cover
Contact Name
Abdul Halim
Contact Email
halim@widyagama.ac.id
Phone
+6281253743162
Journal Mail Official
bouwplank@widyagama.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Widyagama Malang
Location
Kab. malang,
Jawa timur
INDONESIA
BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan
ISSN : 28075889     EISSN : 28075579     DOI : https://doi.org/10.31328/bouwplank.v2i2
Core Subject : Engineering,
BOWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan adalah jurnal ilmiah yang memuat tulisan hasil penelitian, kajian analisis dan aplikasi di bidang : Struktur Bangunan, Geoteknik, Manajemen Konstruksi, Hidrologi, Transportasi, dan Informatika Teknik Sipil, serta di bidang lingkungan.
Articles 51 Documents
KEGELINCIR BIDANG TANAH LONGSOR BERDASARKAN SIFAT KELISTRIKAN BUMI DENGAN APLIKASI METODE GEOLISTRIK Setiawan, Wayan; Agus Tugas Sudjianto; Abdul Halim
BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 4 No 2 (2024): BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/bouwplank.v4i2.453

Abstract

Pertumbuhan penduduk dan perkembangan perekonomian di Ruas Jalan Turen Sampai Lumajang yang sangat meningkat, Penyiapan lahan ini tidak dapat di hindari karena perubahan kondisi lahan yang membutuhkan eksplorasi dangkal yang dilakukan untuk mencari informasi tentang lapisan tanah, struktur tanah, kondisi tanah, kedalaman batuan dasar, kestabilan tanah, dan gejala-gejala gerakan tanah. Di daerah ini terdapat kondisi tanah yang cukup kompleks dan labil, sehingga memerlukan penelitian lebih lanjut. Penelitian tersebut digunakan untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan, seperti tanah longsor. Sehingga dapat meminimalisir terjadinya bidang gelincir. Diantara beberapa konfigurasi metode geolistrik tahanan, konfigurasi Schlumberger dapat digunakan dalam penelitian ini. Dimana pada elektroda potensial yang diam di suatu tempat pada garis tengah AB .Pada penampang lokasi 1 nilai resistivitas adalah lapisan lempung di kedalaman 12 m - 17 m dengan nilai resistivitas 10 Ω.m- 30 Ω.m. Lokasi 2 nilai resistivitas adalah lapisan lempung berpasir pada kedalaman 2 m -10 m di sebelah kiri penampang dan semakin menipis di bagian kanan. Rentang nilai resistivitas untuk lapisan batuan keras ini adalah 37 Ω.m - 78 Ω.m. Di penampang lokasi 1 dan lokasi 2 terdapat bidang gelincir dengan zona kerentanan gerakan tanah rendah.
ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA DAN WAKTU METODE KONVENSIONAL DAN PRACETAK : Studi Kasus: Cluster Villa Puncak Landung Sari Malang Ruanda, Henry; Cakrawala, Muhammad; Aditya, Candra
BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 5 No 1 (2025): BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/bouwplank.v5i1.278

Abstract

Rumah merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia, di mana masih banyak masyarakat berpenghasilan rendah yang belum memiliki rumah dikarenakan faktor ekonomi. Dengan demikian diperlukan solusi untuk menghasilkan rumah dengan kualitas bagus namun dengan harga terjangkau. Maka perlu dipertimbangkan metode pelaksanaan selain metode konvensional yaitu metode pracetak seperti inovasi dari Kementerian PUPR yaitu teknologi RISHA dan RUSPIN. Cluster Villa Puncak Landungsari merupakan perumahan dua lantai yang terletak di daerah Landungsari, Kota Malang. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hasil perbandingan dari metode konvensional dengan metode pracetak dalam aspek biaya maupun waktu untuk struktur balok dan kolom pada pembangunan rumah dua lantai. Metode pelaksanaan yang dipakai adalah metode konvensional dan metode pracetak (precast). Dilakukan analisis perhitungan biaya dan waktu dari metode konvensional dan pracetak untuk kemudian dilakukan perbandingan biaya dan waktu dari kedua metode tersebut. Diperoleh hasil perhitungan biaya dan waktu dari kedua metode tersebut yaitu metode konvensional membutuhkan biaya sebesar Rp 55.106.300,- dan waktu pelaksanaan selama 24 hari sedangkan metode pracetak membutuhkan biaya sebesar Rp 53.265.000,-  dan waktu selama 9 hari. Dengan demikian metode pracetak lebih murah sebesar Rp 10.661.958,- bila dihitung dengan tambahan optimalisasi/hari dan lebih cepat 15 hari dibandingkan dengan metode konvensional.
ANALISIS PERBANDINGAN PENAMBAHAN SIKA VISCOCRETE DAN PENAMBAHAN POLYCARBOXYLATE PCE 520 PADA BETON SCC TERHADAP KUAT TEKAN ahmad hudri, hudri; Halim, Abdul; Irawan, Dafid
BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 5 No 1 (2025): BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/bouwplank.v5i1.486

