cover
Contact Name
Rolan Rusli
Contact Email
admin@jurnalfamul.com
Phone
+6282154639509
Journal Mail Official
admin@jurnalfamul.com
Editorial Address
Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman, Jalan Penajam, Kampus UNMUL Gn. Kelua, Samarinda, 75119. Indonesia.
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Kesehatan
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 23030267     EISSN : 24076082     DOI : 10.25026/jsk
Jurnal Sains dan Kesehatan menerima naskah karya asli (Artikel Penelitian, Artikel Review, dan Studi Kasus), baik eksperimental maupun teoretis, dalam bidang-bidang berikut: Sains dan Kesehatan (Kedokteran, Farmasi, Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Kebidanan, Gizi, dan lain-lain). Tujuan penerbitan Jurnal Sains dan Kesehatan adalah untuk menyediakan informasi ilmiah tentang perkembangan ilmu dan teknologi di bidang Ilmu Pengetahuan dan Kesehatan.
Articles 750 Documents
Hubungan Lama Penggunaan Amlodipine dengan Derajat Keluhan Mata Kering pada Pasien Hipertensi: Relationship of duration of use of Amlodipine with Severity of Dry Eye Symptoms in Hypertensive Patients Fadillah Hana Hafifah; Nur Khoma Fatmawati; Fransiska Anggreni Sihotang; Siti Khotimah
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i4.435

Abstract

Mata kering merupakan penyakit pada permukaan mata yang dapat mempengaruhi kualitas hidup. Beberapa penelitian melaporkan hubungan penggunaan amlodipine dengan kejadian mata kering. Namun, penelitian mengenai faktor lama penggunaan amlodipine dengan derajat keluhan mata kering masih kurang. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan lama penggunaan amlodipine dengan derajat keluhan mata kering pada pasien hipertensi. Penelitian ini bersifat analitik observasional dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada bulan Desember 2020. Data diperoleh dari 30 pasien berusia antara 41-65 tahun yang diambil dengan teknik purposive sampling di Klinik Mitra Keluarga Samarinda. Penelitian ini menggunakan lembar rekam medik dan kuesioner Ocular Surface Disease Index. Hasil penelitian ini didapatkan lama penggunaan amlodipine dan derajat keluhan mata kering memiliki hubungan yang bermakna (p = 0,005) dengan kekuatan korelasi sedang (r = 0,496) dengan uji Spearman. Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan bahwa ada hubungan antara lama penggunaan amlodipine dengan derajat keluhan mata kering, yaitu semakin lama menggunakan obat amlodipine maka derajat keluhan mata kering semakin berat.
Profil Drug Related Problems (DRPs) Penggunaan Antibiotik pada Pasien Anak dengan Diare Infeksi di RSUD Provinsi NTB Tahun 2018: Profile of Drug Related Problems (DRPs) Use of Antibiotics in Pediatric Patients with Infectious Diarrhea in at the RSUD Provinsi NTB in 2018 Ega Yuspita; Raisya Hasina; Candra Eka Puspitasari
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i4.436

Abstract

Diare infeksi merupakan salah satu penyebab kematian anak-anak dengan persentase kejadian sebesar 42%. Pada tahun 2018 Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan salah satu dari lima provinsi di Indonesia dengan insiden diare infeksi tertinggi. Penatalaksanaan diare infeksi yang kurang tepat dapat meningkatkan peluang terjadinya Drug Related Problems (DRPs). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil Drug Related Problems (DRPs) penggunaan antibiotik pada pasien anak dengan diare infeksi di RSUD Provinsi NTB pada tahun 2018. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan observasional secara retrospektif. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling terhadap pasien anak usia 1-11 tahun periode Januari hingga Desember 2018 di RSUD Provinsi NTB. Hasil penelitian menunjukkan dari 22 pasien 31,81% mengalami DRPs dengan total kejadian 11. Kategori DRPs yang terjadi berurutan dari yang paling banyak adalah kategori obat tanpa indikasi (45,46%), dosis obat terlalu rendah (27,27%), dan interaksi obat (27,27%). Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa kejadian DRPs cukup banyak terjadi pada pasien anak dengan diare infeksi terutama pada kategori obat tanpa indikasi.
Analgesic Activity of Bitter Melon Leaves Ethanol Extract in Mice (Mus musculus) Nisa Najwa Rokhmah; Moerfiah Moerfiah; Hijib Sihabullah
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i4.438

