cover
Contact Name
Sisko
Contact Email
siskochiko@gmail.com
Phone
+6287854261279
Journal Mail Official
sttborneo1@gmail.com
Editorial Address
Jl.Prof. M.Yamin No. 3 Kota Baru, Pontianak Selatan
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
ISSN : 27751740     EISSN : 27751759     DOI : -
Core Subject : Religion,
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani adalah jurnal yang menerbitkan artikel ilmiah yang berkualitas tentang Teologi dan Pendidikan Kristiani yang diterbikan oleh. Semua naskah melalui proses peer-review dan pemeriksaan plagiarisme. Hanya Naskah yang original yang akan diterima untuk diterbitkan. Jurnal ini diterbitkan dua kali setahun oleh Sekolah Tinggi Teologi Borneo yaitu Bulan Mei dan Desember. Adapun ruang lingkup dari Jurnal ICHTUS: 1. Teologi Biblika (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru) 2. Teologi Sistematika 3. Teologi Praktika 4. Misiologi 5. Pendidikan Kristiani di Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 57 Documents
Teologi Pluralisme dalam Persfektif Injili David Agus Haryono
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 5 No. 1 (2024): Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/62ka2476

Abstract

Abstract: This journal aims to present evangelical identity in relation to the task of theology today. Evangelicalism is a movement that emphasizes belief in orthodox Christian doctrines as well as the inner change that comes in outward action. Its theological identity has historically been characterized: belief in the highest authority of the Bible, the importance of Christ's redemption, a change of heart, and evangelism. Simultaneously, these four identity characteristics serve as a fence and criterion for judging what kind of of theological development is acceptable within the evangelical movement. So that the role in the development of Evangelical Theology still maintains its identity as Evangelicals 1.Keywords: evangelicals, movement, identity, theology, IndonesiaAbstrak: Jurnal ini bertujuan untuk memaparkan identitas Injili dalam kaitannya dengan tugas berteologi pada masa kini. Injili adalah gerakan yang menekankan kepercayaan pada doktrin-doktrin ortodoks Kristen serta perubahan di dalam batin yang muncul di dalam tindakan keluar. Identitas teologisnya secara historis berkarakteristik: kepercayaan pada otoritas tertinggi Alkitab, pentingnya penebusan Kristus, perubahan di dalam hati, serta penginjilan. Secara simultan, empat karakter identitas ini berfungsi sebagai pagar dan kriteria untuk menilai perkembangan teologi seperti apa yang dapat diterima di dalam gerakan Injili. Sehingga peran dalam perkembangan Teologi Injili tetap menjaga identitasnya sebagai kaum injili 1.Kata kunci: kaum Injili, gerakan, identitas, teologi, Indonesia.
Peran Guru Pendidikan Agama Kristen dalam Meningkatkan Kedisiplinan Belajar Siswa di Sekolah Dasar Negeri 11 Semoncol Kecamatan Balai Kabupaten Sanggau Dewi Andiriani; Rodianus
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 5 No. 2 (2024): November
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/gxyff720

