cover
Contact Name
Abdul Halim
Contact Email
halim@widyagama.ac.id
Phone
+6281253743162
Journal Mail Official
bouwplank@widyagama.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Widyagama Malang
Location
Kab. malang,
Jawa timur
INDONESIA
BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan
ISSN : 28075889     EISSN : 28075579     DOI : https://doi.org/10.31328/bouwplank.v2i2
Core Subject : Engineering,
BOWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan adalah jurnal ilmiah yang memuat tulisan hasil penelitian, kajian analisis dan aplikasi di bidang : Struktur Bangunan, Geoteknik, Manajemen Konstruksi, Hidrologi, Transportasi, dan Informatika Teknik Sipil, serta di bidang lingkungan.
Articles 57 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN GGBFS PADA CAMPURAN MORTAR TERHADAP REMBESAN DAN WAKTU IKAT Febriana D. M. Loe; Abdul Halim; Riman; Anis Purwaningsih
BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 5 No 2 (2025): BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/bouwplank.v5i2.856

Abstract

Mortar adalah salah satu bahan bangunan yang berfungsi sebagai pengikat atau perekat pada campuran beton. GGBFS (Ground Granulated Blast Furnace Slag) merupakan material semen tambahan ramah lingkungan hasil limbah sampingan dari proses peleburan besi di tanur tinggi yang dihaluskan. GGBFS ini digunakan sebagai pengganti Sebagian semen (substitusi) pada campuran mortar atau beton untuk meningkatkan kuat tekan, daya tahan (durabilitas) dan mengurangi emisi CO2. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan variasi persentase GGBFS terhadap kedalaman rembesan dan waktu ikat pada mortar. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dari hasil pengujian rembesan campuran mortar GGBFS 0% atau tanpa bahan tambah rembesan didapat nilai 22,3 mm. Pada persentase GGBFS 10%, 20% dan 30% terjadi penurunan kedalaman rembesan senilai 9,7 mm, 9,3 mm, dan 9,0 mm. Adanya penambahan GGBFS ternyata membuat bahan semakin kedap terhadap air. Untuk waktu ikat awal GGBFS 10% terjadi pengikatan paling cepat yaitu 100 menit lebih cepat dibandingkan dengan waktu ikat awal mortar tanpa GGBFS, sedangkan waktu ikat akhir lebih cepat 70 menit dari mortar tanpa GGBFS. Penambahan GGBFS sangat berpengaruh terhadap rembesan untuk meningkatkan kekedapan air dan waktu pengerasan pada mortar.
PENGARUH PENAMBAHAN POLYCARBOXYLATE PADA BETON SELF COMPACTING CONCRETE MUTU 40 MPA TERHADAP KUAT TEKAN DAN MODULUS ELASTISITAS Murniati Novem Wijaya Ningrum; Abdul Halim; Candra Aditya
BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 6 No 1 (2026): BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/bouwplank.v6i1.479

