cover
Contact Name
Muhammad Parikesit Wisnubroto
Contact Email
muhammadparikesit@agr.unand.ac.id
Phone
+6281357904202
Journal Mail Official
bda@agr.unand.ac.id
Editorial Address
Kampus Unand Limau Manis, Kec. Pauh Kota Padang, Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Buletin Dharmas Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : -     EISSN : 30631599     DOI : https://doi.org/10.25077/bda.v1i2.17
Buletin Dharmas Andalas (BDA) yang diterbitkan oleh Departemen Budidaya Tanaman Perkebunan, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas merupakan peer-reviewed journal yang memuat artikel-artikel ilmiah dari berbagai disiplin ilmu yang diadopsi dalam berbagai aktivitas pengabdian kepada masyarakat. Dalam setahun Buletin Dharmas Andalas (BDA) menerbitkan dua edisi (Maret dan September). Naskah dapat ditulis dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris, naskah yang masuk akan melalui proses evaluasi kelayakan oleh Dewan Editor dan selanjutnya akan melalui proses double-blind review. Focus dan Scope Buletin Dharmas Andalas (BDA) menerima manuskrip atau naskah artikel dalam bidang riset terapan dan hilirisasi hasil penelitian ilmiah kuantitatif maupun kualitatif berbasis komunitas ke dalam format pengabdian masyarakat yang mencakup bidang keilmuan yang relevan antara lain Pertanian, Teknologi Pertanian, Peternakan, Teknik, Pendidikan, Kesehatan, Sosial Ekonomi Pertanian
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 45 Documents
Sosialisasi Penggunaan Metil Eugenol untuk Mengendalikan Hama Lalat Buah pada Tanaman Pekarangan di Nagari Silago Kecamatan Sembilan Koto Kabupaten Dharmasraya Sri Heriza; Nike Karjunita
Buletin Dharmas Andalas Vol. 1 No. 1 (2024): Buletin Dharmas Andalas
Publisher : Departemen Budidaya Tanaman Perkebunan Fakultas Pertanian Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/bda.v1i1.1

Abstract

Kecamatan Sembilan Koto merupakan daerah dengan mayoritas penduduknya sebagai petani sawah dan tanaman hortikultura. Permasalahan di Nagari Silago dari tahun ke tahun terkait praktik budidaya tanaman hortikultura adalah adanya serangan hama dari kelompok serangga lalat buah yang menyebabkan rusaknya buah dan tanaman sayuran masyarakat sehingga turunnya pendapatan masyarakat dan bahkan gagal panen. Selain itu permasalahan yang ada di Nagari Silago adalah masih minimnya pengetahuan masyarakat dalam memanfaatkan bahan-bahan yang mudah didapatkan dalam pengendalian hama lalat buah tersebut. Masyarakat biasanya lebih sering menggunakan insektisida kimia dalam bentuk formulasi instan yang dibeli dengan harga yang cukup mahal. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat dalam membuat perangkap lalat buah yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan botol bekas dan diberi atraktan metil eugenol sebagai zat pemikat agar hama lalat buah masuk dalam perangkap. Adapun manfaat dari kegiatan ini diharapkan masyarakat  di Nagari Silago dapat membuat perangkap lalat buah secara mandiri dan dapat membantu masyarakat dalam pengurangan pengeluaran biaya dalam pengendalian hama lalat buah tersebut.
Program Penghijauan untuk Konservasi Lingkungan di Kenagarian Padang Sibusuk, Kecamatan Kupitan, Kabupaten Sijunjung Wulan Kumala Sari; Ade Sandri; Atika Miftahul Jannah; Nelvi Kurnia Putri; Hasnan Habib; Dwi Ulfa Anggraini; Diah Rosita; Latifa Rilla Asshari; Tsabitah Dzahwa Ahmad; Filza Husna; Septian Vivaldi; Mufidhatul Muqarramah; Nabila Fadia Haya; Dwi Ramasepti Arta; Nengsi May Frilina; Ravie Mahendra; Tiara Anesta Asri; Ayu Wandira Agustin; Chalbi Azani; Egina Safitri; Farhah Anggana
Buletin Dharmas Andalas Vol. 1 No. 1 (2024): Buletin Dharmas Andalas
Publisher : Departemen Budidaya Tanaman Perkebunan Fakultas Pertanian Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/bda.v1i1.2

