cover
Contact Name
Sisko
Contact Email
siskochiko@gmail.com
Phone
+6287854261279
Journal Mail Official
sttborneo1@gmail.com
Editorial Address
Jl.Prof. M.Yamin No. 3 Kota Baru, Pontianak Selatan
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
ISSN : 27751740     EISSN : 27751759     DOI : -
Core Subject : Religion,
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani adalah jurnal yang menerbitkan artikel ilmiah yang berkualitas tentang Teologi dan Pendidikan Kristiani yang diterbikan oleh. Semua naskah melalui proses peer-review dan pemeriksaan plagiarisme. Hanya Naskah yang original yang akan diterima untuk diterbitkan. Jurnal ini diterbitkan dua kali setahun oleh Sekolah Tinggi Teologi Borneo yaitu Bulan Mei dan Desember. Adapun ruang lingkup dari Jurnal ICHTUS: 1. Teologi Biblika (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru) 2. Teologi Sistematika 3. Teologi Praktika 4. Misiologi 5. Pendidikan Kristiani di Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 57 Documents
Bentuk dan Strategi Pembinaan Warga Jemaat Dewasa Sitanggang, Magdha Riadha; Kristina, Dina
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 3 No. 1 (2022): Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/tzbpj139

Abstract

Abstract: The church has its duty and calling in carrying out the development of congregationmembers; in this case, it is more focused on adult members. The goal is for all adult congregationmembers to take part in building the body of Christ. Through coaching, it is hoped that the maturecongregation will know and grow in the knowledge of Christ. In coaching, there are often obstacles,but that is not an excuse for the church or church advisors not to carry out coaching. Therefore, thepurpose of this writing is to provide an understanding that a mentor is a person who truly believes(has been born again) so that, as a mentor, he has the burden to carry out his calling in fulfilling theGreat Commission. Using a descriptive qualitative method, it can be concluded that, for this reason,church coaches are expected to know the forms and strategies for carrying out coaching. The goal isto make coaching more creative and effective to achieve the coaching goals. In addition, if the coachcan use the coaching strategy properly and is carried out responsibly, many adult congregationmembers will certainly be interested in participating in each coaching program.Keywords: form and strategy, development, adult congregationAbstrak: Gereja memiliki tugas dan panggilannya dalam melaksanakan pembinaan warga jemaat,dalam hal ini lebih difokuskan pada warga jemaat usia dewasa. Tujuannya adalah agar semua wargajemaat dewasa mengambil bagian dalam pembangunan tubuh Kristus. Melalui pembinaandiharapkan jemaat dewasa lebih mengenal dan bertumbuh dalam pengenalan akan Kristus. Dalampembinaan sering ditemui kendala-kendala, tetapi itu bukanlah menjadi alasan untuk gereja ataupembina gereja tidak melaksanakan pembinaan. Oelh karena itu tujuan dari penulisan ini dapatmemberikan pemahan bahwa seorang pembina adalah orang yang sungguh-sungguh beriman(sudah lahir baru), sehingga sebagai pembina ia memiliki beban untuk melakukan panggilannyadalam menggenapkan Amanat Agung. Mengunakan metode kualitatif deskritif dapat disimpulkanbahwa, untuk itu pembina gereja diharapkan mengetahui bentuk dan strategi dalam melaksanakanpembinaan. Tujuannya, agar pembinaan lebih kreatif dan efektif, sehingga tujuan dari pembinaandapat tercapai. Selain itu jika pembina dapat menggunakan strategi pembinaan dengan baik dandilakukan secara bertanggung jawab maka dipastikan banyak warga jemaat dewasa yang tertarikuntuk mengikuti setiap program pembinaan.Kata kunci: bentuk dan strategi, pembinaan, jemaat dewasa
Media dalam Perjanjian Lama dan Relevansinya bagi Pembelajaran PAK PAUD pada Masa Kini Ambarita, Ida Sortauly
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 3 No. 1 (2022): Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/ebhbm110