Abstract

Abstract: The progress of a nation is determined by a good education system, this cannot beseparated from the role of a teacher in improving learning, one of which is by emphasizing theimportance of a teacher to provide discipline to students in order to produce good, qualityhuman resources, so that they can have a positive impact in society. However, on the otherhand, if a teacher does not provide discipline, it will cause various problems such as studentsoften coming late, students often going in and out of class during class hours, students notdoing schoolwork, students like to talk to other friends during class hours, students do not obeythe existing rules as a result the learning process does not run smoothly and improvements toChristian Religious Education are hampered. Then the lack of attention and awareness ofparents towards their children in guiding and directing them to discipline so that the role ofChristian Religious Education teachers is needed to be able to teach discipline to students,especially at SD Negeri 11 Semoncol, Balai District, Sanggau Regency, West Kalimantan, sothat the learning process can run well.Keywords: Role of PAK Teachers, Improving Student Discipline, Learning.Abstrak: Kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh sistem pendidikan yang baik hal ini tidak terlepasdari adanya peranan bagi seorang guru dalam meningkatkan pembelajaran salah satunya denganmenekankan penting bagi seorang guru untuk memberikan kedisiplinan kepada siswa agar dapatmenghasilkan sumber daya manusia yang baik, bermutu, sehingga dapat memberikan dampak yangpositif di tengah masyarakat. Namun sebaliknya jika seorang guru tidak memberikan kedisiplinan akanmenimbulkan berbagai masalah seperti siswa sering datang terlambat, siswa sering keluar masuk kelaspada jam pembelajaran, siswa tidak mengerjakan tugas sekolah, siswa suka berbicara dengan temanyang lainnya pada saat jam pelajaran berlangsung, siswa tidak mentaati peraturan yang ada akibatnyaproses pembelajaran tidak berjalan dengan lancar dan peningkatan terhadap Pendidikan Agama Kristenmenjadi terhambat. Kemudian kurangnya perhatian dan kesadaran orang tua terhadap anaknya dalammembimbing dan mengarahkan mereka kepada kedisiplian sehingga peranan guru Pendidikan AgamaKristen di perlukan untuk dapat mengajarkan kedisiplinan kepada siswa khususnya di SD Negeri 11Semoncol kecamatan Balai Kabuaten Sanggau Kalimantan Barat, agar proses pembelajaran dapatberjalan dengan baik.Kata Kunci: Peranan Guru PAK, Meningkatkan Kedisiplinan Siswa, Belajar
Filosofi Manajemen Pendidikan Berbasis Nilai-Nilai Kekristenan Dalam Konteks Sekolah Minggu Karbui, Titus
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 6 No. 1 (2025): Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/5w0en869

Abstract

Penelitian ini membahas filosofi manajemen pendidikan berbasis nilai-nilai Kekristenan dalam konteks Sekolah Minggu, dengan fokus khusus pada pelaksanaan di Gereja Masehi Injilli Di Timor  (GMIT) Jemaat Efata Sagulung, Batam. Sekolah Minggu sebagai bentuk pendidikan nonformal di lingkungan gereja memiliki peranan penting dalam membentuk karakter iman anak sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk menggali bagaimana prinsip-prinsip Kekristenan seperti kasih, keteladanan, pelayanan, dan tanggung jawab diintegrasikan ke dalam sistem manajemen pendidikan Sekolah Minggu, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi literatur sebagai landasan teoritis dan refleksi terhadap praktik nyata yang berlangsung di lingkungan gereja lokal. Hasil kajian menunjukkan bahwa Sekolah Minggu yang menerapkan prinsip kasih dan pelayanan dalam manajemennya memiliki partisipasi anak dan orang tua yang lebih tinggi. Guru yang memahami manajemen berbasis nilai Kekristenan lebih mampu menciptakan suasana pembelajaran yang inklusif dan menyentuh kehidupan anak. Beberapa kendala umum di Sekolah Minggu adalah kurangnya pelatihan bagi guru, tidak adanya evaluasi berkelanjutan, serta minimnya integrasi nilai Kekristenan dalam perencanaan program. Penerapan filosofi manajemen berbasis Kekristenan membantu mengatasi konflik internal dan memperkuat identitas spiritual pengajar dan peserta. Artikel ini menegaskan bahwa manajemen pendidikan berbasis nilai-nilai Kekristenan tidak hanya mendukung efektivitas pengelolaan pelayanan anak, tetapi juga memperkuat panggilan gereja dalam mendidik generasi yang beriman dan berintegritas. Kata kunci: Manajemen Pendidikan, Nilai-nilai  Kekristenan, Sekolah Minggu
Galatia 3:28 sebagai Dasar Teologis bagi Ekumenisme di Era Globalisasi Siregar, Esron Mangatas; Aldi, Aldi; Nyayan, Efendi; Sarumaha, Simeri Hati
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 6 No. 1 (2025): Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/bs2kbs75

