cover
Contact Name
Abdul Halim
Contact Email
halim@widyagama.ac.id
Phone
+6281253743162
Journal Mail Official
bouwplank@widyagama.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Widyagama Malang
Location
Kab. malang,
Jawa timur
INDONESIA
BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan
ISSN : 28075889     EISSN : 28075579     DOI : https://doi.org/10.31328/bouwplank.v2i2
Core Subject : Engineering,
BOWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan adalah jurnal ilmiah yang memuat tulisan hasil penelitian, kajian analisis dan aplikasi di bidang : Struktur Bangunan, Geoteknik, Manajemen Konstruksi, Hidrologi, Transportasi, dan Informatika Teknik Sipil, serta di bidang lingkungan.
Articles 46 Documents
PERBANDINGAN PENGGUNAAN DUA MERK SILICA FUME DAN ADMIXTURES SEBAGAI BAHAN CAMPURAN PADA BETON MUTU TINGGI Muwafaq, Arsyul; Halim, Abdul; Aditya, Candra; Cakrawala, Muhammad
BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 2 No 1 (2022): BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/bouwplank.v2i1.226

Abstract

Perkembangan dalam dunia konstruksi beton sangat pesat sehingga para produsen berlomba-lomba menciptakan teknologi baru dalam bidang material konstruksi. Salah satunya silica fume yang merupakan produk yang dapat mempengaruhi sifat kimia dan sifat mekanis beton sehingga dapat meningkatkan kekuatan beton. Silica fume biasanya digunakan pada pembuatan beton mutu tinggi. Sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan beton di area dermaga. Pada proyek Lamongan Oil Tank Terminal (LOTT), area dermaga menggunakan beton mutu tinggi yaitu K-430 serta mempunyai durabilitas campuran akibat pengaruh cuaca dan air. Maksud penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh komposisi campuran beton dengan penggunaan silica fume dengan merek yang berbeda, yaitu merek Sika Fume dan Consol Fume dengan variasi 7% dan 8%. Dari hasil penelitian yang dilakukan dengan menggunakan sika fume dan consol fume dengan tambahan admixture Type D dan Type F menghasilkan waktu pengerasan beton yang lebih lama dan menjaga workabilitas saat beton ready mix sampai ke lokasi pekerjaan masih terjaga kelecakannya. Kuat tekan beton optimal didapat pada penambahan variasi 8% pada campuran Sika Fume yaitu 592 Kg/cm². Sedangkan untuk campuran Consol Fume yaitu 570 Kg/cm². Kuat tekan beton optimal pada penambahan variasi 7% pada campuran Sika Fume yaitu 509 Kg/cm². Sedangkan untuk campuran Consol Fume yaitu 503 Kg/cm². Untuk beton normal didapat 473 Kg/cm².
KAJIAN TARIF DENGAN MENGGUNAKAN METODE BESAR KEUNTUNGAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN DI JALAN BEBAS HAMBATAN BEKASI – CAWANG – KAMPUNG MELAYU Indrawati, Astri; Suraji, Aji; Irawan, Dafid
BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 2 No 1 (2022): BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/bouwplank.v2i1.232