Abstract

Pain is an unpleasant sensation and can be felt as sore sensation. This can be caused by mechanical, chemical or physical stimulation that could cause damage to the tissueand trigger the release of certain substances called pain mediators, such as histamine, bradykinin, leukotrienes and prostaglandins. Pain overcome by giving analgesic drugs. This study aims to determine the effectivity and effective duration of bitter melon (Momordica charantia L.) leaf extract as analgesic in mice (Mus musculus). The test method used in this study is the Hot plate method. This study was divided into 5 treatment groups animals with 5 experimental animals in each group. Animal treatment of this study consist of a negative control group using CMC-Na (0.5%), a positive control group using Paracetamol, a suspension group of pare leaf ethanol extract with a dose of 0.212mg / 20gBW. , the ethanol extract suspension group of bitter melon leaves with a dose of 0.423mg / 20gBW, the suspension group of ethanol extract of pare leaves with a dose of 0.635mg / 20gBW. The results of this study indicate that the ethanol extract of 96% bitter melon leaves has activity as an analgesic in mice with the best dose of 0.635mg / 20gBW and the highest duration of analgesic activity was in 40 minutes, these activity was the closest result to positive control of paracetamol in mice.
Hubungan Antara Internet Addiction dengan Depresi pada Siswa SMA Negeri 3 Samarinda Pengguna Smartphone: Relationship Between Internet Addiction and Depression in SMA Negeri 3 Samarinda Students Smartphone Users Dini Anggraini; M. Khairul Nuryanto; Eka Yuni Nugrahayu
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i4.439

Abstract

Internet addiction merupakan sebuah masalah baru yang terjadi di masyarakat terutama pada remaja yang seringkali dihubungkan dengan depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara internet addiction dengan depresi pada siswa SMA Negeri 3 Samarinda pengguna Smartphone. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan subjek 169 siswa SMA Negeri 3 Samarinda dengan metode cross-sectional dan data primer dari kuisioner IAT dan CDI 2 melalui teknik simple random sampling. Penelitian ini menunjukan bahwa rata- rata responden berjenis kelamin perempuan usia 15 tahun yang menggunakan internet > 5 tahun dan menggunakan smartphone >6jam/hari, untuk media sosial (Instagram, WhatsApp, dll.) dengan tingkat adiksi internet ringan serta depresi sedang. Hasil uji analisis r – product moment pearson di dapatkan p-value 0.000 (p<0.05) dengan nilai r 0.404. Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat hubungan antara internet addiction dengan depresi pada siswa SMA Negeri 3 Samarinda Pengguna Smartphone dengan kekuatan hubungan yang cukup kuat dan arah korelasi yang positif ( jika nilai adiksi internet tinggi maka nilai depresi akan tinggi pula).
Analisis Biaya Operasi Teknik Off-pump CABG dibandingkan On-pump CABG Pasien BPJS Penyakit Jantung Koroner dengan Fungsi Jantung Buruk di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita Aris Aris; Yusi Anggriani; Hanafy Dudy Arman; Yacob Ruru
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i2.440

Abstract

Coronary heart disease (CHD) is a heart disease that is mainly caused by narrowing of the coronary arteries due to atherosclerosis or spam or a combination of both. In CHD patients who continued therapy, coronary artery bypass surgery can be performed Off-pump CABG or On-pump CABG, with hearts function poorly with LEF < 30 % at risk and a higher complication which results in increased costs. The research is aimed to analyze the operating cost Off-pump CABG technique compared to the On-pump CABG technique in patients with BPJS coronary heart disease with poor heart function in Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita on period January – December 2015. Patient sample selection is done in the installation of medical records with the diagnosis of CHD undergoing coronary artery bypass surgery technique Off-pump CABG and On-pump CABG. Data retrieval costs of pre-operatives, peri-operatives, and post-operative. This research conducted prospectively. Data were analyzed using the Kolmogorov test, Mann Whitney test, and Kruskal Wallis test. Research results obtained from a total of 70 patients with each of the 35 patients who underwent Off-pump CABG and On-pump CABG. The average cost of technique operation Off-pump CABG amounted to Rp.85,812,864. The average cost of technique operation on-pump CABG amounted to Rp.105,480,363. Operation margin amounted to Rp. 19,667,499. Mann-Whitney test shows different averages with p-value=0,006, then there is a significant difference between the two groups. Comparison of the rates for the Ina-CBGs surgery techniques Off-pump CABG an average of Rp.141,747,683, different of Rp. 55,934,819. Of the rates for the Ina-CBGs surgery techniques on-pump CABG an average of Rp. 138,782,251, different of Rp. 33,301,888. Kruskal Wallis test shows a different averages with p-value=0,000, then there is a significant difference between the two groups. Operating cost Off-pump CABG technique is lower than of On-pump CABG surgery technique. Operating cost Off-pump CABG technique and On-pump CABG lower than tariff Ina-CBGs.
Colocasia esculanta L. (Talas): Kajian Farmakognosi, Fitokimia dan Aktivitas Farmakologi: Colocasia esculanta L. (Taro Plant): Study of Pharmacognosis, Phytochemical, and Pharmacological Activity Vera Ladeska; Rino Andriano Am; Endang Hanani
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i2.441

