cover
Contact Name
-
Contact Email
tugaspsi@uhamka.ac.id
Phone
+6282255115400
Journal Mail Official
tugaspsi@uhamka.ac.id
Editorial Address
Jl. Limau 2 , Kebayoran Baru, Jakarta Selatan DKI Jakarta 12130
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
JIPP
ISSN : 26859157     EISSN : 24773158     DOI : -
The editorial board would like to receive manuscripts submitted via the online submission system. Make sure that the manuscripts meet the scope and submission guidelines of the journal. For more detailed information, please refer to the terms and conditions of Jurnal Ilmiah Penelitian Psikologi: Kajian Empiris dan Non-Empiris. JIPP is providing a platform for the researchers, academicians, professionals, practitioners, and students to impart and share knowledge in empiric and non-empiric studies in psychology.
Articles 109 Documents
Keluarga Sakinah dan Konstruksi Alat Ukurnya Kumala, Anisia; Tresnawaty, Yulistin
Jurnal Ilmiah Penelitian Psikologi Vol 5 No 1 (2019): 2019
Publisher : Psikologi UHAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jippuhamka.v5i1.9248

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana konsep keluarga sakinah dalam psikologi Islam dan konstruksi alat ukurnya. Berdasarkan studi literatur, keluarga sakinah adalah kondisi keluarga ideal (al-usroh al mistaaliyyah) yang lahir karena dasar iman kepada Tuhan dan menjadikan nilai agama sebagai pedoman dalam pernikahan, menunjukkan adanya pengalaman positif dalam interaksi dengan pasangan ditunjukkan dengan adanya perasaan positif (cinta dan kasih sayang), ketentraman, kesejahteraan, ketangguhan menghadapi masalah atau konflik, serta kesetaraan (sesuai hak dan kewajiban masing-masing). Dimensi pertama dari keluarga sakinah adalah hablun minallah yang direpresentasikan dengan iman dan mempedomani nilai agama dalam kehidupan perkawinan, sedangkan dimensi kedua adalah hablun minannas yang direpresentasikan dengan relasi antara suami, istri maupun orang lain. Penelitian ini kemudian menurunkan dimensi ke dalam item alat ukur yang dibuat. Diperlukan studi lebih lanjut mengenai alat ukur ini, yaitu pengukuran reliabilitas dan validitas, korelasi dengan variabel lain yang serupa dan juga melakukan analisis faktor konfirmatori.
Faktor Psikologis yang Mempengaruhi Homeostasis dan Kemandirian Pada Penderita Keterbelakangan Mental Akibat Ensefalitis Ridwan, Nurul Muhriza Ridwan; Pratiwi, Santi; Sulianti, Ambar
Jurnal Ilmiah Penelitian Psikologi Vol 5 No 1 (2019): 2019
Publisher : Psikologi UHAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jippuhamka.v5i1.9249

Abstract

Ensefalitis adalah radang jaringan otak yang dapat disebabkan oleh berbagai mikroorganisme seperti bakteri, virus, parasit, jamur dan riketsia. Infeksi pada otak menimbulkan masalah medis yang serius dan membutuhkan pengenalan dan penanganan segera untuk memperkecil gejala sisa neurologis yang serius di antaranya ialah keterbelakangan mental. Keterbelakangan mental menimbulkan masalah baik yang berdampak secara biologis maupun psikologis. Homeostasis psikologis adalah suatu bentuk perilaku manusia yang ingin mencari keseimbangan atau meniadakan ketidak-seimbangan menjadi seimbang yang terdapat dalam dirinya. Penelitian ini bertujuan memahami homeostatis psikologis pada seorang anak yang mengalami keterbelakangan mental akibat ensefalitis. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan metode kualitatif dengan teknik survey dan wawancara untuk mamahami kemungkinan penyebab terjadinya kelumpuhan pada subjek penelitian dan homeostasis psikologis pada subjek. Subjek adalah seorang perempuan beusia 19 tahun yang mengalami keterbelakangan mental, namum memiliki kemandirian yang tinggi dalam mengurus hidupnya. Berdasarkan pengolahan hasil wawancara, kemungkinan terjadinya keterbelakangan mental pada subjek penelitian karena subjek mengalami subjek mengalami ensefalitis akibat penyebaran virus campak ke otak. Kelainan fungsi saraf yang timbul berupa kelainan kognisi (disleksia dan diskalkulia), memori, dan emosi. Hasil wawancara menunjukkan peran kedisiplinan ibu dalam membentuk homeostasis psikologis pada subjek.
Pengaruh Religiusitas dan Konsep Diri Terhadap Kesadaran Diri pada Wanita Pengguna Khimar Khairunnisa, Amalia; Rozi, Fahrul
Jurnal Ilmiah Penelitian Psikologi Vol 5 No 1 (2019): 2019
Publisher : Psikologi UHAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jippuhamka.v5i1.9250

