cover
Contact Name
Fitri Anjarwati
Contact Email
fitrianjarwati@fkip.unmul.ac.id
Phone
+6285654239322
Journal Mail Official
ecj@fkip.unmul.ac.id
Editorial Address
Jl. Harmonika Kampus FKIP Pahlawan Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia 75123
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
ECJ: Early Childhood Journal
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : -     EISSN : 27232395     DOI : https://doi.org/10.30872/ecj
Early Childhood Journal (ECJ): The Early Childhood and Parenting Studies Journal (e-ISSN 2723-2395/ecj) publishes research articles, conceptual articles, reports field studies, the best practices and policies of early childhood learning in national and international stage . The articles of this journal are published every six months, that is on June and December (2 issues per year), 20 articles per year, and published by the Bachelor Degree Program of Teacher Early Childhood Education, Teacher Training and Education Faculty, Mulawarman University, Indonesia.
Articles 45 Documents
Peran Pola Asuh pada Anak Sibling Rivalry Siti Aisyah; Tri Andrisa Saputri; Andhita Fadiya.FM; Zahwa Olivia; Dian Pertiwi, Adharina
Early Childhood Journal Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD FKIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ecj.v3i2.4855

Abstract

Pada penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pola asuh anak pada sibling rivalry. Sibling rivarly adalah permasalahan yang terjadi antara saudara kandung. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yang menggunakan teknik sampling Probability. Teknik sampling Probability adalah pengambilan sample yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur anggota untuk dipilih menjadi anggota sample, Penelitian ini menggunakan 3 sample, yang memiliki 3 karakteristik berbeda berdasarkan jenis kelamin, yang terdiri dari saudara laki-laki dan laki-laki dengan jarak usia (3 tahun), saudara perempuan dan perempuan dengan jarak usia (2 tahun), serta saudara laki-laki dan perempuan dengan jarak usia (16 bulan). Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa pola asuh berpengaruh terhadap sibling rivalry. Dari ketiga keluarga, sangat terlihat bahwa sibling rivalry laki-laki DT (3 tahun) dan perempuan KL (1 tahun) lebih menonjol, karena DT seorang kakak jarang mengalah dan memberontak apabila diberikan barang secara bersamaan dengan KL, dan DT juga harus lebih di utamakan, sedangkan KL sebagai adik lebih paham dan mau mengalah. Selain itu, DT dan KL juga memiliki pola asuh demokratis-permisif, dan kurang peran dari seorang ayah (Fatherless) secara psikologis karena hubungan jarak jauh.
Perkembangan pada Anak menurut Santrock Mustikhatul, Annisa; Dini Wulandari; Fahira Amanda Putri; Siti Khotijah; Siti Sulistiawati; Wulan Ariyanti
Early Childhood Journal Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD FKIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ecj.v3i2.4856

Abstract

Perkembangan dan faktor yang mempengaruhi perkembangan serta melihat bagaimana ciri-ciri dan prinsip perkembangan secara menyeluruh terkhusus dari ahli Santrock guna merencanakan dengan baik agar dapat mengembangkan potensi perkembangan secara optimal. Setiap makhluk hidup tentu mengalami perkembangan dari ia lahir hingga dewasa. Sesuai dengan teori Santrock yang menyebutkan Life Span atau teori perkembangan hidup bahwasannya manusia terus berkembang dari masa bayi hingga masa dewasa. Tahapan perkembangan menurut Santrock diklasifikasikan menjadi 8 tahapan. Yaitu masa tahap bayi dalam kandungan, masa bayi sampai 24 bulan, tahap awal anak-anak awal yakni dengan rentang usia 3-5 tahun, tahapan kanak-kanak rentang usia 6-11 tahun, tahapan kelima adalah tahap remaja usia 10-21 tahun, remaja awal usia rentang 20-30 tahun, tahap terakhir ada dewasa akhir atau lansia. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apa saja isi dari teori perkembangan anak menurut Santrock dan dapat menjadi bahan literasi bagi pembaca dan penulis. Pada penulisan artikel ini, penulis menggunakan metode penelitian studi kepustakaan atau disebut juga dengan (library research) yakni kegiatan mengenai pengumpulan data pustaka. Perkembangan menurut Santrock sendiri menunjukkan bahwa perubahan fungsi struktural dalam diri manusia mengalami peningkatan dan dapat diramalkan dari perkembangan satu ke perkembangan selanjutnya.
Teori Perkembangan menurut Sigmund Freud Ivarianti, Krisna; Ivaniarahma; Oktanila Palensky Simanjuntak; Yulsi; Dhita Afifah; Putri Dewi Aprilia
Early Childhood Journal Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD FKIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ecj.v3i2.4858

