Science: Indonesian Journal of Science
Science: Indonesian Journal of Science adalah jurnal multidisiplin ilmu, Indonesian Journal of Sciences merupakan jurnal peer review, open accses yang menerbitkan artikel Penelitian, hasil karya Disertasi, Tesis, Skripsi, Karya Tulis Ilmiah, Makalah Penelitian, Resensi Buku, Study Kasus, Laporan Kasus, Sistematik Review, dll. Jurnal ini berguna bagi tenaga Profesi, mahasiswa, tenaga pengajar, peneliti dan lainnya. Fokus dan scope: Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Lingkungan, Promosi Kesehatan, Kesehatan dan keselamatan Kerja, Administrasi Kebijakan Kesehatan, Manajemen K3, Keperawatan, Farmasi, Ilmu Gizi, Fisioterapi, Radiologi, Psikologi, Kebidanan, Rekam Medis, Teknik Laboratorium Medik, Profesi Kesehatan, Kedokteran umum, Epidemiologi dan aspek kesehatan lainnya, Biologi, Kimia, Fisika, Statistik, Matematika, Peternakan, Pertanian (Agribisnis dan Agroteknologi) Indonesian Juornal of Science terbit 6 kali dalam setahun yaitu Januari, Maret, Mei, Juli, September, November
Articles
257 Documents
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Mata pada Penjahit Konvensi x di Kelurahan Pabuaran Mekar Cibinong Bogor Tahun 2024
Purwati, Nabila Maesya;
Muzakir, Haris
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/science.v1i3.116
Kelelahan mata merupakan suatu gejala yang disebabkan karena sistem penglihatan berada pada keadaan yang tidak optimal terhadap ketajaman penglihatan. Mata merupakan faktor penting. Jika kesehatan mata terganggu, maka dapat mempengaruhi pekerjaan dan dapat mempengaruhi produktivitas kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Mata pada Penjahit Konveksi x di Kelurahan Pabuaran Mekar Cibinong Kabupaten Bogor Tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode cross sectional. Populasi penelitian ini seluruh pekerja penjahit di konveksi x. Sampel dalam penelitian ini 85 pekerja. Teknik sampel yang digunakan total sampling. Pengumpulan data menggunakan alat ukur kelelahan mata menggunakan digital reaction Timer m-PVT dan untuk mengukur pencahayaan menggunakan alat ukur lux meter. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik chi- square. Hasil penelitian ini menunjukan sebanyak 65 pekerja (76,5%) mengalami kelelahan mata, kategori masa tua ≥ 40 tahun sebanyak 57 pekerja ( 67,1%), masa kerja ≥ 3 tahun sebanyak 58 pekerja ( 68,2%), durasi kerja ≥ 8 jam sebanyak 79 ( 92,9%) dan pencahayaan < 300 lux sebanyak 49 pekerja ( 57,6%). Hasil uji statistik diperoleh bahwa variabel yang terdapat hubungan dengan kelelahan mata adalah usia (p-value = 0,033), masa kerja ( p-value = 0,023), variabel tingkat pencahayan (p-value = 0,040). dan variabel durasi kerja yang tidak terdapat hubungan dengan kelelahan mata (p-value=0,139). Oleh karena itu, disarankan bagi konveksi untuk memeriksakan kesehatan mata secara rutin pada pekerjanya untuk mencegah terjadi kelelahan mata yang semakin meningkat.
