cover
Contact Name
-
Contact Email
tugaspsi@uhamka.ac.id
Phone
+6282255115400
Journal Mail Official
tugaspsi@uhamka.ac.id
Editorial Address
Jl. Limau 2 , Kebayoran Baru, Jakarta Selatan DKI Jakarta 12130
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
JIPP
ISSN : 26859157     EISSN : 24773158     DOI : -
The editorial board would like to receive manuscripts submitted via the online submission system. Make sure that the manuscripts meet the scope and submission guidelines of the journal. For more detailed information, please refer to the terms and conditions of Jurnal Ilmiah Penelitian Psikologi: Kajian Empiris dan Non-Empiris. JIPP is providing a platform for the researchers, academicians, professionals, practitioners, and students to impart and share knowledge in empiric and non-empiric studies in psychology.
Articles 109 Documents
Pengaruh Moral Judgment dan Kecerdasan Emosi terhadap Perilaku Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Pengakses Pornografi di Internet Fauziyah, Nia Rosmalina
Jurnal Ilmiah Penelitian Psikologi Vol 2 No 1 (2016): 2016
Publisher : Psikologi UHAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jippuhamka.v2i1.9204

Abstract

Salah satu dampak negatif dari internet adalah pornografi. Jika pengakses pornografi dibiarkan secara terus menerus hal ini dapat merusak moral serta individu tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh moral judgment dan kecerdasan emosi terhadap perilaku siswa yang mengakses pornografi di internet. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 122 orang siswa yang berusia 15 sampai 19 tahun. Jumlah responden laki-laki adalah 68 orang, sedangkan jumlah responden perempuan adalah 54 orang. Pengumpulan data menggunakan skala Moral Competence Test (MCT) untuk moral judgment, lalu skala Trait Emotional Intelligence Questionnaire (TEIQUE-SF) untuk kecerdasan emosi dan skala Pornografi Craving Quesionnaire (PCQ) untuk mengakses pornografi. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik regresi. Hipotesa dalam penelitian ini tidak terbukti. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh tidak signifikan dengan nilai F= 0,237 pada tingkat α > 0,05. Sementara analisa tambahan jika dipisahkan responden menurut jenis kelamin menghasilkan kesimpulan tambahan yaitu moral judgment dan kecerdasan emosi pada responden laki-laki berkolerasi -0,214 pada tingkat α < 0,05 dengan α=0,040.Sementara mengakses pornografi dan kecerdasan emosi pada responden perempuan berkolerasi 0,255 pada tingkat α < 0,05 dengan α= 0,031.
Hubungan Etnosentrisme dan Wisdom pada Masyarakat Komunitas Betawi Baihaqi, Annas
Jurnal Ilmiah Penelitian Psikologi Vol 2 No 1 (2016): 2016
Publisher : Psikologi UHAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jippuhamka.v2i1.9205

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterhubungan antara etnosentrisme masyarakat etnis tertentu dengan wisdom (kearifan). Etnosentrisme merupakan sikap yang melibatkan perasaan yang kuat untuk mementingkan kelompok etnisnya sendiri. Hal tersebut ditunjukkan dengan melibatkan beberapa ekspresi pada kelompoknya sendiri dan kelompok lain (Boris Bizumic dkk, 2009). Sementara kearifan didefinisikan sebagai kombinasi dari karakteristik-karakteristik kepribadian yang mencakup kognitif, reflektif dan afektif dari tradisi kearifan masyarakat timur (Ardelt, 1997). Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kuantitatif dengan anggota sebuah komunitas etnis Betawi (N = 100; usia 20-55 tahun) sebagai partisipan penelitian. Instrumen yang digunakan Skala Etnosentrisme yang dikembangkan oleh Boris Bizumic,dkk (2009) dan Three-Dimensional Wisdom Scale (3D-WS) yang dikembangkan oleh Ardelt (2003). Hasil analisa menggunakan Pearson Correlation diperoleh R sebesar -0,326 (Sign.P<0.01) yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara etnosentrisme dengan wisdom pada masyarakat komunitas betawi.
Analisa Validitas dan Reliabilitas Tes Kesabaran Versi Kedua pada Mahasiswa Lestari, Anggun; Rozi, Fahrul
Jurnal Ilmiah Penelitian Psikologi Vol 2 No 1 (2016): 2016
Publisher : Psikologi UHAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jippuhamka.v2i1.9206

