cover
Contact Name
Rolan Rusli
Contact Email
admin@jurnalfamul.com
Phone
+6282154639509
Journal Mail Official
admin@jurnalfamul.com
Editorial Address
Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman, Jalan Penajam, Kampus UNMUL Gn. Kelua, Samarinda, 75119. Indonesia
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 20877099     EISSN : 24076090     DOI : 10.25026/jtpc
Core Subject : Health, Science,
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry is a Six monthly (June and December), international, open access, journal dedicated to various disciplines of pharmaceutical and allied sciences. Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry publishes manuscripts (Original research Article, review articles, Mini-reviews, and Short communication) on original work, either experimental or theoretical in the following areas: Pharmaceutics & Biopharmaceutics, Novel &Targeted Drug Delivery, Nanotechnology & Nanomedicine, Pharmaceutical Chemistry, Pharmacognosy & Ethnobotany, Phytochemistry, Pharmacology & Toxicology, Pharmaceutical Biotechnology & Microbiology, Pharmacy practice & Hospital Pharmacy, Pharmacogenomics, Pharmacovigilance, Natural Product Research, Drug Regulatory Affairs, Case Study & Full clinical trials, Biomaterials & Bioactive polymers, Analytical Chemistry, Organic Chemistry, Physical Pharmacy, Clinical Pharmacy.
Articles 292 Documents
Potensi Tumbuhan Libo (Ficus variegata, Blume) sebagai Sumber Bahan Farmasi Potensial Laode Rijai
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 2 No. 3 (2013): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v2i3.63

Abstract

Libo (Ficus varieagata) merupakan tumbuhan liar yang belum termanfaatkan dalam bentuk apapun, termasuk secara tradisional karena tumbuhan ini memiliki latex pada buah dan kulit batangnya dan jika latex tersebut mengenai kulit menimbulkan gatal-gatal bahkan terjadi iritasi. Sifat ini yang menyebabkan tidak disukai hewan pemakan buah sehingga buahnya terpelihara dengan baik. Buah Libo yang telah matang di pohon akan jatuh ke tanah lalu tumbuh menjadi pohon Libo dewasa.Potensi tumbuhan Libo berbuah terus menerus dan buahnya tidak disukai hewan pemakan buah sehingga populasi tumbuhan Libo terpelihara dan terus berkembang. Telah dilakukan berbagai penelitian terhadap buah Libo kaitannya dengan potensi kefarmasian dan terbukti berpotensi sebagai sumber bahan antioksidan, sitotoksik atau antikanker, pembasmi larva A. aegypti, dan sebagai antibakteri. Potensi-potensi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pengawet, obat antikanker, dan sumber antibiotik jika penelitiannya dilakukan secara detail. Buah Libo juga mengandung golongan metabolit sekunder yang sangat bervariasi sehingga masih memungkinkan untuk kegunaan-kegunaan lainnya dalam bidang farmasi. Kata Kunci: Tumbuhan Libo (Ficus variegata), bahan farmasi potensial ABSTRACT Libo ( Ficus varieagata ) is a wild plant that has not been utilized in any form , including traditional because it has latex plant fruit and bark , and if the latex on the skin cause itching occurs even irritation . The nature of that cause undesirable fruit so that the fruit -eating animals are well maintained . Libo ripe fruit on the tree will fall to the ground and grow into a tree Libo Libo dewasa.Potensi plant fruiting and fruit continuously disliked fruit -eating animals that populations of plants Libo maintained and continues to grow . Has conducted numerous studies on fruit Libo relation with potential pharmaceutical and proven potential as a source of antioxidant , cytotoxic or anticancer , exterminator larval A. aegypti , and as an antibacterial . These potentials can be used as a preservative , an anticancer drug , and a source of antibiotics if the research is done in detail . Libo fruit also contains a group of secondary metabolites are highly variable so it still allows for other uses - uses in the pharmaceutical field . Key Words: Tumbuhan Libo (Ficus variegata), bahan farmasi potensial
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Kecapi (Sandoricum koetjape Merr.) Pindo Hardika P.A.N; Aditya Fridayanti; Laode Rijai
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 2 No. 3 (2013): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v2i3.64