Faktor faktor Risiko yang Berhubungan dengan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada Pengendara Ojek Online di Wilayah Jatisampurna Kota Bekasi Tahun 2024
Syafitri, Putri Diana;
Muzakir, Haris
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/science.v1i3.119
Carpal Tunnel Syndrome (CTS) yaitu hambatan pada pergelangan tangan, terjadi karena penyempitan terowongan karpal. Gejala yang dialami pada pengidap CTS yaitu nyeri, kesemutan, dan mati rasa. Jenis penelitian adalah kuntitatif dengan metode cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 72 pengendara ojek online yang diambil nenggunakan Non Probability Sampling yaitu teknik Accidental Sampling. Hasil penelitian ini menunjukan sebagian besar pengendara ojek online mengalami gejala Carpal Tunnel Syndrome sebanyak 55 pengendara (76,4%), kategori masa tua ≥ 30 tahun sebanyak 47 pengendara (65,3%), status gizi tidak normal sebanyak 37 pengendara (51,4%), jenis kelamin laki-laki sebanyak 64 pengendara (88,9%), gerakan berulang ≥ 30 kali sebanyak 46 pengendara (63,9%), waktu kerja > 8 jam sebanyak 52 pengendara (72,2%), masa kerja > 4 tahun sebanyak 41 pengendara (56,9%). Hasil bivariat didapatkan variabel yang terdapat berhubungan dengan gejala Carpal Tunnel Syndrome yaitu usia (P-Value = 0,007), status gizi (P-Value = 0,019), gerakan berulang (P-Value = 0,002), waktu kerja (P-Value = 0,004), masa kerja (P-Value = 0,000) dan variabel jenis kelamin yang tidak terdapat hubungan dengan gejala Carpal Tunnel Syndrome (P-Value = 0,671). Disarankan bagi pengendara ojek online selalu melakukan pemanasan pada otot tangan serta mengistirahatkan tangan selama 15-20 menit.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Stres Kerja pada Komunitas Pengemudi Ojek Online di Kota Depok Tahun 2024
Ifadah, Anisa Aulia;
Novianus, Cornelis
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/science.v1i3.120
Stres yang dialami dalam dunia kerja sering disebut dengan stres kerja. Stres kerja ialah jenis bahaya psikososial yang merupakan seseorang yang mengalami perubahan fisiologis dan perilaku terkait dengan pekerjaan. Pengemudi ojek online merupakan salah satu pekerja yang berisiko untuk mengalami stres kerja. Pengemudi yang mengalami stres kerja akan mengakibatkan terjadinya masalah saat mengemudi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Stres Kerja Pada Komunitas Pengemudi Ojek Online di Kota Depok Tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini ada 217 orang. Sampel penelitian ini ada 82 orang yang diambil dengan menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil uji statistik diperoleh bahwa variabel yang terdapat hubungan dengan stres kerja adalah umur (p-value=0,043), lama kerja (p-value=0,029), beban kerja (p-value=0,000), dan kelelahan kerja (p-value=0,002), sedangkan variabel yang tidak terdapat hubungan dengan stres kerja adalah masa kerja (p-value=0,251). Pengemudi diharapkan agar menerima orderan yang sesuai dengan kapasitas dan kondisi pengemudi, melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, menerapkan pola hidup sehat, serta melakukan istirahat dan tidur yang cukup.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan MSDs pada Penjahit di PT. Andria Fesyen Indonesia Tekstile
Kurniawan, Erna Ajriani;
Muzakir, Haris
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/science.v1i3.121
Musculoskeletal disorders merupakan terjadinya gangguan yang mempengaruhi pergerakan tubuh manusia atau sistem muskuloskeletal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan musculoskeletal disorder pada penjahit. Salah satu penyebab musculoskeletal semakin terus meningkat adalah posisi kerja yang tidak ergonomi dan statis. Jumlah populasi sebanyak 60 dan sampel yang digunakan 60 responden, teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengumpulan data menggunakan alat ukur kuesioner NBM metode wawancara, lembar nilai REBA, kamera dan vibration meter. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 39 responden (65%) memiliki keluhan Musculoskeletal disorder. Ada hubungan yang signifikan antara usia (p=0,017), masa kerja (p=0,001), IMT (p=0,002), postur kerja (p=0,001) dengan keluhan Musculoskeletal disorder. Tidak ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin (p=0,256), kebiasaan merokok (p=0,759), getaran (p=0,151) dengan keluhan Musculoskeletal disorder. Bagi penjahit sebaiknya segera melakukan pemeriksaan medis apabila pekerja merasakan keluhan MSDs yang dirasakan secara terus-menerus. Penjahit duduk dengan posisi tubuh tegak dan tidak membungkuk pada saat menjahit. Sehingga pada saat melakukan proses jahit tubuh menjadi nyaman dan aman.