Abstract

Globalisasi telah membawa dampak besar dalam kehidupan manusia, termasuk dalam kehidupan gereja yang kini menghadapi tantangan serius seperti pluralisme agama, penurunan kehadiran jemaat, dan perubahan pemahaman teologis. Fenomena ini mendorong gereja untuk merefleksikan kembali ajaran-ajaran dasar iman Kristen agar tetap relevan tanpa kehilangan kebenaran esensialnya. Tesis dari penelitian ini adalah bahwa Galatia 3:28 memberikan dasar teologis yang kuat bagi gereja untuk mengembangkan semangat ekumenisme dalam menghadapi tantangan globalisasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka yang berfokus pada analisis teologis dan kontekstual terhadap ayat Galatia 3:28 serta dampaknya terhadap realitas sosial-keagamaan masa kini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa prinsip kesetaraan dalam Kristus dapat menjadi landasan inklusivitas dan pemersatu gereja di tengah perbedaan etnis, status sosial, dan gender. Kesimpulannya, gereja perlu memanfaatkan prinsip kesetaraan dalam Kristus sebagai respon terhadap dinamika global tanpa mengorbankan integritas doktrin.  
Eksegesis Efesus 5:16 dan Relevansinya terhadap Manajemen Waktu di Era Digital Aliadi, Frans; Prissila, Amita
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 6 No. 1 (2025): Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/td3w0c72

Abstract

This article is rooted in Paul's exhortation in Ephesians 5:16, "make the most of every opportunity, because the days are evil," which carries profound theological and ethical relevance for addressing the challenges of time management in the digital age. The background of this study arises from the widespread phenomenon of digital distraction among Christians, where technological advancements often lead to wasted time and a decline in spiritual quality of life. The purpose of this research is to analyze the meaning of "redeeming the time" in Ephesians 5:16 through biblical exegesis and contextual hermeneutics, and to explore its practical relevance for Christian time management today. This study employs a textual exegetical method, including linguistic analysis of key Greek terms in the original text, along with a contextual hermeneutical approach to relate the biblical message to the realities of the digital era. The findings indicate that “redeeming the time” demands a faith-driven awareness to wisely seize every kairos opportunity amid a world full of distractions. In conclusion, Ephesians 5:16 provides a strong theological foundation for Christians to manage their time proactively, productively, and in alignment with God’s will in the face of digital life challenges.
Pentingnya Pendidikkan Agama Kristen dalam Menerapkan Teori Bloom di Sekolah Simatauw, Marfy
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 6 No. 2 (2025): November
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/91nrh307