Abstract

Pertumbuhan penduduk dan perkembangan ekonomi di Kota Bekasi cukup tinggi sehingga aktivitas dan pergerakan warga semakin meningkat. Seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan ekonomi maka berdampak pada peningkatan pergerakan dan angka lalu lintas harian, bahkan kemacetan tidak bisa dihindari di Kota Bekasi khususnya di ruas Bekasi – Cawang – Kampung Melayu yang merupakan penghubung antar Kota Bekasi di Provinsi Jawa Barat dan Kampung Melayu Kota Jakarta Timur. Pembangunan Jalan Tol Becakayu merupakan salah satu solusi mengatasi kemacetan yang terjadi di area penghubung antar daerah tersebut. Melalui kegiatan observasi awal yang dilakukan di jalan tol Becakayu, didapatkan data bahwa sejak dioperasikannya selama 5 bulan, realisasi volume lalu lintas harian berada pada kisaran 9.000-11.000 kendaraan per hari. Sedangkan estimasi lalu lintas harian rata-rata (LHR) pada awal pengoperasiannya direncanakan sebesar 29.800 kendaraan. Artinya angka tersebut hanya berkisar 30% dari estimasi awal yang terdapat dalam Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT). Hal tersebut dipengaruhi oleh kurangnya minat penguna jalan tol, karena tarif tol yang berlaku dianggap terlalu tinggi. Maka diperlukan adanya penyesuaian tarif tol yang ideal untuk meningkatkan kembali minat pengguna jalan tol. Sehingga realisasi volume lalu lintas harian (LHR) sesuai dengan estimasi awal dalam PPJT. Berdasarkan dari hasil penelitian yang telah dilakukan di Ruas Jalan Tol Bekasi – Cawang – Kampung Melayu. Dengan pendekatan nilai BKBOK dimana tarif tol maksimal adalah 70% dari nilai Biaya Operasional Kendaraan (BOK). Maka didapatkan besaran tarif tol Becakayu seksi IB dan IC untuk Golongan I sebesar Rp 5.620,-/kendaraan atau turun 60% dari tarif awal yang berlaku. Golongan II sebesar Rp 7.111,-/kendaraan turun 66% dari tarif awal yang berlaku. Golongan III sebesar Rp 14.432,-/kendaraan turun 48% dari tarif awal yang berlaku. Golongan IV sebesar Rp 15.965,-/kendaraan turun 54% dari tarif awal yang berlaku. Golongan V sebesar Rp 18.656,-/kendaraan turun 56% dari tarif awal yang berlaku. Maka perlu adanya penyesuaian tarif yang berlaku. Sehingga dapat meningkatkan minat pengguna jalan tol, dan mengurangi resiko kemacetan lalu lintas di jalan bukan jalan bebas hambatan atau non-tol.
STABILISASI SWELLING TIGA DIMENSI (3D) TANAH LEMPUNG EKSPANSIF DENGAN LIMBAH INDUSTRI KERAJINAN MARMER Jorge Marcal, Paulo; Tugas Sudjianto, Agus; Aditya, Candra
BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 2 No 1 (2022): BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/bouwplank.v2i1.234

Abstract

Setiap pekerjaan teknik sipil tidak lepas dengan aspek yang paling penting yaitu tanah. Sejumlah masalah yang berkaitan dengan bangunan teknik sipil yang sering dijumpai di lapangan adalah sifat-sifat teknis tanah yang buruk ditandai dengan kadar air tanah yang tinggi, komprebilitas yang besar dan daya dukung yang rendah. Sebagian dari jenis tanah yang memiliki sifat buruk tersebut adalah tanah yang mudah mengalami kembang susut besar. Beberapa jenis tanah yang memiliki potensi kembang susut besar adalah tanah yang dapat mengalami perubahan volume secara signifikan seiring dengan perubahan kadar airnya. Tanah jenis ini merupakan tanah lempung yang banyak mengandung mineral-mineral dengan potensi kembang (swelling potential) tinggi atau disebut dengan tanah lempung ekspansif. Dari hasil penelitian pada tanah lempung ekspansif di lokasi Kabupaten Jombang (Jawa Timur) menunjukan bahwa potensi kembang bebas tanah lempung ekspansif yang sangat bervariasi yakni dipengaruhi oleh jenis atau klasifikasi tanah ekspansif, unsur kimia dan mineral, kadar air aktivitas dan indenx plastisitas. Hasil Pengujian limbah industri kerajinan marmer sebagai bahan stabilisasi tanah lempung ekspansif menunjukan bahwa hasil sifat fisis dengan komposisi penambahan bahan stabilisasi 5%, 10%, 15% 20% mengalami penurunan kadar air cukup konsisten.
ANALISIS NERACA AIR BENDUNG SENGKALING KABUPATEN MALANG JAWA TIMUR Kurniawan, Ridwan; Riman; Halim, Abdul
BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 2 No 1 (2022): BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/bouwplank.v2i1.235