Abstract

Abstract: The proper learning of Christian religious education for a child starts from the golden age,namely the age of 0 – 6 years, when the whole potential experiences a period of great and fast growthand development sensitivity. From an early age, children are introduced to Bible teaching andknowledge of the Lord Jesus every day and continuously so that the Word of God takes root andbears fruit in the children. Therefore, Christian Religious Education is expected to carry out its dutiesseriously in accordance with the objectives of education and learning, namely to form and create ageneration that has noble character, is responsible and has the character of Christ. In learningChristian religious education at PAUD today, a useful media is needed as a tool to convey messagesfrom educators to students, especially early childhood education. With the media, it is hoped that theobjectives of learning Christian religious education will be achieved. This study aims to explore themedia in the Old Testament and find their relevance for learning Christian religious education earlychildhood education today. The writing of this article uses descriptive qualitative research methodswith literature investigations through books, journals and articles about the media in the OldTestament and their relevance for learning Christian religious education. Early childhood educationtoday. The conclusion is the relevance of the Old Testament media with learning Christian religiouseducation early childhood education today.Keywords: Old Testament media, Christian religious education, early childhood education mediaAbstrak: Pembelajaran pendidikan Agama Kristen yang tepat bagi seorang anak dimulai dari masaemas yaitu usia 0-6 tahun yaitu masa di mana keseluruhan potensi mengalami masa kepekaantumbuh kembang yang hebat dan cepat. Sejak usia dini anak – anak diperkenalkan pada pengajaranAlkitab maupun pengenalan akan Tuhan Yesus setiap hari dan terus menerus sehingga FirmanTuhan berakar dan berbuah di dalam diri anak-anak. Oleh karenanya Pendidikan Agama Kristendiharapkan agar melaksanakan tugasnya dengan sungguh-sungguh sesuai dengan tujuan pendidikandan pembelajaran yakni membentuk dan menciptakan generasi yang berakhlak mulia, bertanggungjawab dan memiliki karakter Kristus. Dalam pembelajaran pendidikan agama Kristen padaPaud masa kini diperlukan suatu media yang berguna sebagai alat menyampaikan pesan dari pendidikke peserta didik khususnya pendidikan anak usia dini. Dengan adanya media diharapkantujuan dari pembelajaran pendidikan agama Kristen akan tercapai. Tujuan dari penelitian ini adalahuntuk menggali media dalam Perjanjian Lama dan menemukan relevansinya bagi pembelajaranpendidikan agama Kristen Pendidikan anak usia dini masa kini. Penulisan artikel ini menggunakanmetode penelitian kualitatif deskriptif dengan penyelidikan literature melalui buku, jurnal danartikel mengenai media dalam Perjanjian lama dan relevansinya bagi pembelajaran pendidikanagama Kristen Pendidikan anak usia dini masa kini. Adapun hasil kesimpulan adalah adanyarelevansi media Perjanjian Lama dengan pembelajaran pendidikan agama Kristen Pendidikan anakusia dini masa kini.Kata kunci: media Perjanjian Lama, Pendidikan agama Kristen, Paud masa kini
Dampak Implementasi Doa Syafaat Rasul Paulus Menurut Efesus 3:14-21 bagi Pertumbuhan Spiritual Jemaat Tuhan Masa Kini Baskoro, Paulus Kuntoro; Lestari, Teresia Puji
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 3 No. 1 (2022): Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/pcjyjc85