Abstract

Tidak seperti aspek fisik, konstruk psikologis memerlukan proses yang lebih rumit dalam pengukurannya. Suatu konstruk psikologis memerlukan konsep teoritik yang jelas untuk dapat dikuantifikasikan dalam bentuk skala atau tes psikologi. Selain itu, penting untuk memastikan keterpercayaan dan ketepatan alat ukur dalam memberikan hasil mengenai konstruk yang diukur. Dalam hal ini integrasi ilmu psikologi dan Islam mendorong para ilmuwan psikologi untuk membangun konsep yang lebih empiris mengenai kesabaran. Dan dilanjutkan dengan melakukan pengembangan instrumen ukurnya. Maka penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisa validitas dan reliabilitas tes kesabaran versi kedua. Penelitian ini menggunakan tes kesabaran versi pertama dan versi kedua yang dikembangkan oleh El-Hafiz, dkk (2012, 2015). Tes kesabaran versi kedua memiliki dua jenis tes dalam konteks pendidikan dan pekerjaan, dengan dua kondisi pada setiap konteks yaitu senang-sedih. Penelitian ini menggunakan tes kesabaran versi kedua dalam konteks pendidikan karena melibatkan 88 mahasiswa aktif program S1. Berdasarkan hasil analisa dengan teknik paralel form dan multimethod, diperoleh bahwa tes kesabaran versi kedua dalam konteks pendidikan berkorelasi dengan tes kesabaran versi pertama. Dengan diperolehnya validitas dan reliabilitas yang baik pada tes kesabaran versi pertama dan adanya korelasi antara kedua tes, maka dapat dikatakan bahwa tes kesabaran versi kedua juga memiliki validitas dan reliabilitas yang sama baik.
RELIGIUSITAS DAN SPIRITUALITAS: KONSEP YANG SAMA ATAU BERBEDA? Amir, Yulmaida; Lesmawati, Diah Rini
Jurnal Ilmiah Penelitian Psikologi Vol 2 No 2 (2016): 2016
Publisher : Psikologi UHAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jippuhamka.v2i2.9208

Abstract

Perbedaan para ahli dalam membuat konsep religiusitas dan spiritualitas telah menyebabkan munculnya beragam konsep keduanya dan membawa dampak pada perbedaan hasil penelitian yang cukup jauh. Tulisan ini memaparkan historis terjadinya perbaan religiusitas dan spiritualitas, serta berbagai pendapat dan konsep yang dijukan para ahli. Dari beragamnya pengertian dan definisi dapat diambil kesimpulan bahwa religiusitas dan spiritualitas berbeda. Religiusitas memiliki dasar keyakinan teologi (Ketuhanan) sesuai dengan agama tertentu, memiliki pedoman mengenai cara, metode dan praktek ibadah, dan berfungsi membantu individu memahami pengalaman-pengalaman hidupnya. Spiritualitas tidak memiliki dasar keyakinan teologis maupun praktek ibadah tertentu, tetapi memiliki fungsi membantu individu memahami pengalaman hidupnya.
PERAN MEDIATOR DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA DALAM HUBUNGAN POLA ASUH DEMOKRATIS DENGAN IDENTITAS DIRI REMAJA Rozi, Fahrul
Jurnal Ilmiah Penelitian Psikologi Vol 2 No 2 (2016): 2016
Publisher : Psikologi UHAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jippuhamka.v2i2.9209

