cover
Contact Name
Rolan Rusli
Contact Email
admin@jurnalfamul.com
Phone
+6282154639509
Journal Mail Official
admin@jurnalfamul.com
Editorial Address
Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman, Jalan Penajam, Kampus UNMUL Gn. Kelua, Samarinda, 75119. Indonesia.
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Kesehatan
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 23030267     EISSN : 24076082     DOI : 10.25026/jsk
Jurnal Sains dan Kesehatan menerima naskah karya asli (Artikel Penelitian, Artikel Review, dan Studi Kasus), baik eksperimental maupun teoretis, dalam bidang-bidang berikut: Sains dan Kesehatan (Kedokteran, Farmasi, Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Kebidanan, Gizi, dan lain-lain). Tujuan penerbitan Jurnal Sains dan Kesehatan adalah untuk menyediakan informasi ilmiah tentang perkembangan ilmu dan teknologi di bidang Ilmu Pengetahuan dan Kesehatan.
Articles 750 Documents
Analisis Multiatribut Berdasarkan Minat Konsumen Se-Bandung Raya Terhadap Pengembangan Produk Baru Hairtonic (Allium Cepa L.) Sebagai Antiketombe: Multi-attribute Analysis Based on Consumer Interests in Greater Bandung to the Development of New Hairtonic Products (Allium Cepa L.) as Anti-dandruff Furi Junia Defiq; Fauzia Ningrum Syaputri; Asti Yunia Rindarwati
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i4.453

Abstract

Ketombe adalah sejenis kelainan kulit atau peradangan kulit kepala yang sangat ringan, ketombe dapat diatasi oleh hairtonic bawang merah sebagai antiketombe. Hairtonic adalah sediaan yang lebih efektif untuk digunakan, karena pemakaiannya ke permukaan kulit kepala sehingga langsung meresap dikulit kepala dan tidak perlu dibersihkan atau dibilas ulang setelah pemakaiannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis atribut-atribut hairtonic bawang merah sebagai antiketombe yang mempengaruhi minat konsumen dan mengidentifikasi atribut hairtonic bawang merah apa saja yang ideal dan penting menurut konsumen. Penelitian ini menggunakan kuesioner melalui jaringan sosial. Teknik analisis data mengunakan analisis deskriptif dan multiatribut. Sampel pada penelitian ini diperoleh dengan metode slovin dengan jumlah responden 400 orang yang selanjutnya mengisi kuesioner yang sudah di uji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan Analisis kuesioner menunjukkan bahwa 129 responden memilih wangi strawberry dan 142 responden lebih menyukai warna pink. Berdasarkan segi kemasan, 290 responden memilih kemasan berbentuk spray dengan ukuran 150ml. Pengharum hair tonic bawang merah merupakan bagian yang ideal menurut konsumen dengan nilai Li 4,02 dan atribut pengharum merupakan atribut terpenting dengan nilai Wi 3,32.
Aktivitas Neuroprotektan Teh Celup Daun Sisik Naga (Pyrrosia piloselloides (L.) M. G. price) terhadap Demensia: Neuroprotectant Activity of Dragon Scales Leaf Tea Bag (Pyrrosia piloselloides (L.) M. G. price) on Dementia Nurainun Nurainun; Yuni Andriani; Lili Andriani
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i2.457

