cover
Contact Name
-
Contact Email
tugaspsi@uhamka.ac.id
Phone
+6282255115400
Journal Mail Official
tugaspsi@uhamka.ac.id
Editorial Address
Jl. Limau 2 , Kebayoran Baru, Jakarta Selatan DKI Jakarta 12130
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
JIPP
ISSN : 26859157     EISSN : 24773158     DOI : -
The editorial board would like to receive manuscripts submitted via the online submission system. Make sure that the manuscripts meet the scope and submission guidelines of the journal. For more detailed information, please refer to the terms and conditions of Jurnal Ilmiah Penelitian Psikologi: Kajian Empiris dan Non-Empiris. JIPP is providing a platform for the researchers, academicians, professionals, practitioners, and students to impart and share knowledge in empiric and non-empiric studies in psychology.
Articles 109 Documents
Peran Kepemimpinan Profetik dan Pemberdayaan Psikologis dalam Membangun Keterikatan Kerja Karyawan Widiasih, Puti Archianti
Jurnal Ilmiah Penelitian Psikologi Vol 3 No 1 (2017): 2017
Publisher : Psikologi UHAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jippuhamka.v3i1.9215

Abstract

Keterlibatan kerja merupakan isu penting dalam efektivitas organisasi. Keterlibatan kerja akan terkait dengan kinerja karyawan yang lebih baik. Pekerja yang terlibat sering mengalami emosi positif, mengalami kesehatan yang lebih baik, dan juga menciptakan pekerjaan dan sumber daya pribadi mereka sendiri. Keterlibatan kerja ditemukan berhubungan positif dengan sumber daya pekerjaan termasuk dukungan sosial dari atasan dan kesempatan untuk belajar dan berkembang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kesejahteraan kerja kenabian, gaya kepemimpinan dan pemberdayaan psikologis sebagai prediktor keterlibatan kerja. Penelitian ini mengumpulkan data dari 239 karyawan dan menggunakan analisis regresi berganda. Hasil menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan profetik dan pemberdayaan psikologis telah berkontribusi terhadap keterikatan kerja melalui R² sebesar 0,112. Artinya kontribusi dari kepemimpinan profetik dan pemberdayaan psikologis secara simultan yang mempengaruhi keterikatan kerja karyawan sebesar 11,2%, sisanya sebesar 88.8% akan dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini.
Keluarga Sakinah Dalam Pandangan Masyarakat Kumala, Anisia; Tresnawati, Yulistin
Jurnal Ilmiah Penelitian Psikologi Vol 3 No 1 (2017): 2017
Publisher : Psikologi UHAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jippuhamka.v3i1.9216

Abstract

Keluarga adalah institusi terkecil masyarakat yang dianggap sebagai salah satu penentu masa depan bangsa. Setiap orang mendambakan keluarga bahagia. Masyarakat Indonesia lazim menyebutkan keluarga sakinah sebagai gambaran keluarga ideal yang diharapkan setiap suami, istri dan anggota keluarga lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat Indonesia tentang makna keluarga sakinah. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan open-ended questionnaire dan multi respon, kemudian dianalisis secara kualitatif dengan coding dan kategorisasi, kemudian dilakukan analisa deskriptif. Responden untuk penelitian ini adalah masyarakat di DKI Jakarta sebanyak 300 orang. Dari penelitian ini didapatkan 5 kategori makna keluarga sakinah yaitu ketentraman lahir dan batin (46,6%), cinta dan kasih sayang (24.9%), keluarga yang religious (17.9%), ketercukupan materi (5.2%) serta kesetaraan antara suami dan istri (5.4%). Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pada laki-laki ketercukupan materi menjadi makna yang lebih penting dibandingkan kesetaraan, sedangkan perempuan lebih memfokuskan pada kesetaraan hubungan suami dan istri daripada ketercukupan materi. Pada orang yang belum menikah juga memperlihatkan lebih pentingnya ketercukupan materi, sementara pada orang yang sudah menikah dan pernah menikah lebih mementingkan kesetaraan dibandingkan materi.
Qana'ah pada Mahasiswa Ditinjau dari Kepuasan Hidup dan Stres Saputro, Iswan; Hasanti, Annisa Fitri; Nashori, Fuad
Jurnal Ilmiah Penelitian Psikologi Vol 3 No 1 (2017): 2017
Publisher : Psikologi UHAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jippuhamka.v3i1.9217