Abstract

Bendung Sengkaling yang terletak di Desa Tegalgondo Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur mempunyai nilai strategis sebagai penyedia air untuk Daerah Irigasi Sengkaling. Bendung Sengkaling mempunyai 2 intake, yaitu kanan dan kiri. Pada Daerah Irigasi Sengkaling tidak hanya digunakan untuk mengairi area pertanian, tetapi dimanfaatkan juga sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Universitas Muhammadiyah Malang. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder. Yaitu data yang bersumber dari instansi-instansi tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian ini. Adapun data-data sekunder yang digunakan adalah sebagai berikut: data aliran Sungai Brantas di Bendung Sengkaling (m³/dt), data luasan Daerah Irigasi Sengkaling, data kebutuhan air untuk PLTMH. Ketersediaan air rata-rata bulanan berdasarkan pencatatan AWLR di Bendung Sengkaling sebesar 4.51 m³/dt, debit maksimal 10.48 m³/dt dan debit minimal 1.12 m³/dt, berdasarkan perhitungan metode FJ. Mock ketersediaan air rata-rata bulanan sebesar 2.702 m³/dt, dengan debit maksimal sebesar 8.353 m³/dt dan minimal 0.007 m³/dt, sedangkan berdasarkan metode NRECA debit rata-rata bulanan sebesar 0.939 m³/dt, debit maksimal 3.653 m³/dt dan minimal 0.000 m³/dt. Neraca Air Bendung Sengkaling surplus selama 7 bulan, yaitu pada bulan November, Desember, Januari, Februari, Maret, April dan Mei, dengan total 27.13 m³/dt. Defisit selama 5 bulan, yaitu pada bulan Juni, Juli, Agustus, September dan Oktober, dengan total -4.95 m³/dt.
STABILISASI SWELLING TIGA DIMENSI (3D) TANAH LEMPUNG EKSPANSIF DENGAN LIMBAH INDUSTRI KERAJINAN KERAMIK Antonio Correia, Jotam; Tugas Sudjianto, Agus; Riman
BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 2 No 2 (2022): Bahasa Indonesia
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/bouwplank.v2i2.237

Abstract

Tanah merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia. Tanah sendiri sering menimbulkan dampak buruk terutama di bidang teknik sipil,  seperti kadar air tanah yang tinggi yang diakibatkan oleh sifat-sifat tanah yang buruk, kompresibilitas atau tekanan yang besar dan daya dukung yang rendah. Sebagian dari jenis tanah yang memiliki sifat buruk tersebut adalah tanah yang mudah mengalami kembang susut besar (Sudjianto,2012). Beberapa jenis tanah yang memiliki potensi kembang susut besar adalah tanah yang dapat mengalami perubahan volume secara signifikan seiring dengan perubahan kadar airnya. Tanah lempung merupakan tanah yang banyak mengandung mineral-mineral dengan potensi kembang tinggi yang sering disebut tanah lempung ekspansif. Tanah ini memiliki sifat mudah mengembang jika terkena air sehingga menyebabkan penurunan nilai kekuatan tanah. Ini bisa diatasi dengan menstabilkan tanah. Untuk  stabilisasi tanah adalah dari limbah industri kerajinan keramik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji bahan alternatif untuk menstabilkan tanah lempung ekspansif. Yakni menggunakan limbah industri kerajinan keramik, sehingga hasil yang diperoleh dari uji fisik tanah berupa nilai IP tanah asli sebesar 48,73% dapat diturunkan menjadi 27,46 Pada pengujian sifat mekanik tanah didapatkan nilai unconfined meningkat dari 1.287 kg/cm2 menjadi 1.689 kg/cm2, dan hasil uji swelling 3D menunjukkan nilai perkembangan tanah asli Jombang sebesar 95% yaitu kemudian setelah distabilisasikan nilai swelling terendah pada komposisi hari kedua yaitu 15% dan 20%. Sehingga nilai komposisi campuran optimum untuk tanah asli dan bahan stabilisasi adalah 9,6%.
Percepatan Waktu dan Biaya Bangunan Gedung dengan Menggunakan Metode Time Cost Trade Off (TCTO) Mardiana, Sela; Irawan, Dafid; Cakrawala, Muhammad; Suraji, Aji
BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 2 No 2 (2022): Bahasa Indonesia
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/bouwplank.v2i2.238