Abstract

Sebagian wilayah di Nagari Padang Sibusuk Kecamatan Kupitan Kabupaten Sijunjung adalah berupa perbukitan yang landai dan dilalui beberapa aliran sungai, yakni Batang Lasi, Batang Laweh dan Batang Piruko. Topografi wilayah ini terdiri dari perbukitan sedang hingga dataran rendah dengan jenis tanah podsolik merah kuning yang termasuk tanah marginal dengan kesuburan tanah yang rendah dan mudah terkena erosi sehingga memiliki keterbatasan dalam hal ketersediaan air, sehingga kegiatan penghijauan mutlak diperlukan. Selain itu, wilayah ini juga dilalui aliran sungai yang dapat dipelihara kelestariannya dan ditingkatkan fungsinya dengan kegiatan penghijauan berupa penanaman tanaman tahunan dan buah-buahan. Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini bertujuan untuk merubah pola pikir dan perilaku petani sebagai pelestari sumber daya alam, mengendalikan erosi tanah dan banjir, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di Jorong Simancuang, Jorong Ladang Kapeh, dan Jorong Tapi Balai di Nagari Padang Sibusuk Kecamatan Kupitan Kabupaten Sijunjung dengan metode ceramah, diskusi, dan demonstrasi penanaman/penghijauan. Mahasiswa yang terlibat adalah sebanyak dua puluh orang. Masyarakat Nagari Padang Sibusuk sangat antusias dalam diskusi tentang budidaya tanaman tahunan dan buah-buahan, serta pentingnya konservasi tanah dan lingkungan. Sebagian besar peserta sangat tertarik dan akan langsung menanam tanaman penghijauan pada lahan mereka, terutama yang terletak di daerah bantaran sungai. Dalam rangka memenuhi harapan tim pengabdian agar kegiatan ini sukses dan berlanjut ke depannya maka dilakukan pemberian bantuan berupa ±400 bibit tanaman tahunan dan buah-buahan kepada masyarakat di Nagari Padang Sibusuk. Pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan penghijauan ini telah mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang pentingnya konservasi untuk menjaga kelestarian tanah dan lingkungan.
Sosialisasi dan Edukasi Gemar Makan Buah Anak Usia Dini di Padukuhan Grogol X, Parangtritis, Bantul, Yogyakarta Muhammad Parikesit Wisnubroto
Buletin Dharmas Andalas Vol. 1 No. 1 (2024): Buletin Dharmas Andalas
Publisher : Departemen Budidaya Tanaman Perkebunan Fakultas Pertanian Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/bda.v1i1.3

Abstract

Asupan buah bagi anak usia PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) memiliki peran besar dan menjadi faktor penentu dalam memastikan kesehatan dan perkembangan optimal. Buah-buahan mengandung banyak serat dan berbagai vitamin serta mineral yang berfungsi sebagai antioksidan dan penangkal senyawa radikal bebas dalam tubuh. Tingkat konsumsi buah pada anak usia dini masih tergolong rendah karena berbagai faktor salah satunya kurangnya pengetahuan mengenai pentingnya buah bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Kegiatan pengabdian dan pemberdayaan ini ditujukan untuk mengedukasi pentingnya buah bagi kesehatan melalui Gerakan Gemar Makan Buah bagi anak-anak PAUD di Padukuhan Grogol X, Parangtritis, Bantul, Yogyakarta. Penyampaian edukasi dilakukan melalui metode sosialisasi serta praktik langsung dengan membagikan beberapa jenis buah kepada anak-anak. Selama sosialisasi berlangsung, anak-anak tampak antusias mengenal berbagai jenis buah. Beberapa anak terlihat mengajukan pertanyaan sederhana mengenai suatu jenis buah. Dari hasil praktik langsung terlihat banyak anak usia dini yang memakan buah-buahan yang dibagikan dengan lahap. Melalui kegiatan ini secara keseluruhan dapat meningkatkan wawasan anak usia dini mengenai rasa buah-buahan serta mampu mendorong kemauan anak untuk memakan buah-buahan.
Pembuatan Aplikasi Pencatatan Penjualan dan Pembelian pada UMKM 45 Cake n Donat dengan Microsoft Access Sanda Patrisia Komalasari; Ihsani Mazelfi; Luthfia Azizah Isra; Najla Shabrina Aulia; Zazqia Ramadhani; Ammar Dzaky; Harfiona Agustin; Rahman Syarif Masri; Tio Putra Wendari
Buletin Dharmas Andalas Vol. 1 No. 1 (2024): Buletin Dharmas Andalas
Publisher : Departemen Budidaya Tanaman Perkebunan Fakultas Pertanian Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/bda.v1i1.4