Abstract

Abstract: Believers who have received salvation in Christ mean they have entered the family of God’sKingdom. As members of God’s Kingdom family, believers must pray for one another. The purposeof this prayer is for the progress or spiritual growth of God’s church, which in this case is God’schurch. Because often, many believers consider it not too important to live in prayer and pray for oneanother. The Apostle Paul in the letter of Ephesians, has set an example of how he intercedes for thecongregation. The content of the apostle Paul’s prayer was that the believers in Ephesus would gainstrength in spiritual warfare, which would impact the extraordinary spiritual growth of the Ephesiancongregation. Therefore, the apostle Paul’s intercessory prayer needs to be implemented in the livesof today’s believers, both in prayer for themselves and His Church, which will bring spiritual growthfor themselves and God’s congregation today. The method used in this research is a descriptivequalitative method that examines the meaning of the impact of intercessory prayer on the spiritualgrowth of God’s congregation. So that God’s congregation can remain strong in facing all lifechallenges and mature spiritually.Keywords: intercessory, prayer, paul, spiritual growth, Ephesus, congregationAbstrak: Orang percaya yang telah beroleh keselamatan dalam Kristus berarti telah masuk dalamkeluarga Kerajaan Allah. Sebagai anggota dari keluarga Kerajaan Allah, orang percaya memilikikewajiban untuk saling mendoakan. Tujuan dari doa ini adalah demi kemajuan ataupunpertumbuhan spiritual jemaat Tuhan yang dalam hal ini adalah gereja Tuhan. Sebab seringkalibanyak orang percaya menganggap tidak terlalu penting hidup dalam doa dan saling mendoakan.Rasul Paulus dalam surat Efesus telah memberi teladan bagaimana ia berdoa syafaat untuk jemaatitu. Isi dari doa rasul Paulus itu ialah supaya orang percaya di Efesus beroleh kekuatan dalampeperangan rohani, yang membawa dampak bagi pertumbuhan spiritual yang luar biasa dari jemaatEfesus. Oleh karena itu, doa syafaat rasul Paulus ini perlu diimplementasikan dalam kehidupanorang percaya masa kini, baik itu dalam doa untuk diri sendiri maupun untuk gereja-Nya, yang akanmembawa pertumbuhan spiritual bagi diri sendiri maupun jemaat Tuhan masa kini. Metode yangdigunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan mengkaji makna dampakdoa safaat bagi pertumbuhan rohani jemaat Tuhan. Sehingga jemaat Tuhan bisa tetap kuatmenghadapi segala tantangan kehidupan serta menjadi dewasa dalam kerohanian.Kata kunci: doa syafaat, paulus, pertumbuhan spiritual, Efesus, jemaat
Professional Guru PAK dalam Perspektif Etis Teologis Kekristenan Herkulanus Rangga; Reni Triposa; Simatauw, Marfy
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 3 No. 1 (2022): Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/ebyeva12

Abstract

Abstract: The expertise and professional skills of the teacher, sir, are a teacher's abilities in theteaching and learning process. teacher professional skills also require expertise that is truly possessedby a professional teacher. In learning Christianity, a teacher's professional competence is also verymuch needed, especially in today's increasingly developing era. A Christian Religious educator mustalso have a good personality so that he can be an example for his students as exemplifying JesusChrist. Not only having a good personality but also having a spirituality that is really owned by ateacher of Christianity. As educators, the Christian religion taught must be Bible-centered, whichforms the basis of the material in learning so that what will be delivered is by Bible-centered Christianteachings. The author uses qualitative and descriptive research methods by conducting literaturestudies on this research. So, the professional competence of teachers in the PAK learning process isthe Professional Competence of Teachers in the Learning Process of Christian Religious Education. Sothe journal is about a teacher's professionalism who must have the ability, skills, and expertise inPAK learning which must be Bible-centered.Keywords: teacher's professional expertise and skills; learning process with Christian theology;Christian educationAbstrak: Keahlian dan kecakapan profesional guru pak merupakan kemampuan seorang guru dalamproses belajar mengajar. kecakapan profesional guru juga membutuhkan keahlian yang benar-benaryang dimiliki oleh seorang guru profesional. Proses pembelajaran Agama Kristen kompetensiprofesional seorang guru juga sangat dibutuhkan apalagi pada zaman yang semakin berkembangsaat ini. Seorang pendidik Agama Kristen juga haruslah memiliki kepribadian yang baik sehinggadapat menjadi teladan bagi para peserta didiknya sebagaimana meneladani Yesus Kristus. Bukanhanya memiliki kepribadian baik saja tetapi spiritualitasnya juga haruslah benar-benar dimiliki olehseorang pengajar Agama Kristen. Sebagai pendidik Agama Kristen yang diajarkan haruslah berpusatpada Alkitab yang menjadi dasar materi dalam pembelajaran sehingga apa yang akan disampaikansesuai dengan ajaran Kristen yang berpusat pada Alkitab. Penulis menggunakan metode penelitiankualitatif dan metode deskriptif dengan melakukan studi Pustaka terhadap penelitian ini. Jadi,kecakapan profesional guru dalam proses pembelajaran PAK Kompetensi Profesional Guru dalamProses Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen. Jadi Jurnal tentang seorang profesionalisme guruyang harus memiliki kemampuan, keterampilan, dan keahlian dalam pembelajaran PAK yang harusberpusat pada Alkitab.Kata kunci: keahlian dan kecakapan profesional guru; proses pembelajaran dengan teologiskekristenan; pendidikan agama Kristen
Makna Istilah Sebutan Untuk Tuhan “YHWH“ Sesembahan Umat Beriman di Kitab Perjanjian Lama Andreas Danang Rusmiyanto
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 3 No. 1 (2022): Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/m2q39559