Abstract

Teori psikoseksual yang dikemukakan oleh Sigmund Freud merupakan prilaku yang dimana seksual seseorang mulai terangsang, sehingga membutuhkan kepuasaan agar kebutuhannya terpenuhi. Adapun ada beberapa tahap-tahap perkembangan menurut Freud yaitu fase oral (0-2 tahun), fase anal (2-5 tahun), fase phallic (4-5 tahun), fase laten (6 tahun pubertas), dan fase genital (pubertas 1 dan seterusnya). Tujuan penelitian ini untuk mengkaji secara mendalam terkait teori psikoseksual Sigmud Freud. Metode yang digunakan studi kepustakaan dengan mengkaji materi dari 1 buku dan 17 artikel. Hasilnya psikoseksual dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor eksternal dan internal. Terdapat beberapa permasalahan seksualitas pada anak usia dini seperti halnya kekeliruan seks, hasrat dan keingintahuan akan rangsangan, masturbasi dan kekerasan seksual disebabkan oleh ketidaktahuan mengenai teori psikoseksual.
Aplikasi Teori Psikososial Erik Erikson dalam Pembelajaran di PAUD Mutmainnah, Mutmainnah
Early Childhood Journal Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD FKIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aplikasi teori Psikososial Erik Erikson dalam pembelajaran di PAUD tidak hanya mendukung perkembangan akademis siswa tetapi juga memperkuat aspek sosial emosional anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aplikasi teori psikososial Erik Erikson dalam pembelajaran di Pendidikan Anak Usia Dini. Metode yang digunakan pada penelitian ini metode kualitatif, teknik pengumpulan data berupa studi literatur atau tinjauan pustaka (Library Research). Pada pembelajaran di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang relevan pada tahap perkembangan ke tiga yaitu tahapan inisiatif vs rasa bersalah diusia 3-5 tahun, usia bermain. Adapun yang harus dilakukan pada tahapan ini di antaranya; pembelajaran dengan pendekatan bermain. Belajar melalui bermain berdasarkan potensi dan perkembangan anak pada usia dini, pendekatan saintifik dan pendekatan tematik terintegratif dapat digunakan untuk membangun cara berpikir anak dan memudahkan pendidik agar bisa memberikan pemahaman terhadap materi yang diberikan. Dengan diterapkannya pendekatan ini diharapkan anak mampu mengembangkan sikap positif, kerjasama, interaksi sosial, memecahkan masalah dan bertanggung jawab. Teori Psikososial Erik Erikson yang mencakup 8 tahap perkembangan manusia, memberikan kerangka belajar yang relevan untuk pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini. Dengan memahami setiap tahap, pendidik dapat menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan sosial emosional anak serta membangun karakter yang kuat.
Studi Pemahaman dan Kesiapan Calon Guru Sekolah Dasar terhadap Transisi PAUD-SD Zahra, Ince Raudhiah; Fitri Anjarwati; Nurdiyah Kurniati; Fitri Aida Sari
Early Childhood Journal Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD FKIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dominasi paradigma kesiapan masuk jenjang Sekolah Dasar masih menitikberatkan pada pencapaian akademik seperti membaca, menulis, dan berhitung. Untuk itu, Kemendikbudristek menekankan pentingnya transisi yang menyenangkan dan ramah anak dari jenjang PAUD menuju Sekolah Dasar melalui kebijakan Transisi PAUD-SD. Kebijakan ini memerlukan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk calon guru SD. Untuk itu, dilakukan penelitian kualitatif untuk mengidentifikasi pemahaman calon guru SD terkait konsep transisi PAUD-SD, pemahaman mereka terhadap regulasi terkait, dan kesiapan mereka untuk mendukung kebijakan tersebut. Data yang dikumpulkan diperoleh dari hasil wawancara terhadap 30 orang mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman dengan tiga tahapan, yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden belum memiliki pemahaman yang mendalam terkait konsep transisi PAUD-SD maupun regulasi yang menyertainya. Mayoritas responden telah menyadari bahwa pemahaman terkait psikologis dan tahapan perkembangan anak diperlukan untuk mendukung transisi PAUD-SD, namun masih banyak responden yang belum mempersiapkan hal tersebut.