cover
Contact Name
Sisko
Contact Email
siskochiko@gmail.com
Phone
+6287854261279
Journal Mail Official
sttborneo1@gmail.com
Editorial Address
Jl.Prof. M.Yamin No. 3 Kota Baru, Pontianak Selatan
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
ISSN : 27751740     EISSN : 27751759     DOI : -
Core Subject : Religion,
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani adalah jurnal yang menerbitkan artikel ilmiah yang berkualitas tentang Teologi dan Pendidikan Kristiani yang diterbikan oleh. Semua naskah melalui proses peer-review dan pemeriksaan plagiarisme. Hanya Naskah yang original yang akan diterima untuk diterbitkan. Jurnal ini diterbitkan dua kali setahun oleh Sekolah Tinggi Teologi Borneo yaitu Bulan Mei dan Desember. Adapun ruang lingkup dari Jurnal ICHTUS: 1. Teologi Biblika (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru) 2. Teologi Sistematika 3. Teologi Praktika 4. Misiologi 5. Pendidikan Kristiani di Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 57 Documents
Analisis Empat Lapisan Makna Keluaran 13: 20-22: Tiang Awan dan Tiang Api Sebagai Bukti Kedaulatan Allah Zebua, Eka Kurniawan
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 6 No. 2 (2025): November
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/4tq14350