Abstract

Hasil dari beton bertulang dan non bertulang yang tidak sempurna pemadatannya dapat menurunkan kuat tekan beton dan kekedap-airan beton sehingga mudah terjadi korosi pada tulangan. Permasalahan tersebut bisa diselesaikan dengan menggunakan beton Self Compactin Concrete (SCC), karena beton SCC mampu mengalir sendiri dan dapat dicetak pada bekisting dengan tingkat penggunaan alat pemadat yang sangat sedikit atau bahkan tidak dipadatkan sama sekali. Beton SCC membutuhkan bahan zat aditif agar beton tersebut cair tanpa menambahkan air. Pada penelitian ini menggunakan zat aditif superplasticizer Polycarboxylate (Pce) dengan variasi penambahan 0%, 0,6%, 1,2%, 1,8% dan menggunakan mutu 30 MPa dan mutu 40 MPa. Hasil penelitian ini didapatkan nilai kuat tekan Beton SCC mutu 30 MPa pada B 0,6%  PCE sebesar 34,42 MPa. Nilai kuat tekan Beton SCC mutu 40 MPa, pada B 0,6% PCE sebesar 44,84 MPa. Nilai Modulus Elastisitas Beton SCC mutu 30 MPa, pada B 0,6% sebesar 65749,3 MPa. Beton SCC mutu 40 MPa, pada B 0,6% PCE modulus elastisitas  yang terjadi sebesar 70163,5 MPa. Nilai optimum kuat tekan pada mutu 30 MPa dan mutu 40 MPa dengan maksimal penambahan Polycarboxylate sebesar 0,91% dan 0,94%. Nilai optimum modulus elastisitas pada mutu 30 MPa dan mutu 40 MPa dengan maksimal penambahan Polycarbocylate sebesar 0,9%. Hasil yang diperoleh dari analisis anova, penambahan polycarboxylate pada beton SCC mutu 30 MPa tidak berpengaruh terhadap kuat tekan dan modulus elastisitas, sedangkan pada mutu 40 MPa berpengaruh terhadap kuat tekan dengan nilai α = 0,05 < P-value = 0,00000087 dan modulus elastisitas dengan nilai α = 0,05 > P-value = 0,0045859.
STUDI EKSPERIMENTAL KUAT TEKAN DAN MODULUS ELASTISITAS PADA BETON SCC (SELF COMPACTING CONCRETE) DENGAN PENAMBAHAN SIKA VISCOCRETE 3115N Khinanti Puspita Sari; Abdul Halim; Riman
BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 6 No 1 (2026): BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/bouwplank.v6i1.480

Abstract

Permasalahan beton normal terdapat pada saat pengecoran yaitu ada bagian beton yang tidak terisi, yang mengakibatkan beton keropos dan kuat tekan beton menurun. Solusi permasalahan tersebut dapat diatasi dengan menggunakan beton SCC (Self Compacting Concrete), beton yang lebih memperhatikan kualitas fluiditas yang tinggi, sehingga bantuan vibrator juga tidak diperlukan pada saat pemadatan beton. Salah satu syarat beton SCC ini menggunakan superplasticizer. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan superplasticizer Sika Viscocrete 3115N. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai kuat tekan dan modulus elastisitas pada beton SCC dengan penambahan Sika Viscocrete 3115N. Penelitian ini menggunakan Variasi penambahan 0%, 0,6%, 1,2%, 1,8% dan menggunakan 2 mutu yaitu mutu 30 dan 40 MPa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen secara langsung di laboratorium, metode analisis data untuk mengetahui nilai kuat tekan dan modulus elastisitas. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa nilai kuat tekan mutu 30 MPa tertinggi pada penambahan 1,8% Sika Viscocrete 3115N yaitu sebesar 34,59 MPa dan mutu 40 MPa diperoleh nilai tertinggi pada penambahan 1,8% Sika Viscocrete 3115N sebesar 43,99 MPa. Pada modulus elastisitas, mutu 30 MPa diperoleh nilai tertinggi pada penambahan 1,8% Sika Viscocrete 3115N sebesar 91292,2 MPa dan mutu 40 MPa diperoleh nilai tertinggi pada penambahan 1,8% Sika Viscocrete 3115N sebesar 75103,2 MPa.
Analisis Pengaruh U-Turn Terhadap Kemacetan Lalulintas Kota Malang Pedro Kali Bau; Aji Suraji; Mohammad Cakrawala
BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 6 No 1 (2026): BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/bouwplank.v6i1.563