Abstract

UMKM 4S Cake n Donat adalah usaha kecil yang berfokus pada produksi kue dan donat berkualitas tinggi. Untuk meningkatkan efisiensi operasional dan akurasi pencatatan transaksi, sebuah aplikasi pencatatan penjualan dan pembelian dikembangkan menggunakan Microsoft Access. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi tantangan yang dihadapi "4S Cake n Donat" dalam mengelola inventaris dan melacak penjualan serta pembelian. Metodologi yang digunakan melibatkan perancangan dan pengembangan aplikasi database. Proses ini mencakup pembuatan tabel, penetapan relasi, perancangan formulir, pembuatan query, dan pembuatan laporan untuk memastikan manajemen data yang komprehensif dan ramah pengguna. Aplikasi tersebut diuji dan diterapkan, dengan pelatihan staf yang disediakan untuk memastikan penggunaan yang efektif. Aplikasi ini memungkinkan pelacakan penjualan dan pembelian dengan cepat dan mengurangi kesalahan. Dengan aplikasi ini diharapkan UMKM akan mengalami peningkatan efisiensi dalam pemrosesan pesanan dan layanan pelanggan. Inisiatif pengembangan aplikasi ini menunjukkan potensi teknologi dalam meningkatkan proses bisnis dan mendukung usaha kecil dalam mencapai kinerja yang lebih baik.
Sosialisasi dan Aplikasi PSB untuk Peningkatan Produksi Pepaya di Kelompok Tani Mulyo, Bandongan, Magelang Yovi Avianto; Muhammad Parikesit Wisnubroto; Fitrianoor Setyaningsih; Lingga Rahmawati
Buletin Dharmas Andalas Vol. 1 No. 1 (2024): Buletin Dharmas Andalas
Publisher : Departemen Budidaya Tanaman Perkebunan Fakultas Pertanian Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/bda.v1i1.7

Abstract

Dewasa ini, meningkatnya kesadaran masyarakat akan kesehatan telah meningkatkan konsumsi buah-buahan, termasuk pepaya yang kaya akan vitamin, serat, dan antioksidan. Produksi pepaya di Kabupaten Magelang, khususnya di Kecamatan Bandongan, mengalami penurunan signifikan, meskipun memiliki kondisi geografis dan iklim yang mendukung. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan produksi pepaya California di Kelompok Tani Mulyo melalui sosialisasi dan aplikasi bakteri fotosintetis. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan melalui penyuluhan, pembinaan, praktik langsung, dan evaluasi, dengan pendekatan analisis masalah, brain storming solusi, serta pemberian informasi mengenai bakteri fotosintetis. Anggota kelompok tani mengamati aplikasi PSB di lahan demonstration plot dan mengevaluasi hasilnya setelah enam bulan. Hasil kegiatan sosialisasi dan brainstorming menunjukkan antusiasme tinggi dari anggota kelompok tani. Sosialisasi teknologi budidaya PSB berhasil meningkatkan pemahaman petani tentang cara mengatasi masalah teknis dalam budidaya pepaya. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa penggunaan bakteri fotosintetis (PSB) pada tanaman pepaya di Desa Rejosari meningkatkan produksi sebesar 34,28%, dilihat dari jumlah bunga dan buah yang terbentuk. Tanaman yang disemprot PSB memiliki daun yang lebih banyak dan lebih hijau, serta tinggi tanaman yang lebih besar dibandingkan dengan yang tidak disemprot. Selain itu, tidak ada insidensi penyakit layu dan penurunan signifikan penyakit keriting pucuk (PMV) pada tanaman yang diaplikasikan PSB. Petani lebih menyukai visual tanaman yang disemprot PSB karena pertumbuhan yang lebih sehat dan lebih tahan terhadap penyakit. Hasil ini menunjukkan bahwa PSB dapat menjadi solusi efektif dan ramah lingkungan dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas tanaman pepaya di Rejosari.
Pelatihan Cara Mudah Mengolah Sampah Rumah Tangga Menjadi Pupuk Organik Dewi Rezki; Muhammad Parikesit Wisnubroto
Buletin Dharmas Andalas Vol. 1 No. 1 (2024): Buletin Dharmas Andalas
Publisher : Departemen Budidaya Tanaman Perkebunan Fakultas Pertanian Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/bda.v1i1.8