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kepuasan hidup dan stres terhadap qana'ah pada mahasiswa. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 105 mahasiswa. Analisis data yang digunakan adalah regresi berganda dan uji beda. Qana'ah diukur menggunakan skala qana'ah dari Rusdi (2016) (Cronbach's Alpha = 0,810), kepuasan hidup diukur menggunakan Satisfaction Life Scale (SWLS) yang telah diujicobakan oleh Krisnawati (2015) yang mengacu pada teori Diener, dkk (1985) (Cronbach's Alpha 0,828), dan stres diukur menggunakan skala yang telah diujicobakan oleh Sari dan Uyun (2016) yang merujuk pada aspek-aspek stres dari Sarafino (2012) (Cronbach's Alpha = 0,869). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kepuasan hidup dan stres terhadap qana'ah pada mahasiswa ( p = 0.002, F = 6.559 ). Selain itu, terdapat hubungan positif yang signifikan antara kepuasan hidup dan qana'ah pada mahasiswa ( p = 0.003, r = 0.267 ) dan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara stres dan qana'ah pada mahasiswa ( p = 0.005, r = -0.249 ).
Pemberian konseling kelompok untuk meningkatkan empati pelaku bullying di Sekolah Kedinasan Negeri Bandung Timur Utari, Riyanda
Jurnal Ilmiah Penelitian Psikologi Vol 3 No 1 (2017): 2017
Publisher : Psikologi UHAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jippuhamka.v3i1.9218

Abstract

Empati merupakan salah satu aspek dalam kecerdasan emosional yang dibutuhkan seseorang untuk berinteraksi sosial. Di dalam dunia pendidikan khususnya tingkat perguruan tinggi, rendahnya empati dapat menjadi salah satu penyebab maraknya bullying di antara senior terhadap junior. Mahasiswa dengan empati rendah membuat dirinya kurang mampu merespon tekanan dan ketidaknyamanan yang dialami oleh orang lain, karena orang yang rendah empatinya tidak mampu memahami pengalaman emosi yang dialami oleh orang lain. Orang yang kurang empati tidak mampu menghubungkan perilaku anti sosial dalam hal ini bullying yang dilakukannya dengan reaksi emosi orang lain. Dikarenakan penelitian dilakukan pada Perguruan Tinggi Kedinasan di Bandung Timur yang mencetak pamong atau abdi masyarakat nantinya, kiranya tidaklah berlebihan apabila empati sangat dibutuhkan untuk dapat memahami problematika yang ada dalam masyarakat, dan seorang aparat pemerintahan yang tidak memiliki empati yang tinggi akan dengan mudah melakukan pelanggaran dalam masyarakat seperti kecurangan, bullying dalam masyarakat, ingin menang sendiri hingga korupsi. Oleh karena itu metode konseling khususnya konseling kelompok menjadi dibutuhkan sebagai problem solving mengurangi perilaku bullying di perguruan tinggi kedinasan tersebut dengan meningkatkan empati yang dimilikinya, karena dalam konseling kelompok diharapkan dapat menghantarkan konseli mencapai insight (pemahaman) tentang diri konseli sendiri sehingga pemikiran-pemikiran irasional yang sebelumnya ada, seperti perasaan lebih unggul, senioritas, serta percaya diri berlebihan dapat berubah menjadi pemikiran rasional. Berdasarkan perhitungan statistik deskriptif, dapat diperoleh data bahwa ada peningkatan empati dari sebelum dan sesudah diberikan konseling kelompok yaitu sebesar 27,88%. Aspek dari empati yang memiliki perubahan signifikan adalah aspek perhatian 53,13% dan fantasi 42,11%. Ini menunjukkan adanya pengaruh konseling kelompok terhadap empati seseorang.
Efek Model Sosialisasi Agama pada Religiusitas Amir, Yulmaida
Jurnal Ilmiah Penelitian Psikologi Vol 3 No 2 (2017): 2017
Publisher : Psikologi UHAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jippuhamka.v3i2.9219

Abstract

Agama diturunkan dan diajarkan melalui agen sosialisasi. Namun ada beberapa model dalam sosialisasi agama dan tulisan ini ingin menggambarkan bagaimana pengaruh model sosialisasi agama terhadap religiusitas.
Hubungan Islamic Parenting, Dan Kualitas Pribadi (Religiusitas, Self Control) Terhadap Empati Remaja Trihandayani, Dewi
Jurnal Ilmiah Penelitian Psikologi Vol 3 No 2 (2017): 2017
Publisher : Psikologi UHAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jippuhamka.v3i2.9220