Abstract

A research has been conducted on the antibacterial activity of the santol leaves extract (S.koetjape Merr.) against S.aureus and E.coli. The santol leaves extracts were prepared by maceration used methanol as solvent and the methanol extract was then fractionated. The antibacterial activity was determined by measured the diameter of inhibition zones in difusi method. The result showed that santol leaves extracts and fractions has antibacterial activity against S.aureus and E.coli. The effective concentration as an antibacterial of methanol extracts is at 10%, and of n-hexane fractions is at 5%. Keywords : S.koetjape Merr, Santol leaves, Antibacteria Abstrak Telah dilakukan penelitian uji aktivitas antibakteri ekstrak daun kecapi (S.koetjape Merr.) terhadap S.aureus dan E.coli. Ekstrak daun kecapi dibuat secara maserasi dengan pelarut metanol, lalu difraksinasi. Uji aktivitas antibakteri ekstrak daun kecapi diukur berdasarkan luas daerah zoa bunuh pertumbuhan bakteri dengan metode difusi agar. Hasil uji menunjukkan bahwa ekstrak dan fraksi daun kecapi memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri S.aureus dan E.coli. Konsentrasi efektif antibakteri ekstrak metanol adalah 10% dan fraksi n-heksana adalah 5%. Kata Kunci : S.koetjape Merr, Daun Kecapi, Antibakteri
Penentuan Dosis Efektif Ekstrak Daun Pacar (Lawsonia inermis L.) sebagai Antiinflamasi Selvi Megawati; Herman Herman; Muhammad Amir Masruhim
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 2 No. 3 (2013): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v2i3.65

Abstract

Has been conducted a research of dose determination of effectiveness extract of Lawsonia inermis L. as anti-inflammatory on Rattus norvegicus. The purpose of this research is to gain an in depth understanding of effective dose of Lawsonia inermis L. as anti-inflammatory toward the reduction time of swelling on Rattus norvegicus’ feet .The method which being used was carrageenan induced on Rattus norvegicus’ feet. Rattus norvegicus were devided to 6 (six) group which a group as negative control was given sodium CMC orally, a group as positive control was given Sodium Diclofenac orally, and 4 (four) as test was given extract with 4 doses variation (50mg/kg, 100mg/kg, 150 mg/kg, and 200 mg/kg) orally to each of mice that has pre-conditioned to swell on its foot. The result shows that T-Count is bigger than T-Table with significant standart 0,05 and smaller than T-Table with significant standart 0,01. It proves that there is significant difference between sodium diclofenac and extract of Lawsonia inermis L in 100mg/kgBW. That concludes that extract of Lawsonia inermis L. has anti-inflammatory effect with effective dose as anti-inflammatory in 100mg/kg. Keywords : Lawsonia inermis L., Anti-inflammatory., Rattus norvegicus. Abstrak Telah dilakukan penelitian penentuan dosis efektif ekstrak daun pacar (Lawsonia inermis L.) sebagai antiinflamasi pada tikus putih (Rattus norvegicus). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis ekstrak daun pacar yang efektif sebagai antiinflamasi terhadap waktu penurunan bengkak pada kaki tikus putih. Metode yang digunakan yaitu induksi karagenan pada kaki tikus putih. Tikus putih dikelompokkan menjadi 6 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif diberikan natrium CMC, kelompok kontrol positif diberikan natrium diklofenak dan 4 kelompok uji diberikan ekstrak dengan 4 variasi dosis yaitu 50 mg/kg, 100 mg/kg, 150 mg/kg dan 200 mg/kg yang masing-masing diberikan secara oral dan tiap kaki tikus dikondisikan bengkak terlebih dahulu. Hasil penelitian ini membuktikan ekstrak daun pacar memiliki kemampuan sebagai antiinflamasi dengan dosis efektif 100 mg/kgBB. Kata Kunci: Lawsonia inermis L., Antiinflamasi, Rattus norvegicus.
Efektivitas Krim Ekstrak Metanol Batang Dan Daun Pacar Air (Impatiens balsamina L.) terhadap Bakteri Propionibacterium acnes Wendy Wendy; Liza Pratiwi; Indri Kusharyanti
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 2 No. 4 (2014): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v2i4.66