Abstract

Abstract: The name of Allah is an issue that often intersects with dogma. In the religion understoodor known as YHWH, Addonay is translated as god. For that name is very sacred to all who are called.But God wanted his creation to know him so he introduced his name to his people in various ways,mentioning the essence of the name. The purpose of this scientific work is to describe one of thenames of God, especially the book of Exodus 6:2 and the use of the expression in several books of theOld Testament. The research methodology of this scientific article uses qualitative methods byanalyzing the meanings of terms and words. Given the majesty of Allah's name, any use of Allah'sname that insults Him and His attributes is an attack on Allah's name. The third commandment of theTen Commandments forbids taking God's name in vain as it shows a lack of respect for God Himself.According to God in His statement, anyone who abuses God's name is "guilty" (Exodus 20:7). In theOld Testament, God's name was dishonored when someone failed to fulfill a promise or oath made inHis name (Leviticus 19:12). A person who uses Allah's name to confirm his oath, but does not fulfillhis promise, is showing disrespect to Allah and is not afraid of His retribution. Basically the same asdenying the existence of God. The name of God represents His glory, His majesty and His divinity.We must honor and worship his name just as we honor and worship God himself. Otherwise, we willuse his name in vain.Keywords: God's Name, YHWH, Sacred, Old Testament, ten commandmentsAbstrak: Nama Allah menjadi isu yang sering bersinggungan dengan dogma. Di dalam Kekristenanyang dipahami atau dikenal sebagai YHWH, diterjemahkan Addonay seperti dewa. Untuk nama itusangat sakral bagi semua yang dipanggilnya. Tetapi Tuhan ingin ciptaannya mengenalnya sehinggadia memperkenalkan namanya kepada umatnya dengan berbagai cara, menyebutkan esensi darinama itu. Tujuan dari karya ilmiah ini adalah untuk mendeskripsikan salah satunya nama Tuhan,khususnya kitab Keluaran 6:2 dan penggunaan ekspresi dalam beberapa buku Perjanjian Lama.Metodologi penelitian artikel ilmiah ini menggunakan metode kualitatif dengan menganalisis maknaistilah dan kata. Mengingat keagungan nama Allah, setiap penggunaan nama Allah yang menghinaDia dan sifat-sifat-Nya adalah penyalahgunaan nama Allah. Perintah ketiga dari Sepuluh Hukummelarang penyebutan nama Tuhan dengan sembarangan karena menunjukkan kurangnya rasahormat kepada Tuhan itu sendiri. Menurut Tuhan dalam pernyataannya, siapapun yangmenyalahgunakan nama Tuhan adalah "bersalah" (Keluaran 20:7). Dalam Kitab Perjanjian Lama,nama Tuhan dicemarkan ketika seseorang gagal memenuhi janji atau sumpah yang dibuat atasnama-Nya (Imamat 19:12). Seseorang yang menggunakan nama Allah untuk menegaskansumpahnya, tetapi tidak memenuhi janjinya, menunjukkan sikap tidak hormat kepada Allah dantidak takut akan pembalasan-Nya. Pada dasarnya sama saja dengan mengingkari keberadaan Tuhan.Nama Tuhan mewakili kemuliaan-Nya, keagungan-Nya dan keilahian-Nya. Kita harus menghormatidan menyembah nama-Nya sama seperti kita menghormati dan menyembah Allah sendiri. Jika tidak,kita akan menggunakan namanya dengan sia-sia.Kata kunci: Nama Allah, YHWH, Sakral, Perjanjian Lama, sepuluh hukum
Peranan Full Gospel Business Men's Fellowship International (FGBMFI) dalam Menjangkau Jiwa di Marketplace: Sebuah Kajian Reflektif Yohanes 15:16 Marco Tanumihardja; Paulus Kunto Baskoro
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 3 No. 2 (2022): November
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/9cs3zg07