Abstract

Sebagai salah satu bahan dasar konstruksi bangunan modern, beton saat ini mengalami kemajuan yang pesat. Penelitian tentang komposisi bahan SCC masih terus dikembangkan untuk mendapatkan komposisi bahan yang lebih baik lagi. Superlasticizer merupakan salah satu bahan penting dalam produksi SCC. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai kuat tekan beton pada beton SCC dengan penambahan Sika Viscocrete 3115-N dan penambahan Polycarboxylate PCE 520. Penelitian ini menggunakan variasi penambahan Sika Viscocrete 3115-N dan Polycarboxylate PCE 520 masing-masing sebesar 0%, 0,6%, 1,2%, 1,8% dan menggunakan mutu 40 MPa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen secara langsung di laboratorium. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan nilai slump flow tertinggi pada PCE 520 sebesar 740 mm dan Sika Viscocrete 3115-N sebesar 800 mm. Nilai L-Shape Box tertinggi pada PCE 520 dan Sika Viscocrete 3115-N sebesar 1,00 mm. Nilai V-Funnel pada PCE 520 dan Sika Viscocrete 3115-N sebesar 6 detik. Nilai kuat tekan paling tinggi diperoleh pada penambahan PCE 520 variasi 0,6% sebesar 44,48 MPa dengan nilai persentase 8,33% terhadap beton normal dan Sika Viscocrete 3115-N sebesar 42,8 MPa dengan nilai persentase 4,27% terhadap beton normal. Dengan selisih 1,98 MPa (0,046%), sehingga dapat disimpulkan bahwa untuk penambahan PCE 520 pada beton SCC lebih efektif untuk meningkatkan kuat tekan dibandingkan dengan Sika Viscocrete 3115-N.
PENERAPAN METODE PERT DAN CPM UNTUK MENCAPAI EFEKTIVITAS WAKTU DAN BIAYA PENYELESAIAN PROYEK : Studi Kasus Proyek Pembangunan Gedung RPS SMK Telkom Malang Musyafir; Irawan, Dafid; Aditya, Candra
BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 5 No 1 (2025): BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/bouwplank.v5i1.610

