cover
Contact Name
Fitri Anjarwati
Contact Email
fitrianjarwati@fkip.unmul.ac.id
Phone
+6285654239322
Journal Mail Official
ecj@fkip.unmul.ac.id
Editorial Address
Jl. Harmonika Kampus FKIP Pahlawan Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia 75123
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
ECJ: Early Childhood Journal
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : -     EISSN : 27232395     DOI : https://doi.org/10.30872/ecj
Early Childhood Journal (ECJ): The Early Childhood and Parenting Studies Journal (e-ISSN 2723-2395/ecj) publishes research articles, conceptual articles, reports field studies, the best practices and policies of early childhood learning in national and international stage . The articles of this journal are published every six months, that is on June and December (2 issues per year), 20 articles per year, and published by the Bachelor Degree Program of Teacher Early Childhood Education, Teacher Training and Education Faculty, Mulawarman University, Indonesia.
Articles 49 Documents
Peran Permainan Tradisional Belogo dalam Pengembangan Keterampilan Berkebhinekaan Global Anak Usia Dini 4-6 Tahun Mustikhatul Hidayah, Annisa
Early Childhood Journal Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD FKIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ecj.v5i2.4826

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran permainan tradisional Belogo dalam mengembangkan keterampilan berkebhinekaan global pada anak usia dini, khususnya pada kelompok usia 4-6 tahun. Melalui metode study literature dan wawancara kepada orang yang ahli dalam bidang permainan tradisional Belogo, penelitian ini menjelaskan bahwa permainan Belogo memiliki potensi yang sangat baik dalam menumbuhkan berkebhinekaan global anak usia dini. Khususnya pada empat elemen dimensi berkebhinekaan global termasuk sikap toleransi, menghargai perbedaan, dan kemampuan berkomunikasi antar budaya.  Melalui permainan tradisional Belogo anak mampu mendapatkan wawasan baru serta meningkatkan keterampilan berkebhinekaan global setiap individu. Permainan Belogo juga menjadi media pembelajaran yang efektif untuk mempersiapkan anak-anak menjadi warga global yang memiliki kesadaran akan keberagaman budaya.
Manfaat Permainan Tradisional Egrang dalam Melatih Keseimbangan Tubuh Anak Ivarianti, Krisna
Early Childhood Journal Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD FKIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ecj.v4i1.4828

Abstract

Permainan tradisional pada anak usia dini merupakan suatu bentuk implementasi budaya-budaya luhur bangsa dalam diri peserta didik untuk menambah pengetahuan budaya sejak dini dan meminimalisir penggunaan permainan moderen dan game online. Permainan tradisional memiliki peran penting dalam perkembangan anak khususnya dalam aspek motorik dan keseimbangan. Di era modern yang yang didominasi oleh permainan berbasis teknologi, permainan tradisional seperti egrang mulai terlupakan. Permainan egrang memberikan manfaat yang signifikan bagi anak, terutama dalam mengembangkan keterampilan keseimbangan, kemandirian, dan kepercayaan diri. Dengan bermain egrang dapat melatih koordinasi motorik, kekuatan otot, serta kesadaran tubuh anak. Selain itu, egrang juga mengasah kemampuan fokus, konsentrasi, dan keberanian anak untuk menghadapi resiko secara mandiri. Kajian ini mengulas manfaat permainan egrang berdasarkan studi literatur, serta pengalaman langsung oleh peneliti dalam bermain egrang yang menunjukkan bahwa permainan egrang dapat mendukung dan melatih keseimbangan serta keberanian pada anak, dan mendukung perkembangan motorik kasar. Penelitian ini juga bertujuan mengesplorasi potensi permainan egrang sebagai sarana yang efektif dalam mengembangkan keseimbangan dan keterampilan fisik anak.
Meningkatkan Aspek Perkembangan Motorik dan Sosial Emosional Anak Usia 5-6 Tahun melalui Permainan Tradisional Bakiak Ariyanti, Wulan
Early Childhood Journal Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD FKIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ecj.v4i1.4829