Abstract

Fashion merupakan fenomena yang sangat cepat dalam perkembangannya, salah satu fashion yang berkembang sangat cepat adalah fashion busana. Busana berfungsi untuk menutupi seluruh bagian tubuh dari kepala hingga kaki yang juga berfungsi sebagai pembeda antar umat beragama, dalam agama Islam salah satu busana yang sedang ramai diperbincangkan adalah khimar yang pada dasarnya penutup kepala yang digunakan menjulur hingga menutupi dada. Dalam penggunaannya khimar digunakan karena adanya evaluasi diri sehingga menimbulkan kesadaran diri pada diri individu. Kesadaran diri dalam penggunaan khimar dapat timbul karena adanya sikap religiusitas yang membuat individu berkomitmen dengan agama yang dianutnya serta adanya konsep diri yang membuat individu mampu mempersepsikan segala hal yang terjadi didalam kehidupannya. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk Mengidentifikasi hubungan yang signifikan antara religiusitas dengan kesadaran diri pada wanita pengguna khimar, mengidentifikasi hubungan yang signifikan antara konsep diri dengan kesadaran diri pada wanita pengguna khimar, dan mengidentifikasi pengaruh yang signifikan antara religiusitas dan konsep diri terhadap kesadaran diri pada wanita pengguna khimar. Metode peneliatan yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wanita pengguna khimar usia 18-40 tahun. Dengan sampel dalam penelitian ini yaitu 150 responden wanita pengguna khimar usia 18-40 tahun. Subjek penelitian diambil secara acak atau Non Probability Sampling dan menggunakan teknik Purposive Sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah Skala Religiusitas, Personal Self-Concept (PSC) Questionnaire, dan Self-Conscioussness Scale Revised (SCS-R). Skala Religiusitas yang terdiri dari 12 item valid dan 1 item tidak valid dengan (kefisien alpha α = 0.907), Personal Self-Concept (PSC) Questionnaire terdiri dari 12 item valid dan 6 item tidak valid dengan (koefisien alpha α = 0.736), dan Self-Conscioussness Scale Revised (SCS-R) terdiri 19 item valid dan 4 item tidak valid dengan (koefisien alpha α = 0.857). Analisis data menggunakan teknik Multiple Regresi. Berdasarkan hasil analisa Multiple Regresi diketahui nilai íŸ Unstandradize Religiusitas sebesar 0.031 memiliki probability values 0.683 (p>0.05). Dan pada íŸ Unstandradize Konsep Diri sebesar 0.456 memiliki probability values 0.000 (p<0.05). Dan pengaruh Religiusita dan Konsep Diri terhadap Kesadaran diri memiliki koefisien R2 sebesar 0.202 yang menunjukkan kontribusi variabel Religiusitas dan Konsep Diri terhadap Kesadaran Diri sebesar 20,2% dan sisanya 79,8% dipengaruhi oleh variabel lain, koefisien F sebesar 18,642 dengan probability values sebesar 0.000 (p<0.05).
Pengaruh Antara Self Consciousness dan Social Withdrawal Motivation Terhadap Shyness pada Dewasa Awal Pengguna Instagram Miftahussaadah, Elma; Rozi, Fahrul
Jurnal Ilmiah Penelitian Psikologi Vol 5 No 1 (2019): 2019
Publisher : Psikologi UHAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jippuhamka.v5i1.9251