Abstract

Penjadwalan pada proyek meliputi kegiatan menetapkan jangka waktu kegiatan proyek yang harus diselesaikan, bahan baku, tenaga kerja serta waktu yang dibutuhkan oleh setiap aktivitas. Metode yang digunakan adalah Metode Project Evaluation Review Technique (PERT) dan Metode Critical Path Method (CPM), merupakan metode yang digunakan untuk meningkatkan kualitas perencanaan dan pengendalian proyek. Dalam menggunakan Metode Project Evaluation Review Technique (PERT) dan Metode Critical Path Method (CPM) pada bangunan gedung RPS SMK Telkom Malang, hal yang dilakukan adalah merinci rencana dan urutan kegiatan pekerjaan, menghitung waktu normal (m), menentukan waktu optimis (a), dan waktu pesimis (b) pada setiap pekerjaan, dan penggunaan aplikasi Microsoft Project 2013 dengan penginputan data yang terdiri dari waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan masing-masing pekerjaan, jumlah tenaga kerja, jumlah material dan upah tenaga kerja yang diperlukan, serta urutan-urutan kegiatan dan hubungan ketergantungan antar kegiatan. Hasil perencanaan lintasan kritis pada pembangunan gedung RPS SMK Telkom Malang adalah nilai Total Float (TF) adalah 0, waktu pembangunan adalah 664 hari. Hasil percepatan yang didapatkan adalah sebesar 626 hari dengan probabilitas 99,18%. Efisiensi biaya sebesar Rp. 19.557.333,46 dengan percepatan waktu 38 hari.
KAJIAN PERBANDINGAN KUAT TEKAN DAN MODULUS ELASTISITAS SIKA VISCOCRETE 3115-N DENGAN DAMDEX PADA BETON SCC Deni Atonis, Albariko; Halim, Abdul; Cakrawala, Mohamad
BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 5 No 1 (2025): BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/bouwplank.v5i1.616

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh penggunaan dua jenis admixture yaitu Sika ViscoCrete 3115-N dan Damdex terhadap kuat tekan dan modulus elastisitas pada beton Self-Compacting Concrete (SCC) dengan mutu beton 30 MPa dan 40 MPa. Dalam penelitian ini, beton dibuat dengan berbagai variasi penambahan Sika dan Damdex yaitu 0%, 0,6%, 1,2%, dan 1,8%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan Sika Viscocete 3115-N secara signifikan meningkatkan kuat tekan maksimum sebesar 2,21% atau 4,7611 MPa terhadap beton normal dan modulus elastisitas dengan peningkatan maksimum sebesar 1,3% atau 10728,9 MPa terhadap beton normal mutu 40 MPa. Pada penambahan  Damdex, peningkatan kuat tekan maksimum tidak dapat ditentukan secara pasti karena tidak ditemukan titik puncak yang jelas yang dapat dicapai sedangkan modulus elastisitas mengalami peningkatan sebesar 2,19% atau 11319,2 MPa terhadap beton normal mutu 40 MPa. Berdasarkan hasil perbandingan ini, Sika ViscoCrete 3115-N terbukti lebih efektif dalam meningkatkan performa beton SCC dibandingkan Damdex.
PERBANDINGAN KUAT LENTUR BETON BERSERAT ANTARA SERAT FABRIKASI (MICRO FIBERS) DAN SERAT ALAM (SERABUT KELAPA) Mawarni, Ega; Aditya, Candra; Halim, Abdul
BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 5 No 1 (2025): BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/bouwplank.v5i1.630