Abstract

Laju pertumbuhan penduduk di Kota Malang yang semakin tinggi mengakibatkan peningkatan kebutuhan masyarakat akan transportasi. Peningkatan kebutuhan yang berupa transportasi harus diimbangi dengan fasilitas jalan yang mampu meminimalisir peningkatan volume lalulintas kendaraan dengan cara memanfaatkan fasilitas putar balik. Fasilitas putar balik harus direncanakan sesuai dengan standar sehingga tidak menimbulkan permasalahan dikemudian hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis volume lalulintas, kapasitas jalan dan tingkat pelayanan jalan pada ruas Jalan Borobudur Kecamatan Blimbing Kota Malang. Metode analisis data menggunakan metode PKJI 2023 dengan parameter kapasitas jalan, derajat kejenuhan, dan tingkat pelayanan jalan. Hasil penelitian didapatkan volume lalulintas titik survei A pada arah putar balik tertinggi terjadi pada hari rabu pukul 16:00-17:00 dengan jumlah 863 kend/jam sedangkan volume lalulintas titik survei B pada arah putar balik tertinggi terjadi pada hari rabu pukul 16:00-17:00 dengan jumlah 959 kend/jam. Hasil perhitungan kapasitas jalan pada titik survei A sebesar 1.381,95 smp/jam dan kapasitas jalan pada titik survei B sebesar 1.396,65 smp/jam. Tingkat pelayanan jalan pada ruas Jl. Borobudur Blimbing Kota Malang pada titik survei A memiliki tingkat pelayanan B dan titik survei B memiliki tingkat pelayanan C.
ANALISIS KERUSAKAN JALAN ASPAL PADA RUAS POJOK-PLEMAHAN KABUPATEN KEDIRI MENGGUNAKAN METODE SDI (SURFACE DISTRESS INDEX): ANALISIS KERUSAKAN JALAN ASPAL MENGGUNAKAN METODE SDI (SURFACE DISTRESS INDEX) Marta Rizky Dwiyono; Aji Suraji; Mohammad Cakrawala
BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 6 No 1 (2026): BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/bouwplank.v6i1.844

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kondisi kerusakan perkerasan jalan pada ruas Pojok-Plemahan sepanjang 1.042 meter menggunakan metode Surface Distress Index (SDI). Metode ini dipilih karena mampu memberikan gambaran kuantitatif tingkat kerusakan perkerasan jalan melalui survei visual, sehingga menjadi dasar penentuan kebutuhan penanganan yang tepat. Survei dilakukan dengan pengamatan langsung setiap segmen jalan berdasarkan patok kilometer (STA). Data yang dikumpulkan mencakup jenis, panjang, dan tingkat kerusakan yang diklasifikasikan menjadi kondisi baik, sedang, rusak ringan, dan rusak berat. Hasil penelitian menunjukkan distribusi kondisi jalan sebagai berikut: 42 meter kondisi baik, 780 meter sedang, 200 meter rusak ringan, dan 200 meter rusak berat. Segmen kondisi baik berada pada STA 1+000–1+042 sepanjang 42 meter. Kondisi sedang mendominasi STA 0+400–0+900 dan STA 0+900–1+000 dengan total panjang 600 meter. Kerusakan ringan ditemukan pada STA 0+000–0+200, sedangkan kerusakan berat terjadi pada STA 0+200–0+400. Berdasarkan hasil tersebut, rekomendasi penanganan meliputi pemeliharaan rutin untuk segmen kondisi sedang, pemeliharaan berkala untuk kerusakan ringan, serta peningkatan atau rekonstruksi pada kerusakan berat. Dengan prioritas penanganan yang tepat, kondisi jalan dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan untuk menunjang kelancaran transportasi dan mobilitas masyarakat di wilayah tersebut.
PENGARUH KESADARAN DAN PELATIHAN K3 TERHADAP PRODUKTIVITAS PEKERJA KONSTRUKSI PADA PROYEK PERUMAHAN BEDALI HILLS, KECAMATAN LAWANG, KABUPATEN MALANG Andreas Avelino Delis; Dafid Irawan; Agus Tugas Sudjianto
BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 6 No 1 (2026): BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/bouwplank.v6i1.953