Abstract

Artikel ini menganalisis Keluaran 13:20-22, yang menggambarkan tiang awan dan tiang api yang membimbing bangsa Israel keluar dari Mesir, melalui pendekatan teologis dan sastra. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menginterpretasi empat lapisan makna yang terkandung dalam teks tersebut. Lapisan makna pertama adalah makna literal, di mana tiang awan dan tiang api dipahami sebagai manifestasi kehadiran Tuhan yang terlihat secara fisik. Lapisan kedua adalah makna alegoris, yang menafsirkan tiang awan dan tiang api sebagai simbol penyertaan dan perlindungan Tuhan selama perjalanan hidup umat-Nya. Lapisan ketiga adalah makna moral, yang menekankan tiang awan dan tiang api sebagai panggilan untuk mengikuti kehendak Tuhan dan taat pada petunjuk-Nya. Lapisan keempat adalah makna mistis, yang menggambarkan tiang awan dan tiang api sebagai pengalaman perjumpaan dengan Tuhan yang transenden dan penuh kemuliaan.
Liturgi Bulan Budaya sebagai Upaya Tranformasi Misi Kristen yang Kontekstual di Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Guntur Andika Alan Roh Lani; Maria Rosa Sihombing
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 5 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This paper aims to analyze theologically the establishment of the GMIT cultural month as part of the contextual transformation of Christian mission in the GMIT liturgy. This is done as an effort to contextualize the Gospel message in GMIT services. Because GMIT is a Christian denomination whose scope of service is in the East Nusa Tenggara region (outside the island of Sumba) and West Nusa Tenggara which consists of heterogeneous communities. The heterogeneity of society can be seen in differences in ethnicity, language, traditions and culture. Therefore, a contextual form of liturgy is needed in which the congregation can meet Christ. In this article, the author uses several sources relating to the encounter of the Gospel and Culture as a reference point for conducting a theological analysis of the implementation of Culture Month. These sources are in the form of articles and printed books that are relevant to the study subject being discussed.Keywords: GMIT, Culture Month, Christian Mission Transformation, and Contextual.Abstrak: Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis secara teologis tentang penetapan bulan budaya GMIT sebagai bagian dari tranformasi misi Kristen yang kontekstual dalam liturgi GMIT. Hal ini lakukan sebagai upaya mengkontekstualisasi berita Injil dalam pelayanan GMIT. Sebab GMIT merupakan denominasi Kristen yang lingkup pelayanan di wilayah Nusa Tenggara Timur (diluar pulau Sumba) dan Nusa Tenggara Barat yang terdiri dari masyarakat heterogen. Hoterogenitas masyarakat dapat dilihat dalam perbedaan suku, bahasa, tradisi, dan budaya. Oleh karena itu diperlukan bentuk liturgi yang kontekstual yang di dalamnya jemaat dapat bertemu dengan Kristus. Dalam tulisan ini, penulis menggunakan beberapa sumber yang berkenaan dengan perjumpaan Injil dan Budaya sebagai titik acuan untuk melakukan analisa teologi terhadap pelaksanaan Bulan Budaya. Sumber-sumber tersebut dalam bentuk artikel dan buku-buku cetak yang relevan dengan pokok kajian yang dibahas.Kata Kunci: GMIT, Liturgi Bulan Budaya, Tranformasi Misi Kristen, dan Kontekstual.
Peran Guru Pendidikan Agama Kristen dalam Meningkatkan Kedisiplinan Belajar Siswa di Sekolah Dasar Negeri 11 Semoncol Kecamatan Balai Kabupaten Sanggau Dewi Andiriani; Rodianus
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 5 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The progress of a nation is determined by a good education system, this cannot be separated from the role of a teacher in improving learning, one of which is by emphasizing the importance of a teacher to provide discipline to students in order to produce good, quality human resources, so that they can have a positive impact in society. However, on the other hand, if a teacher does not provide discipline, it will cause various problems such as students often coming late, students often going in and out of class during class hours, students not doing schoolwork, students like to talk to other friends during class hours, students do not obey the existing rules as a result the learning process does not run smoothly and improvements to Christian Religious Education are hampered. Then the lack of attention and awareness of parents towards their children in guiding and directing them to discipline so that the role of Christian Religious Education teachers is needed to be able to teach discipline to students, especially at SD Negeri 11 Semoncol, Balai District, Sanggau Regency, West Kalimantan, so that the learning process can run well.Keywords: Role of PAK