Abstract

Daun sisik naga (Pyrrosia piloselloides (L.) M. G. Price) memiliki aktivitas sebagai antibakteri, antioksidan, antipiretik dan sebagai obat penurun panas. Selain itu daun sisik naga juga mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, polifenol, saponin, tanin dan steroid, sehinga diduga berpotensi sebagai neuroprotektan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental in vivo secara preventif dengan menggunakan mencit putih galur Swiss- Websters sebagai hewan uji. Hewan uji dibagi menjadi 5 kelompok diantaranya kelompok uji, kelompok kontrol positif, kelompok kontrol negatif, kelompok pembanding herbal dan kelompok normal, dimana masing-masing kelompok diberikan perlakuan selama 12 hari dan diberikan diazepam setelah 30 menit pemberian sampel selama 5 hari. Dilanjutkan dengan uji aktivitas menggunakan alat uji Morris Water Maze pada hari ke-8,9,10,11 (Hidden Platform) dan hari ke-12 (probe Trials). Hasil menunjukan bahwa pemberian seduhan teh celup daun sisik naga memiliki aktivitas neuroprotektan dengan potensi lebih bagus dari kelompok normal dan dapat meningkatkan memori spasial pada hewan uji model demensia yang mempunyai aktivitas hampir sama dengan kelompok pembanding herbal pegagan. Jadi daun sisik naga dapat digunakan sebagai neuroprotektan pada demensia dengan tingkat kepercayaan (p<0,005) menggunakan analisa LSD
Pengaruh Iradiasi Sinar Gamma Dosis 7 Kgy Terhadap Kualitas Mikrobiologi Biskuit Pati Umbi Taka (Tacca leontopetaloides (L.) Kuntze): Effect of 7 Kgy Dosage Gamma Irradiation on Microbiological Quality of Tubers Taka (Tacca leontopetaloides (L.) Kuntze) Starch Biscuits Novriyanti Lubis; Doni Anshar Nuari; Shendi Suryana; Vingki Pratiwi Ganenggara; Rahmayanti Rahmayanti
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i4.458

Abstract

Pati merupakan homopolimer glukosa dengan ikatan ?-glikosidik. Pati terdiri dari butiran-butiran kecil yang disebut granula. Pati termodifikasi merupakan pati telah mengalami perubahan sifat menjadi lebih baik dari pati alaminya. Pemanfaatan pati lokal seperti umbi taka (Tacca leontopetaloides (L.) Kuntze) sebagai alternatif tepung komposit (umbi taka : tepung terigu) untuk mengurangi ketergantungan pada tepung terigu¹. Mengenai pengaruh modifikasi pati taka (Tacca leontopetaloides (L.) Kuntze) dengan menggunakan komponen minyak jahe. Salah satu pemanfaatan pati umbi taka tersebut dapat dibuat menjadi bahan pangan seperti biskuit. Hampir semua bahan pangan tercemar oleh berbagai mikroorganisme dari lingkungan sekitar seperti Esherichia coli, Staphylococcus aureus, dan Kapang Khamir. Penelitian ini bertujuan untuk memastikan bahwa produk biskuit taka memenuhi persyaratan kualitas biskuit.Berdasarkan penelitian ini, karakteristik biskuit umbi taka menghasilkan kadar air sebesar 4.567%, kadar abu sebesar 1.396%, kadar protein sebesar 8.718%, karbohidrat sebesar 75.28%, dan kandungan kalori sebesar 417.99 dan jumlah bakteri Salmonella sp dan Escherichia coli 0 cfu. Hasil pengujian AKK dan ALT yang memenuhi persyaratan SNI biskuit 2011 adalah ALT dosis 7 kGy, AKK tanpa iradiasi dan iradiasi 7 kGy pada H-0 dan H-30 yaitu ? 104 dan yang tidak memenuhi persyaratan adalah ALT dosis 7 kGy H-60 dan tanpa iradiasi pada H-0, H-30, H-60 yaitu ? 104.
Review: Pengaruh Konsentrasi Garam Terhadap Produk Fermentasi Sayuran: Review: Effect of Salt Concentration on Fermented Vegetable Products Leny Anggraeni; Novriyanti Lubis; Effan Cahyati Junaedi
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 6 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i6.459

Abstract

Sayuran mudah layu dan busuk setelah panen. Sebagai metode pengawetan makanan, fermentasi telah diterapkan pada fermentasi sayuran: kimchi, sauerkraut, dan pickle. Proses penambahan garam merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap proses fermentasi. Fokus artikel ini adalah untuk mengkaji pengaruh konsentrasi garam terhadap sayuran yang difermentasi (kimchi, sauerkraut, dan acar). Artikel ini membahas pengaruh konsentrasi garam terhadap kadar air, total asam yang dititrasi (asam laktat), total bakteri asam laktat, dan uji organoleptik untuk produk fermentasi sayuran.
Gambaran Pola Makan Pra Lansia terkait Risiko Inflamasi Diabetes Melitus Tipe 2 Pada masa Pandemi Covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Sidorejo Lor, Kota Salatiga: Overview of Pre-Elderly Eating Patterns Related to the Inflammatory Risk of Type 2 Diabetes Mellitus During the Covid-19 Pandemic in the Work Area of the Sidorejo Lor Health Center, Salatiga City Kasila Anis; Kristiawan Prasetyo Agung Nugroho; Catherine Natawirarindry
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 6 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i6.463