Abstract

Abstract: The great commission ia an important task in the life of a believers. The great commissionos God’s desire. God longs for every tribe, people, nation, and language to know and accept the LordJesus as the only Savior, according to Matthew 28:19-20. The essence of the great commission is sothat everyone can know and accept the Lord Jesus as the only personal savior for each person, andobtain eternal life. Seeing this great importance, the authors see that the outreach to the soul amongthe Full Business Men’s Fellowship International (FGBMFI) businessmen, even though they havebroad marketplace potential. The method used is descriptive literature method. This research willdiscuss effective methods of evangelism, so that evangelism is more effective and can applied in allages. The purpose of this writing is First, how important it is to outreach souls for those who don’tbelieve in Jesus. Second, the function of the Full Gospel Business Men’s Fellowship InternationalTeam, especially in West Java 2, can be maximized and many people are saved. Third, setting anexample in the management of the West Java FGBMFI regarding outtearch.Keywords: full gospel, soul, marketplace, John 15Abstrak: Amanat agung merupakan tugas yang penting dalam kehidupan orang percaya. Amanatagung adalah kerinduan Tuhan. Tuhan rindu agar setiap suku, kaum, bangsa dan bahasa dapatmengenal dan menerima Tuhan Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat, menurut Matius 28:19-20.Inti amanat agung adalah agar setiap orang dapat mengenal dan menerima Tuhan Yesus sebagaisatu-satunya juru selamat pribadinya masing-masing, dan memperoleh hidup kekal. Melihatpentingnya agung ini, penulis melihat belum maksimalnya penjangkauan jiwa dikalangan bisnismanFull Gospel Business Men's Fellowship International (FGBMFI), padahal mereka memiliki potensimarketplace yang luas. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif literatur. Penelitian iniakan membahas tentang cara yang efektif dalam penginjilan, sehingga penginjilan lebih tepat gunadan dapat diaplikasikan dalam segala zaman. Tujuan dalam penulisan ini adalah Pertama, betapapentingnya penjangkauan jiwa bagi yang belum percaya Yesus. Kedua, fungsi Tim Full GospelBusiness Men’s Fellowship International, khususnya bisa maksimal dan banyak orang diselamatkan.Ketiga, memberikan keteladanan dalam kepengurusan FGBMFI Jabar tentang penjangkauan jiwa.Kata kunci: full gospel, jiwa, marketplace, Yohanes 15
Transformasi Budaya Sebagai Pendekatan Misi Kontekstual Berdasarkan Kisah Rasul 17:16-43 Benyamin Buli
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 4 No. 1 (2023): Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/ddkjd587