Abstract

Colonization of Propionibacterium acnes is one of factors that causes acne vulgaris. The present study was conducted to evaluate antiacne effect from cream of methanolic extract from stems and leaves of Impatiens balsamina L. towards Propionibacterium acnes, concentration that gives greatest antiacne effect and to evaluate physical and chemical properties of creams. Simplicia were extracted using soxhlet technique and methanol as solvent. Extract then formulated in cream in three variations of concentration as following 10%(F1), 15%(F2) and 20%(F3). The determination of antiacne effect was done using disc diffusion method. Evaluation of physical and chemical properties of those creams includes organoleptic examination, spreadability, adhesion and pH testing. Determination results showed the diameter of inhibition zone from F1, F2 and F3 were 8,37±2,205; 10,78±2,551; and 17,42±3,029 mm respectively. Analysis results showed that cream of F3 gave significantly greatest antiacne effect compared to F1 and F2 (p<0,05), and not significantly different to the positive control (p>0,05). The evaluation of creams showed that they had homogenous texture, nongreasy, easily washed, spreadability of 10,18±0,285 to 11,55±0,687 cm2, adhesion force of 33,299±2,821 to 60±0 minutes, and pH of 6,07±0,058 to 6,37±0,115, this showed that creams have good physical and chemical properties. Keywords: Antiacne, Impatiens balsamina L. stems and leaves extract, Propionibacterium acnes ABSTRAK Kolonisasi bakteri Propionibacterium acnes merupakan salah satu penyebab terjadinya jerawat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek antijerawat krim ekstrak metanol batang dan daun pacar air (Impatiens balsamina L.) terhadap bakteri Propionibacterium acnes, mengetahui konsentrasi krim yang memberikan efek antijerawat yang paling besar serta mengevaluasi sifat fisik dan kimia krim. Simplisia disokletasi menggunakan pelarut metanol. Ekstrak diformulasikan ke dalam sediaan krim dengan variasi konsentrasi ekstrak yaitu 10%(F1), 15%(F2) dan 20%(F3). Pengujian efektivitas krim dilakukan dengan metode difusi cakram. Evaluasi sifat fisik dan kimia sediaan krim yang dilakukan meliputi pemeriksaan organoleptis, pengujian daya sebar, daya lekat dan pH. Hasil penelitian menunjukkan daya hambat krim F1, F2 dan F3 terhadap bakteri masing-masing sebesar 8,37 ± 2,205; 10,78 ± 2,551; dan 17,42 ± 3,029 mm. Hasil analisis menunjukkan bahwa F3 memberikan efek antijerawat yang paling besar dan berbeda signifikan dibandingkan dengan F1 dan F2 (p<0,05) serta tidak berbeda signifikan dibandingkan dengan kontrol positif (p>0,05). Hasil evaluasi menunjukkan sediaan homogen, tidak berminyak, mudah tercuci, memiliki daya sebar sebesar 10,18±0,285 hingga 11,55±0,687 cm2 dan daya lekat sebesar 33,299±2,821 hingga 60±0 menit, serta pH antara 6,07±0,058 hingga 6,37±0,115, menunjukkan bahwa sediaan memiliki sifat fisik dan kimia yang baik. Kata kunci: Antijerawat, ekstrak batang dan daun pacar air, Propionibacterium acnes
Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Buas-Buas (Premna cordifolia Linn.) terhadap Gambaran Histopatologi Paru Tikus (Rattus norvegicus) Wistar Jantan Pasca Paparan Asap Rokok Kristina Lusty Tohomi; Iswahyudi Iswahyudi; Sri Wahdaningsih
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 2 No. 4 (2014): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v2i4.67