Teachers, Improving Student Discipline, Learning.Abstrak: Kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh sistem pendidikan yang baik hal ini tidak terlepas dari adanya peranan bagi seorang guru dalam meningkatkan pembelajaran salah satunya dengan menekankan penting bagi seorang guru untuk memberikan kedisiplinan kepada siswa agar dapat menghasilkan sumber daya manusia yang baik, bermutu, sehingga dapat memberikan dampak yang positif di tengah masyarakat. Namun sebaliknya jika seorang guru tidak memberikan kedisiplinan akan menimbulkan berbagai masalah seperti siswa sering datang terlambat, siswa sering keluar masuk kelas pada jam pembelajaran, siswa tidak mengerjakan tugas sekolah, siswa suka berbicara dengan teman yang lainnya pada saat jam pelajaran berlangsung, siswa tidak mentaati peraturan yang ada akibatnya proses pembelajaran tidak berjalan dengan lancar dan peningkatan terhadap Pendidikan Agama Kristen menjadi terhambat. Kemudian kurangnya perhatian dan kesadaran orang tua terhadap anaknya dalam membimbing dan mengarahkan mereka kepada kedisiplian sehingga peranan guru Pendidikan Agama Kristen di perlukan untuk dapat mengajarkan kedisiplinan kepada siswa khususnya di SD Negeri 11 Semoncol kecamatan Balai Kabuaten Sanggau Kalimantan Barat, agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik.Kata Kunci: Peranan Guru PAK, Meningkatkan Kedisiplinan Siswa, Belajar
Pengertian Teologis Gereja Berdasarkan Kitab-Kitab Taurat dan Implementasinya untuk Masa Kini Agustinus Djali; Maswati Daya
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 5 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Since the church was founded, it has been faced with problems. The fathers have tried to lay the foundation of church teachings very fundamentally, but until today it seems that the problems have not disappeared, instead there are deviations in both doctrine and service that open up gaps for misguidance and cause church growth to stagnate. Therefore, the church should immediately introspect and return to its basic principles, namely "building a church based on the Bible, both the Old and New Testaments." The church in the time of Moses was an ancient church that was built by God in the beginning, it should be an example and role model for the church today. The purpose of this study: First: to study the nature of the church based on the books of the Torah so that today's congregation can have a theological understanding of churching so that they can apply it in their lives and congregational services. Second: to emphasize that the teachings about the true Church are also found in the books of the Torah, not only in the books of the New Testament. Third: to try to implement the theological understanding of the church based on the books of the Torah for today so that the congregation continues to strive to improve its teaching and performance in churching. This can be done through Theological Schools and seminars, sermons, and Bible studies, and cell groups in local churches.Keywords: Church of the Torah, Implementation.Abstrak: Sejak gereja berdiri terus diperhadapkan dengan masalah. Para bapa telah berusaha meletakkan fondasi ajaran gereja dengan sangat fundamental, namun sampai pada hari ini pun nampaknya masalah belum juga sirna, sebaliknya muncul penyelewengan baik dalam doktrin mapun pelayanannya yang membuka celah bagi penyesatan dan mengakibatkan pertumbuhan gereja mengalami stagnant. Maka gereja hendaklah segera mengintrospeksi diri serta kembali kepada azas dasarnya yakni “membangun gereja berdasarkan pada Alkitab baik PL maupun PB”Gereja pada jaman Musa merupakan gereja purba yang telah dibangun oleh Allah pada mulanya, seharusnya menjadi contoh dan teladan bagi gereja pada masa kini. Tujuan penelitian ini : Pertama: untuk mempelajari hakikat gereja berdasarkan kitab-kitab Taurat agar jemaat masa kini dapat memiliki suatu pemahaman teologis tentang bergereja sehingga dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan dan pelayanan berjemaat. Kedua: untuk menegaskan bahwa ajaran tentang Gereja yang benar juga terdapat dalam kitab-kitab Taurat, bukan hanya pada kitab-kitab P B. Ketiga: berupaya mengimplementasikan pengertian teologis gereja berdasarkan kitab-kitab Taurat untuk masa kini sehingga jemaat terus berupaya meningkatkan, pengajaran dan kinerjanya dalam bergereja. Hal ini dapat dilaksanakan melalui Sekolah-Sekolah Teologi dan seminar-seminar, khotbah, serta penelahan Alkitab, komsel pada gereja lokal.Kata Kunci:Gereja kitab-kitab Taurat, Implementasi
Kerajaan Tertunda: Refleksi Teologis-Sistematis terhadap Pengajaran Kerajaan Allah Benjamin, Yoel
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 2 No. 1 (2021): Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/78yhgw55