Abstract

Pola asuh demokratis dapat mendorong terbentuknya identitas diri remaja dengan tidak menafikan peran dukungan sosial teman sebaya dalam pembentukan identitas diri tersebut. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peran peran mediator dukungan sosial teman sebaya dalam hubungan antara pola asuh demokratis dengan identitas diri remaja. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 200 responden. Penelitian ini menggunakan tiga koesioner yaitu skala dukungan sosial teman sebaya yang disusun oleh Nicola S. Huff (dalam Kamil, 2014), Parental Authory Questioner Scale (PAQ) dan skala Identitas diri remaja yang disusun oleh Naomi Kaha (2012). Penelitian ini mencari keterhubungan antara Pola Asuh Demokratis dengan Pencapaian Identitas Diri Remaja yang dimediasi oleh Dukungan Sosial Teman Sebaya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya peran mediasi dukungan sosial rekan dalam hubungan antara gaya pengasuhan yang demokratis dengan identitas diri remaja.
SYUKUR DALAM PSIKOLOGI ISLAM DAN KONSTRUKSI ALAT UKURNYA Rusdi, Ahmad
Jurnal Ilmiah Penelitian Psikologi Vol 2 No 2 (2016): 2016
Publisher : Psikologi UHAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jippuhamka.v2i2.9210

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana konsep syukur dalam psikologi Islam dan konstruksi alat ukurnya. Berdasarkan studi literatur, syukur adalah rida atas nikmat Allah dan beramal atasnya. Syukur yang berbentuk rida dengan hati dan mengetahui dengan ilmu (ma'rifah al-ni'mah) merupakan dimensi internal dari bersyukur (al-shukr al-dākhiliah). Tidak cukup dikatakan bersyukur tanpa adanya respon berupa tindakan eksternal (al-shukr al-khārijiyah) baik secara lisan maupun perbuatan. Dua dimensi tersebut telah ditemukan juga dengan analisis faktor. Konsistensi alat ukur ini berdasarkan Cronbach Alpha sebesar 0,855, berdasarkan Guttman Split Half Coeffecient sebesar 0,836. Validitas kriteria dari alat ukur ini ditunjukkan dari korelasinya dengan sabar (0,637), kanaah (0,490), kemaafan (0,620), rida (0,684), dan tawakal (0,597). Diperlukan studi lanjut mengenai alat ukur ini, khususnya untuk menambah jumlah responden dan melakukan analisis faktor konfirmatori. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa penyususnan alat ukur memerlukan beragam teori mengenai dimensi sehingga lebih mudah disesuaikan dengan hasil empirik.
PENGEMBANGAN KOMPETENSI REFLEKSI PENDIDIK ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN MENULIS El Hafiz, Subhan
Jurnal Ilmiah Penelitian Psikologi Vol 2 No 2 (2016): 2016
Publisher : Psikologi UHAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jippuhamka.v2i2.9211

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektifitas program pelatihan yang dilakukan dengan tujuan meningkatkan kompetensi pendidik di PAUD melalui proses pelatihan menulis yang berupaya mendorong partisipan berlajar dari pengalaman. Adapun partisipan penelitian berjumlah 11 orang yang berasal dari 3 (tiga) PAUD di sekitar Ciputat, Tangerang Selatan. Metode yang digunakan adalah action research berupa kegiatan dilakukan dengan beberapa rangkaian kegiatan pelatihan yang dibungkus dengan kegiatan pelatihan menulis dimana setiap pendidik diminta untuk menuliskan pengalamannya dan menjelaskan hal apa yang dipelajari dari pengalaman tersebut. Hasilnya para pendidik yang terlibat dalam kegiatan ini mampu didorong untuk terus mengembangkan dirinya dengan belajar dari pengalamannya sendiri.
Hubungan antara Kesabaran dan Academic Self-efficacy pada Mahasiswa Nugraheni, Rizka Fitri; El Hafiz, Subhan; Rozi, Fahrul
Jurnal Ilmiah Penelitian Psikologi Vol 2 No 2 (2016): 2016
Publisher : Psikologi UHAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jippuhamka.v2i2.9212