Substitusi Tepung Tempe dan Daun Kelor (Moringa Oleifera) dalam Pembuatan Cookies Mocaf Sebagai Makanan Selingan Balita
Syahputri, Dea Ananda;
Rizqi, Eka Roshifita;
Lestari, Rizki Rahmawati
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/science.v1i3.122
Makanan selingan yang cocok untuk dikonsumsi oleh balita yaitu Cookies mocaf dengan substitusi tepung tempe dan daun kelor. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis substitusi tepung tempe dan daun kelor terhadap tingkat kesukaan dan kandungan gizi pada cookies. Jenis penelitian ini bersifat eksperimental dengan desain penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan 3 perlakuan dan 1 kontrol, dengan perbandingan tepung mocaf, tepung tempe dan daun kelor yaitu F0 (100%), F1 (82%:15%:3%), F2 (75%:20%:5%), F3 (68%:25%:7%). Pengujian dilakukan oleh 25 orang panelis agak terlatih. Analisis uji organoleptik yang digunakan adalah uji ANOVA (p<0,05) dan dilanjutkan dengan uji duncan. Pada penelitian ini diperoleh hasil pada perlakuan F2 (75%:20%:5%) yang merupakan cookies dengan tingkat kesukaan yang tinggi. substitusi tepung tempe dan daun kelor pada cookies memberikan pengaruh nyata pada rasa,warna,aroma tetapi tidak dengan tekstur cookies. Cookies terpilih mengandung protein 9,04 g, zat besi 0,73 g dan vitamin C 5,4mg/ml. 5 keping cookies mocaf dapat memberikan kontribusi terhadap kebutuhan protein, zat besi dan vitamin C pada balita berdasarkan AKG (Angka Kecukupan Gizi).
Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Ibu Hamil Mengkonsumsi Tablet Fe
Safitri, Budi Safitri;
Afrianis, Nur;
Apriyanti, Fitri
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/science.v1i3.124
Kepatuhan mengkonsumsi tablet besi adalah ketaatan ibu hamil melaksanakan anjuran petugas kesehatan untuk mengkonsumsi tablet zat besi. Kepatuhan mengkonsumsi tablet zat besi di ukur dari ketepatan jumlah tablet yang dikonsumsi, ketepatan cara mengkonsumsi tablet zat besi, frekuensi konsumsi perhari. Tujuan penelitian mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga dengan kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet Fe di Puskesmas Tenayan Raya Kota Pekanbaru. Jenis penelitian digunakan kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Tenayan Raya Pekanbaru pada April-Mei 2024 menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuisioner. Analisa data univariat dan Bivariat dengan uji Chi Square. Hasil analisa univariat dari 63 responden terdapat 36 responden (57,1%) patuh, 34 responden (54%) berpengetahuan baik, 37 responden (58,7%) memiliki sikap positif dan 35 responden (55,6%) mendapatkan dukungan dari keluarga. Berdasarkan hasil uji statistic terdapat hubungan pengetahuan (p value = 0,010), sikap (p value = 0,001) , dukungan keluarga(p value = 0,021) dengan kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet Fe. Kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga dengan kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet Fe di Puskesmas Tenayan Raya Kota Pekanbaru. Saran sebagai tambahan pengetahuan bagi ibu hamil dan keluarga untuk meningkatkan kesadaran akan mengkonsumsi tablet Fe selama periode kehamilan.
Hubungan Pengetahuan Gizi Dan Kebiasaan Makan dengan Status Gizi Lebih pada Remaja di SMA Muhammadiyah Rambah Kabupaten Rokan Hulu
Rahayu, Putri;
Aptiyanti, Fitri;
Lasepa, Wanda
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/science.v1i3.125
Gizi lebih dapat meningkat dengan cepat dan dapat ditemui di semua kalangan masyarakat, terutama pada remaja yang memerlukan asupan gizi yang baik untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan fisik dan mental. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan gizi dan kebiasaan makan dengan status gizi lebih pada remaja di SMA Muhammadiyah Rambah. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2024 dengan jumlah sampel 79 responden menggunakan teknik Total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, Pengukuran berat badan dan tinggi badan. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil analisa univariat diperoleh dengan pengetahuan yang baik sebanyak 48 (60,8%), kebiasaan makan yang baik sebanyak 40 (50,6%) dan remaja yang mengalami gizi lebih 43 (54,4%). Hasil uji Chi-Square ditemukan tidak ada hubungan antara pengetahuan gizi dengan status gizi lebih (p value = 0,452), ada hubungan antara kebiasaan makan dengan status gizi lebih (p value = 0,000). Kesimpulan tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi dengan status gizi dan ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan makan dengan status gizi lebih pada remaja di SMA Muhammadiyah Rambah di Kabupaten Rokan Hulu. Saran diharapkan bagi responden untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi seimbang serta melakukan aktivitas fisik untuk menjaga status gizi yang baik.