Abstract

Cigarette smoke is one of free radical source that can cause oxidative stress, emphysema, and inflamation on lung. Leaves of Premna cordifolia Linn. is one of antioxidant that can neutralize the free radical in body. The purpose of the research is to find the antioxidant activity of Premna cordifolia leaves in reducing lung’s damage and to find the effective dose that can reduce lung’s damage after exposure of cigarette smoke. Dried leaves of Premna cordifolia are maserated with ethanol 70%. Rats are divided into five groups, Group without treatment (CMC control), group that exposed to smoke, three groups that treated with 200 (P1), 400 (P2), and 600mg/kgBW (P3) of ethanolic extract of Premna cordifolia leaves after smoke exposure, and one group that treated with 18mg/kgBW of vitamin E as positive control after smoke exposure. All groups were treated with three cigarette without filter for 14 days. All rat were terminated on the fifteent day. Right lung were collected and subjected to necropsy and stained with Hematoksilin-Eosin. The result show that all doses of ethanolic extract of Premna cordifolia reduce lung damage in enlarge alveolar, thickening of alveolar’s wall, and infiltration of inflmation cells in rats. The effective dose is 600mg/kgbw because the potential of Premna cordifolia leaves extract was same with the potential of positive contol in reducing the lung damage. Keywords: Antioxidant, Premna cordifolia, Lung histopathology, Cigarette smoke ABSTRAK Asap rokok merupakan salah satu sumber radikal bebas yang dapat menyebabkan stress oksidatif, emfisema dan peradangan paru. Daun buas-buas (Premna cordifolia Linn.) merupakan salah satu antioksidan yang dapat menetralisir keberadaan radikal bebas dalam tubuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan daun buas-buas dalam menurunkan derajat kerusakan paru pada tikus pasca paparan asap rokok dan dosis efektif daun buas-buas yang dapat menurunkan derajat kerusakan paru tikus akibat asap rokok. Simplisia daun buas-buas dimaserasi dengan etanol 70%. Tikus dibagi menjadi 5 perlakuan, yaitu kelompok yang hanya diberi suspensi CMC (kontrol CMC), kelompok yang hanya diberi paparan asap rokok (kontrol negatif), kelompok perlakuan P1, P2, P3 masing-masing diberi paparan asap rokok dan ekstrak etanol daun buas-buas dengan dosis 200, 400, serta dosis 600 mg/kgBB dan kelompok perlakuan kontrol Positif diberi paparan asap rokok dan suspensi vitamin E dosis 18 mg/kgBB. Semua kelompok diperlakukan setiap hari dengan menggunakan 3 batang rokok tanpa filter selama 14 hari . Kemudian pada hari ke 15 semua tikus diterminasi dan diambil paru sebelah kanan untuk selanjutnya dibuat preparat histopatologi menggunakan pewarnaan Hematoksilin-Eosin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun buas-buas dapat menurunkan tingkat kerusakan paru-paru pada pelebaran lumen alveolus, penebalan dinding alveolus dan infiltrasi sel radang pada tikus yang terpapar asap rokok. Dosis ekstrak etanol daun buas-buas dosis 600 mg/kgBB merupakan dosis efektif untuk menurunkan tingkat kerusakan paru-paru hingga tidak berbeda signifikan (p>0,05) dibandingkan dengan kontrol positif. Kata kunci: Premna cordifolia, Antioksidan, Histopatologi paru, Asap rokok
Efektivitas Gel Antijerawat Ekstrak Metanol Daun Pacar Air (Impatiens balsamina L.) terhadap Bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis Secara In Vitro Septira Murtiningsih; Siti Nani Nurbaeti; Indri Kusharyanti
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 2 No. 4 (2014): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v2i4.68