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas permainan tradisional bakiak dalam meningkatkan perkembangan motorik dan sosial emosional anak usia 5–6 tahun melalui studi literatur. Permainan bakiak yang melibatkan aktivitas fisik dan kerja sama tim diyakini mampu merangsang perkembangan motorik kasar serta keterampilan sosial anak. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan meninjau berbagai hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa permainan bakiak secara signifikan dapat meningkatkan koordinasi tubuh, keseimbangan, dan kekuatan otot anak, yang merupakan indikator perkembangan motorik kasar. Selain itu, permainan ini juga mendorong perkembangan sosial emosional anak, seperti kemampuan bekerjasama, berkomunikasi, mengelola emosi, serta menumbuhkan empati, tanggung jawab, dan rasa percaya diri. Permainan bakiak terbukti mampu menumbuhkan sikap toleransi, solidaritas, dan kepemimpinan dalam lingkungan sosial yang positif. Temuan ini mengindikasikan bahwa permainan tradisional, seperti bakiak, sangat relevan digunakan sebagai sarana edukatif dalam program pembelajaran anak usia dini, terutama dalam mengoptimalkan perkembangan motorik dan sosial emosional di tengah dominasi permainan digital.
Permainan Tradisional Be Gasing sebagai Sarana Pengembangan Nilai Karakter Anak Usia Dini di Kalimantan Timur Khairunnisa Nazwa Kamilla
Early Childhood Journal Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD FKIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ecj.v4i1.4830

Abstract

Permainan tradisional merupakan jenis permainan turun-temurun yang diwariskan oleh nenek moyang. Permainan tradisional mengandung unsur dan nilai-nilai yang memiliki manfaat besar bagi para pemainnya. Gasing adalah suatu permainan yang berputar pada suatu sumbu dan menjaga keseimbangan pada suatu titik tertentu. Kebudayaan di Kalimantan Timur tidak hanya akan memperluas pengetahuan kita tentang keanekaragaman budaya, tetapi juga membantu dalam melestarikan adat istiadat dan praktik tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi, terutama pada anak usia dini. Metode penelitian dalam kajian ini menggunakan metode Studi Literatur Review, penelitian ini menekankan sumber pada penggunaan  ide - ide  tertulis  pada  analisis  dan  interpretasi. Penanaman karakter berbasis budaya lokal merupakan metode yang optimal untuk mengembangkan sumber daya manusia sekaligus membangun peradaban bangsa yang berkualitas. Hal ini disebabkan oleh adanya keberagaman budaya yang menyimpan nilai-nilai kearifan lokal yang mengatur perilaku dan komunikasi masyarakat ketika berinteraksi dengan individu, kelompok, atau lingkungan alam sekitar. Dengan melibatkan anak-anak dalam permainan tradisional seperti Be Gasing, masyarakat berupaya untuk melestarikan budaya lokal dan memastikan bahwa generasi mendatang tetap mengenal dan menghargai warisan budaya mereka.
Teori Perkembangan Psikososial Erik Erikson Khairunnisa Nazwa Kamilla; Alifia Nur Elga Saputri; Dayang Astri Fitriani; Sofie Aulia Az Zahrah; Putri Febiane Andryana; Istighna Ayuningtyas; Indah Salsabila Firdausia
Early Childhood Journal Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD FKIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ecj.v3i2.4835