Abstract

Limbah rumah tangga masih menjadi sumber pencemaran lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Sampah rumah tangga terdiri dari limbah organik dan anorganik.  Sampah organik bisa diolah menjadi pupuk organik cair maupun kompos. Pelatihan ini bertujuan untuk: (1) Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga, (2) Melakukan pelatihan kepada masyarakat tentang cara mudah mengolah sampah menjadi pupuk organik dengan menggunakan metode komposter ember tumpuk.  Cara ini diharapkan bisa menjadi salah satu solusi dalam mengurangi limbah yang berasal dari sampah rumah tangga. Hasil dari kegiatan pengabdian yang telah dilakukan diketahui bahwa masyarakat sudah mampu mengelola sampah rumah tangga menjadi pupuk organik dengan menggunakan metode ember tumpuk.  Olahan sampah rumah tangga ini menghasilkan dua produk sekaligus, yaitu pupuk organik cair dan pupuk kompos.  Minat dan antusias peserta pelatihan cukup tinggi, baik dari mahasiswa maupun dari masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari kehadiran peserta sebanyak 100 % dan keaktifan peserta selama dilakukannya kegiatan ini.  Masyarakat sudah mulai melakukan pengelolaan sampah secara mandiri.  Pupuk organik cair dan kompos yang diperoleh dapat diaplikasikan untuk meningkatkan ketersediaan unsur hara tanah pada lahan pekarangan yang berfungsi untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman seperti tanaman hias, sayuran dan lainnya. Dengan demikian pengolahan sampah rumah tangga menggunakan komposter ember tumpuk bisa dijadikan salah satu solusi awal dalam penanggulangan limbah.
Pemanfaatan Tandan Kosong Sebagai Biochar Guna Meningkatkan Kualitas Lahan Kebun Kelapa Sawit Dewi Rezki; Dede Suhendra; Sri Heriza; Wulan Kumala Sari; Alefia Lathifa Hanum; Muhammad Aulia Rahman; Qomara Anzalia; Reza Alam Nur Hasibuan; Tristan Terence; Faghfirlana Bifadlika; Irfan Aditya; Mutiara Ramadhani
Buletin Dharmas Andalas Vol. 1 No. 2 (2024): Buletin Dharmas Andalas
Publisher : Departemen Budidaya Tanaman Perkebunan Fakultas Pertanian Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/bda.v1i2.10

Abstract

Limbah tandan kosong kelapa sawit (TKKS) merupakan limbah padat yang dihasilkan dari sisa pengolahan di pabrik kelapa sawit. Seiring dengan bertambahnya luas lahan kebun kelapa sawit menyebabkan jumlah limbah TKKS semakin meningkat. Meningkatnya jumlah limbah ini secara terus menerus akan menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan, seperti polusi udara akibat bau yang tidak sedap. Akan tetapi, limbah TKKS dapat memberikan manfaat jika diolah dengan baik. Salah satu cara yang bisa dilakukan dalam pengolahan limbah TKKS adalah dengan merubah limbah tersebut menjadi biochar. Biochar dari TKKS dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki kualitas lahan di kebun kelapa sawit rakyat. Kegiatan pengabdian masyarakat yang terintegrasi dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini bertujuan untuk memberikan pelatihan cara membuat biochar dari limbah TKKS kepada kelompok tani Semoga Jaya yang berada di Kenagarian Koto Beringin Kecamatan Tiumang Kabupaten Dharmasraya. Melalui pelatihan ini, diharapkan petani dapat mengelola limbah tersebut secara mandiri dan berkelanjutan, serta memanfaatkannya dengan baik untuk perbaikan kualitas lahan kelapa sawit rakyat. Kegiatan pelatihan diikuti dengan antusias oleh petani, hal ini dapat dilihat dari banyaknya pertanyaan yang muncul selama kegiatan pelatihan berlangsung. Hal ini menunjukkan bahwa para petani sangat tertarik untuk menerima ilmu yang disampaikan, dan ingin mencoba  dan mengaplikasikan pembuatan biochar ini pada kebun kelapa sawitnya masing-masing.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengolahan Limbah Sawit Menjadi Pupuk Organik dan Pakan Ternak Sri Heriza; Elda Maisya Putri; Nur Randa Afni Agus; Azzahra Aulia Diaz; Syintia Rahmi Afdia
Buletin Dharmas Andalas Vol. 1 No. 2 (2024): Buletin Dharmas Andalas
Publisher : Departemen Budidaya Tanaman Perkebunan Fakultas Pertanian Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/bda.v1i2.12