Abstract

Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis is an inflamation triggering bacterias in acne vulgaris. Plants that has been studied for antibacterial effect is Impatiens balsamina. Gel bases for acnes therapy are hydrophilic bases like HPMC (Hydroxypropyl methylcellulose) and carbopol. The aim of this study was to know the optimum combination of Carbopol and HPMC (Hydroxypropyl metylcellulose) in gel formulation that gives best antibacterial effect and to evaluate physical and chemical properties of gel. Extraction was performed by soxhlet method with methanol as solvent. The design of optimum gel formulation was performed using simplex lattice design. Optimum gel formulation was combination of 21% HPMC and 79% Carbopol. Verification results showed that optimum gel of inhibition zone of P. acnes and S. epidermidis is 17.61±0.93 mm and 16.01±1.01 mm respectively. Positive control compared to optimum gel showed inhibition zone toward P.acnes and S.epidermidis of 29.1±1.34 mm and 24.98±1.83 mm respectively. Analysis results using T-test showed that p-value was lower than 0.05 (p<0.05) hence the effectivity from optimum gel was significantly different from positive control that has greater activity than optimum gel. Evaluation of optimum gel showed gel has dark brown color, specific odor from extract, adhesive force of 3.17 minutes, spreadibility of 32.69 cm2, viscosity of 436.66 cP and as well as the pH of 5.23. Keywords: Methanolic extracts of Impatiens balsamina leaves, Propionibacterium acnes, Staphylococcus epidermidis, gel, carbopol, HPMC ABSTRAK Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis adalah bakteri pemicu peradangan pada jerawat. Tanaman yang telah banyak diteliti sebagai antibakteri adalah pacar air (Impatiens balsamina L.). Bahan dasar gel yang cocok untuk terapi jerawat adalah bahan dasar hidrofilik seperti HPMC (Hydroxypropyl methylcellulose) dan karbopol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kombinasi optimum HPMC dan karbopol yang dapat memberikan efek antibakteri yang baik dan mengetahui evaluasi sediaan gel optimum secara fisik dan kimia. Ekstraksi daun pacar air menggunakan metode sokletasi dengan pelarut metanol. Perancangan formula optimum gel ekstrak metanol daun pacar air menggunakan simplex lattice design. Formula gel optimum adalah kombinasi HPMC 21% dan Karbopol 79%. Hasil verifikasi menunjukkan bahwa diameter zona hambat yang dihasilkan gel optimum berada dalam rentang yang diprediksi terhadap bakteri P.acnes dan S.epidermidis masing-masing sebesar 17,61±0,93 mm dan 16,01±1,01 mm. Kontrol positif setelah dibandingkan dengan gel optimum menghasilkan diameter zona hambat terhadap P.acnes dan S.epidermidis masing-masing sebesar 29,1±1,34 mm dan 24,98±1,83 mm. Hasil analisa uji T menunjukkan nilai (p<0,05) maka efektivitas gel optimum berbeda signifikan dengan kontrol positif dimana efektivitas kontrol positif lebih besar daripada gel optimum. Hasil evaluasi gel optimum yaitu gel berwarna coklat tua, berbau khas ekstrak dengan nilai daya lekat 3,17 menit, daya sebar 32,69 cm2 dan viskositas sebesar 426,66 cP serta nilai pH sebesar 5,23 yang memenuhi syarat. Kata kunci: Ekstrak metanol daun pacar air, Propionibacterium acnes, Staphylococcus epidermidis, gel, karbopol, HPMC
Uji Toksisitas Akut Fraksi Etil Asetat Batang Dan Daun Pacar Air (Impatiens balsamina Linn) terhadap Tikus Putih Betina Galur Sprague Dawley Nia Anzini; Indri Kusharyanti; Siti Nani Nurbaeti
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 2 No. 4 (2014): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v2i4.69