Hubungan Pengetahuan Ibu dan Perilaku Picky Eating dengan Kejadian Stunting pada Balita Studi Wilayah Kerja Puskesmas Purnama Kota Dumai
Trisdeaty, Muthia;
Afrinis, Nur;
Apriyanti, Fitri
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/science.v1i3.126
Balita adalah masa penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak, di mana stunting menjadi salah satu masalah utama yang sering terjadi. Stunting ditandai dengan tinggi badan yang kurang akibat kekurangan gizi, yang dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan ibu dan perilaku makan, seperti picky eating. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu dan perilaku picky eating dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Purnama, Kota Dumai. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 151 sampel yang dipilih secara acak sederhana. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran antropometri, serta dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dan kejadian stunting, serta hubungan antara perilaku picky eating dengan kejadian stunting (p-value < 0,05). Kesimpulannya, baik pengetahuan ibu maupun perilaku picky eating berpengaruh terhadap kejadian stunting. Oleh karena itu, disarankan agar Puskesmas memberikan penyuluhan tentang pencegahan stunting dan pentingnya gizi seimbang untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang kesehatan balita.
Hubungan Body Image dan Perilaku Makan dengan Kejadian Gizi Kurang pada Siswa SMAN 1 Pekanbaru
Alfiyah, Raihanah;
Rizky, Eka Roshifita;
Azzahri, Lira Mufhti
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/science.v1i3.127
Masalah gizi kurang adalah masalah yang sering terjadi di usia remaja. Banyak faktor yang mempengaruhi status gizi remaja, seperti body image dan perilaku makan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan body image dan perilaku makan dengan kejadian gizi kurang pada siswa SMA Negeri 1 Pekanbaru. Penelitian dilaksanakan pada Juni 2024. Metode penelitian yang digunakan yaitu cross-sectional study. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling, jumlah sampel 98 siswa kelas X dan XI. Analisis data univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square (α = 0,05). Hasil penelitian pada siswa menunjukkan bahwa sebanyak 71% memiliki body image positif, 51% memiliki perilaku makan baik dan 13,3% status gizi kurang. Terdapat hubungan signifikan antara body image dan perilaku makan dengan kejadian gizi kurang (p < 0,017 dan p < 0,000). Kesimpulan terdapat hubungan antara body image dan perilaku makan dengan kejadian gizi kurang pada siswa SMA Negeri 1 Pekanbaru. Saran yang dapat diberikan agar dilakukan pemberian motivasi kepada remaja untuk mempertahankan body image positif dan perilaku makan baik.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Keluhan Subjektif Asthenopia pada Penjahit Garmen di PT. X Tahun 2024
Saputri, Deniya Mega Eka;
Setyawan, Arif
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/science.v1i3.128
Asthenopia yang juga dikenal sebagai kelelahan mata adalah ketegangan pada mata yang disebabkan oleh penggunaan indera penglihatan dalam bekerja yang memerlukan kemampuan melihat dalam waktu yang lama dan disertai dengan kondisi penglihatan yang tidak nyaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan subjektif asthenopia pada penjahit garmen. Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah keluhan asthenopia, usia, kelainan refraksi mata, masa kerja, durasi kerja, dan pencahayaan. Jenis metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel pada penelitian adalah 75 pekerja penjahit garmen dengan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner Visual Fatigue Index (VFI) dan dilakukannya pengukuran menggunakan lux meter. Analisis data pada penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 75 responden yang mengalami keluhan asthenopia sejumlah 41 (54,7%), serta terdapat hubungan antara keluhan asthenopia dengan usia (Pvalue = 0,000), kelainan refraksi mata (Pvalue = 0,013), masa kerja (Pvalue = 0,001) dan pencahayaan (Pvalue = 0,034). Disarankan untuk memperbarui tingkat pencahayaan yang sesuai standar, memberikan pengaturan waktu istirahat serta pelatihan pada para penjahit untuk menghindari keluhan asthenopia.