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit degeneratif yang cukup tinggi terjadi pada pra lansia. Apabila tidak diperhatikan akan berdampak pada penyakit dan kualitas hidup pra lansia. Selain itu perubahan kebiasaan makan pra lansia yang tidak sehat pada pandemi Covid-19 ini beresiko lebih tinggi memicu timbulnya komplikasi penyakit DMTP2 atau memperparah penyakit DMTP2. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran pola makan pra lansia terhadap risiko inflamasi DMTP2 pada masa pandemi Covid-19 di wilayah kerja Puskesmas Sidorejo Lor, Kota Salatiga. Metode deskriptif kuantitatif dengan teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu purposive sampling atau pengambilan sampel dengan cara menetapkan ciri-ciri khusus. Responden penelitian Pra Lansia berusia 49-59 Tahun dipilih berdasarkan data sekunder puskesmas Sidorejo Lor, Kota Salatia dengan teridentifikasi DMTP2. Pengumpulan data primer dilakukan dengan melakukan wawancara terstruktur menggunakan, lembar SQ-FFQ, Food Recall, dan kuesioner identifkasi inflamasi DMTP2. Penelitian dilaksanakan pada bulan September-November 2020. Analisis data meliputi hasil kuesioner, kemudian akan dianalisis secara deskriptif, lembar SQ-FFQ dan Food Recall dianalisis untuk mendapatkan data terkait jenis makanan yang rutin dikonsumsi dalam kurun waktu pengamatan penelitian, frekuensi, jumlah takaran serta penghitungan zat gizi dan kalori. Hasil penelitian responden dalam kategori defisit berat berdasarkan perhitungan Food recall dan SQ-FFQ. Kesimpulan penelitian ini yaitu jenis makanan yang dikonsumsi seperti nasi putih yang paling sering dikonsumsi responden memicu gula darah naik.
Formulasi dan Evaluasi Sabun Padat Transparant Ekstrak Frezzed Drying Kayu Secang (Caesalpinia Sappan L) Sebagai Sabun Anti Jerawat: Formulation and Evaluation of Transparent Solid Soap Extract Freezed Drying Sappan wood (Caesalpinia Sappan L) As Anti-Acne Soap Yulyuswarni Yulyuswarni; Endah Ratnasari Mulatasih
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i4.464

Abstract

Acne (acne vulgaris) is an abnormal condition of the skin due to the production of excess oil glands that cause clogging of skin pores. Acne develops into inflammation (inflammatory acne) when infected with bacteria, especially the Propionibacterium acnes bacteria. Secang wood extract (Caesalpinia sappan L) contains Brazilin flavonoids which are known to have inhibitory properties against the Propionibacterium acne bacteria. One of the acne treatments is using acne soap. Therefore, this study aims to obtain a transparent soap preparation formula with the active ingredient of Secang wood extract (Caesalpinia sappan L), formulation techniques and to determine the antibacterial activity against P. acne bacteria that causes acne. So it is hoped that Secang wood can be developed into a medicinal cosmetic product, which has economic value. The colour of transparent soap is light purple to dark purple red, with a solid texture and a distinctive VCO aroma, has a pH of 9.3-9.7. The levels of free fatty acids / free alkalis are 0.04-0.4% , unsweetened fats 0.29-0.34% , have a water content of 18% -30.6% , have total fat content 15.96% -30.98% . The inhibitory diameter of transparent solid soap F4 = 24.50 mm was greater than F0 = 21.67 mm but it was not significantly different Keywords: Transparent soap, Sappan wood, Freez drying Abstrak Jerawat (acne vulgaris) adalah kondisi abnormal kulit akibat produksi kelenjar minyak berlebih yang menyebabkan penyumbatan pori-pori kulit. Jerawat berkembang menjadi inflamasi (inflammatory acne) apabila terinfeksi bakteri, terutama bakteri Propionibacterium acnes. Ekstrak kayu secang (Caesalpinia sappan L) mengandung senyawa flavonoid Brazilin yang diketahui memiliki daya hambat terhadap bakteri Propionibacterium acne. Salah satu pengobatan jerawat dengan sabuna ntijerawat (acne soap). Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula sediaan sabun padat transparan dengan bahan aktif ekstrak kayu secang (Caesalpinia sappan L), teknik formulasi dan mengetahui aktivitas antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium Acne penyebab jerawat. Sehingga diharapkan kayu secang dapat dikembangkan menjadi produk kosmetika obat (cosmeceutical) yang bernilai ekonomis. Berdasarkan uji organoleptik, sabun padat transparan ekstrak kayu secang berwarna merah ungu muda sampai merah ungu tua, dengan tekstur padat dan aroma khas VCO, memiliki pH 9,3-9,7. Kadar asam lemak bebas/alkali bebas yaitu 0,04-0,4%, lemak tak tersabunkan 0,29-0,34%, Memiliki kadar air 18%-30,6% , memiliki kadar total lemak 15,96%-30,98%. Diameter hambat sabun padat transparan F4 = 24,50 mm lebih besar dibandingkan F0 =21,67 mm namun tidak berbeda secara bermakna Kata Kunci : Sabun padat transparant, Ekstrak Kayu Secang, Freez Drying
Hubungan antara Usia, Lama Keluhan Nyeri Abdomen, Nilai Leukosit, dan Rasio Neutrofil Limfosit dengan Kejadian Apendisitis Akut Perforasi di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda: Relationship between Age, Duration of Abdominal Pain, Leukocyte Value, and Neutrophil Lymphocyte Ratio with the Incidence of Acute Appendicitis Perforation at RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Nurnadhirah Mirantika; Danial Danial; Bambang Suprapto
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i4.467