Abstract

Impatiens balsamina Linn has been proven through various studies to have pharmacological benefits. Yet there was no research data regarding the toxicity of these plants. The purpose of this study was to determine the acute toxicity of symptoms that occur after oral administration of ethyl acetate fraction from stems and leaves of Impatiens balsamina Linn, determine the LD50 values ​​and toxicity category compounds in the fraction. This study employed OECD (Organization for Economic, Cooperation and Development) 425 method. Parameters observed qualitatively through the observations of the food and drink intakes and change of body everyday weight during a period of 14 days and microscopic examination of liver and kidney. The results of the study showed no symptoms of toxicity arising from qualitative observations. LD50 value of ethyl acetate fraction of stems and leaves of Impatiens balsamina Linn was more than 2000 mg/kg body weight, which belongs to moderately toxic. Also, a paired t-test concluded that there was no significant differences occuring among the amount of food and drink intakes and body weight changes before and after treatment. Likewise, based on statistical test using One Way ANOVA showed no significant difference in food intakes and body weight changes in the treatment group and control animals (p>0,05), and no significant difference of daily drinking intakes between control group and treatment group with distilled water (p>0,05). While, there was a significant difference between the control rats and the CMC treatment (p <0,05). Based on the results of the scoring damage to liver and kidney showed the ethyl acetate fraction of stem and leaves of Impatiens balsamina Linn histologically caused liver damage, but not for the kidney of the test animals. Keywords: acute toxicity, ethyl acetate fraction, Impatiens balsamina Linn, OECD 425 ABSTRAK Tanaman pacar air (Impatiens balsamina Linn) telah dibuktikan melalui berbagai penelitian memiliki efek farmakologis yang beragam. Namun belum ada data penelitian mengenai ketoksikan tanaman tersebut. Adapun tujuan penelitian ini adalah mengetahui gejala ketoksikan akut yang terjadi pasca pemberian oral fraksi etil asetat batang dan daun pacar air, menentukan nilai LD50 serta mengetahui kategori ketoksikan senyawa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada pedoman OECD (Organization for Economic, Cooperation and Development) 425. Parameter yang diamati adalah parameter kualitatif gejala ketoksikan, jumlah konsumsi makan, minum dan perubahan bobot badan harian selama 14 hari pengamatan, serta mikroskopik organ hati dan ginjal. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat gejala ketoksikan yang muncul dari pengamatan kualitatif. Nilai LD50 fraksi etil asetat batang dan daun pacar air yaitu >2000 mg/kg BB yang termasuk kategori toksik sedang. Berdasarkan uji beda disimpulkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap jumlah konsumsi makan, minum dan perubahan bobot badan sebelum dan setelah perlakuan. Berdasarkan uji statistik menggunakan One Way ANOVA menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap konsumsi makan dan perubahan bobot badan hewan kelompok perlakuan dan kontrol (p>0,05), tidak ada perbedaan yang signifikan pada konsumsi minum harian antara kelompok perlakuan dengan kontrol aquadest (p>0,05) dan terdapat perbedaan signifikan antara tikus kontrol CMC dan perlakuan (p<0,05). Berdasarkan hasil scoring kerusakan hati dan ginjal menunjukkan fraksi etil asetat batang dan daun pacar air secara histologi merusak organ hati, namun tidak menyebabkan kerusakan ginjal hewan uji Kata kunci: toksisitas akut, fraksi etil asetat, Impatiens balsamina Linn, OECD 425
Potensi Tumbuhan Tembelekan (Lantana camara Linn) Sebagai Sumber Bahan Farmasi Potensial Laode Rijai
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 2 No. 4 (2014): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v2i4.70

Abstract

Tumbuhan Tembelekan dianggap masyarakat sebagai pengganggu atau gulma karena pertumbuhannya yang dahsyat merambat ke segala arah sehingga mengganggu pada kegiatan pembukaan lahan. Manfaat tradisional daun tumbuhan ini dikenal oleh berbagai suku di Indonesia, tetapi hanya sebagai obat luka yang tidak menarik karena obat luka tergolong obat murah di pasaran. Potensi botani yang tampak terhadap tumbuhan Tembelekan adalah pertumbuhannya yang dahsyat sehingga jika memiliki manfaat ekonomi menjadi sangat potensial ditinjau dari penyediaan bahan baku. Beberapa penelitian ilmiah telah dilakukan terhadap daun dan bunga Tembelekan dan terbuktidaunnya sangat potensial sebagai obat luka yang melebihi obat luka bioplacenton dan bunganya bersifat antioksidan yang sangat kuat.Kandungan metabolit sekunder daun dan bunganya juga sangat bervariasi sehingga masih memungkinkan potensi-potensi lainya dalam bidang farmasi. Kata Kunci: Tembelekan (Lantana camara L), sumber bahan farmasi potensial
Aktivitas Antioksidan Kombinasi Daun Cempedak (Artocarpus champedan) dan Daun Bandotan (Ageratum conyzoides L) Fauziah Halimatussa’diah; Victoria Yulita Fitriani; Laode Rijai
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 2 No. 5 (2014): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v2i5.71