Abstract

Abstract Christian Religious Education (PAK) in character building for students through the application of Bloom's theory. Bloom's taxonomy theory was developed by Benjamin Samuel Bloom, with learning objectives divided into three domains: Cognitive, related to thinking skills, such as remembering, understanding, applying, analyzing, evaluating, and creating. Affective, related to attitudes, values, interests, and emotions in learning. Psychomotor, related to physical skills. This demonstrates that education must be holistic, encompassing cognitive, affective, and psychomotor aspects, in line with the national education goal of developing individuals with faith and noble character. However, an imbalance has been found in the learning process, which focuses too much on the cognitive domain, neglecting students' character, spiritual, and physical development. This study aims to analyze the importance of applying Bloom's Theory in Christian religious education learning based on Deuteronomy 6:6-7, and to identify the impacts and challenges faced. Using qualitative descriptive methods with literature review, interviews, and field observations, this research is expected to provide more effective and systematic learning strategies. The integration of Bloom's Theory in Christian Religious Education is expected to enhance students' understanding of Christian values, develop better character, and build a strong community of faith. The data analysis concludes that the importance of implementing Bloom's Theory in learning can help students develop cognitive abilities more effectively and improve learning outcomes. Therefore, implementing Bloom's Theory also plays a role in enhancing students' critical thinking skills. Furthermore, the importance of implementing Bloom's Theory in every religious lesson is crucial, as it tends to be more systematic and able to accommodate various levels of student understanding, character, and talents. Keywords: Christian Religious Education, Bloom's Theory, Attitude Formation, Talent, Knowledge, Learning   Abstrak Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam pembentukan karakter siswa melalui penerapan teori Bloom. Teori taksonomi Bloom di kembangan oleh Benjamin Samuel Bloom dengan tujuan pembelajaran ke dalam tiga domain sebagai berikut: Kognitif, berkaitan dengan kemampuan berpikir, seperti mengingatkan pemahaman, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan.  Afektif, berkaitan dengan sikap, nilai, minat, dan emosi dalam belajar. Psikomotorik, berkaitan dengan keterampilan fisik. Menunjukkan bahwa pendidikan Pendidikan harus holistik, mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, sejalan dengan tujuan pendidikan nasional untuk membentuk  individu yang beriman dan berakhlak mulia. Namun, ditemukan ketidak seimbangan dalam proses pembelajaran yang terlalu berfokus pada ranah kognitif, mengabaikan pengembangan karakter, spiritual, dan jasmani siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya penerapan Teori Bloom dalam pembelajaran pendidikan agama Kristen berlandaskan Kitab Ulangan 6:6-7, serta mengidentifikasi dampak dan tantangan yang dihadapi. Menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan studi pustaka, wawancara, dan observasi lapangan, penelitian ini diharapkan dapat memberikan strategi pembelajaran yang lebih efektif dan sistematis. Integrasi Teori Bloom dalam Pendidikan Aagama Kristen diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai Kristiani, membentuk karakter yang lebih baik, dan membangun komunitas beriman yang kuat. Dari hasil analisis data diperoleh bahwwa penerapan pembelajaran teori Bloom dapat tmembantu siswa mengembangkan kemampuan kognitif siswa secara lebih efektif dan meningkatkan hasil belajar yang baik, maka  dengan menerapkan teori Bloom juga berperan meningkatkan daya pikir kritis siswa, serta pentingnya penerapan di setiap pembelajaran agama supaya teori Bloom cenderung lebih sistematis dan mampu mengakomodasi berbagai tingkat pemahaman, karakter dan bakat siswa. Kata Kunci: Pendidikan Agama Kristen, Teori Bloom, Pembentukan sikap, Bakat, Pengetahuan, Pembelajaran.
Kesahihan Praktek Komunikasi Misi Digital Dalam Perspektif Teologi Kristen: Suatu Kemungkinan di Era Digital Sampe Polan, Sevior
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 6 No. 2 (2025): November
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/qmja3686

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara berkomunikasi, berinteraksi, dan membangun relasi, sekaligus membuka ruang baru bagi gereja dalam melaksanakan misi. Perubahan ini menimbulkan pertanyaan teologis mengenai kesahihan praktik komunikasi misi digital: apakah penggunaan media digital dapat dianggap sebagai bentuk misi yang sah dalam terang teologi Kristen. Artikel ini bertujuan menelaah kesahihan teologis komunikasi misi digital melalui kajian pustaka dengan pendekatan teologis-historis dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik misi digital sah secara teologis sepanjang tetap berakar pada prinsip-prinsip dasar misi Kristen: Amanat Agung yang tidak membatasi media pewartaan; prinsip inkarnasional yang menegaskan panggilan gereja untuk hadir dalam konteks kehidupan manusia termasuk ruang digital; serta pemahaman bahwa Roh Kudus bekerja melampaui batas medium komunikasi. Selain itu, misi digital dinilai sah apabila mampu memperkuat pemuridan, membangun kehidupan persekutuan, dan mencerminkan etika komunikasi Kristen. Dengan demikian, ruang digital bukan pengganti gereja, tetapi medan misi baru di mana gereja dipanggil untuk menghadirkan Injil secara setia, relevan, dan transformatif dalam konteks budaya masa kini.