang menjadi inti dari karakter manusia. Sebagai prinsip dasar, kejujuran mencerminkan integritas dan kualitas moral yang membangun fondasi kuat bagi individu dan masyarakat. Al Qur’an dan hadits selaku inti dari syariat islam menyebut tema kejujuran dalam berbagai pembahasan. Maka penting kiranya memahami konsep kejujuran sesuai ketentuan Al-Qur’an maupun hadits sehingga dapat memaksimalkan implementasi nilai kejujuran sesuai dengan konsep pendidikan karakter yang di canangkan Kemendikbud. Penelitian library research ini menggunakan pendekatan tematik. Dengan teknik dokumentasi sebagai media pengumpulan data, berupa usaha mengumpulkan data dari dokumen yang berkaitan dengan penelitian. Lalu data dianalisis dengan metode content analysis dan diverifikasi dengan triangulasi sumber. Hasil menunjukkan bahwa kejujuran menurut terminologi bahasa arab biasa disebut sebagai amanah, merujuk pada kejujuran dalam menunaikan hak kepada Allah dan sesama dan sidiq yang merujuk pada karakteristik lurus dan membenarkan janji Allah Swt. Lafadz amanah tersebut sebanyak 14 kali dan sidiq tersebut sebanyak 270 kali dalam Al Qur’an, adapun dalam hadits lafadz amanah tersebut 153 kali dan sidiq sebanyak 645 kali. Konsep kejujuran dalam perspektif Al Qur’an dan hadits bermuara kepada 3 pokok: 1) Pemenuhan hak kepada Tuhan, 2) Pemenuhan hak kepada sesama, 3) Keselarasan antara hati, lisan dan tindakan. Pokok-pokok tersebut menjadi dasar dari karakter kejujuran yang menjadi bagian dari nilai pendidikan karakter yang dicanangkan Kemendikbud
ANALISIS PENDIDIKAN ISLAM DENGAN DISIPLIN ILMU PSIKOLOGI MODERN MELALUI NALURI BERAGAMA Rosadi, Khumaini; M. Abzar Duraesa
AZKIYA Vol 6 No 2 (2023): Juli - Desember 2023
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Kutai Kartanegara Tenggarong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53640/azkiya.v6i2.1422

Abstract

Dalam kajian Islam, khususnya pendidikan Islam, artikel ini mengkaji psikologi sebagai bidang keilmuan. Karena psikologi dan pendidikan Islam memiliki banyak ide dan tujuan yang sama ketika mengkaji permasalahan kehidupan yang berbeda, teori psikologi diperlukan agar studi Islam menjadi lebih tepat dan tepat sasaran. Esai ini merupakan penelitian kepustakaan, artinya ditulis menggunakan metodologi ilmiah kualitatif dan informasi dari perpustakaan. Oleh karena itu, pendekatan yang diambil dalam artikel ini melibatkan eksplorasi berbagai data, termasuk data primer dan sekunder, dengan menggunakan tindakan spesifik berikut ini: membaca dan menganalisis dengan cermat sumber-sumber primer, seperti buku-buku hasil psikologi dan pendidikan Islam. makalah, tesis, atau disertasi terkait. Oleh karena itu, psikologi sebagai ilmu
KONSEP ISLAMISASI ILMU ISMAIL RAJI AL FARUQI DAN RELEVANSINYA DENGAN SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL Al Arifi, Nasiruddin
AZKIYA Vol 8 No 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Kutai Kartanegara Tenggarong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study is motivated by the tension between secular modern science and Islamic spiritual values, which, according to Ismail Raji al Faruqi, has led to an epistemological crisis in the Muslim world. The primary objective of this research is to explore al Faruqi’s concept of the Islamization of knowledge and its relevance to Indonesia’s national education system. This research employs a qualitative method with a thematic approach, using content analysis of al Faruqi’s seminal work Islamization of Knowledge: General Principles and Work Plan and related documentation. The findings reveal that al Faruqi’s concept is rooted in the principle of tawhid (the unity of God), encompassing five unities—God, creation, truth, life, and humanity—and operationalized through twelve strategic steps to reconstruct modern disciplines within an Islamic framework. This concept aligns with the goals of the national education system in promoting religious values and human development, though it differs in its literal epistemological approach
Sinergi Pemerintah Dan Lembaga Pendidikan Dalam Mencapai Tujuan Pendidikan (Studi Analisis Historis Madrasah Nizamiyyah) Al Arifi, Nasiruddin
AZKIYA Vol 7 No 1 (2024): Januari - Juni 2024
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Kutai Kartanegara Tenggarong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53640/azkiya.v7i1.1429