Abstract

Acute appendicitis is an infection that occurs in the appendix vermiformis or commonly known in the community with inflammation of the appendix. The incidence of appendicitis in the world is quite high and diagnosis is still a challenge in surgery. Delay in establishing a definite diagnosis of appendicitis has implications for suboptimal management and can lead to complications in the form of perforation. Perforation of the appendix vermiformis will result in peritonitis and can cause uncontrolled sepsis and intra-abdominal abscess. Age and delay in diagnosis are factors that play a role in the occurrence of perforation of the appendix vermiformis. The longer the complaint of abdominal pain experienced in acute appendicitis, the higher the possibility of perforation. Leukocyte count and lymphocyte neutrophil ratio is a laboratory test that can help diagnose acute appendicitis. The purpose of this study was to determine the relationship between age, duration of abdominal pain, leukocyte value, and neutrophil lymphocyte ratio with the incidence of acute appendicitis perforation. The design of this study uses a cross-sectional study with observational analytic methods. Data were taken from the medical records of patients with a diagnosis of acute appendicitis who received appendectomy at the Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Regional General Hospital for the period 2018-2019 using purposive sampling technique and obtained 105 research samples. Bivariate analysis was performed using the chi-square test and fisher test if the expected count less than 5. The analysis results obtained a significant relationship between age (p=0,015), duration of abdominal pain (p=0,000), leukocyte value (p=0,049), and neutrophil lymphocyte ratio (p= 0,000) with the incidence of acute appendicitis perforation.
Pengaruh Asupan Makanan dan Stress terhadap Kondisi Kesehatan Pasien Kemoterapi: Effect of Food Intake and Stress on Health Conditions of Chemotherapy Patients Susilawati Susilawati; Rifa Nurafifah Syabaniah; Rina Riniawati
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i3.469

Abstract

Cancer is a disease that requires treatment with a long process. Types of treatment include chemotherapy. Cancer patients who are undergoing chemotherapy treatment are usually advised to maintain their health condition. Fulfillment of nutritious and balanced nutrition and avoiding stress are the best steps to support the chemotherapy process. The purpose of this study was to determine how much influence food intake and stress have on the health conditions of chemotherapy. The test results can be concluded that there is an influence between food intake and stress on the health condition of chemotherapy patients as evidenced by the results of the validity and reliability tests above 0.60 with a description of the value of variable X1, namely: food intake has a Cronbach value of 0.737 negligence with stress which is variable X2 with Cronbach alpha 0.633 to variable Y, namely health conditions. with a value of 0.820. Keywords: cancer, chemotherapy, validity and reliability tests.
Jenis dan Efek Complementary Therapy dalam Menurunkan Tekanan Intra Okular (TIO) pada Pasien Glaukoma: A Systematic Review : Types and Effects of Complementary Therapy in Reducing Intra-Ocular Pressure (IOP) in Glaucoma Patients: A Systematic Review Selviani Ice Rerung; Syahrul Said; Kadek Ayu Erika
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i3.471