Abstract

Instagram merupakan salah satu perantara yang digunakan seorang shyness untuk membangun kedekatan dan membentuk hubungan sosial. Sebagian individu yang berada dalam masa dewasa awal seringkali mengalami kesulitan atau hambatan dalam menyesuaikan diri dengan suasana baru dan menjalin hubungan baik dengan lingkungan sekitarnya. Shyness cenderung mengalami kesulitan dalam menangani beberapa masalah salah satunya adanya peningkatan pada kesadaran diri (self consciousness) yang muncul akibat adanya pemikiran negatif karena rasa takut akan dievaluasi oleh orang lain. Rasa takut yang dialami seorang shyness inilah yang menyebabkan seseorang untuk melakukan penarikan sosial (sosial withdrawal motivation). Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui hubungan antara self consciousness terhadap shyness, (2) mengetahui hubungan antara social withdrawal motivation terhadap shyness, dan (3) mengetahui pengaruh antara self consciousness dengan social withdrawal motivation terhadap shyness. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan menggunakan tiga skala, yaitu (1) Skala Self Consciousness dengan menggunakan tiga dimensi, diantaranya: private sc, social anxiety, public sc, (2) Skala Social Withdrawal Motivation dengan menggunakan empat aspek, diantaranya: peer isolation, unsociability, shyness, low mood, dan (3) Skala Shyness. Responden dalam penelitian ini berjumlah 250 orang responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Ada hubungan yang signifikan antara self consciousness terhadap shyness dengan nilai pearson correlation adalah 0.396 dan nilai probability value (Sig.) adalah 0.000, (2) Ada hubungan yang signifikan antara social withdrawal motivation terhadap shyness dengan nilai pearson correlation adalah 0.250 dan nilai probability value (Sig.) adalah 0.000, dan (3) Ada pengaruh yang signifikan antara self consciousness dengan social withdrawal motivation terhadap shyness dengan nilai signifikansi sebesar 0.000 dengan nilai koefisien R Square (R2) sebesar 0.223 yang menunjukan bahwa adanya kontribusi antara self consciousness dan social withdrawal motivation terhadap shyness sebesar 22,3% dan selebihnya 77,7% yang dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Religiusitas dan Moralitas: Teori Hukuman Tuhan untuk Meningkatkan Peran Agama dalam Moralitas El Hafiz, Subhan
Jurnal Ilmiah Penelitian Psikologi Vol 5 No 2 (2019): 2019
Publisher : Psikologi UHAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jippuhamka.v5i2.9252

Abstract

Salah satu kajian penting dalam Psikologi Agama adalah bagaimana peran agama dalam moralitas seseorang. Artikel ini akan menujukkan bahwa kajian-kajian terhadap teori Supernatural Punishment atau Hukuman Tuhan, seperti konsep dosa dan neraka, dapat meningkatkan perilaku moral individu. Beberapa tantangan terhadap perkembangan teori ini adalah temuan yang bertolak belakang mengenai dampak Hukuman Tuhan pada diri seseorang. Namun demikian, konsep Hukuman Tuhan tetap berpotensi meningkatkan moralitas orang beragama. Rekomendasi terhadap kajian penelitian ini ke depan akan sangat membantu memberi gambaran dampak konsep Hukuman Tuhan dalam perilaku individu.
Pengaruh Sabar Terhadap Konflik Kerja-Keluarga pada Ibu yang Bekerja Umami, Islina; Rozi, Fahrul
Jurnal Ilmiah Penelitian Psikologi Vol 5 No 2 (2019): 2019
Publisher : Psikologi UHAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jippuhamka.v5i2.9253