Abstract

Abstract:The Bible and culture have a meeting point, then go hand in hand continuously in the task of reaching lost humans, and both of them nurture humans in the Love of Christ until the second coming of Jesus, to bring His redeemed people into the kingdom of heaven and eternal life for forever. Paul in reaching out to the Athenians. He didn't immediately blame them, because the object of their worship was wrong. Precisely Paul saw from the other side, namely, their obedience and sincerity in worship. Now Paul begins to introduce the real object of their worship, which is the God of the universe and the God who created all things. God who deserves to be worshiped by all His creation. While the way of worship is not mentioned. Paul wanted them to worship God who made the heavens and the earth, without changing their way of worship. Because basically, they have worshiped in earnest, but not to the God they know, but to an unknown God according to one of the writings that Paul read. Even if on another occasion, there is a change in the way they worship God, the way they build the altar, let it happen naturally, in line with their knowledge of God.Keywords: Transformation, Culture, Approach, Mission, ContextualAbstrak: Injil dan kebudayaan mempunyai titik temu, lalu berjalan beriringan secara berkesinambungan dalam tugas menjangkau manusia yang hilang, dan sama-sama memelihara manusia dalam Kasih Kristus hingga kedatangan Yesus yang kedua kali, untuk membawa umat tebusan-Nya masuk ke dalam kerajaan surga dan hidup kekal untuk selama-lamanya. Paulus dalam menjangkau orang-orang Atena. Dia tidak langsung mempersalahkan mereka, karena objek penyembahan mereka yang salah itu. Justru Paulus melihat dari sisi lain yaitu, Ketaatan dan kesungguh-sungguhan mereka dalam penyembahan itu. Sekarang Paulus mulai memperkenalkan objek penyembahan mereka yang sesungguhnya, yaitu Allah semesta alam dan Allah yang menciptakan segala sesuatu. Allah yang patut disembah oleh segala ciptaan-Nya. Sedangkan cara penyembahannya tidak disinggung. Paulus mau, agar mereka menyembah Allah yang menjadikan langit dan bumi, tanpa mengubah cara penyembahan mereka. Sebab pada dasarnya, mereka sudah menyembah dengan sungguh-sungguh, tetapi bukan kepada Allah yang mereka kenal, tetapi kepada Allah yang tidak dikenal sesuai dengan salah satu tulisan yang Paulus bacakan. Kalaupun pada kesempatan lain, ada perubahan cara penyembahan mereka kepada Allah, cara mereka mendirikan Mezbah, biarlah hal itu terjadi secara alamiah, seiring dengan pengenalan mereka terhadap Allah.Kata kunci: Tranformasi, Budaya, Pendekatan, Misi, Kontekstual
Implementasi Kepemimpinan Kristen dalam Motivasi Kerja dan Keteladanan Terhadap Kinerja KaryawanPT Multi Guna Equipment di Jakarta Manullang, Edward
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 4 No. 1 (2023): Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/q9vfd764