Abstract

Madrasah Nizamiyyah was the first Islamic educational institution that successfully initiated a modern classical education system in the Abbasid era. This success inspired new breakthroughs in the world of Islamic education in the future. This library research study uses a thematic approach with documentation data collection techniques in the form of collecting data from documents that correlate with research. The data was analyzed using the content analysis method and then verified using the source triangulation method. The research results show that the positive synergy between the government and educational institutions has become a mutualistic symbiosis which has a positive impact on both sides. Educational institutions benefit from government regulations that support the development of the education system and the fulfillment of basic needs, while the government benefits from the growing level of literacy and quality of community resources thereby improving the quality of the nation and state globally. Keyword: Synergy, Educational Goals, Education, Nizamiyyah
FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM SUHRAWARDI DITINJAU DARI ASPEK KURIKULUM MERDEKA Subakti, Hani; Khojir, Khojir; Soe’oed, Rahmat
AZKIYA Vol 6 No 1 (2023): Januari - Juni 2023
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Kutai Kartanegara Tenggarong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53640/azkiya.v6i1.1430

Abstract

Suhrawardi yang seorang filosof Persia abad ke-12 dikenal sebagai pendiri aliran filsafat Ishraqi atau "Iluminasi", memadukan unsur-unsur mistisisme dengan logika dan rasionalitas. Suhrawardi mengembangkan teori pengetahuan yang berakar pada 'pengetahuan intuitif' atau pengetahuan batin, yang ia anggap sebagai sumber pengetahuan yang paling murni dan akurat. Dalam konteks pendidikan, Suhrawardi menekankan pentingnya pengembangan kebijaksanaan batin atau intuisi, di samping pengetahuan rasional dan empiris. Baginya, pendidikan sejati tidak hanya melibatkan pengumpulan informasi atau data, tetapi juga pengembangan kepekaan spiritual dan intuitif. Ini mencakup aspek-aspek seperti kontemplasi, meditasi, dan kepekaan terhadap dimensi yang lebih dalam dari realitas.Suhrawardi juga memandang pentingnya integrasi antara ilmu pengetahuan dan etika. Ia percaya bahwa pengetahuan sejati harus membawa individu ke arah kebaikan moral dan pemahaman yang lebih dalam tentang kebenaran universal. Secara keseluruhan, filsafat pendidikan Suhrawardi menawarkan perspektif yang unik dan mendalam, menggabungkan pencarian ilmu pengetahuan dengan perkembangan spiritual dan moral individu. Pendekatannya mencerminkan upaya menghubungkan dunia material dengan realitas spiritual yang lebih tinggi. Suhrawardi tentu tidak secara langsung berbicara tentang "Kurikulum Merdeka" yang merupakan konsep modern. Namun, prinsip-prinsip pendidikan dapat diterjemahkan dan diadaptasi ke dalam konteks kurikulum yang lebih merdeka atau independen dalam pendidikan kontemporer. Pengembangan kecerdasan holistik: menekankan pada pengembangan intelektual yang seimbang dengan kecerdasan spiritual. Pentingnya pengetahuan intuitif dan kontemplatif: menghargai pengetahuan yang didapatkan melalui intuisi dan kontemplasi. Integrasi ilmu pengetahuan dan etika: percaya bahwa ilmu pengetahuan harus diintegrasikan dengan nilai-nilai etis. Pendidikan yang menekankan pencarian kebenaran: mencari kebenaran melalui pendekatan yang menggabungkan filsafat, misticisme, dan logika. Pembelajaran berbasis pengalaman: berdasarkan penekanan pada pengetahuan batin dan intuitif, kurikulum merdeka dapat mengutamakan pembelajaran berbasis pengalaman, di mana siswa belajar melalui kegiatan praktis, proyek, dan eksplorasi langsung. Fleksibilitas dan pilihan siswa: menghormati keunikan setiap individu, kurikulum merdeka dapat memberikan kebebasan bagi siswa untuk mengeksplorasi area minat mereka sendiri, sesuai dengan prinsip Suhrawardi tentang pencarian kebijaksanaan individual
METODE PENDIDIKAN ISLAM MENURUT AL-QUR’AN DAN HADIS Mukmin, Mukmin
AZKIYA Vol 7 No 1 (2024): Januari - Juni 2024
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Kutai Kartanegara Tenggarong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53640/azkiya.v7i1.1431