Abstract

Menjadi seorang wanita yang berperan ganda tidaklah mudah membutuhkan kemampuan untuk menyeimbangkan kedua peran tersebut agar kedua peran yang dijalaninya bisa dijalankan dengan seimbang, namun sebaliknya jika ibu yang berperan ganda tidak memiliki kemampuan untuk menyeimbangkan kedua perannya ibu yang berperan ganda akan mengalami work-family conflict (konflik kerja-keluarga), oleh karena itu perlu adanya perilaku pengatasan masalah atau yang sering disebut coping strategi untuk wanita bekerja. Salah satu coping strategi yang dapat dilakukan adalah Sabar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Sabar Terhadap Konflik Kerja-Keluarga Pada Ibu yang Bekerja. Partisipasi dalam penelitian ini berjumlah 203 orang dengan kriteria wanita yang sudah menikah dan bekerja dengan rentang usia 21 - 40 tahun keatas, yang didapatkan menggunakan pendekatan non-probability sampling dengan teknik Acidental Sampling. Untuk mengukur sabar menggunakan alat ukur dari El Hafiz, dkk (2012) dan untuk mengukur Konflik Kerja-Keluarga (Work-Family Conflict) menggunakan Work-Family Conflict Scale dari Carlson et.al (2000). Teknik analisa yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik analisa regresi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya pengaruh negatif signikan antara sabar terhadap Work-Family Conflict pada Ibu yang Bekerja dengan kontribusi sabar sebesar 8,4% dan tingkat signifikan sebesar 0.000 (p< 0,01) yang artinya signifikan. Berdasarkan penelitian ini menunjukan bahwa semakin tinggi sabar maka semakin menurun tingkat Work-Family Conflict pada Ibu yang Bekerja.
Pengaruh Perbandingan Sosial dan Perfeksionisme Terhadap Body Dissatisfaction Mahasiswi Pengguna Instagram Arshuha, Fathiana; Amalia, Ilmi
Jurnal Ilmiah Penelitian Psikologi Vol 5 No 2 (2019): 2019
Publisher : Psikologi UHAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jippuhamka.v5i2.9254

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh perbandingan sosial (upward dan downward comparison) dan perfeksionisme (personal standard, concern over mistakes, parental expectations, parental criticism, doubting of actions dan organization) terhadap body dissatisfacton mahasiswi pengguna Instagram. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Body Dissatisfaction Scale (BDS), The Upward and Downward Appearance Comparison Scal (UDACS) dan Frost Multidimensional Perfectionism Scale (FMPS). Penelitian ini melibatkan 266 mahasiswi di Jabodetabek yang diambil dengan teknik non-probability sampling. CFA (Confirmatory Factor Analysis) digunakan untuk menguji validitas alat ukur dan analisis regresi berganda digunakan untuk menguji hipotesis penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan secara bersama-sama variabel perbandingan sosial dan perfeksionisme terhadap body dissatisfaction mahasiswi pengguna instagram. Secara rinci, dimensi yang berpengaruh terhadap body dissatisfaction adalah upward dan downward comparison, parental expectations, doubting of actions dan organization.
Pengaruh Loneliness Terhadap Sexual Sensation Seeking pada Dewasa Awal Pelaku Hook Up di Mobile Dating Apps Kasim, Agustania Paramitha; Rozi, Fahrul
Jurnal Ilmiah Penelitian Psikologi Vol 5 No 2 (2019): 2019
Publisher : Psikologi UHAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jippuhamka.v5i2.9255

Abstract

Pergeseran norma yang terjadi belakangan serta maraknya digital dating kemudian mempermudah penyebaran budaya hook up lewat mobile dating apps. Mobile dating apps yang mewadahi perilaku hook up dinilai sebagai kecendrungan individu untuk mendapatkan variasi berbeda dalam pengalaman seksualnya atau disebut sexual sensation seeking. Individu rela merasakan resiko fisik serta sosial untuk mendapatkan pengalaman seksual tersebut. Loneliness kemudian menjadi faktor yang dapat memotivasi dorongan sexual sensation seeking pada diri individu sebagai bentuk coping mechanism terhadap perasaan kesepiannya. Penelitian kuantitatif ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh loneliness terhadap sexual sensation seeking. Penelitian melibatkan 214 sample pengguna mobile dating apps yang pernah melakukan hook up dengan seseorang yang ditemui lewat aplikasi tersebut dengan rentang usia 18-35 tahun. Pengambilan data menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini ialah skala UCLA Loneliness (Russell, 1996) α = 0.863, skala Sexual Sensation Seeking (Kalichman, 1994) α = 0.828. Berdasarkan analisa regresi linear loneliness terhadap sexual sensation seeking didapatkan nilai koefisien R Square sebesar 2% dan 98% sisanya dipengaruhi oleh variable lain yang tidak diteliti, dan berdasarkan Coefficients β Unstandardized didapatkan hasil sebesar 0.141 dengan probability values (Sig.) 0.039 (P<0.05). Dari hasil analisa tersebut diperoleh kesimpulan ada pengaruh positif yang signifikan antara loneliness terhadap sexual sensation seeking pada dewasa awal pelaku hook up di mobile dating apps.
Hubungan Commuting Stress Dengan Keterikatan Kerja Pada Karyawan Syahidillah, Ammar; Archianti, Puti
Jurnal Ilmiah Penelitian Psikologi Vol 5 No 2 (2019): 2019
Publisher : Psikologi UHAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jippuhamka.v5i2.9256