Abstract

Galukoma merupakan salah satu penyebab utama kebutaan permanen diseluruh dunia dan diprediksi akan mengalami peningkatan pada tahun 2040 menjadi 111.8 juta orang. Peningkatan TIO merupakan salah satu penyebab utama terjadinya glaukoma. Saat ini, pengobatan glaukoma berfokus pada penurunan TIO dengan terapi farmakologis dan intervensi bedah. Namun, penggunaan terapi anti-glaukoma seringkali sulit dilakukan karena membutuhkan komitmen seumur hidup serta adanya efek samping pengobatan. Intervensi Complementary therapy dapat juga mengurangi efek samping pengobatan, mengurangi stress dan berperan dalam menurunkan TIO pada pasien glaukoma. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan efek complementary therapy dalam menurunkan tekanan intra okular pada pasien glaukoma. Desain yang digunakan adalah systematic review. Pencarian menggunakan lima database PubMed, ProQuest, Ebsco, Chocrane Library dan Google Scholar, selain itu dilakukan secondary searching untuk mengidentifikasi jenis dan efek complementary therapy yang dapat menurunkan TIO pada pasien glaukoma, dipublikasikan 10 tahun terakhir (2010-2020), full text, desain studi RCT dan berbahasa Inggris. Hasil penelitian ini ditemukan sebelas studi yang diinklusi dan direview. Dari ulasan tersebut ada tiga klasifikasi complementary therapy yang ditemukan yaitu Energy Therapy (akupuntur, akupresur dan TENS) yang bermanfaat dalam menurunkan TIO dengan menurunkan aktivitas sistem saraf simpatis, Mind-Body Spirit Therapy (musik dan meditasi) yang berperan dalam menurunkan kortisol dan meningkatkan endorphin yang berkorelasi dalam penurunan TIO, Biological Based Therapies (ekstrak saffron) sebagai antioksidan dan pelindung saraf, mengurangi spesies oksigen reaktif dan menghambat kematian sel Trabecular Meshwork yang berperan dalam pengurangan TIO. Kesimpulan dari penelitian ini, Complementary Therapy dapat digunakan sebagai tambahan pengobatan konvensional dalam menurunkan TIO pada pasien glaukoma.
#JALANKITA: Pemantauan Penyakit Komorbid Penyulit Covid-19 Berbasis Android pada Lansia di Masa Pandemi di Kota Balikpapan: #JALANKITA: Monitoring of Covid-19 Comorbidities on Android Base for the Elderly in the Pandemic Period in the Balikpapan City Joshua Gaza Dirgantara Tandirogang; Swandari Paramita; Yadi Yadi
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 5 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i5.480

Abstract

Elderly or commonly referred to as seniors is the age category that has the highest mortality rate due to Covid-19 infection, this is due to not only because of the age factor but also due to comorbid diseases that many elderly suffer from. At present, the use of smartphones has reached the elderly category and has been widely used for daily needs. Seeing this phenomenon, this study has the aim of using an Android-based application in observing and monitoring to see the comorbidities of Covid-19 in the elderly. This study used 112 samples in the city of Balikpapan and aged over 50 years old which was conducted for 3 days in August 2020. This research is a descriptive study and the sampling is purposive sampling. The results in this study showed that the most respondents were 50-59 years of age, the most sexes were women and the most comorbid diseases suffered were high blood pressure or hypertension

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 7 No. 6 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 5 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 4 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 3 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 2 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 1 (2025): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 6 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 5 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 4 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 3 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 2 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 1 (2024): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 6 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 5 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 4 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 3 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 2 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 1 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. SE-1 (2023): Spesial Edition J. Sains Kes. Vol. 4 No. 6 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 5 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 4 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 3 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 2 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. SE-1 (2022): Spesial Edition J. Sains Kes. Vol. 4 No. 1 (2022): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 6 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 5 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 4 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 3 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 2 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 1 (2021): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 3 (2020): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 2 (2019): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 1 (2019): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 10 (2018): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 9 (2018): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 8 (2017): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 7 (2017): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 6 (2016): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 5 (2016): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 4 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 3 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 2 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 1 (2015): J. Sains Kes. More Issue