Abstract

Abstract: This paper presents an answer to the question of the royal kingdom of the various interpretations of the Bible. The positive thing from this article is to reveal three aspects of God's kingdom, which have different characteristics from one another. Also has a purpose, patterns, and different ways. These three aspects can not be mixed-mortar understanding, so as to avoid errors in interpretation of various patterns will be the kingdom of God.Keywords: Israel; political; royal; spiritual; the body of Christ; universalAbstrak: Tulisan ini menghadirkan jawaban bagi pertanyaan tentang kerajaan dari berbagai pemahaman kerajaan dalam Alkitab. Hal yang positif dari tulisan ini ialah mengungkapkan tiga aspek kerajaan Allah, yang memiliki sifat berbeda satu dengan yang lainnya. Juga memiliki tujuan, pola, dan cara yang berbeda. Tiga aspek ini tidak dapat dicampur-adukan pemahamannya, sehingga tidak menimbulkan kekeliruan pada berbagai pola penafsiran akan kerajaan Allah.Kata kunci: Israel; kerajaan; politis; rohani; tubuh Kristus universal
Konsep Kepemimpinan Tuhan Yesus Sunardi, Agus
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 2 No. 1 (2021): Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/442py698

Abstract

Abstract: Leadership becomes an issue or very interesting conversation to talk about. Various kinds of ideas that arise try to discuss and solve problems that are developing. One idea to discuss the issue of Leadership in general is discussed in various sources of books that are being circulated written by leadership figures both in Indonesia and from abroad. And the ideas suggested by them are good enough to help in knowing the problems that are developing. Involving discussions that were interesting to discuss, it turned out that the Apostles Paul, Peter, and Prophet Moses had also taken an important role in this warm discussion about leadership. Each of them has strong enough arguments to answer leadership problems according to the standards of inspired truths through the power of the Holy Spirit. Discussing further about some theologists agree on Jesus Christ as a figure of centralization in spiritual leadership. The texts that will be discussed in explaining some very important things about students as the forerunner of a spiritual leader will one day lead, have an ambition to be who is the greatest in the kingdom of God. The ambition or desire is so strong that it needs to involve the great teacher in helping the debate. So that this debate becomes an interesting issue in the Gospel of Matthew and needs to be written through the inspiration of the Holy Spirit so that readers are expected to understand the problem of leadership. The relevance of Jesus Christ's words about leadership will be very useful for us in the present and also still in future.Keywords: Jesus Christ; leadership; theologicalAbstrak: Kepemimpinan menjadi isu atau pembicaraan yang sangat menarik untuk dibicarakan. Berbagai macam ide yang muncul berusaha untuk membahas dan memecahkan masalah yang sedang berkembang. Salah satu ide untuk membahas masalah kepemimpinan secara umum tersebut dibahas dalam berbagai macam sumber buku yang sedang beredar ditulis oleh tokoh kepemimpinan baik di Indonesia maupun dari manca negara. Dan gagasan-gagasan yang disarankan oleh mereka cukup baik untuk menolong dalam mengetahui permasalahan yang sedang berkembang. Melibatkan diskusi yang sedang menarik dibicarakan, ternyata Rasul Paulus, Petrus, dan Nabi Musa juga telah ikut mengambil peranan penting dalam pembahasan yang hangat tentang kepemimpinan ini. Masing- masing dari mereka telah memiliki argumentasi yang cukup kuat menjawab problema kepemimpinan menurut standar dari kebenaran yang telah diinspirasi melalui kuasa Roh Kudus. Mendiskusikan kepemimpinan lebih lanjut beberapa ahli theologi sepakat Yesus Kristus sebagai tokoh sentralisasi dalam kepemimpinan rohani. Teks-teks yang akan dibahas dalam menjelaskan beberapa hal yang sangat penting tentang murid-murid sebagai cikal bakal pemimpin rohani suatu saat akan memimpin, telah memiliki sebuah ambisi untuk menjadi siapakah yang terbesar dalam kerajaan Allah. Ambisi atau keinginan itu begitu kuat sehingga perlu melibatkan sang guru Agung dalam menolong perdebatan. Akibatnya perdebatan ini menjadi isu yang menarik dalam Injil Matius dan perlu ditulis melalui ilham Roh Kudus agar para pembaca diharapkan dapat mengerti tentang masalah kepemimpinan tersebut. Relevansi dari perkataan Yesus Kristus tentang kepemimpinan itu akan sangat bergruna bagi kita di masa sekarang dan juga masih berlaku di masa yang akan datang.Kata kunci: kepemimpinan; teologis; Tuhan Yesus
Diakonia Sosial Transformatif Karismatik Yusup Rogo Yuono
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 3 No. 1 (2022): Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/3srfhd62

Abstract

Abstract: Poverty is a complex and long-standing humanitarian problem. The church has theresponsibility to realize the Kingdom of God on earth, is present to provide attention and answers tothis problem. This research examines related to efforts to develop social services to overcome povertyproblems based on charismatic transformative social services. The method used in this research isdescriptive qualitative which describes the existing phenomena, to then be analyzed using descriptiveanalysis. The charismatic group believes that transformative social services with charismaticcharacteristics are effective for efforts to reduce poverty. It is hoped that the results of thedevelopment of charismatic transformative social services can be used by charismatic churches intheir efforts to overcome poverty.Keywords: social service, diakonia, charismaticAbstrak: Kemiskinan adalah masalah kemanusiaan yang kompleks dan sudah lama ada. Gerejamempunyai tanggung jawab mewujudkan Kerajaan Allah di muka bumi, hadir memberikanperhatian dan jawaban terhadap masalah ini. Penelitian ini mengulas terkait dengan usahapengembangan pelayanan sosial untuk menanggulangi masalah kemiskinan berdasarkan pelayanansosial transformatif karismatik. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatifyang menggambarkan fenomena yang ada, untuk kemudian dianalisis menggunakan analisisdesktiptif. Kelompok karismatik percaya pelayanan sosial transformatif yang bercirikan karismatikefektif bagi upaya penanggulangan kemiskinan. Hasil dari pengembangan pelayanan sosialtransformatif karismatik ini diharapkan dapat dipakai oleh gereja-gereja karismatik dalam kiprahnyamenanggulangi kemiskinan.Kata kunci: pelayanan sosial, diakonia, karismatik
Pentingnya Karakter Kepemimpinan Kristen Berdasarkan 2 Timotius dalam Pelayanan Gerejawi Masa Kini Lience Ritha Lontoh; Soeliasih; Rodianus
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 3 No. 2 (2022): November
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/h90n6522