Abstract

Berkembangnya gadget dewasa ini, membuat remaja menjadi sibuk dengan dirinya sendiri. Maraknya media sosial, games dan kemudahan mengakses informasi berhasil menarik perhatian remaja untuk ikut terlibat didalamnya. Akan tetapi, hal tersebut membuat remaja tidak peka terhadap lingkungan sosialnya Remaja seringkali tidak mengetahui dan menyadari apa yang terjadi dengan anggota keluarganya yang lain. Orangtua seringkali tidak cukup kuat untuk dijadikan model bagi berkembangnya kontrol diri dan religiusitas pada remaja. Dimana kedua hal ini diduga juga mengambil peran pada kemampuan anak dalam berempati. Oleh sebab itu penelitian ini mencoba untuk menggali Hubungan Islamic Parenting, religiusitas, self control terhadap empati remaja. Penelitian ini dilakukan dengan melibatkan remaja SMK/SMA sebanyak 150 orang. Data pada penelitian ini diolah dengan metode regresi bertingkat yang dibantu dengan program SPSS versi 23. Penelitian in imenunjukkan hasil bahwa ternyata Islamic Parenting memiliki hubungan dengan kemampuan berempati dan religiusitas). Religiusitas dan self control pada penelitian ini terbukti tidak memiliki hubungan dengan empati. Masuknya Islamic Parenting bersama dengan religiusitas dan self control ternyata memberikan perubahan yang besar. Secara bersama Islamic Parenting, religiusitas dan self control memiliki pengaruh sebesar 4.5% terhadap empati. Semakin tinggi remaja mempersepsikan dirinya dibesarkan oleh orangtua dengan Islamic Parenting maka religiusitas dan self controlnya akan meningkat, dan bersama-sama mereka juga meningkatkan kemampuan empati remaja. Hal ini disebabkan karena empati dipelajari anak melalui pembelajaran, melihat, dan merasakan langsung cara orangtua berinteraksi dan mencoba memahami diri remaja tersebut.
Gambaran Pola Identifikasi Generasi Milenial Dalam Memilih Tokoh Politik Melalui Media Sosial Andriyani, Tereni; Zahra, Sofia; Swasti, Dian Daru
Jurnal Ilmiah Penelitian Psikologi Vol 3 No 2 (2017): 2017
Publisher : Psikologi UHAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jippuhamka.v3i2.9221

Abstract

Dengan penyebaran informasi yang cepat, media sosial dapat dijadikan sebuah alat untuk menyampaikan suatu nilai dari pihak tertentu dalam jumlah masif. Media sosial dapat menjadi sebuah alat bagi generasi milenial mengenal lebih jauh tokoh politik. Belum banyak penelitian yang mengeksplorasi pola identifikasi generasi milenial dalam memilih tokoh politik melalui media sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui proses generasi milenial mengenal lebih jauh dalam mengidentifikasi tokoh politik lewat media sosial, yang akhirnya akan mempengaruhi partisipan politik. Metode yang digunakan adalah kualitatif yang melibatkan 10 orang responden dengan usia 18–25 tahun. Teknik pengambilan data dilakukan dengan observasi dan wawancara terstruktur. Pola identifikasi yang dilakukan memperlihatkan beberapa aspek penting yang akan didalami lebih jauh, yaitu cara kerja, karakter, latar belakang calon politik dan kontribusi terhadap masyarakat. Dari hal tersebut dapat disimpulkan citra diri dan rekam jejak dari tokoh politik dalam media sosialnya sangat penting dalam menarik perhatian pemilih muda.
Memprediksi Kreativitas Generasi Millenial di Tempat Kerja Archianti, Puti
Jurnal Ilmiah Penelitian Psikologi Vol 3 No 2 (2017): 2017
Publisher : Psikologi UHAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jippuhamka.v3i2.9222