Abstract

Abstract: The role of a leader in a company is very important. The leader is the brain or the main part that regulates the running of a company. There are many models in leadership and have been applied everywhere, one of the Christian leadership models that follows the leadership model of the Lord Jesus Christ. The purpose of this study is of course to find out the implementation of leadership at PT Multi Guna Equipment in Jakarta which has been operating well so far. This research is of course field research with a qualitative approach with the aim of understanding the leadership phenomena that occur in this company. Broadly speaking, this study uses two models of methods, namely interview and observation methods. Leadership in this company is certainly going well and can be applied in other companies, but the employees who work in this company have not worked optimally because there is still corruption with time, especially in observation and also the results of research, namely often coming to work late after resting hours.In this case the researcher provides input from the results of the research so that the leaders in this company have the heart of a servant, service and shepherd so that they remain patient in guiding employees in carrying out their work both having a responsible and trustworthy character. Trust is the main capital in terms of leadership. Apart from that, Christian leadership must be applicable to become a leader that employees can emulate. Leaders who fear God and have a hardworking spirit and strive to build a good team will certainly produce a good profile in the company. Thank you. God Bless.Keywords: Christian Leadership, Servant, Administrator, Shepherd.Abstrak: Peran Pemimpin dalam suatu perusahaan sangatlah penting. Pemimpin merupakan otak atau bagian utama yang mengatur jalanya suatu perusahaan. Banyak model dalam kepemimpinan dan sudah ada diterapkan dimana-mana, salah satu model kepemimpinan Kristen yang mengikuti model kepemimpinan Tuhan Yesus Kristus. Tujuan dari penelitian ini tentu untuk mengetahui implementasi kepemimpinan di PT Multi Guna Equipment di Jakarta yang selama ini beroperasi dengan baik. Peneltiian ini tentu penelitian lapangan dengan pendekatan Kualitatif dengan maksud untuk memahami penomena kepemimpinan yang terjadi di Perusahaan ini. Secara garis besar penelitian ini menggunakan dua model metode yaitu metode interview dan pengamatan atau observasi. Kepemimpinan diperusahaan ini tentu sudah berjalan dengan baik dan dapat diterapkan diperusahaan yang lain akan tetapi karyawan yang bekerja diperusahaan ini belum bekerja dengan maksimal karena masih ada korupsi dengan waktu khususnya dalam pengamatan dan juga hasil dari penelitian yaitu seringnya telat masuk kerja setelah selesai jam istrahat.Dalam hal ini peneliti memberikan masukan dari hasil penelitian supaya pemimpinan diperusahaan ini memiliki hati hamba, pelayanan dan gembala sehingga tetap sabar dalam membimbing karyawanan dalam melakukan pekerjaanya baik memiliki karakter yang bertanggungjawab dan dapat dipercaya. kepercayaan menjadi modal utama dalam hal kepemimpinan. Selain dari pada itu, kepemimpinan Kristen harus dapat diaplikasikan untuk menjadi seorang pemimpin yang dapat diteladani oleh karyawan. Pemimpinan yang takut akan Tuhan dan memiliki jiwa pekerja keras dan berjuang untuk membangun tim dengan baik, tentu akan menghasilkan profil yang baik dalam perusahaan.Kata Kunci: Kepemimpinan Kristen, Pelayan, Pengurus, Gembala.
Makna Ungkapan Jagalah Hatimu dengan segala Kewaspadaan berdasarkan Amsal 4:23 dan Implikasinya Terhadap Jemaat di Gereja Gerakan Pentakosta Hakka Pontianak Donos; Ali Matius
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 4 No. 2 (2023): November
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/57ray678

Abstract

Abstract: Guard the heart with all vigilance because that is where life radiates as real evidence for the life of the congregation for bringing the heart to God through prayer, studying God's Word because God's Word is the most effective means and can detect the human heart, willing and ready to be shaped by God. Because God is an expert in restoring hearts and making them something beautiful and valuable in His eyes. Taking care of your heart not only takes care of one's feelings, but also makes a commitment to trust one another. Guard your heart from all vigilance leading to humility directing youth to realize that life means nothing without God. The existence of oneself who can still enjoy life until now, what one has, that one is proud of in life all comes from God. The results of research conducted using descriptive qualitative research methods; it was found that the GGP Hakka Pontianak congregation who already understood about guarding the heart from all vigilance had an impact on the life of the congregation that radiated. Guarding one's heart greatly influences the life attitude of the GGP Hakka Pontianak congregation as a guide to improving one's self-attitude.Key words: Take Care of Your Heart, All Vigilance, Radiate Life and Congregation.Abstrak: Jagalah hati dengan segala kewaspadaan karena dari situlah terpancar kehidupan sebagai bukti nyata bagi kehidupan jemaat karena membawa hati kepada Tuhan melalui doa, belajar kepada Firman Tuhan sebab Firman Tuhan adalah sarana yang paling efektif dan dapat mendeteksi hati manusia, mau serta siap sedia dibentuk oleh Tuhan. Sebab Tuhan adalah ahli dalam memulihkan hati dan menjadikannya sesuatu yang indah dan berharga di mata-Nya. Jagalah hati tidak hanya menjaga perasaan seseorang, akan tetapi juga membuat komitmen agar saling memercayai satu sama lain. Jagalah hati dari segala kewaspadaan mengarahkan kepada sikap kerendahan hati mengarahkan pemuda untuk menyadari bahwa hidup tidaklah berarti apa-apa tanpa Tuhan. Keberadaan diri yang masih dapat menikmati hidup sampai dengan saat ini, apa yang dimiliki, yang banggakan ada dalam hidup semuanya bersumber dari Tuhan. Hasil penelitian yang dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, didapati bahwa jemaat GGP Hakka Pontianak yang sudah memahami tentang menjaga hati dari segala kewaspadaan berdampak dalam kehidupan jemaat yang terpancar. Menjaga hati sangat mempengaruhi sikap hidup jemaat GGP Hakka Pontianak sebagai pedoman memperbaiki sikap diri.Kata kunci: Jagalah Hati, Segala Kewaspadaan, Terpancar Kehidupan dan Jemaat
Peranan Gembala dalam Pelayanan Konseling terhadap Anak Remaja di GPIBI Imanuel Dusun Beringin Desa Cempaka Putih Kecamatan Suti Semarang Ade Kristiwati; Simatauw, Marfy
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 4 No. 2 (2023): November
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/b0jy4b30