Abstract

Dari tahun ke tahun, penelitian dengan penambahan bahan tambah seperti serat terus berkembang untuk mengetahui apakah bahan tambah tersebut berpengaruh baik atau buruk pada beton. Sehingga dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui nilai, pengaruh, dan perbandingan kuat lentur beton berserat antara serat fabrikasi (Micro Fibers) dan serat alam (serabut kelapa) dengan variasi masing-masing serat sebesar 300 gr/m3, 450 gr/m3, 600 gr/m3, dan 750 gr/m3. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan analisis statistik menggunakan analisis Anova Single Factor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serat fabrikasi berpengaruh terhadap kuat lentur beton yang ditunjukkan pada α=0,05>P-Value = 0,003068. Sedangkan serat alam tidak berpengaruh terhadap kuat lentur beton yang ditunjukkan oleh α=0,05<P-Value = 0,576326. Nilai kuat lentur tertinggi pada variasi 300 gr/m3 untuk kedua jenis serat. Pada serat fabrikasi variasi 300 gr/m3 diperoleh nilai kuat lentur sebesar 3,96 Mpa dengan kenaikan 13,23% dan variasi 750 gr/m3 diperoleh 3,24 Mpa dengan penurunan 7,41%. Sedangkan serat alam variasi 300 gr/m3 diperoleh nilai kuat lentur sebesar 3,65 MPa dengan kenaikan 4,23% dan variasi 750 gr/m3 diperoleh 3,41 MPa dengan penurunan 2,65%. Selisih nilai kuat lentur variasi 300 gr/m3 dari kedua jenis serat yaitu 0,31 MPa (8,49%). Sehingga serat fabrikasi lebih efektif meningkatkan kuat lentur beton.
A STABILISASI SWELLING VOLUMETRIK (3D) TANAH LEMPUNG EKSPANSIF TIPE SANGAT TINGGI DENGAN LUMPUR LAPINDO Darmayanti, Sikstalia; Sudjianto, Agus Tugas; Cakrawala, Mohammad
BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 5 No 2 (2025): BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah lempung ekspansif adalah jenis tanah yang memiliki sifat kembang susut yang sangat tinggi. Volume pori tanah lempung ekspansif akan mengalami pembesaran ketika terjadi musim kemarau sehingga akan terjadi proses penyusutan, sedangkan volume tanah akan mengalami pengembangan ketika terjadi musim hujan. Pada tanah lempung ekspansif permasalahan yang sering terjadi adalah proses kembang-susut tanah. Peristiwa kembang-susut yang sangat tinggi pada tanah lempung ekspansif bisa mengakibatkan kerusakan pada jalan raya dan bangunan ringan. Untuk memperbaiki tanah lempung ekspansif bisa dilakukan dengan metode stabilisasi tanah secara kimiawi dengan memanfaatkan lumpur lapindo. Pada penelitian ini akan menggunakan lumpur lapindo sebagai bahan stabilisasi swelling volumetrik (3D) tanah lempung ekspansif didaerah kecamatan Tirtoyudo. Komposisi campuran lumpur lapindo dan tanah lempung ekspansif yang akan digunakan adalah Tanah 100% + lumpur lapindo 0%, tanah 95% + lumpur lapindo 5%, tanah 90% + lumpur lapindo 10%, tanah 85% + lumpur lapindo 15% dan tanah 80% + lumpur lapindo 20%. Pengujian yang dilakukan pada tanah lempung ekspansif Tirtoyudo meliputi uji sifat fisis, sifat mekanis dan uji swelling volumetrik (3D). Dari penelitian yang telah dilaksanakan didapat nilai swelling volumetrik tanah lempung ekspansif dengan penambahan lumpur lapindo 0%, 5%, 10%, 15% dan 20%, nilai swelling volumetrik yang dihasilkan adalah 38,12%, 18,29%, 12,15%, 11,95%, dan 6,54%. Untuk mendapatkan nilai optimum dari uji swelling volumetrik(3D) dapat dilakukan menggunakan perhitungan regresi linear berganda sehingga mendapatkan hasil yaitu 16,99%.
PERANCANGAN STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG DENGAN MENGGUNAKAN METODE LOAD RESISTANCE FACTOR DESIGN (LRFD): Studi Kasus: Mall Bali Galeria Arya Syahputra, Okky; Irawan, Dafid; Halim, Abdul; Riman
BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 5 No 2 (2025): BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan struktur bangunan adalah aspek penting dalam bidang teknik sipil dengan fokus pada keamanan, efisiensi dan durabilitas. Penelitian ini membahas penerapan metode Load Resistance Factor Design (LRFD) dalam merancang struktur Mall Bali Galeria, sebuah pusat perbelanjaan dengan kompleksitas arsitektural tinggi di Bali. LRFD menggabungkan faktor beban dan tahanan untuk mengatasi ketidakpastian dalam desain, seperti variasi material dan beban yang diterima bangunan selama masa pakainya, sehingga menghasilkan desain yang lebih aman dan ekonomis dibandingkan metode lain seperti Allowable Stress Design (ASD). Data teknis termasuk denah bangunan, jenis material dan kondisi lingkungan dimodelkan menggunakan software ETABS dengan simulasi untuk menguji respons bangunan terhadap beban mati, hidup dan angin. Hasilnya menunjukkan bahwa penerapan LRFD didukung oleh ETABS memenuhi standar keamanan dan stabilitas serta lebih efisien dalam penggunaan material dibandingkan ASD. Perencanaan struktur tersebut mencakup plat dak dengan ketebalan 10-12 cm, kolom dengan diameter 900-1000 mm, balok dengan dimensi 400x600 hingga 600x750, serta pondasi bored pile dengan diameter 30 cm. Kesimpulannya, metode LRFD sangat efektif untuk bangunan dengan kompleksitas tinggi seperti Mall Bali Galeria sehingga memastikan keamanan dan efisiensi material dalam desain struktur.
Pengaruh Penambahan Fly Ash Dan Sika Terhadap Kuat Kuat Tekan Dan Modulus Elastisitas Beton Normal: Studi Kasus Beton Raydais, Ferdinandus Ardian; Aditya, Candra; Halim, Abdul
BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 5 No 2 (2025): BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan rekayasa teknologi semakin maju disegala bidang, salah satunya yaitu perkembangan teknologi beton. Hal ini karena beton merupakan salah satu bahan konstruksi yang paling banyak digunakan dalam pembangunan. Beton merupakan bahan campuran antara semen, agregat kasar, agregat halus, air  dengan atau tanpa bahan tambahan (admixture). Dalam penelitian ini peneliti mencoba eksperimen dengan menggunakan bahan tambah fly ash dan sika untuk campuran beton. Dengan memanfaatkan ampas batu bara yang sangat menumpuk yaitu fly ash. Fly ash adalah limbah industri yang dihasilkan dari pembakaran batu bara dan terdiri dari partikel halus. Sikacim Concrete Additive berfungsi menambah kekuatan beton. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh fly ash terhadap kuat tekan beton dan modulus elastisitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode eksperimen pengamatan secara langsung di laboratorium untuk mendapatkan data. Menganalisis dan observasi menggunakan metode statistik dengan menggunakan metode uji Anova Single Factor dan dihitung menggunakan Microsoft Excel. Dari hasil penelitian beton segar dan beton normal dengan umur beton 28 hari mendapatkan kuat tekan tertinggi dengan nilai 18,19 MPa pada komposisi dengan proporsi fly ash 15% dan sika 3% dari kuat tekan beton normal dengan nilai 17,1 MPa. Dan nilai modulus elastisitas tertinggi 20430.3 MPa pada komposisi dengan proporsi fly ash 15% dan sika 3% dari nilai modulus elastisitas beton normal dengan nilai 19306.3 MPa.
ANALISIS RUAS JALAN SAYUNG TEMU DI KABUPATEN BENGKAYANG AKIBAT PEMBEBANAN KENDARAAN Enos Mawarta Darma; Suraji, Aji; Halim, Abdul
BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 5 No 2 (2025): BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruas Jalan Sayung Temu menghubungkan Kota Bengkayang dan berfungsi sebagai jalur utama untuk penyaluran hasil pertanian dan angkutan galian C. Untuk mendukung perkembangan ekonomi daerah, dibutuhkan infrastruktur transportasi yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pembebanan kendaraan terhadap konstruksi jalan. Analisis dilakukan dengan observasi langsung pada ruas jalan Sayung Temu dan merujuk pada manual desain perkerasan jalan MDP 2024 dan MKJI 2023. Hasil penelitian menunjukkan data Lalu lintas harian rata-rata (LHR) pada ruas jalan Sayung Temu adalah 1350 SMP/hari dan volume Lalu Lintas yang tercatat pada ruas jalan Sayung Temu adalah 112 SMP/jam dengan kapasitas jalan 2524 SMP/jam. Berdasarkan perhitungan derajat kejenuhan, nilai yang diperoleh adalah 0,04 dengan Tingkat Pelayanan A. Evaluasi CESA menunjukkan nilai 119.880,60, yang penting untuk menilai ketahanan dan kebutuhan perawatan jalan. Ketebalan perkerasan jalan terdiri dari HRS-WC 5 cm, LFA Kelas A 15 cm, dan LFA Kelas B 15 cm.