Abstract

Pendidikan merupakan hal yang sangat kompleks, seseorang pendidik harus menggunakan metode atau cara yang tepat dalam melakukan proses pembelajaran. Didalam Al-Qur’an dan Hadis Nabi Muhammad Saw. banyak dijumpai ayat dan hadis yang berhubungan dengan pendidikan Islam, termasuk diantaranya tentang metode pendidikan Islam. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi metode pendidikan Islam yang terdapat dalam Al-Qur’an dan Hadis. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber data dalam penelitian ini adalah Al-Qur’an, Hadis dan buku-buku ilmiah yang membahas tentang metode pendidikan Islam. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis isi (content analysis), yaitu menganalisis semua data yang telah didapatkan sehingga nantinya akan mendapatkan data yang akurat untuk ditulis dan dapat dikombinasikan sesuai dengan materi data yang dibutuhkan. Hasil kajian ini dapat disimpulkan metode Pendidikan Islam yang terdapat didalam Al-Qur’an dan Hadis adalah 1) Metode ceramah (penyajian), 2) Metode targhib dan tarhib (Reward and Punisment), 3) Metode mau’idzah (nasehat), 4) Metode amtsal (perumpamaan), 5) Metode diskusi, 6) Metode qishah (bercerita), 7) Metode i’adah (pengulangan), 8) Metode hiwar (tanya jawab), dan, 9) Metode keteladanan.
PENERAPAN PROGRAM FULL DAY SCHOOL DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA DI SMA MUHAMMADIYAH TENGGARONG Wati, Narda; Mubarak; Mukmin
AZKIYA Vol 6 No 2 (2023): Juli - Desember 2023
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Kutai Kartanegara Tenggarong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53640/azkiya.v6i2.1433

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi program full day school dalam membentuk karakter siswa di SMA Muhammadiyah Tenggarong. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis penelitian menggunakan pendekatan analisis Miles dan Huberman, dengan melibatkan analisis mengalir melalui beberapa tahap, mulai dari pengumpulan data, kondensasi data, display, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program full day school di SMA Muhammadiyah Tenggarong berperan dalam membentuk karakter siswa. Program ini dilaksanakan melalui kurikulum terpadu dan kegiatan terpadu yang memadukan kurikulum pembelajaran umum dengan pendidikan Islam, meliputi kurikulum K-13, kurikulum mandiri, dan kurikulum keislaman, kemuhammadiyahan, dan bahasa Arab (ISMUBA). Kurikulum ini mencakup akidah, akhlak, sejarah Islam, fikih, serta Al-Qur'an dan Hadits. Metode yang digunakan adalah pembelajaran aktif (student active learning) yang berpusat pada siswa. Untuk membentuk karakter siswa, metode yang digunakan adalah pemahaman, pembiasaan, dan keteladanan. Karakter yang ingin ditanamkan melalui metode ini antara lain karakter religius, yaitu menunjukkan perilaku mulia kepada teman sebaya, guru, orang tua, dan ketaatan dalam menjalankan ajaran agama.
Tranformasi Guru Profesional Penerapan Pendekatan Student Centered Learning (SCL) Devanti, Desilia; Muftiana, Wifda; Mukmin
AZKIYA Vol 6 No 2 (2023): Juli - Desember 2023
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Kutai Kartanegara Tenggarong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53640/azkiya.v6i2.1434

Abstract

Saat ini, pendidikan menghadapi tuntutan yang semakin kompleks dan berkembang pesat. Karena itu, pendekatan pengajaran harus diubah. Student Centered Learning adalah pendekatan yang semakin populer, yang menekankan peran penting siswa dalam proses pembelajaran. Untuk menerapkan pendekatan ini, transformasi guru profesional sangat penting. Guru yang mengalami transformasi profesional dalam konteks Student Centered Learning harus beradaptasi dengan peran yang sangat berubah. Mereka bukan lagi hanya guru yang mengajar siswa, tetapi menjadi fasilitator pembelajaran yang mendorong siswa untuk memecahkan masalah, mengeksplorasi ide-ide, dan memahami konsep secara menyeluruh. Pendekatan Student Centered Learning menekankan kerja sama aktif antara guru dan siswa. Guru harus membuat lingkungan di mana siswa dapat berpartisipasi secara aktif dalam proses pembelajaran, membuat pertanyaan, membuat proyek, dan bekerja sama dengan sesama siswa. Siswa harus terlibat dalam pembelajaran mereka sendiri selama proses ini. Untuk memenuhi tuntutan pendidikan yang berkembang, guru harus berubah untuk menerapkan pendekatan belajar berpusat pada siswa (Student Centered Learning).

Page 8 of 15 | Total Record : 147