Abstract

Abstract: Christian leadership is very attached to its character. This is the most important thing if youare to be an effective Christian leader. Someone who takes on the role of a Christian leader must be amodel or set an example for his followers. The method used in this study is descriptive qualitative, inwhich the problem of the decline in leadership character becomes the object of research. Someindicators of leaders who can be role models according to Paul in this letter are: 1) Spiritual LeadersWho Have Courageous Spirit. 2) Spiritual Leaders Who Are Willing to Suffer Without Shame. 3)Spiritual Leaders Who Have Exemplary Behavior. 4) Leaders Who Are Ready to Fight. 5) RuleabidingLeaders. 6) Diligent Leader With Patience. 7) Leaders Who Keep Trying Diligently. 8) LeadersWho Are Ready to Serve. 9) Leaders Who Live Holy. From the results of the discussion on the ninecharacteristics of leaders, it can be concluded that the qualifications of a Christian leader in 2 Timothyare very relevant and important for every church leader or spiritual leader today. This qualification isrelevant and important because nowadays it is felt that many spiritual leaders are starting to losetheir leadership character as taught by Paul in the letter 2 Timothy. The church will grow well notonly in terms of quantity but more importantly the quality of the congregation's faith will grow moreif the spiritual leader has good leadership character.Keywords: leadership; character; spiritual leaderAbstrak: Kepemimpinan Kristen sangat melekat dengan karakternya. Ini merupakan hal yang palingpenting jika hendak menjadi pemimpin Kristen yang efektif. Seseorang yang mengambil peransebagai pemimpin Kristen, harus menjadi model atau memberi teladan bagi para pengikutnya.Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah deskriptif kualitatif, di mana persoalan kemerosotankarakter kepemimpinan menjadi obyek penelitian. Beberapa indikator pemimpin yang dapat menjaditeladan menurut Paulus dalam surat ini adalah: 1) Pemimpin Rohani Yang memiliki Semangat PenuhKeberanian. 2) Pemimpin Rohani Yang Rela Menderita Tanpa Malu. 3) Pemimpin Rohani YangMemiliki Teladan Dalam Bersikap. 4) Pemimpin Yang Siap Berjuang. 5) Pemimpin Yang TaatPeraturan. 6) Pemimpin Yang Tekun Dengan Penuh Kesabaran. 7) Pemimpin Yang Terus BerusahaDengan Gigih. 8) Pemimpin Yang Siap Melayani. 9) Pemimpin Yang Hidup Suci. Dari hasilpembahasan tentang kesembilan karakter pemimpin maka dapat disimpulkan bahwa kualifikasiseorang pemimpin Kristen di dalam 2 Timotius sangatlah relevan dan penting bagi setiap pemimpingereja atau pemimpin rohani masa kini. Kualifikasi tersebut relevan dan penting dikarena pada masakini dirasakan bahwa banyak para pemimpin rohani yang mulai kehilangan karakter kepemimpinannyasebagaimana yang diajarkan oleh Paulus di dalam surat 2 Timotius. Gereja akan bertumbuhdengan baik tidak hanya sebatas kuantitas tetapi terlebih penting kualitas iman jemaat akan semakinbertumbuh jika pemimpin rohani memiliki karakter kepemimpinan yang baik.Kata kunci: kepemimpinan; karakter; pemimpin rohani
Dampak Pelayanan Sekolah Minggu bagi Kehidupan Rohani Anak-Anak di Gereja Lokal Puspa Weni; Dina Kristiani; Ali Matius
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 3 No. 2 (2022): November
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/n6c73894