Abstract

Perkembangan psikososial merupakan aspek penting dalam kesejahteraan mental dan emosional pada anak. Proses perkembangan ini melibatkan interaksi antara faktor psikologis dan sosial yang mempengaruhi perkembangan kepribadian dan kemampuan sosial anak (Arini, 2021). Teori Psikososial dikemukakan oleh Erik Erikson, ada 8 tahapan psikososial yaitu: Tahap Percaya vs Ketidakpercayaan (0-18 bulan), Tahap Otonomi vs Rasa Malu (18 bulan-3 tahun), Tahap Inisiatif vs Rasa Bersalah (3-5 tahun), Tahap Ketekunan vs Rasa Rendah Diri (5-12 tahun), Tahap Identitas vs Kebingungan Peran (12-18 tahun), Tahap Keintiman vs Isolasi (18-40 tahun), Tahap Generativitas vs Stagnasi (40-65 tahun), Tahap Kematangan vs Putus Asa (65 tahun ke atas). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji secara mendalam terkait teori psikososial Erik Erikson anak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dan mengumpulkan informasi dari dokumen kepustakaan, seperti 12 jurnal yang sudah di teliti. Dengan memperhatikan perkembangan psikososial anak, dapat membantu mereka tumbuh menjadi individu yang kuat secara emosional dan memiliki hubungan yang sehat dengan orang lain. Ini akan berdampak positif pada kesejahteraan mental dan emosional mereka sepanjang hidup.
Analisis Helikopter Parenting terhadap Perkembangan Anak Khoirunnisa, Alda; Mubarokah, Ana Sofia; Safitri, Nur Rilla; Agustinewa, Windyta Luthfiah; Dian Pertiwi, Adharina
Early Childhood Journal Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD FKIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ecj.v3i1.4847

Abstract

Helikopter Parenting adalah orang tua yang terlalu mengontrol segala kehidupan anak. Orang tua yang menerapkan helikopter parenting telah menskenario bagaimana kehidupan anaknya. Bahkan orang tua selalu ikut campur untuk menyelesaikan masalah anaknya, karena mereka ingin yang terbaik bagi anaknya. Penelitian yang telah kami buat bertujuan agar dapat mengetahui pengaruh apa yang terjadi pada anak jika orang tua menerapkan helikopter parenting. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan Teknik analisis data observasi, wawancara dan dokumentasi. Sampel pada penelitian ini menggunakan Teknik purposive sampling dengan tiga anak yang karakteristik berbeda berdasarkan usia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa helikopter parenting ini lebih berpacu pada cita-cita anak dan jadwal sehari-hari yang ditentukan untuk anak lebih bisa mengatur kesehariannya sendiri. Hasilnya dalam penelitian ini, salah satu responden yang berinisial DY yang telah mendapat helikcopter parenting. DY merasakan adanya tekanan yang ia dapatkan dari pengasuhan helikopter yang telah diterima. Bahkan dalam mengambil keputusan, DY merasa apa yang di putuskan oleh ibunya kurang disukai. Akan tetapi DY tetap menerima hal tersebut dan mengikuti semuanya.
Analisis Pola Asuh Permisif pada Perkembangan Sosial Emosional Anak Gita; Okana; Popi Kumala Sri Rahayu; Dian Pertiwi, Adharina; Hasbi Sjamsir
Early Childhood Journal Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD FKIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ecj.v3i1.4849

Abstract

Pola asuh permisif yaitu pola asuh orang tua yang tidak mau ikut campur tangan dalam kehidupan anaknya. Jangan tertipu ketika anak-anak berpikir bahwa orang tuanya dan hidup lebih penting daripada keberadaan mereka sendiri.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bimbingan permisif dalam perkembangan sosial emosional anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sample pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Sample sebanyak tiga anak dengan karakteristik yang berbeda berdasarkan tingkat usia yang terdiri dari anak SD, SMA dan Perguruan Tinggi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari ketiga anak yang diamati dengan pola asuh permisif memiliki dampak pada perkembangan sosial emosional nya, hal ini juga dipengaruhi oleh faktor internal maupun eksternal anak. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa meskipun memiliki pola asuh yang sama namun memiliki karakter dan perkembangan sosial emosional yang berbeda-beda.
Analisis Fatherless terhadap Pola Asuh Anak Ariska; Aprillia Octaviani; Melda Krisdiana; Yulia Ananda; Dian Pertiwi, Adharina
Early Childhood Journal Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD FKIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ecj.v3i1.4852