Abstract

Proyek konstruksi memiliki tingkat risiko kecelakaan kerja yang tinggi sehingga penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sangat penting untuk menjaga keselamatan sekaligus produktivitas pekerja. Namun, kesadaran pekerja terhadap K3 serta keterlibatan dalam pelatihan formal masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kesadaran dan pelatihan K3 terhadap produktivitas pekerja konstruksi pada proyek perumahan Bedali Hills, Lawang, Malang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan analisis regresi linier berganda. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada 100 responden, meliputi manajer proyek, konsultan pengawas, pelaksana lapangan, mandor dan pekerja. Analisis data dilakukan melalui uji validitas, reliabilitas, uji t, uji F, dan koefisien determinasi (R2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran dan pelatihan K3 berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas pekerja, baik secara parsial maupun simultan. Nilai F hitung sebesar 207,810 dengan signifikansi 0,000 (< 0,05) dan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,811 menunjukkan bahwa kedua variabel menjelaskan 81,1% variasi produktivitas, sedangkan sisanya 18,9% dipengaruhi faktor lain. Dengan demikian, peningkatan kesadaran dan pelatihan K3 terbukti menciptakan budaya kerja aman dan produktif. Manajemen disarankan memperkuat program pelatihan K3 secara berkelanjutan.
Kajian Keretakan Pelat dan Daya Serap Air Dengan Penambahan GGBFS Pada Campuran Mortar Isidoro M. Soares; Abdul Halim; Candra Aditya; Anis Purwaningsih
BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 6 No 1 (2026): BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/bouwplank.v6i1.1004

Abstract

Retak yang terjadi pada sebuah struktur bangunan memicu berbagai masalah krusial, mulai dari menurunnya kekuatan struktural, kapasitas beban bangunan hingga risiko kebocoran. Celah ini menjadi jalur masuknya air dan zat kimia, yang cepat atau lambat memicu korosi pada tulangan baja di dalam beton. Oleh karena itu diperlukan semen sebagai perekat yang mampu menutup rapat seluruh pori-pori pada mortar beton sehingga dapat mengurangi lebar retak. Penelitian ini memanfaatkan produk Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS) atau yang lebih sering disebut sebagai semen slag untuk mengganti sebagian semen dengan persentase 0%, 10%, 20% dan 30%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan GGBFS pada campuran mortar terhadap daya serap air, kuat lentur, lebar retak dan pola retak. Metode penelitian ini dilakukan secara eksperimen di laboratorium. Hasil pengujian daya serap air tanpa GGBFS sebesar 4,20%, sedangkan GGBFS 10%, 20%, 30% daya serap air menjadi 4,14%, 2,73%, 2,74%. Hasil perhitungan kuat lentur tanpa GGBFS sebesar 70,9 kg/cm2, namun dengan GGBFS 10%, 20% 30%  kuat lentur menjadi 44,2 kg/cm2, 77,6 kg/cm2, 80,9 kg/cm2. Hasil pengujian lebar retak pada mortar tanpa GGBFS sebesar 0,123 mm, namun dengan GGBFS10%, 20%, 30% lebar retak menjadi 2,499 mm, 0,107 mm, 0,076 mm. Berdasarkan mekanisme pola retak dan lebar retak, menunjukkan bahwa semua hasil pengujian pola retak pada benda uji pelat GGBFS 0%, 10%, 20%, dan 30%, mempunyai perilaku pola retak dominan retak lentur. Hasil uji anova daya serap air GGBFS 10%, 20%, dan 30% berpengaruh terhadap mortar dengan nilai F 41,58 hitung > F tabel 4,066, hasil uji anova kuat lentur GGBFS 10%, 20%, dan 30% memiliki pengaruh dengan nilai F hitung 9,068 > F tabel 4,066, dan hasil uji anova lebar retak GGBFS 10%, 20%, dan 30% memiliki pengaruh dengan nilai F hitung 22,911 > F tabel 4,066.