Abstract

Penelitian ini berusaha mencari tahu apakah terdapat hubungan antara kesabaran dengan academic self-efficacy sebagai konstruk yang sering dibahas dalam psikologi pendidikan. Partisipan adalah 108 mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Instrumen penelitian meliputi Kuesioner Kesabaran (El Hafiz et al., 2013) dan College Questionnaire Academic Self-efficacy (Owen & Froman, 1988) yang diadaptasi. Data diolah dengan teknik korelasi Pearson. Hasil analisis statistik menyatakan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara kesabaran dan academic self-efficacy. Temuan ini dapat berkontribusi terhadap konstruksi teori sabar dan memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai makna sabar pada masyarakat.
PENGARUH PERILAKU DOMINAN DAN KOMITMEN PERKAWINAN TERHADAP KEBAHAGIAAN PERKAWINAN PADA ISTRI BEKERJA YANG MEMILIKI PENGHASILAN LEBIH TINGGI DARI SUAMI Rachmayani, Fajriah; Kumala, Anisia
Jurnal Ilmiah Penelitian Psikologi Vol 2 No 2 (2016): 2016
Publisher : Psikologi UHAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jippuhamka.v2i2.9213

Abstract

Fenomena istri bekerja dengan penghasilan lebih tinggi dari suami kadang memicu timbulnya konflik dalam rumah tangga. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh perilaku dominan dan komitmen perkawinan terhadap kebahagiaan dalam fenomena tersebut. Subjek penelitian ini adalah 100 orang istri dengan kriteria bekerja dan berpenghasilan lebih tinggi dari suaminya, yang mana pengambilan subjek tersebut secara purposive sampling. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan skala dominasi dalam perkawinan yang diadaptasi dari the dominance scale (Hamby, 1996), skala komitmen perkawinan yang diadaptasi dari marital commitment scale (Johnson dkk, 1999) dan skala kebahagiaan pernikahan yang diadaptasi dari marital happiness scale (Zhang dkk, 2013). Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi berganda, yang memperoleh hasil bahwa dominasi memiliki pengaruh terhadap kebahagiaan perkawinan dengan R sebesar -0,584, R2 0,341 pada level sign.P < 0,01. Sedangkan komitmen perkawinan terhadap kebahagiaan perkawinan memiliki R sebesar 0,671 dan R2 sebesar 0,450 dengan signifikansi sign.P < 0,01. Selanjutnya dominasi dan komitmen perkawinan secara bersama-sama mempengaruhi kebahagiaan perkawinan dengan R sebesar 0,788, R2 0,621 pada level signifikansi sign.P < 0,01. Artinya, dominasi dan komitmen perkawinan berkontribusi terhadap kebahagiaan perkawinan sebesar 62,1% dan 37,9% variabel lain yang tidak diketahui dalam penelitian ini.
Dari Mengabaikan ke Menolong: Tinjauan Studi Bystander-Effect Fahmi, Abu Bakar
Jurnal Ilmiah Penelitian Psikologi Vol 3 No 1 (2017): 2017
Publisher : Psikologi UHAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jippuhamka.v3i1.9214

Abstract

Penelitian tentang bystander-effect, yakni bahwa kehadiran orang lain pada suatu keadaan darurat mengurangi kemungkinan seseorang memberikan bantuan, telah dilakukan oleh banyak peneliti sejak dirintis oleh Bill Latane dan John Darley pada tahun 1968. Tulisan ini menunjau tentang studi bystander-effect dengan memaparkan paradigma penelitian dan proses terjadinya bystander-effect, adanya bystander-effect yang positif, dan beberapa penelitian kontemporer tentang bystander-effect. Dari beberapa penelitian kontemporer tersebut terungkap adanya pergeseran sudut pandang peneliti dari bystander-effect yang negatif, sebagaimana ditunjukkan dalam penelitian klasik, menuju bystander-effect yang positif, yakni bahwa kehadiran orang lain justru membuat seseorang mau membantu. Adanya implicit bystander-effect, public self­-awareness, dan kesamaan identitas sosial membuat seseorang, meskipun banyak orang lain di sekitarnya, tergerak membantu saat berada pada situasi yang membutuhkan pertolongan.

Page 2 of 11 | Total Record : 109