Abstract

Abstract: The church is a place to foster congregation members so that they continue to have a goodrelationship with God. Children in the local church are also members of the congregation who arepart of the body of Christ, so the Sunday school ministry is a ministry that is very closely related tothe church. The research method used in this research is library research. So the role of the Sundayschool teacher is also significant in this ministry. Through proper and effective ministry by Sundayschool teachers, children can be guided and grow spiritually to live in the knowledge of Christincreasingly.Keywords: Sunday school ministry, spiritual life, childrenAbstrak: Gereja merupakan wadah untuk membina warga jemaat agar tetap memiliki hubunganyang baik dengan Tuhan. Anak-anak di gereja lokal juga adalah warga jemaat yang merupakanbagian dari tubuh Kristus itu, sehingga pelayanan sekolah minggu merupakan pelayanan yangsangat erat kaitannya dengan gereja. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalahstudi kepustakaan (library research). Maka dapat disimpulkan bahwa eranan guru sekolah minggujuga sangat penting dalam pelayanan ini. Melalui pelayanan yang tepat dan efektif oleh para gurusekolah minggu, anak-anak dapat dibimbing dan bertumbuh dalam kehidupan rohani merekasehingga semakin hari semakin hidup dalam pengenalan akan Kristus.Kata kunci: pelayanan Sekolah Minggu, kehidupan rohani, anak-anak
Efektivitas Pembentukan Karakter Siswa Kristen dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen secara Daring Debora; Bambang Wirawan
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 3 No. 2 (2022): November
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/z9mdwf49

Abstract

Abstract: Importance of Character education as an effort to create quality human beings, butnowdays society and school tend only to encourage students to have high academic values withoutinculcating good character. The efforts of schools and parents so that these children have highacademic scores are very strong. But ignore non-academic things like character. Therefore, theimportance of character education is to build a strong nation where people have a noblecharacter,morality, tolerance, and mutual cooperation. Teacher as educators are important figures inthe formation of children’s character, teachers as role models who can instill commendable charactervalues, correct bad behavior to be right, and tell what can and cannot be done. The author usesqualitative methods and descriptive methods by using a literature review of this research to see theeffectiveness of Christian student character building in online PAK learning. Parents, churches, andteachers are important components in the formation of children’s character, therefore PAK teachersare one of the important components in the formation of students’ Christian character in schools.Keywords: character bullding, Christian students, Christian education teachers, Christian educationlearning, onlineAbstrak: Mengikuti perkembangan zaman dewasa ini pentingnya pendidikan karakter sabagaiupaya untuk mewujudkan manusia yang berkualitas. Namun dewasa ini masyarakat maupunsekolah cenderung sekadar memacu siswa untuk memiliki kemampuan akademik tinggi tanpadiimbangi pembentukan karakter yang kuat dan cerdas. Upaya sekolah maupun orang tua agarmurid atau anaknya mencapai nilai akademis tinggi sangat kuat, tapi mengabaikan hal-hal yang nonakademis. Maka dari itu pentingnya pendidikan karakter untuk membangun bangsa yang tangguh,dimana masyarakatnya berakhlak mulia, bermoral, bertoleransi, dan bergotong-royong. Gurusebagai pendidik; bertugas untuk mendidik peserta didik, ia merupakan tokoh penting dalammembentuk karakter seseorang dimasa depan. Guru menjadi tokoh yang menanamkan nilai-nilaiterpuji bagi siswa, memperbaiki perilaku yang buruk menjadi benar dan menjelaskan apa yang harusdan tidak harus dilakukan. Penulis menggunakan metode kualitatif dan metode deskriptif denganmenggunakan studi pustaka terhadap penelitian ini. karena itu efektifitas pembentukan karaktersiswa Kristen dalam pembelajaran PAK secara Daring yang berperan dalam pembentukan karaktersiswa adalah orang tua, gereja, dan sekolah. Jadi, guru Pendidikan agama Kristen adalah salah satukomponen penting dalam pembentukan karakter kristiani siswa di sekolah.Kata kunci: pembentukan karakter, siswa Kristen, guru pendidikan agama Kristen, pembelajaranpendidikan agama Kristen, daring