Abstract

Abstract:The pastor is a spiritual leader, not just a spiritual section within the church whose only job is to pray for the congregation and share God's Word.The task is much more complex and requires God's grace and competence as a leader.Shepherds have a position as a spiritual companion.The role of the pastor in counseling services for adolescents is a relevant and significant aspect in the social and religious environment in dealing with current problems.One of the main issues to focus on is adolescent mental health.In recent years, levels of stress, anxiety, and depression in adolescents have increased, and pastors have an important role to play in recognizing and responding to signs of mental health vulnerability in adolescents.In addition, rapid technological advances also have a significant impact on the lives of adolescents.Issues such as cyberbullying, digital addiction, and feelings of isolation due to the use of social media are challenges that pastors and adolescents need to face together.Identity and diversity aspects are also an important concern in counseling services. Counseling services organized by pastors can be very important in providing the right information and educating youth to maintain their own health and safety in dealing with challenges in adolescence. The role of the shepherd in preventing and overcoming this problem becomes very relevant through strengthening values-moral values, emotional support, and other holistic approaches.Keywords: Pastor, Counseling Services, TeenagersAbstrak: Gembala adalah pemimpin rohani, bukan sekedar seksi rohani didalam gereja yang hanya bertugas untuk berdoa bagi jemaat dan membagikan Firman Tuhan. Tugasnya jauh lebih kompleks dan membutuhkan sebuah anugerah penyertaan Tuhan serta kompetensi sebagai pemimpin.1Gembala memiliki posisi sebagai pendamping rohani.Peran gembala dalam pelayanan konseling terhadap anak-anak remaja adalah aspek yang relevan dan signifikan dalam lingkungan sosial dan agama dalam menghadapi permasalahan-permasalahan terkini.Salah satu permasalahan utama yang menjadi fokus adalah kesehatan mental remaja.Dalam beberapa tahun terakhir, tingkat stres, kecemasan, dan depresi pada anak-anak remaja meningkat, dan gembala memiliki peran penting dalam mengenali serta merespon tanda-tanda kesehatan mental yang rentan pada remaja.Selain itu, kemajuan teknologi yang pesat juga membawa dampak signifikan pada kehidupan remaja.Isu-isu seperti cyberbullying, kecanduan digital, dan perasaan terisolasi akibat penggunaan media sosial menjadi tantangan yang perlu dihadapi bersama oleh gembala dan remaja.Aspek identitas dan diversitas juga menjadi perhatian penting dalam pelayanan konseling.Pelayanan konseling yang diselenggarakan oleh gembala dapat menjadi sesuatu hal yang sangat penting dalam memberikan informasi yang tepat dan mengedukasi remaja untukmenjaga kesehatan dan keselamatan diri dalam menghadapi tantangan-tantangan di masa remaja.Peran gembala dalam mencegah dan mengatasi masalah ini menjadi sangat relevan melalui penguatan nilai-nilai moral, dukungan emosional, dan pendekatan holistik lainnya.Kata Kunci: Gembala, Pelayanan Konseling, anak remaja