Abstract

Research has been conducted with a purpose to find out the potential of the extracts of leaves Ageratum conyzoides and Artocarpus champedan as an antioxidant compared with vitamin C. Research was done by infused extraction method, and combination both of them with a partition 1:1, 1:2, 2:1. Keywords: Ageratum conyzoides L, Artocarpus champeden, DPPH, antioxidant ABSTRAK Kombinasi ekstrak daun bandotan (Ageratum conyzoides L) dan daun cempedak (Artocarpus champeden) memiliki aktivitas antioksidan harga IC50 yang kuat dengan menggunakan kombinasi daun bandotan : daun cempedak perbandingan 1:1, 1:2, dan 2:1. Kata kunci: daun bandotan (Ageratum conyzoides L), daun cempedak (Artocarpus champeden), DPPH, antioksidan
Karakteristik dan Analisis Drug Related Problems (DRPs) Pasien Penderita Tuberkulosis Di Puskesmas Temindung Samarinda Kalimantan Timur Nurul Fauziah; Islamudin Ahmad; Arsyik Ibrahim
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 2 No. 5 (2014): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v2i5.73

Abstract

A study concerning the characteristics and Analysis of Drug Related Problems (DRPs) Patients with Tuberculosis Patients in Public Health Center (PHC) Temindung, Samarinda in East Kalimantan. The study was conducted using a prospective approach to the study of data sources in the form of primary data and secondary data. The primary data source is data from interviews with patients and through the provision of questionnaires and secondary data in this research is a Tuberculosis patient medical record data. Data collection was performed by analyzing the accuracy of the DRPs categories of accuracy of drugs, side effects and patient non-compliance. As well as the data recorded in the form of research support patient characteristics are age, sex, and education. Data were analyzed descriptively. Data obtained from patients with male gender 63.6% and women 36.4. Patient with age <15 years 4.5%, aged between 15-50 years and 68.2% aged> 50 years 27.3% . Based on the patient's level of education, no school 9.1%, graduated from elementary school22.7%, graduated from high school18.2%, graduated from high school40.1%, scholar 9.1%. Incidence of DRPs on drugs interactions 507%. Tuberculosis patient compliance rate of 81.8% in PHC Temindung adherent patients and 18.2% of patients do not comply Keywords: Tuberculosis, Drug Related Problems (DRPs) drugs interactions and patient compliance ABSTRAK Telah dilakukan penelitian tentang Karakteristik dan Analisis Drug Related Problems(DRPs) Pasien Penderita Tuberkulosis di Puskesmas Temindung, Samarinda Kalimantan Timur. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan prospektif dengan sumber data penelitian berupa data primer dan data sekunder. Sumber data primer adalah data hasil wawancara dengan pasien dan melalui pemberian kuisioner sedangkan data sekunder dalam penelitian ini adalah data rekam medik pasien Tuberkulosis. Pengumpulan data dilakukan dengan menganalisis DRPs kategori interaksi obat dan ketidakpatuhan pasien. Serta dicatat data pendukung penelitian berupa karakteristik pasien yaitu usia, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan.Data dianalisis secara deskriptif.Dari data yang diperoleh pasien dengan jenis kelamin laki-laki 63,6% danperempuan 36,4%.Pasien yang berusia < 15 tahun 4,5%, usia antara 15-50 tahun 68,2% dan usia > 50 tahun 27,3%. Berdasarkan tingkat pendidikan pasien, tidak sekolah 9,1%,lulus SD 22,7%,lulus SMP 18,2%,lulus SMA 40,1%, sarjana 9,1%. Kejadian DRPs mengenai interaksi obat 50%.Tingkat kepatuhan pasien Tuberkulosis di Puskesmas Temindung 81,8% pasien patuh dan 18,2% pasien tidak patuh. Kata kunci: Tuberkulosis, Drug Related Problems (DRPs), Interaksi Obat, Kepatuhan pasien.

Page 7 of 30 | Total Record : 292