Abstract

Taro plant (Colocasia esculenta L.) belongs to the Araceae family is one of the most widely grown plants in Indonesia, and is widely used as a food ingredient. In some countries this plant has long been used for traditional medicine. Until now, there has not been found a review of taro plants that includes biology, chemical content and properties. This study aims to review the taro plant (C. esculenta L.) in terms of pharmacognosy, phytochemical and pharmacological properties. The research is compiled based on journals that have been collected by both national and international journals. The results of the study stated that in Indonesia, various types of taro are grown. In the stems, leaves and tubers there are various chemical compounds, depending on the planting area. Taro has activity as an antioxidant (medium category), antimicrobial, antibacterial.
Covid-19 and Its Vaccine Development: A Narrative Review Risa Septinia; Didik Hasmono
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 6 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i6.444

Abstract

COVID-19 merupakan penyakit saluran pernapasan yang ditetapkan sebagai pandemi pada Maret 2020 dan disebabkan oleh severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Tingginya penyebaran COVID-19 di seluruh dunia menyebabkan pengembangan vaksin mendesak untuk dilakukan. Oleh karena itu, review ini bertujuan untuk mengkaji tentang COVID-19 dan tantangannya dalam pengembangan vaksin serta mengkaji keamanan, efektivitas, dan immunogenisitas dari platform vaksin-vaksin yang telah mendapatkan izin penggunaan di beberapa negara. Berdasarkan pengalaman infeksi yang pernah terjadi di dunia, vaksin mampu mencegah penyebaran penyakit-penyakit infeksi dan menyelamatkan 23,3 juta nyawa. Terdapat beberapa tantangan yang dihadapi dalam pengembangan vaksin untuk COVID-19, diantaranya mudahnya SARS-CoV-2 bermutasi dan potensi terjadinya antibody-dependent enhancement (ADE) setelah vaksinansi. Berbagai macam platform digunakan dalam perkembangan vaksin COVID-19, baik platform teknologi tradisional (inactivated dan live-attenuated vaccine) maupun teknologi baru (viral vector, protein subunit, dan nucleic acid vaccine). Untuk mencegah penyebaran infeksi SARS-CoV-2, terdapat 10 vaksin yang telah mendapatkan izin penggunaan darurat di beberapa negara. Platform yang digunakan antara lain vaksin mRNA, vektor virus, terinaktivasi, dan vaksin peptida. Vaksin-vaksin tersebut dilaporkan efektif, aman dan dapat ditoleransi dengan baik oleh partisipan dengan derajat efek samping yang timbul adalah ringan hingga sedang. Meskipun kejadian ADE tidak ditemukan dalam semua vaksin tersebut, monitoing terhadap kejadian tersebut harus dilakukan karena berdasar pada pengalaman penggunaan platform inactivated vaccine SARS-CoV sebelumnya, diketahui dapat menimbulkan vaccine-associated enhanced respiratory diseases (VAERD).
Perbandingan Insiden Shivering Pasca Operasi dengan Anestesi Umum dan Anestesi Spinal di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda: Comparison of Postoperative Shivering Incidence with General Anesthesia and Spinal Anesthesia at RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Elsa Syafira Hidayah; M. Rizqan Khalidi; Hary Nugroho
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i4.447

Abstract

One of the most common complications of anesthesia in general and spinal anesthesia is shivering. Shivering may cause discomfort and harm risk towards the patient. This research aims to compare postoperative shivering in patients with general anesthesia and spinal anesthesia. This research is an observational analytic study with cross-sectional approach and was conducted in the recovery room of RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. The sampling method used was total sampling with 69 respondents. Data were obtained using observation sheets and medical records. From 121 patients, the postoperative shivering incidence was more in the underweight group, underwent prolonged surgery, and underwent plastic surgery. The result showed that there was no significant difference between postoperative shivering incidence with anesthetic techniques using chi-square test (p=0,260). Keywords: Comparison, postoperative shivering, recovery room
Uji Boraks pada Beberapa Kerupuk Mentah dari Pasar Tradisional Kota Jambi: Borax Test on Some Raw Crackers from Jambi City Traditional Market Agnes Juwita; Yulianis Yulianis; Mukhlis Sanuddin
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i3.449