Abstract

Upaya memperkenalkan pupuk organik dan pakan ternak alternatif dengan memanfaatkan bahan limbah kelapa sawit berupa tandan kosong kelapa sawit (TKKS) dan pelepah sawit yang awalnya hanya dibiarkan begitu saja sehingga bisa diolah menjadi pupuk organik dan pakan yang berguna untuk menyuburkan tanah dan pakan ternak. Pupuk organik dan pakan ternak alternatif ini sangat bermanfaat bagi masyarakat karena kondisi cuaca daerah Koto Nan Empat Dibawuh yang cenderung kering. Penggunaan pupuk organik pada tanah mampu meningkatkan unsur hara tanah dan memperbaiki pertumbuhan tumbuhan serta pakan ternak alternatif berguna memanfaatkan limbah sawit menjadi sumber pakan bagi ternak yang selama ini tidak bisa dikonsumsi ternak. Untuk itu penulis ingin memberikan sosialisasi kepada masyarakat Nagari Koto Nan Empat Dibawuh agar pupuk organik dan pakan ternak alternatif dari limbah kelapa sawit bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin pada tanah dan ternak sekitar. Selama sosialisasi berlangsung, warga tampak antusias memperhatikan dan mendengarkan dengan seksama. Kegiatan praktik pembuatan pupuk organik juga memberikan hasil positif yang ditunjukkan dengan tekstur gembur, tidak berbau menyengat dan berwarna hitam. Melalui kegiatan ini warga setempat mendapatkan pengetahuan dan keterampilan baru dalam upaya meningkatkan kesuburan tanah melalui pemanfaatan limbah kelapa sawit.
Pemberdayaan UMKM Melalui Pengolahan Produk Turunan Pisang di Nagari Painan Timur Afrida Afrida; Jonson Handrian Ginting; Yevita Nurti; Edi Indrizal; Hairul Anwar; Afrida Afrida
Buletin Dharmas Andalas Vol. 1 No. 2 (2024): Buletin Dharmas Andalas
Publisher : Departemen Budidaya Tanaman Perkebunan Fakultas Pertanian Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/bda.v1i2.13

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Nagari Painan Timur, Sumatera Barat, dalam mengolah pisang menjadi produk turunan yang bernilai tambah, seperti keripik pisang, pisang molen, dan tepung pisang, mengingat di wilayah tersebut belum mengenal banyak produk turunan pisang. Meskipun durian menjadi komoditas utama di daerah ini, pisang dipilih karena lebih stabil dalam hal produksi. Pelatihan dan demonstrasi pengolahan produk diberikan kepada peserta, diikuti dengan pemantauan implementasi. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan sebesar 80%, serta peningkatan pendapatan rata-rata 25% dalam tiga bulan setelah pelatihan. Meskipun demikian, terdapat kendala berupa keterbatasan akses peralatan dan keterampilan pemasaran digital yang memerlukan dukungan lebih lanjut. Program ini memiliki potensi untuk diperluas melalui inovasi produk dan strategi pemasaran digital. Dengan adanya dukungan dari pemerintah daerah dan pelatihan berkelanjutan, produk turunan pisang diharapkan dapat berkembang dan bersaing di pasar yang lebih luas.
Perancangan Masterplan Desa Tapak Lestari dengan Pendekatan Saujana Budaya Kusumaningdyah Nurul Handayani; Pratiwi Anjar Sari; Fauzan Ail Ikhsan; Anita Dianingrum; Bagas Satria Akbar; Nurmalita Kumalasari
Buletin Dharmas Andalas Vol. 1 No. 2 (2024): Buletin Dharmas Andalas
Publisher : Departemen Budidaya Tanaman Perkebunan Fakultas Pertanian Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/bda.v1i2.14

Abstract

Pengembangan kawasan pedesaan yang mengintegrasikan nilai-nilai budaya dan kelestarian lingkungan menjadi tantangan penting dalam melestarikan identitas lokal sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem. Desa Tapak, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur memiliki potensi alam dan budaya yang kaya, namun menghadapi ancaman alih fungsi lahan dan modernisasi, seperti pada umumnya pembangunan pedesaan. Oleh karena itu, pendekatan lanskap budaya berkelanjutan menawarkan solusi dengan memadukan pelestarian warisan budaya dan perlindungan lingkungan dalam pengelolaan desa yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan Desa Tapak Magetan dengan menerapkan konsep lanskap budaya yang melibatkan analisis lanskap alam dan budaya secara holistik. Metode yang digunakan meliputi studi literatur, analisis spasial, dan partisipasi desain masyarakat melalui wawancara dan diskusi kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan lanskap budaya yang berkelanjutan tidak hanya mampu melestarikan nilai-nilai budaya lokal, tetapi juga meningkatkan daya dukung lingkungan desa. Penerapan strategi ini diharapkan dapat menjadi model bagi pengembangan desa-desa lain yang memiliki potensi serupa sehingga tercapai keseimbangan antara pelestarian budaya dan kelestarian lingkungan.