Abstract

Fatherless ialah sebuah peristiwa yang dimana ketika seorang ayah tidak memiliki rasa bertanggung jawab kepada anaknya untuk memenuhi kewajiban serta perannya sebagai sosok seorang ayah. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pola asuh pada anak yang mengalami fatherless di berbagai tingkat usia dan terdapat dua dampak yaitu postif dan negatif dari kondisi fatherless tersebut yang terjadi pada tiga narasumber kami. penelitian kualitatif merupakan suatu prosedur penelitian untuk lebih memahami berbagai macam peristiwa manusia atau social dengan membuat gambaran yang menyatu dan bergantung sehingga dapat di tampilkan dengan kata kata. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dimana teknik ini memiliki kriteria dan tujuan tertentu pada sampel yang akan diteliti. Sample yang digunakan sebanyak tiga orang berdasarkan usia yang terdiri dari AD (7 tahun) yang mengalami pola asuh demokratis, sedangkan AB (20 tahun)mengalami pola asuh otoriter, dan yang terakhir AC (27 tahun) mengalami pola asuh demoktaris. hasil dari penelitian ini bahwa AC berhasil melewati kondisi fatherless dimana dia bisa berdamai dengan keadaannya dan menjadi sosok pengganti ayahnya untuk adikadiknya dan ibunya. Kesimpulan dari hasil penelitian ini dari tiga narasumber kami mengalami keberhasilan dari kondisi fatherless karena mendapatkan pola asuh yang baik dan mendapatkan sosok pengganti peran seorang ayah.
Pola Asuh Anak Usia Dini dalam Exented Familiy Desia Novela; Persa Ponno Paruru; Rosalina Huan Jiu; Ayu Amanda Fitri; Dian Pertiwi, Adharina
Early Childhood Journal Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD FKIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ecj.v3i1.4853

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah melihat bagaimana pola asuh anak usia dini yang di terapakan extented family. Yang di latar belakangi berbagai macam sosial dan budaya yang melandasi pola asuh anak usia dini. Penelitian ini bermanfat untuk mengetahui lebih dalam mengenai pola asuh anak usia dini dalam extended family melalui tiga sampel. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini menggunnakan metode kualitatif deskriftif yang menggunakan teknik analisis data, wawancara, observasi dan dokumentasi. Wawancara menggunakan semi terstruktur dan sempel yang di gunakan purposive sampel dimana pengambilan sampel di sesuaikan dengan tujuan penelitian. Sampel yang di gunakan pada penelitian ini menggunakan tiga keluarga yang berbeda karakteristik pada pola asuh anak yaitu, otoriter, permisif, dan demokratis. Berdasarkan hasil penelitian pada tiga keluarga ditemukan dua keluarga yang menerapkan dua pola asuh yaitu pada keluarga A pola asuh demokratis-otoriter, keluarga C menerapkan pola asuh demokratis-permisif. Dan keluarga B menerapkan satu pola asuh yaitu pola asuh demokratis.
Pola Asuh Orang Tua Strict Parents terhadap Perkembangan Sosial-Emosional Anak Usia Dini Anisa Nur Hayyu; Desi Amanda; Nurul Annisa Septiani; Oktavia Dwi Nugraheni; Dian Pertiwi, Adharina; Hasbi Sjamsir
Early Childhood Journal Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD FKIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ecj.v3i1.4854

Abstract

Tujuan pembuatan media pola asuh ini untuk mengetahui penerapan apa saja yang ada di dalam pola asuh orang tua yang berhubungan dengan perkembangan sosial-emosional ada anak usia dini pola asuh yang di berikan orang tua terhadap perkembangan sosial-emosional pada Anak Usia Dini sangat penting bagi stimulasi bagi Anak Usia Dini untuk menjadi pribadi yang lebih baik di dalam lingkungan sosial di sekitar dan anak mampu mengontrol emosional jika anak berada di lingkungan sekitar.pola asuh orang tua strict perents terhadap sosial emosional anak memiliki dampak yang sangat jelas. Seperti orang tua yang memberikan pola asuh oteriter kepada anak usia dini oran tua memberikan peraturan yang di buat dan tidak dapat di rubah dan orang tua memangsa anak untuk mengikuti semua aturan yang telah di buat tanpa memberi tahu anak alasan hal baik apa yang ada di dalam peraturan tersebut.