Abstract

Suatu proyek dikatakan berhasil apabila dalam mencapai mutu, biaya dan waktu dalam penyelesaian proyek. Namun kondisi dilapangan tidak dapat diprediksi sehingga bisa menimbulkan keterlambatan. Karena itu untuk mengurangi keterlambatan bisa dilakukan percepatan dengan menggunakan metode time cost trade off. Metode ini bisa dilakukan dengan banyak cara guna mencari percepatan dan biaya optimum. Schedule menggunakan microsoft project 2016 yang kemudian dilakukan identifikasi pekerjaan yang berada pada jalur kritis. Jalur kritis ini yang akan dilakukan percepatan sehingga menghasilkan durasi yang lebih singkat. Percepatan ini dilakukan dengan penambahan jam kerja (lembur). Setelah dilakukan analisa pada penambahan jam kerja 1 jam proyek dapat diselesaikan dengan durasi 84 hari dan total biaya Rp.2.744.929.563. Pada penambahan jam kerja 2 jam durasi menjadi 79 hari da total biaya menjadi Rp. 2.771.984.255. Pada penambahan jam kerja 3 dan 4 jam menghasilkan durasi 75 hari dan biaya untuk penambahan jam kerja 3 jam sebesar Rp. 2.788.400.122. Sedangkan pada penambahan jam kerja 4 jam biaya menjadi Rp. 2.822.954.502. Untuk perbandingan biaya terhadap denda dan suku bunga bank maka pada penambahan jam kerja 1 jam paling rendah ketika percepatan dengan biaya Rp. 11.219.563 dan pada penambahan jam kerja selanjutnya biaya paling rendah pada suku bunga bank sebesar Rp. 17.085.688.
ANALISIS SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG MAKO POLRES (KEPOLISIAN RESOR) KABUPATEN MALAKA Kurniawan, Andri; Moruk, Apriliana Eviline; Irawan, Dafid; Aditya, Candra
BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 2 No 2 (2022): Bahasa Indonesia
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/bouwplank.v2i2.239

Abstract

Dalam dunia usaha yang membutuhkan banyak tenaga kerja seperti proyek konstruksi, seringkali kesehatan dan keselamatan kerja diabaikan dengan berbagai alasan oleh para pemilik usaha diantaranya bahwa biaya untuk kesehatan dan keselamatan kerja bagi pekerja dianggap mahal. Hal ini tentunya sangat memprihatinkan mengingat banyak terjadi kecelakaan kerja pada proyek konstruksi. Pada penelitian ini, dilakukan studi mengenai keselamatan dan kesehatan kerja pada proyek pembangunan Gedung Polres (Kepolisian Resor) Kabupaten Malaka Provinsi Nusa Tenggara Timur. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat keberhasilan pelaksanaan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) serta untuk mengetahui faktor penyebab terhambatnya penerapan SMK3. Metode yang digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan penerapan SMK3 terhadap pelaksanaan proyek pembangunan Masko Polres Kabupaten Malaka yakni dengan menggunakan metode pembobotan scoring. Dari hasil evaluasi tersebut dapat diperoleh keberhasilan analisis penerapan Sistem Majanemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja yaitu sebesar 98,67% dan dianggap baik serta memenuhi syarat.
Perbandingan Penambahan Kapur (CaOH2) dan (CaCO3) Guna Mengaktivasi Lumpur Lapindo Untuk Menigkatkan Kuat Tekan Mortar Luqman Khakim, Muhammad; Halim, Abdul; Tugas Sudjianto, Agus
BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 2 No 2 (2022): Bahasa Indonesia
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/bouwplank.v2i2.240