Abstract

Boraks dilarang penggunaannya pada makanan tetapi boraks masih sering ditambahkan di beberapa makanan salah satunya kerupuk. Kerupuk yang mengandung boraks jika dikonsumsi secara terus menerus dalam jangka waktu lama dapat mengakibatkan dampak negatif bagi kesehatan seperti kerusakan pada hati, sistem kardiovaskular dan sistem saraf pusat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kandungan boraks dan kadar boraks pada kerupuk mentah dari pasar Tradisional Kota Jambi. Metode yang digunakan untuk analisis boraks pada kerupuk mentah menggunakan kertas kunyit (tumerik) dan Spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian 10 sampel kerupuk mentah diperoleh 1 sampel mengandung boraks yaitu kerupuk nasi dari hasil uji kualitatif dengan kertas tumerik. Dari hasil uji dengan spektrofotometer UV-Vis diperoleh panjang gelombang maksimum dari larutan sampel 415 nm yang sama dengan panjang gelombang maksimum larutan standar boraks, pada hasil uji kuantitatif diperoleh kadar boraks sampel tersebut sebesar 139,23 µg/g. Kata kunci : kerupuk nasi, boraks, spektrofotometer UV-Vis
Formulasi Sediaan Deodoran Spray dari Kombinasi Minyak Atsiri Kulit Jeruk Kalamansi (Citrofortunella microcarpa) dan Ekstrak Teh Hijau (Camellia sinensis L) serta Uji Aktivitas Antibakteri Weri Veranita; Agung Eru Wibowo; Rachmaniar Rachmat
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i2.452

Abstract

Penggunaan sabun dan air sebagai pencuci badan pada waktu mandi relatif kurang efektif untuk mencegah bau badan. Sehingga dapat dilakukan beberapa alternatif tindakan lain, seperti menggunakan sediaan kosmetik anti bau badan (deodorant). Berdasarkan hasil penelitian dari 90% populasi di dunia ini telah menggunakan deodorant untuk mengontrol keringat dan bau di ketiak. Jeruk kalamansi (Citrusfortunela microcarpa) dipercaya dapat menghilangkan bau badan karena memiliki kandungan vitamin C dan flavonoid yang berperan sebagai antioksidan serta antibakteri. Sedangkan kandungan astringent alami pada teh hijau (Camellia sinensis L) dapat mengecilkan pori yang terbuka sehingga mengurangi produksi keringat. Pada penelitian ini dilakukan formulasi deodoran antiperspiran spray dari kombinasi minyak atsiri kulit jeruk kalamansi dan ekstrak teh hijau dengan tiga formula dengan perbandingan 1:1 yaitu formula 1 dengan perbandingan konsentrasi 1,5%:1,5% Formula 2 dengan perbandingan konsentrasi 0,75%:0,75% dan Formula 3 dengan perbandingan konsentrasi 0,375%:0,375%. Pengujian yang dilakukan meliputi pengujian antibakteri terhadap bakteri Pseuodomonas aureugenisa dan Staphylococcus epidermidis, uji iritasi, uji stabilitas dan uji antiperspiran dengan metode gravimetri. Hasil uji menunjukkan bahwa pengujian antibakteri memberikan diameter hambat tertinggi sebesar 17,3mm dan 20mm yaitu pada formulasi 1 masuk dalam kategori kuat. sedangkan pengujian antiperspiran dengan pada formula 1 mengurangi produksi keringat dengan hasil tertinggi sebanyak 9%. Dari hasil pengujian anti iritasi di dapat hasil negatif yang mana menunjukkan tidak terjadi iritasi sehingga aman untuk digunakan

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 7 No. 6 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 5 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 4 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 3 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 2 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 1 (2025): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 6 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 5 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 4 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 3 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 2 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 1 (2024): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 6 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 5 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 4 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 3 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 2 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 1 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. SE-1 (2023): Spesial Edition J. Sains Kes. Vol. 4 No. 6 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 5 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 4 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 3 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 2 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. SE-1 (2022): Spesial Edition J. Sains Kes. Vol. 4 No. 1 (2022): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 6 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 5 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 4 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 3 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 2 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 1 (2021): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 3 (2020): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 2 (2019): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 1 (2019): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 10 (2018): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 9 (2018): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 8 (2017): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 7 (2017): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 6 (2016): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 5 (2016): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 4 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 3 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 2 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 1 (2015): J. Sains Kes. More Issue