Abstract

Generasi millennial saat ini sudah mendominasi pasar kerja yang ada di Indonesia. Dengan karakteristik kuat pada kreativitas dan inovasi, maka generasi millennial akan dapat menjadi asset berharga bagi organisasi. Untuk itu perlu dilakukan penelaahan faktor-faktor yang diasumsikan memilki peran dalam pengembangan potensi kreatif sehingga kreativitas yang dimiliki dapat teraktualkan dalam aktivitas kerja yang pada akhirnya akan mendukung efektivitas organisasi. Terdapat faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi perkembangan kreativitas individu (Munandar, 2002). Faktor internal yang akan diujikan dalam penelitian ini adalah modal psikologis dan sikap proaktif. Sedangkan faktor eksternalnya akan meliputi stress kerja dan dukungan organisasi. Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif dengan memberikan kuesioner kepada generasi millennial yang sudah bekerja dalam berbagai sektor industri. Lokasi penelitian akan bertempat di DKI Jakarta. Analisa yang dilakukan akan menggunakan multiple regresi sehingga dapat diketahui peran sumbangsih setiap variabel terhadap kreativitas. Hasil penelitian menemukan bahwa stress kerja tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kreativitas kerja. Sedangkan dukungan organisasi, modal psikologis dan sikap proaktif memberikan peran yang signifikan terhadap kreatitas kerja pada generasi millennial sebesar 46,9 % dan sisanya sebesar 53,1% dipengaruhi oleh variabel lainnya.
Peran Keluarga Dan Sabar Pada Orang Tua untuk Meningkatkan Self Regulated Learning bagi Remaja Miskin Kumala, Anisia; Novalina, Eva; Sholehah, Zakiyatush
Jurnal Ilmiah Penelitian Psikologi Vol 3 No 2 (2017): 2017
Publisher : Psikologi UHAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jippuhamka.v3i2.9223

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian psikologis yang mengkaji peran keluarga dan sabar pada orang tua untuk meningkatkan Self Regulated Learning pada remaja miskin. Lokasi penelitian di Kabupaten Tangerang, mengingat jumlah penduduk miskin tergolong cukup tinggi, mencapai 190.392 jiwa pada tahun 2011. Self Regulated Learning adalah kemampuan remaja untuk menetapkan suatu tujuan belajar mereka, lalu mereka memonitor, mengatur, dan mengontrol kognisi, motivasi dan perilaku untuk mencapai suatu tujuan mereka. Peran keluarga merupakan gambaran mengenai kondisi keluarga dalam hal pemecahan masalah, komunikasi, peran masing-masing anggota, keterlibatan afektif, respon afektif dan kontrol perilaku. Sedangkan sabar merupakan respon awal, aktif, sesuai aturan dan bertujuan untuk kebaikan. Penelitian ini mengambil sampel pada keluarga miskin, dengan penghasilan orang tua < 2.6 juta rupiah/bulan. Alat ukur yang digunakan adalah Motivational Strategies for Learning Questionnaire (Zimmerman, dalam Pintrich & Groot, 1990), Mc Master Family Assessment Device (FAD) 12 item (GF12) dan instrumen sabar yang dikembangkan oleh El Hafiz (2012). Hasil analisa data menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara keberfungsian keluarga dengan Self Regulated Learning remaja dari keluarga miskin, begitu juga dengan sabar ibu memiliki korelasi signifikan dengan Self Regulated Learning remaja tersebut. Sementara sabar ayah, jika berada pada tingkat kesabaran sedang dan tinggi, memberikan efek moderasi yang signifikan dalam pengaruh keberfungsian keluarga terhdap Self Regulated Learning. Namun demikian, tidak terjadi efek moderasi yang sama jika sabar ayah berada pada level rendah
Aktualisasi Mental Pemenang Kumala, Anisia
Jurnal Ilmiah Penelitian Psikologi Vol 4 No 1 (2018): 2018
Publisher : Psikologi UHAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jippuhamka.v4i1.9224

Abstract

Al-Qur'an merupakan sumber inspirasi bagi kaum Muslim, bukan hanya terbatas pada soal hukum, tetapi juga keteladanan mental dan perilaku yang tidak saja membawa manusia pada jalan yang lurus, melainkan juga membawa kebahagiaan hidup. Tulisan ini ingin mendeskripsikan ciri-ciri dari mental pemenang yang bersumber pada al-Qur'an, khususnya pada surat Ali Imran ayat 139-158. Ayat-ayat yang dimaksud pada dasarnya turun pada konteks perang Uhud yang peristiwa dan pengalaman kaum Muslim pada perang tersebut dapat diambil menjadi pelajaran pada kehidupan sehari-hari. Pada kelompok ayat ini disimpulkan beberapa ciri mental pemenang, yaitu: berlandaskan iman dan konsep diri yang positif, kerja keras dan sabar, mandiri tidak tergantung pada figur, berani mengambil resiko, motivasi beyond reinforcement, tidak mudah dihancurkan oleh kegagalan/kekalahan, tidak tunduk pada kekuatan yang menjerumuskan dan berserah diri dengan kekuatan doa.

Page 3 of 11 | Total Record : 109