Abstract

Banjir lumpur panas Sidoarjo, juga dikenal dengan sebutan Lumpur Lapindo (Lula) atau Lumpur Sidoarjo (Lusi), adalah peristiwa menyemburnya lumpur panas di lokasi pengeboran Lapindo Brantas Inc. di Dusun Balongnongo Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia, sejak tanggal 29 Mei 2006. Semburan lumpur panas menyebabkan tergenangnya kawasan permukiman, pertanian, dan perindustrian di tiga kecamatan di sekitarnya, serta memengaruhi aktivitas perekonomian di Jawa Timur. Lumpur lapindo mempunyai kandungan silika yang sama dengan kandungan pada semen Portland, dimana kandungan silika pada lumpur Sidoarjo lebih tinggi dari semen portland yaitu sebesar 53,08%. Tujuan dari penelitian ini adalah memanfaatkan kapur sebagai activator pada lumpur lapindo yang memiliki kandungan silika tinggi sehingga dapat bereaksi seperti semen Portland. Pada penelitian ini bertujuan untuk menambahkan kapur sebagai aktivator pada lumpur lapindo dengan menggunakan 2 jenis kapur kalsium hidroksida (CaOH2) dan kalsium karbonat (CaCO3) dalam pemanfaatan mortar. Sehingga didapat hasil kuat tekan rata – rata sebesar 1,561 Mpa (pada penambahan 60% CaOH2), dan kuat tekan rata – rata sebesar 1,758 Mpa(pada penambahan 40% CaCO3), penyerapan air rata – rata sebesar 13.767% (pada penambahan 20% CaOH2), dan penyerapan air rata – rata 23,877% (pada penamabahan 20% CaCO3).
KAJIAN PERBANDINGAN DAYA REDAM SUARA DAN PANAS PADA MATERIAL DINDING BATAKO, BATU BATA DAN BATA RINGAN Regina Beribi Kedang, Maria; Halim, Abdul; Suraji, Aji
BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 2 No 2 (2022): Bahasa Indonesia
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/bouwplank.v2i2.241

Abstract

Seseorang akan merasa nyaman dalam hunian ketika mereka merasa puas dengan lingkungan termal dan tingkat kebisingan yang rendah pada lingkungan sekitarnya. Penelitian ini menggunakan 3 buah sampel uji berbentuk kubus kubus dengan ukuran 1 m3 masing-masing terbuat dari batako, batu bata dan bata ringan. Pengujian daya redam panas menggunakan alat termometer infra merah sebanyak 3 kali percobaan pada pukul 10.00, 12.00 dan 14.00. Pengujian daya redam suara menggunakan alat sound level meter yang akan dilakukan pengujian pada jarak 2 meter, 4 meter, 6 meter pada pukul 08.00, 14.00 dan 19.00. Setelah hasil penelitian di dapat maka akan dilakukan uji statistik menggunakan uji kruskall wallis. Hasil yang didapat pada penelitian ini adalah bata ringan mampu meredam suara dan panas paling baik, selanjutnya batu bata dan yang paling buruk daya redam suara dari ketiga sampel adalah batako. Semakin tinggi nilai Q konduksi maka semakin buruk daya redam panasnya, sebaliknya semakin rendah nilai Q konduksi makan semakin baik daya redam panasnya.
ANALISIS PERBANDINGAN PENGGUNAAN BEKISTING KONVENSIONAL DAN SEMI KONVENSIONAL DARI ASPEK MUTU, WAKTU DAN BIAYA Rahman Maulana, Hanif; Irawan, Dafid; Cakrawala, Muhammad
BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 4 No 1 (2024): BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/bouwplank.v4i1.242

Abstract

Perkembangan teknologi konstruksi di Indonesia saat ini semakin besar dan jauh lebih modern untuk menjaga hasil dan mutu pekerjaan dalam hal desain struktur bangunan atau manajemen konstruksi. Yaitu dari segi kualitas yang baik, waktu yang efisien dan biaya yang sangat ekonomis. Penelitian ini membandingkan dua metode pekerjaan yaitu metode konvensional dan semi konvensional dilihat dari aspek mutu, waktu dan biaya. Pada proyek pembangunan Gedung "Asrama Putra" MTsN 1 Gondanglegi Malang setelah dilakukan analisa perbandingan, ditemukan bahwa dari segi mutu bekisting semi konvensional lebih unggul karena tidak mudah retak atau pecah dibandingkan bekisting konvensional. Jika melihat dari segi waktu, bekisting semi konvensional jauh lebih efisien dengan selisih 5 hari daripada pekerjaan bekisting konvensional. Kemudian dari segi biaya, bekisting konvensional lebih terjangkau dengan harga Rp. 491.129.364,00- daripada bekisting semi konvensional yang mencapai harga Rp. 533.061.064,00-. Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan bekisting konvensional unggul hanya dari segi biaya, sedangkan dari segi mutu dan waktu, bekisting semi konvensional lebih unggul.