Abstract

Keterikatan kerja pada karyawan merupakan hal penting bagi perusahaan karena hal tersebut mampu mendorong kinerja individu maupun organisasi dan menjaga karyawan yang memiliki rasa keterikatan yang kuat. Namun, berdasarkan beberapa penelitian menjelaskan bahwa banyak karyawan saat ini yang memiliki rasa keterikatan kerja yang rendah karena faktor tekanan stress. Salah satu stress yang timbul adalah tekanan dalam perjalanan yang dialami oleh komuter. Hal tersebut disebabkan oleh adanya hambatan yang dialami oleh komuter seperti kemacetan lalu lintas, rambu-rambu lalu lintas dan kualitas transportasi umum yang buruk. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada hubungan yang signifikan antara commuting stress dengan keterikatan kerja pada karyawan. Responden dalam penelitian ini berjumlah 142 orang yang memiliki kriteria karyawan dan komuter yang tinggal di Bodetabek serta bekerja di Jakarta. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Alat ukur yang digunakan pada variabel commuting stress menggambarkan kondisi individu dan perjalanan menuju tempat kerja serta tempat tinggal yang dijelaskan oleh Tawiah, Annor & Arthur (2016) dengan α = 0.769. Sedangkan alat ukur yang digunakan untuk variabel keterikatan kerja adalah Utrech Work Engagement Scale (UWES) yang disusun oleh Schaufeli & Bakker (2003) dengan tujuan untuk mengukur keterikatan kerja pada seseorang berdasarkan dimensi Vigor, Dedication & Absorption dengan α = 0.902. Teknik analisa data menggunakan uji Korelasi dengan IBM SPSS Statistic versi 22 untuk basis pengoperasian Windows. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan koefisien korelasi sebesar 0,094 dan probability value sebesar 0,264 (p.sign < 0,01). Dengan itu, dapat diketahui bahwa terdapat hubungan yang tidak signifikan antar kedua variabel tersebut.
Konstruksi Psikologi Istiqamah Dalam Literatur Tafsir Mundzir, Ilham
Jurnal Ilmiah Penelitian Psikologi Vol 6 No 1 (2020): 2020
Publisher : Psikologi UHAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jippuhamka.v6i1.9257

Abstract

Istiqamah merupakan salah satu konsep psikologi positif yang termuat atau terkandung di dalam al-Qur'an, sebagai sumber utama ajaran Islam. Kata istiqamah pada prinsipnya berarti melaksanakan sesuatu secara baik, benar dan berkesinambungan. Dalam Bahasa Indonesia, kata istiqamah ini sering diartikan dengan konsisten dan konsekuen. Tulisan ini bermaksud mengelaborasi makna istiqamah di dalam sejumlah literature tafsir al-Qur'an menggunakan aplikasi al-Qur'an al-Bahis serta dua tafsir berbahasa Indonesia. Ayat-ayat yang memuat kata istiqamah didata kemudian dihimpun dan dicari kata-kata kuncinya. Sehingga terumuskan sebuah tawaran teori psikologi istiqamah, untuk dilihat perbandingannya dengan konsep yang hampir sama dalam Psikologi.

Page 5 of 11 | Total Record : 109